cover
Contact Name
Amirullah
Contact Email
amirullah8505@unm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.pattingalloang@unm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Pattingalloang : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Penelitian Kesejarahan
Jurnal Pattigalloang adalah Publikasi Karya Tulis Ilmiah dan Pemikiran Kesejarahan dan ilmu-ilmu sosial.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 2, Agustus 2023" : 6 Documents clear
Masjid Gamlamo : Studi Tradisi Lisan Terhadap Dakwah Islam di Jailolo Halmahera Barat Abad XIX Nur Hidayah
Jurnal Pattingalloang Vol. 10 No. 2, Agustus 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp3k.v10i2.44759

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang masjid Gamlamo dari aspek sejarah dan peranannya. Adapun judul penelitian ini adalah Masjid Gamlamo: Studi Tradisi Lisan Terhadap Dakwah Islam di Jailolo Halmahera Barat Abad XIX. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana sejarah berdirinya Masjid Gamlamo? bagaimana peran masjid Gamlamo terhadap dakwah Islam?. Hasil penelitian ini menunjukkan Masjid Gamlamo sebagai salah satu bangunan bersejarah yang melambangkan jejak Kesultanan dalam penyebaran Islam dan penyiaran Islam yang tergabung dalam empat Kesultanan di Maluku Utara, Ternate, Tidore, Jailolo dan Bacan (Maloko Kie Raha). Masjid Gamlamo masjid tertua yang dibangun pada awal tahun 1900-an atas swadaya masyarakat yang bergotong royong bahu-membahu mendirikan tempat ibadah. Berawal tidak adanya bangunan rumah ibadah bagi kaum muslim di Jailolo, maka atas prakarsa Suku Moro (suku tertua di Jailolo) rakyat Jailolo bersepakat dan berswadaya mendirikan masjid. Empat suku di Jailolo yaitu suku Moro, Wayuli, Porniti, Gamlamo baik itu yang beragama Islam maupun Kristen turut berpartisipasi membangun Masjid Gamlamo. Tiap-tiap suku memberikan kontribusi berupa pemasangan Tiang Kaba (Soko Guru) pada ruang ibadah masjid. Tiang Kaba sebagai simbolisasi persatuan dan kesatuan rakyat Jailolo yang saling bersaudara dan tetap menjaga hubungan baik antar sesama walau beda suku dan agama. Dalam sejarahnya masjid Gamlamo tidak hanya digunakan sebagai tempat ibadah, tempat bermusyawarah namun digunakan pula sebagai benteng pertahanan dalam melawan penjajah Belanda, sehingga masjid Gamlamo dijadikan sebagai markas perjuangan melawan penjajah. Peran dakwah masjid Gamlamo ialah sebagai lembaga keagamaan, tatacara pelaksanaan ibadah, falsafat adat orang Jailolo.Kata Kunci: Masjid Gamlamo, Dakwah IslamAbstractThis study aims to discuss the Gamlamo mosque from the historical aspect and its role. The title of this research is Gamlamo Mosque: Study of Oral Traditions on Islamic Propagation in Jailolo West Halmahera XIX Century. The formulation of the problem in this research is what is the history of the establishment of the Gamlamo Mosque? what is the role of the Gamlamo mosque in the propagation of Islam? The results of this study show the Gamlamo Mosque as one of the historical buildings which symbolizes the traces of the Sultanate in the spread of Islam and Islamic broadcasting which are members of the four Sultanates in North Maluku, Ternate, Tidore, Jailolo and Bacan (Maloko Kie Raha). Gamlamo Mosque is the oldest mosque which was built in the early 1900s by the self-help community working together to build a place of worship. Starting from the fact that there were no houses of worship for Muslims in Jailolo, then on the initiative of the Moro tribe (the oldest tribe in Jailolo) the people of Jailolo agreed and volunteered to build a mosque. Four tribes in Jailolo, namely the Moro, Wayuli, Porniti, Gamlamo, both Muslim and Christian, participated in building the Gamlamo Mosque. Each tribe contributed in the form of installing a Kaba Pole (Soko Guru) in the mosque's prayer room. The Kaba Pole is a symbol of the unity and unity of the Jailolo people who are brothers and sisters and continue to maintain good relations between people despite different ethnicities and religions. In its history, the Gamlamo mosque was not only used as a place of worship, a place for deliberations, but was also used as a stronghold against the Dutch colonialists, so that the Gamlamo mosque was used as the headquarters of the struggle against the colonialists. The da'wah role of the Gamlamo mosque is as a religious institution, procedures for carrying out worship, the customary philosophy of the Jailolo peopleKeywords: Gamlamo Mosque, Islamic Da'wah   
Kesenian Reog di Desa Cemandi: Sejarah, Makna dan Upaya Pengembangan sebagai Edukatif Kultural di Sidoarjo Sunariyadi Maskurin; Adella Afra Azzahra
Jurnal Pattingalloang Vol. 10 No. 2, Agustus 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp3k.v10i2.37897

Abstract

Edukatif kultural adalah suatu proses pendidikan yang berbasis budaya. Maksudnya edukatif kultural akan mempelajari hal-hal kependidikan yang berkaitan dengan kebudayaan dengan memanfaatkan hasil budaya tersebut sebagai sarana belajar. Satu diantara kesenian yang dapat dijadikan sebagai edukatif kultural adalah kesenian Reog Cemandi. Selain di Ponorogo, kesenian reog juga terdapat di Sidoarjo, tepatnya di Desa Cemandi Sedati. Kesenian reog tersebut dikenal sebagai reog Cemandi. Reog Cemandi pada awalnya digunakan sebagai media perjuangan warga Cemandi untuk mengusir pasukan Belanda. Pada perkembangan kesenian tersebut digunakan untuk pengiring pernikahan, ruwatan, dan turut memeriahkan festival budaya di Sidoarjo. Reog Cemandi sebagai bentuk kearifan lokal yang memerlukan pelestarian melalui edukatif kultural, yaitu pengenalan yang dimulai dari lingkungan sekolah. Pengenalan dapat berupa media pembelajaran, sarana ekstra kulikuler serta kegiatan kesenian lainnya. Kata Kunci : Kesenian, Reog Cemandi dan Edukatif Kultural  Abtract Cultural education is a cultural-based educational process. This means that cultural education will study about educational matters related to culture by utilizing the results of the culture as a learning tools. One of the arts that can be used as cultural education is the art of Reog Cemandi. Apart from Ponorogo, reog also found in Sidoarjo, precisely in Cemandi Sedati Village. This reog is known as Reog Cemandi. Reog Cemandi was originally used as a confrontation medium for Cemandi to expel the Dutch troops. over the years, this art was used for wedding accompaniments, rituals, and to enliven the cultural festival in Sidoarjo. Reog Cemandi as a form of local wisdom that requires preservation through cultural education, namely the introduction that starts from the school environment. The introduction can be in the form of learning media, extracurricular facilities and other art activities. Keywords : Art; Reog Cemandi and Cultural Education
Urgensi Kurikulum Berbasis Kearifan Lokal Di Sulawesi Utara: Sebuah Kajian Diversifikasi Kurikulum Eka Yuliana Rahman
Jurnal Pattingalloang Vol. 10 No. 2, Agustus 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan kurikulum yang mempersiapkan peserta didik untuk mengembangkan potensi daerah belum berjalan secara baik di masing- masing tingkat satuan pendidikan, hal ini ditandai dengan belum memasyarakatnya kurikulum muatan lokal yang mengembangkan potensi masing-masing daerah dan masih banyaknya muatan lokal yang seragam antara sekolah yang satu dengan yang lain. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan studi fenomenologi dan menggunakan pendekatan pustaka sebagai pendukung dalam mengumpulkan sumber bahan bacaan dan literatur yang relevan juga menggunakan studi lapangan untuk  melakukan observasi dan wawancara mendalam terhadap informan. Riset awal ini berangkat dari permasalahan yang penulis amati dilapangan. Berdasarkan pengambilan data wawancara bersama tenaga pendidik yang ada di Sulawesi Utara yang melihat potensi luar biasa yang dimiliki oleh suku Minahasa sebagai salah satu suku yang eksis di Sulawesi Utara dengan menginginkan adanya upaya pengembangan kurikulum yang menyesuaikan dengan potensi budaya yang dimiliki. Mengembangkan kurikulum nasional menjadi muatan kurikulum dengan kearifan lokal dalam bentuk diversifikasi kurikulum merupakan hal yang penting untuk dilakukan sebab kondisi dan siatuasi lingkungan sekolah, serta keragaman karakter peserta didik memerlukan pendekatan yang heterogen. Diperlukan asesmen diagnostik atau penelitian dan observasi yang massif terhadap kondisi peserta didik serta lingkungan tempat mereka belajar.Kata Kunci :  Diversifikasi Kurikulum 2; Kearifan Lokal 3; Sulawesi Utara AbtractAbstrak Curriculum development that prepares students to develop regional potential has not gone well at each level of the education unit, this is indicated by the not yet socialized local content curriculum that develops the potential of each region and there are still many uniform local content between one school and another. another. This study used a qualitative method using phenomenological studies and using a literature approach as a support in collecting relevant sources of reading material and literature as well as using field studies to conduct observations and in-depth interviews with informants. This initial research departs from the problems the author observes in the field. Based on data collection from interviews with educators in North Sulawesi who saw the extraordinary potential possessed by the Minahasa tribe as one of the tribes that exist in North Sulawesi, they wanted efforts to develop a curriculum that adapted to their cultural potential. Developing the national curriculum into curriculum content with local wisdom in the form of curriculum diversification is an important thing to do because the conditions and situations of the school environment, as well as the diversity of students' characters require a heterogeneous approach. Diagnostic assessment or research and massive observation of the conditions of students and the environment in which they learn are needed.Keywords : Curriculum Diversification 2; Local Wisdom 3; North Sulawesi
Pemanfaatan Media Pembelajaran Kahoot dalam Mata Pelajaran Sejarah di SMAN 68 Jakarta Randi Syah; Junia Siburian; Ardin Yuli Pratama; Muhammad Safani
Jurnal Pattingalloang Vol. 10 No. 2, Agustus 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp3k.v10i2.47002

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pemanfaatan media pembelajaran Kahoot dalam mata pelajaran Sejarah di SMA N 68 Jakarta. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan melibatkan guru Sejarah serta siswa sebagai partisipan. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara dengan guru, dan analisis dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan Kahoot dalam pembelajaran Sejarah memberikan manfaat yang signifikan. Penggunaan Kahoot meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa dalam pembelajaran, sambil mendorong interaksi sosial dan kolaborasi antara siswa. Guru juga melaporkan bahwa Kahoot membantu mereka dalam menyampaikan materi pembelajaran dengan cara yang menarik dan interaktif. Namun, ada beberapa tantangan yang dihadapi, termasuk keterbatasan akses teknologi. Dengan demikian, penelitian ini merekomendasikan pengembangan dan perluasan penggunaan Kahoot sebagai media pembelajaran yang efektif dalam mata pelajaran Sejarah di SMA N 68 Jakarta.Kata Kunci : media pembelajaran, Kahoot, Sejarah, SMA AbstractThis research aims to investigate the utilization of Kahoot as a learning media in the History subject at SMA N 68 Jakarta. The study adopts a qualitative descriptive approach and involves History teachers and students as participants. Data were collected through classroom observations, teacher interviews, and document analysis. The findings indicate that the use of Kahoot in History learning provides significant benefits. It enhances student engagement and motivation, while fostering social interaction and collaboration among students. Teachers also reported that Kahoot helps them deliver the learning materials in an interesting and interactive manner. However, there are challenges, including limited technological access. Therefore, this research recommends the development and expansion of Kahoot as an effective learning media in the History subject at SMA N 68 Jakarta.Keywords: learning media, Kahoot, History, high school
Kebijakan Kolonial Belanda dan Pengaruhnya Terhadap Komoditas Lada dan Kopi di Lampung awal Abad ke-19 Ahmad Benny Syahputra; Sudrajat sudrajat
Jurnal Pattingalloang Vol. 10 No. 2, Agustus 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp3k.v10i2.46825

Abstract

Abstrak  Lampung merupakan salah satu provinsi di Indonesia, terletak di ujung selatan Pulau Sumatera dengan batas administratif sebelah utara dengan Provinsi Sumatera Selatan, sebelah timur dengan Laut Jawa sebelah selatan dengan Selat Sunda, dan sebelah barat berbatasan dengan Samudera Indonesia. Sebagai salah wilayah yang ada di Indonesia, Lampung memiliki keunikan sejarahnya tersendiri. Dalam tulisan ini penulis tertarik untuk mengkaji Kebijakan Pemerintahan Kolonial Belanda dan Pengaruhnya Terhadap Komoditas Perdagangan Lada dan Kopi di Lampung Abad ke-19. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ilmiah ini adalah metode historis dengan pendekatan studi pustaka atau literature review melalui berbagai sumber, dimana penulis dapat mengkaji secara mendalam atas penelitian yang dibuat dan posisi peneliti juga berada dalam posisi tertinggi sebagai  penganalisa. Adapun  lima tahap penelitian historis menurut Kuntowijoyo yakni, pemilihan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan penulisan sejarah. Hasil dari penulisan artikel ini adalah dinamika pertumbuhan komoditas Lada dan Kopi di Lampung tidak terlepas dari adanya berbagai pihak diantaranya terdapat kebijakan  dari Pemerintahan Kolonial Belanda.Faktor penyakit tanaman, konstelasi politik dan ekonomi yang tidak stabil, demografi yang rendah, dan infrastruktur masih tradisional turut mempengaruhi hasil dari produksi Lada dan Kopi pada masa Kolonial Belanda. Kata kunci: Lampung, Sejarah, Kolonial, Perdagangan.Abstract  Lampung is one of the provinces in Indonesia, located at the southern tip of Sumatra Island with an administrative boundary to the north with the Province of South Sumatra, to the east by the Java Sea, to the south by the Sunda Strait, and to the west by the Indonesian Ocean. As one of the regions in Indonesia, Lampung has its own unique history. In this paper, the writer is interested in studying the Dutch Colonial Government Policy and Its Effect on the Pepper and Coffee Trading Commodities in 19th Century Lampung. The method used in writing this scientific article is the historical method with a literature review approach or literature review through various sources, where the author can examine in depth the research made and the position of the researcher is also in the highest position as an analyst. According to Kuntowijoyo, the five stages of historical research are topic selection, heuristics, verification, interpretation, and historical writing. The result of writing this article is that the dynamics of the growth of Pepper and Coffee commodities in Lampung can not be separated from the existence of various parties including the policies of the Dutch Colonial Government. Plant disease factors, unstable political and economic constellations, low demographics, and traditional infrastructure also influence the result of the production of Pepper and Coffee during the Dutch Colonial period. Keywords: Lampung, History, Colonial, Trade.
Telaah Perubahan Stratifikasi Sosial Masyarakat Banten Sebelum Pemberontakan tahun 1888 Kristoforus Bagas Romualdi; Miftahuddin Miftahuddin
Jurnal Pattingalloang Vol. 10 No. 2, Agustus 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp3k.v10i2.45315

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah perubahan stratifikasi sosial pada masyarakat Banten sebelum terjadinya pemberontakan petani tahun 1888 di wilayah tersebut. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode sejarah. Sumber-sumber yang digunakan dalam metode sejarah ini adalah sumber dokumen berupa buku dan artikel penelitian yang relevan. Hasil dari penelitian memperlihatkan bahwa stratifikasi sosial di Banten sebelum pemberontakan tahun 1888 terbagi menjadi stratifikasi tradisional dan berubah ke kolonial. Perbedaan dari dua stratifikasi tersebut, yakni terletak pada posisi, fungsi, pengaruh, hak, dan kewajiban kelompok yang menempati lapisan atas, menengah, dan bawah. Stratifikasi masa kolonial yang cenderung menindas menjadi penyebab munculnya pergolakan hingga pemberotakan petani Banten tahun 1888.Kata Kunci : Sejarah, Stratifikasi Sosial, BantenAbtractThis study aims to examine changes in social stratification in Banten society before the 1888 peasant revolt in the area.. The research approach used was qualitative with historical methods. The sources used in this historical method are document sources in the form of books and relevant research articles. The results of the study show that social stratification in Banten before the revolt in 1888 was divided into traditional stratification and changed to colonial. The difference between the two stratifications lies in the position, function, influence, rights, and obligations of groups occupying the upper, middle and lower layers. The stratification of the colonial period which tended to be oppressive became the cause of the emergence of upheavals until the revolt of Banten Peasant’s in 1888.Keywords : History, Social Stratification, Banten

Page 1 of 1 | Total Record : 6