cover
Contact Name
Amirullah
Contact Email
amirullah8505@unm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.pattingalloang@unm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Pattingalloang : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Penelitian Kesejarahan
Jurnal Pattigalloang adalah Publikasi Karya Tulis Ilmiah dan Pemikiran Kesejarahan dan ilmu-ilmu sosial.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 4, No. 1, April 2017" : 12 Documents clear
KOMUNITAS NELAYAN LAGGOPPO DI KABUPATEN BONE (1972-2010) Amirullah amirullah
PATTINGALLOANG Vol. 4, No. 1, April 2017
Publisher : Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Fakultas Ilmu Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.905 KB) | DOI: 10.26858/pattingalloang.v4i2.3855

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana dinamika perkembangan komunitas nelayan Laggoppo Desa Massangkae Kec. Kajuara Kab. Bone tahun (1970-2010), bagaimana kondisi awal dan perkembangan serta dampak masuknya Modernisasi terhadap dinamika komunitas nelayan di Laggoppo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Kondisi awal kehidupan komunitas nelayan di Laggoppo menjelang masuknya Modernisasi. (2) Menjelaskan perkembangan komunitas nelayan di Laggoppo setelah masuknya modernisasi. Penelitian ini bersifat deskriptif historis dengan menggunakan metode sejarah yakni heuristik dengan cara mengumpulkan sumber sebanyak-banyaknya, kritik yakni bertujuan untuk pengujian terhadap sumber-sumber, interpretasi yaitu penentuan kedudukan yang berdasarkan pada penganalisian sumber-sumber kemudian selanjutnya penulisan dan pengungkapan sejarah secara tertulis yakni  historiografi .Berdasarkan hasil penelitian terungkap bahwa penggunaan tehnologi modern dalam usaha penangkapan ikan di Laggoppo di mulai sejak tahun 1972 dan terus mengalami perkembangan sampai sekarang yang telah membawa perubahan terhadap kehidupan komunitas nelayan baik dari segi pola kegiatan, hubungan kerja serta sistem bagi hasil dan membawa dampak yang sangat positif terhadap kehidupan komunitas nelayan di Laggoppo Desa Massangkae dalam bidang ekonomi, sosial, budaya dan pendidikan. Kesemuanya ini tidak terlepas dari kemajuan dan penerapan tehnologi modern, dalam rangka meningkatkan produksi nelayan, yang selanjutnya dapat meningkatkan kesejahtraan komunitas nelayan. Namun ada beberapa hal yang masih perlu mendapat perhatian yakni ketidak pekaan pemerintah dalam memberikan bantuan penyuluhan pada komunitas nelayan, baik dalam sistem pembagian hasil kerja dan kesadaran masyarakat nelayan akan arti penting pendidikan yang lebih tinggi bagi peningkatan kualitas pekerjaan sebagai nelayan.
DUALISME KEKUASAAN PADA MASYARAKAT ADAT DI CEREKANG LUWU TIMUR (1964-2014) Risdalia .; Najamuddin .; M. Saleh Madjid
PATTINGALLOANG Vol. 4, No. 1, April 2017
Publisher : Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Fakultas Ilmu Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v4i2.3861

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terjadinya dualisme kekuasaan adat di Cerekang, hubungan antara pemerintahan Kepala Dusun dengan pemerintahan adat di  Cerekang, serta  mengetahui peran pemerintah daerah Kabupaten Luwu Timur dalam pelestariaan nilai-nilai masyarakat Adat Cerekang pada tahun 1964-2014.Penelitian ini adalah penelitian sejarah dengan menggunakan tahapan yang terdiri dari pengumpulan sumber (heuristik) dengan cara wawancara, kritik (kritik internal maupun eksternal), interpertasi (penafsiran), dan penulisan sejarah (histiografi ).Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadinya sistem dualisme kekuasan adat Cerekang karena kurangnya kepercayaan masyarakat adat Cerekang terhadap kekuasaan pemerintahan formal. Masyarakat lebih patuh dan mentaati aturan adat yang berlaku di Dusun Cerekang. Dimana hubungan antara Puak dan Kepala Dusun dilarang saling mencampuri urusan kerja masing-masing termaksud ketika ingin melakukan upacara adat harus meminta izin formal kepada pemerintahan setempat, begitu pula sebaliknya. Dengan adanya peran pemerintah dalam pelestarian budaya termaksud pelestarian hutan adat dapat dilihat dari kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah daerah salah satunya yaitu dikeluarkannya UUD mengenai hutang Negara menjadi hutan adat.Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa dengan sistem dualisme kekuasaan di Cerekkang maka pihak pemerintah dan pihak adat saling beriringan dalam menjaga budaya adat di Cerekkang.Kata Kunci: Puak, Dusun dan Hutan Adat

Page 2 of 2 | Total Record : 12