cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Bioleuser
ISSN : 25976753     EISSN : 25976753     DOI : -
Core Subject : Science,
The Journal of BIOLEUSER is a scientific journal owned and managed by Department of Biology, Faculty of Science, University of Syiah Kuala.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2017): April 2017" : 6 Documents clear
Inventarisasi Spesies Tanaman Potensial Invasif di Kawasan Perumahan PT. Arun NGL, Lhokseumawe, Aceh Iqbar Iqbar; Susi Riana; Masykur Masykur
Jurnal Bioleuser Vol 1, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Syiah Ku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.152 KB)

Abstract

Penelitian mengenai inventarisasi jenis tumbuhan berpotensi invasif  di kawasan  perumahan PT. Arun Natural Gas Liquefaction (NGL) Lhokseumawe, telah dilakukan pada bulan April - Desember 2013. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendata jenis tumbuhan berpotensi invasif di perumahan tersebut. Penentuan lokasi sampling dipilih secara sengaja  yaitu 5% dari 777 unit total rumah yang ada. Strata tumbuhan yang berbeda yaitu pohon, semak dan tumbuhan bawah telah diamati untuk menentukan tumbuhan asli Indonesia, tumbuhan introduksi, dan tumbuhan berpotensi invasif. Delapan puluh delapan jenis  tumbuhan yang merupakan bagian dari 53 suku telah ditemukan di lokasi penelitian. Enam jenis tumbuhan dari enam suku dari total tumbuhan yang ada di perumahan PT. Arun NGL merupaka tumbuhan asli Indonesia. Selanjutnya, 82 jenis tumbuhan yang merupakan bagian dari 52 suku ditemukan sebagai  tumbuhan yang diintroduksi ke Indonesia, sedangkan jenis tumbuhan invasif hanya 10 jenis yang merupakan bagaian dari 7 suku. Banyaknya jenis dari tumbuhan berpotensi invasif yang ditemukan di wilayah ini akan mengancam tumbuhan lainnya di masa mendatang.
Efek Toksik Pemberian Ekstrak Batang Sipatah-patah (Cissus quadrangula Salisb.) Terhadap Gambaran Histologi Hati dan Ginjal Mencit Widya Sari; Saslina Fitri; Ria Ceriana; Sunarti Sunarti
Jurnal Bioleuser Vol 1, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Syiah Ku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.269 KB)

Abstract

Tanaman sipatah-patah (Cissus quadrangula Salisb.) berpotensi dalam proliferasi tulang secara in vivo dan in vitro. Penelitian ini bertujuan mengamati efek toksisitas ekstrak etanol batang sipatah-patah (Cissus quadrangula Salisb.) terhadap gambaran histologi hati dan ginjal mencit. dilakukan menggunakan 20 ekor mencit jantan berumur 2 bulan dengan rata-rata berat badan 27.8 g ± 2.042 g. Metode penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas empat perlakuan lima kali ulangan. Perlakuan terdiri atas pemberian ekstrak etanol batang sipatah-patah dengan dosis 0 mg/kg bb (kontrol), 105 mg/kg bb, 210 mg/kg bb, dan 315 mg/kg bb yang diberikan secara oral satu kali sehari selama 14 hari. Analisis data menggunakan analisis varians (ANAVA) dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol batang sipatah-patah berpengaruh nyata terhadap degenerasi dan nekrosis pada sel hati  dan sel tubulus ginjal seiring dengan.  peningkatan dosis ekstrak etanol batang sipatah-patah yang diberikan.
Keanekaragaman Jenis Mamalia Kecil (Famili Muridae) pada Tiga Habitat yang Berbeda di Lhokseumawe Provinsi Aceh Muhammad Nasir
Jurnal Bioleuser Vol 1, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Syiah Ku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.665 KB)

Abstract

Kajian mengenai keanekaragaman jenis mamalia kecil pada tiga tipe habitat berbeda di Lhokseumawe Provinsi Aceh. Ketiga lokasi tersebut yaitu areal kebun campuran, kawasan semak belukar dan kawasan riparian (alur air). Pengoleksian sampel mamalia kecil dilakukan dengan menggunakan 45 perangkap lokal. Selama penelitian berhasil mendapatkan 40 sampel yang terdiri dari tujuh jenis. Jenis yang terdata adalah Bandikota bengalensis (wirok kecil), Mus caroli (mencit sawah), Mus castaneus (mencit rumah), Rattus exulans (tikus ladang), Rattus rattus (tikus rumah), Rattus tiomanicus (tikus belukar), dan Sundamys muelleri (tikus lembah). Jenis yang paling banyak tertangkap adalah Rattus tiomanicus sebanyak 15 individu dan tertangkap pada ketiga lokasi. Hal ini menandakan bahwa jenis tikus Rattus tiomanicus memiliki daerah penyebaran dan kisaran makanan yang luas. Keanekaragaman tertinggi dimiliki oleh Stasiun II (kawasan semak belukar) dengan Indeks Keanekaragaman H’=1.2252, selanjutnya diikuti oleh Stasiun III (kawasan riparian) dan Stasiun I (areal kebun campuran) dengan Indeks Keanekaragaman masing-masing H’=1.0579 dan H’=0.9503. Semak belukar alami merupakan habitat yang sesuai untuk berlindung bagi mamalia kecil.
Pengaruh Ekstrak Etanol Tumbuhan Anting-anting (Acalypha indica L.) Terhadap Kebuntingan dan Fetus Mencit (Mus musculus) Kartini Eriani; Wiladatika Wiladatika; Razi Suangkupon
Jurnal Bioleuser Vol 1, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Syiah Ku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.103 KB)

Abstract

The whole plant Acalypha indica L. has been used as a traditional herbal medicine for generations by the society. However, the benefits of the whole plant Acalypha indica L. as a herbal medicine have not been known much, especially as an antifertility plant. It is assumed that the compunds contained within the ethanol extract of the whole plant Acalypha indica L. woulf affect upon one’s reproduction.  This research aimed to know the effect of the ethanol extract the whole plant Acalypha indica L. on pregnancy and fetal with obeserved on prenatal fetal (Mus musculus). It was carried out in july 2011 - february 2012 at Microtechnique Laboratory of  FMIPA Unsyiah. Completely randomized design was applied of the research, consisted of 4 treatments and 5 repetition of each treatment. The treatments were P0 (0 mg/ kg BW (control)), P1 (300 mg/ kg BW), P2 (600 mg/ kg BW), and P3 (900 mg/ kg BW) the ethanol extract of the whole plant  Acalypha indica L. that was given once a day for 7 days. The parameters were number of pregnancy, the average of fetal bodyweight, the number of fetal in uterine, and macroscopic defect. The data was analyzed by analysis of variance and chi-square, also continued by Tukey test. The result showed significant difference of number of pregnancy, the average of fetal bodyweight, and the number of fetal in uterine. The ethanol extract of the whole plant Acalypha indica L. extract could decrease the number of  pregnancy, the average of fetal bodyweight, the number of fetal in uterine on P1 (600 mg/ kg BW) and P2 (900 mg/ kg BW), also could not caused macroscopic defect on fetal.
Prevalensi Parasit Gastrointestinal Ternak Sapi Berdasarkan Pola Pemeliharaan Di Kecamatan Indrapuri Kabupaten Aceh Besar Fauziah Fauziah; Cut Desta Morica; Rosnizar Rosnizar
Jurnal Bioleuser Vol 1, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Syiah Ku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.203 KB)

Abstract

Penelitian tentang parasit gastrointestinal pada ternak sapi bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengetahui tingkat prevalensi parasit gastrointestinal pada ternak sapi yang dipelihara secara intensif, semiintensif dan ekstensif telah dilaksanakan di Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Sampel feses diambil sebanyak 12 sampel secara acak dari tiga pola pemeliharaan, yaitu secara intensif, semiintensif, dan ekstensif. Total sampel yang diambil sebanyak 36 sampel. Identifikasi parasit gastrointestinal dilakukan di Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala. Metode yang digunakan adalah Egg Per Gram (EPG) dan sedimentasi Borray. Hasil penelitian menunjukkan pola pemeliharaan ternak sapi secara ekstensif memiliki nilai prevalensi tertinggi mencapai 100% untuk metode EPG dan 58,33% untuk metode sedimentasi Borray, sedangkan hasil terendah yaitu pola pemeliharaan intensif sebesar 50% untuk metode EPG dan 16.67% untuk metode sedimentasi Borray. Hasil ini menunjukkan bahwa pola pemeliharaan dapat mempengaruhi tingkat infeksi parasit gastrointestinal pada ternak sapi di Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar.
Potensi Ekstrak N-Heksana Daun Kapas (Gossypium hirsutum L.) Terhadap Bakteri Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) Miradiana Miradiana; Nurdin Saidi; Risa Nursanty
Jurnal Bioleuser Vol 1, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Syiah Ku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.63 KB)

Abstract

Tumbuhan kapas (Gossypium hirsutum L.) merupakan salah satu tumbuhan famili Malvaceae. Daun tumbuhan ini digunakan sebagai obat tradisional di beberapa negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan fitokimia daun tumbuhan kapas dan mengetahui potensi ekstrak n-heksana daun tumbuhan G. hirsutum terhadap bakteri Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Sampel daun tumbuhan kapas diperoleh dari desa Lamlhom, Aceh Besar. Ekstraksi dan uji fitokimia dilakukan di Laboratorium Penelitian Jurusan Kimia. Uji antibakteri dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi FMIPA Universitas Syiah Kuala. Pengujian antibakteri menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan, yaitu kontrol negatif (pelarut), ekstrak uji dengan konsentrasi masing-masing 20%, 30%, 40% dan kontrol positif (linezolid 30 µg) yang diulangi sebanyak tiga kali. Hasil uji fitokimia diketahui bahwa sampel segar daun G. hirsutum mengandung senyawa alkaloid, steroid, terpenoid, dan flavonoid. Ekstrak n-heksana mengandung steroid dan terpenoid. Hasil uji antibakteri didapatkan bahwa ekstrak n-heksana daun G. hirsutum pada konsentrasi 40% memberi daya hambat paling baik terhadap bakteri MRSA.

Page 1 of 1 | Total Record : 6