cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Bioleuser
ISSN : 25976753     EISSN : 25976753     DOI : -
Core Subject : Science,
The Journal of BIOLEUSER is a scientific journal owned and managed by Department of Biology, Faculty of Science, University of Syiah Kuala.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2018): Agustus 2018" : 5 Documents clear
Pengaruh Minuman Berenergi Terhadap Fase Mitosis Akar Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Fas Nurussalami Abdullah; Syamsidar Syamsidar
Jurnal Bioleuser Vol 2, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Syiah Ku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (974.375 KB) | DOI: 10.24815/jobioleuser.v2i2.14884

Abstract

Minuman berenergi memiliki efek positif dan negatif bagi tubuh, terutama pada tingkat sel. Salah satu efek negatif minuman berenergi bagi sel adalah terganggunya proses pembelahan mitosis sel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh minuman berenergi terhadap fase pembelahan mitosis akar bawang merah (Allium ascalonicum L.). Penelitian ini adalah menggunakan pengolahan data dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan konsentrasi minuman sebagai perlakuan. Masing-masing perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak lima ulangan. Waktu perendaman untuk akar bawang yang digunakan adalah 12 jam. Sedangkan konsentrasi minuman yaitu 0% (kontrol menggunakan akuades), 15%, 30%, 45%, dan 60%. Luaran dari penelitian ini diharapkan akan terungkap pengaruh minuman berenergi terhadap fase pembelahan mitosis akar bawang merah (Allium ascalonicum L.), sehingga permasalahan kekurangan informasi data untuk penelitian mitosis dapat diatasi. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan informasi kepada pihak-pihak yang ingin melakukan penelitian tentang mitosis. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa, akar bawang merah yang ditumbuhkan pada larutan minuman berenergi mengalami ketidaknormalan pada proses mitosis. Fase mitosis yang tidak normal paling banyak dapat diamati pada larutan minuman berenergi dengan konsentrasi 30%. Ketidaknormalan dapat diamati pada setiap fase mitosis, dimulai dari interfase, profase, metafase, anafase dan telofase.
Fase Pertumbuhan dan Karakter Morfologi Kumbang Penggerek Buah Kopi, Hypothenemeus hampei Ferrari (Coleoptera: Curculionidae) pada Umur Buah Berbeda Juwita Fintasari; Saida Rasnovi; Yunita Yunita; Suwarno Suwarno
Jurnal Bioleuser Vol 2, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Syiah Ku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1041.967 KB) | DOI: 10.24815/jobioleuser.v2i2.14885

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi fase-fase pertumbuhan kumbang penggerek buah kopi Hypothenemus hampei Ferrari (Coleoptera: Scotylidae) dan karakter morfologi masing-masing fase pada umur buah kopi berbeda. Penelitian ini menggunakan metode survei eksploratif, pada perkebunan kopi seluas ± 4 ha (200 x 200 m) dengan ketinggian 800-900 m dpl di Kabupaten Aceh Tengah pada bulan Juli sampai Oktober 2016. Intensitas dan preferensi H. hampei dilakukan dengan mengumpulkan buah kopi yang berbeda umurnya (muda, mengkal dan masak). Sebanyak 150 butir buah kopi (50 butir buah muda, 50 butir buang mengkal dan 50 butir buah masak) per batang dikoleksi secara acak pada lima cabang yang berbeda. Setelah dikoleksi buah tersebut diperiksa ada atau tidaknya serangan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, ternyata kumbang H. hampei menyerang semua fase pertumbuhan buah (muda, mengkal dan masak). Pada buah muda yang berumur 45 bulan hanya ditemukan fase telur dari H. hampei, sedangkan pada fase buah mengkal (6-7 bulan) dan buah masak (8-9 bulan) ditemukan semua fase pertumbuhan kumbang (telur, larva, pupa dan dewasa) H. hampei. Pada buah muda lebih banyak ditemukan fase larva (55%) sedangkan pada buah masak lebih banyak ditemukan fase pupa (43%) H. hampei. Kata
Keanekaragaman Jenis Burung di Ruang Terbuka Hijau Kota Banda Aceh Aida Fithri; Mardiana Putri; Muhammad Nasir; Munira Munira
Jurnal Bioleuser Vol 2, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Syiah Ku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1387.606 KB) | DOI: 10.24815/jobioleuser.v2i2.14886

Abstract

Penelitian mengenai keanekaragaman jenis burung di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Banda Aceh telah dilakukan pada bulan November 2017 hingga Juni 2018. Metode yang digunakan adalah Metode Point Count. Hasil menunjukkan bahwa di tiga RTH Kota Banda Aceh ditemukan 14 jenis dari 12 famili dan 378 individu burung. Indeks Keanekaragaman (H’) di Taman Putroe Phang dengan nilai pagi H’=1,579 dan sore hari H’=1,988 dengan kategori sedang. Indeks Keanekaragaman pada Taman Bustanussalatin pagi hari H’=1,470 dan sore hari H’=1,380 kedua waktu pengamatan tersebut termasuk kategori rendah. Nilai Indeks Dominansi (C) Balang Padang yaitu sore hari berkategori tinggi (C=0,60). Jenis burung yang dominan yaitu jenis Passer montanus. Nilai Indeks Dominansi Taman Putroe Phang berkisar C=0,24 - C=0,16 dengan kategori rendah. Nilai Indeks dominansi Taman Bustanussalatin berkisar C=0,29 – C= 0,30. Frekuensi Kehadiran Relatif burung pada seluruh waktu yang berkategori tinggi terdapat 5 jenis yaitu Hirundo rustica, Nectarinia jugularis, Passer montanus, Pycnonotus aurigaster dan Orthotomus ruficeps. Hasil yang disajikan di sini dapat menfasilitasi peningkatan kepedulian terhadap upaya perlindungan habitat bagi burung yang terdapat dalam taman kota.
Keanekaragaman dan Distribusi Kupu-Kupu di Pulau Raya, Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh. Muhammad Yusuf; Saida Rasnovi; Aida Fithri; Alia Rizki; Suwarno Suwarno
Jurnal Bioleuser Vol 2, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Syiah Ku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (962.453 KB) | DOI: 10.24815/jobioleuser.v2i2.14887

Abstract

Penelitian tentang keanekaragaman dan distribusi kupu-kupu di Pulau Raya sebagai pulau terluar di Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh telah dilakukan dari bulan Mei sampai Oktober 2018. Kupu-kupu dikoleksi sepanjang garis transek, menggunakan jaring serangga pada pukul 08.00-16.00 wib. Sebanyak 31 jenis kupu-kupu yang termasuk ke dalam empat famili telah didapatkan selama penenlitian. Famili Nymphalidae sebanyak 17 jenis adalah yang dominan, diikuti famili Pieridae (10 jenis), Papilionidae (3 jenis) dan Lycaenidae (1 jenis). Kelimpahan relatif tertinggi yaitu Junonia almana (10,88%) dan terendah adalah Delias hyparete dan Euchryops cnejus (0,68%). Keanekaragaman (Ĥ) kupu-kupu yang ditemukan di Pulau Raya tergolong tinggi dengan nilai indeks (Ĥ) = 3,14. Pola sebaran kupu-kupu yang terdapat di Pulau Raya umumnya mengelompok (83,9%) dan beberapa jenis berpola seragam (9,7%).
Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Daun Andong (Cordyline fruticosa (L.) A. Chev) Terhadap Kadar Kolesterol Total dan Trigliserida Darah Tikus Putih (Rattus norvegicus) Hiperkolesterolemia Sri Mutia; Fauziah Fauziah; Zairin Thomy
Jurnal Bioleuser Vol 2, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Syiah Ku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (961.673 KB) | DOI: 10.24815/jobioleuser.v2i2.14883

Abstract

* email korespondensi: fauziah@unsyiah.ac.id Pengaruh ekstrak etanol daun andong (Cordyline fruticosa (L.) A. Chev) terhadap kadar kolesterol total dan trigliserida darah tikus putih (Rattus norvegicus) jantan hiperkolesterolemia telah dilakukan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan jumlah tikus putih jantan 20 ekor dan dibagi menjadi 5 kelompok dengan 4 pengulangan untuk masing-masing kelompok. Kelompok perlakuan,yaitu kelompok kontrol negatif (Na-CMC 0,5%), kontrol positif (simvastatin 10 mg), P1 (150 mg/kg BB), P2 (250 mg/kg BB) dan P3 (350 mg/kg BB). Pada enam hari pertama, tikus diberi pakan hiperkolesterolemia berupa campuran mentega, minyak kelapa dan kuning telur ayam kampung dengan perbandingan 1:1:1 sebanyak 2% dari berat badan tikus. Kadar kolesterol total diukur pada hari ke-7. Setelah terjadi peningkatan kadar kolesterol total, darah diambil untuk diuji menggunakan alat fotometer terhadap kadar kolesterol total dan trigliserida. Tikus yang mengalami hiperkolesterolemia diberikan ekstrak daun andong dengan dosis yang telah ditentukan selama 14 hari dan dihitung sebagai data awal penelitian. Pada hari ke-22, pengujian dilakukan kembali untuk memperoleh data setelah perlakuan. Data dianalisis menggunakan ANAVA taraf signifikan 5% dengan uji Tukey sebagai uji lanjutnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun andong dengan dosis 150 mg/kg BB, 250 mg/kg BB dan 350 mg/kg BB dapat menurunkan kadarkolesterol total dan trigliserida darah tikus putih, namun tidak secara signifikan (p0,05).

Page 1 of 1 | Total Record : 5