cover
Contact Name
Eko Setyadi Kurniawan M.Pd.Si.
Contact Email
radiasi@umpwr.ac.id
Phone
+62895429888884
Journal Mail Official
radiasi@umpwr.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
RADIASI: Jurnal Berkala Pendidikan Fisika
ISSN : 23016111     EISSN : 25490826     DOI : 10.37729/radiasi
Core Subject : Science, Education,
Radiasi: Jurnal Berkala Pendidikan Fisika (known as Radiasi) is a peer-reviewed journal published by Universitas Muhammadiyah Purworejo. Radiasi is an integrated forum for communicating scientific advances in the field of physics and education physics. The journal reports significant new findings related to physics and education physics, including learning media development, learning methods development, learning methods implementation, and application of physics. Radiasi publishes comprehensive research articles and invited reviews by leading experts in the field. Papers will be selected that high scientific merit, impart important new knowledge, and are of high interest to physics and education physics community
Arjuna Subject : -
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2014)" : 19 Documents clear
Pengembangan LKS Berbasis Learning Cycle Untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa Di SMP N 15 Purworejo Tahun Pelajaran 2013/2014 Yudi Ari Susanto; Arif Maftukhin; Nur Ngazizah
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 5 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian R&D guna mengembangkan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) berbasis learning cycle untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas VIII SMP N 15 Purworejo Tahun Pelajaran 2013/2014. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 15 Purworejo Tahun Pelajaran 2013/2014. Pengembangan dalam penelitian ini menggunakan penelitian R&D (Research and Development) Borg & Gall yang telah dimodifikasi. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan metode observasi, metode angket dan metode wawancara. Data yang diperoleh berupa data kualitatif dan kuantitatif. Analisis data dengan rerata, SPSS 16.0 dan Percentage Agreement. Penelitian pengembangan ini menghasilkan produk berupa Lembar Kegiatan Siswa (LKS) berbasis learning cycle. Berdasarkan hasil validasi dari tiga validator dapat disimpulkan bahwa kualitas Silabus mendapat skor rerata 35 ketegori sangat baik, kualitas RPP skor rerata 68,7 kategori baik, kualitas Soal mendapat skor rerata 43,7 kategori sangat baik dan kualitas LKS yang dikembangkan mendapat skor rerata 56 katagori sangat baik dan layak digunakan. Keterlaksanaan pembelajaran mendapat skor rerata 4,04 kategori sangat baik. Respon siswa terhadap LKS yang dikembangkan mendapat skor rerata 37,7 katagori baik. Angket aktivitas belajar terhadap proses pembelajaran mendapat skor rerata 42,5 kategori sangat baik. Observasi aktivitas belajar meningkat dari 62% menjdi 66%. Dengan demikian LKS berbasis Learning Cycle layak digunakan dan dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa.
Pengembangan Penilaian Unjuk Kerja Berbasis Hands On Activity untuk Mengukur Kreativitas pada Siswa Kelas X SMA Negeri 5 Purworejo Tahun Pelajaran 2013/2014 Atik Hidayati; Arif Maftukhin; Nur Ngazizah
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 5 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengembangan (R&D) untuk mengukur kreativitas siswa dengan mengembangkan penilaian unjuk kerja berbasis hands on activity. Penelitian ini dilaksanakan di kelas X MIA 3 SMA Negeri 5 Purworejo Tahun Pelajaran 2013/2014. Teknik pengumpulan data penelitian dengan menggunakan metode observasi, angket dan wawancara. Instrumen yang digunakan untuk melihat kualitas lembar penilaian unjuk kerja berbasis hands on activity yaitu lembar angket yang mencakup beberapa aspek yaitu validasi, keterlaksanaan, respon siswa. Kualitas lembar penilaian unjuk kerja berbasis hands on activity oleh 2 dosen ahli dari Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2 guru Fisika dari SMA Negeri 5 Purworejo serta teman sejawat peneliti yang telah menjadi guru Fisika di SMA Negeri 11 Purworejo dan guru IPA MTS Darrussa”adah di Kebumen. Analisis data dengan Percentages Correction dan Precentage Agreement. Penelitian yang dikembangkan melalui tujuh langkah pengembangan, dengan rerata kelayakan lembar penilaian unjuk kerja berbasis hands on activity sebesar 3,14 termasuk kategori “baik”. Keterlaksanaan pembelajaran Fisika menggunakan lembar penilaian unjuk kerja berbasis hands on activity sebesar 3,21 dengan kategori “baik”. Respon siswa terhadap lembar penilaian unjuk kerja berbasis hands on activity dengan rerata sebesar 3,23 dengan kategori ”baik”. Hasil ketercapaian siswa menggunakan lembar penilaian unjuk kerja berbasis hands on activity untuk mengukur kreativitas pada pertemuan pertama mencapai rerata 3,03 dalam kategori “baik”, pada pertemuan kedua mencapai rerata 3,11 dengan kategori “baik”. Hasil tersebut menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan berupa lembar penilaian unjuk kerja berbasis hands on activity dapat mengukur kreativitas siswa kelas X dan dapat layak digunakan.
Pengembangan Penilaian Unjuk Kerja Berbasis Hands On Activity untuk Mengukur Kreativitas pada Siswa Kelas X SMA Negeri 5 Purworejo Tahun Pelajaran 2013/2014 Atik Hidayati; Arif Maftukhin; Nur Ngazizah
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 5 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengembangan (R&D) untuk mengukur kreativitas siswa dengan mengembangkan penilaian unjuk kerja berbasis hands on activity. Penelitian ini dilaksanakan di kelas X MIA 3 SMA Negeri 5 Purworejo Tahun Pelajaran 2013/2014. Teknik pengumpulan data penelitian dengan menggunakan metode observasi, angket dan wawancara. Instrumen yang digunakan untuk melihat kualitas lembar penilaian unjuk kerja berbasis hands on activity yaitu lembar angket yang mencakup beberapa aspek yaitu validasi, keterlaksanaan, respon siswa. Kualitas lembar penilaian unjuk kerja berbasis hands on activity oleh 2 dosen ahli dari Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2 guru Fisika dari SMA Negeri 5 Purworejo serta teman sejawat peneliti yang telah menjadi guru Fisika di SMA Negeri 11 Purworejo dan guru IPA MTS Darrussa”adah di Kebumen. Analisis data dengan Percentages Correction dan Precentage Agreement. Penelitian yang dikembangkan melalui tujuh langkah pengembangan, dengan rerata kelayakan lembar penilaian unjuk kerja berbasis hands on activity sebesar 3,14 termasuk kategori “baik”. Keterlaksanaan pembelajaran Fisika menggunakan lembar penilaian unjuk kerja berbasis hands on activity sebesar 3,21 dengan kategori “baik”. Respon siswa terhadap lembar penilaian unjuk kerja berbasis hands on activity dengan rerata sebesar 3,23 dengan kategori ”baik”. Hasil ketercapaian siswa menggunakan lembar penilaian unjuk kerja berbasis hands on activity untuk mengukur kreativitas pada pertemuan pertama mencapai rerata 3,03 dalam kategori “baik”, pada pertemuan kedua mencapai rerata 3,11 dengan kategori “baik”. Hasil tersebut menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan berupa lembar penilaian unjuk kerja berbasis hands on activity dapat mengukur kreativitas siswa kelas X dan dapat layak digunakan.
Pengembangan Laboratory Work denganInductive Approach untuk Mengoptimalkan Scientific Attitudes Siswa SMA Negeri 5 Purworejo Kelas X Tahun Pelajaran 2013/2014 Eni Prasetyaningsih; Nur Ngazizah; Eko Setyadi Kurniawan
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 5 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengembangan dengan model 4-D untuk menghasilkan produk perangkat pembelajaran laboratory work dengan inductive approach untuk mengoptimalkan scientific attitudes siswa. Pengembangan laboratory work dalam penelitian ini meliputi 4 tahap, yaitu tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (develop), dan tahap desiminasi (dessiminate). Subjek penelitian ini adalahsiswa kelas X MIA 2 di SMA Negeri 5 Purworejo Tahun Pelajaran 2013/2014.Teknik pengumpulan data menggunakan metode angket, observasi, wawancara, dan tes. Data yang diperoleh berupa data kualitatif dan kuantitatif, sedangkan analisis data dengan Precentage Agreement (PA).Berdasarkan hasil penelitian pengembangan yang dilakukan, maka telah diperoleh perangkat pembelajaran laboratory work yang terdiri dari RPP dan laboratory worksheet. Skor aktual hasil validasi oleh kedua validator pada RPP sebesar 125,00 dengan kategori baik. Skor aktual hasil validasi oleh kedua validator pada laboratory worksheet sebesar 85,00 dengan kategori sangat baik, sehingga perangkat pembelajaran laboratory work dapat digunakan dengan sedikit revisi. Kelayakan penggunaan perangkat pembelajaran laboratory work ditinjau dari segi keterlaksanaan diperoleh skor rerata 4,06 dengan kategori sangat baik, respon siswa diperoleh skor aktual 62,42 dengan kategori baik, dan ketercapaian hasil belajar diperoleh rerata sebesar 80,95 untuk post-test sehingga sudah mencapai KKM (≥75). Dengan demikian, produk pengembangan laboratory work dengan inductive approachlayak digunakan sebagai perangkatpembelajaran dan dapat mengoptimalkan scientific attitudes siswa dengan skor aktual sebesar73,69 dengan kategori baik.
Peningkatan Peran Aktif dalam Pembelajaran Fisika dengan Strategi Think-Talk-Write Pada Sisiwa SMP Negeri 4 Karangsambung Kabupaten Kebumen Tahun Pelajaran 2013/2014 Indarto Indarto; Siska Desy Fatmaryanti; Ashari Ashari
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 5 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian guna meningkatkan peran aktif belajar fisika siswa melalui penerapan startegi ThinkTalk-Write di SMP Negeri 4 Karangsambung Kabupaten Kebumen.Populasi dari Penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Karangsambung dengan penerapan Strategi Think-Talk-Write. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari (1) perencanaan tindakan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan, (4) refleksi. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 4 Karangsambung Kebumen yang berlangsung pada bulan Mei 2014. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIIIA Semester II Tahun Pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 22 siswa yang terdiri dari 11 siswa putri dan 11 siswa putra. Teknik pengumpulan data menggunakan metode angket dan observasi. Analisis data dilakukan menggunakan teknik persentase dengan tolak ukur peningkatan keberhasilan sebesar 40% secara kesluruhan.Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan strategi Think-Talk-Write dalam pembelajaran fisika mampu meningkatkan peran aktif pembelajaran fisika siswa SMP Negeri 4 Karangsambung. Peran aktif dalam pembelajar fisika siswa meningkat pada pra siklus 39,60% meningkat menjadi 71,98% secara keseluruhan, setelah diberi tindakan siklus I dan meningkat menjadi 80,85% setelah diberi tindakan siklus II secara keseluruhan. Saran yang diberikan berdasarkan hasil penelitian adalah pembelajaran Strategi Think-Talk-Write dapat digunakan sebagai alternatif dalam pembelajaran yang dapat meningkatan peran aktif siswa dalam belajar fisika.
Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Pembelajaran Fisika Kelas X Menggunakan Model Problem Posing Learning di SMA Negeri 1 Petanahan Tahun Pelajaran 2013/2014 Intan Widiarti; Siska Desy Fatmaryanti; Nurhidayati Nurhidayati
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 5 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik melalui model problem posing learning. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Petanahan. Subyek penelitian adalah 29 peserta didik dari kelas X SOS 1. Penelitian ini dilakukan pada bulan April-Mei tahun 2014 pada pokok bahasan Alat-alat Optik. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode angket, observasi, tes, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan model problem posing learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Hal ini dilihat dari data hasil observasi kemampuan berpikir kritis peserta didik, diperoleh persentase 40,80% pada pra siklus, meningkat menjadi 60,63% pada siklus I dan menjadi 75,86% pada siklus II. Hasil tes kemampuan berpikir kritis peserta didik juga mengalami peningkatan dari skor awal 55,10% menjadi 67,93% pada siklus I dan 78,45% pada siklus II. Kemampuan berpikir kritis peserta didik juga dilihat dengan peningkatan hasil angket dari 39,37% pada pra siklus, 54,31% pada siklus I dan 71,55% pada siklus II.
Pengembangan Instrumen Penilaian Psikomotorik pada Pelaksanaan Praktikum Fisika Siswa Kelas X SMA Negeri 5 Purworejo Tahun Pelajaran 2013/2014 Budi Yuniarti; Siska Desy Fatmaryanti; Arif Maftukhin
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 5 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengembangan guna menghasilkan, mengetahui kelayakan instrumen penilaian hasil pengembangan dan mengetahui respon peserta didik. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X MIA 1 SMA Negeri 5 Purworejo Tahun Pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 24 siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pengembangan, dengan desain pengembangan 4-D (Define, Design, Develop, Disseminate). Tahapan dalam penelitian ini terdiri dari: (1) tahap pendefinisian; (2) tahap perancangan; (3) tahap pengembangan; (4) dan tahap pendiseminasian. Validasi produk pengembangan mencakup (1) uji ahli materi, (2) uji guru Fisika. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, angket. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rerata skor dari ahli materi sebesar 3,31 dan guru Fisika sebesar 3,47 dengan interpretasi “baik” sehingga instrumen penilaian ini layak sebagai instrumen pembelajaran dengan sedikit revisi. Rerata keterlaksanaan pembelajaran dari dua observer 3,33 dengan interpretasi “baik”. Ketercapaian hasil belajar diperoleh rerata sebesar 76% dan 68% dengan rerata 3,03 dan 2,72. Respon peserta didik terhadap produk yang dikembangkan mendapat skor rata-rata 2,97 dengan interpretasi “baik”. Dengan demikian instrumen penilaian psikomotorik layak dan efektif digunakan sebagai instrumen pembelajaran Fisika.
Analisis Keterampilan Berpikir Kritis Siswa pada Pembelajaran Fisika dengan Pendekatan Starter Eksperimen Mitra Dewi Rahmawati; Sriyono Sriyono; Ashari Ashari
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 5 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian guna mengetahui hasil analisis keterampilan berpikir kritis siswa pada pembelajaran fisika dengan pendekatan Starter Eksperimen. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang diarahkan untuk memperoleh informasi mengenai keterampilan berpikir kritis pada indikator apa saja yang muncul serta melihat seberapa besar keterampIlan berpikir kritis siswa dapat berkembang pada pembelajaran Fisika materi Kalor dan Perpindahannya dengan pendekatan Starter Eksperimen. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Negeri 2 Karanganyar kelas VIIA yang berjumlah 32. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode angket dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan indikator bertanya dan menjawab pertanyaan merupakan indikator tertiggi yaitu 82,98%, indikator ini diperkuat dengan hasil analisis menggunakan angket dengan persentase tertinggi yaitu sebesar 81,64%. Indikator lainnya yaitu indikator mendefinisikan istilah dan mempertimbangkan suatu definisi sebesar 75%, indikator menginduksi dan mempertimbangkan hasil induksi sebesar 74,47%, indikator mempertimbangkan apakah sumber dapat dipercaya atau tidak sebesar 74,16%. Aspek yang jumlah persentase rata-rata paling rendah yaitu pada indikator mengobservasi dan mempertimbangkan hasil observasi sebesar 72,91%. Rata-rata persentase keterampilan berpikir kritis siswa secara keseluruhan dari lember observasi menunjukkan keterampilan berpikir kritis yang dicapai siswa sebesar 75,90% dan persentase keseluruhan dari angket respon keterampilan berpikir kritis siswa sebesar 76,79%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa secara umum keterampilan berpikir kritis siswa pada pembelajaran Kalor dan Perpindahannya dengan pendekatan Starter Eksperimen tergolong baik. Terdapat kemunculan-kemunculan kegiatan berarti yang merupakan refleksi dari kegiatan berpikir kritis siswa, baik dari individu maupun kelompok selama pembelajaran dengan pendekatan Starter Eksperimen.
Pengembangan Instrumen Penilaian Psikomotorik pada Pelaksanaan Praktikum Fisika Siswa Kelas X SMA Negeri 5 Purworejo Tahun Pelajaran 2013/2014 Budi Yuniarti; Siska Desy Fatmaryanti; Arif Maftukhin
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 5 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengembangan guna menghasilkan, mengetahui kelayakan instrumen penilaian hasil pengembangan dan mengetahui respon peserta didik. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X MIA 1 SMA Negeri 5 Purworejo Tahun Pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 24 siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pengembangan, dengan desain pengembangan 4-D (Define, Design, Develop, Disseminate). Tahapan dalam penelitian ini terdiri dari: (1) tahap pendefinisian; (2) tahap perancangan; (3) tahap pengembangan; (4) dan tahap pendiseminasian. Validasi produk pengembangan mencakup (1) uji ahli materi, (2) uji guru Fisika. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, angket. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rerata skor dari ahli materi sebesar 3,31 dan guru Fisika sebesar 3,47 dengan interpretasi “baik” sehingga instrumen penilaian ini layak sebagai instrumen pembelajaran dengan sedikit revisi. Rerata keterlaksanaan pembelajaran dari dua observer 3,33 dengan interpretasi “baik”. Ketercapaian hasil belajar diperoleh rerata sebesar 76% dan 68% dengan rerata 3,03 dan 2,72. Respon peserta didik terhadap produk yang dikembangkan mendapat skor rata-rata 2,97 dengan interpretasi “baik”. Dengan demikian instrumen penilaian psikomotorik layak dan efektif digunakan sebagai instrumen pembelajaran Fisika.

Page 2 of 2 | Total Record : 19