cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa
ISSN : 23030631     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ADITYA adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo sebagai media publikasi hasil karya ilmiah. Terbit dua kali setahun tiap bulan November dan Mei. Redaksi menerima artikel dari kalangan mahasiswa, budayawan, ahli sastra maupun praktisi pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2017): ADITYA" : 13 Documents clear
Upaya Peningkatan Aktivitas Belajar Kemampuan Berbicara Ragam Krama Melalui Metode Sosiodrama pada Siswa Kelas XI TKJ SMK Muhammadiyah Purworejo Galang Prisma Rhany
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 10, No 1 (2017): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Langkah-langkah pembelajaran keterampilan berbicara ragam krama menggunakan metode sosiodrama pada siswa kelas XI TKJ SMK Muhammadiyah Purworejo, (2) peningkatan aktivitas belajar siswa, dan (3) peningkatan kemampuan berbicara siswa setelah menggunakan metode sosiodrama. Penelitian ini berfokus pada aktivitas belajar dan kemampuan berbicara  seluruh siswa kelas XI TKJ, yang terdiri dari 30 siswa dengan hasil belajar yang berupa praktik berbicara menggunakan ragam krama. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Dari penelitian tersebut terdiri dari empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Sumber dat dari penelitian ini diambil menggunakan teknik tes dan nontes. Data-data yang sudah ada selanjutnya dideskripsikan dan dianalisis menggunakan teknik kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan data dari hasil penelitian, dapat diketahui bahwa metode sosiodrama dapat meningkatkan (1) aktivitas belajar siswa, dan (2) kemampuan berbicara ragam krama siswa. Meningkatnya aktivitas belajar siswa dapat diketahui dari hasil angket kegiatan siklus I dengan rata-rata aktivitas 53,5%, dan pada kegiatan siklus II dengan rata-rata aktivitas 79,83%, sedangkan meningkatnya hasil kemampuan berbicara ragam krama siswa, dapat diketahui pada tes prasiklus dengan nilai rata-rata 66,3 dan persentase ketuntasan 13,33%. Rata-rata tersebut belum mencukupi KKM. Dalam siklus I, diperoleh nilai rata-rata 71,2 dengan persentase ketuntasan 33,33%. Hasil kegiatan dalam siklus II nilai rata-ratanya meningkat menjadi 78,9 dengan persentase ketuntasannya 90% dan sudah memenuhi KKM. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, penerapan metode sosiodrama dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dan kemampuan berbicara ragam krama siswa kelas XI TKJ SMK Muhammadiyah Purworejo tahun pelajaran 2015/2016.   Kata Kunci: Aktivitas Belajar, Berbicara Ragam Krama  
Analisis Kesalahan Ortografi dan Fono-ortografi pada Lembar Kerja Sisiwa Renggeping Basa Jawa Kelas X SMA N 1 Wadaslintang Ana Sholihatun
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 10, No 1 (2017): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan adalah (1) mendeskripsikan kesalahan ejaan yang meliputi kesalahan penggunaan tanda baca titik, kesalahan penggunaan tanda baca titik koma, dan kesalahan penggunaan huruf kapital. (2) medeskripsikan kesalahan fonologis yang meliputi kesalahan penggunaan huruf vokal bahasa Jawa dan kesalahan penggunaan huruf konsonan bahasa Jawa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah Lembar Kerja Siswa Renggeping Basa Jawa kelas X SMA N 1 Wadaslintang. Data penelitian ini adalah kutipan langsung berupa kalimat dari Lembar Kerja Siswa Renggeping Basa Jawa kelas X SMA N 1 Wadaslintang. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak, teknik catat dan dokumentasi. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dan dibantu dengan kertas pencatat data. Teknik analisis data yang penulis gunakan menggunakan metode agih yang dilanjutkan dengan teknik ganti dan teknik lesap. Dalam penyajian hasil analisis data penulis menggunakan teknik informal. Hasil analisis Lembar Kerja Siswa Renggeping Basa Jawa kelas X SMA N 1 Wadaslintang yaitu: (1) kesalahan penulisan ejaan dalam Lembar Kerja Siswa Renggeping Basa Jawa Kelas X untuk SMA/SMK sebanyak 54 buah. (2) Kesalahan penulisan vokal dalam Lembar Kerja Siswa Renggeping Basa Jawa Kelas X untuk SMA/SMK sebanyak 58  buah. (3) Kesalahan penulisan konsonan dalam Lembar Kerja Siswa Renggeping Basa Jawa Kelas X untuk SMA/SMK sebanyak 89  buah. Kata kunci : Ortografi dan fono-ortografi, lembar kerja siswa  
Pengembangan Model Pemrosesan Informasi Sosial dalam Pembelajaran Berbicara Unggah-ungguh Bahasa Jawa Yuli Widiyono
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 10, No 1 (2017): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pendekatan komunikatif merupakan pendekatan yang dilandasi pemikiran bahwa kemampuan menggunakan bahasa dalam komunikasi merupakan tujuan yang harus dicapai dalam pembelajaran bahasa. Pembelajaran berbicara unggah-unggah basa Jawa dengan pendekatan komunikatif menekankan kemampuan berkomunikasi sesuai dengan stratifikasi atau tingkatan/undha usuk basa yang tepat.Hasil pengembangan dari model pembelajaran yang sesuai dengan karakter materi pembelajaran akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan proses pembelajaran. Model pembelajaran pemrosesan informasi sosial (social information processing models) yang dikembangkan dengan pendekatan komunikatif merupakan model pembelajaran yang menekankan kemampuan pembelajar untuk membentuk makna dengan memperoleh, mengolah data, dan menghasilkan solusi-solusi yang tepat terhadap masalah, serta mengembangkan konsep bahasa dalam berinteraksi  untuk mempersiapkan dalam mengembangkan proses pembelajaran yang demokratis dan terpadu, baik dalam tataran pribadi maupun sosial serta meningkatkan kegiatan berbasis demokrasi sosial yang produktif. Dengan menerapkan model pemrosesan infomasi sosial dalam pembelajaran berbicara unggah-ungguh basa diharapkan mampu memberikan peranan dalam meningkatkan nilai budi pekerti siswa sehingga memiliki karakter yang kuat dengan nilai budaya bangsa  yang adiluhung.   Kata Kunci: Pemrosesan Informasi Sosial, Berbicara, Unggah-ungguh basa
Analisis Sosiologi Sastra Dalam Novel Prau Gethek Nyabrang Jaladri Karya Ir. H. Soekirman Dan Kemungkinan Pembelajaran Sastra Di SMA Kelas XI Sar dono
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 10, No 1 (2017): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) mendeskripsikan struktur karya sastra novel Prau Gethek Nyabrang Jaladri Karya Ir. H. Soekirman; (2) mendeskripsikan aspek sosilogi sastra yang terdapat dalam novel Prau Gethek Nyabrang Jaladri Karya Ir. H. Soekirman; (3) mendeskripsikan nilai pendidikan dan kemungkinannya pembelajaran sastra pada novel Prau Gethek Nyabrang Jaladri Karya Ir. H. Soekirman di SMA kelas XI. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Novel Prau Gethek Nyabrang Jaladri karya Ir. H. Soekirman. Objek penelitian ini adalah struktur, aspek-aspek sosiologi sastra, dan nilai pendidikan yang ada dalam Novel Prau Gethek Nyabrang Jaladri karya Ir. H. Soekirman. Teknik pengumpulan data digunakan teknik simak dan teknik catat. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri, sedangkan instrumen penunjangnya dalam penelitian ini adalah buku-buku yang berkaitan dengan struktur karya sastra, sosiologi sastra, berbagai buku tentang penelitian, kertas catat, alat tulis, dan lain-lain. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode analisis konten. Teknik penyajian data penulis, menggunakan teknik informal.  Berdasarkan hasil analisis data, terdapat (1) Unsur intrinsik tokoh novel Prau Gethek Nyabrang Jaladri karya Ir. H. Soekirman meliputi tema, alur, latar/setting, dan tokoh/penokohan. Tokoh Soekirman adalah tokoh utama dalam novel Prau Gethek Nyabrang Jaladri karya Ir. H. Soekirman mempunyai perwatakan perhatian. (2) Aspek sosiologi sastra novel Prau Gethek Nyabrang Jaladri karya Ir. H. Soekirman meliputi: aspek kekerabatan, aspek moral, aspek cinta kasih, aspek ekonomi, dan aspek pendidikan. (3) Nilai-nilai pendidikan yang terdapat dalam novel Prau Gethek Nyabrang Jaladri karya Ir. H. Sokeirman meliputi: nilai pendidikan agama atau keTuhanan, nilai pendidikan sosial atau kemasyarakatan, dan nilai pendidikan moral.   Kata kunci: Analisis Sosiologi Sastra, Novel Prau Gethek Nyabrang Jaladri  
Analisis Struktur dan Nilai Pendidikan Karakter Cerita Bersambung Ayodya Parwa karya Ki Kandhabuwana dalam Djoko Lodhang Anjas Bekti Susanto
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 10, No 1 (2017): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.438 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur intrinsik serta mendeskripsikan nilai Pendidikan karakter yang terdapat dalam cerita bersambung Ayodya Parwa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan teknik pustaka. Sumber data penelitian ini adalah naskah cerita bersambung Ayodya Parwa karya Ki Kandhabuwana dalam majalah Djoko Lodhang edisi 06-22 tahun 2013,data dalam penelitian ini adalah kutipan atau pernyataan dalam cerita bersambung Ayodya Parwa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik pustaka dan juga teknik catat dan simak. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode Content Analysys, yaitu penulis membahas dan mengkaji isi cerita bersambung Ayodya Parwa. Hasil dari analisi data dan temuan dari penelitian ini adalah unsur-unsur intrinsik yang ditemukan antara lain: (1)tema percintaan, (2) alur maju, (3) tokoh utama Prabu Dasamuka (4) Sudut pandang orang ketiga, (5) Nilai-nilai pendidikan karakter yang ditemukan adalah nilai religius, disiplin, berpikir kreatif, tanggung jawab, cinta tanah air, cinta damai, peduli sosial, peduli lingkungan dan rasa ingin tahu.   Kata Kunci : Ayodya Parwa, Analisis Struktur dan Nilai Pendidikan Karakter.
Nilai Pendidikan pada Cerbung Mulih Ndesa karya Suryadi W. S dalam Majalah Panjebar SemangatTahun 2015 Binti Khuzaemah
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 10, No 1 (2017): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.543 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan struktur intrinsik pada cerbung Mulih Ndesa Karya Suryadi W. S, (2) mendeskripsikan nilai pendidikan pada cerbung Mulih Ndesa Karya Suryadi W. S.Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif. Sumber data berupa cerbung Mulih Ndesa karya Suryadi W. S. Data berupa kalimat yang mengandung struktur intrinsik dan nilai pendidikan pada cerbung Mulih Ndesa.Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka, dan teknik simak catat.Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri.Teknik keabsahan data menggunakan validitas semantik dan reliabilitas keakuratan.Teknik analisis data menggunakan analisis konten.Penyajian hasil analisis menggunakan metode informal. Hasil penelitian: (1) struktur intrinsik pada cerbung Mulih Ndesa meliputi (a) tema, yaitu perjuangan cita-cita dan cinta seorang pembantu untuk masa depan yang lebih baik; (b) alurnya maju; (c) tokoh dan penokohan yaitu tokoh utama Sekarwangi dan tokoh tambahan Damarjati, Marsanti, Bu Rusti, Pak Pratama, Marta, Jolang, Pak Basir, Sofi, Tuminah, dan Mbah Kardi Waskita; (d) latar meliputi latar tempat, latar waktudan latar suasana; (e) sudut pandang yang digunakan persona ketiga; (f) gaya bahasa meliputi pembandingan (metafora 1 indikator-simile 6 indikator), penggantian (metonimi 4 indikator–sinekdoke 9 indikator), dan personifikasi 3 indikator. (2) nilai pendidikan pada cerbung Mulih Ndesa karya Suryadi W.S meliputi: (a) nilai pendidikan agama 4 indikator, (b) nilai pendidikan moral 25 indikator, (c) nilai pendidikan budaya 2 indikator, (d) nilai pendidikan sosial 6 indikator.   Kata kunci: nilai pendidikan, cerbung Mulih Ndesa
Peningkatan Kemampuan Sesorah dengan Model Kooperatif Tipe Group Investigation pada Siswa Kelas IX A SMP Negeri 28 Purworejo Tahun Pelajaran 2016/2017 Lutfi Wulandari
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 10, No 1 (2017): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.246 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) penerapan model kooperatif tipe group investigation dalam pembelajaran sesorah pada siswa kelas IX A SMP Negeri 28 Purworejo, (2) peningkatan hasil belajar siswa kelas IX A SMP Negeri 28 Purworejo dalam pembelajaran sesorah. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX A SMP N 28 Purworejo tahun pelajaran 2016/2017 sebanyak 31 siswa. Objek penelitian ini adalah sesorah. Siklus 1 dan 2 terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes dan nontes. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, angket (kuesioner) dan dokumentasi. Dalam analisis data, digunakan teknik kualitatif dan kuantitatif. Untuk mengecek keabsahan data, digunakan teknik validitas isi dan menggunakan reliabilitas antar ater. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diperoleh hasil bahwa (1) ) penerapan model kooperatif tipe group investigation dalam pembelajaran sesorah pada siswa kelas IX A SMP Negeri 28 Purworejo Tahun Pelajaran 2016/2017 dilakukan dalam enam tahap, yaitu (a) guru menyampaikan materi tentang sesorah, (b) guru menjelaskan langkah-langkah sesorah, (c) guru menayangkan video sesorah, (d) guru menjelaskan penerapan model group investigation dalam pembelajaran sesorah, (e) guru memberikan tugas sesorah kepada siswa, (2) peningkatan hasil belajar siswa kelas IX A SMP Negeri 28 Purworejo tahun pelajaran 2016/2017 dalam pembelajaran sesorah dapat dilihat dari hasil sesorah. Pada prasiklus rata-rata nilai siswa 65.38, sedangkan pada siklus 1 rata-rata nilai siswa 71.00, dan pada siklus 2 rata-rata siswa mencapai 76.90. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa, model group investigation dapat meningkatkan kemampuan sesorah siswa di kelas IX A SMP N 28 Purworejo Tahun Pelajaran 2016/2017.   Kata kunci: sesorah, group investigation, SMP Negeri 28 Purworejo
Peningkatan Keterampilan Menulis Syair Tembang Macapat Menggunakan Metode Contextual Teaching And Learning (CTL) Melalui Media Gambar Siswa Kelas XI MAN Kutowinangun Tahun Pelajaran 2016/ 2017 Nur Adha Wahyuningsih
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 10, No 1 (2017): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.495 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan. (1) langkah-langkah pembelajaran menulis syair tembang macapat menggunakan metode Contextual Teaching and Learning (CTL) melalui media gambar siswa kelas XI MAN Kutowinangun Tahun Pelajaran 2016/2017; (2) peningkatan keterampilan menulis syair tembang macapat siswa kelas XI MAN Kutowinangun Tahun Pelajaran 2016/2017, menggunakan metode Contextual Teaching and Learning melalui media gambar. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 1 MAN Kutowinangun yang berjumlah 30 siswa. Objek penelitian adalah tembang macapat. Siklus I dan siklus II mengacu pada prosedur penelitian yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes dan nontes. Teknik tes yang digunakan yaitu hasil menulis syair tembang macapat gambuh. Adapun, teknik nontes terdiri dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi foto. Teknik analisis data berupa analisis deskripsi kualitatif. Hasil analisis data pada pembelajaran menulis syair tembang macapat yaitu (1)  langkah-langkah pembelajaran menulis syair tembang macapat terdiri dari tiga kegiatan yaitu prasiklus, siklus I, dan siklus II. Setiap siklus terdiri atas rencana, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Pelaksanaan tindakan dalam siklus I menggunakan metode Contextual Teaching and Learning (CTL) melalui media gambar dengan tema “Budi Pakarti”. Pelaksanaan tindakan dalam siklus II menggunakan metode Contextual Teaching and Learning (CTL) melalui media gambar dengan tema “Gotong Royong”. (2) Hasil nilai dari keterampilan menulis syair tembang macapat pada prasiklus sebesar 69,00, rata-rata siklus I sebesar 75,83, dan rata-rata pada siklus II mencapai 81,00. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa melalui metode contextual teaching and learning dan media gambar dapat meningkatkan kemampuan siswa dan hasil belajar dalam pembelajaran menulis syair tembang macapat. Kata Kunci: menulis, tembang macapat, Contextual Teaching and Learning, media gambar
Kajian Sosiologi Cerbung Mandhor Pasar Tandhasridana Karya Suhindriyo dalam Majalah Djaka Lodang Dona Agnes Pangesti
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 10, No 1 (2017): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.618 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan: (1) mendeskripsikan unsur instrinsik karya sastra cerbung Mandhor Pasar Tandhasridana Karya Suhindriyo. (2) mendeskripsikan aspek sosiologi sastra dalam karya sastra cerbung Mandhor Pasar Tandhasridana Karya Suhindriyo. Jenis penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif kualitataif. Sumber data dalam penelitian ini adalah cerbung Mandhor Pasar Tandhasridana karya Suhindriyo. Data dalam penelitian ini adalah kutipan kalimat yang menunjukkan unsur instrinsik (tema, tokoh dan penokohan, alur, latar, dan sudut pandang) dan aspek sosiologi sastra (kekerabatan, ekonomi, politik, pendidikan, dan agama/kepercayaan) dalam karya sastra cerbung Mandhor Pasar Tandhasridana karya Suhindriyo. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pustaka, teknik simak, dan teknik catat. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah human instrument atau peneliti sebagai instrumen utama. Keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan validitas semantik dan reliabilitas keakuratan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis konten. Teknik penyajian hasil analisis data menggunakan metode informal. Hasil penelitian unsur instrinsik pada cerbung Mandhor Pasar Tandhasridana karya Suhindriyo yaitu: (a) tema dalam cerbung ini ialah pemfitnahan terhadap Mandhor Pasar Tandhasridana; (b) tokoh utama dalam cerbung ini adalah Tandhasridana memiliki karakter pintar, wawasannya luas, suka membaca, taat beribadah, baik hati; (c) alur dalam cerbung ini adalah alur maju; (d) latar dalam cerbung ini adalah latar tempat, latar waktu, dan latar suasana; (e) sudut pandang pandang dalam cerbung ini adalah narrator observer. Hasil analisis sosiologi sastra dalam karya sastra cerbung Mandhor Pasar Tandhasridana karya Suhindriyo, meliputi: (a) aspek kekerabatan 20 indikator; (b) aspek ekonomi 6 indikator; (c) aspek politik 3 indikator; (d) aspek pendidikan 11 indikator; (e) aspek agama/kepercayaan 5 indikator. Kata kunci: Sosiologi Sastra, Cerbung Mandhor Pasar Tandhasridana
Analisis Morfologi Bahasa Jawa dalam Wacan Bocah pada Majalah Djaka Lodang Tahun 2015 Khilyatus Shiyam
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 10, No 1 (2017): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.505 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) proses morfologis Bahasa Jawa dalam Wacan Bocah pada majalah Djaka Lodang tahun 2015, (2) perubahan makna akibat proses morfologis Bahasa Jawa dalam Wacan Bocah pada majalah Djaka Lodang tahun 2015. Jenis penelitian yaitu deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian adalah Wacan Bocah pada majalah Djaka Lodang tahun 2015. Data penelitian adalah bentuk kata yang mengalami proses morfologis Bahasa Jawa dalam Wacan Bocah pada majalah Djaka Lodang tahun 2015. Teknik pengumpulan data meliputi teknik pustaka, teknik simak, dan teknik catat. Instrumen penelitian yaitu peneliti sendiri dan tabel. Teknik keabsahan data yaitu validitas logis dengan uji kredibilitas meningkatkan ketekunan. Analisis data dengan metode agih, dan data disajikan dengan teknik penyajian informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) afiksasi meliputi prefiks {N-} {ny-, m-, ng-, n-} membentuk tembung kriya tanduk, {sa-} membentuk tembung wilangan, {pa-, paN-, pi-, pra-} membentuk tembung aran, {dak-/tak-, di-, ka-} membentuk tembung kriya tanggap, {ke-} membentuk tembung kriya tanggap, {a-} membentuk tembung kriya tanduk tanpa lesan dan {kuma-} membentuk tembung kaanan; infiks {-um-} membentuk tembung kriya tanduk tanpa lesan dan kaanan, {-in-} membentuk tembung kriya tanggap; sufiks {-e/-ne} membentuk tembung aran, {-an}  tembung aran dan kriya, {-en, -i, -a, -ana, -na} membentuk tembung kriya; konfiks {ka- + -an} tembung aran, {ka- + (-ake,-ana,-en)} tembung kriya dan kaanan, {ke- + -en} membentuk tembung kaanan, {paN- + -an, pa- + -e, pra-+-an} membentuk tembung aran, {N- + -i/-ni, -ake/-aken} membentuk tembung kriya tanduk, {N- + -a} tembung kriya, {N- + -ne} tembung aran, {di- + -i, -ni, -ake, -in- + -an-ake} tembung kriya tanggap, {sa- + (-e, -ne)} tembung katrangan; (2) reduplikasi: dwilingga membentuk tembung aran dan kriya, dwilingga salin swara membentuk tembung kriya dan kaanan, lingga semu membentuk tembung aran, dwipurwa membentuk tembung aran dan kriya, dwipurwa salin swara membentuk tembung kriya dan aran, dwiwasana tembung kriya; (3) komposisi meliputi camboran wutuh dan camboran tugel membentuk satu kesatuan kata dan memiliki makna yang berbeda dengan bentuk dasarnya.   Kata kunci: morfologis, Wacan Bocah

Page 1 of 2 | Total Record : 13