cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa
ISSN : 23030631     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ADITYA adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo sebagai media publikasi hasil karya ilmiah. Terbit dua kali setahun tiap bulan November dan Mei. Redaksi menerima artikel dari kalangan mahasiswa, budayawan, ahli sastra maupun praktisi pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2013): ADITYA" : 11 Documents clear
TINJAUAN STILISTIKA DALAM NOVEL SUMPAHMU SUMPAHKU KARYA NANIEK P. M. Reni Ambar Wati
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 3, No 2 (2013): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.903 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan diksi, struktur kalimat, gaya bahasa, dan pencitraan dalam novel Sumpahmu Sumpahku karya Naniek P. M. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian berupa novel Sumpahmu Sumpahku karya Naniek P. M. dan objek berupa tinjauan stilistika mencakup diksi, struktur kalimat, gaya bahasa, dan pencitraan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan teknik dokumentasi. Instrumen penelitian yaitu peneliti sendiri dibantu kartu pencatat data. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis isi. Dari hasil penelitian, disimpulkan bahwa (1) diksi dalam novel Sumpahmu Sumpahku karya Naniek P. M. meliputi jargon dan peribahasa. (2) struktur kalimat dalam novel Sumpahmu Sumpahku karya Naniek P. M. meliputi klimaks, paralelisme, antitesis, dan repetisi. (3) gaya bahasa dalam novel Sumpahmu Sumpahku karya Naniek P. M. meliputi simile atau persamaan, metafora, personifikasi, sinekdoke, metonimia, eufimisme, litotes, pleonasme, tautologi, dan hiperbola. (4) pencitraan dalam novel Sumpahmu Sumpahku karya Naniek P. M. meliputi penglihatan, pendengaran, gerakan, penciuman, dan peraba.   Kata kunci: stilistika, novel Sumpahmu Sumpahku
KEEFEKTIFAN TEKNIK CLUSTERING TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS WACANA DESKRIPSI BAHASA JAWA PADA SISWA KELAS X MAN PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Suryo no
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 3, No 2 (2013): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.81 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan menggunakan teknik clustering dalam pembelajaran menulis wacana deskripsi Bahasa Jawa pada siswa kelas X MAN Purworejo tahun pelajaran 2013/2014. Dalam penelitian ini, peneliti mengambil 62 siswa sebagai sampel. Teknik pengambilan data dengan instrumen tes dan non tes. Peneliti memberikan pre-test, perlakuan, dan post-test pada semua sampel. Untuk analisis data, peneliti menggunakan t-test. Hasil dari penelitian ini didapatkan nilai rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yaitu 73.71>70.81. Sedangkan hasil dari t-test dalam penelitian ini adalah 5.58. Berdasarkan taraf signifikan 5% atau 0.05, nilai dari t-tabel adalah  1.84. Hal ini menunjukkan hasil t-test lebih tinggi daripada t-tabel yaitu 5.58>1.84. Ini berarti  pembelajaran kemampuan menulis wacana deskripsi Bahasa Jawa menggunakan teknik clustering lebih efektif dan memberikan peranan posistif dalam keterampilan menulis wacana deskripsi Bahasa Jawa siswa kelas X MAN Purworejo tahun pelajaran 2013/2014.   Kata Kunci: teknik clustering, keterampilan menulis, wacana deskripsi  
ANALISIS TEKSTUAL DAN KONTEKSTUAL DALAM NOVEL TRAJU MAS KARYA IMAM SARDJONO Feni Andriyani
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 3, No 2 (2013): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.232 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) bentuk tekstual yang meliputi aspek gramatikal dan leksikal dalam novel Traju Mas karya Imam Sardjono; (2) bentuk kontekstual yang meliputi aspek konteks dan inferen dalam novel Traju Mas karya Imam Sardjono. Disamping itu, bertujuan untuk mengetahui keutuhan wacana dalam novel Traju Mas karya Imam Sardjono.Keutuhan wacana tersebut meliputi dua hal yaitu perpaduan bentuk dan perpaduan makna wacana dalam novel. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pustaka, teknik simak dan teknik catat.Teknik simak menyimak penggunaan bahasa dalam novel dengan membaca isi dari novel Traju Mas karya Imam Sardjono.Metode analisis data yaitu analisis isi.Analisis isi ialah penelitian yang memanfaatkan seperangkat prosedur untuk menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data terdapat penanda tekstual meliputi kohesi gramatikal dan kohesi leksikal dalam novel Traju Mas karya Imam Sardjono. Penanda kohesi gramatikal yang dominan adalah pengacuan persona I tunggal aku ‘aku’ dan persona I tunggal lekat kanan –ku ‘-ku’. Adapun kohesi gramatikal penanda substitusi ditemukan satu penanda substitusi.Penanda leksikal yang tidak ditemukan adalah hipernim.Analisis kontekstual dalam penelitian ini menggunakan penafsiran persona untuk memahami isi novel.Pada analisis kontekstual yang meliputi konteks dan inferen di dalam novel Traju Mas karya Imam Sardjono ditemukan konteks kultural, konteks fisik, konteks epistemik dan sosial.   Kata kunci: analisis wacana, tekstual, kontekstual
BENTUK FONOLOGI DAN LEKSIKON DIALEK BAHASA JAWA DESA JOGOPATEN KECAMATAN BULUSPESANTREN KABUPATEN KEBUMEN Asih Kurniawati
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 3, No 2 (2013): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.614 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan variasi bahasa yang berkaitan dengan aspek fonologi dari segi vokal dan konsonan yang terjadi di Desa Jogopaten yang berkaitan dengan aspek leksikon. Dalam penelitian tersebut data diperoleh dengan menggunakan metode pupuan lapangan dilengkapi dengan instrument. Dalam menganalisis data, penulis menggunakan metode padan dan distribusional melalui teknik pasangan minimal. Penjabaran dari penelitian di Desa Jogopaten, penulis lakukan dalam bentuk penyajian hasil analisis data dengan mempergunakan cara yang dikenal sebagai metode penyajian kaidah yaitu yang bersifat informal dan formal. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bahasa Jawa di Desa Jogopaten memiliki beberapa persamaan dengan bahasa Jawa dialek Yogyakarta. Dibidang fonologi tampak pada vokal /ǝ, e, o/ seperti [sega] ‘segɔ’ , [karepe] ‘karǝpe], [loro] ‘loro’.   Kata kunci : Fonologi, leksikon, dialek, Jogopaten
ETIKA DAN ESTETIKA CERITA MINTARAGA GANCARAN KARYA PRIJOHOETOMO Ririh Probo Siwi
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 3, No 2 (2013): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.537 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa sajakah nilai-nilai etika dan unsur estetika yang terdapat dalam cerita Mintaraga Gancaran karya Prijohoetomo dan bagaimanakah hubungan antara etika dan estetika dalam cerita Mintaraga Gancaran. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data berupa kutipan langsung cerita Mintaraga Gancaran. Instrumen yang digunakan yaitu Human instrument (peneliti sendiri) yang dibantu dengan buku, kartu data dan media pendukung lainnya. Analisis data dalam penelitian ini, peneliti menggunakan analisis konten dengan pembacaan heuristik dan pembacaan hermeneutik, hasil analisis berupa uraian kalimat. Peneliti menggunakan triangulasi teori untuk mengecek keabsahan data penelitian, dengan membandingkan beberapa teori. Pembahasan data berupa kutipan langsung, data disajikan dalam bentuk tabel, sebanyak delapanbelas tabel. Data tersebut selanjutnya diterjemahkan dan dianalisis, sehingga diperoleh hasil yaitu; etika Jawa terdapat etika keselarasan sosial sebanyak 12 indikator, dan nilai etika kebijaksanan sebanyak 13 indikator. Unsur estetika yang terdapat dalam cerita Mintaraga gancaran karya Prijohoetomo meliputi; basa peprenesan terdapat 4 indikator, basa rinengga terdapat 25 indikator, bebasan terdapat 11 indikator, candra terdapat 6 indikator, dasanama terdapat 35 indikator, kosok balen terdapat 7 indikator, paribasan 2 indikator, pepindhan terdapat 36 indikator, purwakanthi guru swara terdapat 20 indikator, purwakanthi guru sastra terdapat 7 indikator, saloka terdapat 3 indikator, sanepa terdapat 5 indikator, tembung entar terdapat 20 indikator, tembung plutan terdapat 13 indikator, tembung saroja terdapat 13 indikator, ukara sesumbar terdapat 4 indikator, yogyaswara terdapat 1 indikator.   Kata kunci : Etika, Estetika, Cerita Mintaraga Gancaran
ANALISIS SEMIOTIK SYAIR LAGU CAMPURSARI WALJINAH DALAM ALBUM EMAS LANGGAM JAWA Yuli arsih
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 3, No 2 (2013): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.623 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendeskripsikan pembacaan heuristik dalam syair tembang campursari Waljinah dalam album Emas langgam Jawa. 2) Mendeskripsikan Pembacaan hermeneutik dalam syair – syair tentang campursari Waljinah dalam album emas langgam Jawa. Teori yang menjadi kerangka acuan adalah teori yang dikemukakan Riffaterre (dalam Pradopo, 1987: 268) menyatakan bahwa sajak (karya sastra) timbul dari arti bahasa yang sesuai dengan struktur sastra menurut konvensinya dan teori yang mengemukakan bahwa dalam menganalisis secara semiotik dapat mengikuti langkah pembacaan heuristik dan pembacaan hermeneutik atau retroaktif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah VCD syair lagu campursari Waljinah dalam album emas langgam jawa. Data dalam penelitian ini adalah satuan bahasa teks syair lagu campursari Waljinah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik baca dan teknik catat. Instrumen penelitian yang dipakai adalah peneliti sebagai sumber instrumen dibantu dengan kartu pencatat data. Teknik analisis data digunakan teknik deskriptif kualitatif model analisis konten. Penyusunan data menggunakan teknik induktif yaitu menarik kesimpulan setelah data disajikan. Hasil Penelitian dalam syair lagu campursari Waljinah pada album emas langgam Jawa membahas tentang percintaan, sejarah kota dan nasihat. Syair lagu yang membahas tentang percintaan yaitu syair lagu yang berjudul Kasmaran, Pamit, Kangen, Ali-ali, Kacu-kacu, Aja lamis dan Mawar Biru. Syair lagu yang mengandung nasihat yaitu syair lagu yang berjudul Kacu Biru dan Gethuk. Sedangkan Syair lagu yang membahas tentang sejarah kota yaitu syair lagu yang berjudul Goyang Semarang dan Langgam Blitar. Kata kunci : semiotic, Campursari
ANALISIS SOSIOLOGI NOVEL PERAWAN NGISOR KRETEG KARYA SOETARNO Herlina Rachmawati
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 3, No 2 (2013): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.537 KB)

Abstract

  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik novel Perawan Ngisor Kreteg; dan (2) sosiologi novel Perawan Ngisor Kreteg. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah deskripsi kalimat dan kutipan dalam novel Perawan Ngisor Kreteg. Sumber data yaitu novel Perawan Ngisor Kreteg karya Soetarno. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik catat dan pustaka. Instrumen penelitian adalah peneliti dan nota pencatat. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis isi, dan teknik penyajian hasil analisis menggunakan teknik informal. Berdasarkan hasil analisis unsur intrinsik novel Perawan Ngisor Kreteg yaitu: (a) tema utama yaitu kesetiaan Sardjinem dan Midi, tema tambahan yaitu cinta kasih antara Sardjinem dengan Midi serta kesetiaan terhadap agamanya masing-masing; (b) tokoh dan penokohan terdiri dari tokoh utama yaitu Sardjinem bersifat baik hati dan Midi yang suka menolong serta tokoh tambahan yaitu Dr. Sugeng Sukarta bersifat rendah hati, Pak Warno yang baik hati, Parman yang suka menyiksa orang lain, Pak Ngatemin yang suka menolong, Sutarminingsih yang baik hati, Kasimin bermoral buruk, dan Wara Sajekti Soetarno yang baik hati; (c) alur yang digunakan alur maju; (d) latar meliputi latar tempat, waktu, dan sosial. Hasil analisis sosiologi sastra novel Perawan Ngisor Kreteg yaitu: (a) aspek kepercayaan, (b) aspek ekonomi, (c) aspek moral, dan (d) aspek kekerabatan. Aspek sosiologi yang menonjol dalam novel Perawan Ngisor Kreteg adalah aspek kepercayaan, sebab dalam novel tersebut menggambarkan keteguhan hati tokoh utama dalam menganut agamanya masing-masing.   Kata kunci: analisis sosiologi, novel perawan ngisor kreteg
PRINSIP KESOPANAN DAN PARAMETER PRAGMATIK CERITA BERSAMBUNG ARA-ARA CENGKAR TANPA PINGGIR DALAM MAJALAH DJAKA LODANG TAHUN 2010 Agus Suraningsih
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 3, No 2 (2013): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.214 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk; 1) mendeskripsikan prinsip kesopanan dalam cerita bersambung Ara-ara Cengkar Tanpa Pinggir 2) mendeskripsikan parameter pragmatik dalam cerita bersambung Ara-ara Cengkar Tanpa Pinggir. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, teknik observasi dan teknik catat. Penulis memperoleh data dengan membaca kritis dan teliti seluruh teks kemudian mencatat data-data yang diperlukan ke dalam nota pencatat data. Penelitian ini menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Teknik analisis menggunakan teknik pragmalinguistik dan teknik deskriptif. Data yang terkumpul diklasifikasikan, selanjutnya dianalisis berdasarkan teori dan diuraikan menggunakan kata-kata. Hasil penelitian tersebut yaitu: 1) Penggunaan prinsip kesopanan dalam cerita bersambung Ara-ara Cengkar Tanpa Pinggir berdasarkan maksim kebijaksanaan terdapat enam percakapan, berdasarkan maksim penerimaan terdapat dua percakapan, berdasarkan maksim kemurahan terdapat tiga percakapan, berdasarkan maksim kerendahan hati terdapat tiga percakapan, berdasarkan maksim kecocokan terdapat enam percakapan, dan berdasarkan maksim kesimpatian terdapat sembilan percakapan. 2) Penggunaan parameter pragmatik dalam cerita bersambung Ara-ara Cengkar Tanpa Pinggir berdasarkan tingkat jarak sosial terdapat enam percakapan, berdasarkan tingkat status sosial terdapat empat percakapan, dan berdasarkan tingkat peringkat tindak tutur terdapat empat percakapan.   Kata kunci: pragmatik, prinsip kesopanan
IMPLIKATUR PERCAKAPAN DALAM WACANA POJOK PADA DJAKA LODANG EDISI JANUARI-JUNI TAHUN 2013 Risalatul Umami
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 3, No 2 (2013): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.695 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implikatur percakapan yang terdapat dalam wacana pojok Dhat Nyeng pada Djaka Lodang edisi Januari 2013 hingga Juni 2013. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian berupa wacana pojok yang diberi judul Dhat Nyeng dalam Djaka Lodang edisi Januari 2013 hingga Juni 2013 dan objek berupa wacana implikatur yang terdapat pada rubrik Dhat Nyeng dalam wacana pojok pada Djaka Lodang edisi Januari hingga Juni 2013. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka dan simak catat yaitu membaca secara keseluruhan kolom wacana pojok Dhat Nyeng dan mengidentifikasi bagaimana implikatur percakapan pada Dhat Nyeng dalam Djaka Lodang edisi Januari 2013 hingga Juni 2013. Teknik analisis data menggunakan metode pragmalinguistik yaitu mendeskripsikan makna yang tersirat (implikatur percakapan) yang terdapat dalam wacana pojok Dhat Nyeng pada Djaka Lodang edisi Januari 2013 hingga Juni 2013. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa: (1) Implikatur Dhat Nyeng edisi Januari 2013 hingga Juni 2013 menggunakan implikatur sebagai sarana untuk menyatakan sesuatu, menyindir, menanggapi, menghimbau, mengajak, dan mengkritik kepada pihak-pihak tertentu dengan tujuan agar pihak-pihak yang menjadi sasaran implikatur mengerti dan merefleksikan apa yang telah dilakukannya, (2) Dhat Nyeng memakai implikatur dengan aplikasi konteks sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Pemakaian implikatur dalam wacana ini dapat menjadi sebuah dasar jika sindiran, kritikan, bahkan makian tidak selalu disampaikan secara langsung, (3) Bahasa yang digunakan di dalam Dhat Nyeng bersifat implikatif dan implikasi pada bahasa kolom ini menyebabkan efek tertentu bagi khalayak yang membacanya. Kata kunci: implikatur, wacana pojok
PENGGUNAAN BAHASA RAGAM KRAMA DITINJAU DARI STATUS SOSIAL DI DESA TRIWARNO KECAMATAN KUTOWINANGUN KABUPATEN KEBUMEN Afidah Inayati
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 3, No 2 (2013): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.405 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan bahasa ragam krama ditinjau dari status sosial di masyarakat Desa Triwarno Kecamatan Kutowinangun Kabupaten Kebumen. Metode penelitian pada skripsi ini adalah deskriptif kualitatif, Populasi dalam penelitian ini adalah Masyarakat Desa Triwarno Kecamatan Kutowinangun Kabupaten Kebumen. Pengambilan dilakukan dengan pertimbangan tertentu (Purposive Sampling). Metode pengumpulan data dengan menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi, dan rekam. Sumber data pada skripsi ini adalah hasil rekaman berupa wawancara, instrumen penelitian menggunakan alat rekam, daftar pertanyaan dan catatan observasi teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa ragam krama ditinjau dari status sosial dengan pekerjaan PNS kategori baik 6 orang (60%), kategori sedang 2 orang (20%) dan kategori kurang 2 orang (20%). Untuk penggunaan bahasa ragam krama dengan pekerjaan Petani kategori baik 3 orang (30%), kategori sedang 3 orang (30%) dan kategori kurang 6 orang (60%). dan untuk penggunaan bahasa ragam krama dengan pekerjaan Pedagang atau Wiraswasta kategori baik 1 orang (10%), kategori sedang 3 orang (30%) dan kategori kurang 6 orang (60%). Berdasarkan analisis kuantitatif menunjukkan bahwa Status Sosial sangat mempengaruh penggunaan bahasa ragam krama.   Kata Kunci : penggunaan bahasa ragam krama, prosentase hasil rekaman

Page 1 of 2 | Total Record : 11