cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa
ISSN : 23030631     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ADITYA adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo sebagai media publikasi hasil karya ilmiah. Terbit dua kali setahun tiap bulan November dan Mei. Redaksi menerima artikel dari kalangan mahasiswa, budayawan, ahli sastra maupun praktisi pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 3 (2014): ADITYA" : 15 Documents clear
Interferensi Bahasa Indonesia dalam Roman Berbahasa Jawa Para Pawestri Pejuwang Karya Suparto Brata Ru minah
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 5, No 3 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.151 KB)

Abstract

Abstrak: Dalam penelitian ini ada dua tujuan yang hendak dicapai oleh peneliti. Tujuan tersebut adalah mendeskripsikan bentuk interferensi morfologis dan bentuk interferensi sintaksis dalam roman Para Pawestri Pejuwang karya Suparto Brata. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data tertulis yang berwujud tuturan langsung dari tokoh-tokoh yang terdapat dalam roman Para Pawestri Pejuwang karya Suparto Brata. Sumber data yang digunakan adalah roman Para Pawestri Pejuwang karya Suparto Brata. Fokus penelitian yang tercakup dalam penelitian ini adalah kalimat yang mengalami interferensi morfologis dan interferensi sintaksis dalam roman berbahasa Jawa Para Pawestri Pejuwang karya Suparto Brata. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik simak dan teknik catat. Dalam menganalisis data menggunakan metode agih yang dijabarkan lagi dalam teknik ganti dan teknik lesap. Teknik penyajian data menggunakan teknik informal yang menyajikan data berupa kata-kata bukan angka. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa (1) interferensi bahasa Indonesia dalam bahasa Jawa bentuk morfologis sebanyak 39 kalimat yang terbagi dalam pola afiksasi sebanyak 33 kalimat yang berupa afiksasi N-, -ne, N-/-ake, ke-/-an, -e, peN- /-an, me-, meN-, di-/-ake, pe-/-an, dak-, ber-, di-, pola reduplikasi sebanyak 4 kalimat yang terdiri dari mangsak-memangsak, tuwek-tuwek, siya-siya, dan pola kompositum sebanyak 2 kalimat yang berupa kompositum orde baru dan sepakbola, (2) interferensi bahasa Indonesia dalam bahasa Jawa bentuk sintaksis sebanyak 6 kalimat yang terbagi dalam pola kata tugas 1 kalimat yaitu antara liya dan pola konstruksi frase 5 kalimat terdiri dari frase paling dan wujud bukune.   Kata kunci : interferensi, roman Para Pawestri Pejuwang  
Afiksasi, Reduplikasi, dan Komposisi Bahasa Jawa dalam Cerbung Getih Sri Panggung karya Kukuh S. Wibowo pada Majalah Panjebar Semangat Edisi 12 Bulan Maret Sampai Edisi 26 Bulan Juni Tahun 2013 Nur Aini
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 5, No 3 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.078 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan afiksasi bahasa Jawa beserta perubahan makna yang terdapat dalam cerbung Getih Sri Panggung karya Kukuh S. Wibowo; (2) mendiskripsikan reduplikasi bahasa Jawa beserta perubahan makna yang terdapat dalam cerbung Getih Sri Panggung karya Kukuh S. Wibowo; (3) komposisi bahasa Jawa beserta perubahan makna yang terdapat dalam cerbung Getih Sri Panggung karya Kukuh S. Wibowo. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca, teknik pustaka, dan teknik catat. Teknik penyajian hasil analisis ini dilakukan dengan menggunakan teknik informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) afiksasi meliputi: prefiks {N-} ny- ng- m- n- membentuk kata kerja aktif, {di-, dak-/ tak-, kok-} membentuk kata kerja pasif {a-} membentuk kata kerja, {ka-} membentuk kata kerja pasif, {ke-} membentuk kata kerja pasif, {di-} membentuk kata kerja pasif, {sa-} membentuk kata bilangan, {paN-} membentuk kata benda, {pi-} membentuk kata benda, {pra-} membentuk kata benda, dan {kuma-} membentuk kata sifat; infiks {-um-} membentuk kata kerja tanpa lisan dan {-in-} membentuk kata kerja pasif; sufiks {-i} membentuk kata kerja, {-a} membentuk kata kerja, {-e} membentuk kata  benda, {-en} membentuk kata kerja atau sifat, {-an} membentuk kata benda, kerja atau sifat, {-ana} membentuk kata kerja pasif, {-ane} membentuk kata kerja atau benda, dan {-ake} membentuk kata kerja dengan lisan; konfiks {ka- -an} membentuk kata kerja, {paN- -an} membentuk kata benda, {N- -i} membentuk kata kerja, {N- -a} membentuk kata kerja, {N- -ake} membentuk kata kerja aktif, {di- -i} dapat membentuk kata kerja pasif, {di- -ake} dapat membentuk kata kerja pasif, dan {sa- -e} dapat membentuk kata keterangan. (2) reduplikasi meliputi: (a) dwipurwa membentuk kata kerja dan benda, (b) dwilingga membentuk kata kerja; kata sifat; dan kata benda, (c) dwilingga salin swara membentuk kata kerja; kata keterangan; dan kata benda. (3) komposisi meliputi: tembung camboran wutuh membentuk suatu kesatuan kata dan memiliki makna yang berbeda dengan makna dasarnya, tembung camboran tugel pembentukan suatu kesatuan kata dari kata dasar yang disingkat. Kata kunci: morfologi, cerbung Getih Sri Panggung  
Analisis Perwatakan Tokoh Utama Cerita Bersambung “Lintang-Lintang Dadi Seksi” dalam Majalah Djaka Lodang Tahun 2013 Karya Sawitri Evi Wahidayati
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 5, No 3 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.851 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan struktur yang terdapat dalam cerbung Lintang-Lintang Dadi Seksi karya Sawitri; (2) mendeskripsikan perwatakan tokoh utama dalam cerbung Lintang-Lintang Dadi Seksi karya Sawitri dengan menggunakan teknik dramatik.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu: (1) tema dari cerbung Lintang-Lintang Dadi Seksi karya Sawitri adalah percintaan yang tidak dapat restu dari orang tua. Tokoh utama yaitu Wisnu dan tokoh tambahan adalah Sumilah, R. Ngt. Kusumaningsih, Jana, Kambali, Bu Sarwi. Alur dalam cerbung ini menggunakan alur maju. Latar meliputi latar tempat: Klaten, hotel, salon, Yogya, ruang keluarga, kamar mandi, ruang makan, tengah lapangan; latar waktu: malam hari, pagi hari, dan siang hari; latar sosial: sosial keluarga Wisnu tinggi. Sudut pandang dalam cerbung Lintang-Lintang Dadi Seksi karya Sawitri menggunakan sudut pandang pengarang sebagai orang ketiga (pengamat). Amanat dari cerbung ini adalah kita tidak boleh serakah; (2) perwatakan tokoh utama dalam cerbung Lintang-Lintang Dadi Seksi karya Sawitri digambarkan dengan teknik dramatik yang meliputi teknik cakapan, teknik tingkah laku, teknik pikiran dan perasaan, teknik arus kesadaran, teknik reaksi tokoh, teknik reaksi tokoh lain, teknik pelukisan latar, dan teknik pelukisan fisik.Hasil dari analisis perwatakan tokoh dapat disimpulkan bahwa watak tokoh utama (Wisnu) yaitu kaku, penasaran, penyayang, ramah, dan keteguhan hati.   Kata Kunci: perwatakan, tokoh utama, cerbung Lintang-lintang Dadi Seksi
Tinjauan Psikologi Tokoh Utama Roman Pawestri Tanpa Idhentiti Karya Suparto Brata Desiana Kartika Anoraga
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 5, No 3 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.16 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur-unsur intrinsik roman Pawestri Tanpa Idhentiti, (2) aspek psikologi dalam roman Pawestri Tanpa Idhentiti. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa: (1) struktur roman Pawestri Tanpa Idhentiti karya Suparto Brata memiliki (a) tema: masalah perebutan harta warisan yang akhirnya memecah belah keluarga; (b) tokoh utamanya: Pawestri dan Pangestu Brata, sedangkan tokoh tambahannya: Panuluh Brata, Zetta, Xavira, Kuncahya, Dokter Rajiman, Srigadhing, Aji Kartika, Tio Radjien, Victor Holiday, Rumsari; (c) alurnya: alur maju; (d) latar tempat: Mapolsek, Rumah Jatiwaringin, Mapolresta, Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Timur; (e) latar waktu: jam 12 malam, jam 10, dua minggu, sepuluh hari; (f) latar sosial: sosial keluarga Panuluh Brata berstatus sosial tinggi; (g)  sudut pandang: orang ketiga yang maha tahu; (2) aspek psikologi tokoh utama dalam roman Pawestri Tanpa Idhentiti karya Suparto Brata meliputi: (a) id/ aspek biologis  (bersumber dari sifat tokoh Pawestri mempunyai keinginan dan ambisi untuk belajar mengendarai mobil, dan tokoh Pangestu Brata mempunyai keinginan untuk mengusir Pawestri dari rumah Jatiwaringin); (b) ego/ aspek psikologis (bersumber dari sikap tokoh Pawestri mempunyai keinginan dari dalam hatinya untuk meminta maaf kepada Panuluh Brata, dan tokoh Pangestu Brata mempunyai keinginan dari dalam hatinya untuk mempengaruhi adiknya agar mengusir Pawestri); (c) superego (bersumber dari keputusan terakhir Pawestri mempunyai keinginan untuk menebus kesalahannya kepada Panuluh Brata dengan cara bekerja di perusahaan Panuluh Brata, dan tokoh Pangestu Btara yaitu mengambil sebuah keputusan yang tepat yaitu bertindak sesuai dengan norma-norma sosial).   Kata Kunci: aspek psikologis, tokoh utama, roman Pawestri Tanpa Idhentiti
Analisis Karakter Tokoh Utama dalam Lakon Wayang Kresna Gugah Sanggit Ki Jungkung Darmoyo Nariswari Mustika Putri
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 5, No 3 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan: (1) mendeskripsikan unsur intrinsik dalam lakon wayang Kresna Gugah sanggit ki Jungkung Darmoyo; (2) mendeskripsikan karakter tokoh utama dalam lakon wayang Kresna Gugah sanggit ki Jungkung Darmoyo. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari DVD rekaman video asli (bukan bajakan) wayang Kresna Gugah sanggit Ki Jungkung Darmoyo dan datanya adalah kutipan-kutipan bagian tertentu yang terdapat dalam cerita tersebut. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diambil dari DVD rekaman video asli (bukan bajakan) wayang Kresna Gugah sanggit Ki Jungkung Darmoyo. Instrumen penelitian yang digunakan adalah peneliti sebagai instrumen utama yang dibantu dengan kartu pencatat data. Teknik keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif model analisis konten. Data disusun menggunakan teknik induktif yaitu diambil kesimpulan sesudah data dideskripsikan. Hasil penelitian ini adalah (1) struktur karya sastra yang meliputi tema, tokoh dan penokohan, alur atau plot, latar atau setting dan pusat pengisahan. Tema dari cerita wayang Kresna Gugah sanggit Ki Jungkung Darmoyo adalah kebijaksanaan dari seorang Kresna sebagai seorang penasihat bagi Pandawa maupun tokoh lain. Tokoh utamanya adalah Kresna dan tokoh tambahannya adalah Sengkuni, Dursasana, Baladewa, Puntadewa, Werkudara, Janaka, Duryudana, Karna, Bratajaya, Jim Kandhuyu, Naga Basuki, Setyaka, Setyaki, Udawa, Jim Anggara Parno, Durna, Bathara Guru, Bathara Naradha, Semar, Gareng, Petruk dan bagong. Alur dalam cerita ini adalah maju. Latar tempat dalam cerita ini meliputi alam Sunya Ruri, Negara Dwarawati, di tengah perjalanan, Makambang, Kahyangan Jonggring Saloka dan latar suasananya adalah menyedihkan dan mengharukan. Pusat pengisahan dalam cerita ini adalah persona ketiga. (2) karakter tokoh utama yang ada dalam cerita ini di dominasi aspek superego. Contoh Superego dalam diri tokoh utama adalah suka memberi nasihat. Ego mampu mengarahkan pada tujuan yang mulia karena kekecewaan dalam diri Kresna mampu menekan id yaitu membayangkan kematian, sehingga karakter superego lebih dominan. Dari teori yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu teori kepribadian Sigmund Freud dapat disimpulkan bahwa tokoh utama dalam cerita wayang Kresna Gugah sanggit Ki Jungkung Darmoyo cenderung memiliki karakter superego dibanding id dan ego Kata Kunci: karakter, tokoh utama, wayang
Analisis Etika dan Estetika Tembang Macapat dalam Majalah Djaka Lodang Edisi Juni-Desember 2013 Wahyu Bayu Aji
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 5, No 3 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.366 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini mempunyai tujuan  menganalisis (1) nilai-nilai etika dalam rubrik tembang macapat majalah Djaka Lodang edisi Juni-Desember 2013; (2) unsur estetika dalam rubrik tembang macapat majalah Djaka Lodang edisi Juni-Desember 2013. Jenis  penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan  subjek majalah Djaka Lodang edisi Juni-Desember 2013. Objek penelitian ini yaitu nilai etika dan unsur estetika yang ada pada bait tembang macapat majalah  Djaka Lodang edisi Juni-Desember 2013. Instrumen yang di gunakan yaitu peneliti itu sendiri, kartu pengumpul data, yang dibantu buku-buku yang menunjang. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak dan teknik catat. Keabsahan data menggunakan  validitas semantik dan kredibilitas dengan cara membaca berulang dan pertimbangan ahli yaitu dosen pembimbing. Teknik analisis data, peneliti menggunakan teknik analisis konten.Teknik penyajian data menggunakan  teknik penyajian data formal yaitu hanya menggunakan kata-kata  biasa. Penelitian ini menghasilkan  nilai etika rubrik  tembang macapat majalah Djaka Lodang edisi Juni-Desember 2013 berbentuk etika keselarasan sosial ada  8 indikator, dan etika kebijaksanaan ada 25 indikator. Unsur-unsur estetika rubrik  tembang macapat majalah  Djaka Lodang edisi Juni-Desember 2013 yang di temukan antara lain  purwakanthi guru swara ada 148 indikator, purwakanthi guru sastra ada 91 indikator, purwakanthi lumaksita ada  8 indikator, tembung garba ada  20 indikator, kerata basa ada 19 indikator, pepindhan ada 10 indikator, sandi asma ada 3 indikator, sengkalan ada 1 indikator, tembung plutan ada 118 indikator.   Kata kunci: etika, estetika, majalah Djaka Lodang
Alih Kode Pada Tuturan Penyiar Acara Campursari Puri Funky Radio MBS Fm Yogyakarta Bulan April 2014 dan Skenario Pembelajarannya pada Pembelajaran Bahasa Jawa di SMA Siti Mundari
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 5, No 3 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.291 KB)

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan uuntuk mendeskripsikan bentuk dan sebab terjadinya alih kode pada tuturan penyiar campursari Puri Funky radio MBS Fm Yogyakarta bulan April 2014; dan mendeskrisikan skenario pembelajarannya pada pembelajaran bahasa Jawa di SMA. Metode pengumpulan data pada penelitian ini  menggunakan metode simak dengan teknik dasar sadap dan teknik lanjutan teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC), teknik rekam, dan teknik catat. Analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik padan intralingual. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh dua hasil penelitian yaitu: (1) bentuk alih kode pada tuturan penyiar campursari Puri Funky radio MBS Fm Yogyakarta pada bulan April 2014 yang ditemukan berupa alih kode antarbahasa (Jawa ke Indonesia, Indonesia ke Jawa, Asing ke Indonesia, Asing ke Indonesia, dan Jawa ke Asing) dan alih kode antartingkat tutur (ngoko ke krama dan krama ke ngoko), peristiwa alih kode tersebut terjadi karena faktor-faktor kedwibahasaan penyiar, lawan tutur, perubahan topik pembicaraan, dan untuk membangkitkan rasa humor; (2) alih kode tersebut diterapkan dalam skenario pembelajaran bahasa Jawa di SMA kelas XI semester I, yaitu pada Kompetensi Dasar nomor dua “menunjukan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsive, dan proaktif dalam menggunakan bahasa Jawa melalui teks dialog”.   Kata kunci : alih kode, penyiar campursari, skenario pembelajaran
Gaya Bahasa dan Nilai Pendidikan dalam Antologi Geguritan Ombak Wengi Karya Yusuf Susilo Hartono Nita Pratiwi
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 5, No 3 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.633 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan: (1) gaya bahasa meliputi: persamaan atau simile, metafora, pesonifikasi, antonomasia, metonimia, alusi, sinekdoke, ironi, dan sarkasme; (2) nilai pendidikan. Subjek penelitian adalah Antologi Geguritan Ombak Wengi karya Yusuf Susilo Hartono. Dalam pengumpulan data digunakan teknik pustaka dan teknik catat. Instrumen penelitian ini adalah buku-buku acuan tentang teori sastra, gaya bahasa, nilai pendidikan, dan pencatat data. Dalam analisis data digunakan analisis konten. Penyajian hasil analisis data digunakan teknik informal. Dari hasil penelitian disimpulkan (1) terdapat gaya bahasa: persamaan atau simile, metafora, pesonifikasi, antonomasia, metonimia, alusi, sinekdoke, ironi, dan sarkasme; (2) nilai pendidikan agama terdiri dari: sholat, berdoa, bersujud kepada Allah Swt, dan dzikir; nilai pendidikan moral terdiri dari: pengabaian agama, bijaksana, kejujuran, budi pekerti, keserakahan, pengkhianatan dan perzinaan; nilai pendidikan adat atau budaya terdiri dari: sedekah bumi, perayaan imlek, dan kebiasaan leluhur terhadap benda mistis; nilai pendidikan sosial terdiri dari: tolong menolong, tahta, dan rakyat.   Kata Kunci : gaya bahasa, nilai pendidikan, geguritan Ombak Wengi.
Etika dan Estetika Tembang Campursari Album “VCD Karaoke Hits Campursari Volume 2” Oleh Cak Diqin Wahyu Pamuji
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 5, No 3 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.739 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) nilai etika dalam Tembang Campur Sari album “ VCD Karaoke Hits Campur Sari Volume 2” oleh Cak Diqin; (2) unsur-unsur estetika dalam Tembang Campur Sari album “VCD Karaoke Hits Campur Sari Volume 2” oleh Cak Diqin. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian yang penulis lakukan terhadap Tembang Campursari oleh Cak Diqin merupakan penelitian kualitatif dengan teknik analisis konten Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Etika dalam Tembang Campursari karya Cak Diqin terdiri atas; (1) etika keselarasan sosial; (2) etika kebijaksanaan. Unsur Estetika yang terdapat pada Tembang Campursari oleh Cak Diqin terdiri atas: (1) purwakanthi guru-swara; (2) purwakanthi lumaksita; (3) pepindhan; (4) tembung entar; (5) tembung kerata-basa; (6) bebasan; (7) parikan; (8) tembun gsaroja; (9) ukara sesumbar; (10) tembung plutan. Kata kunci: etika, estetika, campursari
Korelasi Antara Kebiasaan Membaca dan Peran Orang Tua terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman Wacana Berbahasa Jawa Siswa Kelas VIII SMP Negeri 23 Purworejo Tahun Pelajaran 2013/2014 Sinta Anggun Destyanningrum
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 5, No 3 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.834 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) korelasi antara kebiasaan membaca terhadap kemampuan membaca pemahaman wacana berbahasa Jawa siswa kelas VIII SMP Negeri 23 Purworejo tahun pelajaran 2013/2014; (2) korelasi antara peran orang tua terhadap kemampuan membaca pemahaman wacana berbahasa Jawa siswa kelas VIII SMP Negeri 23 Purworejo tahun pelajaran 2013/2014; (3) korelasi antara kebiasaan membaca dan peran orang tua terhadap kemampuan membaca pemahaman wacana berbahasa Jawa siswa kelas VIII SMP Negeri 23 Purworejo tahun pelajaran 2013/2014. Pengolahan data dilakukan dengan menguji normalitas data, menguji homogenitas data, menghitung korelasi dengan r product moment, menghitung korelasi parsial, menghitung korelasi ganda, melakukan uji hipotesis dengan menggunakan uji t dan uji F. Hasil pengolahan data menunjukkan: (1) terdapat korelasi antara kebiasaan membaca terhadap kemampuan membaca pemahaman wacana berbahasa Jawa siswa kelas VIII SMP 23 Purworejo tahun pelajaran 2013/2014. Dibuktikan dengan nilai  lebih besar daripada nilai , yaitu 2,071 > 1,979; (2) terdapat korelasi antara peran orang tua terhadap kemampuan membaca pemahaman wacana berbahasa Jawa siswa kelas VIII SMP 23 Purworejo tahun pelajaran 2013/2014. Dibuktikan dengan nilai  lebih besar daripada nilai , yaitu 2,037 > 1,979.; (3) Terdapat korelasi antara kebiasaan membaca dan peran orang tua terhadap kemampuan membaca pemahaman wacana berbahasa Jawa siswa kelas VIII SMP 23 Purworejo tahun pelajaran 2013/2014. Dibuktikan dengan nilai  lebih besar daripada nilai , yaitu 7,199 > 3,07.   Kata Kunci: kebiasaan membaca, peran orang tua, membaca pemahaman

Page 1 of 2 | Total Record : 15