Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pengembangan Model Pembelajaran Dakonan Jodoh (DAJO) pada Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar Pratiwi, Nita; Cahyadi, Fajar; Wardana, M. Yusuf Setia
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 3, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : LPPM Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppp.v3i2.17379

Abstract

Pembelajaran tematik pada dasarnya membutuhkan optimalisasi penggunaan model dan media pembelajaran yang bervariasi sehingga akan membantu siswa dalam memahami konsep – konsep materi yang bersifat abstrak. Maka dari itu penggunaan model pembelajaran berbantuan media pembelajaran merupakan hal yang penting dalam sebuah pembelajaran. Guru dituntut untuk kreatif dan produktif dalam membuat dan menggunakan media pembelajaran. Indonesia merupakan salah satu negara dengan berbagai macam kebudayaan tradisional. Salah satu bentuk kebudayaan tersebut adalah pemainan tradisional dan setiap daerah provinsi di Indonesia memiliki permainan tradisional. Untuk menyediakan variasi model pembelajaran dan melestarikan kebudayaan daerah diperlukan sebuah model pembelajaran yang dikombinasikan dengan media pembelajaran permainan tradisional yaitu permainan dakon.
Hots-Based Learning in 2013 Curriculum: Is it Suitable? Pratiwi, Nita; Mustadi, Ali
JPI (Jurnal Pendidikan Indonesia) Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.892 KB) | DOI: 10.23887/jpi-undiksha.v10i1.22781

Abstract

This study aims to evaluate the suitability of the HOTS-based learning process with the Minister of Education and Culture Regulation Number 22 of 2016. This study is an evaluation study with Stake Countenance Models. Evaluation is carried out through evaluation stages, namely: Antecedent stage; Process Stage (transaction); and Outcomes stage. Respondents in this study were 98 people who were selected using the Stratified Random Sampling technique. The results showed that HOTS-based learning has not been fully achieved, namely for the implementation of HOTS in the 2013 curriculum in the incomplete category at 3%; a quite complete category at 9.44%; a complete category at 62.44%; and a very complete category at 25.11%. So, can be concluded that not all HOTS-based learning processes have been implemented suitable with the Minister of Education and Culture Regulation Number 22 of 2016.
Gaya Bahasa dan Nilai Pendidikan dalam Antologi Geguritan Ombak Wengi Karya Yusuf Susilo Hartono Nita Pratiwi
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 5, No 3 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.633 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan: (1) gaya bahasa meliputi: persamaan atau simile, metafora, pesonifikasi, antonomasia, metonimia, alusi, sinekdoke, ironi, dan sarkasme; (2) nilai pendidikan. Subjek penelitian adalah Antologi Geguritan Ombak Wengi karya Yusuf Susilo Hartono. Dalam pengumpulan data digunakan teknik pustaka dan teknik catat. Instrumen penelitian ini adalah buku-buku acuan tentang teori sastra, gaya bahasa, nilai pendidikan, dan pencatat data. Dalam analisis data digunakan analisis konten. Penyajian hasil analisis data digunakan teknik informal. Dari hasil penelitian disimpulkan (1) terdapat gaya bahasa: persamaan atau simile, metafora, pesonifikasi, antonomasia, metonimia, alusi, sinekdoke, ironi, dan sarkasme; (2) nilai pendidikan agama terdiri dari: sholat, berdoa, bersujud kepada Allah Swt, dan dzikir; nilai pendidikan moral terdiri dari: pengabaian agama, bijaksana, kejujuran, budi pekerti, keserakahan, pengkhianatan dan perzinaan; nilai pendidikan adat atau budaya terdiri dari: sedekah bumi, perayaan imlek, dan kebiasaan leluhur terhadap benda mistis; nilai pendidikan sosial terdiri dari: tolong menolong, tahta, dan rakyat.   Kata Kunci : gaya bahasa, nilai pendidikan, geguritan Ombak Wengi.
Utilization of Online Learning Platforms to Improve Elementary School Teachers’ICT Competence: Pemanfaatan Platform Pembelajaran Daring Untuk Meningkatkan Kompetensi TIK Guru SD Dodiet Enggar Wibowo; Anwar Senen; Ali Mustadi; Muhammad Nur Wangid; Nita Pratiwi; Miftakhuddin
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.875 KB) | DOI: 10.35877/454RI.mattawang1018

Abstract

To support Learning From Home (BDR), elementary school teachers in Kapanewon Kokap, Yogyakarta, have low ICT skills. This service seeks to improve the ICT competence of elementary school teachers in Kapanewon Kokap. This service activity is carried out in an action research design that adopts a workshop procedure. This activity is divided into three stages. In the first and second stages, classical discussions (supervision) were carried out which were guided by professionals. The topics of discussion are various online learning platforms that can be used by participants. In the third stage, participants practice developing and utilizing online learning platforms, then presenting them to supervisors and other participants. The results of this service activity indicate a significant increase in ICT competence, both at the level of knowledge acquisition, knowledge deepening, and knowledge creation. This can be seen from the increase in the score of the post-test results. This increase can facilitate the implementation of their obligations to provide appropriate education and teaching according to the characteristics of today's children. Abstrak Untuk mendukung Belajar Dari Rumah (BDR), guru SD di Kapanewon Kokap, Yogyakarta, memiliki keterampilan TIK yang rendah. Pengabdian ini berusaha meningkatkan kompetensi TIK guru SD di Kapanewon Kokap. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam desain penelitian tindakan yang mengadopsi prosedur workshop. Kegiatan ini terbagi ke dalam tiga tahap. Pada tahap pertama dan kedua, dilakukan diskusi klasikal (supervisi) yang dibimbing oleh profesional. Topik diskusi adalah berbagai platform pembelajaran online yang dapat digunakan oleh peserta. Pada tahap ketiga, peserta berlatih mengembangkan dan memanfaatkan platform pembelajaran online, kemudian mempresentasikannya kepada supervisi dan peserta lainnya. Hasil kegiatan pengabdian ini mengindikasikan adanya peningkatan kompetensi TIK yang signifikan, baik pada tingkat perolehan pengetahuan, pendalaman pengetahuan, maupun penciptaan pengetahuan. Hal ini terlihat dari peningkatan skor hasil post-test. Peningkatan tersebut dapat mempermudah pelaksanaan kewajiban mereka untuk memberikan pendidikan dan pengajaran yang tepat sesuai dengan karakteristik anak-anak saat ini.
Peran Literasi Digital Pada Siswa Sekolah Dasar Untuk Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 Devi Widiyantti; Dinda Fadila; Nita Pratiwi; Ichsan Fauzi Rachman
Morfologi : Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya Vol. 2 No. 3 (2024): June : Morfologi : Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/morfologi.v2i3.626

Abstract

This study analyzes the importance of digital literacy education in elementary school students in the context of achieving the 2030 Sustainable Development Goals (SDGs). The research method used is a literature review study. The results show that digital literacy education in elementary school students has an important role in preparing them to face challenges and opportunities in the digital era, and contributes significantly to the achievement of SDGs 2030. This research also identifies strategies that can be applied in digital literacy education for elementary school students to support the achievement of SDGS 2030.
Hots-Based Learning in 2013 Curriculum: Is it Suitable? Pratiwi, Nita; Mustadi, Ali
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.892 KB) | DOI: 10.23887/jpi-undiksha.v10i1.22781

Abstract

This study aims to evaluate the suitability of the HOTS-based learning process with the Minister of Education and Culture Regulation Number 22 of 2016. This study is an evaluation study with Stake Countenance Models. Evaluation is carried out through evaluation stages, namely: Antecedent stage; Process Stage (transaction); and Outcomes stage. Respondents in this study were 98 people who were selected using the Stratified Random Sampling technique. The results showed that HOTS-based learning has not been fully achieved, namely for the implementation of HOTS in the 2013 curriculum in the incomplete category at 3%; a quite complete category at 9.44%; a complete category at 62.44%; and a very complete category at 25.11%. So, can be concluded that not all HOTS-based learning processes have been implemented suitable with the Minister of Education and Culture Regulation Number 22 of 2016.
Pengembangan Model Pembelajaran Dakonan Jodoh (DAJO) pada Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar Pratiwi, Nita; Cahyadi, Fajar; Wardana, M. Yusuf Setia
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2019): Juli
Publisher : LPPM Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppp.v3i2.17379

Abstract

Pembelajaran tematik pada dasarnya membutuhkan optimalisasi penggunaan model dan media pembelajaran yang bervariasi sehingga akan membantu siswa dalam memahami konsep – konsep materi yang bersifat abstrak. Maka dari itu penggunaan model pembelajaran berbantuan media pembelajaran merupakan hal yang penting dalam sebuah pembelajaran. Guru dituntut untuk kreatif dan produktif dalam membuat dan menggunakan media pembelajaran. Indonesia merupakan salah satu negara dengan berbagai macam kebudayaan tradisional. Salah satu bentuk kebudayaan tersebut adalah pemainan tradisional dan setiap daerah provinsi di Indonesia memiliki permainan tradisional. Untuk menyediakan variasi model pembelajaran dan melestarikan kebudayaan daerah diperlukan sebuah model pembelajaran yang dikombinasikan dengan media pembelajaran permainan tradisional yaitu permainan dakon.
Pelatihan Bertanya dan Berpendapat dalam Bahasa Inggris bagi Siswa SMK -, Al Khansa Nova Misbahillah; Aisyah Al Baroroh; Nita Pratiwi; Gita Syakira; Rina
ACITYA BHAKTI Vol. 5 No. 1 (2025): ACITYA BHAKTI
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/acb.v5i1.47899

Abstract

Kemampuan untuk mengkomunikasikan pendapat dalam bahasa Inggris menjadi kebutuhan penting dalam berkomunikasi dengan orang lain secara global. Sayangnya, banyak siswa di Pamulang, Tangerang Selatan, terutama yang berasal dari masyarakat dengan ekonomi rendah, mengalami kesulitan dalam mengungkapkan pendapat mereka karena keterbatasan kemampuan dalam berkomunikasi, khususnya dalam menggunakan bahasa Inggris. Oleh karena itu, beberapa langkah perlu diambil untuk mengurangi kompleksitas masalah ini. Berdasarkan pertimbangan tersebut, penulis memutuskan untuk melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang berlangsung pada 28 hingga 30 November 2024 di SMK Sasmita Jaya 2 dengan tujuan meningkatkan keterampilan komunikasi siswa dalam bahasa Inggris, khususnya dalam bertanya dan memberikan pendapat. Dengan judul "Pelatihan Keterampilan Bertanya dan Memberikan Pendapat dalam Bahasa Inggris Berdasarkan Situasi untuk Siswa SMK," program ini melibatkan 5 mahasiswa dan 2 dosen dari Program Studi Sastra Inggris, Universitas Pamulang. Pelatihan ini menggunakan metode Think-Pair-Share (TPS) untuk melatih siswa dalam bertanya dan memberikan pendapat mengenai hal-hal sederhana di lingkungan mereka. Hasil dari kegiatan PkM menunjukkan bahwa penerapan metode TPS, yang mengangkat konteks percakapan sehari-hari, berhasil meningkatkan keterampilan komunikasi dua arah siswa secara aktif dan kritis, memungkinkan mereka untuk lebih efektif dalam mengungkapkan pendapat dan mengeksplorasi informasi dari sudut pandang orang lain.
PERAN PROMOSI KESEHATAN SEBAGAI STRATEGI EDUKASI PENCEGAHAN STUNTING DI KOMUNITAS SEKOLAH DAN POSYANDU WILAYAH KERJA PUSKESMAS LOWU-LOWU Pratiwi, Nita; Arsa
Cakrabuana : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2025): Edisi September 2025
Publisher : Yayasan Ishlahul Muslimin Konawe Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak dan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan secara berkelanjutan adalah promosi kesehatan berbasis komunitas, khususnya melalui sekolah dan posyandu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas promosi kesehatan sebagai strategi edukatif dalam upaya pencegahan stunting di lingkungan sekolah dan posyandu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling dan jumlah responden sebanyak 15 orang yang terdiri dari guru, kader posyandu, dan orang tua siswa. Instrumen penelitian berupa kuesioner tertutup yang mencakup variabel pengetahuan dan sikap, dianalisis secara deskriptif menggunakan SPSS. Hasil menunjukkan bahwa 46,7% responden memiliki pengetahuan tinggi dan 53,3% memiliki sikap positif terhadap promosi kesehatan. Guru menunjukkan tingkat pengetahuan lebih tinggi, sementara kader posyandu memiliki sikap yang paling positif. Temuan ini menunjukkan bahwa promosi kesehatan mampu meningkatkan literasi gizi dan memperkuat komitmen masyarakat terhadap pencegahan stunting. Kesimpulannya, promosi kesehatan terbukti berperan sebagai strategi edukatif yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap positif masyarakat, serta pentingnya sinergi lintas sektor antara sekolah, posyandu, dan lembaga kesehatan untuk menciptakan intervensi yang berkelanjutan.