cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa
ISSN : 23030631     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ADITYA adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo sebagai media publikasi hasil karya ilmiah. Terbit dua kali setahun tiap bulan November dan Mei. Redaksi menerima artikel dari kalangan mahasiswa, budayawan, ahli sastra maupun praktisi pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2015): ADITYA" : 15 Documents clear
Kalimat Imperatif pada Cerita Sambung Nggayuh Lintang Karya Tiyasti dalam Majalah Djaka Lodang Edisi November 2013 – Februari 2014 ( Kajian Pragmatik ) Siti Ikoriah
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 7, No 2 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (751.752 KB)

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) jenis kalimat imperatif  pada cerita sambung Nggayuh Lintang karya Tiyasti; (2) wujud pragmatik imperatif pada cerita sambung Nggayuh Lintang karya Tiyasti. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data berupa cerita sambung Nggayuh Lintang karya Tiyasti. Data dalam penelitian ini meliputi kutipan-kutipan langsung dan tidak langsung cerita sambung Nggayuh Lintang karya Tiyasti. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik obsevasi, teknik pustaka, teknik simak, dan teknik catat. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri yang dibantu dengan kartu data. Teknik keabsahan data menggunakan validitas semantis dan teknik peningkatan ketekunan. Analisis data dilakukan dengan metode analisis isi (content analysis). Teknik penyajian hasil analisis ini dilakukan dengan menggunakan teknik informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat jenis kalimat imperatif dan wujud pragmatik imperatif pada cerita sambung Nggayuh Lintang karya Tiyasti. Jenis kalimat imperatif pada cerita sambung Nggayuh Lintang karya Tiyasti terdiri atas; (1) kalimat imperatif biasa; (2) kalimat imperatif permintaan; (3) kalimat imperatif pemberian izin; (4) kalimat imperatif ajakan; (5) kalimat imperatif suruhan. Wujud pragmatik imperatif pada cerita sambung Nggayuh Lintang karya Tiyasti ada tujuh belas, yaitu (1) wujud pragmatik imperatif perintah; (2) wujud pragmatik imperatif suruhan; (3) wujud pragmatik imperatif permintaan; (4) wujud pragmatik imperatif permohonan; (5) wujud pragmatik imperatif desakan; (6) wujud pragmatik imperatif bujukan; (7) wujud pragmatik imperatif himbauan; (8) wujud pragmatik imperatif persilaan; (9) wujud pragmatik imperatif ajakan; (10) wujud pragmatik imperatif permintaan izin; (11) wujud pragmatik imperatif mengizinkan; (12) wujud pragmatik imperatif larangan; (13) wujud pragmatik imperatif harapan; (14) wujud pragmatik imperatif umpatan; (15) wujud pragmatik imperatif pemberian ucapan selamat; (16) wujud pragmatik imperatif anjuran; (17) wujud pragmatik imperatif “ngelulu”.   Kata kunci: kalimat imperatif, Nggayuh Lintang
Campur Kode Bahasa Indonesia dalam Percakapan Berbahasa Jawa pada Grup Kawruh Jawa di Facebook Sundari Andayani
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 7, No 2 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.557 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) mendeskripsikan wujud campur kode bahasa Indonesia berupa kata, frasa, klausa, idiom, pengulangan kata, baster pada percakapan berbahasa Jawa pada grup Kawruh Jawa di Facebook edisi bulan Februari 2015 ; (2) faktor yang mempengaruhi peristiwa campur kode tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu seluruh penutur grup Kawruh Jawa dan objek penelitian yaitu percakapan bahasa Jawa pada grup Kawruh Jawa di Facebook yang mengandung campur kode bahasa Indonesia berupa kata, frasa, klausa, idiom, pengulangan kata, baster. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi dibantu dengan Print Screen SysRq. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dibantu dengan laptop. Teknik keabsahan data menggunakan validitas semantis dan uji kredibilitas dengan meningkatkan ketekunan. Analisis data dilakukan dengan metode agih dengan teknik ganti. Teknik penyajian hasil analisis ini dilakukan dengan menggunakan teknik informal. Hasil penelitian yang ditemukan yaitu berupa (1) campur kode berupa kata berjumlah 60, (2) campur kode frasa berjumlah 26, (3) campur kode baster berjumlah 30, (4) campur kode pengulangan kata berjumlah 9, (5) campur kode idiom berjumlah 2, (6) campur kode klausa berjumlah 3. Kedua yaitu faktor yang melatar belakangi campur kode yang terdapat dalam grup Kawruh Jawa di Facebook antara lain adanya (1) keinginan penutur untuk memperoleh ungkapan yang pas, (2) kesantaian penutur dalam berkomunikasi, (3) identifikasi peran, (4) identifikasi ragam, (5) keinginan untuk menjelaskan dan menafsirkan.   Kata kunci: campur kode, bahasa Indonesia, facebook
Kajian Humor pada Rubrik Wacan Guyon dalam Djaka Lodang Edisi Bulan Januari - Bulan Juni Tahun 2014 Nur Latifah
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 7, No 2 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.739 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) jenis humor pada wacana Guyon dalam majalah Djaka Lodang edisi Bulan Januari-Bulan Juni tahun 2014, dan (2) teknik penciptaan humor pada wacana Guyon dalam majalah Djaka Lodang edisi Bulan Januari-Bulan Juni tahun 2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah wacana Guyon dalam majalah Djaka Lodang edisi edisi Bulan Januari-Bulan Juni tahun 2014. Selanjutnya, data penelitian ini adalah kutipan dialog yang mengandung humor pada wacana Guyon dalam majalah Djaka Lodang edisi Bulan Januari-Bulan Juni tahun 2014. Data dikumpulkan menggunakan teknik dasar dengan teknik pustaka dan metode simak dan teknik lanjutan berupa teknik catat. Kemudian, data dianalisis menggunakan teknik content analysis atau analisis isi. Adapun pemaparan hasil analisis menggunakan teknik penyajian informal. Hasil penelitian ini adalah ditemukannya (1) sembilan jenis humor pada wacana Guyon dalam majalah Djaka Lodang edisi Bulan Januari-Bulan Juni tahun 2014, dan (2) empat teknik penciptaan humor humor pada wacana Guyon dalam majalah Djaka Lodang edisi Bulan Januari-Bulan Juni tahun 2014, yaitu a) teknik penciptaan humor ketaksaan terdapat delapan belas indikator; b) teknik penciptaan humor antonimi terdapat empat indikator; c) teknik penciptaan humor nama terdapat satu indikator; dan d) teknik penciptaan humor pertalian antarklausa terdapat satu indikator. Sembilan jenis humor pada wacana Guyon dalam majalah Djaka Lodang edisi Bulan Januari-Bulan Juni tahun 2014 tersebut meliputi (a) humor pendidikan terdapat lima indikator, (b) humor mahasiswa terdapat satu indikator, (c) humor rumah tangga terdapat tiga indikator, (d) humor percintaan terdapat empat indikator, (e) humor keluarga terdapat enam indikator, (f) humor profesi terdapat tiga indikator (g) humor pencuri terdapat satu indikator, (h) humor tukang becak terdapat satu indikator, dan (i) humor dagang terdapat satu indikator.   Kata kunci: humor, wacana guyon
Tradisi Rajab Sumur di Desa Tegalrejo Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo Neni Triana
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 7, No 2 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.397 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) bentuk prosesi tradisi Rajab Sumur, (2) makna simbolis ubarampe dalam tradisi Rajab Sumur, (3) fungsi tradisi Rajab Sumur bagi masyarakat desa Tegalrejo Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, dengan metode  etnografi. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Maret hingga Agustus 2015. Subjek penelitian ini adalah warga desa Tegalrejo Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah peneliti sendiri sebagai instrumen utama, dibantu perekam, kamera, dan alat tulis untuk mencatat hal-hal yang penting.Hasil penelitian dapat diketahui bahwa: (1) asal-usul tradisi Rajab Sumur yaitu dari Nyai Rantam Sari, untuk memperingati Isra; Mi’raj Nabi Muhammad Saw. Rangkaian pelaksanaan meliputi: (a) sebelum dimulainya tradisi Rajab Sumur: musyawarah, mempersiapkan ubarampe dan membersihkan lokasi, (b) inti prosesi Rajab Sumur: juru kunci membakar kemenyan, penyembelihan kambing, pembongkaran tenong, pembagian di takir, dan kenduri, (c) setelah pelaksanaan tradisi Rajab Sumur: makan bersama setelah kenduri, (2) makna simbolis ubarampe dalam tradisi Rajab Sumur merupakan simbol untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Allah Swt, atas hasil bumi yang diperoleh, (3) fungsi tradisi Rajab Sumur bagi masyarakat desa Tegalrejo: (a) fungsi pelestarian tradisi, (b) fungsi perantara atau ritual, (c) fungsi sosial, (d) fungsi kepercayaan, (e) persepsi masyarakat terhadap adanya tradisi Rajab Sumur.   Kata kunci: tradisi, Rajab Sumur
Tindak Tutur Direktif dalam Novel Sala Lelimengan Karya Suparto Brata Abdul Kholiq
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 7, No 2 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.035 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis tindak tutur direktif dan fungsi tindak tutur direktif yang terdapat dalam novel Sala Lelimengan karya Suparta Brata. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah novel Sala Lelimengan karya Suparta Brata. Data penelitian ini berupa kutipan-kutipan novel Sala Lelimengan karya Suparta Brata. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan teknik pustaka, teknik simak, dan teknik catat. Instrumen yang digunakan adalah penulis sendiri dibantu dengan menggunakan kartu pencatat data, alat tulis, buku-buku dan media lain yang mendukung sebagai acuan. Teknik keabsahan data menggunakan validitas semantis dan ketekunan pengamatan. Kemudian analisis data, peneliti menggunakan teknik analisis konten (content analysis). Penyajian hasil analisis menggunakan metode informal. Hasil analisis itu meliputi 11 tindak tutur direktif diantaranya tindak tutur direktif memaksa terdapat 6 data, tindak tutur direktif mengajak terdapat 3 data, tindak tutur direktif meminta terdapat 4 data, tindak tutur direktif menyuruh terdapat 7 data, tindak tutur direktif menagih terdapat 4 data, tindak tutur direktif mendesak terdapat 2 data, tindak tutur direktif memohon terdapat 5 data, tindak tutur direktif menyarankan terdapat 7 data, tindak tutur direktif memerintah terdapat 5 data, tindak tutur direktif memberikan aba-aba terdapat 3 data, dan tindak tutur direktif menantang terdapat 3 data. Dari sebelas jenis tindak tutur direktif yang terdapat dalam novel Sala Lelimengan karya Suparta Brata masing-masing mempunyai fungsi sendiri-sendiri, yaitu agar mitra tutur melakukan tindakan yang disebutkan dalam tuturan yang ada di dalamnya dan berkaitan dengan kehidupan pada waktu itu.   Kata kunci: tindak tutur direktif, Novel Sala Lelimengan

Page 2 of 2 | Total Record : 15