cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa
ISSN : 23030631     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ADITYA adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo sebagai media publikasi hasil karya ilmiah. Terbit dua kali setahun tiap bulan November dan Mei. Redaksi menerima artikel dari kalangan mahasiswa, budayawan, ahli sastra maupun praktisi pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2016): ADITYA" : 17 Documents clear
Peningkatan Kemampuan Menulis Wacana Narasi Ekspositoris Berbahasa Jawa Dengan Metode Cooperative Integrated Reading and Composition pada Siswa Kelas VIII/2 SMP Negeri 1 Klirong Kabupaten Kebumen Tahun Pelajaran 2015/2016 Sugie Winarni
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 1 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.926 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) pembelajaran menulis wacana narasi ekspositoris berbahasa Jawa dengan metode CIRC (Cooperative Integrated Reading And Composition); 2) mendeskripsikan peningkatan kemampuan menulis wacana narasi ekspositoris berbahasa Jawa dengan metode CIRC (Cooperative Integrated Reading And Composition) pada siswa kelas VIII/2 SMP Negeri 1 Klirong Kabupaten Kebumen. Objek penelitian adalah kemampuan  siswa dalam menulis wacana narasi berbahasa Jawa dengan metode CIRC. Penelitian ini terdiri dari tiga kali kegiatan, yaitu kegiatan prasiklus, siklus I, dan siklus II.Setiap siklus mengacu pada prosedur penelitian yaitu rencana, tindakan, pengamatan dan refleksi.Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes dan nontes.Teknik tes yang digunakan yaitu soal untuk membuat wacana narasi ekspositoris berbahasa Jawa, nontes terdiri dariobservasi, angket, wawancara dan dokumentasi foto.Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penerapan pembelajaran menulis wacana narasi berbahasa Jawa dengan metode CIRC   meliputi: prasiklus, yaitu hasil menulis wacana narasi ekspositoris berbahasa Jawa siswa untuk mengetahui kemampuan awal siswa;siklus I, berisi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi; siklus II merupakan kelanjutan dan perbaikan dari siklus I.Dari hasil tes prasiklus terlihat persentase ketuntasan sebesar 34% meningkat menjadi 72% pada siklus I dengan peningkatan sebesar 38%. Setelah dilakukan dengan siklus II persentase ketuntasan mencapai 94% dengan peningkatan sebesar 22% dari siklus I.Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode CIRC mampu meningkatkan kemampuan menuliswacana narasi ekspositoris berbahasa Jawa pada kelas VIII/2 SMP Negeri 1 Klirong kabupaten Kebumen.   Kata kunci: menulis, wacana narasi ekspositoris, metodeCIRC
Implikatur Percakapan dalam Wacana Rubrik Gojeg pada Majalah Djaka Lodang Edisi Tahun 2013 Nur Komariyah
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 1 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (803.514 KB)

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) pelanggaran prinsip kerja sama dalam wacana rubrik Gojeg pada majalah Djaka Lodang; (2) wujud implikatur percakapan yang muncul akibat terjadinya pelanggaran prinsip kerja sama dalam wacana rubrik Gojeg pada majalah Djaka Lodang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data berupa wacana rubrik Gojeg dalam majalah Djaka Lodang. Data dalam penelitian ini meliputi kutipan yang mengandung implikatur percakapan dan pelanggaran prinsip kerja sama dalam wacana rubrik Gojeg pada majalah Djaka Lodang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka, teknik simak, dan teknik catat. Instrumen dalam penelitian ini adalah penelitian sendiri yang dibantu dengan kartu data. Uji keabsahan data menggunakan uji kredibilitas dan menggunakan bahan referensi. Analisis data dilakukan dengan metode analisis data content analysis. Teknik penyajian  analisis ini dilakukan dengan menggunakan teknik informal. Hasil penelitian diketahui bahwa: (1) pelanggaran prinsip kerja sama dalam wacana rubrik Gojeg pada majalah Djaka Lodang edisi tahun 2013 mencakup empat maksim yaitu (a) pelanggaran maksim kuantitas sebanyak 4 tuturan, (b) pelanggaran maksim kualitas sebanyak 10 tuturan, (c) pelanggaran maksim relevansi sebanyak 8 tuturan, dan (d) pelanggaran maksim cara sebanyak 17 tuturan. (2) Wujud implikatur percakapan yang muncul akibat terjadinya pelanggaran prinsip kerja sama dalam wacana rubrik Gojeg pada majalah Djaka Lodang edisi tahun 2013 yang terdiri dari implikatur yang bersifat bantahan, peringatan, ancaman, pernyataan, ucapan maaf, kebanggaan, rayuan, kekesalan, tanggung jawab, meyakinkan, menguji, sindiran, keraguan, harapan, menghibur, kesalahpahaman, memberi pemahaman, meminta pengertian, kecemburuan, menyarankan, ajakan dan perintah. Hal ini membuktikan bahwa percakapan yang tidak menjalankan prinsip kerja sama akan menghasilkan implikatur dalam sebuah percakapan.   Kata kunci: implikatur percakapan, pelanggaran prinsip kerja sama, wacana, rubrik Gojeg
Analisis Tindak Tutur dalam Novel Jegingger Berkisar Merah Edisi Banyumasan Karya Ahmad Tohari Sutri Astanti
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 1 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.392 KB)

Abstract

Abstrak: Analisis Tindak Tutur Dalam Novel Jegingger Berkisar Merah Edisi Banyumasan Karya Ahmad Tohari. Skripsi. Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa. Universitas Muhammadiyah Purworejo. 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) bagaimana jenis tindak tutur Bahasa Jawa yang terdapat dalam novel Jegingger Berkisar Merah Edisi Banyumasan Karya Ahmad Tohari, (2) bagaimana prinsip kerjasama yang terdapat dalam novel Jegingger Berkisar Merah Edisi Banyumasan Karya Ahmad Tohari, (3) bagaimana prinsip kesopanan yang terdapat dalam novel Jegingger Berkisar Merah Edisi Banyumasan Karya Ahmad Tohari. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah novel Jegingger Berkisar Merah Edisi Banyumasan Karya Ahmad Tohari. Data penelitian ini berupa kutipan-kutipan tuturan tokoh dalam novel Jegingger Berkisar Merah Edisi Banyumasan Karya Ahmad Tohari. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan teknik pustaka, teknik simak, dan teknik catat. Instrumen yang digunakan adalah penulis sendiri dibantu dengan menggunakan kartu pencatat data, alat tulis, buku-buku dan media lain yang mendukung sebagai acuan. Teknik keabsahan data menggunakan memperpanjang pengamatan dan ketekunan pengamatan. Kemudian analisis data, peneliti menggunakan teknik analisis konten (content analysis). Penyajian hasil analisis menggunakan metode informal. Hasil analisis penelitian ini menunjukkan bahwa pada novel Jegingger Berkisar Merah Edisi Banyumasan ditemukan bentuk pragmatik yaitu sebagai berikut: 11 tindak lokusi, 8 tindak ilokusi, 7 tindak perlokusi. Berdasarkan prinsip kerjasama terdapat 4 aturan atau maksim, yaitu: 9 bentuk maksim kuantitas, 5 bentuk maksim kualitas, 7 bentuk maksim hubungan, 6 bentuk maksim cara. Berdasarkan prinsip kesopanan terdapat 6 maksim atau bentuk aturan, yaitu: 7 bentuk maksim kebijaksanaan, 4 bentuk maksim penghargaan, 7 bentuk maksim kesederhanaan, 9 bentuk maksim kesepakatan, 5 bentuk maksim simpati, 4 bentuk maksim kedermawanan.   Kata kunci: tindak tutur, Jegingger Berkisar Merah Edisi Banyumasan
Frase Nominal dan Frase Verbal pada Novel Pinatri Ing Teleng Ati Karya Tiwiek SA Alip Rahman Sulistio
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 1 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.237 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) mendeskripsikan wujud frase nominal dan frase verbal bahasa Jawa pada novel Pinatri Ing Teleng Ati karya Tiwiek SA, dan (2) mendeskripsikan hubungan makna antar unsur-unsur pembentuk frase nominal dan frase verbal pada novel Pinatri Ing Teleng Ati karya Tiwiek SA. Sumber data dan data penelitian ini adalah seluruh kata yang mengandung frase nominal dan frase verbal bahasa Jawa pada novel Pinatri Ing Teleng Ati karya Tiwiek SA. Data dikumpulkan menggunakan teknik sadap dan teknik catat. Kemudian, data dianalisis menggunakan uji kredibilitas atau kepercayaan terhadap hasil data penelitian dengan triangulasi sumber. Teknik analisis data menggunakan metode agih. Adapun pemaparan hasil analisis menggunakan teknik penyajian informal. Hasil penelitian ini adalah ditemukannya (1) frase nominal koordinatif berjumlah 46 indikator, (2) frase nominal atributif berjumlah 221 indikator, (3) frase nominal apositif berjumlah 9 indikator, (4) frase verbal koordinatif berjumlah 27 indikator, (5) frase verbal atributif berjumlah 102 indikator. Kedua yaitu hubungan makna antar unsur-unsur pembentuk frase nominal dan frase verbal bahasa Jawa (1) hubungan ‘penjumlahan’ berjumlah 63 indikator, (2) hubungan makna ‘pemilihan’ berjumlah 10 indikator, (3) hubungan makna ‘kesamaan’ berjumlah 9 indikator, (4) hubungan makna ‘penerang’ berjumlah 61 indikator, (5) hubungan makna ‘pembatas’ berjumlah 28 indikator, (6) hubungan makna ‘penentu/penunjuk’ berjumlah 47 indikator, (7) hubungan makna ‘jumlah’ berjumlah 19 indikator, (8) hubungan makna ‘sebutan’ berjumlah 64, (9) hubungan makna ‘ragam’ berjumlah 28 indikator, (10) hubungan makna ‘negatif’ berjumlah 11 indikator, (11) hubungan makna ‘aspek’ berjumlah 63 indikator, (12) hubungan makna ‘tingkat’ berjumlah 2 indikator.   Kata kunci: frase nominal, frase verbal, novel
Analisis Gaya Bahasa dan Nilai Pendidikan Moral Pada Kumpulan Geguritan Majalah Djaka Lodang Yuni Kurnia Putri
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 1 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.64 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan : (1) mengetahui gaya bahasa pada kumpulan geguritan majalah Djaka Lodang edisi 26-37 November 2013-Februari 2014; (2) mengetahui nilai pendidikan moral pada kumpulan geguritan geguritan majalah Djaka Lodang edisi 26-37 November 2013-Februari 2014. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah gaya bahasa dan nilai pendidikan moral pada kumpulan geguritan majalah Djaka Lodang edisi 26-37 November 2013-Februari 2014. Sumber data penelitian ini adalah kumpulan geguritan majalah Djaka Lodang edisi 26-37 November 2013-Februari 2014. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik analisis dokumen dan teknik catat. Instrumen dalam penelitian ini adalah penulis sendiri dibantu dengan pedoman analisis dokumen dan kartu pencatat. Teknik analisis data menggunakan analisis isi atau content analysis. Teknik penyajian hasil analisis data menggunakan teknik informal. Dari pembahasan data dan hasil penelitian menunjukan bahwa dalam kumpulan geguritan majalah Djaka Lodang edisi 26-37 November 2013-Februari 2014 ditemukan gaya bahasa dan nilai pendidikan moral. Gaya bahasa yang ditemukan pada kumpulan geguritan majalah Djaka Lodang edisi 26-37 November 2013-Februari 2014 antara lain metafora, personifikasi, simile, hiperbola, ironi, sinekdoce pars prototo dan sinekdoce totem pro parte. Nilai pendidikan moral yang ditemukan pada kumpulan geguritan majalah Djaka Lodang edisi 26-37 November 2013-Februari 2014  adalah 1) nilai pendidikan moral manusia dengan diri sendiri meliputi; kepasrahaan dan bersyukur; 2) nilai pendidikan moral manusia dengan manusia lain meliputi; sabar&ikhlas, dan kesetiaan, pengharapan; 3) nilai pendidikan moral manusia dengan Tuhannya meliputi; senantiasa mengingat Tuhan, ibadah, dan perzinaan.   Kata kunci: gaya bahasa, pendidikan moral, geguritan Djaka Lodang
Analisis Kata Keterangan Bahasa Jawa Pada Cerita Bersambung Garising Pepesthen Karya Suroso Bc. Hk Tahun 2012 Novit Charlina
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 1 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.683 KB)

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) jenis kata keterangan pada cerita bersambung Garising Pepesthen karya Suroso Bc. Hk, (2) makna yang terkandung di dalam kata keterangan pada cerita bersambung Garising Pepesthen karya Suroso Bc. Hk. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini meliputi kutipan-kutipan langsung cerita bersambung Garising Pepesthen karya Suroso Bc. Hk. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka, teknik simak, dan teknik catat. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri yang dilengkapi dengan kartu data. Analisis data yang dilakukan dengan metode analisis isi (content analysis). Teknik penyajian hasil analisis ini dilakukan dengan menggunakan teknik informal. Hasil penelitian yang ditemukan jenis-jenis kata keterangan (adverbia) pada cerita bersambung Garising Pepesthen karya Suroso Bc. Hk adalah (1) adverbia verba terdapat 7 indikator, (2) adverbia adjektival terdapat 7 indikator, (3) adverbia nominal terdapat 6 indikator, (4) adverbia klausal terdapat 6 indikator, (5) adverbia numeralia terdapat 6 indikator, (6) adverbia monomorfemis terdapat 13 indikator, (7) adverbia polimorfemis terdapat 13 indikator, (8) adverbia letak kanan terdapat 2 indikator, (9) adverbia letak kiri terdapat 10 indikator, (10) adverbia letak bebas terdapat 8 indikator. Makna yang terkandung di dalam kata keterangan pada cerita bersambung Garising Pepesthen karya Suroso Bc. Hk adalah (1) makna keakanan, (2) makna kebermulaan, (3) makna keberlangsungan, (4) makna keusaian, (5) makna keberulangan, (6) makna keniscayaan, (7) makna kemungkinan, (8) makna keharusan, (9) makna keizinan, (10) makna kecaraan, (11) makna kualitatif, (12) makna kuantitatif, (13) makna limitatif.   Kata Kunci : kata keterangan, cerita bersambung Garising Pepesthen.  
Tindak Tutur Direktif dalam Novel Geger Wong Ndekep Macan Karya Hari W Soemoyo Restu Alma Arif
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 1 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.594 KB)

Abstract

  Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: (1)mendeskripsikan jenis tindak tutur direktif dalam novel Geger Wong Ndekep Macan Karya Hari W Soemoyo (2) fungsi tindak tutur direktif yang terdapat dalam novel Geger Wong Ndekep Macan Karya Hari W Soemoyo. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah novel Geger Wong Ndekep Macan Karya Hari W Soemoyo. Data penelitian ini berupa kutipan-kutipan novel Geger Wong Ndekep Macan Karya Hari W Soemoyo. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan teknik pustaka, teknik simak, dan teknik catat. Instrumen yang digunakan adalah penulis sendiri dibantu dengan menggunakan kartu pencatat data, alat tulis, buku-buku dan media lain yang mendukung sebagai acuan. Teknik keabsahan data menggunakan validitas semantis dan ketekunan pengamatan. Kemudian analisis data, peneliti menggunakan teknik analisis konten (content analysis). Penyajian hasil analisis menggunakan metode informal. Hasil analisis Tindak Tutur Direktif dalam Novel  Geger Wong Ndekep Macan Karya Hari W Soemoyo yaitu jenis tindak tutur direktif dan fungsi tindak tutur direktif. Hasil analisis itu meliputi 11 tindak tutur direktif di antaranya tindak tutur direktif memaksa, mengajak, meminta, menyuruh, menagih, mendesak, memohon, menyarankan, memerintah, memberikan aba-aba, dan menantang. Dari 11 jenis tindak tutur direktif yang terdapat dalam novel Geger Wong Ndekep Macan Karya Hari W Soemoyo, masing-masing memiliki fungsi dari tindak tutur direktif memaksa, mengajak, meminta, menyuruh, menagih, mendesak, memohon, menyarankan, memerintah, memberikan, aba-aba, dan menantang yang masing-masing mempunyai tujuan untuk melakukan suatu tindakan yang disebutkan dalam tuturan yang ada di dalamnya, pada waktu itu kehidupan di desa Gegerbuta masyrakat hanya mengandalkan lahan dan ternak ikan tetapi tidak mampu meningkatkan kehidupan desanya dan saat itulah Kaji Iwak sebagai orang perantauan yang hidup di desa Gegerbuta ingin meningkatkan kehidupan swasembada masyarkatnya.   Kata kunci: tindak tutur direktif, Novel Geger Wong Ndekep Macan

Page 2 of 2 | Total Record : 17