cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa
ISSN : 23030631     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ADITYA adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo sebagai media publikasi hasil karya ilmiah. Terbit dua kali setahun tiap bulan November dan Mei. Redaksi menerima artikel dari kalangan mahasiswa, budayawan, ahli sastra maupun praktisi pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 3 (2016): ADITYA" : 19 Documents clear
Analisis Tindak Tutur Dalam Cerita Bersambung Lintang-Lintang Dadi Seksi Karya Sawitri Dalam Majalah Djaka Lodang Tahun 2013 Buyung Dwi Hanggara
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 3 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.776 KB)

Abstract

Abstrak: penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Mendeskripsikan jenis tindak tutur yang terdapat dalam cerita bersambung lintang-lintang dadi seksi karya Sawitri; (2) Mendeskripsikan fungsi penggunaan tindak tutur  dalam cerita bersambung lintang-lintang dadi seksi karya Sawitri. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah cerita bersambung Lintang-Lintang Dadi Seksi Karya Sawitri dalam Majalah Djaka Lodang Tahun 2013. Data penelitian ini berupa kutipan-kutipan dari cerita bersambung Lintang-Lintang Dadi Seksi Karya Sawitri dalam Majalah Djaka Lodang Tahun 2013. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka dan teknik catat. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri, kartu pencacat data, bolpoin, pensil dan buku-buku yang relevan yang mendukung sebagai acuan. Teknik keabsahan data menggunakan teknik kredibilitas atau kepercayaan (credibility). Teknik analisis data menggunakan “content analysis” atau analisis isi. Penyajian hasil analisis menggunakan metode informal. Hasil penelitian dalam penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) jenis tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi dalam Cerita Bersambung Lintang-lintang Dadi Seksi karya Sawitri, (2) fungi tindak tutur lokusi sebanyak 9 data, ilokusi sebanyak asertif 22 data, sebanyak direktif 17 data, ekspresif 5 data, komisif 10 data, dan deklarasi 5 data,  perlokusi dalam Cerita Bersambung Lintang-lintang Dadi Seksi karya Sawitri dengan rincian data jenis tindak tutur sebanyak 5 data. Kata Kunci : Tindak Tutur, Lintang-Lintang Dadi Seksi
Kajian Feminisme Dan Nilai PendidikanDalam Novel Amrike Kembang Kopi Karya Sunaryata Soemardjo Eka Nofita Febriyani
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 3 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.305 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) struktur novel Amrike Kembang Kopi karya Sunaryata Soemarjdo; (2) analisis feminisme dalam novel Amrike Kembang Kopi karya Sunaryata Soemardjo; (3) nilai pendidikan dalam novel Amrike Kembang Kopi karya Sunaryata Soemardjo.  Jenis penelitian dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah novel Amrike Kembang Kopi karya Sunaryata Soemardjo tahun 2012. Objek penelitian berupa struktural dan nilai pendidikan  dalam novel Amrike Kembang Kopi karya Sunaryata Soemarjo tahun 2012. Teknik pengumpulan data penulis menggunakan, teknik pustaka, teknik simak lan teknik catat. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu kartu data dan peneliti sendiri. Teknik keabsahan data penulis menggunakan teknik validitas semantis. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis isi. Penyajian hasil analisis menggunakan teknik informal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) struktur novel Amrike Kembang Kopi karya Sunaryata Soemardjo tahun 2012 yaitu, (a) tema yaitu“perjuangan wanita dalam meniti karier”; (b) alur yaitu alaur maju; (c) tokoh dan penokohan terdiri dari tokoh utama yaitu Tita penokohannya wanita tegar yang selalu mempertahankan hidupnya dari nol sampai sukses, pekerja keras dan termasuk wanita yang tegas, dan tokoh tambahan yaitu Santi penokohannya seorang anak yang berbakti kepada orangtua, Kun penokohannya mandiri, pekerja keras dan begitu mengayomi perempuan, Soni penokohannya laki-laki mapan, pemilik perusahaan pabrik es, pekerja keras tetapi agak kurang ajar terhadap wanita, Ibu Santi penokohannya bijaksana dan penyayang, Mbok Ti penokohannya penurut dan baik hati, Pak Di penokohannya berjiwa besar dan tanggung jawab terhadap pekerjaannya, Pak Pri penokohannya suka menolong; (d) latar terdiri dari latar tempat yaitu di Bank Prima Jombang, Graha Sengon Permai, Kediri, Madiun, Malang, Pabrik Es, Kebon Kopi; latar waktu terdiri dari Minggu pagi, Senin pagi hari, malam minggu, pukul tujuh lebih seperempat; latar sosial yaitu kedudukan Tita sebagai kepala cabang di Kantornya (e) sudut pandang persona tiga sebagai pengamat. (2) kajian feminisme yang terdapat dalam novel Amrike Kembang Kopi meliputi (a) keddudukan tokoh wanita dalam masyarakat, (b) tujuan hidup tokoh wanita, (c) perilaku dan watak tokoh wanita, (d) pendirian wanita, (e) peran tokoh laki-laki dalam mendukung feminisme. (3) nilai pendidikan yang terdapat dalam novel Amrike Kembang Kopi karya Sunaryata Soemardjo tahun 2012  yaitu nilai pendidikan budi pekerti yang meliputi nilai  religiusitas, nilai kejujuran, nilai kemandirian, nilai daya juang dan nilai tanggung jawab.   Kata kunci: kajian feminisme, nilai pendidikan,  Amrike Kembang Kopi
Ajaran Moral Dan Relevansinya Dalam Antologi Cerkak Lelakone Si Lan Man Karya Suparto Brata Pradika Mustafidahsari
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 3 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) ajaran moral yang terkandung dalam Antologi Cerkak Lelakone Si Lan Man Karya Suparto Brata; (2) relevansi ajaran moral yang terdapat pada Antologi Cerkak Lelakone Si Lan Man Karya Suparto Brata. Jenis penelitian dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah Antologi Cerkak Lelakone Si Lan Man Karya Suparto Brata. Data penelitian dalam penelitian ini adalah kutipan-kutipan bagian tertentu dari Antologi Cerkak Karya Suparto Brata. Teknik pengumpulan data penulis menggunakan teknik pustaka dan teknik catat. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu peneliti itu sendiri dan kartu data. Teknik keabsahan data penulis menggunakan teknik kredibilitas atau keterpercayaan. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis isi. Penyajian hasil analisis menggunakan teknik informal. Hasil penelitian dan pembahasan data menunjukkan bahwa: (1) ajaran moral pada Antologi Cerkak Lelakone Si Lan Man Karya Suparto Brata memiliki empat jenis yakni,  (a) ajaran moral hubungan manusia dengan Tuhan yang meliputi: taat kepada Tuhan, berdo’a kepada Tuhan, pasrah kepada Tuhan, jangan berbuat musyrik, menyembah hanya kepada Allah; (b) ajaran moral hubungan manusia dengan sesama manusia yang meliputi: keakraban persahabatan, patuh kepada orang tua, jangan bersifat iri hati, mengalah, menepati janji, jangan bertindak asusila, jangan berlaku tidak sopan, bertanggung jawab, berbakti kepada orang tua, kepedulian seorang sahabat, kasih sayang terhadap sahabat, kesetiaan dalam persahabatan, membantu orang lain, jangan bertindak anarkis, memberi kebaikan kepada orang lain; (c) ajaran moral hubungan manusia dengan diri sendiri yang meliputi: pantang menyerah, sabar, intropeksi diri, yakin, berniat baik, ramah, hemat, bertindak hati-hati, sedih, rela berkorban, merasa simpati, jangan berlaku sombong. (2) Relevansi ajaran moral pada antologi cerkak Lelakone Si Lan Man karya Suparto Brata sebagian ada yang relevan dan juga ada yang tidak relevan dengan kehidupan sekarang.   Kata kunci: ajaran moral, antologi cerkak Lelakone Si Lan Man karya Suparto Brata
Peningkatan Keterampilan Menulis Wacana Narasi dalam Bentuk Cerkak Melalui Media Lagu Caping Gunung pada Siswa Kelas X BP SMK Negeri 1 Wadaslintang Tahun Pelajaran 2015/2016 Ika Dian Efitawati
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 3 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.77 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) langkah-langkah pembelajaran menulis wacana narasi dalam bentuk cerkak melalui media lagu Caping Gunung pada siswa kelas X Bp SMK Negeri 1 Wadaslintang; 2) pengaruh media lagu Caping Gunung terhadap aktivitas belajar siswa kelas X BP SMK Negeri 1 Wadaslintang dalam pembelajaran menulis wacana narasi dalam bentuk cerkak; 3) peningkatan keterampilan menulis wacana narasi dalam bentuk cerkak melalui media lagu Caping Gunung. Objek penelitian adalah keterampilan siswa dalam menulis wacana narasi dala bentuk cerkak. Penelitian ini terdiri dari tiga kali kagiatan, yaitu kegiatan prasiklus, siklus I, dan siklus II. Setiap siklus mengacu pada prosedur penelitian yaitu rencana, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes dan nontes, teknik tes dilakukan untuk mengetahui data keterampilan menulis narasi dalam bentuk cerkak siswa, sedangakan teknik nontes dilakukan untuk mengetahui perubahan perilaku siswa. Teknik nontes yang digunakan antara lain dengan cara observasi, dokumentasi, wawancara dan pengisian daftar cocok atau checklist. Nilai keterampilan menulis cerkak mengalami peningkatan setiap siklusnya. Rata-rata nilai keterampilan menulis cerkak pada prasiklus sebesar 63,2, rata-rata siklus I 71,8, dan rata-rata siklus II sebesar 76,8. Pada kategori ketuntasan nilai pada kegiatan prasiklus mencapai 27,27%, mengalami peningkatan ketuntasan menjadi 45,45% pada siklus I, keterampilan menulis wacana narasi dalam bentuk cerkak melalui media lagu Caping Gunung pada siklus II kembali meningkat menjadi 77,2%. Hal tersebut menunjukkan bahwa melalui media lagu Caping Gunung dapat meningkatkan kemampuan siswa dan hasil belajar menulis wacana narasi dalam bentuk cerkak.   Kata kunci: menulis wacana narasi, cerkak, media lagu Caping Gunung  
Gaya Bahasa dan Nilai-Nilai Pendidikan dalam Novel Krikil-Krikil Pasisir Karya Tamsir AS Nining Setiyowati
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 3 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.163 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan (1) gaya bahasa yang terdapat pada novel Krikil-Krikil Pasisir karyaTamsir  AS, dan (2) nilai-nilai pendidikan yang terdapat pada novel Krikil-Krikil Pasisir karya Tamsir  AS. Jenis penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian adalah novel Krikil-Krikil Pasisir karya Tamsir AS dan data penelitian ini adalah frasa, klausa, dankalimatyang mengandung gaya bahasa dan nilai-nilai pendidikan dalam keseluruhan cerita. Instrumen penelitian yang digunakan adalah penulis sendiri sebagai instrumen utama dibantu dengan kartu pencatat data. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka, teknik simak, dan teknik catat. Uji keabsahan data yang digunakan adalah uji kredibilitas dan uji validitas semantis. Teknik analisis data yang digunakan adalah content analysis. Teknik penyajian hasil analisis data dengan menggunakan teknik informal. Hasil penelitian dan pembahasan data menunjukkan gaya  bahasa yang terdapat dalam novel Krikil-Krikil Pasisir Karya Tamsir AS, yaitu: (a) terdapat 9 indikator gaya bahasa simile, (b) terdapat 1 indikator gaya bahasa metafora, (c) terdapat 4 indikator gaya bahasa personifikasi, (d) terdapat 1 indikator gaya bahasa epitet, (e) terdapat 3 indikator gaya bahasa sinekdoke (pars pro toto), (f) terdapat 1 indikator gaya bahasa metonimia, (g) terdapat 3 indikator gaya bahasa hiperbol, sedangkan nilai pendidikan yang terdapat pada novel Krikil-Krikil Pasisir Karya Tamsir AS, yaitu: (a) 3 indikator nilai pendidikan agama, (b) nilai pendidikan moral yaitu: (1) moral yang berhubungan antara manusia dengan Tuhan 1 indikator, (2) moral yang berhubungan antara manusia dengan manusia lain 1 indikator, (3) moral yang berhubungan antara manusia dengan diri-sendiri 2 indikator, (c) 4 indikator nilai pendidikan sosial.   Kata kunci: gaya bahasa, nilai pendidikan, novel krikil-krikil pasisir  
Bentuk Makna Simbolis dan Fungsi Tradisi Nyadran di Desa Kedunglo Kecamatan Kemiri Kabupaten Purworejo Juni Ariyanti
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 3 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.41 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, (1) Prosesi upacara tradisi Nyadran di Desa Kedunglo, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo (2) Makna sesaji atau ubarampe yang digunakan dalam tradisi Nyadran di Desa Kedunglo, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo (3) Fungsi tradisi Nyadran terhadap masyarakat di Desa Kedunglo, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif, datanya dikumpulkan, dideskripsikan, kemudian dianalisis prosesi, makna simbolis sesaji dan fungsi yang terdapat dalam tradisi Nyadran di Desa Kedunglo, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo. Sumber data yang dikaji dalam penelitian ini yaitu Mbah Gondo Sastro (juru kuci makam), Bapak Sariyo dan Bapak Rohman (sesepuh desa) desa Kedunglo, Tugino, Slamet, Wahyudi, Nuryanto, Sukamto,Agus Chirin dan Riyadi (panitia tradisi Nyadran dan masyarakat desa Kedunglo). Data yang diambil berupa data hasil wawancara dari narasumber. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif. Selanjutnya teknik keabsahan data menggunakan triangulasi. Hasil dari penelitian prosesi pelaksanaan tradisi Nyadran di Desa Kedunglo, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo adalah, (1) prosesi meliputi: (a) pra pelaksanaan, yaitu persiapan, pemberangkatan ke makam, pembakaran kemenyan, penerimaan sesaji. (b) pelaksanaan tradisi Nyadran, yaitu penyerahan sesaji, dan berdoa (mujung). (c) pasca pelaksanaan, yaitu kenduri dan makan bersama. (2) makna simbolik sesaji atau ubarampe pelaksanaan tradisi Nyadran terdapat pada (a) nasi tumpeng, (b) ayam ingkung, (c) jenang abang putih, (d) sekar setaman, (e) gedhang raja, (f) degan, (g) wedang kopi, wedang teh, wedang susu, wedang putih, (h) jajan pasar, (i) wajik, (j) kue cucur, (k) rokok, (l) godhong tawa, (m) beras, kaca, sisir, bedak dan telur kampung, (n) nasi golong, (o) minyak telon, (p) gemblong, (q) daun dadap, dan (r) becer kambing. (3) fungsi tradisi Nyadran meliputi: (a) fungsi ditaktis (pendidikam), (b) fungsi sosial, (c) fungsi ekonomi, (d) fungsi sosial budaya, (e) fungsi psikologi dan agama.   Kata kunci: Tradisi Nyadran, makna simbolik
Analisis Gaya Bahasa dan Nilai-Nilai Pendidikan Antologi Puisi Blakotang Geguritan Blak-Blakan Karya Widya Babahe Leksana Sugeng Riyadi
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 3 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.013 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) gaya bahasa dalam antologi puisi Blakotang Geguritan Blak-Blakan karya Widya Babahe Leksana.  (2) nilai-nilai pendidikan dalam antologi puisi Blakotang Geguritan Blak-Blakan karya Widya Babahe Leksana. Subjek pada penelitian ini yaitu antologi puisi Blakotang Geguritan Blak-Blakan karya Widya Babahe Leksana. Objek penelitiannya adalah gaya bahasa dan nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam antologi Puisi Blakotang Geguritan Blak-Blakan karya Widya Babahe Leksana. Instrumen yang digunakan dalam penelitan ini adalah peneliti itu sendiri dan dibantu dengan buku-buku yang menjadi bahan kajian atau rujukkan. Uji keabsahan data pada penelitian ini adalah menggunakan validitas semantis dan kredibilitas meningkatkan ketekunan. Teknik pengumpulan datanya penulis menggunakan teknik pustaka dan teknik simak-catat. Jenis penelitian yang digunakan penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik penyajian hasil analisis data yang digunakan penulis adalah teknik informal. Hasil penelitian dan pembahasan data menunjukkan gaya bahasa terdapat dalam antologi puisi Blakotang Geguritan Blak-Blakan karya Widya Babahe Leksana ditemukan 16 gaya bahasa yaitu (a) 5 indikator gaya bahasa persamaan atau simile, (b) 14 indikator gaya bahasa metafora, (c) 1 indikator gaya bahasa personifikasi, (d) 2 indikator gaya bahasa alusi, (e) 7 1ndikator gaya bahasa sinekdoke, (f) 10 indikator gaya bahasa metonimia, (g) 1 indikator gaya bahasa antonomasia, (h) 1 indikator gaya bahasa hipalase, (i) 5 indikator gaya bahasa sinisme, (j) 1 indikator gaya bahasa sarkasme, (k) 5 indikator gaya bahasa satire, (l) 7 indikator gaya bahasa ironi, (m) 1 indikator gaya bahasa inuendo, (n) 1 indikator gaya bahasa alegori, (o) 9 indikator gaya bahasa hiperbola, dan (p) 2 indikator gaya bahasa pun atau paronomasia. Nilai-nilai pendidikan yang terdapat pada antologi puisi Blakotang Geguritan Blak-Blakan karya Widya Babahe Leksana yaitu (a) Nilai Pendidikan Budaya berupa pengingatan kembali (1), b) nilai pendidikan agama (religius) berupa berpasrah diri (2) dan berusaha sambil berdo’a (1), c), Nilai Pendidikan Sosial berupa kesetiaan (1), jangan malu bertanya (1), keserakahan (1), kesalahpahaman (1), pembelajaran (1), dan kesusilaan (1), d) Nilai Pendidikan moral, meliputi: (1) nilai pendidikan moral yang berhubungan dengan Tuhan, seperti: berpasrah diri (2) dan berusaha sambil berdo’a (1) dan nilai pendidikan moral yang berhubungan dengan sesama manusia, seperti: suka obral janji (1), suka korupsi (1), dan merasa mempunyai atau memiliki (2). Kata kunci: gaya bahasa, nilai pendidikan
Peningkatan Keterampilan Menulis Kalimat Berhuruf Jawa dengan Media Gambar Melalui Metode Kuantum pada Siswa Kelas VII SMP Muhammadiyah Kedungbateng Kabupaten Banyumas Tahun Pelajaran 2014/2015 Ida Nuraeni
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 3 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.462 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Penerapan langkah-langkah belajar menulis kalimat berhuruf Jawa dengan metode kuantum, (2) Penggunaan media gambar dengan metode kuantum, (3) Peningkatan motivasi belajar menulis kalimat berhuruf Jawa dengan metode Kuantum. Jenis penelitian: deskriptif kualitatif. Sumber data: siswa kelas VII SMP Muhammadiyah Kedungbanteng. Data: hasil belajar siswa kelas VII SMP Muhammadiyah Kedungbanteng. Teknik pengumpulan data: tes melalui prasiklus, siklus I, dan siklus II. Instrumen penelitian: lembar observasi dan soal tes. Hasil penelitian ini meliputi: (1) Penerapan langkah-lagkah belajar menulis kalimat berhuruf Jawa ditempuh melalui 2 siklus, yaitu siklus I dan siklus II. Setiap siklus ditempuh langkah Tandur, yaitu: (a) Tumbuhkan, guru mengenalkan dan menjelaskan cara menulis kalimat berhurufJawa, (b) Alami, siswa mempelajari contoh kalimat berhuruf Jawa, sandhangan, pasangan, dan pratandha, (c) Namai, siswa mendiskusikan kalimat berhuruf Jawa yang telah ditugaskan oleh guru, (d) Demonstrasi, guru meminta siswa menjelaskan hasil diskusi di depan kelas, (e) Ulangi, siswa diminta untuk memperbaiki tulisan siswa yang sudah dikoreksi oleh guru, (f) Rayakan, guru menilai hasil karya siswa dan memberikan penghargaan, pujian, dan tepuk tangan kepada siswa yang mampu menulis kalimat berhuruf Jawa dengan benar. (2) Penggunaan media gambar dengan metode kuantum pada pembelajaran menulis kalimat berhuruf Jawa dapat meningkatkan hasil belajar siswa yaitu dilihat dari prasiklus siswa yang tuntas 8 siswa dari 20 siswa, siklus 1 siswa yang tuntas 13 siswa dan siklus 2 yang tuntas 17 siswa. (3) Peningkatan motivasi belajar menulis kalimat berhuruf Jawa dengan metode Kuantum dilakukan melalui prasiklus, siklus I, dan siklus II. Pada siklus 1 siswa yang aktif dalam pembelajaran ada 9 siswa dari 20 siswa Pada siklus 2 siswa yang aktif dalam pembelajaran ada 18 siswa. Fakta inilah yang menunjukkan bahwa dengan media gambar melalui metode kuantum dapat meningkatkan keterampilan menulis kalimat berhuruf Jawa pada siswa kelas VII SMP Muhammadiyah Kedungbanteng tahun pelajaran 2014/2015.   Kata kunci: metode kuantum, keterampilan menulis kalimat berhuruf Jawa  
Kesalahan Menulis Karangan Pengalaman Pribadi Berbahasa Jawa Siswa Kelas V SD Muhammadiyah Purworejo Febry Puspita Sari
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 3 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.402 KB)

Abstract

Abstrak: Penulisan penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) kesalahan fonologi, dan (2) kesalahan morfologi dalam karangan berbahasa Jawa siswa kelas V SD Muhammadiyah Purworejo tahun pelajaran 2014/ 2015. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini berupa karangan berbahasa Jawa siswa kelas V SD Muhammadiyah Purworejo tahun pelajaran 2014/ 2015. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka, teknik catat, dan teknik dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah penulis sendiri sebagai instrumen utama dibantu catatan berupa lembar karangan siswa dan kartu pencatat data. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Dalam penyajian hasil analisis digunakan teknik informal dan formal. Berdasarkan hasil peneitian disimpulkan bahwa (1) kesalahan fonologi yang meliputi penulisan vokal bahasa Jawa sebanyak 104 kesalahan, kesalahan penulisan konsonan sebanyak 15 kesalahan, kesalahan penggunaan huruf kapital sebanyak 18 kesalahan, kesalahan penggunaan tanda baca sebanyak 9 kesalahan. (2) kemudian kesalahan morfologi yang meliputi pengimbuhan di awal (prefiks) sebanyak 4 kesalahan, pengimbuhan di tengah 0 kesalahan, pengimbuhan di akhir (sufiks) sebanyak 3 kesalahan dan penggulangan atau rangkep sebanyak 1 kesalahan. Kesalahan terbanyak yaitu terdapat pada kesalahan penulisan vokal bahasa Jawa dan paling sedikit mengalami kesalahan yaitu kesalahan pengulangan atau rangkep. Banyaknya kesalahan yang terjadi disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu: (1) siswa tidak teliti dalam menuliskan karangannya, (2) banyak siswa yang belum memahami EYD Bahasa Jawa secara menyeluruh, (3) presepsi bahwa setiap kata yang dituliskan sesuai dengan apa yang diucapkan, (4) pengaruh dialek setempat, dan (5) pengaruh kebiasaan mengetik sms.   Kata kunci: kesalahan, menulis, karangan, berbahasa Jawa
Etika dan Estetika Lakon Basukarna Sanggit Ki Purbo Asmoro Ihsan Mahmud
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 8, No 3 (2016): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.274 KB)

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai etika dan unsur estetika dalam cerita wayang Basukarna sanggit Ki Purbo Asmoro. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Sumber data berupa rekaman wayang Basukarna sanggit Ki Purbo Asmoro, dan datanya berupa kutipan-kutipan mengenai nilai etika dan unsur estetika yang terdapat dalam cerita wayang Basukarna. Instrumen yang digunakan adalah peneliti sendiri sebagai instrumen utama dibantu dengan kartu pencatat data. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik simak, dan teknik catat. Untuk mengecek keabsahan data digunakan teknik triangulasi. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan analisis konten, kemudian data disajikan dengan metode informal. Hasil penelitian berupa kutipan-kutipan nilai etika dan unsur estetika yang terdapat dalam cerita wayang Basukarna sanggit Ki Purbo Asmoro, yaitu etika keselarasan sosial yang meliputi prisnsip hormat berjumlah 7 indikator, dan prinsip kerukunan berjumlah 4 indikator, sedangkan etika kebijaksanaan meliputi sikap tanggung jawab berjumlah 4 indikator, rela berkorban 3 indikator, bijaksana 2 indikator, sikap tegas, ngayomi, patuh masing-masing 1 indikator, dan pantang menyerah berjumlah 2 indikator. Dalam cerita wayang Basukarna sanggit Ki Purbo Asmoro juga terdapat unsur-unsur estetika bahasa Jawa yaitu basa rinengga berjumlah 16 indikator, purwakanthi berjumlah 37 indikator, tembung garba berjumlah 6 indikator, tembung plutan berjumlah 14 indikator, tembung saroja berjumlah 16 indikator, dasanama berjumlah 41 indikator, pepindhan berjumlah 9 indikator, candra berjumlah 4 indikator, tembung kosok balen berjumlah 12 indikator, paribasan berjumlah 5 indikator, bebasan dan saloka masing-masing 2 indikator.   Kata kunci : Etika, estetika, wayang Basukarna

Page 1 of 2 | Total Record : 19