cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
AGRIEKONOMIKA
ISSN : 23019948     EISSN : 24076260     DOI : -
AGRIEKONOMIKA, terbit dua kali dalam setahun yaitu pada April dan Oktober yang memuat naskah hasil pemikiran dan hasil penelitian bidang sosial, ekonomi dan kebijakan pertanian dalam arti umum.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1: April 2015" : 10 Documents clear
SOCIAL QUALITY MASYARAKAT LAHAN PASIR PANTAI PADA ASPEK SOCIAL EMPOWERMENT DI KECAMATAN PANJATAN KABUPATEN KULONPROGO (SOCIAL QUALITY OF SAND LAND COMMUNITY ON SOCIAL ASPECT OF EMPOWERMENT IN PANJATAN SUB-DISTRICT, KULONPROGO REGENCY) Kusumaningrum, Juliman Foor Z; Dalvi Mustava
Agriekonomika Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v4i1.669

Abstract

ABSTRAKPada dasarnya peradaban diciptakan oleh budaya masyarakat. Kemampuan budaya dalam menciptakan peradaban merupakan level tertinggi dari suatu budaya, Yang memiliki arti bahwa tidak lagi tergantung pada alam tetapi mampu memanajemen alam. Pada kajian ini akan diketahui mengenai kualitas sosial dari Peter Herrmann di lahan pasir pantai Kecamatan Panjatan, Kabupaten Kulonprogo. Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengetahui kualitas sosial yang berdasar pada pemberdayaan masyarakat di lahan pasir pantai. Metode yang digunakan adalah observasi, wawancara dan pencatatan dengan ketua kelompok dan petani di area tersebut. Teknik sampling dilakukan dengan purposive sampling dengan memilih petani yang membudidayakan tanaman cabai di lahan pasir pantai Kecamatan Panjatan, Kulonprogo. Hasil dari kajian ini yaitu menjelaskan bahwa pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu aspek di dalam kualitas sosial. Ini dapat disimpulkan bahwa masyarakat secara mandiri atau masyarakat dapat melakukan aktivitas kelompok dengan mengoptimalkan sumber daya alam dan sumber daya manusia dengan kekuatan dari dalam.ABSTRACTBasically, civilization was created by the culture of society. Capability of culture in creating a civilization is the highest level of a culture, it means that it is no longerdepending on nature but capable to manage the nature. This study determined quality of social by Peter Herrmann at sandy land, Panjatan District of Kulonprogo Regency. The aims of this study are to determine social quality based on social empowerment in sandy land. The methods used observation, interview and note-writing with group leaders and farmers in the area. Sampling technique was done by purposive sampling by choosing farmers who cultivate chilies in sandy land Panjatan District of Kulon Progo. The result of this study is explanation about social empowerment as one of aspect in social quality. It can conclude that the society is independently can do group activities by optimizing natural resources and human resources within internal forces.
KAJIAN PEMANFAATAN PUPUK ORGANIK PADA USAHATANI PADI SAWAH DI SERANG BANTEN (STUDY OF ORGANIC FERTILIZER UTILIZATION ON PADDY FARMING AT SERANG DISTRICT, BANTEN) Resmayeti Purba
Agriekonomika Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v4i1.674

Abstract

ABSTRAKUntuk meningkatkan hasil padi sawah yang ramah lingkungan diperlukan upaya pengelolaan hara sumbedaya lahan secara efektif dari segi ekologi dan efisien dari segi ekonomi. Tujuan kajian adalah mengetahui hasil dan keuntungan usahatani padi sawah  dengan penggunaan pupuk organik  yang berbeda. Pengkajian dilakukan  di desa Pamengkang, Kec. Kramatwatu. Kab. Serang pada  bulan April-Juli 2013. Kajian  dilakukan  di lahan sawah irigasi milik petani dengan susunan perlakuan (1). Pupuk kandang, (2). Kompos jerami, (3). Pola petani, mengunakan varietas  Ciherang. Hasil kajian  menunjukkan bahwa perlakuan  kompos jerami    dapat meningkatkan hasil  GKP padi  700 kg/ha (10,2%) dibanding dengan  pupuk kandang  .dan 1.100 kg/ha  (17,1%).  dibanding dengan perlakuan  petani. Tingkat keuntungan yang diperoleh dengan  perlakuan  kompos jerami lebih tinggi Rp. 2.440.000 (17,1%)  dibanding pupuk kandang  dan Rp. 3.320.000 ((25,0%) dibanding dengan perlakuan pola petani. Untuk memenuhi kebutuhan  hara tanaman padi dapat dimanfaatkan sumber hara yang berasal jerami padi insitu  karena murah dan tersedia di tingkat petani. ABSTRACTIn order to increase agricultural production, it needs efforts to manage natural resources efectively and efficiently in terms of ecology and economies. The aims of this study were to know yield and profit on paddy rice farming by the use of different organic fertilizer. The study carried out in Pamengkang Kramatwatu village, Serang district Banten.  The study was started in April to July 2013 at irrigation rice field farm belongs to farmer with following treatment formation: (1). Manure, (2). Straw compost, (3). Farmer pattern, using Ciherang variety.  The study result showed that straw compost could increase GKP of paddy by 700 kg/ha (10,2%) compared to manure and 1.100 kg/ha (17.1%) compared to the pattern of farmers.  Benefits rate gained by straw compost was higher Rp.2.440.000/ (25.0%) compared to treatment of manure treatment and Rp. 3.320.000 (17.10.2%) compared to farmers pattern. In order to meet nutrient needs of rice plant, straw compost of in situ can be used because of cheap and available at the farm level
PREFERENSI KONSUMEN BERAS BERLABEL (CONSUMER’S PREFERENCES FOR LABELED RICE ) Syahrir, Sitti Aida Adha Taridala; dan Bahari
Agriekonomika Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v4i1.670

Abstract

ABSTRAKPerilaku konsumen beras telah bergeser dari sekadar mengkonsumsi beras berkualitas sedang menjadi beras berkualitas tinggi. Pergeseran ini telah melahirkan produk beras berlabel. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui tahapan proses keputusan pembelian yang dilakukan konsumen produk beras berlabel, (2) menganalisis sikap konsumen dan maksud perilaku konsumen terhadap produk beras berlabel, dan (3) menganalisis preferensi konsumen terhadap berbagai atribut yang melekat pada produk beras berlabel. Penelitian dilaksanakan di Kota Kendari, Ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan Analisis Model Engel, Analisis Sikap Multiatribut Fishbein, dan Analisis Konjoin. Hasil penelitian memberikan gambaran beberapa perilaku konsumen dimulai dari pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian, dan evaluasi pasca pembelian. Analisis Sikap Multiatribut Fishbein menunjukkan bahwa sikap konsumen terhadap produk beras berlabel adalah baik.  Preferensi konsumen produk beras berlabel meliputi beberapa atribut,yaitu produk dengan harga yang sedang, kemasan berukuran 25 kg, merk yang terkenal, mencantumkan SNI, butiran beras yang utuh, mementingkan varietas tertentu, warna beras yang bening, dan desain warna kemasan yang menyolok, namun tidak mementingkan panduan memasak. Kombinasi sembilan atribut dapat diterima untuk menggambarkan preferensi konsumen. Rekomendasi penelitian ini adalah preferensi konsumen dapat menjadi acuan untuk memproduksi beras berlabel.ABSTRACTBehavior of the rice consumer has shifted from consumption the standard-quality rice becoming high-quality rice. This shift has arisen labeled rice products. The purpose of this study was to (1) understanding the stage of the purchase decision process undertaken by consumers of labeled rice products, (2) analyzing the consumer attitudes and behavioral intention of consumers towards labeled rice products, and (3) analyzing the consumer preferences for various attributes inherent in labeled rice products. The study was conducted in Kendari, Southeast Sulawesi Province. This study uses Engel Model Analysis, Fishbein Multi-attributes Attitudes Analysis, and Conjoint Analysis. The results of this study indicated that Engel Model described some consumer behavior, which it beginning from the be aware of needs, information search, alternative evaluation, purchase decision, and post-purchase evaluation. The Fishbein Multi-attributes Attitudes Analysis showed that consumer attitudes toward labeled rice products is good. The Conjoint Analysis showed consumer preferences of labeled rice product are medium-price products, the packaging size of 25 kg, well-known brands, the Indonesian National Standard (SNI) label is attached, perfect grain of the rice in quality, cooking guide is ignored, having certain varieties, clear rice in colors, striking in the packaging color design. The conclusions of this study is combinations of the nine attributes is acceptable to describing consumer preferences. The recommendation of this study is consumer preference should be a reference for producing labeled rice products.
KAJIAN IDENTIFIKASI PANGAN POKOK BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA RUMAH TANGGA PRA SEJAHTERA DI JAWA TENGAH(STUDY OF STAPLE FOOD IDENTIFICATION BY LOCAL WISDOM BASE ON PRE-PROSPEROUS HOUSEHOLD IN CENTRAL JAVA) Erlyna Wida R; Heru Irianto; dan Choirul Anam
Agriekonomika Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v4i1.675

Abstract

ABSTRAKPangan pokok seringkali diidentikkan dengan beras, padahal ada juga masyarakat yang mengkonsumsi bahan pangan pokok lain seperti jagung, sagu, umbi-umbian dan gandum. Tujuan khusus penelitian ini adalah mengidentifikasi pangan pokok berbasis kearifan lokal di rumah tanggapra sejahtera Jawa Tengah. Desain penelitian menggunakan riset eksploratori. Metode yang digunakan adalah survei sedangkan metode pendekataannya menggunakan cross sectional study. Dari 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah diambil tiga kabupaten secara purposive dengan pertimbangan kabupaten yang memiliki proporsi rumah tangga pra sejahtera terbesar  yaitu Kabupaten Grobogan, Rembang, dan Blora. Untuk menganalisis tujuan penelitian dengan menggunakan analisis deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa identifikasi pangan pokok  rumah tangga pra sejahtera di Jawa Tengah menurut jenis pangan pokok sebesar 75,56 persen rumah tangga pra sejahtera mengkonsumsi beras saja sebagai pangan pokok dan 12,22 persen mengkonsumsi nasi jagung. Cara budidaya yang dilakukan dalam setahun 2 – 3 kali pola tanam dimana tanaman yang sering dibudidayakan adalah padi dan jagung. Cara budidaya masih konvensional dan zero tillage dilakukan untuk budidaya kacang hijau. Panen dan pengelolaan pasca panen dilakukan oleh petani menyimpan gabah antara 30 – 90 persen dari total panen dimana sebagian besar petani menyimpan 50 persen dari total panennya. Distribusi dan kelembagaan pangan pokok berbasis kearifan lokal di tingkat rumah tangga petani sudah ada pengelolaan cadangan pangan sedangkan di tingkat rukun tetangga maupun desa tidak ada lumbung pangan. ABSTRACTStaple food is oftentimes identical with rice, although there are also peoples consumes other staple food such as corn, sago, tubers and wheat.  Specific purpose of this study was identifying staple food by local wisdom base on poor households in Central Java.  The design of this research used exploratory research. The method used was survey method while approach method used cross sectional study. Three districts were choosen among 35 regencies and cities in Central Java purposively considering proportion of households that have greatest pre-prosperous category, there are Grobogan, Rembang, and Blora. Research purpose analysis used descriptive. The results showed that identification of staple food in pre-prosperous household in Central Java according to the type of staple food are 75.56 percent of pre-prosperous households consume rice as staple food and only 12.22 per cent consumed rice- corn. The way of cultivation is done 2-3 times a year with most pattern use is rice and corn. Cultivation was conducted still in conventional and zero tillage was done for cultivation of green beans. Harvest and post-harvest grained by farmers to save between 30-90 percent of total harvest while most farmers keep 50 percent of total harvest. There are food reserves managements in distribution and institutional wisdom-based of staple food at the household level farmers, while there is nobarns at the level of neighborhood or village.
PERKEMBANGAN KONVERSI LAHAN PERTANIAN DI KABUPATEN JEMBER (DEVELOPMENT OF AGRICULTURAL LAND CONVERSION IN DISTRICT OF JEMBER) Aryo Fajar Sunartomo
Agriekonomika Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v4i1.671

Abstract

ABSTRAKTerjadinya peningkatan kebutuhan lahan untuk kebutuhan masyarakat mengakibatkan terjadinya pengurangan terhadap luas lahan-lahan pertanian. Inti permasalahannya adalah selain pengurangan luas lahan pertanian, konversi lahan sering terjadi pada wilayah-wilayah yang subur dan pada tempat-tempat di mana telah dilaksanakan investasi untuk pembangunan irigasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perkembangan dan proyeksi konversi lahan pertanian dilihat dari luasan, peruntukan, dan pola konversi di Kabupaten Jember. Selama Tahun 2005 - 2013 terjadi pengurangan rata – rata luasan areal persawahan sebesar 81,86 ha/tahun dengan laju pengurangan luasan areal sebesar 31,92 %. Sedangkan peningkatan peruntukan perumahan dengan rata – rata peningkatan luasan areal untuk pengembangan perumahan sebesar 72,90 ha/tahun dengan laju penambahan sebesar 26,21 % per tahun. Untuk  rata-rata perkembangan perumahan perkecamatan adalah sebesar 2,35 ha/tahun sedangkan untuk kebutuhan industri terjadi peningkatan luasan areal lahan rata – rata per tahun selama periode Tahun 2005 – 2013 sebesar 4,46 ha/tahun, demikian juga luasan areal untuk fasilitas dan jasa sebesar 12,10 ha/tahun. Secara keseluruhan rata-rata perubahan peruntukan lahan persawahan ke non pertanian di Kabupaten Jember selama Tahun 2005 - 2013 rata-rata per kecamatan sebesar 2,63 ha/tahun.ABSTRACTThe increased of landdemand for the needs of community had resulted  reduction on vast agricultural lands. The main problem is not only reduction of agricultural land, but also land conversion that oftentimes occurs in fertile areas and in many investments area for irrigation development. This study aimed to identify trend and projection of agricultural land conversion that seen from the area, allocation, and conversion patterns in Jember. During the years 2005 – 2013, there were reduction rice fields averagely of 81.86 ha/year with reduction rate of 31.92% areal. While the increase of residential allocation development were at 72.90 ha/year with the rate of increase of 26.21% per year. The average residential development per subdistrict was of 2.35 ha/year meanwhile there was increase on industry needs during the period of 2005 to 2013 amounted 4.46 ha/year, so as area for facilities and services that increased 12.10 ha/year. Generally, average farm land use change into non-agricultural in Jember during the year 2005 - 2013 averagely per subdistrict was 2.63 ha / year.
PENINGKATAN USAHA TERNAK DOMBA MELALUI DIVERSIFIKASI TANAMAN PANGAN: EKONOMI PENDAPATAN PETANI (IMPROVEMENT OF CATTLE SHEEP THROUGH CROPS DIVERSIFICATION: ECONOMIC INCOME FARMERS) S. Rusdiana dan L. Praharani
Agriekonomika Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v4i1.676

Abstract

ABSTRAKPeningkatan usaha ternak domba dan tanaman pangan dapat dilakukan pada semua agroekosistem wilayah lahan kering dataran tinggi maupun dataran rendah, baik di lahan sawah, lahan tegalan, lahan perkebunan, bahkan lahan di sekitar hutan. Diversifikasi usaha ternak dan tanaman pangan di Indonedia berpariasi,populasi ternak domba 2013 sekitar 12.7 juta ekor dan produksi ubi kayu 2013 sekitar 21 juta ton. Mengingat basarrnya peran petani terhadap pertumbuhan ekonomi, perlu dilakukan upaya peningkatan produktivitas,agar lebih produktif dan efisien. Tujuan tulisan untuk mengetahui peningkatan usaha pemeliharaan ternak domba melalui diversifikasi tanaman pangan dalam analisis ekonomi pendapatan, dengan melakukan diversifikasi usaha dapat mengurangi risiko dan tetap memberikan potensi tingkat keuntungan terhadap petani. Diversifikasi ternak dan tatanam, dapat disimpulkan bahwa pemeliharaan skala  5 ekor domba jantan dapat dicapai pada nilai penjualan BEP Produksi sekitar 4,17 ekor dan BEP harga jual sekitar Rp.1.043.625/ekor, keuntungan bersih sekitar  Rp.1.121.875/ periode, dengan nilai B/C sekitar 1,19, usaha tanaman ubi kayu varietas mentega dan arsin dengan luas sekitar 2 ha, keuntungan ubi kayu varietas mentega sekitar Rp.8.414.085/ha/tahun, keuntungan ubi kayu varietas Arsin sekitar Rp.6.921.705/ha/tahun,nilai B/C ratio, sekitar 2,7 dan 2,6 tidak berbeda nyata hasil yang diperoleh petani. Usaha secara diversifikasi ternyata semakin penting untuk diusahakan oleh petani, karena sumber penghasilan yang dapat di degarakan sebagai roda ekonomi petani di pedesaan perhitungan biaya dan investasi, ternyata usaha ternk domba dan ubi kayu sebagai produk utama secara teknis sangat layak, ekonomis dan secara ekonomi finansial cukup baik, artinya usaha dengan melakukan diversifikasisangat  layak untuk dilanjutkan.ABSTRACTIncrease of sheep and crops can be performed in all dryland agroecosystem plateau region and lowlands, both in the paddy field, dry land, plantations, even land around the forest. Diversification of cattle and crops in Indonesia varied, sheep population in 2013 is about 12.7 million head and cassava production in 2013 about 21 million tons. Considering the role of farmers to economic growth, it is necessary to increase productivity to be more productive and efficient. The purpose of writing was to determine the increase of cattle sheep through crop diversification in the economic analysis of income by business diversification can reduce risk and still provide the potential rate of profit to farmer. Diversification of livestock and tatanam can be concluded that cattle scale of 5 rams can be achieved on the sales value of about 4.17sheeps, and production BEP selling price around Rp.1.043.625/tail,  net gain of about Rp.1.121.875/period by value of B/C approximately 1.19, butter and arsin variety of cassava with an area of about 2 hectares has profit of cassava on varieties of butter around Rp.8.414.085/ha/year, profit of cassava varieties on Arsin around Rp.6.921.705/ha/year, the value of B/C ratio was 2.7 and 2.6 are not significantly different from the results obtained by the farmers.Diversification become more important for farmers due to income source as economic trigger at rura. Basec on cost and investment calculation, cattle sheep and cassava as main product is technically feasible, economically and financially was good, means that the business had conducted feasible diversification to be continued.  
CPUE DAN TINGKAT PEMANFAATAN PERIKANAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) DI SEKITAR TELUK PALABUHANRATU, KABUPATEN SUKABUMI, JAWA BARAT (CPUE AND UTILIZATION RATE OF SKIPJACK (KATSUWONUS PELAMIS) AT SURROUNDED PALABUHANRATU BAY AREA, SUKABUMI REGENCY, WEST ) Dian Budiasih; Dian A.N. Nurmala Dewi
Agriekonomika Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v4i1.672

Abstract

ABSTRAKIkan Cakalang (Katsuwonus pelamis) merupakan salah satu hasil tangkapan yang banyak menyumbang produksi perikanan laut di Kabupaten Sukabumi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung  nilai CPUE (Catch per Unit Effort) ikan cakalang di Perairan Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi dan menganalisis tingkat pemanfaatan ikan cakalang di sekitar Perairan Teluk Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Februari 2014 di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu, Jawa Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode analisis data yang digunakan adalah standarisasi alat tangkap, analisis hasil tangkapan per upaya penangkapan (CPUE) dan analisis Tingkat Pemanfaatan ikan cakalang. Alat tangkap yang digunakan untuk menangkap ikan cakalang adalah payang, pancing tonda dan longline. Alat tangkap yang dijadikan standar adalah pancing tonda. Hasil analisis CPUE diperoleh nilai CPUEstd rata-rata tahun 2008-2013 sebesar 247,226 kg/trip. Nilai CPUE Ikan Cakalang yang didaratkan di Palabuhanratu cenderung menurun, yang artinya mengindikasikan terjadinya fully exploited pada perairan tersebut.  Rata-rata tingkat pemanfaatan sumberdaya ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) di perairan Palabuhanratu sebesar 105,82%. ABSTRACTSkipjack (Katsuwonus pelamis) is one of leading commodity that contributed to the production of marine fisheries in Sukabumi.  The purposes of this research were to calculate CPUE (catch per unit effort) of skipjack at surrounded area of Palabuhanratu bay Sukabumi and analyze skipjack utilization rate in Palabuhanratu bay of Sukabumi. This research conducted in January-February 2014 at Palabuhanratu fishing port, West Java. Methods used in this research were descriptive. Method of analysis of data used standardization of fishing gears, calculated catch per efforts (CPUE) and utilization rate of skipjack. The fishing gear that used to capture skipjack were payang, troll line and longline. The standard fishing gear that used was troll line. Result of CPUE analysis obtained average value CPUEstd in 2008-2013 of 247,226 kg/trip. CPUE values of skipjack at Palabuhanratu tends to decline for several years (2008-2013), which means indicating the occurrence of fully exploited condition. Utilization rate of Skipjack surround Palabuhanratu bay was 105.82%. 
STRATEGI PENINGKATAN PEMANFAATAN LAHAN RAWA PASANG SURUT DALAM MENDUKUNG PENINGKATAN PRODUKSI BERASDI KALIMANTAN TENGAH (STRATEGIES FOR INCREASING OF TIDAL SWAMPLAND TO SUPPORTINCREASED RICE PRODUCTION IN CENTRAL KALIMANTAN) Dedy Irwandi
Agriekonomika Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v4i1.677

Abstract

ABSTRAKKalimantan Tengah mempunyai lahan pasang surut 5,9 juta hektar, dan diperkirakan sekitar 0,81 juta hektar sesuai untuk pertanaman padi.  Akan tetapi lahan yang sudah dimanfaatkan untuk menghasilkan padi tidak lebih dari 10%. Kendala yang dihadapi dalam pengembangan padi di lahan pasang surut adalah belum tersedianya rekomendasi lengkap teknologi spesifik lokasi.  Selama satu dekade terakhir, kontribusi lahan pasang surut terhadap penyediaan beras di Kalimantan Tengah mencapai 30,07%. Peningkatan pemanfaatan lahan pasang surut dapat dilakukan dengan lima strategi, yakni peningkatan produktivitas, peningkatan indeks pertanaman, perluasan areal tanam, pengamanan hasil melalui penggunaan varietas yang toleran, pengelolaan air, pemupukan,  pengolahan tanah, pengendalian organisme pengganggu, dan perbaikan aspek sosial ekonomi petani.ABSTRACTCentral Kalimantan has tidal swampland around 5.9 million hectare, and estimated that there are around 0.81 million hectare are suitable for rice production, so it has high contribution for rice supplying. However, it is not more than 10% of the lands have been used for rice cultivating.  The problems of rice cultivating in tidal swampland is not available yet the comprehensive technology recomendation.  In the last one decade, tidal swampland has been contributed to rice supplying in Central Kalimantan around 30,07%. The contribution of tidal swampland on rice supplying in Central Kalimantan can be improve by using of five strategys, consisting of productivity improvement, intensification, extensification, and yield safety through by using of rice variety tolerant, water management, fertilization, soil tillage, pest and diseases control, and improvement of social economic aspect of the farmer.
PEMBERDAYAAN PETANI MELALUI PENGUATAN MODAL KELEMBAGAAN PETANI DI KAWASAN AGROPOLITAN KECAMATAN BELIK KABUPATEN PEMALANG (FARMER EMPOWERMENT THROUGH CAPITAL REINFORCEMENT OF FARMERS INSTITUTION AT AGROPOLITAN AREA OF BELIK SUB DISTRICT, PEMALANG REGE) Watemin, Sulistyani Budiningsih
Agriekonomika Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v4i1.673

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui masalah permodalan dalam usahatani tanaman sayuran di Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara  purposive sampling dengan pertimbangan bahwa Kecamatan Belik menjadi pusat bagi pengembangan kawasan agropolitan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survey terhadap 12 kelompok tani dan 60 responden petani yang dipilih secara purposive sampling. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis dengan menggunakan Interactive Model of Analysis sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian.Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani tanaman sayuran yang dilakukan oleh petani di Kecamatan Belik memerlukan biaya yang cukup besar sehingga petani kesulitan dalam hal permodalan. Untuk mengatasi masalah tersebut kelompok tani yang ada dapat dimanfaatkan sebagai lembaga keuangan untuk menghimpun modal bagi para petani.ABSTRACTThis study aimed to determine capital problems on vegetables farming in Sub District Belik of Pemalang Regency. The choice of location research conducted by purposive sampling with consideration that Sub District of Belik is as central of agropolitan development. The study was conducted by using a survey of 12 farmer groups and 60 respondents farmers selected by purposive sampling. Collected data were analyzed by using Interactive Model of Analysis in accordance with the objectives to be achieved in the study.The results showed that vegetable farming is done by farmers in the Sub District Belik require significant costs to farmers difficulties in terms of capital. In order to solve the problem, existing farmer groups can be used as financial institutions to raise capital for farmers.
INTENSI KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA (ENTREPRENEURIAL INTENTIONS OF TRUNOJOYO UNIVERSITY of MADURA STUDENTS) Ananda Ahda Vilathuvahna; Taufik R D A Nugroho
Agriekonomika Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v4i1.678

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kewirausahaan mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) dan faktor-faktor yang mempengaruhi intensi kewirausahaan mahasiswa UTM. Dengan adanya pendidikan kewirausahaan diharapkan mahasiswa memiliki jiwa wirausaha serta wadah bagi mahasiswa untuk berwirausaha. Pendidikan kewirausahaan digunakan untuk menumbuhkan jiwa wirausaha dan memberikan bekal pengetahuan kepada mahasiswa supaya dapat menciptakan lapangan pekerjaan setelah lulus nanti. Metode analisis yang digunakan adalah diskriptif kualitatif dan analisis diskriminan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik jiwa kewirausahaan mahasiswa UTM mayoritas bercita-cita sebagai wirausaha sebesar 17% dan sisanya sebesar 83% bercita-cita sebagai PNS, dosen, jurnalis dan lain-lain. Sedangkan dari 8 variabel yang memiliki perbedaan yakni variabel efikasi diri, akses terhadap modal, latar belakang pendidikan dan latar belakang orang tua yang berpengaruh terhadap intensi kewirausahaan mahasiswa UTM karena memiliki nilai sig 0,05.  ABSTRACTThe purposes of the study are to determine the enterpreneurship characteristic of students in University of Trunojoyo Madura and the factors that influence the enterpreneurship intention of students in University of Trunojoyo Madura. By the existance of enterpreneurship course, students are expected to have a spirit of enterpreneurship and will become the place for students to apply the enterpreneurship skills. Education on Enterpreneurship occurs for triggering the enterpreneurship interest and knowledge to students for establishing their own fields of job after graduating. Analysis method used is qualitative descriptive and discriminant analysis. The result of study shows that the characteristic of students’ enterpreneurship spirit who aspire to be enterpreneurs are 17%, Government officials, lecturers, journalis and etc are 83%. Further, the 8 variables that mostly have differences are self efficacy, capital access, background of study and family background variables. It is stated because the 8 variables above influences the students enterpreneurship intention on sig value 0,05.

Page 1 of 1 | Total Record : 10