cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
AGRIEKONOMIKA
ISSN : 23019948     EISSN : 24076260     DOI : -
AGRIEKONOMIKA, terbit dua kali dalam setahun yaitu pada April dan Oktober yang memuat naskah hasil pemikiran dan hasil penelitian bidang sosial, ekonomi dan kebijakan pertanian dalam arti umum.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1: April 2019" : 10 Documents clear
Efficiency Marketing Chain Analysis of Sangkuriang Catfish in Minapolitan Area Abel Gandhy; Venty F Nurunisa; Ternando Situmeang
Agriekonomika Vol 8, No 1: April 2019
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v8i1.5016

Abstract

Aquaculture is an alternative of sustainable solution to meet the high demand of fish. One type of fish that is most easily cultivated and preferred by consumers is catfish. West Java Province is the largest producer of catfish, and Bogor is the central area of catfish production in West Java. Parung subdistrict, is one of Minapolitan Area in Bogor which focuses on catfish cultivation. As a Minapolitan Area, it is very important to examine the integration between each institution,examine which institutions involved in the supply chain to gather perfect market information and clear market identification. The objectives of this study are to analyzethe pattern of Sangkuriang catfish trading channel, the function of trading, and the efficiency of the catfish marketing chain. Selection of respondents using purposive sampling, by setting 50 of catfish cultivators as respondents. There are 4 marketing channels in Parung Subdistrict. Institutions involved in the marketing of catfish are cultivators, collecting traders, agents, market traders, Restaurant/Foodstalland end consumers.The second channel (Farmers-Retailers-Restaurant/Food Stall) is the most efficient channel.Shorter marketing chains create higher farmer’s share.
Dukungan Penyuluhan dan Lingkungan Ekternal terhadap Adopsi Inovasi dan Keberlanjutan Usaha Pertanian Padi Organik Gunawan Gunawan; Aida Vitayala S Hubeis; Anna Fatchiya; Djoko Susanto
Agriekonomika Vol 8, No 1: April 2019
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v8i1.4951

Abstract

The implementation of organic rice farming requires farmers who have different behaviors from the knowledge, attitudes and skills of farming that has been built up so far. The purpose of this research was to analyze the agriculture extension support, analyze the external support, and analyze the factors that influence adoption of innovation and the sustainability of organic rice farming. Research locations in Bondowoso District and Banyuwangi District, East Java Province. The sample of this study amounted to 224 respondents from 670 populations of organic rice farmers. The research method used surveys to get quantitative data and deepened with qualitative data. Analysis techniques with descriptive analysis and Structural Equition Model. The results showed that agricultural extension support in the low category. The indicators of extension subject, capability of extension advisor and intensity of agricultural extension in the high category. The indicator  of variable external support such as policy support, farmers group support, and  information access in th high category. The level of  implementation  organic rice farming in the indicators of economy, social, and environment aspect was in the high category.  The factor that influence the adoption of innovation was agricultural extension support. The factors that influence the implementation of sustainability  of organic rice farming systems were (1) innovation adoption,  (2) agricultural extension support, and (3) external support.
Dampak Skema Relasi Kopi Sebagai Pengembangan Perekonomian Petani Kopi di Pedesaan Syapta Wiguna; Syafruddin Karimi; Endrizal Ridwan
Agriekonomika Vol 8, No 1: April 2019
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v8i1.5027

Abstract

Perkembangan segmentasi permintaan kopi melalui relasi kopi membuat petani kopi memiliki peluang yang besar untuk mendapatkan perbaikan penghidupan. Relasi kopi menyederhanakan rantai distribusi kopi sehingga petani kopi memperoleh peluang pendapatan dan pengembangan kapasitas yang lebih baik. Relasi kopi juga mendorong terbentuknya perantara yang bisa memenuhi kualitas kopi yang sesuai dengan permintaan pasar. Perantara tersebut diantaranya bisa berupa organisasi petani seperti koperasi. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan melibatkan pelaku ekonomi kopi diantaranya, petani dan pengelola koperasi.  Hasil identifikasi menunjukkan bahwa skema relasi kopi mampu meningkatkan perekonomian petani kopi dan memberikan nilai tambah yang lebih tinggi. Selain itu, petani kopi mampu meningkatkan kapasitas yang dibutuhkannya untuk dapat menghasilkan kopi berkualitas sesuai dengan permintaan pasar. Hal yang perlu dibenahi dalam implementasi model relasi kopi adalah pengelolaan dan penguatan organisasi petani kopi.
Daya Saing Perdagangan Kopi Indonesia di Pasar Global Ahmad Syariful Jamil
Agriekonomika Vol 8, No 1: April 2019
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v8i1.4924

Abstract

Adanya perubahan keseimbangan pasar global menyebabkan kecenderungan kelebihan pasokan kopi dunia. kelebihan penawaran kopi global mengindikasikan  adanya peningkatan persaingan dalam hal memperebutkan pasar kopi global. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis posisi daya saing perdagangan kopi Indonesia di pasar global. Revealed Comparative Advantage (RCA) dan Constant Market Share (CMS) digunakan untuk menjawab tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia memiliki pertumbuhan pangsa ekspor kopi terendah dibandingkan dengan negara eksportir utama lainnya. Indeks RCA dan CMS menunjukkan bahwa selama periode penelitian Indonesia relatif memiliki daya saing, meskipun masih relatif lebih rendah dibandingkan dengan negara lainnya.  Upaya yang dapat ditempuh dalam rangka untuk meingkatkan daya saing kopi Indonesia adalah peningkatan produktivitas dan kualitas berbasiskan kekhasan kopi tertentu.
Pengembangan Potensi Wisata di Kawasan Pantai Selatan Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta Heri Sudarsono; Indah Susantun
Agriekonomika Vol 8, No 1: April 2019
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v8i1.5011

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui potensi wisata di pantai Baron, Kukup,sepanjang, Drini dan Sadranan. Penelitian ini mengunakan teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Tahapan penelitian adalah mengetahui potensi wisata, sarana dan prasarana, sosialisasi potensi wisata, sarana layanan wisata, jenis lapangan kerja dan pengembangan potensi wisata bagi perekonomian masyarakat di kawasan pantai. Dari hasil olah data menunjukkan bahwa pengembangan potensi wisata dipengaruhi oleh penyediaan sarana dan prasarana, pengembangan potensi wisata, serta layanan pendukung wisata. Kemudian, potensi wisata yang berbeda di setiap pantai mempengengaruhi jenis lapangan kerja masyarakat yang ada disekitar kawasan pantai. Akhirnya, dalam jangka panjang beberapa jenis lapangan kerja, seperti pedagang makanan dan minuman, pengkrajin souvenir dan seniman akan menjadi andalan bagi pengembangan potensi wisata di pantai Baron, Kukup, Sepanjang, Drini dan Sadranan.
Upaya Pencapaian Daya Saing Usaha Sapi Perah Melalui Kebijakan Pemerintah dan Peningkatan Pendapatan Peternak Supardi Rusdiana; Soeharsono Soeharsono
Agriekonomika Vol 8, No 1: April 2019
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v8i1.5111

Abstract

Menghadapi persaingan usaha ternak sapi perah dapat diupayakan melalui pengembangan industri peterakan yang mengarah pada usaha komersial. Usaha ternak sapi perah induk laktasi, dapat diarahkan pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan peternak. Berdasarkan permasalahan tersebut diatas, terlihat upaya  pencapaian daya saing usaha sapi perah dipeternak masih lemah, sehingga dibutuhkan dukungan modal usaha. Tulisan ini bertujuan membahas mengenai tinjauan konseptual upaya pencapaian daya saing usaha sapi perah melalui kebijakan pemerintah dan peningkatan pendapatan peternak. Upaya Pemerintah untuk menciptakan berbagai produk hasil peternakan dapat bersaing dan mampu memotori industrialisasi perdesaan. Kebijakan Pemerintah dengan meningkatkan tarif impor pada produk susu sapi perah akan berpengaruh positif terhadap daya saing usaha ternak sapi perah di peternak. usaha ternak sapi perah di peternak akan semakin meningkat nilai keuntungan secara kompetitif dan keunggulan komparatif. Produksi susu sapi perah yang dihasikan dapat memenuhi kebutuhan pasar, dan secara tidak langsung perekonmian peternak meningkat. Usaha sapi perah dengan skala 4 ekor induk laktasi, peternak mendapatkan keuntungan bersih sebesar Rp.21.007.000,-/tahun R/C ratio 1,5. Keuntungan pada kelompok peternak sapi perah Maju Terus sebesar Rp.1.718.794,53,-/tahun  nilai R/C ratio 2,18. Ke dua usaha sapi perah di peternak nilai R/C rasio sangat baik dan  1. Usaha ternak sapi perah di peternak  secara ekonomi layak untuk diusahakan kembali.
Analisis Hubungan Pertumbuhan Pertanian Terhadap Pengangguran di Indonesia Indah Fadhila Fitri; Indra Satrio
Agriekonomika Vol 8, No 1: April 2019
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v8i1.5086

Abstract

Sektor pertanian mempunyai kontribusi terhadap perekonomian Indonesia yang cenderung menurun dari tahun ke tahun. Namun, sektor ini masih berperan penting dalam menyerap lapangan pekerjaan di Indonesia. Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis korelasi antara pertumbuhan sektor pertanian dengan tingkat pengangguran. Data time series digunakan dengan bantuan alat uji kausalitas granger dan uji regresi. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan pertanian Indonesia memiliki hubungan negatif dengan pengangguran pedesaan dan pengangguran nasional. Peningkatan pertumbuhan pertanian akan mengurangi tingkat pengangguran di pedesaan dan berdampak pada menurunnya angka pengangguran nasional. Konsekuensinya, penelitian ini menaruh harapan akan pertumbuhan sektor pertanian dalam mengatasi permasalahan pengangguran.
Keberlanjutan Komoditas Kakao Sebagai Produk Unggulan Agroindustri dalam Meningkatkan Kesejahteraan Petani Eko Nurhadi; Syarif Imam Hidayat; Pawana Nur Indah; Sri Widayanti; Gyska Indah Harya
Agriekonomika Vol 8, No 1: April 2019
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v8i1.5017

Abstract

Tidak sedikit petani menjual hasil panen pertanian berupa produk primer. Pengolahan hasil untuk memberikan nilai tambah sebagai alternatif meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan belum membudaya. Beberapa kendala teknis, ekonomis, sosial, dan manajerial dihadapi petani. Penelitian ini bertujuan (1) melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kesejahteraan petani kakao rakyat dan advokasi pengembangan agroindustri mamin kakao, dan (2) Memberikan pendampingan petani dalam pemasaran produk kakao, penataan kelembagaan dan pengendalian mutu. Analisis data menggunakan statistika deskriptif dan analisis Partial Least Square (PLS). Sebagai produsen pemula agroindustri mamin kakao, petani rentan gagal dalam mengembangkan bisnis. Keberlanjutan usaha dan kesejahteraan petani memerlukan pendampingan intensif dari semua pihak.
Leading Commodities of Food Crops and Plantation Subsector in Pinrang District St Aisyah Ramli; Sitti Khadijah Yahya Hiola
Agriekonomika Vol 8, No 1: April 2019
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v8i1.4999

Abstract

This study aims to determine the food crop and plantation subsectors which are the leading subsectors in Pinrang District. The determination analyzed using the Location Quotient method which produces commodities classified as a base or non-base commodities which can contribute to increasing farmer income and regional income. The data sources used are primary data from interviews with farmers while secondary data on food crop and plantation production in Pinrang District for five years (2013-2017) were obtained from the Agriculture Service and BPS of Pinrang District. The results show thatthe food crop subsector is a base commodity and is very potential, namely wetland paddy and maize which have a base area in five sub-districts in Pinrang District. Whereas in the plantation sub-sector which is the basis, namely coconut, coffee, and cocoa, although the highest LQ value is in coffee commodities in Lembang subdistrict. Thus, commodities in the food crops and plantation sub-sectors are basic commodities that are worth developing. Pinrang District is one of the rice barns in South Sulawesi, which holds the position of Pinrang District as a potential producer of food crops. In addition to wetland paddy, other food crops produced are maize and beans. The most dominant plantation crops in Pinrang District are coconut, coffee, and cocoa, which are excellent crops.
Palm Sugar Agribusiness Development Strategy In Tasikmalaya Regency Candra Nuraini; Unang Atmaja
Agriekonomika Vol 8, No 1: April 2019
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v8i1.5029

Abstract

Sugar palm (Arenga Pinnata, MERR) is one of the most valuable commodities in the plantation sector; thus, they have enormous potential to be developed. The agribusiness development of sugar palm should start from the upstream to the downstream. Therefore, a study on the strategies to develop agribusiness of palm sugar is necessary to be conducted. This research is conducted to: 1) identify the internal and external factors, 2) formulate palm sugar agribusiness development strategies, and 3) determine the priority of palm sugar agribusiness development strategies.The method employed in this research is descriptive qualitative approach. The research area, Tasikmalaya regency, is chosen using the purposive sampling. The method used to collect the data is non probability sampling (Non-random). The analysis applied here are SWOT and AHP. The result shows that the priority orders of strategies are: (1) Cultivation development with certified parent stocks (0,3); (2) The institutional arrangements of agribusiness system by involving the relations with the stakeholder (0,27); (3) The assistance provisions to the facilities and infrastructures of the processing (0,14); (4) strengthening of product diversification and packaging innovation (0,13); (5) the Technology Development with the value 0,09; and (6) the improvement of marketing mechanism and market information with the value 0,07. The results of the study suggest that the strategic priority is the development of certified parent seed cultivation.

Page 1 of 1 | Total Record : 10