cover
Contact Name
Agus Hindarto Wibowo
Contact Email
rekavasi@akprind.ac.id
Phone
+6285641246300
Journal Mail Official
bagushind@akprind.ac.id
Editorial Address
Jl. Kalisahak No. 28 Kompleks Balapan Tromol Pos 45 Yogyakarta 55222
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Rekavasi
ISSN : -     EISSN : 23387750     DOI : https://doi.org/10.34151/rekavasi
Jurnal Rekavasi merupakan open acces journal yang diterbitkan Prodi Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali dalam setahun, setiap bulan Mei dan Desember.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2016)" : 8 Documents clear
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS MELALUI KONSEP GUGUS KENDALI MUTU DENGAN SEVEN TOOLS UNTUK MENGURANGI PRODUK RUSAK PADA PT. MITRA REKATAMA MANDIRI Arif Dwi Wibowo; Petrus Wisnubroto; Cyrilla Indri Parwati
Jurnal Rekavasi Vol 4 No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.822 KB)

Abstract

PT. Mitra Rekatama Mandiri bergerak di bidang industri manufaktur dengan hasil berupa perlengkapan komponen traktor dan menhol. Pekerjaan yang dikerjakan secara manual memungkinkan terjadinya kerusakan produk akibat dari cetakan yang sudah tidak sesuai standar akibat sering dipakai dan menurunnya konsentrasi pekerja saat bekerja sehingga perlu ada perbaikan. Penelitian ini menganilisa jumlah produk rusak, melakukan perbaikan dengan mengumpulkan data check sheet dibuat histogram, scatter diagram, control chart, pareto diagaram, dan fishbone diagram. Dan dianalisis dengan Seven Tools dilanjutkan dengan melakukaan Gugus kendali Mutu. Kerusakan yang paling berpengaruh adalah jenis rusak rantap dengan jumlah rusak 121 unit sebelum gugus kendali mutu dan setelah gugus kendali mutu menjadi 105 unit, jenis rusak yang kedua adalah mengsle dengan jumalah rusak sebesar 60 unit sebelum gugus kendali mutu menjadi 34 unit setelah gugus kendali mutu, ketiga adalah lepot dengan jumlah rusak 54 unit sebelum gugus kendali mutu, menjadi 17 unit setelah gugus kendali mutu, kemudian kropos berada diposisi keempat dengan jumlah rusak sebesar 42 unit menjadi 33 unit setelah guguskendali mutu, benjol berada di tingkat kelima dengan total rusak sebesar 4 unit menjadi 1 unit setelah perbaikan, dangelombang berada di paling terakhir dengan total rusak 3 unit menjadi 0 unit setelah adanya perbaikan.
ANALISIS PEMILIHAN SUPPLIER BAHAN BAKU UNTUK PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP) Armandina Maria Belo; Joko Susetyo; Endang Widuri Asih
Jurnal Rekavasi Vol 4 No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.843 KB)

Abstract

PT. Adi Satria Abadi merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri kulit dengan produk utamanyaadalah sarung tangan. Permasalahan yang sering terjadi dalam pemilihan supplier bahan bakuantara lain kapasitastidak mencukupi, kualitas, harga dan waktu pengiriman yang tidak sesuai dengan yang dijanjikan saat pemesanansehingga mengganggu proses produksi. Apabila perusahaan perlu melakukan penyeleksian supplier dengan metode yang tepat agar pesanan bahan baku terpenuhi secara optimal dan mendapatkan supplier terbaik yang dapat bekerjasama dalam jangka panjang.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan supplier terbaik berdasarkan nilai preferensi setiap alternatif dengan menggunakan metode analityc hierarchy process (AHP). kriteria-kriteria yang digunakan adalah kualitas, harga, dan waktu pengiriman. Metode AHP adalah suatu metode pengambilan keputusan yang bersifat multikriteria.Setiap kriteria dan sub kriteria dalam hirarki tersebut kemudian ditentukan bobot kriteria terhadap tujuan pemilihan supplier bahan baku. Proses pembobotan tersebut dilakukan dengan menggunakan matriks perbandingan berpasangan yang memperhatikan konsistensi logis.Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan metode AHPdiperoleh alternatif pemilihan supplierbahan baku yangmemiliki prioritas tertinggi adalah Jawa Timur dengan bobot prioritas 2,525, kriteria yang memilikiprioritas tetinggi adalah kriteria kualitas dengan bobot prioritas 0,487, dan sub kriteria tertinggi adalah variasipembayaran dengan bobot prioritas 0,646.
ANALISIS KELAYAKAN BISNIS DAN PENGEMBANGAN KEMASAN PRODUK PADA IKM TELAGA JAYA DI KABUPATEN PESISIR BARAT Danopal Ariantama; Muhammad Yusuf; Petrus Wisnubroto
Jurnal Rekavasi Vol 4 No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.465 KB)

Abstract

Industri Kecil Menengah (IKM) Telaga Jaya yang berada di kabupaten Pesisir Barat memproduksi keripik singkong yang meningkat setiap tahun. Melihat potensi permintaan dan prospek pengembangan serta pemasaran keripik singkong di kabupaten Pesisir Barat, IKM Telaga Jaya berpeluang untuk mengembangkan usahanya namunbelum memiliki perizinan dan kemasan yang digunakan juga masih sangat sederhana untuk itu perlu dilakukanpenelitian yang ditinjau dari aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis dan teknologi, aspek manajemen danorganisasi serta aspek keuangan dan pengembangan kemasan agar lebih menarik.Peluang pasar IKM Telaga Jaya menunjukan peningkatan. Investasi awal pada tahun 2011 sebesar Rp 141.471.000,- sumber dana pada bulan pertama modal sendiri Rp 7.813.000,- dan pinjaman dari PNPM sebesar Rp 25.000.000. Pinjaman dibayar perbulan Rp 956.000,- dengan bunga pinjaman 15%. Mengalami kerugian pada awal tahun sebesar Rp 28.636.000,- dan aliran kas bersih negatif sebesar Rp 26.286.000,-.Hasil analisis terhadap kriteria penilaian bisnis diperoleh Break Event Point (BEP) dalam unit (BEPQ) 2.717 kg lebih kecil dari produksi, penjualan dan kapasitas maksimal perusahaan. Net Present Value (NVP) > 0 yaitu Rp 108.773.516,-. Internal Rate of Return (IRR) 21,79% > suku bunga pinjaman 15%. Profitability Index (PI) 2,3 >1(satu). Payback Periode (PP) selama 3(tiga) tahun 11 bulan lebih pendek dari umur ekonomis usaha yaitu 5(lima) tahun. Bisnis keripik singkong dinyatakan layak dan diharapkan IKM Telaga Jaya dapat mengembangkan usaha dan dapat memberikan keuntungan bagi pemerintah daerah dan meberikan lapangan pekerjaan lebih luas lagi kepada masyarakat.
ANALISIS POSTUR KERJA MENGGUNAKAN METODE RAPID UPPER LIMB ASSESSMENT (RULA) DAN OVAKO WORKING POSTURE ANALYSIS SYSTEM (OWAS) Dircia Fernandes Correia; Muhammad Yusuf; Risma Adelina Simanjuntak
Jurnal Rekavasi Vol 4 No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.113 KB)

Abstract

PT. Mitra Rekatama Mandiri adalah perusahaan yang memproduksi spare part, alat – alat pertanian dan pertambangan.Pada penelitian ini mengidentifikasi dan menganalisis postur pekerja pada para pekerja di bagiandevisi pengangkatan cairan logam dengan menggunakan metode Rapid Upper Limb Assessment (RULA) dan OvakoWorking Posture Analysis (OWAS).Pengamatan postur tubuh dengan metode RULA skor total divisi pengangkatan cairan logam pada bagian tubuh kanan dan kiri masing-masing memiliki skor total antara lain : Pada pencairan dan peleburan logam bagian tubuh kanan memiliki skor 7 dan bagian tubuh kiri memiliki skor 7. Pada pembuatan cetakan bagian tubuh kanan memiliki skor 7 dan bagian tubuh kiri memiliki skor 7.Pada penuangan cairan logam bagian tubuh kanan memilikiskor 7 dan bagian tubuh kiri memiliki skor 7.Itu menunjukan adanya resiko yang tinggi bagi pekerja, sehingga perlu tindakan secepatnya agar resiko pekerjaan tidak terus berlanjut.Berdasarkan metode OWAS pada devisi pengangkatan cairan logam, penentuan skor postur kerja pada pencairan dan peleburan termasuk kategori risiko 2 (perlu dilakukan perbaikan), pembuatan cetakan termasuk dalam kategori risiko 2 (perlu dilakukan perbaikan), penuangan cairan logam termasuk dalam kategori risiko 4 (perbaikan perlu dilakukan sekarang juga).
PERBAIKAN SISTEM KERJA MENGGGUNAKAN PENDEKATAN ERGONOMI PARTISIPATORI GUNA MENGURANGI LEVEL CIDERA PADA PEKERJA (STUDI KASUS PT. MITRA REKATAMA MANDIRI) Aldo Lintang Pratama; Muhammad Yusuf; Cyrilla Indri Parwati
Jurnal Rekavasi Vol 4 No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.159 KB)

Abstract

PT. Mitra Rekatama Mandiri merupakan perusahaan yang terletak di Klaten dan bergerak dalam bidang usahateknologi alat-alat pertanian. Dalam menjalankan aktivitas salah satu departemennya adalah divisi pengecoranlogam.Pada unit ini aktivitas produksi masih didominasi oleh tenaga manusia (Manual Material Handling). Masalahyang ditemui pada lingkungan kerja adalah belum terjadi keselarasan sistem kerja antara manusia dan/atau mesinmelakukan kerja dengan menggunakan informasi, teknologi, dan sumber daya lainnya untuk menghasilkan produk, selain itu sikap kerja yang tidak alamiah dan mininmya penggunaan penggunaan alat pelindung diri adalah beberapa masalah yang ditemukan pada lingkungan kerja. Penelitianini dilakukan dengan tujuan perbaikan sistem kerja dengan pendekatan ergonomi partisipatori untuk menganalisis faktor-faktor dan data diperoleh untuk mengurangi resiko cidera pada pekerja.Berdasarkanpenelitianinidiperolehhasil bahwa terdapat postur kerja yang beresiko cidera otot bagi para pekerja.Hasil analisis berdasarkan metode Ovako Working Analysis System (OWAS ) menunjukkan postur kerja penuangan cairan masuk dalam kategori 3, yang artinya perbaikan perlu dikaukan secepat mungkin.Setelah dilakukan perbaikan, postur kerja dianalisis kembali menggunakan metode OWAS dan pekerja sudah dalam postur normal, pada postur kerja pembuatan cetakan fekuensi sikap kerja yang tidak alamiah sepeti punggung yang terlalu membungkuk diminimalisir dengan memberikan pengetahuan kepada pekerja mengenai sikapkerja yang lebih baik sesuai pedoman-pedoman yang diperoleh dari referensi dan teori-teori yang ada. Kesadaran penggunaan alat pelindung diri (APD) yang masih sangat rendah oleh pekerja dapat dilihat pada dokumentasi berupa foto-foto saat melakukan pekerjaan, oleh karena itu dilakukan tindakan preventif dengan mengingatkan dan mengawasi kedisiplinan pekerja menggunakan alat pelindung diri. Hal ini tentunya juga membutuhkan komitmen perusahaan untuk menciptakan budaya pentinnya menggunakan alat pelindung diri sewaktu bekerja demi keselamatan dan kesehatan bagi para pekerja.
ANALISIS STUDY KELAYAKAN USAHA DAN PENERAPAN SISTEM HAZARD ANALYSIS CRITICAL CONTROL POINT PADA IKM INA PARINA DI KAB. MALUKU TENGAH Hesty Lasamahu; Risma Adelina Simnajuntak; Winarni Winarni
Jurnal Rekavasi Vol 4 No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.783 KB)

Abstract

Permintaan makanan dari sagu khususnya sarut kanari semakin hari semakin mengalami peningkatan, potensidaerah Maluku yang kaya akan sagu membuka lebar masyarakt daerah ini untuk mengembangkan industri yang ada di daerah tersebut, untuk itu perlu di adakan studi kelayakan usaha dengan melihat kepada aspek pasar danpemasaran, aspek teknis dan teknologis, aspek manajemen dan organisasi serta asepk keuangan dan melihat kepadamutu produk yag di analisis dengan menggunakan metode HACCPBerdasarkan hasil permintaan yang ada IKM ini mengalami peningkatan produksi dari tahun 2011-2015 yaitu 13.800 bungkus, 15,870 bungkus, 18,250 bungksu, 19.485 bungkus, dan 22.410 bungkus. Pangsa pasar dari tahun 2011 - 2015 adalah sebesar 6,7%, 7,6%, 8,8%, 9,3%, 9,6% dari peluang pasar. IKM Ina Parina didirikan di daerah Ihamahu, Kec. Saparua, Maluku Tengah. Investasi usaha sebesar Rp. 53.928.583. Sumber dana 100% dari modal sendiri. Laba bersih setelah tahun 2011 sebesar Rp.33.796.000 dan aliran kas bersih sebesar Rp.35.107.000Hasil analisis terhadap kriteria-kriteria penilaian IKM Ina Parina diperoleh Break Event Point (BEP) dalam unit (BEPQ) 11.048 bungkus lebih kecil dari penjualan, dan kapasital maksimal, Payback Period (PP) 1,2 tahun lebih pendek dari umur ekonomis usaha yaitu 5 tahun, Net Present Value (NPV) lebih besar dari 0 yaitu Rp.168.966.384, Internal Rate of Return (IRR) 35,97% lebih besar dari Oppurtinity Cost of Capital (OCC) yaitu 7%, Profitability Index (PI) 2,10 lebih besar dari 1 (satu). Usaha IKM Ina PArina layak untuk di kembangkan diharapkan dapat memberikan keuntungan bagi pihak perusahaan dan Pemerintah Daerah serta menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.Identifikasi dengan Hazard Analysis Control Point produk IKM Ina Parina masih perlu di perbaiki mulai dari proses produksi sampai kepada lingkungan kerja.
USULAN PERBAIKAN KUALITAS PRODUK EP YST PRO DENGAN METODE STATISTICAL PROCESS CONTROL DAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS PADA PT. MITRA REKATAMA MANDIRI Mufidin Mufidin; Cyrilla Indri Parwati; Joko Susetyo
Jurnal Rekavasi Vol 4 No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (835.932 KB)

Abstract

PT. Mitra Rekatama Mandiri merupakan perusahaan yang bergerak di industri pengecoran logam denganproduk utama yaitu produk Ep Yst Pro. Dalam proses produksi perusahaan berupanya menghasilkan produk tanpa cacat, untuk itu perusahaan menetapkan batas toleransi cacat sebesar 1 %. Tetapi pada kenyataanya menunjukan tingkat cacat produk di luar batas toleransi perusahaan sebesar 2,45 %. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi jenis cacat, faktor-faktor penyebab cacat dan memberikan usulan perbaikan kualitas produk Ep Yst Pro ke perusahaan.Analisis pengendalian kualitas menggunakan metode Statistical Process Control berupa, check sheet, histogram, scatter diagram, diagram pareto, control chart (p-chart), dan fishbone diagram. Analisis yang digunakan untuk mengetahui prioritas perbaikan menggunakan metode Failure Mode And Effect Analysis.Dari hasil penelitian terdapat cacat berupa rantap, kropos, mengsle, lepot dan benjol. Permasalahan pada lima jenis cacat tersebut disebabakan karena pekerja terburu-buru dengan nilai RPN 288, titik didih kurang dari 1200 ℃dengan nilai RPN 252, pola cetakan aus dengan nilai RPN 240, cetakan tidak terisi penuh dengan nilai RPN 224, dan bahan baku tercampur krikil dengan nilai RPN 200. Usulan perbaikan ke pihak perusahaan yaitu pengawasansecara intensif, penambahan alat pengukur suhu, pengontrolan secara rutin, pemeriksaanproses penuangan cairan ke cetakan dan pemeriksaan bahan baku.
STUDI KELAYAKAN BISNIS TORTILLA DENGAN PEMANFAATAN RUMPUT LAUT LOKAL MELALUI PENDEKATAN INTERNAL BISNIS (STUDI KASUS PADA IKM BERDIKARI KABUPATEN MOROWALI SULAWESI TENGAH) Muzdalifah Abdul Aziz; Winarni Winarni; Risma Adelina Simnajuntak
Jurnal Rekavasi Vol 4 No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.958 KB)

Abstract

BERDIKARI merupakan salah satu usaha di Kabupaten Morowali yang memproduksi tortilla rumput laut dalam skala kecil menengah. Selama empat tahun terakhir beroperasi, BERDIKARI tidak menunjukkan perkembangan yang signifikan, baik dalam hal keuntungan produksi maupun finansial. Masalah yang dihadapi BERDIKARI adalah rencana penjualan yang masih sedikit dibanding peluang pasar yang masih besar, kegiatan promosi dan jumlah hari kerja serta mesin yang digunakan untuk memproduksi tortilla belum maksimal. Sehingga perlu diadakan perbaikan mulai dari aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis dan teknologi, aspek manajemen dan organisasi sampai pada aspek keuangan. Studi kelayakan ini bertujuan untuk mengetahui layak atau tidaknya rencana bisnis tortilla untuk dijalankan atau dikembangkan ditinjau dari aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis dan teknologis, aspek manajemen dan organisasi serta aspek keuangan. Hasil analisis terhadap kriteria kelayakan bisnis ini, yaitu Break Even Point (BEP) sebesar 47.509 unit atau dalam nominal sebesar Rp 237.547.497, Net Present Value (NPV) diperoleh Rp 394.123.449 (>0), Payback Period (PP) selama 6 (Lima) bulan 14 (Empatbelas) hari lebih singkat dari target 3 (Tiga) tahun, Profitability Index (PI) diperoleh nilai sebesar 15,14 (>1) dan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 43,91% lebih besar dari tingkat bunga pinjaman. Berdasarkan 4 (Empat) aspek dan 5 (lima) kriteria kelayakan investasi, dapat disimpulkan bahwa rencana bisnis tortilla rumput laut layak untuk dijalankan di Kabupaten Morowali.

Page 1 of 1 | Total Record : 8