cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Jarkom
ISSN : -     EISSN : 23386312     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 2 (2019): Desember 2019" : 11 Documents clear
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM MONITORING JARINGAN WI-FI MENGGUNAKAN MIKHMON ONLINE DI WISMA MUSLIM KLITREN GONDOKUSUMAN YOGYAKARTA Tomy Alif Mustofa; Edhy Sutanta; Joko Triyono
Jurnal Jarkom Vol. 7 No. 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu bentuk nyata perkembangan teknologi dalam jaringan komputer adalah berkembangnya media komunikasi yang semula menggunakan media kabel (wired) menjadi jaringan komunikasi tanpa kabel (nirkabel) dengan memanfaatkan gelombang radio. Teknologi jaringan nirkabel yang sering digunakan saat ini adalah Wi-fi (Wireless-Fidelity). Wisma Muslim adalah tempat tinggal bagi perantau, pelajar, dan pekerja yang berada di Klitren Gondokusuman 1/568. Dalam menjalani aktifitasnya selain kerja, sekolah atau kuliah, penghuni Wisma Muslim sangat membutuhkan koneksi internet. Wisma Muslim menggunakan Wi-Fi untuk menyediakan koneksi internet untuk para penghuninya. Koneksi tersebut digunakan untuk banyak kegiatan, seperti browsing, streaming, gaming, downloading, dan masih banyak lagi. Permasalahan pada koneksi internet menggunakan Wi-fi di Wisma Muslim adalah proses monitoring jaringan internet dilakukan secara manual. Proses ini dapat dilakukan untuk menambah, merubah ataupun menghapus pengguna dan maupun hotspot serta memantau kecepatan transfer data. Proses-proses tersebut hanya bisa dilakukan di dalam ruang kontrol, sehingga proses monitoring dirasa kurang praktis. Berdasarkan permasalahan tersebut penelitian ini mengembangkan sistem monitoring jaringan wi-fi di Wisma Muslim. Sistem dikembangkan dengan memanfaatkan aplikasi Mikhmon. Dengan menggunakan aplikasi yang dikembangkan, proses pemantauan dapat dilakukan secara online, dari mana saja, kapan saja.
ANALISIS PERBANDINGAN MANAJEMEN BANDWIDTH MENGGUNAKAN METODE PCQ (PER CONNECTION QUEUE) DAN HTB (HIERARCHICAL TOKEN BUCKET) Daldir -; Catur Iswayudi; Amir Hamzah
Jurnal Jarkom Vol. 7 No. 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang sering terjadi pada jaringan komputer adalah data yang dikirim lambat, rusak, bahkan tidak sampai ke tujuan. Untuk memberikan kualitas layanan jaringan internet yang lebih baik, maka diperlukan adanya manajemen bandwidth, diantaranya adalah PCQ dan HTB. PCQ bekerja dengan membuat sub-stream berdasarkan parameter pcq-classifier yang dapat berupa IP address pengirim maupun IP address tujuan. HTB merupakan metode utama yang digunakan router mikrotik untuk melakukan manajemen bandwidth. Queue yang dibuat oleh routerOS akan disusun berdasarkan prinsip Hierarchical Token Bucket. Implementasi manajemen bandwidth dilakukan pada sebuah router mikrotik RB 951 Ui-2HnD. Pengujian dilakukan dengan analisis perbandingan Quality of Service (QoS) yaitu throughput, delay, packet loss, dan jitter, dengan beban packet 10000 byte, paket dikirim melalui Command prompt dan di analisis menggunakan aplikasi wireshark. Metode yang digunakan studi literatur, metode analisa data kuantitatif, dan implementasi pada skala kecil. Hasil analisis perbandingan PCQ dan HTB pada pengujian 1 client, PCQ lebih baik dalam menangani masalah manajemen bandwidth dengan nilai rata-rata throughput 67,80%, packet loss 2,05%, dan delay 0,012 ms. Sedangkan pada pengujian dengan 4 client HTB lebih baik dibandingkan dengan PCQ dengan rata-rata throughput 46,63%, packet loss 2,18%, dan delay 0,012 ms. Secara keseluruhan PCQ dan HTB dapat bekerja dengan baik.
ANALISIS DAN OPTIMASI DARI SIMULASI KEAMANAN JARINGAN MENGGUNAKAN FIREWALL MIKROTIK STUDI KASUS DI TAMAN PINTAR YOGYAKARTA Efrahim Sinyo Rio Ola Balen Langobelen; Rr. Yuliana Rachmawayi; Catur Iswayudi
Jurnal Jarkom Vol. 7 No. 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian yang hendak dicapai dari penelitian ini adalah melakukan analisis dari simulasi kemanan jaringan yang disesuaikan dengan topologi jaringan di Taman Pintar Yogyakarta dengan memanfaatkan berbagai fitur yang ada pada Mikrotik seperti firewall dan fitur pendukung keamanan jaringan lainnya di Taman Pintar Yogyakarta. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan konsep Prepare Plan Design Implement Operate and Optimize (PPDIOO) yaitu metologi Life Cycle yang secara berkesinambungan terus dilakukan dalam proses pengembangan dan implementasi jaringan. Metode ini sangat cocok digunakan dalam pengembangan sistem keamanan jaringan karena keamanan jaringan setiap saat terus berkembang seiring dengan cepatnya perkembangan teknologi. Secara umum penelitian ini menghasilkan konfigurasi untuk sistem keamanan jaringan komputer Taman Pintar Yogyakarta mengunakan firewall router Mikrotik yang meliputi konfigurasi untuk firewall, pengelolaan service port serta konfigurasi filter untuk Bridge. Penelitian ini menerapkan empat konfigurasi firewall yang difungsikan untuk memblokir aktivitas pengguna atau serangan dari luar yang dapat membahayakan sistem keamanan jaringan. Konfigurasi tersebut yaitu blokir penggunaan aplikasi geratis VPN, blokir penggunaan aplikasi torrent, blokir seragan DDOS serta melakukan penyamaran untuk scaning port menggunakan NMAP.
PERANCANGAN JARINGAN KOMPUTER LOKAL MENGGUNAKAN MODEL HIERARKI DI KAMPUS 1 INSTITUT TEKNOLOGI YOGYAKARTA Frengky Novrian; Catur Iswayudi; Prita Haryani
Jurnal Jarkom Vol. 7 No. 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep jaringan internet yang terpasang pada kampus Institut Teknologi Yogyakarta belum memiliki interkoneksi antara kampus 1, 2, 3 dan 4 dan jaringan komputer lokal yang belum memenuhi kebutuhan kampus. Tentunya hal itu tidak baik dan dapat mempengaruhi kinerja kampus. Terhubungnya antar kampus 1, 2, 3 dan 4 dan perancangan jaringan komputer lokal diharapkan dapat meningkatkan kecepatan kinerja dalam bertukar dan mengirim data didalam kampus 1 dan antar kampus dan meningkatkan kinerja operasional kampus Institut Teknologi Yogyakarta. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, studi kepustakaan, wawancara dan metode eksperimen. Sistem yang dibangun adalah perancangan jaringan komputer lokal menggunakan model hierarki. Penyusunan meliputi dengan prosedur antara identifikasi masalah, analisis data, perancangan interkoneksi, perancangan arsitektur jaringan, perancangan logical dan perancangan topologi fisik. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini berupa analisis data koneksi jaringan di Kampus 1 Institut Teknologi Yogyakarta dan estimasi interkoneksi antar kampus. Hasil dari simulasi perancangan jaringan komputer lokal ini didapatkan nilai rata-rata tertinggi dari Round Trip Time sebesar 11,2 ms. Kemudian untuk nilai rata-rata Packet Loss dalam pengujian simulasi ditemukan index nilai 0% atau sama dengan “Sangat bagus”, hasil ini disebabkan karena pengujian hanya dilakukan dengan simulasi. Sedangkan untuk nilai rata-rata Time To Leave sebesar 126,6 ms.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI OPENSOURCE DALAM MERANCANG INFRASTRUKTUR HA-CLUSTER SERVER UNTUK MENGHINDARI SINGLE POINT OF FAILURE Candra Kusuma; Suwanto Raharjo; Catur Iswayudi
Jurnal Jarkom Vol. 7 No. 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan sistem informasi yang terbaru mendorong menyediakan High Availability Cluster (HAC) untuk mengurangi kesulitan penanggulangan proses pemulihan sistem yang terkait dengan server down dan menghasilkan sistem yang handal mengakses basis data dan mempermudah proses sinkronisasi basis data antar server yang dilakukan otomatis oleh sistem cluster. Metode penelitian ini dilakukan secara mandiri, dengan teknik simulasi pada objek penelitian database agar selalu bisa diakses oleh user tanpa terganggu aktif tidaknya server, maka digunakanlah sistem yang bernama high availability untuk menghindari single point of failure serta melakukan penetrasi test atau stressing terhadap database menggunakan The Apache jMeter untuk mendapatkan nilai parameter Availibility yang baik . Pada penelitian ini menggunakan VirtualBox sebagai platform simulasinya, High Availability Cluster yang di bangun menggunakan dua buah server virtual dengan sistem operasi Debian menggunakan MariaDB untuk menyimpan basis data. Kemudian Pacemaker/Corosync berkaitan dengan infrastruktur komunikasi jaringan antar kedua server dalam membentuk sistem cluster dengan langkah set up komunikasi nodelist atau bisa diartikan sebagai daftar server mengacu pada server yang digunakan sebagai cluster untuk disinkronkan. Parameter yang diukur pada penelitian ini adalah Availability, Downtime, Failover Downtime, Throughput. Berdasarkan pengujian availability mendapatkan hasil yang baik dengan tingkat availability zero downtime. Dikatakan zero downtime karena pada 5 kali percobaan nilai availability didapat dengan rata-rata 99% sehingga simulasi yang dilakukan berjalan lancar.dengan tingkat kestabilan Failover Downtime dan Throughput, sehingga sistem cluster ini dapat menjadi solusi untuk meningkatkan sistem dengan tingkat availaibility yang tinggi.
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI USER MANAGER PADA HOTSPOT MIKROTIK MENGGUNAKAN METODE QUEUE TREE TIPE PCQ Hidayat -; Edhy Sutanta; Uning Lestari
Jurnal Jarkom Vol. 7 No. 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini jaringan internet telah menjadi suatu kebutuhan utama dari setiap orang yang telah menggunakan teknologi eletronik, seperti smart phone, gadget, laptop dan masih banyak lagi. Saat internet telah menjangkau hampir seluruh elemen masyarakat, berbagai instansi dan juga tempat berkumpul, terutama kafe atau restoran telah menjadikan internet sebagai bagian dari fasilitasnya, dimana Wi-Fi (Wireless Fidelity) yang memanfaatkan peralatan elektronik untuk bertukar data secara nirkabel melalui sebuah jaringan komputer adalah pilihan utama. Permasalahan dalam penelitian ini adalah menyediakan jaringan pada user profile hotspot menggunakan user manager agar bandwidth teratur dengan menggunakan metode Queue Tree Tipe PCQ. Perancangan dan implementasi dilakukan di Wisma Muslim di Klitren Gondokusuman 1/568 dengan mengatur IP Addresss pada Mikrotik, IP Address user, IP Address hotspot, DNS, Gateway, Firewall NAT, Bridge, Hotspot Server, PCQ, Queue Tree dan user manager. Pada pengujian dilakukan dengan lima user untuk melihat hasil latency, download, dan upload. pengujian menunjukkan rata-rata hasil latency 13 ms , download 8.07 Mbps , dan upload 12.12 Mbps. Kemudian setelah menggunakan metode tersebut, latency 12 ms , download 6.57 Mbps, dan upload 15.66 Mbps
MANAJEMEN BANDWIDTH MENGGUNAKAN METODE SIMPLE QUEUE & QUEUE TREE DENGAN TIPE PENJADWALAN PCQ PADA HOTSPOT MIKROTIK WISMA MUSLIM Inggar Prihartini Eka Putri; Joko Triyono; Edhy Sutanta
Jurnal Jarkom Vol. 7 No. 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wisma Muslim sebagai hunian yang menyediakan fasilitas hotspot, dalam pengelolaan jaringannya masih memerlukan manajemen bandwidth dan juga keamanan mikrotik untuk meminimalisir serangan terhadap mikrotik. Penelitian ini menerapkan metode simple queue dan queue tree dengan tipe penjadwalan PCQ. Pengujian dilakukan selama 5 hari dengan menggunakan 10 client pada kapasitas bandwidth sebesar 10 Mbps. Pengujian dilakukan dengan aktivitas video streaming. Peningkatan keamanan juga dilakukan dengan menerapkan limit youtube, single connection dengan IDM, disable port, ubah port, available from, dan allowed address pada mikrotik. Parameter QoS yang digunakan adalah throughput, delay, packet loss, dan jitter. Dari hasil pengujian menggunakan manajemen bandwidth simple queue nilai rata-rata indeks yang didapatkan sebesar 3 dan dalam kategori memuaskan. Sementara untuk manajemen bandwidth menggunakan queue tree nilai rata-rata indeks yang didapatkan sebesar 2,75 dan dalam kategori kurang memuaskan. Penerapan fitur keamanan juga membatasi penggunaan bandwidth dan hak akses ke mikrotik
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI MONITORING SERVER OWNCLOUD Jefrianto Tafonao; Erfanti Fatkhiyah; Rr. Yuliana Rachmawati
Jurnal Jarkom Vol. 7 No. 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin meningkatnya ukuran dan jumlah perangkat jaringan akan semakin kompleks masalah pada jaringan sehingga diperlukan adanya pengawasan terus-menerus untuk menjamin ketersediaan availability layanan. Cacti (Comman Agricurtural Customs Transmision of Information) merupakan salah satu software yang digunakan untuk keperluan monitoring yang banyak digunakan saat ini. Cacti menyimpan semua data atau informasi yang diperlukan untuk membuat grafik dan mengumpulkannya dengan database MySql. Kemudian dilakukan pengujian untuk mengetahui tampilan dan fungsi dari monitoring yang dibuat dan pengujian juga dilakukan terhadap aplikasi untuk mengetahui keakuratan. Hasil pengujian monitoring pada Server OwnCloud menunjukkan bahwa monitoring Cacti yang dibuat memiliki keakuratan dalam memonitoring Logged User, Ping Latency, Load Avarage, Monitoring Usage, dan disk space.
ANALISIS KUALITAS JARINGAN WLAN BERDASARKAN JARAK Joddie Meybie; Joko Triyono
Jurnal Jarkom Vol. 7 No. 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang utama dalam kinerja jaringan nirkabel teletak pada physical link dan paling berpengaruh adalah kondisi fisik seperti jarak karena semakin lemah radio frekuensi yang dapat di terima dan menjadikan akses ke jaringan lambat. Dalam membangun jaringan wireless saat ini harus diketahui teknologi apakah yang dapat digunakan untuk mendapatkan koneksi jaringan wireless yang stabil dan mampu untuk memenuhi kebutuhan user atau pemakai. Cara yang dapat digunakan untuk mengetahui teknologi apa yang dapat digunakan untuk melancarkan arus informasi melalui media jaringan wireless, adalah dengan melakukan analisis terhadap kualitas jaringan berdasarkan kualitas sinyal bar. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, motode studi literatur. Analisis yang dilakukan dengan mengukur parameter Quality of Service (Qos) delay, troughput dan packet loss pada acces point TP-LINK WA801ND dan dilakukan standarisasi berdasarkan Telecommunications and Internet Protocol. Harmonization Over Networks (TIPHON) . Penyusunan meliputi dengan prosedur antara identifikasi masalah, analisis kebutuhan, perancangan jaringan. sedangkan pengujian dilakukan dengan menggunakan CMD( Command Promt) dan Aplkasi WireShark.
PERBANDINGAN METODE SIMPLE QUEUE DAN QUEUE TREE UNTUK OPTIMASI MANAJEMEN BANDWIDTH MENGGUNAKAN MIKROTIK (STUDI DI ASRAMA WISMA MUSLIM) Kevin Bagus Aditya; Rr. Yuliana Rachmawati; suraya -
Jurnal Jarkom Vol. 7 No. 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asrama Wisma Muslim adalah tempat tinggal penghuni perantauan, pelajar dan pekerja yang berada di Klitren Gondokusuman 1/568. Dalam menjalani aktifitasnya selain kerja, kuliah penghuni Asrama Wisma Muslim sangat membutuhkan teknologi internet, dan Wi-Fi adalah salah satu solusi bersama. Penghuni Asrama Wisma Muslim menggunakan Wi-Fi untuk banyak kegiatan, seperti browsing, streaming, gaming, downloading, dan masih banyak lagi. Pada studi kasus ini akan menggunakan 5 client dan 10 client. Permasalahan yang sering terjadi adalah manajemen bandwidth pada internet tidak teratur dan bahkan terbuang sia-sia, bahkan akan membuat pengguna jaringan internet mengalami perebutan bandwidth, delay, dan lagging. Perlu adanya manajemen penggunaan bandwidth supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Solusinya bisa menggunakan Router Mikrotik yang sudah sangat populer untuk melakukan tugas sebagai pengatur bandwidth. Dalam mengatasi manajemen bandwidth yang tidak teratur, hal yang dilakukan adalah memanajemen bandwidth dan dalam penelitian ini membandingkan dua metode manajemen bandwidth yaitu Simple Queue dan Queue Tree dengan parameter Quality of Service (QoS) pada delay, packet loss, throughput, jitter. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetaui perbandingan antara metode Simple Queue dan Queue Tree dengan parameter Quality of Service (QoS) dan kapan menggunakan metode Simple Queue dan Queue Tree dalam manajemen bandwidth. Hasil pengujian pada 5 client Simple Queue dan Queue Tree pada nilai QoS Simple Queue lebih bagus dibandingkan dengan Queue Tree, sedangkan pada pengujian 10 client Simple Queue dan Queue Tree pada nilai QoS Queue Tree lebih bagus dibandingkan dengan Simple Queue, Berdasarkan hasil pada no 5, maka dapat disimpulkan bahwa metode Simple Queue lebih sesuai untuk jumlah client kurang dari 5, sedangkan untuk jumlah client lebih dari 5, direkomendasikan menggunakan Queue Tree.

Page 1 of 2 | Total Record : 11