cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 86 Documents
Search results for , issue " Tahun 2013" : 86 Documents clear
PENGARUH TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG PENGOBATAN KEMOTERAPI TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN KANKER DI RUANG SITOSTATIKA RUMAH SAKIT TELOGOREJO SEMARANG Hidayah, Setya Nurul
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penderita kanker dari tahun ke tahun semakin mengalami peningkatan dengan dengan berbagai faktor penyebab yang bervariasi. Indonesia sendiri angka kematian akibat penyakit kanker semakin meningkat, pada tahun 2009 ditemukan penderita kanker sebanyak 11.862. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh tingkat pengetahuan tentang pengobatan kemoterapi terhadap tingkat kecemasan pada pasien kanker di Ruang Sitostatika Rumah Sakit Telogorejo Semarang. Desian penelitian ini adalah Descriptive corelation, jumlah sampel 11 responden dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan tingkat kecemasan pada pasien kanker. Terlihat dari p value sebesar 0.000 (< 0.05). Pada karateristik responden berdasarkan variabel umur dengan dewasa tua 26-65 tahun  sebanyak 10 (81.%), jenis kelamin semua perempuan sebanyak 11 (100.0%), pendidikan SMA dan PT masing-masing 4 (36.4%), pekerjaan karyawan sebanyak 6 (54.5%), jenis kanker payudara sebanyak 8 (72.7%), tingkat pengetahuan tinggi sebanyak 8 (72.7%), dan tingkat kecemasan berat sekali sebanyak 5 (45.5%). Rekomendasi hasil penelitian ini adalah agar dijadikan intervensi sebelum melakukan pengobatan kemoterapi pada pasien kanker.   Kata kunci : Tingkat pengetahuan, Tingkat kecemasan, dan Kanker
HUBUNGAN KUALITAS KUNJUNGAN KELUARGA DENGAN LAMA PERAWATAN PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH Dr. AMINO GONDOHUTOMO SEMARANG widayanti, silviana juni
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skizofrenia adalah suatu penyakit yang mempengaruhi otak dan menyebabkan timbulnya pikiran, persepsi, emosi, gerakan dan perilaku aneh da terganggu. Skizofrenia terjadi pada 15-20/100.000 individu pertahun. Salah satu faktor yang mempengaruhi kesembuhan  pasien skizofrenia salah satu diantarnya adalah kunjungan keluarga. Keluarga merupakan system pendukung utama bagi pertumbuhan dan perkembangan optimal setiap individu. Peran serta keluarga sangat dibutuhkan pasien misalnya dengan melakukan kunjungan di rumah sakit. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 72 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan kualitas kunjungan keluarga dengan lama perawatan di RSJD Dr. Amino Gondohutomo Semarang. Jenis penelitian ini adalah Deskriptive Correlative dengan pendekatan rancangan Cross Sectional. Uji statistic yang digunakan pada penelitian ini adalah Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara kualitas kunjungan keluarga dengan lama perawatan pada pasien skizofrenia, dengan p value sebesar 0,009 dan r= 0,049 dengan arah korelasi negative dan uji beda. Saran dari penelitian ini adalah keluarga harus meningkatkan jumlah kunjungan karena jika sering berkunjung maka lama perawatan akan semakin pendek. Kata kunci       : Skizofrenia, Kunjungan Keluarga, Lama Perawatan
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KECEMASAN IBU DALAM MENGHADAPI PERSALINAN KALA I DI RUMAH BERSALIN MARDI RAHAYU SEMARANG Chalimah, Siti
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya kecemasan yang dialami oleh ibu bersalin dengan rata-rata tiap harinya mencapai 10.000 persalinan per hari di Indonesia pada tahun 2010. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambaran tentang faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kecemasan ibu dalam menghadapi persalinan di Rumah Bersalin Mardi Rahayu Semarang yaitu faktor status ekonomi, kesiapan ibu, paritas, dan pendampingan keluarga. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey deskriptif, dengan tekhnik sampling yaitu total sampling. Populasi dari penelitian ini adalah sebanyak 55 orang. Pengambilan data pada penelitian ini dengan menggunakan angket, analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan didapatkan hasil dari ke empat faktor yang masuk dalam penelitian ini yaitu faktor ekonomi didapatkan hasil yaitu ibu yang mempunyai status ekonomi tinggi sebanyak 60%, sedangkan ibu yang mempunyai status ekonomi rendah sebanyak 40%. Faktor kesiapan ibu didapatkan hasil yaitu ibu yang siap sebanyak 62.3%, sedangkan ibu yang belum siap sebanyak 32.7%. Faktor paritas didapatkan hasil yaitu ibu primigravida sebanyak 58.2%, sedangkan ibu multigravida sebanyak 41.8%. Faktor pendampingan keluarga didapatkan hasil yaitu Ibu yang mendapat pendampingan keluarga sebanyak 80%, sedangkan ibu yang tidak mendapat pendampingan keluarga sebanyak 20%. Dan pada tingkat kecemasan didapatkan hasil yaitu kecemasan ringan sebanyak 25.5%, kecemasan sedang sebanyak 47.3%, dan kecemasan berat sebanyak 27.3%. Berdasarkan kesimpulan tersebut, penolong persalinan bisa menyarankan ibu untuk menggunakan program pemerintah (jampersal) dan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pada bayi, ibu dianjurkan untuk memberikan ASI eksklusif. Penolong persalinan diharapkan juga dapat memberikan pengetahuan mengenai tanda-tanda persalinan dan proses persalinan, selain itu, penolong persalinan pada ibu primigravida diharapkan untuk melibatkan keluarga dalam mengurangi kecemasan ibu, dan penolong persalinan diharapkan mengijinkan suami atau keluarga untuk mendampingi ibu bersalin. Kata Kunci: Kecemasan ibu bersalin, kesiapan ibu, paritas, pendampingan keluarga, status ekonomi
HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL TRIMESTER II DI PUSKESMAS BANDARHARO SEMARANG UTARA Mulyani, Sri
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Status gizi yaitu keadaan sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi sewaktu hamil. Status gizi ibu hamil sangat mempengaruhi pertumbuhan janin dalam kandungan, apabila status gizi ibu buruk sebelum dan selama kehamilan akan menyebabkan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR). Jika asupan gizi pada ibu hamil tidak dipenuhi dengan baik dapat mengakibatkan anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dengan kadar Hemoglobin pada ibu hamil trimester II di Puskesmas Bandarharjo Semarang Utara. Desain penelitian ini cross sectional, jumlah populasi ibu hamil trimester II di Puskesmas Bandarhajo tercatat sebanyak 24 ibu hamil trimester II, teknik sampel yang digunakan adalah nonprobability sampling dengan jumlah sampel 24 responden. Penelitian ini menggunakan statistik parametrik Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan nilai p value = 0,006 sehingga < 0,05, r = 0,542, artinya bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kadar Hemoglobin pada ibu hamil trimester II. Setelah dilakukan penelitian ini diharapkan petugas kesehatan di Puskesmas Bandarharjo harus dapat meningkatkan pencegahan anemia dengan pemberian tablet besi, dan menganjurkan supaya ibu hamil mengkonsumsi gizi yang baik.   Kata Kunci: Ibu Hamil Trimester II, Kadar Hemoglobin, Status Gizi
STUDI DESKRIPTIF STATUS MENTAL LANSIA BERDASARKAN KARAKTERISTIK LANSIA DI KELURAHAN KARANGAYU SEMARANG BARAT Riani, Suksi
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil prediksi menunjukkan persentase penduduk lansia mencapai 9,77% dari total penduduk tahun 2010 dan menjadi 11,34% pada tahun 2020. Faktor-faktor predisposisi sehat sakit mental diantaranya yaitu biologis, psikologis dan karakteristik sosial budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan status mental lansia berdasarkan karakteristik lansia di Kelurahan Karangayu Semarang Barat. Desain penelitian ini adalah Cross-sectional, jumlah sampel 240 responden dari 601 populasi dengan tekhnik Proportional  Stratified Random Sampling. Pada penelitian ini menggunakan uji Mann-Whitney U Test dan uji Kruskal-Wallis Test. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara status mental lansia berdasarkan karakteristik lansia. Pada karakteristik responden jenis kelamin perempuan terdapat 128 (53,3%) sedangkan laki-laki 112 (46,7%). Responden yang berpendidikan dasar sebanyak 132 (55%), responden yang berpendidikan menengah sebanyak 91 (37,9%) dan responden yang berpendidikan tinggi sebanyak 17 (7,1%). Responden yang tidak bekerja sebanyak 123 (51,3%), responden yang pekerjaannya swasta sebanyak 78 (32,5%) dan responden yang pekerjaannya pensiunan PNS sebanyak 39 (16,3%). Responden yang statusnya kawin sebanyak 129 (53,8%), responden yang tidak kawin sebanyak 12 (5%) dan responden yang statusnya janda atau duda sebanyak 99 (41,2%). Lansia disarankan untuk menjaga kemampuan kognitif dengan melatih memorinya seperti mengisi teka-teki silang, membaca buku dan mengikuti kuis. Kata Kunci     :  Status mental, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, status perkawinan, dan lansia
HUBUNGAN ANTARA MENYUSUI SEJAK DINI DENGAN PENURUNAN TINGGI FUNDUS UTERI PADA IBU POSTPARTUM DI RSUD. TUGUREJO SEMARANG Indarwati, Tiyas
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program menyusui sejak dini di Indonesia dalam pelaksanaannya masih kurang, hal ini dapat terlihat masih rendahnya kesadaran ibu dalam menyusui sejak dini pada bayinya dikarenakan kurangnya pemahaman ibu tentang manfaat ASI dan menyusui yang benar. Menyusui sejak dini sangat bermanfaat bagi ibu, karena pada saat bayi mengisap payudara akan menstimulasi produksi oksitosin secara alami. Oksitosin menyebabkan terjadinya kontraksi dan retraksi otot uterin sehingga membantu untuk proses involusi uteri yang ditandai dengan penurunan tinggi fundus uteri, oleh karena itu dianjurkan bagi ibu untuk menyusui bayinya segera setelah lahir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara menyusui sejak dini dengan penurunan tinggi fundus uteri pada ibu postpartum di RSUD. Tugurejo Semarang. Jenis penelitian ini observasional analitik, sampel dalam penelitian ini sebanyak 69 responden. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah sampel total, pengambilan data menggunakan lembar pengamatan. Analisa data menggunakan Mann-Whitney Test dengan α < 0,05. Hasil dari uji Mann-Whitney Test dengan taraf signifikan α < 0,05, diperoleh nilai ρ value = 0,033 (α < 0,05) artinya Ho ditolak atau  ada hubungan antara menyusui sejak dini dengan penurunan tinggi fundus uteri pada hari ke-1 dengan penurunan tinggi fundus uteri pada hari ke-9. Rekomendasi penelitian ini ditujukan kepada petugas pelayanan kesehatan untuk memfasilitasi bagi ibu postpartum untuk  menyusui bayinya segera setelah lahir.   Kata kunci : menyusui sejak dini, penurunan tinggi fundus uteri, postpartum
PENGARUH KOMUNIKASI TERAPEUTIK (SP 1-4) TERHADAP KEMAUAN DAN KEMAMPUANPERSONAL HIGIENE PADA KLIEN DEFISIT PERAWATAN DIRI DI RSJD Dr. AMINO GONDOHUTOMO SEMARANG Khaeriyah, Uswatun
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skizofrenia merupakan suatu gangguan jiwa berat yang akan membebani masyarakat sepanjang hidup penderita, dikarakterisasikan dengan disorganisasi pikiran, perasaan dan perilaku defisit perawatan diri. Defisit perawatan diri merupakan suatu kondisi pada seseorang yang mengalami kelemahan kemampuan dalam  melengkapi aktivitas perawatan diri secara mandiri seperti mandi, berhias, makan dan BAK/BAB (toileting) Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh komunikasi terapeutik  terhadap kemauan dan kemampuan personal higiene pada klien defisit perawatan diri Jenis penelitian adalah quasi eksperiment dengan rancangan one-group pre test and post test design dengan sampel sebanyak 50 responden. Uji statistik menggunakan Wilcoxon Signed Range Test. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh komunikasi terapeutik terhadap kemauan personal higiene (makan dan mandi)dengan  masing-masing p value 0,000 dan kemampuan personal higiene (mandi, makan, dan eliminasi) dengan masing-masing p value 0,000. Diharapkan perawat dapat lebih memperhatikan proses komunikasi teraupetik pada klien defisit perawatan diri sesuai rencana tindakan keperawatan dan secara berkesinambungan.   Kata kunci : kemauan dan kemampuan personal higiene, defisit perawatan diri
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN POLA ASUH IBU TERHADAP KEMAMPUAN TOILET TRAINING PADA ANAK USIA 2-3 TAHUN DI PAUD ASA BUNDA SEMARANG. Effendi, Wieke
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut hasil observasi sementara oleh peneliti di PAUD ASA BUNDA bahwa banyak ibu-ibu yang belum banyak mengajakan anaknya cara toilet training dengan baik, seperti masih banyak anak-anak yang menggunakan pampers dan kencing sembarangan di PAUD ASA BUNDA Semarang.Penelitian ini bertujuan Mengetahui hubungan antara pengetahuan dan pola asuh ibu terhadap kemampuan toilet training pada anak usia 2-3 tahun di PAUD ASA BUNDA Semarang.toilet training adalah suatu usaha untuk melatih anak untuk mengontrol dalam melakukan buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB). Pengetahuan adalah merupakan hasil dari tahu dan ini setelah orang melakukan penginderaan terhadap obyek tertentu. Pola asuh adalah pola interaksi antara orang tua dan anak, yaitu bagaimana cara sikap atau perilaku orang tua saat berinteraksi dengan anak, termasuk cara penerapan aturan, mengajarkan nilai atau norma, memberikan perhatian dan kasih sayang serta menunjukkan sikap dan perilaku baik sehingga dijadikan panutan bagi anaknya.Jenis penelitian ini adalah cross sectional dengan jumlah responden 74 ibu di PAUD ASA BUNDA dengan metode total sampling. Analisa data dilakukan dengan analisa univariat. Hasil penelitian menunjukkan sebagaian umur responden didapat >35 (36,5%). Pengetahuan ibu dalam toilet training sebagian besar 52 responden (70,3%). Pola asuh dalam toilet training sebagaian besar 45 responden (60,8%). kemampuan ibu dalam pelatihan toilet training (86,4 %). Hasil uji bivariat menunjukan ada hubungan antara pengetahuan ibu dan kemampuan toilet training pada anak usia 2-3 tahun di peroleh p value = 0,000 < 0,05. Ada hubungan antara pola asuh ibu dengan kemampuan toilet training pada anak usia 2-3 tahun di peroleh p value = 0,000 < 0,05.Berdasarkan kesimpulan diatas, sebaiknya orang tua mencari informasi yang sebanyak-banyaknya tentang toilet training, dan melakukan pelatihan khusus untuk ibu-ibu tentang toilet training yang benar, sehingga nantinya akan dapat melakukan toilet training yang baik untuk anak-anaknya.Kata kunci : Pengetahuan, pola asuh, dan toilet training
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KECACATAN DENGAN GAMBARAN DIRI (BODY IMAGE) PADA PENDERITA KUSTA DI RUMAH SAKIT KUSTA DONOROJO JEPARA Lusianingsih, Yuliana
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia menempati posisi ke 3 didunia setelah India dan Brazil sebagai negara yang memiliki penderita kusta terbanyak. Pada akhir Desember 2011 prevalensi kusta sebesar 1,16/10.000 penduduk dengan jumlah kusta tercacat 202 kasus. Kecacatan yang berlanjut dan tidak mendapat perhatian serta penanganan yang tidak baik akan menimbulkan ketidakmampuan fungsi sosial secara progresif, terisolasi dari masyarakat, keluarga dan teman-temannya, sedangkan secara psikologis bercak, benjolan-benjolan pada kulit penderita membentuk paras yang menakutkan sehingga menyebabkan penderita kusta merasa rendah diri, depresi dan menyendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecacatan dengan gambaran diri (body image) pada penderita kusta. Jenis penelitian ini adalah descriptive correlation dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Metode sampling yang digunakan yaitu total sampling, dengan jumlah sampel 40  responden. Pengambilan data dengan menggunakan kuesioner, Analisis menggunakan uji Continuity Correction. Hasil penelitian menujukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat kecacatan dengan gambaran diri (body image) pada penderita kusta dengan (p-value 0.001) dengan OR (Odd Ratio) = 16.800. Perlu adanya dukungan yang penuh dari keluarga dan masyarakat dalam menjalani pengobatan yang tuntas dan perawatan baik secara fisik maupun secara psikologis sehingga tidak terjadi kecacatan kusta yang berat dan gangguan gambaran diri.   Kata Kunci : Tingkat Kecacatan, Gambaran diri (Body Image) , Penderita Kusta
HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RSUD UNGARAN Setiyaningsih, Yuliana
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya kesehatan adalah setiap kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, bertujuan untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat. Derajat kesehatan yang optimal dapat dicapai oleh perawat dengan adanya motivasi kerja. Motivasi kerja yang tinggi akan berpengaruh terhadap penilain prestasi kerja dalam melakukan kegiatan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi kerja perawat terdahap kinerja perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Ungaran dan mengidentifikasi karakteristik perawat di RSUD Ungaran (umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan lamanya bekerja). Desain penelitian ini menggunakan cross sectional, jumlah sampel 66 responden dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian ini berupa kuesioner dan lembar checklist. Prosedur pengumpulan data pada penelitian ini terdiri dari prosedur administratif dan prosedur teknis. Hasil analisa univariat menunjukkan karakteristik perawat pelaksana di ruang rawat inap RSUD Ungaran paling banyak meliputi usia ≥ 32 tahun 40 orang (60,6%), berjenis kelamin perempuan 55 orang (83,3%), berpendidikan D3 Keperawatan 63 orang (95,5%) dengan lamanya bekerja ≥ 5 tahun 38 orang (57,6%), untuk motivasi perawat yang persepsikan oleh perawat (61%) mempersepsikan baik dan kinerja perawat pelaksana (43,9%) mempersepsikan baik. Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan antara umur (p=1,000), jenis kelamin (p=1,000), pendidikan (p=1,000), dan lamanya kerja (p=0,366) dengan kinerja perawat pelaksana, ada hubungan motivasi dengan kinerja perawat pelaksana (p=0,000). Peneliti menyimpulkan agar motivasi perawat perlu ditingkatkan dengan memberikan tunjangan, jenjang karir agar tercapai kinerja perawat yang baik.   Kata Kunci: motivasi, kinerja perawat, dan rumah sakit.