Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Aplikasi Pupuk Organik dari Campuran Limbah Cangkah Telur dan Vetsin dengan Penambahan Rendaman Kulit Bawang Merah terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai Merah Keriting (Capsicum annum L. var. Longum) Noviansyah, Bayu; Chalimah, Siti
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 1, No 1: Maret 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah cangkang telur yang merupakan salah satu bahan pencemar dapat dimanfaatkan menjadi produk yang lebih bermanfaat salah satunya dalam pembuatan pupuk organik. Hal ini didasarkan pada komposisi cangkang telur yang memungkinkan untuk dikembangkan menjadi pupuk organik Tujuan penelitian ini adalah 1) mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik campuran cangkang telur dan vetsin dengan penambahan rendaman kulit bawang merah terhadap pertumbuhan tanaman cabai merah keriting. 2) mengetahui pertumbuhan terbaik dari berbagai perlakuan konsentrasi pupuk pada pertumbuhan cabai merah keriting. Penelitian dilaksanakan di laboratorium Biologi FKIP UMS pada bulan Februari sampai April 2014. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu konsentrasi pupuk organik dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan. Parameter yang diukur adalah tinggi tanaman, jumlah daun, dan biomassa awal dan akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi pupuk organik limbah cangkang telur, vetsin 5%, 7,5%, dan 10% dengan penambahan rendaman kulit bawang merah memberikan pengaruh baik terhadap pertumbuhan tanaman cabai merah keriting. Dilihat dari parameter tinggi tanaman dan jumlah daun menunjukkan pengaruh signifikan antar perlakuan sedangkan biomassa tanaman tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Konsentrasi pupuk organik 7,5% memberikan pengaruh paling baik pada pertumbuhan tanaman cabai merah kriting dibanding dengan perlakuan yang lain dan kontrol.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KECEMASAN IBU DALAM MENGHADAPI PERSALINAN KALA I DI RUMAH BERSALIN MARDI RAHAYU SEMARANG Chalimah, Siti
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya kecemasan yang dialami oleh ibu bersalin dengan rata-rata tiap harinya mencapai 10.000 persalinan per hari di Indonesia pada tahun 2010. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambaran tentang faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kecemasan ibu dalam menghadapi persalinan di Rumah Bersalin Mardi Rahayu Semarang yaitu faktor status ekonomi, kesiapan ibu, paritas, dan pendampingan keluarga. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey deskriptif, dengan tekhnik sampling yaitu total sampling. Populasi dari penelitian ini adalah sebanyak 55 orang. Pengambilan data pada penelitian ini dengan menggunakan angket, analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan didapatkan hasil dari ke empat faktor yang masuk dalam penelitian ini yaitu faktor ekonomi didapatkan hasil yaitu ibu yang mempunyai status ekonomi tinggi sebanyak 60%, sedangkan ibu yang mempunyai status ekonomi rendah sebanyak 40%. Faktor kesiapan ibu didapatkan hasil yaitu ibu yang siap sebanyak 62.3%, sedangkan ibu yang belum siap sebanyak 32.7%. Faktor paritas didapatkan hasil yaitu ibu primigravida sebanyak 58.2%, sedangkan ibu multigravida sebanyak 41.8%. Faktor pendampingan keluarga didapatkan hasil yaitu Ibu yang mendapat pendampingan keluarga sebanyak 80%, sedangkan ibu yang tidak mendapat pendampingan keluarga sebanyak 20%. Dan pada tingkat kecemasan didapatkan hasil yaitu kecemasan ringan sebanyak 25.5%, kecemasan sedang sebanyak 47.3%, dan kecemasan berat sebanyak 27.3%. Berdasarkan kesimpulan tersebut, penolong persalinan bisa menyarankan ibu untuk menggunakan program pemerintah (jampersal) dan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pada bayi, ibu dianjurkan untuk memberikan ASI eksklusif. Penolong persalinan diharapkan juga dapat memberikan pengetahuan mengenai tanda-tanda persalinan dan proses persalinan, selain itu, penolong persalinan pada ibu primigravida diharapkan untuk melibatkan keluarga dalam mengurangi kecemasan ibu, dan penolong persalinan diharapkan mengijinkan suami atau keluarga untuk mendampingi ibu bersalin. Kata Kunci: Kecemasan ibu bersalin, kesiapan ibu, paritas, pendampingan keluarga, status ekonomi
Aplikasi Pupuk Organik dari Campuran Limbah Cangkah Telur dan Vetsin dengan Penambahan Rendaman Kulit Bawang Merah terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai Merah Keriting (Capsicum annum L. var. Longum) Noviansyah, Bayu; Chalimah, Siti
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 1, No 1: Maret 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v1i1.316

Abstract

Limbah cangkang telur yang merupakan salah satu bahan pencemar dapat dimanfaatkan menjadi produk yang lebih bermanfaat salah satunya dalam pembuatan pupuk organik. Hal ini didasarkan pada komposisi cangkang telur yang memungkinkan untuk dikembangkan menjadi pupuk organik Tujuan penelitian ini adalah 1) mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik campuran cangkang telur dan vetsin dengan penambahan rendaman kulit bawang merah terhadap pertumbuhan tanaman cabai merah keriting. 2) mengetahui pertumbuhan terbaik dari berbagai perlakuan konsentrasi pupuk pada pertumbuhan cabai merah keriting. Penelitian dilaksanakan di laboratorium Biologi FKIP UMS pada bulan Februari sampai April 2014. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu konsentrasi pupuk organik dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan. Parameter yang diukur adalah tinggi tanaman, jumlah daun, dan biomassa awal dan akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi pupuk organik limbah cangkang telur, vetsin 5%, 7,5%, dan 10% dengan penambahan rendaman kulit bawang merah memberikan pengaruh baik terhadap pertumbuhan tanaman cabai merah keriting. Dilihat dari parameter tinggi tanaman dan jumlah daun menunjukkan pengaruh signifikan antar perlakuan sedangkan biomassa tanaman tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Konsentrasi pupuk organik 7,5% memberikan pengaruh paling baik pada pertumbuhan tanaman cabai merah kriting dibanding dengan perlakuan yang lain dan kontrol.
Pengenalan Media Pembelajaran Interaktif Untuk Meningkatkan Minat dan Kemampuan Siswa di SMAN 1 Mojosari Puspitasari, Nurrisma; Chalimah, Siti; Yudoyono, Gatut; Indrawati, Susilo; Prajitno, Gontjang; Bustomi, Muhammad Arief; Mashuri, Mashuri; Silvia, Linda; Yuwana, Lila; Rubiyanto, Agus
Sewagati Vol 9 No 3 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i3.2458

Abstract

Dalam dunia Pendidikan, media pembelajaran interaktif merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan. Media ini dapat mengubah cara belajar dan meningkatkan pengalaman belajar yang menarik bagi siswa. Di Indonesia telah diterapkan pembelajaran interaktif baik online (e-learning) maupun offiine. Platform yang sering digunakan antara lain: google classroom, Whatsapp Group, dan Zoom. Namun saat ini telah diterapkan kembali pembelajaran secara tatap muka di Sekolah yang membuat siswa harus beradaptasi kembali dengan sistem pembelajaran lama. Hal tersebut menuntut guru untuk menyiapkan metode pembelajaran tatap muka yang tidak monoton dan guru dituntut handal dalam penguasaan teknologi dan dapat menampilkan pembelajaran yang interaktif untuk para siswa. Berdasarkan permasalahan tersebut perlu disadari bahwa guru memiliki peran yang sangat penting dalam suksesnya pembelajaran dan pendidikan. Pembelajaran interaktif adalah salah satu metode yang baik dan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan minat belajar dan kemampuan siswa terutama dalam mempelajari ilmu Fisika. Guru berperan sebagai pentransfer ilmu pengetahuan dengan memanfaatkan teknologi yang telah ada. Sehingga pengembangan diri untuk guru terkait pembelajaran interaktif dan inovatif ini perlu dilakukan dan dikenalkan pada siswa agar siswa dapat optimal dalam proses belajar. Oleh karena itu tim pengabdi dari Departemen Fisika ITS akan mengusulkan pelatihan dan pengenalan beberapa media pembelajaran interaktif (PhET Interactive Simulations dan pembuatan hologram sederhana) kepada guru dan atau siswa melalui program pengabdian kepada masyarakat di SMAN 1 MOJOSARI.