cover
Contact Name
jumani
Contact Email
jumaniani@gmail.com
Phone
+628125875659
Journal Mail Official
jumaniani@gmail.com
Editorial Address
Jurnal Agriculture and Forestry Faculty of Agriculture of University 17 August 1945 Samarinda, East Kalimantan. Jl. Ir. H. Juanda No.80 Samarinda, East Kalimantan. Phone 0541 743390. Email:agrifor@untag-smd.ac.id; jumaniani@gmail.com, URL:http://ejurnal.untag-smd.ac.id/index.php/AG
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan
ISSN : 14126885     EISSN : 25034960     DOI : https://doi.org/10.31293/af.v18i2
Core Subject : Agriculture,
Agrifor Journal is a scientific journal that contains writings in the form of research results, book review, conceptual studies, and scientific works in the field of Agriculture and Forestry concerning relevant cultivation.
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 2 (2016): Oktober" : 30 Documents clear
Respon Pertumbuhan Dan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum L) Terhadap Pengaruh Berbagai Media Tanam Dan Pemberian Mikro Organisme Lokal (Mol) Keong Mas Mahdalena .
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 15, No 2 (2016): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v15i2.2079

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh MOL mas keong pada pertumbuhan dan hasil bawang merah dan untuk menentukan media tanam terbaik untuk pertumbuhan dan produksi bawang merah.Penelitian ini dilakukan selama empat bulan, dari bulan April sampai Agustus 2016, sebuah studi pada lokasi Pertanian Training Institute (Bapeltan) Jl. Desa Thoyib Hadiwijaya Sempaja Timur Provinsi North Samarinda Kalimantan Timur.Penelitian ini menggunakan rancangan acak (RAK) dengan percobaan 4 x 4 faktorial yang terdiri dari tiga ulangan. Faktor pertama adalah Media Tumbuh yang terdiri dari empat tingkatan: yaitu M0 (Control), M1 (humus dan pasir), M2 (humus dan Sekam Padi) dan M3 (humus, Sekam Padi dan Pasir). Faktor kedua adalah konsentrasi mikroorganisme lokal (MOL) siput terdiri dari empat tingkat yaitu P0 (kontrol) P1 (100 ml / liter air) P2 (200ml / liter air) dan P3 (300 ml / liter).Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan media tanam (M) secara signifikan mempengaruhi parameter jumlah daun umur 60 HST dan tidak dipengaruhi secara signifikan, tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah umbi, umbi-umbian dan berat media tumbuh pH. Sedangkan pemberian MOL Keong Mas (P) tidak berpengaruh signifikan pada semua parameter. Tidak ada interaksi antara pabrik pengolahan dan penyediaan berbagai media MOL Keong Mas pada semua parameter yang diamati.
Studi Rendemen Bahan Baku Log Pada IU-IPHHK Rusmandiansyah di Kecamatan Damai Kabupaten Kutai Barat Sopianoor , Zuhdi Yahya dan Maya Preva Biantary
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 15, No 2 (2016): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v15i2.2084

Abstract

Peningkatan rendemen pada industry pengolahan kayu pada akhirnya merupakan suatu penilaian tentang peningkatan efisiensi di dalam pemanfaatan bahan baku memperoleh data atau informasi tentang efisiensi pemanfaatan bahan baku pada industry pengolahan kayu.Lokasi penelitian ini dilaksanakan di IU-IPHHK Rusmandiansyah yang berlokasi di Desa Mantar, Kecamatan Damai, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur selama 3 bulan (Maret - Mei 2014).Jumlah sampel di dalam penelitian ini sebanyak 15 sampel kayu bulat sesuai dengan stok yang dimiliki oleh perusahaan dan akan diolah menjadi kayu gergajian. Pemilihan sampel kayu bulat di dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Purposive Sampling (penarikan contoh sampel secara sengaja).  Jenis data yang dikumpulkan di dalam penelitian ini terdiri dari data primer (kualitas kayu bulat, panjang dan diameter kayu bulat, panjang, lebar dan tebal kayu hasil penggergajian dan jumlah sortimen masing-masing bahan baku) dan data sekunder.Berdasarkan hasil penelitian pada Industri Primer Hasil Hutan Kayu (IPHHK)IU-IPHHK  Rusmandiansyah  diperoleh data yaitu Rendemen rata-rata kayu bulat secara umum yang dihasilkan adalah sebesar 52,32 %; rendemen  rata -rata tertinggi yang dihasilkan adalah jenis Bengkirai sebesar 53,42%, diikuti jenis Kapur sebesar 52,39% dan  jenis Keruing sebesar 50,16 %. Beberapa faktor yang berpengaruh menurunnya rendemen kayu bulat menjadi kayu gergajian di IU-IPHHK Rusmandiansyah adalah bahan baku kayu bulat yang keadaannya lengkung/bengkok, mesin generator berkapasitas daya kecil dan tenaga kerja yang kurang terampil.
Analisa Pertumbuhan Tegakan Muda Meranti (Shorea sp.) Dengan Teknik Silvikultur Intensif (SILIN) Di PT. Triwiraasta Bharata Kabupaten Kutai Barat Hadiansyah , Taufan Tirkaamiana dan Dwi Ery Mujahiddin
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 15, No 2 (2016): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v15i2.2075

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan diameter dan tinggi tegakan muda Meranti (Shorea sp.) pada jalur tanam yang diusahakan dengan teknik Silvikultur Intensif (SILIN) dan untuk mengetahui perbandingan antara pertumbuhan tegakan teknik Silvikultur Intensif (SILIN) yang dilaksanakan di PT. Triwiraasta Bharata dengan standar pertumbuhan yang sudah ditetapkan oleh tim pakar Silvikultur Intensif (SILIN).Lokasi penelitian ini dilaksanakan di PT. Triwiraasta Bharata Base Camp Senduru Km 31, Kecamatan Mook Manaar Bulatn, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur.Data yang dikumpulkan di dalam penelitian ini adalah data tentang diameter dan tinggi masing-masing jenis tanaman yaitu Shorea leprosula, Shorea parvifolia, Shorea ovalis dan Shorea smithiana.Dari hasil analisis yang dilakukan, diperoleh rata-rata diameter dan tinggi pada tanaman yang berumur 4 tahun dari jenis Shorea leprosula adalah 4,80 cm dan 5,67 m, Shorea parvifolia adalah 4,18 cm dan 5,61 m, Shorea ovalis adalah 3,96 cm dan 5,91 m dan Shorea smithiana adalah 3,43 cm dan 5,05 m. Sedangkan riap diameter dan tinggi pada tanaman jenis Shorea leprosula adalah 1,20 cm/tahun dan 1,42 m/tahun, Shorea parvifolia adalah 1,05 cm/tahun dan 1,40 m/tahun, Shorea ovalis adalah 0,99 cm/tahun dan 1,48 m/tahun dan Shorea smithiana adalah 0,86 cm/tahun dan 1,26 m/tahun.
Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Bawang Daun (Allium fistulosum L.) Pada Pemotongan Bibit Anakan Dan Pemberian Pupuk Kandang Sapi Dengan Sistem Vertikultur Mariatul Qibtiah dan Puji Astuti
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 15, No 2 (2016): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v15i2.2080

Abstract

Tujuan penelitian, yaitu : (1) untuk mengetahui pengaruh pemotongan bibit anakan dan pupuk kandang sapi serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daundengan sistem vertikultur; dan (2) untuk mengetahui ukuran pemotongan bibit anakan bawang daun dan dosis pupuk kandang sapi yang sesuai terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daundengan sistem vertikultur.Penelitian  dilaksanakan selama 3 (tiga) bulan, terhitung sejak awal bulan Maret sampai bulan Juni 2014.  Penelitian dilaksanakan di Rawa Sari III,Jalan M.T Haryono  Kota  Samarinda.Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial 4 × 3, masing-masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak tiga kali.  Faktor pertama adalah dosis pupuk kandang sapi (K) yang terdiri atas 4 taraf yaitu: tanpa pupuk kandang sapi (k0), 50  g polibag-1 setara dengan 20 Mg ha-1 (k1), 100  g polibag-1 setara dengan 40 Mg ha-1 (k2, dan   150  g polibag-1 setara dengan  60 Mg ha-1 (k3).  Faktor kedua adalah pemotongan pada bibit anakan (P) yang terdiri atas 3taraf  yaitu:  tanpa pemotongan pada bibit anakan (p0), dipotong  1/3  bagian dari ujung tanaman (p1); dan dipotong  2/3  bagian dari ujung tanaman (p2).Hasil penelitian menunjukan bahwa :Perlakuan pemotongan bibit anakan berpengaruh nyata sampai berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah anakanpada umur 15, 30, 45, 60 dan 75 hari.setelah tanam, serta berat segar tanaman pada umur 75 hari setelah tanam. Berat segar per tanaman yang paling tinggi dihasilkan pada perlakuan dipotong 2/3 bagian dari ujung tanaman (p2), yaitu 62,98 g, sedangkan  yang paling rendah dihasilkan pada perlakuan tanpa pemotongan pada bibit (p0), yaitu 49,54 g.Perlakuan pupuk kandang sapi berpengaruh nyata sampai berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 60 dan 75 hari setelah tanam, jumlah daun pada umur 75 hari setelah tanam, jumlah anakan pada umur 30, 45, 60, dan 75 hari setelah tanam serta pada berat segar tanaman, tetapiberpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 15, 30 dan 45 hari setelah tanam, jumlah daun pada umur 15, 30, 45, dan 60 hari setelah tannam, dan jumlah anakan pada umur 15 hari setelah tanam. Berat segar tanaman yang paling tinggi dihasilkan pada perlakuan 100 g polibag-1 (k2), yaitu 71,06 g, sedangkan  yang paling rendah dihasilkan pada perlakuan tanpa pupuk kandang sapi (k0), yaitu 46,53 g.Interaksi antara perlakuan pemotongan bibit anakan dengan perlakuan pupuk kandang sapi berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter pengamatan.
Pengaruh Jarak Tanam dan Pupuk NPK Phonska terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt) Varietas Sweet Boy Aris Widodo , Akas Pnaringan Sujalu dan Helda Syahfari
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 15, No 2 (2016): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v15i2.2073

Abstract

Tujuan penelitian adalah : (1) untuk mengetahui pengaruh jarak tanam dan pupuk NPK Phonska serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan produksi jagung manis (Zea mays saccharata Sturt); dan (2). untuk memperoleh ukuran jarak tanam dan dosis pupuk NPK Phonska yang sesuai untuk tanaman jagung manis.Penelitian dilaksanakan dari bulan Pebruari sampai bulan Mei 2014 di UPT Agrobisnis Empas, Kecamatan Melak, Kabupaten Kutai Barat.Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terpisah (Split Plots Design) yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama adalah ukuran jarak tanam (J) sebagai petak utama terdiri atas 3 ukuran yaitu : 75 cm x 30 cm (j1), 75 cm x 40 cm (j2), dan 75 cm x 50 cm (j3).  Faktor kedua adalah dosis pupuk NPK Phonska (P) sebagai anak petak terdiri atas 4 taraf yaitu : tanpa pupuk NPK Phonska (p0), 100 kg ha-1 (p1), 200 kg ha-1 (p2), dan 300 kg ha-1 (p3).     Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) pengaruh jarak tanam berbeda  nyata sampai berbeda sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 15, 30, dan 45 hari setelah tanam, umur tanaman saat keluar bunga jantan, umur tanaman saat keluar bunga betina, panjang tongkol tanpa kelobot, lingkar tongkol tanpa kelobot, berat tongkol tanpa kelobot, dan produksi tongkol tanpa kelobot. Produksi tongkol tanpa kelobot paling tinggi dihasilkan pada perlakuan jarak tanam 75 cm x 50 cm (j3) yaitu 5,53 Mg ha-1. (2) Pengaruh pupuk NPK Phonska berbeda sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 15, 30, dan 45 hari setelah tanam, umur tanaman saat keluar bunga jantan, panjang tongkol tanpa kelobot, lingkar tongkol tampa kelobot, berta tongkol tanpa kelobot, dan produksi tongkol tanpa kelobot. Produksi tongkol tanpa kelobot paling tinggi dihasilkan pada perlakuan 300 kg ha-1 (p3) yaitu 6,95 Mg ha-1; dan (3) pengaruh interaksi antara jarak tanam dengan pupuk NPK Phonska berbeda nyata terhadap lingkar tongkol tanpa kelobot dan berat tongkol tanpa kelobot, tetapi berbeda tidak nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 15, 30, dan 45 hari setelah tanam, umur tanaman saat keluar bunga jantan, umur tanaman saat keluar bunga betina, panjang tongkol tanpa kelobot, dan produksi tongkol tanpa kelobot.
Pengaruh Pupuk Organik Cair Nasa Dan Zat Pengatur Tumbuh Ratu Biogen Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Terung (Solanum melongena L.) Varietas Antaboga-1 Susana Neli , Noor Jannah dan Abdul Rahmi
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 15, No 2 (2016): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v15i2.2085

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh POC Nasa  dan ZPT Ratu Biogen serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terung dan untuk memperoleh konsentrasi POC Nasa  dan ZPT Ratu Biogen yang sesuai untuk pertumbuhan dan produksi tanaman terung, sehingga diperoleh produksi buah yang tinggi.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan percobaan faktorial 4 x 4  dan jumlah ulangan 3 (tiga) kali, terdiri dari 2 faktor.Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan POC Nasa (N) dan ZPT Ratu Biogen (R) berpengaruh sangat nyata, sedangkan interaksinya (NxR)  berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 15 hari setelah tanam. Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan POC Nasa (N) dan ZPT Ratu Biogen (R) berpengaruh sangat nyata, sedangkan interaksinya (NxR)  berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 30 hari setelah tanam. Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan POC Nasa (N) dan ZPT Ratu Biogen (R) berpengaruh sangat nyata, sedangkan interaksinya (NxR)  berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 45 hari setelah tanam. Hasil sidik ragan menunjukkan bahwa interaksi perlakuan (NxR) berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 15 hari, umur 30 hari dan umur 45 hari setelah tanam, umur tanaman saat berbunga, umur tanaman saat panen, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman dan produksi buah per hektar.
Upaya Penanggulangan Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Desa Purwajaya Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kutai Kertanegara Kalimantan Timur Irwandi Irwandi; Jumani Jumani; Ismail Bakrie
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 15, No 2 (2016): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v15i2.2076

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi  faktor  penyebab  kebakaran  lahan di  Desa Purwajaya Kecamatan Loa Janan Kalimantan Timur dan untuk memberi rekomendasi terhadap kegiatan pengendalian kebakaran hutan yang akan dilakukan. Penelitian ini diharapkan dapat memberi gambaran langsung dan tidak langsung mengenai faktor utama penyebab kebakaran hutan, yang nantinya dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak terkait seperti peneliti, akademisi kehutanan dan  akademisi  non  kehutanan.  Sehingga  dapat  menjadi  dasar  acuan  dalam kegiatan pengendalian kebakaran hutan di Desa Purwajaya Kecamatan Loa Janan Kalimantan TimurPengumpulan data primer dilakukan dengan menggunakan metode wawancara terhadap petugas, Satgasdamkar dan masyarakat sekitar hutan serta metode observasi langsung di lapangan. Sedangkan untuk pengumpulan data sekunder dilakukan dengan menggunakan metode penelusuran dokumen, agar didapatkan berbagai dokumen yang berkaitan dengan upaya pengendalian yang dilakukan dan kejadian kebakaran hutan di Wilayah Desa Purwajaya Kecamatan Loa Janan. Pengambilan responden wawancara dipilih secara sengaja (purposif) dan dalam jumlah yang kecil. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Sitorus (1998) bahwa dalam penelitian kualitatif, pemilihan sampel penelitian tidak mengutamakan patokan keterwakilan populasi, melainkan keterwakilan aspek permasalahan, sehingga sebagai implikasinya sampel harus dipilih secara sengaja (purposif) dan dalam jumlah yang kecil, sehingga jumlah responden adalah 1 orang Kepala Damkar dan 6 orang ketua regu pemadam kebakaran 10 orang masyarakat setempat.Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor penyebab kebakaran lahan di  Desa Purwajaya Kecamatan Loa Janan Kalimantan Timur yang disebabkan oleh faktor Alam  (bahan bakar, topografi lahan, hidrologi, cuaca, iklim, dan rambu-rambu kebakaran) dan Faktor Manusia (kelalaian dan  ketidak pedulian masyarakat.Kegiatan pengendalian kebakaran hutan yang dilakukan oleh pihak yang terkait yakni Dinas Kehutanan harus mampu meningkatkan beberapa kegiatan, seperti pencegahan kebakaran, pada saat Kebakaran (Pemadaman Kebakaran) dan Pasca Kebakaran.
Analisis Finansial Usaha Pembibitan Kelapa Sawit (Elaeis guinensis Jacq) pada Tingkat Petani di Desa Badak Mekar Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur Muchsin dan Abdul Kholik Hidayah
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 15, No 2 (2016): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v15i2.2081

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk menganalisis kelayakan, mengetahui layak tidaknya usaha pembibitan kelapa sawit di Desa Badak Mekar Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara; (2)  Untuk mengetahui pendapatan yang diterima dan biaya yang dikeluarkan pembibitan kelapa sawit  di Desa Badak Mekar Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara.Objek penelitian ini adalah petani penangkar bibit di Desa Badak Mekar Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur, khususnya menyangkut pengelolaan, biaya produksi, produksi dan pendapatannya serta permasalahan yang ada.Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan efektif, dimulai bulan Desember 2013 sampai dengan bulan Februari 2014, dengan metode sensus kelompok tani penangkar bibit kelapa sawit di Desa Badak Mekar, dimana semua bibit tanaman sebanyak 99.000 bibit sebagai obyek penelitian yang terdapat di pembibitan yang terdapat di Desa Badak Mekar Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara.Analisis kelayakan finansial pada usaha pembibitan kelapa sawit di Desa Badak Mekar Kecamatan Muara Badak  Usaha pembibitan kelapa sawit di Desa Badak Mekar  menguntungkan, besarnya Rp. 1.644.685.000,00.Usaha tani pembibitan kelapa sawit di Desa Badak Mekar  layak diusahakan. B/C rasio yang diperoleh sebesar 2,661, produktivitas produksi  lebih besar  BEP produksi yaitu 99.000 bibit > 38.086 bibit dan harga yang diterima oleh pemilik persemaian lebih besar dari BEP harga yaitu Rp.27.000,00 > Rp.10.387,00.Selain manfaat ekonomi pembibitan kelapa sawit di Desa Badak Mekar Kecamatan Muara Badak juga memberikan manfaat sosial berupa pemberdayaan masyarakat sekitar pembibitan seperti tenaga kerja harian, borongan, bulanan, dan nilai sisa hasil pembibitan yang masih bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.Berdasarkan hasil-hasil tersebut, maka saran yang dapat diberikan adalah pihak pengelola pembibitan sebaiknya memperhatikan pengaruh inflasi dalam mengusahakan pembibitan kelapa sawit agar supaya nilai cashflow yang dihitung akan lebih mendekati nilai yang sebenarnya, pihak pengelola pembibitan kelapa sawit sebaiknya meningkatkan efisiensi baik untuk sarana produksi dan tenaga kerja untuk meningkatkan pendapatan, dan pihak pengelola pembibitan selain meluaskan usahanya diharapkan selain membuka lapangan pekerjaan, perlu dikaji ulang jumlah tenaga kerja harian dan bulanan yang disesuaikan produk bibit yang dihasilkan.Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk menganalisis kelayakan, mengetahui layak tidaknya usaha pembibitan kelapa sawit di Desa Badak Mekar Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara; (2)  Untuk mengetahui pendapatan yang diterima dan biaya yang dikeluarkan pembibitan kelapa sawit  di Desa Badak Mekar Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara.Objek penelitian ini adalah petani penangkar bibit di Desa Badak Mekar Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur, khususnya menyangkut pengelolaan, biaya produksi, produksi dan pendapatannya serta permasalahan yang ada.Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan efektif, dimulai bulan Desember 2013 sampai dengan bulan Februari 2014, dengan metode sensus kelompok tani penangkar bibit kelapa sawit di Desa Badak Mekar, dimana semua bibit tanaman sebanyak 99.000 bibit sebagai obyek penelitian yang terdapat di pembibitan yang terdapat di Desa Badak Mekar Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara.Analisis kelayakan finansial pada usaha pembibitan kelapa sawit di Desa Badak Mekar Kecamatan Muara Badak  Usaha pembibitan kelapa sawit di Desa Badak Mekar  menguntungkan, besarnya Rp. 1.644.685.000,00.Usaha tani pembibitan kelapa sawit di Desa Badak Mekar  layak diusahakan. B/C rasio yang diperoleh sebesar 2,661, produktivitas produksi  lebih besar  BEP produksi yaitu 99.000 bibit > 38.086 bibit dan harga yang diterima oleh pemilik persemaian lebih besar dari BEP harga yaitu Rp.27.000,00 > Rp.10.387,00.Selain manfaat ekonomi pembibitan kelapa sawit di Desa Badak Mekar Kecamatan Muara Badak juga memberikan manfaat sosial berupa pemberdayaan masyarakat sekitar pembibitan seperti tenaga kerja harian, borongan, bulanan, dan nilai sisa hasil pembibitan yang masih bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.Berdasarkan hasil-hasil tersebut, maka saran yang dapat diberikan adalah pihak pengelola pembibitan sebaiknya memperhatikan pengaruh inflasi dalam mengusahakan pembibitan kelapa sawit agar supaya nilai cashflow yang dihitung akan lebih mendekati nilai yang sebenarnya, pihak pengelola pembibitan kelapa sawit sebaiknya meningkatkan efisiensi baik untuk sarana produksi dan tenaga kerja untuk meningkatkan pendapatan, dan pihak pengelola pembibitan selain meluaskan usahanya diharapkan selain membuka lapangan pekerjaan, perlu dikaji ulang jumlah tenaga kerja harian dan bulanan yang disesuaikan produk bibit yang dihasilkan.
Penangkaran Buaya Muara (Crocodylus porosus) di PT Makmur Abadi Permai Samarinda Ahmad Ripai dan Legowo Kamarubayana
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 15, No 2 (2016): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v15i2.2072

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mempelajari pola penangkaran buaya muara, dan Mengidentifikasi tentang keberhasilan penangkaran buaya muara di penangkaran.Penelitian ini dilaksanakan di PT. Makmur Abadi Permai Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. Data dan informasi yang diperlukan dalam penelitian ini didapatkan dari Penangkaran Buaya PT.Makmur Abadi Permai. dan Kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur. Waktu penelitian efektif yang digunakan selama 1 (satu) bulan yaitu bulan April 2014, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Data yang dikumpulkan pada penelitian mencakup dua kategori yaitu data primer dan data sekunder.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penangkaran  merupakan  salah  satu  upaya  pengembangbiakan jenis di luar habitat aslinya dan sedemikian rupa menyerupai lingkungan aslinya. Agar penangkaran buaya muara berhasil dibutuhkan suasana habitat penangkaran yang mirip dengan habitat alaminya. Aspek perkolaman  yang  harus  diperhatikan  yakni  jenis,  fungsi,  kontruksi, perlengkapan dan perawatan Kolam.Berdasarkan hasil pengamatan selama penelitian di penangkaran PT. Makmur Abadi Permai terdapat bermacam-macam jenis kolam yaitu kolam anakan berjumlah 8 kolam dengan ukuran 3 m x 4 m dengan jumlah buaya yang ada di kolam 280 ekor tingkat persentase yang hidup 86,51% dan tingkat kematian 13,84%, umur rata-rata di kolam tersebut berumur antara 2 minggu sampai dengan 6 bulan, kolam buaya remaja/muda jumlah kolam 1 buah dengan ukuran 11 m x 16,5 dengan jumlah buaya yang ada di kolam 335 ekor tingkat persentase yang hidup 87,01% dan persentase mati 12,98% dengan tingkatan umur antara 6 bulan sampai dengan 2 tahun, kolam pembesaran berjumlah 18  kolam dengan ukuran tiap kolam 36 m x 9 m, dengan jumlah buaya 395 ekor tingkat persentase yang hidup 79,57 % dan persentase mati 20,42% dengan tingkatan umur antara 2 tahun sampai dengan 4 tahun dan kolam perkembangbiakan atau induk, jumlah kolam 2 buah dengan ukuran 20 m x 30 m, jumlah buaya yang ada di kolam 1268  ekor yang dengan tingkatan umur 8 tahun sampai dengan 16 tahun. Kolam yang terdapat di penangkaran PT. Makmur Abadi Permai merupakan Kolam bersifat permanen perlengkapan dalam kolam yang dibuat oleh pengelola penangkaran PT. Makmur Abadi Permai terdiri dari dua bagian yaitu daerah daratan dan daerah berair (kolam) kemudian kolam dibersihkan secara rutin 1 minggu sekali dan limbah pembuangan setelah dibersihkan akan di alirkan ke dalam kolam penampungan limbah.Berdasarkan hasil pengukuran suhu Kolam di penangkaran  buaya muara PT. Makmur Abadi Permai menunjukkan kondisi suhu yang relatif stabil. Suhu Kolam pada pagi hari berkisar 25-29°C, siang hari berkisar 30-33°C, dan sore hari berkisar antara 29-31°C, Pemberian pakan di penangkaran PT. Makmur Abadi Permai biasanya dilakukan 1 kali dalam seminggu. Jumlah makanan disesuaikan dengan jumlah individu dan ukuran, Jenis penyakit, gejala dan pengobatan penyakit yang menyerang buaya muara di penangkaran PT. Makmur Abadi Permai adalah jamur kulit,cacat tubuh,stres dan luka-luka. Pengelolaan reproduksi di penangkaran PT. Makmur Abadi Permai meliputi pemilihan bibit, penentuan jenis kelamin, pengaturan kawin, musim bertelur dan penetasan telur.
Ketersediaan Sumberdaya dan Produksi Hasil Hutan, Peternakan, dan Perikanan di Kabupaten Kutai Kartanegara Karmini .
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 15, No 2 (2016): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v15i2.2077

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui sumberdaya yang digunakan untuk kegiatan produksi dan tingkat produksi hasil hutan, peternakan, dan perikanan di Kabupaten Kutai Kartanegara. Cakupan penelitian meliputi kegiatan ekonomi di bidang kehutanan, peternakan, dan perikanan. Data yang dikumpulkan diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Kutai Kartanegara. Metode analisis data secara deskriptif diaplikasikan untuk mengetahui ketersediaan sumberdaya dan produksi hasil hutan, peternakan, dan perikanan.  Kabupaten Kutai Kartanegara memiliki kawasan budidaya kehutanan dan kawasan hutan non budidaya kehutanan. Kegiatan produksi kayu olahan menghasilkan plywood, chip woods, dan moulding. Pengembangan usaha peternakan dan perikanan membutuhkan sumberdaya lahan/area budidaya, tenaga kerja, modal, dan skill. Hasil kegiatan peternakan antara lain ternak, daging, dan telur. Produksi perikanan berasal dari perikanan laut, perairan umum, dan perikanan budidaya (tambak, kolam, keramba, dan sawah).

Page 1 of 3 | Total Record : 30