cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
EKONOMIA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Economy,
Jurnal yang memuat tulisan artikel dan penelitian tentang ilmu akuntansi dan manajemen.
Arjuna Subject : -
Articles 976 Documents
ANALISIS TINGKAT RESIKO KREDIT PADA BANK KALTIM TAHUN 2015 -, Agus Nuriawan
EKONOMIA Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : EKONOMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.32 KB)

Abstract

This study aimed to analyze the level of credit risk in the Bank Kaltim Year 2010 to the Year 2015 by calculating the Non Performing Loan (NPL) Bank Kaltim during the years 2010 to 2015 are below 5% in accordance with the provisions of Bank Indonesia Regulation (PBI) No. 15/2 / PBI / 2013 article 5, paragraph 2 points a. Which became the formulation of the issues raised in this study is Is Bad Debt Rate Non Performing Loan (NPL) Bank Kaltim net basis less than 5% of the total credit in the financial year 2010-2015?. The hypothesis is allegedly the level of bad loans or non-performing loans (NPL) Bank Kaltim net basis less than 5% of the total credit in the financial year 2010 to 2015. The results showed, based on the financial statements, the results of the analysis can be seen that NPL calculation of non-performing loans and total loans of 3.23% Bank of East Kalimantan. The biggest contributor to the non-performing loans is the construction sector which has become a hallmark for the region to build such a province of East Kalimantan and North Borneo. The largest decrease is in agriculture and forestry sub-sector which dominates the palm oil plantation. With the exploitation of oil in 2013 and 2015 pointed out many problematic credit repayments from customers.
EVALUASI PENETAPAN PAJAK PENGHASILAN KARYAWAN PT. BHARINTO EKATAMA DI KABUPATEN KUTAI BARAT 2016 -, Deni Chandra
EKONOMIA Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : EKONOMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.521 KB)

Abstract

Pajak Penghasilan Pasal 21 adalah Pajak yang dikenakan terhadap penghasilan yang diperoleh seorang Wajib Pajak.  Penghasilan berupa gaji, upah, honorarium, dan tunjangan, dan pembayaran lain dengan nama dan dalam bentuk apapun sehubungan dengan pekerjaan atau jabatan sebagai imbalan atas jasa.Dasar hukum Perhitungan dan Pemotongan PPh Pasal 21 adalah Undang-Undang Pajak Penghasilan  Nomor 36 Tahun 2008 dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 162/PMK.011/2012, tentang Petunjuk Perhitungan dan Pemotongan PPh Pasal 21.Perumusan Masalah dari penelitian ini adalah “Apakah perhitungan dan pemotongan PPh 21 yang dikemukakan  pada karyawan  PT. Bharinto Ekatama Kabupaten Kutau Barat telah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 dan pelaporan Pajak Penghasilan dalam SPT Tahunan PPh Orang Pribadi tahun 2012 dan seterusnya adalah sebesar Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) sebagaimana dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 162/PMK.011/2012.”Dasar teori yang digunakan adalah  Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 dengan Undang-undang Nomor 36 Tahun 2008 dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 162/PMK.011/2012..Hipotesis penelitian ini perhitungan dan pemotongan PPh Pasal 21 telah sesuai dengan peraturan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2008 dan pelaporan Pajak Penghasilan dalam SPT Tahunan PPh Orang Pribadi tahun 2012 dan seterusnya adalah sebesar Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) sebagaimana dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 162/PMK.011/2012.”Hasil pembahasan perhitungan dan pemotongan PPh 21 terhadap karyawan PT. Bharinto Ekatama Kabupaten Kutau Barat yang dilakukan bendahara sesuai dengan dengan Undang-Undang Pajak Penghasilan Nomor 36 Tahun 2008 maka dengan demikian hipotesis diolak.
PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE (GCG) TERHADAP PROFITABILITAS PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERCATAT DI BURSA EFEK INDONESIA -, Andika Lesmana
EKONOMIA Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : EKONOMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis pengaruh Good Corporate Governance (GCG) terhadap profitabilitas dengan menggunakan indikator return on asset (ROA), return on equity (ROE), return on investment (ROI) dan net profit margin (NPM) dan kinerja saham dengan menggunakan indikator return saham dan price earning ratio (PER) pada perusahaan manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.Masalah di dalam penelitian ini adalah apakah good corporate governance (GCG) berpengaruh signifikan terhadap return on asset (ROA), return on equity (ROE), return on investment (ROI), net profit margin (NPM), return saham, dan price earning ratio (PER).Dasar teori yang digunakan adalah akuntansi manajemen. Good corporate governance dan proksi organ perusahaan di dalam good corporate governance. Indikator penilaian profitabilitas dan kinerja saham.Hipotesis di penelitian ini menghubungkan pengaruh antara variabel independen (Good Corporate Governance) terhadap variabel dependen (profitabilitas) dengan menggunakan 6 indikator yaitu ROA, ROE, ROI, NPM, Return Saham dan PER.Alat analisis yang digunakan menggunakan analisis regresi sederhana dan menggunakan koefisien determinasi-R² dan uji-T dan dilakukan uji asumsi klasik terlebih dahulu.Hasil penelitian yang di dapat di dalam penelitian ini adalah hipotesis ditolak. Artinya good corporate governance (GCG) berpengaruh tidak signifikan terhadap profitabilitas.
PENGARUH PELATIHAN DAN MOTIVASI TERHADAP PRODUKTIVITAS KARYAWAN DI PT. KALTIM PRIMA COAL SANGATTA Adi Suroso3, Suprapto H. Eddy Soegiarto K2,
EKONOMIA Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : EKONOMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.184 KB)

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini adalah rendahnya tingkat ketersediaan alat berat untuk menunjang operasional tambang batu bara di PT. Kaltim Prima Coal Sangatta. Hal tersebut disebabkan oleh pengetahuan dan keterampilan mekanik yang kurang merata serta turunnya semangat kerja para karyawan (mekanik). Rumusan masalah di dalam penelitian ini adalah apakah pelatihan dan motivasi bersama-sama berpengaruh terhadap produktivitas karyawan dan manakah di antara pelatihan dan motivasi yang lebih dominan berpengaruh terhadap produktivitas karyawan di PT. Kaltim Prima Coal Sangatta. Dasar teori manajemen sumber daya manusia menguraikan pengertian manajemen dan sumber daya manusia, pengertian Pelatihan, pengertian Motivasi dan pengertian Produktivitas. Hipotesis : Pelatihan dan Motivasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap produktivitas karyawan di PT. Kaltim Prima Coal Sangatta dan Motivasi lebih dominan berpengaruh terhadap produktivitas karyawan. Penelitian yang telah dilakukan menunjukan bahwa F hitung yang di peroleh berdasarkan output regresi sebesar 42.674 dan F tabel sebesar 3.13 dengan nilai signifikansi sebesar 0.000 (lebih kecil dari taraf signifikan yang telah ditentukan yaitu sebesar 0.05), artinya pelatihan dan motivasi secara serentak berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas karyawan (mekanik) PT. Kaltim Prima Coal Sangatta. Pengujian koefisien regresi (b) diperoleh hasil bahwa koefisien regresi motivasi (0,416) > koefisien regresi pelatihan (0.363) dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (lebih kecil dari taraf signifikan yang telah ditentukan sebesar 0.05), artinya motivasi lebih dominan berpengaruh positif dan signifikan dibandingkan dengan pelatihan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat di ambil kesimpulan bahwa pelatihan dan motivasi secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas karyawan di PT. Kaltim Prima Coal Sangatta, dimana motivasi lebih dominan berpengaruh positif dan signifikan dibandingkan dengan pelatihan.
ANALISIS AKUNTANSI MURABAHAH PADA DIVISI UNIT USAHA SYARIAH (UUS) BPD KALIMANTAN TIMUR Septyarini, Dewi Nur
EKONOMIA Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : EKONOMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.985 KB)

Abstract

Tujuan dari disusunnya penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah Unit Usaha Syariah BPD Kalimantan Timur dalam melakukan pengakuan, pengukuran, penyajian dan pengungkapan transaksi murabahahsesuai dengan Pedoman Akuntansi Perbankan Syariah Indonesia (PAPSI) 2013.Hipotesis penelitian ini yaitu “Unit Usaha Syariah BPD Kalimantan Timur dalam melakukan pengakuan, pengukuran, penyajian dan pengungkapan transaksi murabahahbelum sesuai dengan Pedoman Akuntansi Perbankan Syariah Indonesia (PAPSI) 2013”.Alat analisis dalam penelitian ini adalah PAPSI 2013, kuisioner, pengukuran dengan metode anuitas dan rumusan Champion. Hasil analisis penelitian menunjukkan tingkat kesesuaian Unit Usaha Syariah BPD Kalimantan Timur dalam melakukan pengakuan, pengukuran, penyajian dan pengungkapan transaksi murabahah pada Pedoman Akuntansi Perbankan Syariah Indonesia (PAPSI) 2013 memperoleh persentase 85%  dan berada pada rentang 75% sampai 100% sehingga tergolong pada High association (strong association up to perfect assosiation) menurut rumusan Champion.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang dikemukakan Unit Usaha Syariah BPD Kalimantan Timur dalam melakukan pengakuan dan pengukuran, penyajian dan pengungkapan akuntansi murabahah belum sesuai dengan Pedoman Akuntansi Perbankan Syariah Indonesia (PAPSI) 2013 ditolak
SISTEM DAN PROSEDUR PENGGAJIAN PADA MELLY MART SAMARINDA Jhon Alfranto Harefa, Jhon Alfranto Harefa Jhon Alfranto Harefa
EKONOMIA Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : EKONOMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.296 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem dan prosedur penggajian pada Melly Mart Samarinda,terhadap pengendalian intern apakah telah sesuai prosedur yang diterapkan telah perusahaan dengan teori yang ada, untuk mengetahui sudah terlaksana dengan baik elemen-elemen pengendalian intern.Berdasarkan pada permasalahan yang telah dikemukakan sebelumnya, maka dapat dibuat dugaan sementara sebagai berikut : “Sistem dan Prosedur Penggajian pada Melly Mart Samarinda tidak sesuai dengan sesuai dengan sistem pengendalian intern”. Untuk mengetahui sistem penggajian pada Melly Mart Samarinda akan digunakan metode komperatif (perbandingan) dengan alat analisis menggunakan Flowchart, yaitu dengan membandingkan antara sistem penggajian yang diterapkan oleh perusahaan dengan sistem penggajian menurut teori. Pengendalian intern didalam pembayaran gaji yang diberikan kepada para karyawan, yakni struktur organisasi, otorisasi, penempatan karyawan dan praktek yang sehat.Sistem otorisasi yang berhubungan dengan pembayaran gaji pada Melly Mart Samarinda pada dasarnya tidak sesuai dengan unsur-unsur pengendalian intern. Ketidak hadiran karyawan tanpa pemberitahuan izin atau sakit akan dilakukan pemotongan gaji yang dapat dilihat pada slip gaji pada bulan yang bersangkutan. Bagi pencatat waktu yang mempunyai data untuk membuat daftar perhitungan gaji, tidak terdapat pada sistem pembayaran gaji pada Melly Mart Samarinda.Bagian ini langsung diserahkan pada personalia, akibatnya dikhawatirkan penyelewengan waktu dan personel.Sistem akuntansi penggajian masih belum terlaksana dengan baik, karena pembuatan daftar gaji, perhitungan gaji dilakukan oleh satu bagian saja yakni bagian personalia.Setelah daftar gaji dibuat, kemudian diserahkan kebagian keuangan untuk diotorisasi oleh pimpinan perusahaan.Daftar dan perhitungan gaji yang sudah diotorisasi oleh pimpinan perusahaan diserahkan kembali kebagian keuangan untuk melakukan pencatatan pengeluaran gaji dan melakukan pengeluaran kas sesuai dengan yang tertera pada daftar gaji.Sedangkan pembagian gaji karyawan dilakukan oleh begian personalia.Gaji karyawan diserahkan kepada karyawan dengan bukti terima gaji yang ditanda tangani oleh masing-masing karyawan, bukti dokumen pembagian gaji disimpan oleh bagian personalia.Dengan demikian hipotesis yang menyatakan sistem dan prosedur penggajian pada Melly Mart Samarinda belum sesuai dengan pengendalian intern diterima
KINERJA KEUANGAN PT PERTAMINA Tbk Ding, Firmina Hangin
EKONOMIA Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : EKONOMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.936 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis kinerja keuangan PT Pertamina Tbk tahun 2014 dan 2015 dilihat dari aspek rasio likuiditas dengan proksi current ratio, acid test ratio (quick ratio) dan cash ratio, serta aspek rasio rentabilitas dengan proksi return on investment dan return on equity. Sesuai dengan tujuan penelitian ini, maka pokok permasalahan yang dikemukakan yaitu “Apakah kinerja keuangan PT Pertamina Tbk tahun 2014 dan 2015 mengalami peningkatan dilihat dari aspek rasio likuiditas dengan proksi current ratio, acid test ratio (quick ratio) dan cash ratio, serta aspek rasio rentabilitas dengan proksi return on investment dan return on equity ?”.Berdasarkan pokok permasalahan yang telah dikemukakan sebelumnya, maka penulis mengemukakan hipotesis yaitu kinerja keuangan PT Pertamina Tbk tahun 2014 dan 2015 mengalami peningkatan dilihat dari aspek rasio likuiditas dengan proksi current ratio, acid test ratio (quick ratio) dan cash ratio, serta aspek rasio rentabilitas dengan proksi return on investment dan return on equity.Menganalisis data dan menguji kebenaran dari hipotesis yang telah dikemukakan sebelumnya, maka penulis menggunakan metode analisis adalah analisis likuiditas dengan proksi current ratio, acid test ratio (quick ratio) dan cash ratio, serta analisis rentabilitas dengan proksi return on investment dan return on equity.Berdasarkan hasil penelitian diketahui kinerja keuangan PT Pertamina Tbk tahun 2014 dan 2015 mengalami peningkatan dilihat dari aspek rasio likuiditas, dimana current ratio pada tahun 2014 sebesar 149,09% dan tahun 2015 menjadi 167,67%, untuk acid test ratio (quick ratio) pada tahun 2014 sebesar 97,98% dan tahun 2015 menjadi 116,24%, begitupula cash ratio pada tahun 2014 sebesar 26,47% dan tahun 2015 menjadi 36,40%, yang berarti hipotesis ditolak. Sedangkan kinerja keuangan PT Pertamina Tbk tahun 2014 dan 2015 mengalami penurunan dilihat dari aspek rasio rentabilitas, dimana return on investment pada tahun 2014 sebesar 2,91% dan tahun 2015 menjadi 3,17%, untuk return on equity pada tahun 2014 sebesar 14,97% dan tahun 2015 menjadi 14,62% yang berarti hipotesis diterima. 
ANALISIS MODAL KERJA DAN TINGKAT PROFITABILITAS PADA SPBU JUANDA SAMARINDA -, Firinda Melanti
EKONOMIA Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : EKONOMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.995 KB)

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah modal kerja dapat meningkatkan profitabilitas pada SPBU Juanda 64.751.03 Samarinda pada tahun 2014 dan 2015.Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini difokuskan pada SPBU Juanda 64.751.03 Samarinda yang menitikberatkan pada laporan keuangan, laporan laba/rugi dan laporan penjualan. Laporan tersebut digunakan untuk menganalisis modal kerja dan tingkat profitabilitas yang diukur dengan menggunakan Analisis Kas, Analisis Piutang, Analisis Persediaan, Analisis Hutang Lancar.Berdasarkan hasil penelitian dilakukan analisis sebagai berikut : Return On Total Assets pada tahun 2013 sebesar (19%) pada tahun 2014 sebesar (17%) dan pada tahun 2015 sebesar (17%), Analisis Hutang Lancar pada tahun 2013 sebesar (6,32 kali), pada tahun 2014 sebesar (4,23 kali)  dan pada tahun 2015 sebesar (3,99 kali), Analisis Kas pada tahun 2013 (5,81 kali), pada tahun 2014 (5,58 kali), dan pada tahun 2015 (5,37 kali), Analisis Persediaan pada tahun 2013 sebesar (4,08 kali), pada tahun 2014 (3,04) dan pada tahun 2015 sebesar (3,13 kali), Analisis Piutang pada tahun 2013 , (24,20 kali)pada tahun 2014 sebesar (38,02 kali) dan pada tahun 2015 sebesar (27,16 kali). Disimpulkan bahwa pada tahun 2014 perputaran piutang mengalami peningkatan dari tahun sabelumnya, namun hal tersebut mengakibatkan penurunan pada profitabilitas perusahaan yaitu ROA. Pada tahun 2015, perputaran persediaan meningkat, namun perputaran kas, perputaran piutang dan perputaran hutang lancar justru menurun. Hal tersebut mengakibatkan tidak adanya peningkatan maupun penurunan pada profitabilitas perusahaan.Pada tahun 2014 dan 2015 pengelolaan modal kerja belum efektif, hal ini dibuktikan dengan penurunan tingkat ROA.
FAKTOR PENENTU HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BEI TAHUN 2009-2014 -, ASWAR ANAS
EKONOMIA Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : EKONOMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Harga Saham adalah harga dari suatu saham yang ditentukan pada saaat pasar saham sedang berlangsung dengan berdasarkan kepada permintaan dan penawaran pada saham perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di BEI.Rumusan masalah apakah terdapat pengaruh signifikan antara variabel ROA, ROE, NPM, DER, EPS secara bersama- sama terhadap harga saham, dan apakah terdapat pengaruh signifikan antar variabel- variabel tersebut terhadap harga saham pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di BEI.Dasar teori yang digunakan manajemen keuangan. Manajemen keuangan digunakan sebagai dasar untuk mengambil suatu keputusan menggunakan alat analisis rasio keuangan yaitu ROA, ROE, NPM, DER, EPS, dan Harga Saham (Price).Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan maka kesimpulan sebagai berikut: hasil penelitian secara simultan menunjukkan bahwa variabel Return on Asset, Return on equity, Net Profit Margin, Debt to Equity Ratio, Earning Per Share berpengaruh signifikan secara simultan terhadap harga saham, Secara parsial menunjukkan bahwa variabel return on asset berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham, return on equity berpengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham, net profit margin berpengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham, debt to equity ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham, earning per share berpengaruh tidak signifikan terhadap harga saham.
Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian Spare Part Undercarriage Komatsu di PT United Tractors Tbk Loa Janan, Samarinda Ida Rahmawati, Andry Agustiono Theresia Militina
EKONOMIA Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : EKONOMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.392 KB)

Abstract

Permasalahan dari penelitian ini adalah Apakah product, price, place, promotion berpengaruh secara simultan yang signifikan terhadap kepuasan pelanggan dalam membeli spare part undercarriage komatsu di PT United Tractor Tbk, Loa Janan. Serta, Manakah  dariproduct, price, place, promotion yang berpengaruh dominan terhadap menurunya keputusan pembelian dalam membeli spare part undercarriage komatsu di PT United Tractor Tbk, Loa Janan,Samarinda.Didalam pemasaran terdapat bauran pemasaran.Bauran pemasaran merupakan sebuah konsep dalam teori pemasaran modern. Bauran pemasaranialah serangkaian variabel pemasaran terkendali yang dipakai oleh perusahaan  untuk menghasilkan tanggapan yang dikehendaki perusahaan dari pasar  sasarannya. Hipotesis dari penelitian ini adalah Produk, harga, tempat, promosi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian sparepart undercarriage komatsu di PT United Tractor Tbk Loa Janan, Samarinda dan hipotesis kedua adalah Harga berpengaruh dominan terhadap keputusan pembelian Sparepart undercarriage komatsu di PT United Tractor Tbk Loa Janan.Samarinda.Populasi penelitian ini adalah pelanggan PT United Tractors Tbk Loa Janan, Samarinda.Sedangkan sampel merupakan Pelanggan PT United Tractors Tbk Loa Janan, Samarinda yang membeli spare part undercarriage komatsu.Data dianalisis dengan menggunakan regresi linier berganda. Rumus yang digunakan yaitu: Y = a + b1 x1 + b2 x2 + b3 x3 + b4 x4 +e dengan menggunakan alat bantu program computer SPSS (statistic program for social science) versi 21. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, menunjukan bahwa Hasil Uji F menunjukan bahwa Produk, Harga, Tempat, Promosi secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian spare part undercarriage komatsu di PT United Tractors Tbk.Secara partial,Harga berpengaruh dominan terhadap keputusan pembelian spare part undercarriage komatsu di PT United Tractors Tbk.