Articles
164 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1, No 1 (2018)"
:
164 Documents
clear
PERENCANAAN INSTALASI PIPA DISTRIBUSI AIR BERSIH DI DESA LAHAM KECAMATAN LAHAM KABUPATEN MAHAKAM ULU PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
ARIANTO, AGUNG
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2882.046 KB)
Kebutuhan Pokok Masyarakat akan air bersih yang layak merupakan masalah yang berkembang di Desa Laham Kecamatan Laham Kabupaten Mahakam Ulu Provinsi Kalimantan Timur. Pendistribusian air bersih masih belum merata, sehingga sebagian masyarakat belum mendapatkan air bersih secara optimal. Untuk mengatasi hal tersebut dibutuhkan jaringan distribusi air bersih yang baik dan mampu melayani kebutuhan air bersih sesuai dengan proyeksi kebutuhan air di masa yang akan datang bagi penduduk di daerah tersebut. Dilihat dari peta desa Laham berada di sepanjang sungai mahakam yang membuat desa Laham memiliki sumber air bersih yang sangat berlimpah sehingga memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Dari hasil suevei di dapat panjang jaringan yang akan di rencanakan sepanjang 4524 meter, pipa yang akan di gunakan yaitu pipa PVC dengan diameter 75 mm, dengan tingkat kekerasan sebesar 150. Hasil perhitungan dan analisa kebutuhan air bersih harian maksimum desa Laham Kecamatan Laham Kabupaten Mahakam Ulu Provinsi Kalimantan Timur pada tahun 2028 sebesar 2,769 liter/detik dan kebutuhan air pada jam puncak tahun 2028 sebesar 3,775 liter/detik. Dari hasil analisa perhitungan pipa distribusi utama di perlukan kecepatan aliran dalam pipa sebesar 0,853 meter/detik sehingga kebutuhan air bersih dapat terpenuhi ke rumah - rumah penduduk.
ANALISA KINERJA RUAS DAN TINGKAT PELAYANAN JEMBATAN MAHAKAM ULU (MAHULU)
NI, SUR
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (703.436 KB)
Transportation plays an important role in the economic, political, cultural, defense and security fields. Because with the transportation of inter-regional relations more smoothly and saving time and costs that are very beneficial for the community. As the population increases, the movement of transportation in the Mahakam Ulu bridge area (Mahulu) increases and influences the segment performance and the service level of the Mahulu bridge. Mahulu Bridge is a bridge that connects Loa Buah Village and Sengkotek Village, Samarinda which stretches over the Mahakam river flow. The purpose of this study was to determine the performance of the sections on the Mahulu bridge that were assessed from the level of service. Analysis carried out manually in accordance with the conditions of traffic flow in Indonesia. In this case an analysis was carried out using the 1997 Indonesian Road Capacity Manual (MKJI’1997) to take into account traffic performance. Traffic volume data is obtained from field surveys conducted for 4 days, namely on Friday, Sunday, Monday and Tuesday, taking into account the level of traffic volume on that day and during peak hours presented in the form of vehicle data tables. Based on the result of the performance analysis of the Mahulu bridge segment which was assessed from the level of service with the MKJI’1997 method, the service level of Mahulu bridge segment at peak hours on Friday and peak hours of Tuesday was C, namely the condition of steady flow, but the speed of operation and movement of the vehicle was greatly affected the traffic volume and service level of the Mahulu Bridge road on Sunday and the peak hours on Monday are B, that is the condition of the current is stable, but the operating speed is limited by traffic conditions, the driver is limited in choosing speed.
PERENCANAAN KAWASAN KULINER DENGAN KONSEP WATERFRONT DI KOTA SAMARINDA
SAPTOADI, NUR INDRA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3417.322 KB)
Kuliner adalah hasil olahan yang berupa masakan. Masakan tersebut berupa lauk pauk, makanan (penganan), dan minuman. Karena setiap daerah memiliki cita rasa kuliner tersendiri, maka tak heran jika Kota Samarinda yang dihuni oleh berbagai macam suku memiliki kuliner yang berbeda-beda. Berdasarkan itu maka perlunya merencanakan suatu kawasan kuliner di Kota Samarinda dengan menjadikan Sungai Mahakam sebagai brand dari kawasan itu. Bagaimanakah rumusan konsep perencanaan kawasan kuliner dengan konsep waterfront yang dapat mencitrakan fungsi suatu kawasan dengan penerapan arsitektur waterfront. Berdasarkan rumusan masalah yang dikemukankan diatas, maka tujuan yang ingin dicapai dari perencanaan kawasan kuliner dengan konsep waterfront ini adalah untuk menyediakan suatu kawasan kuliner sebagai tempat makan, berkumpul, bersantai dan bersenang-senang pada daerah tepi air. Dalam melakukan pendekatan perancangan ada beberapa tahapan penelitian studi yang harus dilakukan antara lain pendekatan tipologi objek, pendekatan tematik, pendekatan analisis tapak dan lingkungan. Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam perencanaan ini menggunakan beberapa metode yaitu sebagai berikut studi literatur, wawancara, pengamatan langsung. Dari hasil penelitian ini terciptanya suatu perencanaan kawasan kuliner dengan konsep bangunan dan kawasan open space, sehingga desain arsitektur yang dihasilkan akan mengedepankan Sungai Mahakam sebagai brand dari kawasan kuliner dengan konsep waterfront tersebut.
ANALISA PENJADWALAN WAKTU PEMBANGUNAN LANJUTAN SMPN 38 LOK BAHU KOTA SAMARINDA
CHANG, KELVIN
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (825.163 KB)
Since 2012, students of 38 Lok Bahu Junior High School must have a place at 027 Samarinda Elementary School. This was caused by the lack of funds from the Samarinda city government. However, it seems that the students of 38 Lok Bahu Junior High School can breathe a sigh of relief, because in mid 2018 the construction of the school which had stopped would be resumed. For this reason, the contractor in the implementation must be done well. Considering the previous project, the contractor appointed as the executor of this project advanced development project experienced delays in the realization of the project. This study will analyze the scheduling of time related to the optimal duration, critical trajectories and work networks that can be made in the advanced development activities of 38 Lok Bahu Junior High School using the CPM method, PERT and using Microsoft Project software. In the CPM method, the settlement time is around 266 days, while in PERT method, it is obtained 179 days of completion (June 2 - December 8, 2018), faster than 1 day from the plan schedule. Therefore, 179 days duration can be said as the optimal duration. The completion time with CPM and PERT methods is 87 days different. This is because the duration of activities in the PERT method obtained from interviews with the foreman, the duration is shorter or relatively fast than the plan, especially in supporting concrete structure work. Based on the calculations that have been made, the probability of project completion at 179 days is around 55.19%. The critical path in this project is A (Preliminary Work) - B (Supporting Concrete Structural Work) - C (Pair of Brick and Plaster) - D (Floor Work And Ceramic Wall) - F (Roof Frame Work) - G (Cover Wood And Ceiling Works) - H (Electrical And Mechanical) - K (Other Work).
ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI PROYEK PEMBANGUNAN PERUMAHAN JAKARTA REGENCY DI SAMARINDA
PUTRI, RICKA PURNOMO
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (425.342 KB)
Investasi adalah suatu komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan dimasa yang akan datang. Investasi dapat dikaitkan dengan berbagai macam aktivitas. Menginvestasikan sejumlah dana pada asset real (tanah, emas, mesin atau bangunan) maupun aset finansial (deposito, saham atau obligasi) merupakan aktivitas investasi yang pada umumnya dilakukan.Tujuan Penelitian adalah untuk Mengetahui bagaimana studi investasi pembangunan kawasan perumahan Jakarta Regency Dan Mengetahui kelayakan investasi pembangunan perumahan Jakarta Regency, dengan menggunakan metode Payback Priode, NPV, dan IRR. Hasil penelitian menggunakan metode Payback Priode ( PP) atau jangka waktu yang dibutuhkan untuk menutup kembali pengeluaran investasi, didapat hasilnya ialah 3 tahun. Berdasarkan metode Payback Priode maka proyek ini layak karena waktu pengembalian Investasi lebih cepat dibandingkan jangka waktu pinjaman selama 4 tahun 3 bulan, maka proyek investasi ini Layak. Kemudian dari hasil perhitungan NPV didapatkan NPV positif yaitu sebesar Rp. 1.295.232.600. Dengan nilai NPV positif, maka nilai proyek Investasi ini pun layak dari hasil perhitungan NPV. Dari hasil perhitungan IRR sebesar 12,79% lebih tinggi dari tingkat suku bunga yaitu 12,0% yang berarti nilai ini lebih besar dari suku bunga yang digunakan maka proyek investasi ini layak. Dari hasil analisis kelayakan investasi proyek pembangunan perumahan Jakarta Regency Di Samarinda ialah Layak untuk dilakukan.
STUDI EFISIENSI PENGGUNANAAN FLAT SLAB DENGAN DROP PANEL TERHADAP PELAT KONVENSIONAL PADA GEDUNG 5 LANTAI
WIDHI PRATOMO, ALOYSIUS HARIO
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (245.482 KB)
Flat slab merupakan pelat yang langsung didukung oleh kolom dengan atau tanpa penebalan pelat di atas kolom (drop panel). Pada peneltian ini menggunakan permodelan pelat flat slab dua arah dengan drop panel. Dalam suatu perencanaan bangunan gedung terdapat faktor-faktor yang harus diperhatikan, beberapa faktor tersebut adalah arsitektur, struktur, dan biaya. Pelat datar (flat slab) memiliki beberapa kelebihan pada penggunaan struktur pelat lantai, antara lain fleksibilitas terhadap pengaturan tata letak ruang, instalasi utilitas mekanikal dan elektrikal yang lebih mudah, pelaksanaan konstruksi bekisting dan penulangan yang sederhana, begistingnya lebih sedikit, yang tentunya dari segi biaya menjadi lebih ekonomis, dan untuk kekuatan strukturnya dapat diberikan penebalan (drop panel) pada sekitar kolom penumpunya. Dari hasil perhitungan dengan menggunakan metode portal ekivalen didapatkan tebal pelat 170 mm dan tebal drop panel 50 mm, dengan 11 tipe drop pnael, serta didapatkan volume beton pelat konvensional 205,39 m3 dan flat slab dengan drop panel 162,45 m3 , dengan hasil perbandingan kebutuhan beton sebesar 21%, untuk penulangan yang digunakan adalah D16 dan D19. Flat slab merupakan jenis pelat dua arah, sebaiknya dalam menrencanakan flat slab saat menentukan bentang panjang dan lebar pelat haruslah ≤ 2, sehingga dalam mendesain pelat tidak menggunakan balok pada interiornya.
ANALISIS KEBUTUHAN AIR BERSIH PADA INSTALASI PENGOLAHAN AIR BERSIH KECAMATAN SANGA SANGA KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
TAHSURUR, AHMAD
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (215.593 KB)
Clean water is a very important part of all the basic needs of living things, especially for humans. Humans use water for various purposes in their daily lives. This research was conducted at the Clean Water Treatment Plant of PDAM Tirta Mahakam, Sanga-Sanga Branch, Kutai Kartanegara Regency, East Kalimantan Province, aimed at analyzing the need for clean water for population growth in 2018 to 2028. From the data obtained from PDAM Tirta Mahakam the discharge capacity of clean water produced is 40 liters / second, with the longest distant distribution network at 13,000 meters leading to the village, the type of pipe used is HDPE pipe with a diameter of 203 , 2 mm, with a roughness level of 130. The results of the calculation and analysis of clean water needs in Sanga-Sanga Subdistrict, noramal water needs in 2028 (10-year projection) of 38,703 liters / second and the peak water demand in 2028 (peak discharge) of 67,731 liters / second. From the results of the hydraulic analysis the main distribution pipeline network towards the neighborhood is very much needed, the flow velocity in the pipe is 1.052 meters / second with a pressure loss of 76.2 meters, so that the distribution of clean water needs of the community can be maximized.
ANALISA MANAJEMEN RISIKO PADA PROYEK REHAB BENGKEL UNTUK RUANG WIDYAISWARA, PENYULUH, DAN LAB. IT DI DINAS PANGAN, TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
LITAD, TRACY ALEXIA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (137.358 KB)
Identifikasi risiko operasional pada proyek rehab bengkel untuk ruang widyaiswara, penyuluh, dan lab. IT dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasikan seluruh jenis risiko yang berpotensi memengaruhi kerugian proyek tersebut. Hal tersebut dapat menimbulkan kerugian bagi proyek sehingga harus memperhatikan faktor internal. Faktor internal yang harus di perhatikan adalah kualitas sumberdaya manyusia, material, dan peralataan. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui masalah apa saja yang paling berbahaya dari adanya indikasi yang melatar belakangi masalah pada proyek konstruksi, serta mengendalikan suatu risiko yang sebelumnya memiliki tingkat risiko yang tinggi menjadi tingkat risiki yang rendah atau tidak menjadi ancaman bagi proyek rehab bengkel untuk ruang widyaiswara, penyuluh, dan lab. IT tersebut.Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif dengan cara wawancara dan survey. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada responden. Adapun jumlah responden adalah 30 responden yang mewakili proyek rehab bengkel untuk ruang widyaiswara, penyuluh, dan lab. IT di dinas pangan, tanaman pangan dan hortikultura provinsi Kalimantan timur.Hasil penelitian menunjukan bahwa ada 28 resiko yang teridentifikasi dari 3 kategori. Diketahui tingkatan dari risiko yang dihadapi ada risiko ekstrim, risiko tinggi, risiko sedang, dan risiko rendah. Melakukan tindakan penanganan yang di lakukan terhadap risiko yang terjadi dengan cara : Mengalihkan risiko ( risk sharing ), menahan risiko ( risk retaining ), mengurangi risiko ( risk reducing ), mengabaikan risiko ( risk ignoring ).
ANALISA UJI KUAT TEKAN BETON PADA PENGGUNAAN SEMEN PCC PRODUK SEMEN TIGA RODA DAN TONASA DENGAN AGREGAT HALUS PASIR MALINAU DAN PASIR TENGGARONG
MAHARLIKA, SEIRENDRA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (883.723 KB)
Tugas Akhir Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kuat tekan beton penggunaan semen Tiga Roda dan Tonasa dengan agregat halus pasir Malinau dan pasir Tenggarong. Jenis semen yang digunakan adalah semen tipe PCC produk semen Tiga Roda dan semen Tonasa, Agregat halus yang digunakan adalah agregat halus pasir Malinau dan pasir Tenggarong, Agregat kasar yang digunakan adalah agregat kasar ex. palu ukuran 1-2 cm dan ukuran 2-3 cm. Metode perancangan campuran beton menggunakan metode Standar Nasional Indonesia 03-2847-2013. Pengujian sampel beton akan dilakukan pada umur beton 7 hari, 14 hari, 21 hari dan 28 hari. Benda uji dibuat masing – masing 10 buah sampel untuk setiap umur pengujian sehingga jumlah sampel beton yang digunakan berjumlah 80 buah. Dimensi sampel beton berbentuk kubus dengan ukuran 15 cm x 15 cm x 15 cm dengan kuat tekan beton yang direncanakan mutu K- 225. Dari hasil pengujian kuat tekan beton pada umur 28 hari untuk penggunaan semen Tiga roda campuran pasir Malinau adalah f’c = 233,30 kg/cm2 , dengan nilai rata-rata f’cr = 283,47 kg/cm2 . Penggunaan semen Tonasa campuran pasir Malinau adalah f’c = 226,97 kg/cm2 , dengan nilai rata-rata f’cr = 258,85 kg/cm2 . Penggunaan semen Tiga roda campuran pasir Tenggarong adalah f’c = 230,08 kg/cm2 , dengan nilai rata-rata f’cr = 277,43kg/cm2 . Penggunaan semen Tonasa campuran pasir Tenggarong adalah f’c = 225,44 kg/cm2 , dengan nilai rata-rata f’cr = 271,03 kg/cm2 , dan nilai kuat tekan pada semua sampel ini memenuhi syarat yang di rencanakan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa perbandingan nilai uji kuat tekan beton dengan menggunakan semen Tiga roda lebih tinggi dari pada menggunakan semen Tonasa walaupun berbeda jenis campuran Agregat halusnya
Kajian Kapasitas Saluran Drainase Kel. Bayur Kec. Samarinda Utara Kota Samarinda
RIANTO, ANDI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (401.504 KB)
Andi Rianto, NPM 11.11.1001.7311.186, 2011, Civil Engineering Study Program, Faculty of Engineering, University of 17 August 1945 Samarinda. Flood is natural disaster that occurs due to the inability of channel of a region to accommodate the high rainfall in the region. One solution to overcome the flood is to improve the dimensions of the drainage channel to be able to accommodate the amount of water debit contained in a region. This research took place in Kel. Bayur, Kec. North Samarinda, Samarinda City. Calculation analysis using Gumbel and Log Person Type III method to calculate drainage channel capacity. Based on the calculation of the existing flood discharge of drainage channel at the research location that is smallest 2,924 m3/dt - biggest 8,667 m3/dt and flood discharge design at Kel. Bayur Samarinda City that is smallest 0,511 m3/dt - biggest 1,013 m3/dt with kala 10 years until year 2027. With the design of dimensional cross-sectional capacity : an average upper width of 3,15 meters width an average of 2,30 meters, and an average height of 1,30 meters. From the calculation results can be concluded that the drainage channel capacity enough to accommodate all the water discharge that exist in the area.