cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
KURVA S JURNAL MAHASISWA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 77 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2016)" : 77 Documents clear
ANALISIS KAPASITAS RUAS JEMBATAN KUTAI KERTANEGARA IMAN, SUL
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.745 KB)

Abstract

Transportasi adalah sarana penunjang yang penting bagi pembangunan suatu negara yang sedang berkembang. Hal tersebut tercermin semakin meningkatnya kebutuhan akan transportasi. Kebutuhan transportasi bagi mobilitas manusia, barang dan jasa setiap tahunnya akan meningkat sejalan dengan meningkatnya pertumbuhan populasi penduduk. Pertumbuhan populasi penduduk akan mengakibatkan meningkatnya kebutuhan transportasi.Jembatan adalah suatu struktur kontruksi yang memungkinkan rute transportasi melalui sungai, danau, kali, jalan raya, jalan kereta api dan lain-lain. Jembatan adalah suatu struktur konstruksi yang berfungsi untuk menghubungkan dua bagian jalan yang terputus oleh adanya rintangan-rintangan seperti lembah yang dalam, alur sungai saluran irigasi dan pembuang . Jalan ini yang  melintang yang tidak sebidang dan lain-lain.Pembangunan jembatan ini dimulai pada tahun 1995 dan selesai pada 2001 dengan kontraktor PT Hutama Karya yang menangani proyek pembangunan jembatan tersebut. Jembatan ini merupakan sarana penghubung antara kota Tenggarong dengan kecamatan Tenggarong Seberang yang menuju ke Kota Samarinda ataupun sebaliknya yang dapat ditempuh hanya sekitar 30 menit. Melewati Jembatan Gerbang Dayaku Kutai Kartanegara ada pemandangan menarik yang dapat disaksikan, yaitu hamparan sebuah pulau kecil yang memisahkan Tenggarong dan Kecamatan Tenggarong Seberang, yaitu Pulau Kumala, sebuah pulau yang telah disulap menjadi Kawasan Wisata Rekreasi yang banyak diminati oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.              Adanya jembatan Kutai Kartanegara yang merupakan jembatan penghubung maka banyak aktifitas mobilisasi pergerakan arus lalu lintas maka harus dilakukan perhitungan kapasitas ruas jembatan untuk mengukur kinerja dan tingkat pelayanan untuk jembatan..              Karakteristik fisik Jembatan Kutai Kertanegara  memiliki panjang 750 meter, memiliki kondisi perkerasan yang relatif baik dengan permukaan yang cukup rata. Jembatan ini merupakan jalan dua arah tanpa pemisah median dan memiliki dua lajur. Tiap tiap lajur lebarnya 3 meter sehingga lebar badan jalan adalah 6 meter. Di sebelah kiri dan kanan jalan dilengkapi dengan trotoar selebar 1 meter. Jembatan Kutai Kertanegara merupakan jembatan penghubung dari Kota Tenggarong ke Tenggarong Seberang menuju Kota Samarinda dan sekitarnya, sehingga banyak dilalui oleh kendaraan yang mempengaruhi kapasitas dari Jembatan Kutai Kartanegara.
ANALISIS PERKERASAN BETON SEMEN RUAS JALAN GUNUNG PETUNG PAL 6 TEMBUS KELURAHAN BUKIT BIRU TENGGARONG YADI, MUL
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi kapasitas jalan cenderung tetap berbanding terbalik degan tingkat pertumbuhanhan kendaraan yang terus bertambah setiap tahunnya.Penelitian ini bertujuan mengetahui tingakat kebutuhan jalan yang ada di Ruas Jalan Gunung Petung Pal 6 Tembus Keluran Bukit Biru Tenggarong. Lajunya pertumbuhan penduduk di kawasan tersebut dan rata – rata dari meraka memiliki kendaraan maka kalau tidak diikuti dengan pengembangan infrastruktur dapat mengakibatkan permasalahan-permasalahan, salah satunya adalah transportasi.Penelitian ini juga bertujuan untuk para penduduk yang mayoritas petani agar mereka  mudah dalam hal transportasi untuk mengangkut hasil tani yang dihasilkan. Selain itu,perimbangan keuangan antara pusat dan daerah, yang merupakan wujud nyata dari Undang – undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Otonomi Daerah ternyata memberikan peluang kepada daerah untuk mengatur daerahnya sendiri, hal ini dapat dilihat hampir di semua daerah di indonesia yang sedang berlomba-lomba dalam hal pembangunan  guna peningkatan sarana dan prasarana untuk menunjang perekonomian dan perkembangan daerah. Selain itu, banyaknya kegiatan fisik pembangunan yang sedang berjalan, tentunya juga menuntut adanya kemampuan, keahlian dan sumber daya manusia yang cukup tinggi, baik dalam perencanaan proyek, pengawasan, dan pelaksanaan di lapangan. Salah satu program dalam peningkatan sarana dan prasarana di Kabupaten Kutai Kartanegara, adalah program peningkatan jalan dan jembatan yang di wujudkan dalam kegiatan peningkatan jalan Gunung Petung Pal 6 Tembus kelurahan Bukit Biru, sehingga diharapkan dapat memberikan layanan dan kenyamanan yang lebih maksimal bagi pengguna jalan dan masyarakat di wilayah tersebut. 
PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN JALAN BETON SEMEN PADA RUAS JALAN SURYANATA KUSUMA DAN JALAN USMAN AMAN KECAMATAN SANGKULIRANG KABUPATEN KUTAI TIMUR RUSMADI, SATRIA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.542 KB)

Abstract

Pembangunan prasarana jalan raya merupakan proses pembukaan ruangan lalulintas yang bertujuan untuk mengatasi pelbagai rintangan geografi, dimana dalam prosesini, pada dasarnya melibatkan pengalihan dan perubahan bentuk dari permukaan bumiatau topografi. Sejarah perkembangan jalan telah dimulai sejak pertama manusiamendiami bumi, dimana usaha mereka pertama-tama adalah mencari jalan untuk mencaridan memenuhi kebutuhan hidup terutama pangan.Pembangunan Jalan Ibukota Kecamata Sangkulirang, merupakan salah satuprogram Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam rangka pengembangan infrastrukturtransportasi yang ada di daerah ini, sehingga diharapkan dapat menjadi prasaranatransportasi yang akan membantu pengembangan wilayah, pemerataan pembangunanserta peningkatan ekonomi masyarakat.Untuk menunjang hal tersebut, maka pembangunan jalan dan jembatan yang ada diruas jalan menuju Sangkulirang, memerlukan perencanaan teknis yang matang, prosespembangunan yang sesuai dengan mutu waktu dan biaya, serta proses pengawasan yangterarah.Dari hasil perhitungan untuk Perhitungan Tebal Perkerasan Kaku PadaPembangunan Jalan Ibukota Kecamatan Sangkulirang, didapat tebal pelat slab yangdiperlukan adalah 150 mm dengan kerusakan fatik untuk segmen 1 dan segmen 2 sebesar22,407% lebih kecil dari 100% dan kerusakan erosi untuk segmen 1 dan segmen 40,739%lebih kecil dari 100%. Tulangan memanjang mengunakan tulangan dengan diameter 12mm dengan jarak 2,5 cm, sedangkan tulangan melintang mengunakan tulangan dengandiameter 12 mm dengan jarak 50 cm. Sedangkan, sambungan memanjang dengan batangpengikat (Tiebar) digunakan dimeter 16 mm Dengan Jarak 7,5 cm dengan panjang batangpengikat 688 mm. Sedangkan sambungan melintang dengan ruji digunakan dimeter ruji24 mm, panjang ruji 450 mm, jarak antar ruji 300 mm.
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN HOTEL BINTANG 5 PENEKANAN PADA ARSITEKTUR HIJAU Fitriansyah, Aidil
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (983.875 KB)

Abstract

Hotel merupakan salah satu pengguna energi terbesar dibandingkandengan fungsi bangunan lainnya. Maka diperlukan perencanaan dan perancangandengan konsep arsitektur hijau yang yang terpenuhi aspek teknis dan ramahterhadap alam sekitar dan lingkungannya. Dengan melakukan efisiensi energi,bangunan tersebut dapat mengambil keuntungan tanpa harus mengurangi mutupelayanan bagi para tamunya. Bangunan Hotel yang didesain akan memilikisistem alamiah (Natural System) yang diharapkan akan mampu memberikankenyamanan dan kesehatan bagi penggunanya. Kenyamanan pada bangunan erathubungannya dengan kondisi alam atau lingkungan disekitarnya dan upayapengkondisian atau pengaturan ruangan dalam bangunan. Prinsip dari Arsitektur Ekologis yang mempelajari tentang hubungantimbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya (Frick Heinz, Dasar-dasarEkoarsitektur, 1998). Prinsip-prinsip ekologi ini sering berpengaruh terhadaparsitektur. Penerapan pola 3R, yakni Reduce (mengurangi pemborosan energi),Reuse (menggunakan kembali material sisa), dan Recycle (konsep daur ulangenergi) mulai dari tahapan proses membangun sampai dengan perawatan padabangunan yang didesain. Beberapa factor-faktor dasar arsitektur yang dirumuskan dalamperancangan bangunan hotel ini dimulai dari mempertimbangkan pemilihanlokasi, orientasi sinar matahari, arah angin, mereduksi kebisingan, arah hadapbangunan, adanya pencahayaan dan penghawaan alami, pemanfaatan tenagasurya, green roof, dan rainwatersystem. Dan pada hasil rancangan bangunan dapatterpenuhi fungsi bangunan yang maksimal, sistem struktur yang diperhitungkan,dan estetika desain bentuk bangunan yang beradaptasi dengan lingkungan alamsekitarnya.
KAJIAN MENGENAI PERUBAHAN PEKERJAAN KONSTRUKSI SEBAGAI PENYEBAB TERJADINYA PERUBAHAN DALAM KONTRAK Wathan, Syamsul
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1058.593 KB)

Abstract

Syamsul Wathan, Manajemen proyek adalah sebuah disiplin keilmuan dalam halperencanaan, pengorganisasian, pengelolaan (menjalankan serta pengendalian), untuk dapatmencapai tujuan-tujuan proyek. Proyek adalah sebuah kegiatan yang bersifat sementara yangtelah ditetapkan awal pekerjaannya dan waktu selesainya (dan biasanya selalu dibatasi olehwaktu, dan seringkali juga dibatasi oleh sumber pendanaan), untuk mencapai tujuan dan hasilyang spesifik dan unik. (Sebastian 2007). Dalam pekerjaan konstruksi/pemborongan, banyak terjadi hubungan kontrak antaraperusahaan satu dengan perusahaan yang lain. Hubungan-hubungan tersebut biasanya berasaldari kontrak perjanjian yang dibuat baik secara parsial ataupun borongan. Perjanjianpemborongan pekerjaan yang berasal dari pemerintah dilakukan melalui proses lelang sepertiyang telah diatur dalam Keputusan Presiden Nomor 80 tahun 2003. Perjanjian pemboronganpekerjaan yang berasal dari pemerintahan yang diperoleh langsung sebagai hasil perundinganantara pihak yang terlibat. Dalam prosesnya pelaksanaan perjanjian pekerjaankonstruksi/pemborongan seringkali terjadi perubahan kontrak kerja yang disebabkan antara lainadalah : (1) Review Design, (2) Penambahan/pengurangan item pekerjaan, (3) Perubahanspesifikasi teknis dan (4) Penambahan/pengurangan volume item pekerjaan. Perubahan kontrakdiperbolehkan sesuai Perpres 54 tahun 2010 pasal 87 ayat 1 “Dalam hal terdapatnya perbedaanantara kondisi lapangan pada saat pelaksanaan, dengan gambar dan/atau spesifikasi teknis yangditentukan dalam Dokumen Kontrak, PPK bersama Penyedia Barang/Jasa dapat melakukanperubahan kontrak”. Namun Perpres 54 tahun 2010 pasal 87 ayat 2 membatasi bahwa“Pekerjaan tambah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan dengan ketentuan (a)tidak melebihi 10% (sepuluh perseratus) dari harga yang tercantum dalam perjanjian/kontrakawal dan (b) tersedianya anggaran. Maka untuk meminimalkan terjadinya perubahan kontrak/addendum baik sebelumterjadinya proses kontrak perjanjian maupun selama berjalannya kontrak perjanjian, diperlukanpendekatan ilmiah dalam bentuk sistem kerja yang merupakan bagian dari manajemen proyek. WBS (Work Breakdown Structure) adalah suatu metode pengorganisasian proyekmenjadi struktur pelaporan hirarki. WBS digunakan untuk melakukan Breakdown ataumemecahkan tiap proses pekerjaan menjadi lebih detail. Hal ini dimaksudkan agar prosesperencanaan proyek memiliki tingkat yang lebih baik. WBS disusun bedasarkan dasar pembelajaran seluruh dokumen proyek yang meliputikontrak, gambar-gambar, dan spesifikasi. Proyek kemudian diuraikan menjadi bagian-bagiandengan mengikuti pola struktur dan hirarki tertentu menjadi item-item pekerjaan yang cukupterperinci, yang disebut sebagai Work Breakdown Structure. pada hal inilah yang menjadi dasarpengambilan judul skripsi ini dengan judul “Kajian Mengenai Perubahan Pekerjaan KonstruksiSebagai Penyebab Terjadinya Tuntutan Dalam Kontrak”.
ANALISA PERHITUNGAN STRUKTUR JEMBATAN HANDIL USU RT.19 KECAMATAN SAMBOJA DENGAN KONSTRUKSI BOX GIRDER PRESTRESSED SEGMENTAL RIZKI, NUR MUHAMMAD
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.086 KB)

Abstract

Nur Muhammad Rizky, Jembatan box girder prestress terdiri dari satu atau beberapa balok kotak yang dibangun dari beton yang diberi penekanan terlebih dahulu melalui proses stressing sebelum dibebani. Ternyata teknik tersebut cukup efektif karena selain beton dapat memikul beban yang lebih besar dari sebelumnya dan dapat memperkecil berat sendirinya dan ukuran penampangnya. Hal ini jelas sangat menguntungkan dunia konstruksi karena volume bahan dapat dikurangi sehingga berat profil menjadi lebih ringan, beban struktur atas yang dipikulkan ke pondasi juga menjadi lebih kecil, dan jembatan box girder prestress juga mampu menahan lendutan, geser dan torsi secara efektif.Jembatan handil usu RT.19 kecamatan samboja sendiri menggunakan struktur jembatan rangka baja dengan panjang bentang 60 meter. Dikarenakan metode beton prategang tergolong relatif baru dan memiliki kekuatan menahan beban yang sangat besar. Oleh karena itu dilakukan modifikasi pada perencanaan jembatan handil usu RT.19 kecamatan samboja yang semula menggunakan sistem rangka baja dimodifikasi menjadi jembatan dengan menggunakan struktur Box Girder Prestressed Segmental.Analisa perhitungan struktur jembatan Box Girder Prestressed Segmental menggunakan peraturan SNI T-02-2005 tentang pembebanan pada jembatan. Tinjauan perhitungan meliputi perhitungan tiangan sandaran, trotoar, palat injak, lantai kendaraan, Box Girder Prestress, Abutment, wing wall, dan pondasi tiang pancang.
EVALUASI DAYA TAMPUNG SISTEM DRAINASE PADA JALAN PADAT KARYA KOTA SAMARINDA CAROLINE, LILY
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.275 KB)

Abstract

Llily Caroline, Evaluasi Daya Tampung Sistem Drainase Pada Jalan Padat Karya Kota Samarinda, di bawah bimbingan Dr. Ir. Yayuk Sri Sundari, M.T dan Heri Purnomo, S.T., M.TBanjir yang terjadi pada kawasan jalan Padat Karya Kota Samarinda merupakan dasar yang melatar belakangi pelaksanaan penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kapasitas saluran drainase yang ada pada Jalan Padat Karya memadai atau tidak dengan cara membandingkan antara debit yang tersedia di lapangan dengan debit hujan maksimum. Kondisi jaringan drainase yang ada pada saat ini menunjukkan kurang mampu dan optimal dalam mengalirkan air hujan ke hilir dengan baik, sehingga sering terjadi banjir/genangan di beberapa tempat menimbulkan kerugian langsung kepada penduduk dan juga kelancaran arus lalu lintas.Dalam pelaksanaannya diperlukan studi di lapangan mengenai dimensi saluran yang ada, panjang lintasan terjauh, waktu konsentrasi, dan pemanfaatan tata guna lahan sekarang. Dalam menganalisis data sekunder diperlukan perhitungan mengenai luas DAS, uji hipotesis, analisis parametik statistik, analisis frekuensi, uji kebaikan sesuai, penentuan hujan rencana, dan menganalisis intensitas hujan rencana. Analisis intensitas hujan rencana untuk periode ulang 2, 5, dan 10 tahun berturut-turut. Setelah dilakukan pengecekan maka didapatkan bahwa kapasitas yang tersedia tidak memadai dalam menampung debit hujan maksimum yang terjadi sehingga diperlukan perbaikan sistem drainase. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah dengan membuat drainase baru. 
STUDI DAERAH RAWAN KECELAKAAN LALU LINTAS RUAS JALAN KILOMETER 23 SAMPAI KILOMETER 33 JALAN POROS SAMARINDA - BONTANG IRIN, SOB
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sobirin, Kebutuhan akan transportasi terus meningkat sejalan dengan perkembangan kehidupan manusia. Pada zaman modern kehidupan manusia membutuhkan pergerakan yang tinggi, sangat memungkinkan terjadinya konflik antar pergerakan tersebut yang menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas. moda transportasi darat merupakan moda transportasi yang  paling rawan kecelakaan. di kota Samarinda selama tahun 2015 telat terjadi 198 telah terjadi kecelakaan lalu lintas, dan 6 diantaranya terjadi di jalan poros Samarinda - Bontang.Data-data yang diperlukan dalam studi rawan kecelakaan di jalan poros Samarinda - Bontang berupa data-data kecelakaan lalu lintas dan data situasi dan kondisi jalan Samarinda - Bontang diperlukan untuk memberikan gambaran kecelakaan yang terjadi dan tingkat kecelakaandi jalan  Samarinda- Bontang, dimana data ini dianalisis dengan metode IRSMS, dan perhitungan tingkat kecelakaan berdasarkan jumlah korban meninggal. Sedangkan data situasi dan kodisi jalan poros Samarinda - Bontang diperlukan untuk mengidentifikasi penyebab kecelakaan yang terjadi dan hal-hal yang berpotensi menyebabkan kecelakaan di jalan poros Samarinda-Bontang.Dari hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa lokasi studi daerah kecelakaan lalu lintas ruas jalan kilometer 23 sampai kilometer  33  jalan poros Samarinda - Bontang. Berdasarkan tingkat kecelakaan di peroleh kesimpulan bahwa terdapat empat titik kecelakaan, kilometer 23 Sta. 23+300, kilometer 23 Sta. 23+500, kilometer 23 Sta. 23+900, kilometer 24 Sta.  24+100 yang memiliki tingkat rawan kecelakaan.
EVALUASI TARIF BUS TERHADAP BIAYA OPERASIONAL BUS JURUSAN SAMARINDA-BONTANG TOFA, MUS
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.596 KB)

Abstract

Freight rates are the results obtained from the users of its services seharus has been calculated in detail and adapted to the operational costs kendaraain itself. So it is important for actors to recalculate the service provider or detailing prior to the rates that have been enacted. Operational costs can not be separated from the service provider that the perpetrators be mandatory expenses for services provided to service users to be safe, comfortable and happy. service user satisfaction lies in the facility are met. The method used for the operational costs of data retrieval using the retrieval of primary and secondary, either directly into the field, and the data obtained from related fields. From the results of calculations it can be concluded that the tariffs have been determined with the vehicle operating costs. So that the perpetrators of the service provider could adjust tariffs on vehicle operating costs itself.
STUDI PERBANDINGAN ANALISA HARGA SATUAN BOW DAN SNI UNTUK MENCARI NILAI EFISIENSI DALAM PEKERJAAN PEMBANGUNAN GEDUNG KOPERASI MA'ARIF, AHMAD
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah Satu tujuan dari perusahaan konstruksi adalah mendapatkan hasil keuntungan yangmaksimal dari pelaksanaan pembangunan proyek. Dalam hal ini sangat penting adanya pengelolaanmanajemen yang baik khususnya yang berkaitan anggaran biaya, sehingga diperlu dibuat sebuahrencana anggaran biaya proyek yang efisien dan dapat dipertanggung jawabkan. Pada penyusunananggaran biaya terdapat metode perhitungan diantaranya metode SNI dan BOW.Berdasarkan latar belakang diatas adalah maka terdapat beberapa masalah yang terjadi, yaituapakah ada selisih dan rasio harga satuan material, upah dan pekerjaan antara metode BOW danSNI dan apa saja persamaan dan perbedaan yang didapatkan dalam perhitungan harga satuanpekerjaan?Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah Mengetahui selisih hargasatuan material, upah dan pekerjaan antara metode BOW dan SNI dan Mengetahui perbedaan danpersamaan dalam Perhitungan harga satuan pekerjaan.Untuk membatasi luasnya ruang lingkup pembahasan dalam suatu penelitian, maka dalampenelitian ini terdapat beberapa batasan masalah yaitu Penelitian dilakukan pada proyekpembangunan gedung koperasi di kota Samarinda, Penelitian dilakukan pada pekerjaan Galian danUrugan,Pekerjaan Dinding dan Beton Bertulang, Biaya yang diperhitungkan adalah biaya material,upah dan pekerjaan, Indeks yang digunakan adalah indeks BOW dan indeks SNI 2008, dan Hargasatuan material dan upah yang digunakan adalah harga satuan dari dinas PU Kota Samarinda 2015