cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
KURVA S JURNAL MAHASISWA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 77 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2016)" : 77 Documents clear
PERHITUNGAN STRUKTUR GEDUNG RENCANA RUMAH SUSUN DI KOTA SAMARINDA NOVIANTO, RIZAL
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.224 KB)

Abstract

Increasing number of development in various areas, especially areas Samarinda in facilities and infrastructure to support the daily needs in the form of buildings, bridges and others. Flats is a building that is widely used as a human dwelling and also to indulge in daily activities such as household. Therefore planned a plan of building flats in the city of Samarinda in East Kalimantan.Study of Reinforced Concrete Structures in the Building 10 Floor Plan of flats in the city of Samarinda in East Kalimantan analysis based on existing data for the planned two methods of matrix and Sap 2000 with the aim to find out what work load in these structures.From the results of the analysis results obtained load acting on a portal that is dead loads, live loads and wind loads. Based on the results of comparative analysis of the structure with the two methods taken the greatest moment so that the value obtained, the beam Mu = 54.554 tons / m, column Pu = 27.150 tons / m, sloof Mu = 23.516 ton / m.From the planning and calculations that have been done shows the dimensions and reinforcement of structural elements (beams, columns, plates and foundations) as well as the plans of the structure for planning the building of flats in the city of Samarinda.
ANALISIS EFEKTIFITAS JEMBATAN PENYEBERANGAN DIJALAN S.PARMAN (SAMPING MALL LEMBUSWANA) SAMARINDA SAKAI, RIFAN
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.5 KB)

Abstract

Rifan Sakai, Analisis Efektifitas Penggunaan Jembatan Penyeberangan Dijalan S.Parman(Samping Mall Lembuswana) Samarinda, di bawah bimbingan Rosa Agustaniah, ST.,MT. dan Zony Yulfadly, ST.,MT.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas jembatan penyeberangan untuk pejalan kaki, serta membuat evaluasi penggunaan jembatan penyeberangan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2016, bertempat di jalan S.Parman (Samping Mall Lembuswana) Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian ini menggunakan metode pengambilan data secara primer yaitu, dengan survey langsung melalui penyebaran quisioner dan data skunder yaitu dengan menggumpulkan data lokasi. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Skala Guttman atau disebut juga analisa skala dan analisa tarikan masing – masing moda berdasarkan penggunaan moda, yang mana penggunaan analisa ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh hubungan antara dua variabel.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa berdasarkan analisa Guttman titik kesesuaian diatas 50% yaitu 56,74%, sehingga dapat dikatakan pendapat responden menyatakan setuju.
ANALISA KAPASITAS DAN TINGKAT PELAYANAN RUAS JALAN DI KOTA SAMARINDA LISIN, MUKH
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melihat kondisi kota Samarinda saat ini, jika ditinjau dari segi sarana dan prasarana transportasi meskipun belum dapat dikatakan padat tapi sudah mulai berbanding terbalik. Dimana kebutuhan akan jalan tidak sebanding dengan banyaknya jumlah kendaraan yang ada. Sehingga hal ini akan menimbulkan dampak negatif terhadap pergerakan lalu-lintas, misalnya terjadi peningkatan volume lalu-lintas pada ruas-ruas jalan tertentu yang mengakibatkan terjadinya kemacetan panjang terutama pada jam-jam sibuk. Akibatnya, jarak yang sebenarnya singkat akan ditempuh dalam waktu yang cukup lama.                Studi yang dilakukan pada penelitian ini bersifat riset yang dilakukan pada ruas jalan Dr.Soetomo – jalan  Pahlawan – jalan Kusuma Bangsa – jalan KH. Agus Salim – jalan Basuki Rahmat II – jalan Awang Long kota Samarinda dengan tujuan untuk menghitung kapasitas dan tingkat pelayanan, yaitu dengan cara melakukan survey selama 3 hari (dimulai dari Pagi jam 07.00 – 09.00, Siang jam 12.00 – 14.00 dan Sore jam 16.00 – 18.00) yang mana dari survey ini didapatkan data volume lalu-lintas, hambatan samping serta data geometrik jalan. Dalam pengolahan data dilakukan dengan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997 dimana derajat kejenuhan (DS) sebagai indikator perilaku lalu-lintas pada ruas jalan Dr.Soetomo – jalan  Pahlawan – jalan Kusuma Bangsa – jalan KH. Agus Salim – jalan Basuki Rahmat II – jalan Awang Long Kota Samarinda.               Dari hasil pengolahan data survey hari Senin, 25 april 2016 (jam puncak) diperoleh nilai kapasitas pada ruas jalan Dr.Soetomo yaitu sebesar 5707,680 smp/jam, Volume Kendaraan Q= 3751,100 Smp/Jam, Derajad Kejenuhan DS = 0,66, Kecepatan VLv = 42 Km/Jam. Maka diperoleh Tingkat Pelayanan LOS = C yang artinya bahwa volume lalulintas pada jalan Dr.Soetomo saat ini berada pada arus stabil kecepatan dikontrol oleh lalu lintas, pengemudi dibatasi dalam memilih kecepatan.               Dari hasil pengolahan data survey hari Senin, 02 Mei 2016 (jam puncak) diperoleh nilai kapasitas pada ruas jalan Pahlawan yaitu sebesar 4908,60 smp/jam, Volume Kendaraan Q= 4164,800 Smp/Jam,  Derajad Kejenuhan DS = 0,85, Kecepatan VLv = 33 Km/Jam. Maka diperoleh Tingkat Pelayanan LOS = D yang artinya bahwa volume lalulintas pada jalan Pahlawan saat ini berada pada arus stabil kecepatan dikontrol oleh lalu lintas, pengemudi dibatasi dalam memilih kecepatan.               Dari hasil pengolahan data survey hari Senin, 09 Mei 2016 (jam puncak) diperoleh nilai kapasitas pada ruas jalan Kusuma Bangsa yaitu sebesar 5193,99 smp/jam, Volume Kendaraan Q = 2691,800 Smp/Jam, Derajad Kejenuhan DS = 0,52, Kecepatan VLv = 42 Km/Jam. Maka diperoleh Tingkat Pelayanan LOS = B yang artinya bahwa volume lalulintas pada jalan Kusuma Bangsa saat ini berada pada arus stabil, kecepatan sedikit terbatas oleh arus lalu lintas, pengemudi dapat memiliki kebebasan yang cukup untuk memilih kecepatan.
PENGELOLAAN LIMBAH PADAT MEDIS DAN NON MEDIS PADA RUMAH SAKIT UMUM ABDUL WAHAB SJAHRANIE SAMARINDA KALIMANTAN TIMUR ISMI, ACHYAR ARIASFA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.845 KB)

Abstract

Terwujudnya keadaan sehat merupakan kehendak dari semua pihak, tidak hanya untuk perorangan, keluarga, akan tetapi juga kelompok bahkan untuk seluruh anggota masyarakat. Untuk menjamin penyelenggaraan pelayanan rumah sakit umum abdul wahab sjahranie samarinda, perlu diciptakan lingkungan rumah sakit yang bersih, sehat dan aman, sehingga akan menjamin kesehatan penderita, pengunjung dan karyawan agar tidak tertular dari penderita maupun pengunjung. Melalui Permenkes No. 986/Menkes/PER/XI/1992. Ditetapkan persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit yang salah satunya adalah pengelolaan limbah rumah sakit. Upaya pengelolaan limbah rumah sakit merupakan langkah untuk mengendalikan kontaminasi oleh racun, bakteri patogen, virus dan parasit karena peranan limbah rumah sakit sebagai sumber infeksi dan merupakan rantai penularan penyakt.            Pemeliharaan kebersihan lingkungan rumah sakit umum abdul wahab sjahranie samarinda, secara menyeluruh akan mencegah terjadinya infeksi, akan menciptakan suasana rumah sakit yang nyaman, indah dan menarik bagi semua orang yang ada di lingkungan rumah sakit serta mencegah terjadinya penularan/infeksi kepada orang sehat baik petugas dan pengunjung sehingga mengurangi sumber infeksi (Depkes RI, 1995). Dalam rangka penilaian akreditasi rumah sakit perlu dilakukan pendugaan dini (self argument) terhadap standar dan penilaian. Akreditasi yang lain kebijaksanaan dan prosedur yang mencakup pengelolaan limbah rumah sakit. Limbah rumh sakit dibedakan menjadi limbah medis dan medis. Rumah sakit umumnya menghasilkan limbah berupa sisa infus, kapas bekas, perban bekas, pembalut bekas alat suntik, sisa persalinan, botol preparat, potongan tubuh, dan lain-lain.            Rumah sakit umum abul wahab sjahranie samarinda adalah rumh skit tipe A. Pengelolaan limbah padat rumah sakit sebagai salah satu sarana pelayanan kesehatan yang vital meliputi berbagai aktivitas yang kompleks antara lain : unit radiologi radiotherapy dan emergency, unit bedah central dan physical rehabilitasi, unit ICU, ICU, bersalin, poliklinik,unit perawatan dan gedung jenazah. Hasil perencanaan ini perlu adanya kontrol apakah telah sesuai dengan standar DEPKES dan literatur tentang pengelolaan limbah rumah sakit.
PERENCANAAN AGRO TECHNOPARK MINI DI KAWASAN SPP NEGERI SAMARINDA FARAMITA, TARY TRI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor    pertanian    kota    yang   berbasis    teknologi    modern    atau    berbasis geoteknologi merupakan arah pembangunan pertanian perkotaan di Kota Samarinda. Menurut data dari agenda rencana pengembangan pada tahun 2011, kawasan Sekolah Pertanian Pembangunan Negeri Samarinda masuk ke dalam daftar               perencanaan   kegiatan        Pengem-bangan  Agro             Technopark      Provinsi Kalimantan Timur sebagai upaya pengembangan Sistem Informasi Daerah (SIDA). Agro Technopark (ATP) Mini dapat dikatakan sebagai kawasan yang diperuntukkan bagi penelitian dalam pembudidayaan pertanian agar tercapai produksi secara effective dan maksimal dengan jumlah jenis pertanian yang dibudidaya tidak banyak, namun terdiri dari berbagai macam jenis dengan populasi setiap jenis memproduksi secara maksimal. ATP Mini tersebut akan menampilkan berbagai hasil penelitian dalam bentuk berbagai produk dan pengembangan per-kebunan,  peternakan, perikanan dan pertanian tanaman pangan dengan pola terintegrasi. Di samping itu, kehadiran fasilitas ATP Mini dapat dikunjungi sebagai wadah wisata beredukasi untuk menambah pengetahuan masyarakat mengenai pertanian  lokal hingga di luar daerah dan negara. Kata kunci: sektor pertanian, Sekolah Pertanian Pembangunan Negeri  Samarinda, Sistem Informasi Daerah, Agro Technopark, ATP Mini, teknologi pertanian terintegrasi, wisata edukatif, pertanian lokal.
STUDI KEBUTUHAN INFRASTRUKTUR KAWASAN INDUSTRI PELABUHAN INTERNASIONAL (KIPI) MALOY KABUPATEN KUTAI TIMUR PUTRA, RIZKI MARENDA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.364 KB)

Abstract

Transportasi laut sebagai bagian dari sistem transportasi nasional perlu terus dikembangkan dalam rangka mewujudkan Wawasan Nusantara yang mempersatukan seluruh wilayah Indonesia. Pengembangan transportasi laut harus mampu menggerakkan pembangunan nasional dan pembangunan daerah khususnya di Kawasan Tengah dan Timur Indonesia, dengan mengutamakan keteraturan kunjungan kapal yang dapat menggairahkan tumbuhnya perdagangan dan kegiatan pembangunan umumnya. Pembangunan pelayaran nasional perlu terus ditingkatkan dan diperluas termasuk penyempurnaan manajemen dan dukungan fasilitas pelabuhan sehingga transportasi laut makin mampu berperan mendukung pembangunan nasional dan dalam menyatukan seluruh wilayah tanah air.Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 93 Tahun 2011 tentang Rencana Induk Pelabuhan Sangkulirang/Maloy pada Bab II Pasal 2 berbunyi untuk menyelenggarakan kegiatan kepelabuhanan pada Pelabuhan Sangkulirang/Maloy yang meliputi jasa kepelabuhanan, pelaksanaan kegiatan ekonomi dan pemerintahan lainnya serta pengembangannya sesuai rencana induk pada Pelabuhan Sangkulirang/Maloy, dibutuhkan lahan daratan seluas 334,557 Ha dan areal perairan seluas 6.347,60436 Ha. Berdasarkan peraturan Menteri Perhubungan maka kebutuhan lahan daratan dan areal perairan akan dibangunan infrastruktur Pelabuhan Kawasan Industri Pelabuhan Internasional (KIPI) Maloy Kabupaten Kutai Timur.
PENGARUH VOLUME LALU LINTAS TERHADAP TINGKAT KBISINGAN PADA JALAN Dr. SOETOMO KADRI, MUHAMMAD HUSIN
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (974.705 KB)

Abstract

An uproar is the hopeless voice and this voice disturbs people, even, in several cases it can cause an accident. Hospital is one of public facilities that is used for caring, improving and giving treatment to human’s health.  PROF DR, Tabrani Rab hospitals serve many patients with variant of illnesses. It means that there will be many patients that are cared in these hospitals. A patient, of course, needs calm and quiet condition for getting treatment his illness. On the other hand, the location of the three hospitals above is near the traffic road, therefore they get impact from the traffic current in those roads, namely; an uproar. According to Slater (1985), the counting of uproar caused by traffic current can be counted by applying the following formula: L10 18h = 29,1 + 10 log Q dBA or L10 = 42,2 + 10 log Q dBA. The highest level of uproar is 73 dB(A) that happens, meanwhile the lowest level of uproar is 66 dB(A) that happens in hospital. In accordance with the rule of Environmental Ministry, the level of uproar in hospital should not be more than 55 dB(A). It means that the location of the three hospitals in Pekanbaru does not fulfill the requiement for activities related with health. Therefore, they must reduce the voice sources that can meke uproar.
ANALISIS KAPASITAS SALURAN DRAINASE PADA JALAN PM. NOOR MENUJU SUNGAI KARANG MUMUS SAMARINDA KOTA SAMARINDA – KALIMANTAN TIMUR LINGGA, RIZKY RIANDA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banjir yang terjadi pada Simpang Empat Sempaja merupakan dasar yang melatar belakangi pelaksanaan penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kapasitas saluran drainase yang ada pada Jalan PM. Noor memadai atau tidak dengan cara membandingkan antara debit yang tersedia di lapangan dengan debit hujan maksimum. Dalam pelaksanaannya diperlukan studi di lapangan mengenai dimensi saluran yang ada, panjang lintasan terjauh, waktu konsentrasi, dan pemanfaatan tata guna lahan sekarang. Dalam menganalisis data sekunder diperlukan perhitungan mengenai luas DAS, uji hipotesis, analisis parametik statistik, analisis frekuensi, uji kebaikan suai, penentuan hujan rencana, dan menganalisis intensitas hujan rencana. Dari hasil studi di lapangan didapatkan panjang lintasan terjauh yang dilalui air yaitu pada Sungai Karang Mumus sampai Simpang Empat Sempaja (2,80 km). Analisis intensitas hujan rencana untuk periode ulang 2, 5, dan 10 tahun berturut-turut. Setelah dilakukan pengecekan maka didapatkan bahwa kapasitas yang tersedia tidak memadai dalam menampung debit hujan maksimum yang terjadi sehingga diperlukan perbaikan sistem drainase. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah dengan membuat drainase baru dibawah muka jalan.
ANALISIS KERUSAKAN PADA RUAS JALAN PETUNG Km 25 s/d Km 36 DI KABUPATEN PANAJAM PASER UTARA HENDRIANSYAH, NUR
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1008.128 KB)

Abstract

Nur Hendriansyah, Analisis Kerusakan Pada Ruas Jalan Petung Km 25 S/D Km 36 Di Kabupaten Panajam Paser Utara, di bawah bimbingan Purwanto, ST, MT dan Zony Yulfadli, ST, MTKeberadaan transportasi di Kalimantan Timur merupakan faktor penting yang akan mempengaruhi perkembangan wilayah, yang akan menunjang potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, dan potensi ekonomi lainnya.  Ruas jalan Petung merupakan daerah wewenang pemerintah pusat. Ruas jalan ini merupakan penghubung kabupaten/kota yang berada sebelah selatan Ibu kota Samarinda. Ruas jalan Petung merupakan prasarana jalan penghubung ke beberapa daerah.Banyaknya kendaraan berat membawa sembako serta logistik alat berat melewati ruas jalan poros ini. Oleh karena itu ruas jalan ini banyak mengalami kerusakan.Hasil analisis Ruas Jalan Petung Km 25 s.d. Km 36 Kalimantan Timur sebagai berikut ;Data hasil survey kerusakan pada ruas jalan ini ada beberapa jenis kerusakan yang terjadi yaitu : berupa Retak Buaya (Alligator Cracking), Retak Memanjang, Amblas (Depression) dan Lubang (Polished).Tingkat kerusakan dan penilaian kadar kerusakan pada ruas jalan sepanjang 11 kilometer ini menggunakan Metode Pavement Condition Index (PCI) didapat beberapa kondisi perkerasan masih baik serta layak untuk dijalani kendaraan dan ada beberapa yang mengalami kondisi kerusakan parah dan segera dilakukan penanganan perbaikan jalanDari hasil analisis kondisi jalan Km 25 s/d Km 36 ruas Jalan Petung dilakukan dilakukan urutan prioritas perbaikan kerusakan perkerasan jalan yang pada lapisan lentur menggunakan metode Bina Marga 1992 dan metode penanganan untuk tiap-tiap kerusakan adalah sebagai berikut:Metode Perbaikan P1 (laburan aspal setempat)Metode Perbaikan P2 (melapisi retak)Metode Perbaikan P3 (pengisian retak)Metode Perbaikan P4 (penambalan lubang)
PERHITUNGAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA LANTAI 5 JLN K.H. DEWANTARA SAMARINDA KALIMANTAN TIMUR ARDIAN, ADJI PRISMA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan  gedung  bertingkat  perlu  memperhatikan beberapa kriteria, yatu criteria strength, stiffness dan serviceability (3S), dimana strength adalah kekuatan, stiffness ialah kelayakan dan serviceability yaitu kenyamanan yang berarti   gedung   tersebut   harus   direncanakan   dengan memperhatikan  tingkat  kekuatan,   kelayakan  pakai,  serta kenyamanan  sesuai  dengan  peraturan  perencanaan  tertentu.Indonesia ditetapkan terbagi dalam 6 wilayah gempa, dimana wilayah gempa 1 adalah  wilayah  kegempaan  paling  rendah dan wilayah gempa 6 dengan  kegempaan  paling tinggi. Pembagian wilayah  gempa ini, didasarkan atas percepatan  puncak batuan dasar  akibat  pengaruh gempa  rencana dengan  periode ulang 500 tahun dan asumsi umur bangunan adalah 50 tahun (SNI 03-1726-2002, pasal 3.9)Berdasarkan pembagian wilayah tersebut Gedung Asrama Lantai 5 di Samarinda ini terletak pada zona wilayah gempa 2. Dalam perencanaan ini direncanakan berdasar  pada peta zona wilayah gempa yang baru dimana Samarinda terletak pada wilayah zona gempa 4. Oleh karena itu  Gedung Asrama Lantai 5 di Samarinda ini akan direncanakan dengan metode sistem ganda yang terdiri dari Sistem Rangka Pemikul Momen dan dinding struktural. dikarenakan Gedung ini terletak pada zona wilayah gempa 4, maka sistem rangka pemikul momen yang digunakan adalah SRPMM. SRPMM adalah suatu sistem rangka ruang dimana komponen-komponen struktur dan join-joinnya  menahan gaya-gaya yang bekerja melalui aksi lentur, geser, dan aksial yang selain memenuhi ketentuan-ketentuan untuk rangka pemikul momen menengah juga memenuhi untuk ketentuan-ketentuan untuk (SNI 03-2847-2002, pasal 23.2.2.3 dan pasal 23.10). sehingga struktur dapat merespon gempa kuat secara inelastik tanpa mengalami keruntuhan getas. Sedangkan perencanaan sistem ganda merupakan kombinasi dinding-dinding geser dan rangka-rangka terbuka dimana beban geser dan nominal yang dipikul oleh rangka-rangka terbuka tidak kurang dari 25% dari beban geser nominal total yang bekerja dalam arah kerja beban gempa tersebut sesuai SNI 03-1726-2002 pasal 5.2.3.