cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
KURVA S JURNAL MAHASISWA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 144 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2014)" : 144 Documents clear
FASILITAS SINGGAH 3883 PADA KAWASAN SAMBOJA ADITYA ERAUWAN, MUHAMMAD
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1107.724 KB)

Abstract

aktifitas pemberhentian sementara baik oleh kendaraan roda 2 maupun roda 4. Merujuk pada istilah "singgah" dimana di dalamnya tidak hanya dikhususkan untuk berhenti saja, melainkan juga menjalankan fungsi sebagai tempat berhenti yang nyaman dan aman, dan memenuhi segala kebutuhan untuk para pengendara kendaraan bermotor. Jika dikaitkan dengan istilah asing yaitu rest area atau area peristirahatan, maka lebih luas artinya dengan maksud tidak hanya khusus sebagai tempat berhenti, namun juga sebagai tempat beristirahat pengguna kendaraan bermotor setelah menempuh jarak tertentu. Fasilitas persinggahan ini dapat diartikan menjadi tempat yang digunakan untuk melakukan aktifitas jual beli dan pelayanan untuk transportasi dengan sistem kepemilikan atau hak guna tempat. Untuk mengakomodir fungsi pendukung berupa SPBU sebagai kegiatan utama dan juga tentunya menyediakan fasilitas peristirahatan, restoran, servis, dan sarana pendukung lainnya. Adapun Fasilitas Persinggahan 3883 Kawasan Samboja adalah area peristirahatan terletak di kawasan Samboja yang mewadahi kegiatan pelayanan untuk pengguna kendaraan bermotor beserta kegiatan pendukung utama yaitu pelayanan SPBU dan kegiatan pendukung lainnya yaitu restoran, tempat beristirahat, service kendaraan dan dilengkapi fasilitas penunjang ATM center, dan sarana ibadah.
ANALISA KERUSAKAN TEBAL PERKERASAN LENTUR PADA RUAS JALAN KOTA TANAH GROGOT – LOLO – KUARO (KABUPATEN PASER ) DENGAN METODE ANALISA KOMPONEN SAMSUL HIDAYAT, MOCH
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.378 KB)

Abstract

Jalan merupakan prasarana infrastruktur yang sangat penting,salah satunya untuk membuka atau mengembangkan suatu wilayah.Dimana jalan juga sebagai sarana yang akan berdampak pada kemajuan dan peningkatan perekonomian suatu wilayah atau daerah.Jalan juga merupakan bagian dari beberapa stuktur lapis perkerasan dan lapis permukaan yang terdiri dari tanah dasar(sub grede),lapis pondasi bawah(sub base course),lapis pondasi atas (base course).dan lapis permukaan(surface course).masing-masing perkerasan mempunyai komposisi yang berbeda-beda sesuei dengan spesifikasi yang telah ditentukan pemilik pekerjaan (Owner)Kerusakan struktur perkerasan suatu jalan di sebabkan oleh beberapa faktor pelaksanaan suatu jenis pekerjaan, hal ini biasa terjadi karena dalam pengambilan contoh dalam mutu suatu material atau jenis pekerjaan dilaksanakan secara acak yang sifatnya hanya mewakili dari suatu jenis material atau pekerjaan dari suatu luasan,volume pekerjaan kerusakan struktur perkerasan jalan juga disebabkan oleh kurang taatnya pemakai jalan terhadap klasifikasi atau jenis klas jalan yang diperuntukannya.Kerusakan jalan bisa juga bisa terjadi akibat dari sistim drainase yang kurang baik.Untuk menjaga keawetan atau ketahanan suatu struktur perkerasan jalan perlu adanya pemeliharaan jalan secara kontinyu dan cepat dalam penenganan bila terjadi kerusakan hal ini agar tidak meluasnya suatu kerusakan jalan.Perlu adanya pengawasan terhadap pemakai jalan khususnya jenis kendaraan – kendaraan besar ( berat ) yang akan melintas pada satu kelas jalan dan pengawasan terhadap pembangunan di sepanjang jalan khususnya yang berdampak pada sistim drainase yang ada.Dengan ini penulis melakukan suatu analisa  dengan judul yang diangkat yakni ″ ANALISA KERUSAKAN TEBAL PERKERASAN LENTUR PADA RUAS JALAN KOTA TANAH GROGOT – LOLO – KUARO ( KABUPATEN PASER ) DENGAN METODE ANALISA KOMPONEN ″ , Berdasarkan judul diatas penulis amati banyak jalan yang geometriknya harus di perbaiki dan kerusakan-kerusakan yang perlu penanganan.
OPTIMALISASI WAKTU DAN BIAYA PEKERJAAN BEKISTING UNTUK GEDUNG BERTINGKAT DENGAN SISTEM ZONING PADA PEMBANGUNAN GEDUNG DINAS PENDAPATAN DAERAH KAB. KUTAI KARTANEGARA FATURAHMAN, REZZA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (827.121 KB)

Abstract

Kegiatan konstruksi adalah kegiatan membangun. Banyak bentuk bangunn dalam bidang konstruksi yang menggunakan material beton. Dalam pelaksanaan bangunan, terutama sejak 10 – 20 tahun terakhir ini, beton semakin banyak dipakai sebagai bahan bangunan. Beton membutuhkan suatu bekisting (cetakan) baik untuk mendapatkan bentuk yang direncanakan maupun untuk pengerasannya.Walaupun bekisting hanya merupakan alat pembantu sementara, tetapi bekisting memegang suatu peranan penting juga. Selain pembiayaan (yaitu biaya kerja dan biaya bahan), ternyata kualitas bekisting juga ikut menentukan bentuk dan rupa konstruksi beton. Oleh karena itu, bekisting harus dibuat dari bahan yang bermutu dan perlu direncanakan sedemikian rupa supaya konstruksi tidak mengalami kerusakan akibat lendutan atau lenturan yang timbul akibat pengecoran.Perkembangan tuntutan akan pekerjaan bekisting untuk pekerjaan struktur beton, telah memicu berkembangnya berbagai sistem dan metode bekisting dengan penggunaan berbagai jenis material dan alat. Material yang paling dominan dipakai untuk pekerjaan bekisting adalah kayu. Pengerjaan yang lebih cepat dan harga yang relatif lebih murah menjadi pertimbangan akan penggunaan kayu sebagai bahan bekisting.Dalam perencanaan pekerjaan bekisting pada suatu pekerjaan konstruksi, membutuhkan banyak pertimbangan supaya penggunaan metode atau sistem yang dipakai lebih efisien dan ekonomis. Pada pekerjaan bekisting untuk konstruksi atau proyek yang besar, biasanya penggunaan material dan alat bekisting lebih efisien, karena bekisting dapat dipindah dan dipakai lagi setelah pekerjaan pengecoran dan pembongkaran. Akibat pemasangan, fabrikasi dan pembongkaran ini, menimbulkan adanya sisa atau waste material dalam hal ini kayu atau multiplek yang tidak bisa dipakai lagi untuk pekerjaan bekisting selanjutnya. Khususnya pada pekerjaan konstruksi dalam skala besar, hal ini akan menjadi masalah serius yang dapat menimbulkan kerugian. Oleh karena itu perencanaan, pengawasan dan pelaksanaan yang baik serta metode evaluasi yang memadai sangat diperlukan untuk dapat mengantisipasi hal ini.Proyek Pembangunan Gedung Dinas Pendapatan Daerah Kab. Kutai Kartanegara, merupakan gedung dengan 3 (tiga) lantai memiliki bentuk struktur yang tipikal tiap lantai, pelaksanaan pekerjaan bekisting menjadi lebih mudah akibat metode pekerjaan yang relatif sama pada tiap lantainya. Sirkulasi perpindahan alat dan material bekisting akan lebih teratur dibandingkan dengan struktur dengan bentuk yang lain. Dengan kondisi seperti ini, banyak metode pekerjaan yang biasa diterapkan. Untuk itu, dibutuhkan evaluasi dalam pemilihan metode pekerjaan guna pemilihan metode yang paling efektif dan efisien.
PENGARUH PARKIR PADA JALAN TERHADAP KINERJA RUAS JALAN ABUL HASAN DI KOTA SAMARINDA JUNAIDI, JUNA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.141 KB)

Abstract

Junaidi , technique faculty, study program civil faculty, 17 august 1945 Samarinda University. Research tittle “ Park effect  at Road  body about procedure Abul  Hasan  space  road  in Samarinda  city “. This thesis under guidance Ir. Yohanes Nono Juwono MT  as counselor I and Sahrullah , ST, MT as counselor II.Traffic jam  which  caused by shop matters activity indirect have impact to transportation  problem  many of  vehicle which parking, but less of  suitable parking area  so still found park at border road, so often  caused  traffic jam in  this road.The purpose of this thesis writing is to know par k effect  level  at Abul Hasan  road body  in Samarinda  city. Substance of  this thesis as condition graduate BA Degree  in 17 August  1945 University  in Samarinda. As information  substance  for next researcher especially which related  with  traffic jam and park density at Abul Hasan road body in Samarinda  City.From data of result research  based on calculation  by park existence in road body in this space influence vehicle speed. It seen from speed descent  which should more than 45 km/hour (<45km /hour) become 17.234 km/hour .Based on research result hoped at busy hours reduce beside obstacle, because with high beside obstacle will reduce vehicle speed and make density increase so occur adjournment or jamming also reduce road capacity  and servicing level in Abul Hasan road space. Expected any park facility that large enough so that nothing vehicle that park in road body caused school and shop matter activity.
STUDI PERBANDINGAN LAPIS PERKERASAN KAKU DENGAN METODE NAASRA DAN AASHTO 1993 RUAS JALAN RIFADIN – MAHULU KOTA SAMARINDA ARIF, NURJAMANI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.721 KB)

Abstract

Jalan merupakan area berbentuk jalur yang digunakan sebagai prasarana pengguna kendaraan maupun pejalan kaki. Dengan semakin berkembang pesatnya pembangunan di Provinsi Kalimantan Timur khususnya Kabupaten Kutai Kertanegara sebagai salah satu Kabupaten yang sedang berkembang baik dari segi perdagangan maupun sosial, maka perlu adanya peningkatan sistem jaringan jalan raya sebagai sarana transportasi darat terutama untuk jalur perekonomian distribusi barang dan jasa.
Perencanaan Tebal Perkerasan Kaku (Rigid Pavement) Pada Ruas Jalan Simpang SP1 Menuju Rimba Ayu Kecamatan Kota Bangun Kabupaten Kutai Kartanegara PUTRA ASPIAN, AGI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.645 KB)

Abstract

Jalan merupakan prasarana transportasi darat yang banyak digunakan masyarakat dibandingkan dengan transportasi air dan udara, sehingga volume kendaraan yang melewati ruas jalan tersebut harus mampu di dukung oleh perkerasan jalannya. Perkerasan jalan (pavement) merupakan salah satu unsur penting konstruksi jalan dalam rangka kelancaran transportasi serta memberikan kenyamanan dan keamanan bagi penggunanya. Salah satu jenis perkeraaan jalan adalah perkerasan kaku (rigid pavement) mengingat perkerasan jalan ini lebih mampu mendukung beban kendaraan berat serta tahan terhadap genangan air, disamping perkerasan lentur (flexible pavement).Ruas Jalan Simpang SP1 Menuju Rimba Ayu Kecamatan Kota Bangun, adalah adalah merupakan ruas jalan yang perlu dilakukan peningkatan perkerasan jalannya, karena secara teknis kondisi ruas jalan tersebut dalam kondisi rusak sedang sampai berat sehingga mengurangi kenyamanan dan kelancaran lalu lintas bagi masyarakat pengguna jalan juga perkembangan perekonomian Kota Bangun Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara  telah mengalokasikan dana untuk meningkatkan ruas jalan tersebut dengan menggunakan konstruksi perkeraaan kaku (rigid pavement).Dalam penelitian ini, penulis secara spesifik melakukan penelitian untuk : (1) merencanakan tebal perkerasan kaku (rigid pavement) serta diameter Dowel dan Tie Bar dan (2) menghitung besar biaya pekerjaan tebal perkerasan kaku (rigid pavement) ruas jalan tersebut.
ANALISA PRODUKTIVITAS ALAT BERAT PADA PROYEK PEMBANGUNAN BADAN JALAN TENGGARONG, LOA KULU DAN LOA JANAN YUNI, CAH
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.801 KB)

Abstract

Dalam pembangunan, penggunaan alat – alat berat dalam pelaksanaan proyek konstruksi sangat penting. Dengan demikian diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan pekerjaan, mendapat kualitas hasil pekerjaan yang baik, efesiensi tenaga kerja, serta faktor ekonomis lainnya. Namun demikian tidak setiap alat berat dapat dipakai  untuk mencapai maksud – maksud tersebut. Dalam penelitian ini, bertujuan untuk mengetahui besarnya jumlah produksi yang dihasilkan oleh alat – alat berat pada suatu Proyek Pembangunan Badan Jalan. Serta untuk menentukan analisa biaya yang diperlukan oleh alat berat selama beroperasi untuk setiap jenis pekerjaan, khususnya pada pekerjaan tanah menggunakan alat berat.Hasil analisa dan perhitungan dari penelitian ini berdasarkan data di lapangan pada Proyek Pembuatan Badan Jalan Tenggarong, Loa Kulu, dan Loa Janan, maka dapat disimpulkan bahwa jumlah alat yang digunakan pada masing – masing pekerjaan dengan volume yang ada selama masa pelaksanaan antara lain : Produksi bulldozer 347,36  m3/jam. Produksi Excavator 98 m3/jam. Produksi dump truck 29,3 m3/jam. Produksi Compactor sebesar 62,25 m3/jam. Biaya produksi alat berat pada pekerjaan galian tanah biasa : Biaya produksi Bulldozer Rp   5.328,00 (m3/jam). Biaya  produksi    Excavator sebesar Rp   38.153,00 (m3 /jam). Biaya   produksi alat berat    pada  pekerjaan timbunan  tanah  biasa  : Biaya  produksi  dump  truck sebesar Rp  53.348,00 (m3/jam).  Biaya    Bulldozer  Rp    1.776,00   (m3/jam). Biaya    produksi    Compactor  Rp  17.832,00. Biaya produksi alat berat pada pekerjaan land clearing : Biaya produksi Bulldozer Rp 1.776,00 (m3/jam).
TINJAUAN TERHADAP SALURAN PRIMER, SEKUNDER DAN TERSIER DAERAH IRIGASI MENTIWAN NOOR, ASPIAN
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.784 KB)

Abstract

Upaya yang dilakukan sebagai suatu usaha peningkatan produksi tanaman pangan adalah ekstensifikasi dan intensifikasi. Dimana ekstensifikasi adalah suatu upaya pembukaan lahan baru, dan intensifikasi adalah suatu usaha peningkatan produksi tanaman pangan dimana pengembangannya berpegang pada Panca Usaha Tani dalam hal penyiapan lahan, penggunaan bibit unggul, pemupukan, pemberantasan hama dan tidak kalah pentingnya adalah irigasi            Dalam studi kali ini menitik beratkan pada masalah irigasi, karena salah satu kendala dalam mewujudkan peningkatan hasil pertanian ialah tentang irigasi. Yakni usaha peningkatan produksi pangan (intensifikasi) dengan mengoptimalkan sistem jaringan irigasi di tingkat tersier, sekunder sampai saluran primer Irigasi Mentiwan. Hal ini disebabkan jumlah air yang terbatas sedangkan penggunaannya yang tidak terbatas yang dipergunakan untuk irigasi dan perikanan (tambak ikan).            Kondisi saluran pembawa pada D.I. Mentiwan umumnya masih baik, tetapi dibeberapa tempat terdapat kerusakan- kerusakan pada saluran Sekunder. Kerusakan–kerusakan di saluran Sekunder irigasi Mentiwan diantaranya adalah lantai yang mengalami kebocoran, talud yang terkikis, saluran yang patah, masalah sedimentasi pada saluran dan lain-lain. Secara umum saluran yang ada saat ini kapasitasnya masih mampu mengalirkan air ke petak-petak tersier tetapi kalau tidak segera diperbaiki atau direhabilitasi saluran yang ada tidak berfungsi secara maksimal.Berdasarkan dasar permasalahan dan potensi pengembangan daerah irigasi di Mentiwan ini maka penulis mengangkat topik Tugas Akhir ini yang berjudul “TINJAUAN TERHADAP PERENCANAAN SALURAN PRIMER, SEKUNDER DAN TERSIER DAERAH IRIGASI MENTIWAN” dengan tujuan untuk membantu dan mengembangkan perencanaan jaringan irigasi di Kabupaten Kutai Barat khususnya di Daerah Irigasi Mentiwan Kecamatan  Melak. Berdasarkan dari hasil perhitungan diperoleh Kapasitas tampungan mati Bendung Mentiwan adalah sebesar 44.324,35 m3, tampungan aktif adalah sebesar 33.880,06 m3 dan tampungan tidak aktif sebesar 4.834,56 m3 dan. Hasil analisis perhitungan Debit Banjir Rancangan dilakukan dengan menggunakan metode Metode Haspers, Metode Melchior, Metode Rational Mononobe, Metode Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) Nakayasu diambil rerata adalah sebagai berikut kala ulang 2 tahun 231.679 m3/dtk, kala ulang 5 tahun 266.711 m3/dtk, kala ulang 10 tahun 282.437 m3/dtk, kala ulang 20 tahun 294.451 m3/dtk, kala ulang 25 tahun 296.914 m3/dtk, kala ulang 50 tahun 304.981 m3/dtk dan kala ulang 100 tahun 311.340 m3/dtk. Sedangkan untuk hasil perencanaan saluran irigasi primer diperoleh sepanjang 600 m’, saluran sekunder 6.496 m’, saluran tersier 12.380 m’ dan saluran pembuang 9.831 m’. 
ANALISA PEMODELAN BANGKITAN PERGERAKAN LALU LINTAS PADA SEKOLAH MENENGAH UMUM NEGERI SAMARINDA PURNAMA, EKA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.143 KB)

Abstract

Analisa bangkitan perjalanan merupakan salah satu tahapan dalam analisis kebutuhan dalam perjalanan pada pemodelan perencanaan transportasi empat tahap. Tahapan yang lainnya adalah sebaran pergerakan, pemilihan moda, dan pemilihan rute. Ada dua metode analisa yang umum digunakan, yaitu metode analisa regresi dan metode analisa kategori. Pada penelitian ini digunakan metode analisa regresi. Model analisa regresi dibuat dalam bentuk persamaan hubungan antara jumlah perjalanan perhari sebagai variabel tidak bebas dan karakteristik rumah tangga sebagai variabel bebasnya             Penelitian ini dilakukan di tujuh sekolah menengah umum negeri samainda. Data yang diperoleh meliputi bangkitan perjalanan sebagai variabel tidak bebas dan lima variabel sekolah menengah umum negeri di samarinda sebagai variabel bebas. Model Matematis dari 5 variabel bebas adalah (X1) = 0,172  (X2) = (X3) = 0,154  (X4) = 0,009, (X5) = 0,005  Terhadap Pengguna Jenis Kendaraan (Y) Y = 5,659 + 0,172 (X2) + 0,154 (X3) + 0,009 (X4) + 0,005 (X5 )
PERENCANAAN GEOMETRIK, TEBAL PERKERASAN DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA PADA RUAS JALAN LINTAS BATAS KARANG TINGAU – BATAS BERAU – KASAI KALIMANTAN TIMIUR KENCONO PUTRA AG, PRAYOGO
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.916 KB)

Abstract

AbstrakPada perencanaan suatu jalan sebaiknya menggunakan material lokal karena material lokal mutunya memenuhi persyaratan perkerasan jalan serta pada lereng melintang perkerasan dibuat kemiringan 2% dan lereng bahu jalan dibuat lebih besar agar air dapat mengalir dengan normal tanpa menimbulkan genangan air pada permukaan jalan.Dalam penelitian ini agar suatu jalan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan, supaya pada daerah tikungan ditambah pelebaran tikungan sesuai yang disyaratkan. Hal ini untuk mengurangi tingkat kecelakaan yang terjadi.

Page 10 of 15 | Total Record : 144