cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
KURVA S JURNAL MAHASISWA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 144 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2014)" : 144 Documents clear
GEDUNG PERTUNJUKAN SENI TRADISIONAL KALIMANTAN DI SAMARINDA Pangasih, Feliksdinata
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.897 KB)

Abstract

Gedung Pertunjukan Seni Tradisional Kalimantan di Samarinda merupakan bangunanbentang lebar yang didalamnya difungsikan sebagai tempat untuk mempertunjukan acarakesenian yang berasal dari pulau kalimantan yang berlokasi di kota Samarinda. Kesenian tersebutdiantaranya seperti seni tari, seni musik, seni drama, dan ragam kesenian lain yang dapatdipertunjukan di depan publik.Selain fungsi utama sebagai tempat mempertunjukan kesenian dari daerah kalimantan,kawasan Gedung pertunjukan Seni Tradisional Kalimantan juga bertujuan sebagai kawasanwisata di kota Samarinda. Dengan dilengkapi fasilitas penunjang untuk memanjakanpengunjungnya seperti cafe, coffee shop, toko souvenir, galeri ATM, lobby utama, plaza, ruangpers, tribun penonton full AC, lift pengunjung, kawasan hijau yang asri, parkir yang sangatnyaman, utilitas dan sistem keamanan yang terintegrasi dan berbagai fasilitas lainnya
PERHITUNGAN STRUKTUR DINDING PENAHAN TANAH PADA PEMBANGUNAN LONGSORAN PADA RUAS JALAN SOEKARNO-HATTA KM 8 BALIKPAPAN Tri Cahya, Wahyu
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.691 KB)

Abstract

Perhitungan struktur dinding penahan tanah pada pembangunan longsoran padaruas jalan Soekarno – Hatta KM 8 Balikpapan, dengan metode dinding penahan tanah(retaining wall).Ruas jalan Soekarno - Hatta adalah jalan yang disebut jalan antar kota dalampropinsi, daerah disekitar ruas jalan ini mempunyai keadaan topografi bergelombangdalam artian berbukit-bukit dan lembah, Karena hal ini pada daerah ini banyak terjaditanah longsor. Penanggulangan longsor pada ruas jalan Soekarno – Hatta KM 8direncanakan dengan membuat konstruksi dinding penahan (retaining wall),perencanaan konstruksi itu melalui tahapan-tahapan seperti, pengumpulan data aktuallapangan (topografi dan data penyelidikan tanah) sampai pada analisa bentuk, dimensidan stabilitas konstruksi. Konstruksi ini yang nantinya menahan tanah yang longsor.Sehingga kerawanan daerah longsoran khususnya di ruas jalan Soekarno – HattaKM 8 Balikpapan dapat terpecahkan dengan adanya Penanganan Longsoran denganmenggunakan Struktur Dinding Penahan Tanah, diharapkan penanganan longsorandengan menggunakan metode ini dapat mengatasi masalah Longsoran-longsoran didaerah lain bukan hanya di ruas jalan soekarno - hatta saja, tetapi di daerah-daerah lainyang ada di Indonesia khususnya di Kalimantan Timur.Pengamatan di lapangan menunjukan bahwa pengetahuan di bangku kuliahbanyak dilengkapi dengan pengetahuan dan wawasan di lapangan, khususnya di bidangmanajemen lapangan untuk mencapai proyek yang berhasil.
MANAJEMEN KONSTRUKSI PADA PEKERJAAN DRAINASE JL. A.W. SYAHRANI, SANGATTA KUTAI TIMUR Disusun oleh TIO, SULIS
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.058 KB)

Abstract

Manajemen Konstruksi adalah bagaimana sumber daya yang terlibat dalam proyek dapatdiaplikasikan secara tepat. Sumber daya dalam proyek konstruksi diklompokan dalam 6M(Manpower, Material, Mechines, Money, Method and Market). Manajemen memang mempunyaipengertian lebih luas dari pada itu, tetapi definisi tersebut memberikan kenyataan bahwamanajemen terutama mengelola sumber daya manusia, bukan material atau financial karenasemua manager, harus memperdulikan keahlian atau keterampilan khusus mereka harusmelaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan yangmereka inginkan.Studi ini secara khusus membahas bagaimana pelaksanaan Manajemen Konstruksi padaPekerjaan Peningkatan Drainase Jln. AW. Syahrani Sangatta, Kutai Timur. Adapun analisadilakukan dengan cara pengupulan data dan studi literatur.Analisa pada studi ini meliputi penjadwalan proyek, penyusunan kegiatan pekerjaan,perhitungan kedepan ES dan EF, perhitungan kebelakang LS dan LF, dan perhitungan jalurkritis. Dari beberapa analisa diatas didapat lintasan jalur kritis sebagai berikut pekerjaanpersiapan, pekerjaan tanah, pekerjaan drainase, pekerjaan pasangan, pekerjaan trotoar, pekerjaanrekondisi jalan.Berdasarkan hasil analisa dan pembahasan dengan menggunakan Precedence DiagramMethode (PDM) maka dapat disarankan bagi pihak Kontraktor Pelakasana untuk dapatmengontrol pekerjaan-pekerjaan yang termasuk dalam jalur kritis agar tidak menghambat waktupelaksanaan yang telah direncanakan.
REVIEW DESAIN JARINGAN TATA AIR RAWA PADA KAWASAN TANJUNG PERENGAT KABUPATEN BERAU Diajukan oleh ASWARI, DENI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.734 KB)

Abstract

East Kalimantan's economy is currently dominated by economy basedexploitation of natural resource that can not be renewd, frpm the Gross RegionlaDomestic Product (GDP) in 2012 amounted to 390.63 is dominated by the miningsector amounted to 50.79 %, while the srgicultural sector accounted for only 5,35%. of course this is not the structure of the economy is expected by the ProvincialGovernment of East Kalimnatan because believe the economy theta rely eklpoitasiwater resources can not be renewe in the near future will decline rapidly as theexhaustion of reserves of water resources.Region of Tanjung Perengat is a region area of swap areas of potentialfor rice farming, due to the design of the network layout swamp water in the areaof cape Perengat are manya that can not be used again it will be conducted toreview the network design the water system in the area headland Perengat is to beuseful for the regional area of rice farming.In reneral from the Cape region of swamps survey area is relatively flatPerengat, which is an area of tidal marsh, where the influence of the tidal reach themost remote areas. Of teh total area covers approximately 2.000 hectares, the typeof land use in the survey area Tanjung Perengat marsh dominated by rice paddies,fields, rubber plantation and the rest are shrubs. Based on the results of laboratoryanalysis, soil fertility level in the survey area swamp Tanjung Perengat generallyis classified as moderate
CALCULATION OF BUILDING STRUCTURES UNDER THE BRIDGE FRAMEWORK SPANS 40 METERS AT THE BRIDGE BUNGKUK PALARAN SAMARINDA CITY SIEH, PO
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.644 KB)

Abstract

The bridge is a building that serves as a complement to the road connecting the two ends of the road were cut off by rivers, lakes, valleys, roads, irrigation canals, bays and other roads.               Building structure under the bridge has a function to support and continue building styles from the top to the foundation, then the foundation continue to subsoil. It can be said under the bridge structure and stable foundation can determine whether or not a structure that is in it. In general, the lower structure may be the Head Bridge (abutments).               The purpose of this study wanted to know the calculation analysis of loading on the abutment, the abutment reinforcement calculation analysis and calculation analysis pile foundation. Analysis loading calculations using paraturan SNI and SNI T T -02-2005 -03-2005 weeks to steel.               From process analysis obtained conclusion that needs reinforcing each - each structural element is different, needs reinforcement of diameter 16 mm, 19 mm and 25 mm. For pile foundation used a diameter of 50 cm, a depth of 60 meters of 12mm thick and required 18 for the stake in the foundation.
STUDI INVESTASI PENINGKATAN JALAN PADA RUAS KELAY – LABANAN, LABANAN – TANJUNG REDEB, TANJUNG REDEB – BATAS BULUNGAN NARDI, SU
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.3 KB)

Abstract

One of the fundamental factors to consider when offering road construction projects to the private sector is that the project must be financially viable. In a narrower context, keatraktivan usually measured from the NPV or IRR. Thus the issue of determining the discount rate or the minimum acceptable / attractive rate of return is the right to be one very crucial issue. This paper offers a methodology of calculation of Net Present Value (NPV) for the systematic construction of road infrastructure projects with a combined value of Internal Rate of Return (IRR).
PERHITUNGAN STRUKTUR JEMBATAN RANGKA (TRUSS BRIDGE) BENTANG 60 METER DI SAMBOJA KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA MASSAROH, ANIS
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.262 KB)

Abstract

Pengertian jembatan secara umum adalah bagian dari jalan yang merupakan bangunanlayanan lalu lintas (untuk melewatkan lalu lintas), keberadaannya sangat diperlukan untukmenghubungkan ruas jalan yang terputus oleh suatu rintangan seperti sungai, lembah,gorong-gorong, saluran-saluran (air, pipa, kabel, dll) jalan atau lalu lintas lainnya.Jembatan rangka baja (truss bridge) adalah jembatan dengan beban suprastrukturterdiri dari truss. Truss ini adalah struktur elemen terhubung membentuk unit segitiga.Tersusun dari batang-batang yang dihubungkan satu sama lain dengan pelat buhul, pengikatpaku keling, baut atau las. Batang-batang rangka hanya memikul gaya dalam aksial (normal)tekan atau tarik.Secara pokok pembagian area struktur jembatan dibagi kedalam 2 bagian yaitu strukturbangunan atas dan bawah. Untuk bangunan atas jembatan rangka ini menggunakan tipeRangka Baja Bukaka dari Indonesia (kode BMS : RBK). Dimana dalam perencanaankekuatan elemen baja sebagai komponen struktur jembatan harus memperhatikan faktorintegritas komponen - komponen struktural maupun keseluruhan struktur jembatan. Untukmenentukan besar dan jenis gaya pada rangka baja dihitung dengan metode cremona (grafis),dimana panjang garis pada diagram cremona merupakan besarnya gaya – gaya batang.Gambaran umum jembatan ini memiliki bentang sepanjang 60 m dengan lebar 9 m, lebarlantai kendaraan 2 x 3,5 meter dan lebar trotoar @ 1 meter di kanan dan kiri jembatan.Untuk bangunan bawah jembatan menggunakan pondasi tiang pancang, denganstruktur abutment beton bertulang yang telah disesuaikan dengan berbagai beban yang akanditerima dari struktur atas.
ANALISIS WAKTU TEMPUH PERJALANAN KENDARAAN RINGAN RODA EMPAT KOTA SAMARINDA SASONGKO K, UNGGUL SETYO
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1460.329 KB)

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan suatu kota mengakibatkan terjadinya peningkatan kegiatan penduduknya. Peningkatan kegiatan penduduk ini dapat dilihat dari berubahnya pola guna lahan kota tersebut. Tata guna lahan di dalam suatu kota bersifat dinamis. Artinya, guna lahan akan selalu mengalami perkembangan dan atau perubahan sejalan dengan pertambahan waktu. Satu hal yang mendasar dari perubahan ini adalah bahwa guna lahan pada satu waktu tertentu merupakan hasil dari kegiatan ekonomi dan sosial yang ada pada saat itu.Salah satu jalan dengan intesitas kegiatan yang tinggi di Kota SamarindaTujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis waktu tempuh perjalanan kendaraan pada jaringan jalan arteri di kota Samarinda. Data primer yang dibutuhkan adalah data kecepatan kendaraan tiap detiknya melalui survei langsung dengan menggunakan alat bantu GPS (global positioning system). Sedangkan data sekunder yang dibutuhan adalah data pendukung yang meliputi lebar dan jumlah fasilitas jalan pada jaringan jalan yang disurvei. Dari hasil penelitian dan analisa data diperoleh trayektori perjalanan, fluktuasi kecepatan per detik, dan parameter pola pergerakan kendaraan. Pemodelan waktu tempuh perjalanan kendaraan berat dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda (program SPSS 18.0). Terdapat tiga variabel yang signifikan mempengaruhi waktu tempuh perjalanan kendaraan. Ketiga variabel tersebut memperlihatkan kesesuaian uji rasionalitas tanda terhadap waktu tempuh perjalanan. Dimana semakin bertambahnya nilai variabel bertanda positif menyebabkan waktu tempuh perjalanan kendaraan akan semakin bertambah, sedangkan semakin bertambahnya nilai variabel bertanda negatif menyebabkan waktu tempuh perjalanan kendaraan akan berkurang. Secara keseluruhan, nilai indikator tingkat kesesuaian model adalah cukup baik, yang diindikasikan oleh nilai R2 model sebesar 0,839.
PERHITUNGAN KAPASITAS PRODUKSI ALAT BERAT PADA KEGIATAN PENAMBANGAN PT. KAYAN PUTRA UTAMA SITE SEPARI DI KECAMATAN TENGGARONG SEBERANG SUNYOTO, ADI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.723 KB)

Abstract

Didalam proses penambangan dimana kondisi lahan yang ada merupakan daerah perbukitan sehingga pada pelaksanaan penambangan diperlukan alat berat untuk menggali, memuat, menimbun, dan meratakan tanah ataupun batuan menggunakan alat mekanis berupa Excavator, Dump Truck, dan Bulldozer.Perhitungan kapasitas produksi alat berat dibatasi pada alat  mekanis berupa Excavator, Dump Truck, dan Bulldozer. Sebelum memasuki perhitungan kapasitas produksi tersebut terlebih dahulu dihitung volume tanah yang akan digali. Perhitungan volume galian menggunakan metode grid, dimana kontur yang ada dibagi menjadi beberapa sektor dengan luasan yang sama. Sedangkan pada perhitungan kapasitas produksi menggunakan teori produktifitas alat berat.Adapun dari perhitungan diatas didapat kesimpulan berupa hasil perhitungan volume galian tanah asli, produksi masing-masing alat berat (Excavator, Dump Truck, Bulldozer) dan jumlah alat berat yang diperlukan dalam kegiatan penambangan tersebut.
ANALISA PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN JALAN SEBULU MODEREN MENUJU JALAN PROPINSI DENGAN METODE ANALISA KOMPONEN miko, Jat
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.608 KB)

Abstract

Dari hasil Dari analisa dan evaluasi penelitian diatas maka di peroleh tebal lapisan Tambahan (Overlay) untuk Lapis Permukaan Ruas jalan Sebulu  Moderen Menuju Jalan Propinsi Kabupaten  Kutai kartanegara, jika dihitung dengan Metode Analisa Komponen SNI 03-1732-1989 sebagai berikut:   Tebal Lapis Tambahan (OverLay) Untuk umur rencana  5 tahun adalah  10cm   (Laston) dan Untuk umur rencana  15 tahun adalah: 12cm (Laston)