cover
Contact Name
Nur Arifin
Contact Email
diskursus@uin-alauddin.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
diskursus@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Diskursus Islam
ISSN : 23385537     EISSN : 26227223     DOI : -
Jurnal Diskursus Islam adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Pascasarjana UIN Alauddin Makassar yang merefleksikan diri sebagai wadah akademik untuk publikasi artikel ilmiah. Jurnal ini menfokuskan pada kajian/studi islam dalam berbagai aspeknya yang diharapkan dapat memberi referensi bagi pembaca dalam pengembangan wawasan akademik dan keilmuan.
Arjuna Subject : -
Articles 3 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2016)" : 3 Documents clear
DAKWAH SIYASAH (Strategi Dakwah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam Perjuangan Aspirasi Umat Islam) Iyatna Supriatna; Muliaty Amin; Usman Jasad
Jurnal Diskursus Islam Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v4i1.6784

Abstract

Tulisan ini akan mengurai tentang bagaimana dakwah siyasah sebagai strategi dakwah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam memperjuangakan aspirasi Islam di Sulawesi Tenggara. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian bertempat di Kota Kendari Sulawesi Tenggara yaitu strategi dakwah PKS di kota Kendari, Kab.Muna dan Anggota legislatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan normatif, dakwah, komunikasi dan pendekatan sosiologis. Sumber data primer berasal dari hasil wawancara peneliti dengan pengurus inti Partai Keadilan Sejahtera di Kota Kendari yakni ketua umum dan sekretaris umum, dan ketua bidang dakwah DPW Sulawesi Tenggara, sekretaris DPD PKS Kab.Muna dan anggota legislatif, tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta dokumentasi mengenai pelatihan yang pernah diikuti oleh para kader. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi dengan instrumen masing-masing sesuai metodenya. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Data diuji keabsahannya dengan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan dakwah siyasah sebagai strategi dakwah yang dilakukan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Sulawesi Tenggara yakni dengan memadukan antara pola struktural dan kultural. Secara struktural PKS memperjuangkan regulasi atau kebijakan yang sesuai dengan ajaran Islam sedangkan secara kultural PKS melakukan pemberdayaan umat Islam melalui kelompok-kelompok tarbiyah yang intensif dan persuasif.
EPISTEMOLOGI ISLAM DALAM FILSAFAT MUHAMMAD TAQI MISHBAH YAZDI Nurdin Nurdin; Muh. Sabri AR; Mustari Mustafa
Jurnal Diskursus Islam Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v4i1.6785

Abstract

The article explored critically the Islamic epistemology thought of Muhammad Taqi Mishbah Yazdi. Muhammad Taqi Mishbah Yazdi was a religious leader and a contemporary philosopher as well who was able to present critical and creative philosophical ideas. He played an important role in creating conducive conditions to the continuation and development of Islamic philosophical discourse, and tried to harmonize between peripatetic philosophy of Ibn Sina, Suhrawardi illumination philosophy, and philosophy of Muta'alliyah Mulla Sadra Wisdom. He was also believed to be able to respond to the discourses of contemporary thought, including a number of modern to postmodern school of thought. Therefore, the philosophical views of Mishbah Yazdi Mohammad Taqi reflected a rationalist who was very brave to break the philosophical tradition of the previous philosophers whom he said had become a sort of postulate and sacred. According to Muhammad Taqi Mishbah Yazdi, knowledge was divided into two parts: First, tasawwur was gained through the particular and universal concepts of knowledge. This universal concept was used to define an object. It was also as a critique towards empiricism, and that this concept was not derived from sense perception. Through tasawwur, it was gained the primary concept i.e. māhiyah concept, and secondary concepts consisting of philosophical and logical secondary concepts. By the secondary concept, humans could come to the independent since it was not derived from nature but from reason and action analysis comparison. The concept of causality for instance. Second, the knowledge of taṣdῑq (affirmation) was assessing the concept, meaning that taṣdῑq was related to a proposition, according to Muhammad Taqi Mishbah Yazdi, the role and priority was reasonable in taṣdῑq, did not even need a sensory experience, for example: First, the analytical propositions that concept of the predicate was already included in the subject. Second, the badῑhῑ proposition did not require the sensory experience, although it required the senses in tasawwur or its conception. For instance: secondary badῑhῑ "the wall is white". Third, propositions obtained through hudlūrῑ science in mental nature, because this proposition was intuitive. Fourth, the knowledge that was the existence of the object was not directly referred to the subject, but the subject captured it through intermediaries that represented the object. The representation was named as form/ shurah or mental concept (mental concept/al-Mafhum al-dzihni). This knowledge was known as hushuli, the knowledge captured through conceptual intermediaries. 
BENTUK DAKWAH DI FACEBOOK Muhlis Muhlis; Usman Jasad; Abdul Halik
Jurnal Diskursus Islam Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v4i1.6783

Abstract

Tulisan ini akan mengurai tentang fenomena dakwah dan bentuk dakwah di media sosial, dalam hal ini facebook. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan objek penelitian pada media sosial terkhusus facebook dengan fokus penelitian meliputi aspek-aspek dakwah di media sosial yang terdiri dari dai dan bentuk dakwah. Pendekatan penelitian ini adalah studi fenomenologi Sumber data adalah dai, facebooker dan aktif berdakwah di facebook sebagai sumber data primer yang diperoleh dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan data sekunder berupa berbagai literatur seperti buku, majalah, karya ilmiah yang relevan dengan penelitian. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dan jenis instrumen lain yang mencakup pedoman wawancara, pedoman observasi, dan alat dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan saat pengumpulan data berlangsung, dan setelah pengumpulan data dalam periode tertentu, sebagai berikut: a) Reduksi Data; b) Display atau Penyajian Data; dan c) Verifikasi atau kesimpulan Hasil kajian menunjukkan bahwa fenomena dakwah melalui jejaring sosial facebook khususnya di Indonesia mengalami perkembangan. Hal ini ditandai dengan hadirnya para aktivis dakwah untuk memanfaatkan facebook sebagai sarana media dakwah Islam. Di mana semua pengguna facebook bisa melihat, belajar di facebook untuk menambah wawasan keilmuan dan informasi seputar dunia Islam. Pemanfaatan facebook sebagai media dakwah ini yang akan menjembatani kemajuan teknologi dengan proses dakwah, supaya masyarakat lebih mengenal syari’at dan tidak berargumen bahwa dakwah hanya dalam pengajian. Sebab eksistensi dari dakwah adalah menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah kepada hal yang munkar. Analisis peneliti terkait dengan penggunaan facebook sebagai media dakwah, yaitu pada aspek cara penggunaan facebook sebagai media dakwah, dapat diuraikan sebagai berikut: Pertama, dai yang menjadikan facebook sebagai media dakwah dengan cara mengunggah tulisan, gambar dan video di wall. Kedua, dai yang menjadikan facebook sebagai media dakwah dengan cara mengirim pesan berupa tulisan dan gambar ke inbox. Olehnya itu bentuk dakwah di facebook yang bisa dikembangkan yaitu pertama: dakwah bil al-qalam, kedua; dakwah melalui pesan gambar, ketiga dakwah melalui audiovisual dalam hal ini video.

Page 1 of 1 | Total Record : 3