Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

ETIKA RELIGIUS DAN DAKWAH ISLAM : PERSPEKTIF BEBERAPA SUMBER HUKUM ISLAM Mustari Mustari
Jurnal Dakwah Tabligh Vol 17 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdt.v17i1.6074

Abstract

This research discusses about te study of the ethics of religious and Dakwah of Islam from some perspectives of Islam’s law. Then, the objective of this research is to ascertain the study of the ethics of religious and Dakwah of Islam from some perspectives of Islam’s law. The type of the research is a descriptive qualitative done through literatures study. Data collected through documentation, using library research. A sources of the data obtained through primary data and secondary data. The data obtained are then processed with a content analysis method by clarifying the formal object of the research from general to specific. The study’s result represents that the ethics of Dakwah strongly stands up for a freedom of choice because if the God’s will, everybody can be faith all around the world. God provides a freedom of choice as human beings are being equipped the important thing by God that is mind. Indeed, in ethics of Dakwah, Islam people have to salute other people whatever their religions are as humans created by God.
Interprofessional Collaboration dalam Upaya Pencegahan Stunting di Pelayanan Kesehatan : Interprofessional Collaboration in Effort Prevention of Stunting in Health Services Mustari; Risnah; Muhammad Irwan; Salmah Arafah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 8: AGUSTUS 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i8.3987

Abstract

Salah satu permasalahan kesehatan secara nasional yang diakibatkan oleh faktor multidimensi sehingga membutuhkan perhatian dan penanganan bersama pada anak adalah stunting. Dampak jangka pendek dan jangka panjang ditemukan pada penderita stunting akan mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dibuat dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) yang bertujuan untuk mengidentifikasi upaya petugas kesehatan secara Interprofessional Collaboration. Hasil kegaiatan Focus Group Discussion (FGD) menunjukkan bahwa Berbagai program dan upaya petugas kesehatan secara Interprofessional Collaboration telah dilaksanakan dengan baik dalam berbagai tantangan dan kendala yang ada di masyarakat dan berharap terdapat inovasi program sebagai rencana tindak lanjut terkait pencegahan stunting di Puskesmas Tuppu Kecamatan Lembang Kabupaten Pinrang.
TELAAH HUKUM ATAS PERKEMBANGAN DAN PENGARUH PEMIKIRAN DAN AJARAN SUFISME DI ERA KONTEMPORER Andi Takdir Djufri; Muhaemin Latif; Mustari Mustafa
Jurnal To Ciung : Jurnal Ilmu Hukum Vol 5, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi perkembangan dan pengaruh pemikiran dan ajaran tasawuf di era kontemporer, dengan penekanan pada relevansi dan fleksibilitasnya dalam menghadapi dinamika modernitas. Tasawuf yang dikenal sebagai Islam berdimensi esoteris tidak hanya mampu bertahan dalam perubahan zaman, namun juga mengalami transformasi signifikan dalam pola pengajarannya, metode penyebarannya, dan interaksi sosialnya. Kajian ini menguraikan bagaimana tasawuf bergerak dari tradisi yang lebih eksklusif menuju pendekatan yang inklusif dan universal, sehingga relevan dalam konteks meningkatnya kebutuhan spiritual individu modern. Penelitian ini juga menyoroti peran tasawuf dalam menjawab tantangan globalisasi, seperti krisis identitas, konflik antar budaya, dan kekosongan spiritualitas, dengan menawarkan nilai-nilai universal seperti cinta, perdamaian, dan toleransi. Selain itu, artikel ini mengeksplorasi pengaruh tasawuf di berbagai sektor, termasuk seni, sastra, pendidikan, dan dialog antaragama, yang mencerminkan kekayaan kontribusinya dalam membangun keharmonisan sosial. Dengan pendekatan interdisipliner, penelitian ini memberikan perspektif baru tentang bagaimana tasawuf tidak hanya bertahan, namun juga berkembang sebagai sumber inspirasi spiritual dan sosial di tengah kemajuan teknologi dan pluralisme budaya.
PENGARUH PERDEBATAN IQ (INTELLIGENCE QUOTIENT), EQ (EMOTIONAL QUOTIENT) DAN SQ (SPIRITUAL QUOTIENT) DALAM PERKEMBANGAN IPTEK DAN HUKUM ISLAM Irayanti Nur; Mustari Mustafa; Muhaemin Latif
Jurnal To Ciung : Jurnal Ilmu Hukum Vol 5, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) telah memicu perdebatan signifikan mengenai peran kecerdasan manusia dalam beradaptasi dan membentuk kemajuan tersebut. Studi ini mengeksplorasi dampak tiga aspek kunci kecerdasan—Intelligence Quotient (IQ), Emotional Quotient (EQ), dan Spiritual Quotient (SQ)—terhadap evolusi ilmu pengetahuan dan teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang memanfaatkan perspektif interdisipliner untuk menganalisis interaksi antara ketiga kecerdasan ini dan kontribusinya terhadap kemajuan teknologi. Temuan ini mengungkapkan bahwa IQ mendorong inovasi teknis, EQ memastikan interaksi manusia yang harmonis, dan SQ memberikan pedoman moral untuk pembangunan berkelanjutan. Studi ini menyimpulkan bahwa integrasi yang seimbang antara IQ, EQ, dan SQ sangat penting untuk mengatasi tantangan dan peluang yang ditimbulkan oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendekatan seperti ini menumbuhkan paradigma holistik yang tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis namun juga mendorong penerapan kemajuan teknologi yang etis dan bermakna dalam masyarakat.
FENOMENA GERAKAN FUNDAMENTALISME DAN RADIKALISME TRANSNASIONAL SERTA PENGARUHNYA TERHADAP PERKEMBANGAN ISLAM Laila, Umar; Mustafa, Mustari; latif, Muhaemin
Jurnal Andi Djemma | Jurnal Pendidikan Vol 8, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/jad.v8i2.3078

Abstract

Fenomena fundamentalisme dan radikalisme transnasional telah menjadi tantangan serius bagi perkembangan Islam di era modern. Gerakan ini muncul sebagai respons terhadap globalisasi, marginalisasi sosial-politik, dan ketidakadilan ekonomi, dengan memanfaatkan agama sebagai alat legitimasi ideologis. Melalui pendekatan kualitatif-deskriptif, penelitian ini mengkaji akar penyebab, pola penyebaran, dan dampak gerakan ini terhadap Islam, baik secara internal maupun eksternal. Hasilnya menunjukkan bahwa fundamentalisme dan radikalisme tidak hanya menciptakan persepsi negatif terhadap Islam di kancah global, tetapi juga menimbulkan polarisasi di antara umat Muslim, melemahkan upaya moderasi dan toleransi. Di sisi lain, tantangan ini memotivasi komunitas Muslim untuk memperkuat narasi keagamaan yang damai dan inklusif. Strategi berbasis pendidikan, dialog antaragama, dan kebijakan global yang adil diperlukan untuk mengatasi pengaruh negatif dari gerakan ini serta menjaga esensi Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin. Kata kunci: Fundamentalisme, Radikalisme, Transnasional, Islam, Moderasi, Toleransi
Strategi Peningkatan Ekonomi Keluarga Pekerja Di Warung Makan Songkolo Begadang Antang Makassar Alfiyani Bahar, Siti; Mustafa, Mustari; Kasman, Suf
Jurnal Berita Sosial Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/beritasosial.v10i1.60510

Abstract

This study presents two main problem formulations, namely: first, what are the strategies for improving the family economy implemented by the workers of the Songkolo Begadang Antang Makassar Food Stall? Second, what are the supporting and inhibiting factors in efforts to improve the economy of the workers' families in the stall? This type of research is qualitative using a descriptive method. This study involved collecting data through in-depth interviews with four workers and the manager of the Songkolo Begadang food stall. This approach aims to understand the experiences and strategies implemented by workers in improving their family economy, as well as the factors that influence the success of these efforts. The results of the study indicate that the strategies for improving the economy of workers' families include managing the main income from work in the stall, diversifying income through side businesses, and utilizing job opportunities in the informal sector. The workers felt significant economic changes, such as the ability to meet the basic needs of the family and reduce dependence on others. However, they also face challenges such as fluctuations in raw material prices, limited time with family, and fluctuations in customer demand.
FENOMENA GERAKAN FUNDAMENTALISME DAN RADIKALISME TRANSNASIONAL SERTA PENGARUHNYA TERHADAP PERKEMBANGAN ISLAM Laila, Umar; Mustafa, Mustari; latif, Muhaemin
Jurnal Andi Djemma | Jurnal Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/jad.v8i2.3078

Abstract

Fenomena fundamentalisme dan radikalisme transnasional telah menjadi tantangan serius bagi perkembangan Islam di era modern. Gerakan ini muncul sebagai respons terhadap globalisasi, marginalisasi sosial-politik, dan ketidakadilan ekonomi, dengan memanfaatkan agama sebagai alat legitimasi ideologis. Melalui pendekatan kualitatif-deskriptif, penelitian ini mengkaji akar penyebab, pola penyebaran, dan dampak gerakan ini terhadap Islam, baik secara internal maupun eksternal. Hasilnya menunjukkan bahwa fundamentalisme dan radikalisme tidak hanya menciptakan persepsi negatif terhadap Islam di kancah global, tetapi juga menimbulkan polarisasi di antara umat Muslim, melemahkan upaya moderasi dan toleransi. Di sisi lain, tantangan ini memotivasi komunitas Muslim untuk memperkuat narasi keagamaan yang damai dan inklusif. Strategi berbasis pendidikan, dialog antaragama, dan kebijakan global yang adil diperlukan untuk mengatasi pengaruh negatif dari gerakan ini serta menjaga esensi Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin. Kata kunci: Fundamentalisme, Radikalisme, Transnasional, Islam, Moderasi, Toleransi
PENGARUH PERDEBATAN IQ (INTELLIGENCE QUOTIENT), EQ (EMOTIONAL QUOTIENT) DAN SQ (SPIRITUAL QUOTIENT) DALAM PERKEMBANGAN IPTEK DAN HUKUM ISLAM Nur, Irayanti; Mustafa, Mustari; Latif, Muhaemin
Jurnal To Ciung : Jurnal Ilmu Hukum Vol. 5 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64078/tociung.v5i1.3125

Abstract

Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) telah memicu perdebatan signifikan mengenai peran kecerdasan manusia dalam beradaptasi dan membentuk kemajuan tersebut. Studi ini mengeksplorasi dampak tiga aspek kunci kecerdasan—Intelligence Quotient (IQ), Emotional Quotient (EQ), dan Spiritual Quotient (SQ)—terhadap evolusi ilmu pengetahuan dan teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang memanfaatkan perspektif interdisipliner untuk menganalisis interaksi antara ketiga kecerdasan ini dan kontribusinya terhadap kemajuan teknologi. Temuan ini mengungkapkan bahwa IQ mendorong inovasi teknis, EQ memastikan interaksi manusia yang harmonis, dan SQ memberikan pedoman moral untuk pembangunan berkelanjutan. Studi ini menyimpulkan bahwa integrasi yang seimbang antara IQ, EQ, dan SQ sangat penting untuk mengatasi tantangan dan peluang yang ditimbulkan oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendekatan seperti ini menumbuhkan paradigma holistik yang tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis namun juga mendorong penerapan kemajuan teknologi yang etis dan bermakna dalam masyarakat.
TELAAH HUKUM ATAS PERKEMBANGAN DAN PENGARUH PEMIKIRAN DAN AJARAN SUFISME DI ERA KONTEMPORER Djufri, Andi Takdir; Latif, Muhaemin; Mustafa, Mustari
Jurnal To Ciung : Jurnal Ilmu Hukum Vol. 5 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64078/tociung.v5i1.3130

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi perkembangan dan pengaruh pemikiran dan ajaran tasawuf di era kontemporer, dengan penekanan pada relevansi dan fleksibilitasnya dalam menghadapi dinamika modernitas. Tasawuf yang dikenal sebagai Islam berdimensi esoteris tidak hanya mampu bertahan dalam perubahan zaman, namun juga mengalami transformasi signifikan dalam pola pengajarannya, metode penyebarannya, dan interaksi sosialnya. Kajian ini menguraikan bagaimana tasawuf bergerak dari tradisi yang lebih eksklusif menuju pendekatan yang inklusif dan universal, sehingga relevan dalam konteks meningkatnya kebutuhan spiritual individu modern. Penelitian ini juga menyoroti peran tasawuf dalam menjawab tantangan globalisasi, seperti krisis identitas, konflik antar budaya, dan kekosongan spiritualitas, dengan menawarkan nilai-nilai universal seperti cinta, perdamaian, dan toleransi. Selain itu, artikel ini mengeksplorasi pengaruh tasawuf di berbagai sektor, termasuk seni, sastra, pendidikan, dan dialog antaragama, yang mencerminkan kekayaan kontribusinya dalam membangun keharmonisan sosial. Dengan pendekatan interdisipliner, penelitian ini memberikan perspektif baru tentang bagaimana tasawuf tidak hanya bertahan, namun juga berkembang sebagai sumber inspirasi spiritual dan sosial di tengah kemajuan teknologi dan pluralisme budaya.
EPISTEMOLOGI ISLAM DALAM FILSAFAT MUHAMMAD TAQI MISHBAH YAZDI Nurdin, Nurdin; AR, Muh. Sabri; Mustafa, Mustari
Jurnal Diskursus Islam Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v4i1.6785

Abstract

The article explored critically the Islamic epistemology thought of Muhammad Taqi Mishbah Yazdi. Muhammad Taqi Mishbah Yazdi was a religious leader and a contemporary philosopher as well who was able to present critical and creative philosophical ideas. He played an important role in creating conducive conditions to the continuation and development of Islamic philosophical discourse, and tried to harmonize between peripatetic philosophy of Ibn Sina, Suhrawardi illumination philosophy, and philosophy of Muta'alliyah Mulla Sadra Wisdom. He was also believed to be able to respond to the discourses of contemporary thought, including a number of modern to postmodern school of thought. Therefore, the philosophical views of Mishbah Yazdi Mohammad Taqi reflected a rationalist who was very brave to break the philosophical tradition of the previous philosophers whom he said had become a sort of postulate and sacred. According to Muhammad Taqi Mishbah Yazdi, knowledge was divided into two parts: First, tasawwur was gained through the particular and universal concepts of knowledge. This universal concept was used to define an object. It was also as a critique towards empiricism, and that this concept was not derived from sense perception. Through tasawwur, it was gained the primary concept i.e. māhiyah concept, and secondary concepts consisting of philosophical and logical secondary concepts. By the secondary concept, humans could come to the independent since it was not derived from nature but from reason and action analysis comparison. The concept of causality for instance. Second, the knowledge of taṣdῑq (affirmation) was assessing the concept, meaning that taṣdῑq was related to a proposition, according to Muhammad Taqi Mishbah Yazdi, the role and priority was reasonable in taṣdῑq, did not even need a sensory experience, for example: First, the analytical propositions that concept of the predicate was already included in the subject. Second, the badῑhῑ proposition did not require the sensory experience, although it required the senses in tasawwur or its conception. For instance: secondary badῑhῑ "the wall is white". Third, propositions obtained through hudlūrῑ science in mental nature, because this proposition was intuitive. Fourth, the knowledge that was the existence of the object was not directly referred to the subject, but the subject captured it through intermediaries that represented the object. The representation was named as form/ shurah or mental concept (mental concept/al-Mafhum al-dzihni). This knowledge was known as hushuli, the knowledge captured through conceptual intermediaries.