cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
AL-Fikr
ISSN : 14112140     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Al-Fikr diterbitkan oleh Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar. Al-Fikr diterbitkan pertama kali bulan juni 1996 dengan nama jurnal al Fikr : World Journal for Islamic Studies kemudian berubah pada tahun 2002 dengan nama al-Fikr : Jurnal Pendidikan Islam. Al-Fikr adalah jurnal terakreditasi nasional melalui Surat Keputusan Direktorat Pendidikan Tinggi Kemendiknas RI. Nomor 51/DIKTI/Kep/2010 tanggal 5 Juli 2010
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 23 No 2 (2021)" : 8 Documents clear
IMPLEMENTASI METODE CERITA ISLAMI DALAM MENANAMKAN AKHLAK ISLAMI PADA KELAS III SD PERSITIM I KUPANG nurdiana - Nurdiana
AL-Fikr Vol 23 No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengambarkan mengenai  Akhlak Islami pada siswa kelas III SD Persitim I Kupang dengan melalui implementasi cerita Islami, yang dilakukan sebagai upaya memperkaya pengetahuan dalam bidang keislaman mengenai akhlak islami dengan implementasi metode cerita islami. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan sejarah, filosopy, psikologi, teologi, sosial dan budaya. Teknik pengumpulan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi metode cerita Islami dalam menanamkan Akhlak Islami pada siswa  kelas III SD Persitim I Kupang, ada beberapa faktor yaitu faktor lingkungan keluarga,  orang tua adalah pendidik yang pertama dalam lingkungan keluarga. faktor lingkungan masyarakat.  faktor lingkungan sekolah, Guru di sekolah sebagai pendidik yang mengarahkan peserta didik agar menjadi manusia yang berakhlak kulkarimah atau budi pekerti mulia, sebab di sekolah adalah wadah atau tempat untuk pembinaan dan penanaman akhlak yang Islami sehingga peserta didik dapat berperilaku baik dengan Guru, orang tua, teman dan lain-lain.                                        Keywords;  Implementasi, Metode Cerita Islami dan Akhlak Islami                                            AbstractThis study aims to describe Islamic morals in Class III SD Persitim I Kupang through the implementation of Islamic stories, which are carried out as an effort to enrich knowledge in the Islamic field regarding Islamic morals by implementing the Islamic story method. This research is field research using qualitative descriptive research with history, philosopy, psychological, theological, social and cultural approaches. The collection techniques are observation, interview, and documentation. The results of this study indicate that the implementation of the Islamic story method in instilling Islamic Morals in Class III SD Persitim I Kupang, there are several factors, namely family environmental factors, parents are the first educators in the family environment. community environmental factors. school environmental factors, teachers in schools as educators who direct students to become human beings with noble character or noble character, because at school is a place or place for guidance and cultivation of Islamic morals so that students can behave well with teachers, parents, friends and others.                                       Keywords: Implementation, Islamic Stories Method and Islamic Morals 
Berjabat Tangan dalam Perspektif Hadis (Suatu Kajian Maanil Hadis) Radhie Munadi
AL-Fikr Vol 23 No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam membentuk sebuah kondisi yang kondusif melalui bersalaman atau berjabat tangan bahwa manusia bersalaman mempunyai beberapa maksud: pertama, untuk meminta maaf atas kesalahan yang dia lakukan. Kedua, sebagai tanda sebuah persahabatan. ketiga, karena mereka sudah lama tak jumpa. Keempat, untuk mempererat silaturrahmi. Maka dari itu kalau jika ingin semakin kuat persatuan dan semakin kokoh pebanyaklah bersalaman.Bersalaman (Musa>fahah) bukan adat tetapi, anjuran dari Nabi Muhammad saw., yang mana balasannya akan diampuni dosa-dosa sebelum berpisah. Penelitian ini memilih kitab Sunan Abu> Da>wud karena kitab tersebut salah satu dari Kutub al-Sittah yang pasti menjadi rujukan pertama untuk mencari hadis selain S{ah}i>h} al-Bukha>ri dan S{ah}i>h} Muslim serta menurut para ulama termasuk urutan nomor tiga tingkat keshah}ih}an serta keh}ujjahannya. Penelitian ini mencoba memberikan khazanah baru terhadap makna bersalaman itu sendiri dengan pendekatan ma’ani al-hadisKata Kunci: Ma’ani al-Hadis, Perspektif Hadis, Berjabat TanganIn establishing a conducive condition through shaking hands that humans shake has several purposes: first, to apologize for the mistakes he has made. Second, as a sign of friendship. third, because they haven't seen each other for a long time. Fourth, to strengthen friendship. Therefore, if you want to get stronger and stronger, shake hands.               Shaking hands or Musafahah is not a custom, but a recommendation from the Prophet Muhammad, in which sins will be forgiven before parting. This study chose the book Sunan Abu Dawud because the book is one of the Kutub al-Sittah which must be the first reference to look for hadith other than Sahih al-Bukhari and Sahih Muslims and according to the scholars including the number three level of authenticity.This study tries to provide a new treasure for the meaning of shaking hands it self with the ma'ani al-hadith.Keywords: Ma’ani al-Hadis, hadith perspective, shaking hands
Pemanfaatan Media Sosial untuk Berdakwah PRADITYA MER HANANTO
AL-Fikr Vol 23 No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak:Indonesia sebagai negara keempat berpopulasi terbanyak di dunia memiliki penganut agama Islam sebanyak 87%, pengguna internet aktif sebanyak 73%, pengguna media sosial sebanyak 61% dan menggunakan telepon genggam untuk akses internet sebanyak 125%. Kondisi ini ideal untuk berdakwah menggunakan media sosial dalam upaya mencapai pasar umat. Contoh pendakwah yang diambil adalah influencer Felix Siauw yang memiliki keunikan sendiri dalam pemanfatan atribut yang ia miliki.Kata Kunci: Media Sosial, Dakwah, Felix Siauw Abstract:Indonesia as fourth largest population country in the world had 87% Islam’s believers, 73% active internet users, 61% social media users and 125% mobile phone users to access internet. This condition is ideal to do a da’wah (preaching in Islamic term) using social media as a way to get believer market. The preacher used as example is an influencer Felix Siauw who have his uniqueness utilising his own attribute.Key Words: Social Media, Da’wah, Felix Siauw
PENAFSIRAN BIL RA’YI ZAMAN NABI MUHAMMAD SAW. Rusmin Abdul Rauf
AL-Fikr Vol 23 No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk meneliti metode penafsiran pada zaman Nabi Muhammad Saw. Baik penafsiran yang dilakukan oleh Nabi Muhammad ataupun oleh para sahabat. Pada saat wahyu masih turun, Nabi Muhammad menjelaskan kepada para sahabatnya makna dari pada ayat Al Quran, akan tetapi tidak semua ayat dijelaskan secara terperinci oleh Nabi Muhammad saw. Sahabat memahami ayat al Quran dari penjelasan Nabi Muhammad Saw dan juga dari pemahaman mereka sendiri. Karena al Quran turun sesuai dengan Bahasa mereka. Peneliti menemukan bahwa sahabat pun melakukan penafsiran secara bil ra’yi. Walaupun demikian tafsiran sahabat akan dikonfirmasikan kepada Nabi Muhammad. Ada yang kemudian diluruskan oleh Nabi Muhammad Saw dan ditunjukkan makna yang benar dan ada pula yang dibenarkan oleh Rasulullah dan tidak menyalahkannya. Peneliti menyimpulkan bahwa penafsiran dengan pendapat atau bil ra’yi memiliki akar sejak zaman Nabi Muhammad Saw.
Metodologi Ilmu Hadis (Suatu Analisis Pemikiran Arifuddin Ahmad tentang Metodologi Pemahaman Hadis) Marhani Malik; Muh.Yusuf Pawellangi
AL-Fikr Vol 23 No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah untuk memaparkan pentingnya metodologi Ilmu Hadis dalam memahami Hadis Nabi saw. dan menganalisis pemikiran Arifuddin Ahmad tentang pemahaman Hadis (kajian Ilmu Ma’a>ni al-Hadi@s) dalam memahami Hadis Nabi saw. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa perlu Metodologi Ilmu Hadis (kajian Ilmu Ma’a>ni al-Hadi@s) untuk memahami Hadis Nabi saw.,  dan Arifuddin Ahmad mempergunakan tiga pendekatan dalam memahami Hadis Nabi saw, yaitu  analisis tekstual, intertekstual dan kontekstual.
Kajian Otentisitas Hadis Dalam Pandangan Mustafa Ali Yaqub Fadhlina Arief Wangsa; Muhammad Ramadhan
AL-Fikr Vol 23 No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang cara membuktikan keotentikan hadis yang berasal dari nabi muhammad saw. Dalam tulisan ini ada lima hal yang menjadi pembahasan inti yaitu pertama tentang sosok mustafa ali yaqub, kedua tentang hadis dan sunnah, ketiga tentang otentisitas hadis, keempat tentang kritik hadis, dan yang kelima tentang otoritas sebuah hadis. Tulisan ini dibuat lantaran banyak pandangan yang meragukan bahwa hadis berasal dari nabi terutama para orientalis. Hal ini tentunya berbahaya apabila tidak diberikan pemahaman yang utuh tentang hadis terutama pada orang awam. Oleh karena itu, untuk menangkal hal tersebut maka perlu diketahui bagaimana cara membuktikan keotentikan suatu hadis. Dengan melakukan kajian pustaka dan kajian tokoh hadis indonesia yaitu mustafa ali yaqub untuk menambah wawasan tentang kajian hadis terutama di indonesia. maka artikel ini menyimpulkan bahwa cara membuktikan keotentikan hadis itu ada dua hal yang perlu dilakukan yaitu memahami hadis secara utuh dan melakukan kririk hadis.
Model Perencanaan Hidup Seorang Muslim Kaslam Kaslam
AL-Fikr Vol 23 No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketika seseorang meyakini bahwa dirinya akan menjadi tua, maka ia akan melakukan perencanaan hidup. Banyak hal yang akan ditempuh untuk mempersiapkan hari tua seperti investasi usaha, asuransi kesehatan, asuransi pendidikan, tabungan hari tua dan sebagainya. Hal tersebut dilakukan karena semata-mata sadar bahwa fisiknya pasti akan lemah, tidak selamanya akan sehat dan suatu saat menjadi tua. Artikel ini mengurai bagaimana seseorang muslim dalam melakukan perencanaan hidup dalam islam yang berbasis pada Al Qur’an dan Hadis Nabi. Konsep perencanaan hidup ditemukan dalam Surah Hasyr:18 yang menuntut seorang muslim hendaknya senantiasa memperhatikan apa yang dikerjakan untuk hari esok (akhirat). Maknanya bahwa dalam merencanakan hidup hendaknya tidak memisahkan antara kehidupan dunia dan akhirat. Akan ada kehidupan akhirat yang juga harus direncanakan, agar hidup didunia lebih bermakna dan produktif. Dalam Hadis juga disebutkan bahwa setidaknya ada empat hal yang diaudit pada hari akhirat nanti dan hal ini bisa menjadi pedoman dalam merencanakan hidup. Keempat hal tersebut  yaitu usia digunakan untuk apa; fisiknya dihabiskan untuk apa, finansial didapatkan dari mana dan kemana didistribusikan; dan pengetahuan yang dimiliki, sejauh mana diamalkan. Hal ini sangat penting untuk menjadi renungan dalam merencanakan hidup agar bisa sukses di dunia dan di akhirat.
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI TOLERANSI UMAT BERGAMA PADA UPACARA RAMBU SOLO DI TANA TORAJA Guruh Ryan Aulia; SITTI SYAKIRAH ABU NAWAS
AL-Fikr Vol 23 No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak;Keragaman Indonesia sesuatu yang tidak dapat dipungkiri keberadaannya. Konteks pemahaman masyarakat majemuk, selain kebudayaan kelompok suku bangsa, masyarakat Indonesia juga terdiri dari berbagai kebudayaan daerah yang bersifat kewilayahan yang merupakan pertemuan dari berbagai kebudayaan kelompok suku bangsa yang ada di daerah tersebut. Dalam keberagamannya Indonesia wajib menjunjung tinggi nilai-nilai Toleransi umat beragama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Nilai-nilai Toleransi Umat Beragama pada Upacara Rambu Solo di Tana Toraja. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik analisis Komparasi Konstan (Constant Comparative Analysis) yaitu peneliti berusaha mengkonsentrasikan dirinya pada deskripsi yang rinci tentang sifat dan ciri dari data yang sudah dikumpulkan, sebelum berusaha menghasilkan pernyataan-pernyataan teoretis yang lebih umum. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Tahapan upacara adat Rambu Solo, antara lain : Ma’mulai atau pembukaan, Mattarima tamu atau menerima tamu, Ma’sandu, Mantunu tedong, Istirahat (rehad), Makpeliang atau Penguburan. Implementasi Nilai – nilai Toleransi Umat Beragama pada Generasi Milineal yaitu Tidak membeda-bedakan setiap masyarakat atau generasi milineal, Mengizinkan berdoa sesuai dengan keyakinan masing-masing, Mengingatkan untuk senantiasa melaksanakan ibadah sholat maupun puasa bagi yang beragama IslamKata Kunci;Implementasi , Nilai-Nilai Toleransi Umat Beragama, Rambu SoloAbstractThe diversity of Indonesia is something that cannot be denied. The context of understanding a pluralistic society, in addition to the culture of ethnic groups, Indonesian society also consists of various regional cultures which are a meeting of various cultures of ethnic groups in the area. In its diversity, Indonesia is obliged to uphold the values of religious tolerance. This study aims to determine the implementation of Religious Tolerance Values at the Solo Sign Ceremony in Tana Toraja. This study uses qualitative research methods using Constant Comparative Analysis, where the researcher tries to concentrate on a detailed description of the nature and characteristics of the data that has been collected, before trying to produce more general theoretical statements. Based on the results of the study, it shows that the stages of the Rambu Solo traditional ceremony, among others: Ma'mulai or opening, Mattarima guests or receiving guests, Ma'sandu, Mantunu tedong, Rest (rehad), Makpeliang or Burial. Implementation of Religious Tolerance Values in the Millennial Generation, namely Not discriminating against every community or millennial generation, Allowing praying according to their respective beliefs, Reminding to always carry out prayers and fasting for Muslims.Keyword;Implementation of Religious Tolerance Values, Solo Signs 

Page 1 of 1 | Total Record : 8