SITTI SYAKIRAH ABU NAWAS
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

IMPLEMENTASI NILAI-NILAI TOLERANSI UMAT BERGAMA PADA UPACARA RAMBU SOLO DI TANA TORAJA Guruh Ryan Aulia; SITTI SYAKIRAH ABU NAWAS
AL-Fikr Vol 23 No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak;Keragaman Indonesia sesuatu yang tidak dapat dipungkiri keberadaannya. Konteks pemahaman masyarakat majemuk, selain kebudayaan kelompok suku bangsa, masyarakat Indonesia juga terdiri dari berbagai kebudayaan daerah yang bersifat kewilayahan yang merupakan pertemuan dari berbagai kebudayaan kelompok suku bangsa yang ada di daerah tersebut. Dalam keberagamannya Indonesia wajib menjunjung tinggi nilai-nilai Toleransi umat beragama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Nilai-nilai Toleransi Umat Beragama pada Upacara Rambu Solo di Tana Toraja. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik analisis Komparasi Konstan (Constant Comparative Analysis) yaitu peneliti berusaha mengkonsentrasikan dirinya pada deskripsi yang rinci tentang sifat dan ciri dari data yang sudah dikumpulkan, sebelum berusaha menghasilkan pernyataan-pernyataan teoretis yang lebih umum. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Tahapan upacara adat Rambu Solo, antara lain : Ma’mulai atau pembukaan, Mattarima tamu atau menerima tamu, Ma’sandu, Mantunu tedong, Istirahat (rehad), Makpeliang atau Penguburan. Implementasi Nilai – nilai Toleransi Umat Beragama pada Generasi Milineal yaitu Tidak membeda-bedakan setiap masyarakat atau generasi milineal, Mengizinkan berdoa sesuai dengan keyakinan masing-masing, Mengingatkan untuk senantiasa melaksanakan ibadah sholat maupun puasa bagi yang beragama IslamKata Kunci;Implementasi , Nilai-Nilai Toleransi Umat Beragama, Rambu SoloAbstractThe diversity of Indonesia is something that cannot be denied. The context of understanding a pluralistic society, in addition to the culture of ethnic groups, Indonesian society also consists of various regional cultures which are a meeting of various cultures of ethnic groups in the area. In its diversity, Indonesia is obliged to uphold the values of religious tolerance. This study aims to determine the implementation of Religious Tolerance Values at the Solo Sign Ceremony in Tana Toraja. This study uses qualitative research methods using Constant Comparative Analysis, where the researcher tries to concentrate on a detailed description of the nature and characteristics of the data that has been collected, before trying to produce more general theoretical statements. Based on the results of the study, it shows that the stages of the Rambu Solo traditional ceremony, among others: Ma'mulai or opening, Mattarima guests or receiving guests, Ma'sandu, Mantunu tedong, Rest (rehad), Makpeliang or Burial. Implementation of Religious Tolerance Values in the Millennial Generation, namely Not discriminating against every community or millennial generation, Allowing praying according to their respective beliefs, Reminding to always carry out prayers and fasting for Muslims.Keyword;Implementation of Religious Tolerance Values, Solo Signs 
EKSISTENSI BARZANJI DI TENGAH MODERNISASI (Studi Kasus di Kelurahan Cabenge Kecamatan Lilirilau Kabupaten Soppeng) Masriani Masriani; Wahyuni Wahyuni; St Syakirah Abunawas
SOSIORELIGIUS Vol 6 No 2 (2021): SOSIORELIGIUS
Publisher : Departemen Sosiologi Aga,ma, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sosioreligius.v6i2.27618

Abstract

This study describes the existence of barzanji in the midst of modernization in Cabenge Village, Lilirilau District, Soppeng Regency. This study uses a qualitative descriptive research using a sociological and phenomenological approach. The theory used in this research is Kirkegaard's theory of existence. According to Kirkegaard, existence is a brave decision taken by humans to determine their lives, and accept the consequences that humans have taken. The results of this study indicate that (1) the existence of barzanji in the midst of modernization among parents has not experienced any change or fading of tradition, whether it is the way of implementation. The knowledge of the Cabenge community about barzanji continues to this day (2) the impact of modernization on the existence of barzanji, in the Cabenge community among young people, it seems that they want to eliminate the barzanji tradition because they have chosen technology, rather than learning to pray.
"Dirasat fi al-Hadits al-Nabawiy wa Tarikh Tadwinih": Analisis Terhadap Pemikiran Hadis Muhammad Mushthafa al-Azamy Sitti Syakirah Abu Nawas
Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis Vol 8 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (841.999 KB) | DOI: 10.24252/tahdis.v8i2.7229

Abstract

Pemikiran Orientalis tentang otentisitas hadis, diakui atau tidak, mempengaruhi pandangan sejumlah pemikir Muslim tentang hadis Nabi. Hal ini tentu mengandaikan adanya kemungkinan banyak hadis yang otentitasnya perlu dipertanyakan, diragukan, atau bahkan ditolak sama sekali.Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji pemikiran Azamy dalam menanggapi pemikiran orientalis tersebut dalam bukunya Dirasat fi al-Hadits al-Nabawiy wa Tarikh Tadwinih. Bagaimana metode penulisannya, serta bagaimana historisitas sistem isnad dan otentisitas hadis. Berdasarkan penelusuran penulis, karya Azamy tersebut dilatari oleh keinginannya membantah pandangan sejumlah pemikir, khususnya para sarjana Barat (orientalis), yang menilai bahwa keberadaan hadis tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Hadis merupakan sesuatu yang a-historis. Di sisi lain, karya tersebut juga dimaksudkan sebagai suatu usaha penting untuk membuktikan otentisitas hadis. Dalam penyajian materi, Azamiy menyusunnya dengan sistematis. Uraiannya terdiri dari dua juz, delapan bab, dan enam fashl. Dalam karyanya ini, Azami menunjukkan berbagai kekeliruan yang dilakukan oleh orientalis dalam melihat historisitas sistem isnad dan otentisitas hadis.
POSISI SURGA BAGI ORANG YANG BERAKHLAK (Kajian terhadap Hadis Riwayat Abu Umamah) Sitti Syakirah Abu Nawas
Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis Vol 9 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1048.711 KB) | DOI: 10.24252/tahdis.v9i1.7524

Abstract

Kemuliaan seseorang tidak hanya dilihat dari sisi kuantitas dan kualitas ibadah ritual formal yang ditujukan kepada Allah, melainkan juga dilihat pada perbuatan atau akhlaknya dalam pergaulan sosial. Tulisan ini menguji validitas dan otentisitas hadis yang berbicara mengenai posisi surga bagi orang yang berakhlak, apakah dapat dipertanggungjawabkan hingga ke Nabi Saw., dengan menggunakan teori yang selama ini dikembangkan ulama hadis. Hadis mengenai posisi surga bagi orang yang berakhlak dapat ditemukan di tiga, dari enam, kitab kanonik, yaitu: satu riwayat dari koleksi Abu Daud; satu riwayat dalam catatan al-Tirmidziy; serta satu riwayat lain ditemukan dalam Sunan Ibn Majah. Selebihnya, hadis ini terekam dalam kitab pasca kitab standard (post canonical collection). Berdasarkan teori yang dikembangkan ulama hadis, sanad hadis, dari dua sampel yang diteliti, Abu Daud dan al-Tirmidziy, yang sedang dibahas memiliki status yang beragam. Sanad Abu Daud berstatus shahih li dzatih sedang sanad al-Tirmidziy berkualitas hasan li ghairih. Berdasarkan hasil analisa matan, yang kemudian dibandingkan dengan hasil analisa sanad, dapat dinyatakan bahwa teks hadis yang kemugkinan besar paling dekat dengan teks yang disabdakan Nabi adalah teks yang direkam oleh Abu Daud dalam Sunannya.
PROBLEMATIKA TEKNIK INTERPRETASI DALAM PENAFSIRAN: MENGUPAS KONSEP QATH’I-DZANNY Sitti Syakirah Abu Nawas
Jurnal Tafsere Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (785.684 KB)

Abstract

Al-Qur'an merupakan teks suci yang secara historis sudah mapan, sementara pemahaman maknanya merupakan produk ijtihad manusia dalam memberikan iterpretasi untuk menemukan maknanya. Karena itu, wajar apabila interpretasi terhadap teks yang termuat dalam al-Qur'an terjadi perbedaan antara seorang penafsir dengan penafsir lainnya. Secara umum dikenal dua teknik interpretasi; yaitu teknik interpretasi tekstual dan teknik interpretasi kontekstual. Kedua teknik interpretasi ini memiliki fokus yang berbeda dalam menganalisis teks al-Qur'an. Teknik interpretasi tekstual lebih terfokus pada teks "apa adanya teks", sedang teknik interpretasi kontekstual selain memperhatikan teks juga mempertimbangkan unsur  konteks yang melingkupi teks tersebut. Dari pengertian di atas, muncul sebuah pertanyaan mengenai ayat-ayat apa saja yang dapat dipahami secara tekstual dan ayat-ayat apa saja yang harus dipahami kontekstual. Jawaban dari pertanyaan ini dapat ditemukan dalam konsep qath'iy-zhanniy