cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal AgroBiogen
Published by Kementerian Pertanian
ISSN : 19071094     EISSN : 25491547     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal AgroBiogen memuat artikel primer dan sekunder hasil penelitian bioteknologi dan sumberdaya genetik tanaman, serangga, dan mikroba pertanian. Jurnal ini diterbitkan tiga kali setahun pada bulan April, Agustus dan Oktober oleh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2016): Juni" : 9 Documents clear
Evaluasi dan Identifikasi Marka Penanda Gen Ketahanan Penyakit Hawar Daun Bakteri pada Padi Lokal Sulawesi Selatan Siti Yuriyah; Siti Nurani; Dwinita W. Utami; Tiur S. Silitonga
Jurnal AgroBiogen Vol 12, No 1 (2016): Juni
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jbio.v12n1.2016.p11-20

Abstract

Salah satu faktor pembatas produksi padi, di Sulawesi Selatan khususnya, adalah serangan penyakit hawar daun bakteri(HDB) yang disebabkan oleh Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo). Upaya yang dipandang efektif untuk mengendalikanpenyakit HDB adalah penanaman varietas tahan. Perakitan varietas padi dengan menggunakan gen-gen tahan dari berbagaikultivar berpeluang menghasilkan varietas tahan HDB. Kultivar lokal berperan sebagai salah satu sumber keragaman genetikuntuk beberapa sifat ketahanan penyakit. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dan mengidentifikasi marka penanda genketahanan penyakit hawar daun bakteri pada padi lokal Sulawesi Selatan berdasarkan sistem standar diferensial dan analisismolekuler. Analisis uji ketahanan fenotipe dilakukan menggunakan tiga ras HDB (ras III, IV, dan VIII) dan galur diferensial(galur IRBB). Analisis genotipe dilakukan menggunakan marka molekuler terkait ketahanan terhadap HDB yang ditampilkansebagai dendrogram keragaman. Analisis asosiasi dilakukan dengan analisis gabungan (U-joint) menggunakan generalizedlinear model (GLM). Hasil pengujian ketahanan menunjukkan galur isogenik dengan gen tunggal (IRBB 5, IRBB 7, dan IRBB21), galur isogenik dengan multipel gen (IRBB 50, IRBB 52, IRBB 53, IRBB 54, IRBB 56, IRBB 58, IRBB 64, dan IRBB 66), danaksesi Ase Andele bersifat tahan terhadap ketiga ras uji. Dari uji asosiasi, diperoleh satu marka signifikan yang berasosiasidengan ketahanan terhadap ras III (Xa26-STS2), empat marka signifikan berasosiasi dengan ketahanan terhadap ras IV (Xa1-STS15, Xa4-STS44, xa13-STS51, dan Xa21-STS6), dan dua marka signifikan berasosiasi dengan ketahanan terhadap ras VIII(Xa7-STS57 dan RM 20589).
Analisis Molekuler dan Uji Daya Hasil Galur-galur BC2F8 Padi Pup1 Prasetiyono, Joko; Tasliah, Tasliah; Hidayatun, Nurul; Suhartini, Tintin; Soemantri, Ida H.
Jurnal AgroBiogen Vol 12, No 1 (2016): Juni
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jbio.v12n1.2016.p1-10

Abstract

Perbaikan varietas padi untuk daerah yang memiliki masalah ketersediaan fosfor (P) sangat penting dilakukan. Lokus Pup1sebagai lokus yang berisi gen-gen yang berperan dalam penangkapan P telah dipetakan dengan baik dan marka untuk seleksinyatelah dibuat. Berdasarkan penelitian sebelumnya, telah diperoleh galur BC2F8 persilangan Dodokan × Kasalath (DK),Dodokan × NIL-C443 (DN), Situ Bagendit × Kasalath (SK), Situ Bagendit × NIL-C443 (SN), Batur × Kasalath (BK), dan Batur ×NIL-C443 (BN). Penelitian ini bertujuan menganalisis galur-galur BC2F8 secara molekuler dan mengevaluasi potensi hasil galurgalurtersebut pada kondisi lapang yang berbeda. Penelitian berlangsung mulai bulan November 2013 s.d. Juni 2014. Penelitianmolekuler dilakukan di BB Biogen, Indonesia dan IRRI, Filipina, sedangkan penelitian lapang dilakukan di KP Taman Bogo,Lampung dan lahan petani di Sukabumi, Jawa Barat. Berdasarkan analisis molekuler, diperoleh hasil seluruh galur BC2F8mengandung lokus Pup1, namun ada tiga galur (B5-SK5, B9-SN2, dan C9-BN2) yang mengandung lokus Pup1 dalam kondisiheterozigot. Susunan genom sebagian besar galur Pup1 masih mengikuti susunan genom tetuanya, kecuali B7-SK7, C10-BN3,dan C11-BN4. Galur B1-SK1, B2-SK2, B3-SK3, B4-SK4, B6-SK6, B9-SN2, C4-BK4, C7-BK7, dan C12-BN5 memiliki bobot ubinanlebih banyak dibanding dengan tetua pemulihnya (Situ Bagendit atau Batur) pada kondisi P kurang atau cukup tersedia. GalurB6-SK6 dan C12-BN5 memiliki bobot ubinan lebih banyak dibanding dengan tetua pemulihnya dan varietas cek (Inpago 7 atauInpago 8) pada kondisi P kurang tersedia. Galur-galur tersebut dapat digunakan untuk uji multilokasi.
Evaluasi Sifat Daya Tembus Akar dan Identifikasi Mutan Stabil pada Populasi Penanda Aktivasi Ma'sumah, Ma'sumah; Santoso, Tri J.; Trijatmiko, Kurniawan R.
Jurnal AgroBiogen Vol 12, No 1 (2016): Juni
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jbio.v12n1.2016.p21-28

Abstract

Cekaman kekeringan merupakan salah satu faktor pembatas penting dalam peningkatan produksi padi di Indonesia.Perakitan varietas unggul padi toleran kekeringan diperlukan untuk menjawab tantangan tersebut. Beberapa galur padiNipponbare transgenik yang membawa penanda aktivasi telah dihasilkan pada penelitian sebelumnya. Tujuan penelitian iniadalah mengevaluasi daya tembus akar dan stabilitas elemen Ds pada galur-galur penanda aktivasi generasi T1. Bahan yangdigunakan dalam penelitian ini adalah benih T1 47 galur transgenik, varietas cek toleran kekeringan (Cabacu dan IRAT112),dan varietas cek peka (IR64 dan Nipponbare tipe liar). Benih T1 ditapis terlebih dahulu dengan perkecambahan pada larutanherbisida Basta untuk mengeliminasi individu yang tidak membawa elemen penanda aktivasi. Daya tembus akar dievaluasimenggunakan lapisan lilin sebagai tiruan lapisan tanah yang padat dan keras (hardpans). Keberadaan gen bar dan ketiadaangen hpt yang dideteksi dengan PCR digunakan untuk mengidentifikasi mutan-mutan stabil. Dari 47 galur yang diuji, 38 galurmenunjukkan daya tembus akar yang lebih baik daripada Nipponbare non transforman. Analisis PCR mengidentifikasi empatmutan stabil, yaitu M-Nip-12.12, M-Nip-19.8, M-Nip-19.9, dan M-Nip-20.13. Satu mutan stabil, M-Nip-20.13, menunjukkan dayatembus akar yang lebih baik daripada varietas cek toleran. Mutan ini menjadi kandidat yang baik untuk isolasi gen tolerankekeringan.
Pra-pemuliaan Aneka Kacang dalam Mendukung Proses Pemuliaan untuk Perakitan Varietas Unggul Baru Asadi, Asadi; Lestari, Puji; Dewi, Nurwita
Jurnal AgroBiogen Vol 12, No 1 (2016): Juni
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jbio.v12n1.2016.p51-62

Abstract

AbstrakPra-pemuliaan aneka kacang dalam mendukung proses pemuliaan untuk perakitan varietas unggul baru. Asadi, Puji Lestari dan Nurwita Dewi. Aneka kacang merupakan komoditas tanaman pangan yang menempati posisi strategis ditinjau dari aspek ekonomi, pangan dan gizi di dunia termasuk Indonesia. Namun kondisi cekaman biotik dan abiotik menuntut perakitan varietas unggul dengan memanfaatkan secara optimal plasma nutfah atau sumber daya genetik (SDG) aneka kacang melalui pemuliaan. Dalam reviu ini disampaikan tentang bagaimana memanfaatkan koleksi SDG aneka kacang secara optimal dan pemuliaannya dalam rangka perbaikan varietas, dan pra-pemuliaan yang berperan dalam menjembatani koleksi SDG sebagai sumber gen dengan aktivitas pemuliaan termasuk aspek genomiknya termasuk di Indonesia. Untuk lebih mengoptimalkan pemanfaatan SDG, perlu dibuat koleksi inti (core collection) yaitu dengan cara mengkarakterisasi dan mengevaluasi ketahanan/toleransinya terhadap sifat-sifat penting. Untuk menghadapi tantangan perubahan iklim, pra-pemuliaan dititikberatkan untuk mencari sumber gen yang tahan/toleran terhadap cekaman abiotik dan biotik. Berbagai aksesi aneka kacang yang dikoleksi dalam bank gen telah dilaporkan toleran  terhadap cekaman abiotik (kekeringan, kerendaman, keracunan aluminium dan salinitas tinggi) dan tahan terhadap cekaman biotik. SDG dengan karakter penting yang sudah teridentifikasi akan lebih mudah diakses dan diberdayakan sebagai sumber gen dalam perakitan varietas baru, sehingga akan memperkaya karakter penting pada varietas unggul yang dilepas. Kemajuan genomik pada aneka kacang berkembang pesat tidak hanya di kedelai namun juga di kacang hijau, kacang merah, kacang gude, kacang, tanah, chickpea (Cicer arietinum), kacang buncis dan lainnya. Marka berbasis genom dan platform genotyping SNP dengan high throughput menjadikan teknologi ini menjadi harapan dalam membantu program pemuliaan aneka kacang. Kemajuan dalam aspek pengelolaan dan pemanfaatan SDG, biologi molekuler dan bioteknologi esensial untuk mencapai keberhasilan final dalam pemuliaan terutama di Indonesia. Karena itu, pra-pemuliaan merupakan kegiatan penting untuk menyambungkan pengelolaan SDG aneka kacang dengan  program pemuliaannya.
Pola Segregasi Ketahanan Populasi F2 Padi Ciherang/Swarnalata terhadap Wereng Batang Cokelat Slamet Slamet; Ahmad Warsun
Jurnal AgroBiogen Vol 12, No 1 (2016): Juni
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jbio.v12n1.2016.p29-36

Abstract

Wereng batang cokelat (WBC, Nilaparvata lugens Stål) merupakan hama yang menurunkan produktivitas padi secarasignifikan di Indonesia. Penanaman varietas tahan merupakan cara yang mudah, murah, efektif, ramah lingkungan, dansesuai dengan konsep pengendalian hama terpadu sehingga pemulia berupaya mengembangkan varietas tahan WBC.Penelitian bertujuan menguji ketahanan varietas padi untuk pemilihan calon tetua persilangan, menguji metode evaluasiketahanan terhadap WBC pada individu tanaman untuk melengkapi metode yang telah ada, dan mempelajari segregasipopulasi persilangan dari tetua terpilih. Penapisan ketahanan dua belas varietas padi diferensial dan unggul menggunakanteknik skrining massal baku dalam bak benih menunjukkan bahwa Ciherang/Swarnalata secara berurutan konsisten rentandan tahan terhadap WBC populasi Klaten (Jawa Tengah) dan Banyuwangi (Jawa Timur) sehingga dipilih sebagai tetuapersilangan. Metode evaluasi ketahanan tanaman yang ditanam dan diinfestasi dengan nimfa WBC secara individual pada tigapopulasi simulasi persilangan Ciherang/Swarnalata berhasil menentukan pola segregasi ketahanan pada populasi tersebutsesuai dengan komposisi campuran benih tahan dan rentan, yaitu 3 : 1 atau 1 : 3 dengan asumsi pola pewarisan secaraberurutan monohibrid dominan atau resesif pada F2 dan komposisi 1 : 1 dengan asumsi pola pewarisan dominan pada BC1F2.Evaluasi ketahanan 125 tanaman F2 hasil persilangan Ciherang/Swarnalata terhadap WBC populasi Klaten menggunakanteknik pengujian secara individual menunjukkan bahwa tanaman populasi tersebut bersegregasi dengan rasio 3 : 1 yangmenunjukkan bahwa ketahanan varietas Swarnalata dikendalikan oleh satu gen mayor yang bersifat dominan penuh.Tanaman F2 yang tahan perlu dideteksi dengan marka molekuler untuk memastikan adanya introgresi gen ketahanan daritetua donor dan diuji ketahanannya pada generasi lanjut.
Back Matter Vol 12 No 1 Jurnal Agrobiogen
Jurnal AgroBiogen Vol 12, No 1 (2016): Juni
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jbio.v12n1.2016.p%p

Abstract

Embriogenesis Somatik Tidak Langsung pada Tanaman Sagu (Metroxylon sagu Rottb.) Menggunakan Sistem Kultur Suspensi, Perendaman Sesaat, dan Media Padat Imron Riyadi; Darda Efendi; Bambang S. Purwoko; Djoko Santoso
Jurnal AgroBiogen Vol 12, No 1 (2016): Juni
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jbio.v12n1.2016.p37-44

Abstract

Metode kultur in vitro yang tepat akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi pada proses penggandaan kalus dan induksiembriogenesis somatik. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas tiga metode kultur jaringan, yaitu sistem kultursuspensi, sistem perendaman sesaat (SPS) atau temporary immersion system (TIS), dan media padat, untuk proliferasi kalusdan pembentukan embrio somatik secara tidak langsung pada tanaman sagu “Alitir” yang berasal dari Merauke, Papua. Bahantanaman atau eksplan awal yang digunakan adalah kalus remah hasil induksi dari kultur meristem pucuk tunas anakan sagu.Kalus tersebut dikulturkan pada media Murashige dan Skoog (MS) modifikasi dengan penambahan 2,4-D 5,0–15,0 mg/l dikombinasikandengan kinetin 0,1 mg/l menggunakan ketiga metode kultur sehingga terdapat dua belas kombinasi perlakuan.Hasil penelitian menunjukkan bobot segar kalus tertinggi sebesar 12,0 g/bejana dicapai pada metode kultur suspensi denganpenambahan 2,4-D 15,0 mg/l dikombinasikan dengan kinetin 0,1 g/l. Perolehan jumlah embrio somatik tertinggi dicapai padametode kultur suspensi dengan penambahan 2,4-D 5,0 mg/l dikombinasikan dengan kinetin 0,1 g/l sebesar 384,7 buah/bejana.Daya hidup kultur sagu terbaik dan tertinggi (100%) diperoleh pada metode kultur suspensi pada semua perlakuankonsentrasi 2,4-D. Selama proses induksi embrio somatik, terjadi perubahan warna kalus dari sebagian besar kekuninganmenjadi krem dan putih-kekuningan.
Embriogenesis Somatik Mangga Varietas Madu dengan Eksplan Nuselar Yati Supriati; Mia Kosmiatin; Ali Husni; Karsinah Karsinah
Jurnal AgroBiogen Vol 12, No 1 (2016): Juni
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jbio.v12n1.2016.p45-50

Abstract

Perbanyakan bibit mangga umumnya dilakukan melalui teknik sambung pucuk agar laju pertumbuhan dan panen lebih cepat.  Varietas mangga madu sering digunakan sebagai batang bawah karena selain memiliki sifat perakaran yang kuat dalam menopang bagian atas, juga mempunyai daya gabung yang baik  dengan varietas mangga yang lain. Kendala yang dihadapi adalah rendahnya ketersediaan batang bawah mangga  Madu,  karena pohon induk yang ada  selain sudah tua, jumlahnya sangat terbatas.  Mikropropagasi tanaman melalui embriogenesis somatik diharapkan dapat membantu perbanyakan batang bawah Madu secara cepat, seragam dan dalam jumlah tak terbatas.  Penelitian berlangsung dari bulan januari sampai dengan November 2015, di Laboratorium Kultur Jaringan BB Biogen. Tujuan penelitian ini  adalah untuk mendapatkan metode terbaik dalam memproduksi kalus dan tunas in vitro sebagai bahan pembentuk planlet.  Percobaan terdiri dari 2 kegiatan yaitu 1)  Penghambatan oksidasi fenol pada eksplan mangga Madu,  dan 2) Induksi pembentukan kalus embriogenik dari jaringan nuselar.  Percobaan disusun berdasarkan Rancangan Acak Lengkap dengan enam ulangan. Parameter yang diamati untuk kegiatan pertama yaitu saat terjadi pencoklatan, intensitas pencoklatan,  dan persentase eksplan mati. Untuk kegiatan kedua, parameter yang diamati adalah waktu inisiasi kalus, persentase eksplan membentuk kalus, tipe kalus (embriogenik dan non embriogenik), bobot kalus, dan  jumlah embrio somatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: a).  Dari empat perlakuan yang diuji, ternyata perendaman dengan Potasium nitrat 0.125% selama 1 menit, lalu ditanam pada media MS yang diberi Arang aktif 0.3% merupakan perlakuan yang terbaik untuk membantu pengurangi oksidasi phenol. Induksi kalus dengan menggunakan eksplan nuselar  menunjukkan persentase eksplan menjadi kalus mencapai 50% persen, pada media MS yang diberi Thidiazuron 0.4 mg/l.   Induksi kalus  mulai terjadi pada minggu ke 3-6 setelah tanam.  Formulasi yang terbaik untuk pertumbuhan kalus adalah    media 1/2MS yang ditambah  kombinasi  BAP 2mg/l dan 2,4D 1mg/ dan diberi AgNO3 3mg/l serta arang aktif 0.3%. Struktur kalus lebih banyak bersifat remah dan berwarna putih. Dari perkembangan kalus, terbentuk struktur embrio somatik globular, hati, torpedo sampai kecambah. 
Front Matter JA Vol 12 No 1 Jurnal Agrobiogen
Jurnal AgroBiogen Vol 12, No 1 (2016): Juni
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jbio.v12n1.2016.p%p

Abstract

Page 1 of 1 | Total Record : 9