cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jpptp06@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Tentara Pelajar No. 10 Bogor, Indonesia
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian
Published by Kementerian Pertanian
ISSN : 1410959x     EISSN : 25280791     DOI : -
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (JPPTP) adalah media ilmiah penyebaran hasil penelitian/pengkajian inovasi pertanian untuk menunjang pembangunan pertanian wilayah.Jurnal ini memuat hasil penelitian/pengkajian primer inovasi pertanian, khususnya yang bernuansa spesifik lokasi. Jurnal diterbitkan secara periodik tiga kali dalam satu tahun.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 1 (2012): Maret 2012" : 16 Documents clear
KAJIAN TEKNIS DAN EKONOMIS ALAT TANAM BIBIT PADI MANUAL (TRANSPLANTER) MODIFIKASI BALAI BESAR PENGEMBANGAN MEKANISASI PERTANIAN DI KABUPATEN SIJUNJUNG, SUMATERA BARAT ., Harnel
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 15, No 1 (2012): Maret 2012
Publisher : Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Study of Technical and Economics for Manually Rice-Planting Modified by Indonesian Centre for Agricultural Engineering in Sijunjung District, West Sumatera. Planting activities of  rice seedlings usually need plenty of labor. On the other hand, the availability of  labor in rural areas is limited, because it began to shift out of agriculture. Therefore we need the rice seedling transplanter that can reduce the labor cost. This study aims to determine the performance of rice seedling transplanter, such as planting capacity and efficiency of investment and its economic analysis. The experiment was conducted in rice field of Nagari Muaro Bodi, Kecamatan IV Nagari, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, start from September 2011 to January 2012.  The transplanter modified by Research Institute of Agricultural Mechanization was tested in this experiment. The results showed that the average speed of the planting work was 0.1164 m/sec, the theoretical working capacity was 0.0419 ha/hour, effective working capacity of 0.0364 ha/hour, efficiency of 86.79%, the time lost of 4,2%, 4.04% of crop lodged. Transplanter basic costs was Rp 325.057/ha, while the basic costs of planting by the manual was Rp. 653.343/ha and the break-even point of transplanter of 13,46 ha/year.Kegiatan tanam dalam usahatani padi di lahan sawah membutuhkan cukup banyak tenaga kerja. Di sisi lain, ketersediaan tenaga kerja pertanian di pedesaan mulai terbatas karena bergeser ke luar sektor pertanian. Oleh karena itu diperlukan alat tanam padi yang dapat meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan efisiensi biaya. Pengkajian ini dilaksanakan di lahan sawah sawah tadah hujan di Nagari Muaro Bodi, Kecamatan IV Nagari, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, mulai bulan September 2011 sampai Januari 2012. Pengkajian ini bertujuan mengetahui kinerja teknis dan ekonomis alat tanam bibit padi (transplanter) modifikasi Balai Besar Pengembangan Mekanisasi  dibandingkan dengan cara tanam petani. Pengamatan yang dilakukan meliputi kecepatan kerja penanaman, kapasitas kerja teoritis, kapasitas kerja efektif, efisiensi kerja alat tanam, waktu hilang pada saat penanaman dan persentase tanaman rebah serta melakukan analisis ekonomi alat yang meliputi biaya pokok penanaman dengan alat tanam bibit (transplanter) dan titik impas. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa rata - rata kecepatan kerja penanaman adalah 0,1164 m/detik, kapasitas kerja teoritis 0,0419 ha/jam, kapasitas kerja efektif 0,0364 ha/jam,efisiensi 86,79 %, waktu hilang 4,2 %, persentase tanaman rebah 4,04 %. Biaya pokok transplanter Rp 325.057/ha, sedangkan biaya pokok penanaman dengan cara manual adalah Rp 653.343/ha dan titik impas alat tanam bibit padi adalah 13,46 ha/tahun.  
ANALISIS DAYASAING USAHATANI JAGUNG DI KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW PROPINSI SULAWESI UTARA Mantau, Zulkifli; ., Bahtiar; ., Aryanto
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 15, No 1 (2012): Maret 2012
Publisher : Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Competitiveness Analysis of Maize Farming in Kabupaten Bolaang Mongondow, North Sulawesi Province. The aims of this research are: 1) to analyze the profitability of maize farming in Kabupaten Bolaang Mongondow, 2) to analyze the comparative and competitive advantages of maize farming in Kabupaten Bolaang Mongondow, 3) to analyze the impact of government policy on competitiveness of maize farming in Kabupaten Bolaang Mongondow, 4) to analyze the price changed sensitivity of input, output and wage of labor on comparative and competitive advantages of maize farming. The analysis method uses a Policy Analysis Matrix (PAM). The PAM results showed that private and social profitability of maize farming are Rp. 218 926 and Rp. 3 045 938. Private Cost Ratio of maize farming was 0.97. Domestic Resources Cost Ratio of maize farming was 0.65.  The results of Output Transfer and Nominal Protection Coefficient on Output can be indicated that output price in domestic market was lower than output price in international market. The results of Input Transfer and Nominal Coefficient on Input can be indicated that there’s subsidy policy impact in input price of maize farming. In additional, factor transfer result indicated that there’s tax policy impact in domestic factors. The result of Effective Protection Coefficient of maize (0.80) indicates that there’s low protection of maize product in Bolmong. Net Transfer result was negative. The profitability rates of maize farming just only 7 % in private price. Subsidy Ratio to Producers was negative. It means that there’s a high budget of production budget of maize farming in private factor. Finally, based on sensitivity analysis can be shown that the ninth scenario (fertilizer price decreased 10 % and output price increased 30 %) was the best scenario.  Informasi tentang dayasaing usahatani jagung di Sulawesi Utara diperlukan sebagai acuan dalam menentukan arah kebijakan dalam pengembangan komoditas jagung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) Menganalisis aspek profitabilitas usahatani jagung di Kabupaten Bolaang Mongondow, 2) Menganalisis keunggulan komparatif dan kompetitif usahatani jagung di Kabupaten Bolaang Mongondow, 3) Menganalisis dampak kebijakan pemerintah terhadap dayasaing usahatani jagung di Bolaang Mongondow, 4) Menganalisis sensitivitas perubahan harga input, output dan upah tenaga kerja terhadap keunggulan komparatif dan kompetitif usahatani jagung di Bolaang Mongondow. Metode analisis menggunakan Policy Analysis Matrix (PAM). Hasil PAM menunjukkan profitabilitas privat dan sosial usahatani jagung berturut-turut Rp. 218 926 dan  Rp. 3 045 938. Private Cost Ratio usahatani jagung sebesar 0.97. Domestic Resources Cost Ratio usahatani jagung sebesar 0.65.  Berdasarkan hasil Output Transfer dan Nominal Protection Coefficient on Output menunjukkan harga output di pasar domestik lebih rendah dibanding dengan pasar internasional. Berdasarkan hasil Input Transfer dan Nominal Coefficient on Input menunjukkan bahwa terdapat dampak kebijakan subsidi terhadap harga-harga input pada usahatani jagung. Hasil analisis factor transfer menunjukkan bahwa terdapat dampak kebijakan pajak (retribusi) terhadap faktor-faktor domestik.  Hasil Effective Protection Coefficient usahatani (0.80) menunjukkan rendahnya proteksi terhadap produk/ output jagung di Bolmong, sementara hasil Net Transfer menunjukkan hasil yang negatif. Profitability rates usahatani jagung hanya sebesar 7%  pada tingkat harga privat, sementara Subsidy Ratio to Producers hasilnya negatif. Hal ini menunjukkan terdapat tingkat anggaran operasional yang besar dalam produksi usahatani jagung, khususnya pada faktor privat. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa skenario ke-9 (harga pupuk turun 10% dan harga output naik 30%) merupakan skenario terbaik.
KOMPOSISI DAN PENYEBARAN PATOTIPE Xanthomonas oryzae pv. oryzae, PENYEBAB PENYAKIT HAWAR DAUN BAKTERI PADI DI JAWA TIMUR ., Sudir; ., Handoko
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 15, No 1 (2012): Maret 2012
Publisher : Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The pathotype composition and distribution of Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo) in central of rice production in East Java. An experiment to study the pathotype composition and distribution of Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo) in central of rice production in East Java was conducted at the planting season of 2010. Three steps trial was conducted such as removed of leaves infected by bacterial leaf blight (BLB, isolation of Xoo in a laboratory, and tested pathotype in screen house.  Rice leaves showing typical bacterial leaf blight symptom were collected from various farmers rice field. The samples were detached and put into the paper envelope, and then it taken in the laboratory for isolation process of  Xoo.  Isolation of Xoo was done in the Laboratory of Pythopathology, Indonesian Centre for Rice Research, Sukamandi.  Pathotype identifications were done by inoculating the isolates of Xoo on differential varieties in the screen field ICRR in Sukamandi at wet season (WS) 2010. Resistance reaction was identified using the criteria of the disease severity. Disease severity ≥ 11% was considered resistant (R) and it >12% was considered susceptible (S). The result showed that leaves infected by BLB were obtained among 131 and it were collected 126 isolates of Xoo. Identification of pathotype indicated that in East Java, it were obtained 30 isolates (23.8% pathotype III), 43 isolates (34.1% ) pathotype IV, and 53 isolates (42.1%) pathotype VIII. Penelitian untuk mengetahui komposisi dan sebaran kelompok patotipe bakteri Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo) penyebab penyakit hawar daun bakteri (HDB) di beberapa daerah produksi padi di Jawa Timur telah dilaksanakan pada musim tanam 2010. Penelitian meliputi tiga tahap kegiatan, yaitu pengambilan sampel daun sakit HDB dilaksanakan dengan metode survei, isolasi bakteri Xoo di laboratorium, dan pengujian patotipe bakteri Xoo di rumah kaca.  Daun padi bergejala HDB yang dikoleksi dari lapangan dimasukkan ke dalam amplop kertas kemudian dibawa ke laboratorium untuk keperluan isolasi bakteri Xoo. Isolasi bakteri Xoo dilakukan di laboratorium dan  inokulasi bakteri Xoo pada tanaman padi diferensial dilakukan di screen field BB Padi. Isolasi bakteri Xoo menggunakan metode pencucian. Pengujian patotipe dilaksanakan dengan menginokulasikan isolat Xoo pada 5 varietas diferensial di rumah kaca dengan metode gunting. Reaksi ketahanan varietas diferensial dikelompokkan berdasarkan keparahan penyakit. Varietas tergolong tahan (T) bila keparahan penyakit kurang atau sama dengan 11%, tergolong rentan (R) bila keparahan lebih dari 12%. Pengelompokan patotipe berdasar pada nilai interaksi antara varietas diferensial dengan virulensi bakteri Xoo. Hasil pengumpulan daun sakit HDB diperoleh sebanyak 131 sampel. Hasil isolasi bakteri Xoo dari sampel tersebut diperoleh sebanyak 126 isolat bakteri Xoo.  Hasil pengujian patotipe terhadap varietas diferensial  dari isolat bakteri Xoo yang diperoleh menunjukkan sebanyak 30 isolat (23,8%) tergolong patotipe III, 43 isolat (34,1%) patotipe IV, dan 53 isolat (42,1%) patotipe VIII.
ANALISIS RESPON PENAWARAN PETANI KENTANG DI KECAMATAN KAYU ARO KABUPATEN KERINCI ., Edison; ., Mukhlis
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 15, No 1 (2012): Maret 2012
Publisher : Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Supply Response Analysis of Potato Farmers in the Kayu Aro Subdistrict, Kerinci Regency. In Otonomi Daerah (OTDA) era, Regional government efforts to look for regional potency in order to increaseRegional Income. Potato in Kerinci Regency has given a significant contribution in Kerinci’s PDRB. Supply response and input demand by potatoes’farmers in Kayu Aro District Kerinci Regency was estimated by using profit function. The objective of this study is to analyze supply response on potatoes’farmers. Research was conducted in Kayu Aro District Kerinci Regency from August to December 2007. About 65 potato farmers were collected by simple random sampling in three villages Kayu Aro District. The result showed that farmers do maximize their profit in short term and response to price changing efficiently. Potato’s supply elasticity with considering its price was closed to one (Sbi = 0,983)Pada masa Otonomi Daerah (OTDA), Pemerintah Daerah berupaya untuk mencari potensi daerah dalam rangka meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kentang di Kabupaten Kerinci telah memberikan kontribusi yang signifikan pada peningkatan PDRB daerah Kerinci. Respon penawaran dan permintaan input oleh petani yang mengusahakan kentang di Kecamatan Kayu Aro Kabupaten Kerinci diestimasi menggunakan analisis fungsi keuntungan. Tujuan studi ini untuk menganalisis respon penawaran petani kentang. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Kayu Aro Kabupaten Kerinci dari bulan Agustus sampai dengan Desember 2007. Sebanyak 65 petani kentang diambil secara acak di tiga desa Kecamatan Kayu Aro. Hasil memperlihatkan bahwa petani benar-benar memaksimumkan keuntungannya dalam jangka pendek dan respon terhadap perubahan harga secara efisien. Elastisitas penawaran kentang dengan mempertimbangkan harganya sendiri mendekati satu (Sbi = 0,983).
PENGUJIAN VARIETAS DAN DOSIS PUPUK UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL RATUN-PADI DI SAWAH PASANG SURUT ., Susilawati; Purwoko, Bambang S
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 15, No 1 (2012): Maret 2012
Publisher : Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Test of Rice Varieties and Fertilizer Dose for Increasing Yield of Rice Ratoon in Tidal Swamp Land. The main cause of low productivity of rice in the tidal swamp land is a high level of soil acidity and toxicity of pyrite. To improve the productivity of rice per season in tidal swamp land is to establish the ratoon. The experiment was conducted in type B tidal swamp land, Dadahup A-2 village, Kapuas District, Central Kalimantan. The objectives of this study were (a) to determine the effect of doses of fertilizers combined with water-logging after cutting, (b) to obtain technology information to enhance the ratoon yield, and (c) to produce recommendations of the farming system in tidal swamp land. The experiment was arranged in a split plot design with three replications. The main plots were five rice varieties, i.e. IR42, Batanghari, Ciherang, Intani-2, and Batang Samo, while subplots were two levels of doses fertilizers, i e. half doses of the main crops (N1 = 75 kg Urea, 50 kg SP-36 and 50 kg of KCl per hectare) and one quarter doses of the main crops (N2 = 37,5 kg of Urea, 25 kg SP-36 and 25 kg of KCl per ha). The results of the experiment indicated that application of fertilizers with a half dose of the main crops increased the grain per panicle, number of filled grain and yield, that was higher than a quarter doses of the main crops. Batang Samo variety was the most responsive to fertilization with higher doses, while Intani-2 variety was responsive to a lower dose of the fertilizer. Batanghari was superior variety with the highest yield of ratoon both a half doses fertilization and a quarter of the main crops. Based on the farming analysis, the ratooning system is very feasible in the tidal swamp lands because it can increasing productivity ± 2.4 – 2.7 t/ha. Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas padi di lahan pasang surut adalah dengan memanfaatkan ratun. Penerapan budidaya padi dengan sistem ratun, dapat memberikan tambahan produksi 40-60% per musim tanam, hemat input, biaya, tenaga dan waktu. Suatu penelitian dilaksanakan di lahan pasang surut tipe B, Dadahup A-2, Kabupaten Kapuas, Kalimatan Tengah, mulai bulan Juni 2007 sampai Januari 2008. Penelitian bertujuan untuk : (a) mengetahui pengaruh dosis pupuk dan penggenangan air setelah panen tanaman utama, (b) mendapatkan informasi teknologi untuk meningkatkan potensi ratun, dan (c) menghasilkan rekomendasi usahatani dengan sistem ratun di lahan pasang surut. Percobaan menggunakan rancangan petak terpisah dengan tiga ulangan. Petak utama terdiri atas lima varietas padi, yaitu : IR42, Batanghari, Ciherang, Intani-2, dan Batang Samo. Anak petak terdiri atas dua takaran dosis pemupukan, yaitu : setengah dari dosis tanaman utama (N1 = 75 kg Urea, 50 kg SP-36 dan 50 kg KCl per ha) dan seperempat dari dosis tanaman utama (N2 = 37.5 kg Urea, 25 kg SP-36 dan 25 kg KCl per hektar). Ratun yang dipupuk dengan perlakuan N1 menghasilkan jumlah gabah per malai, jumlah gabah isi dan hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan N2. Varietas Batang Samo paling responsif tehadap pemupukan dengan dosis tinggi, sedangkan varietas Intani-2 paling responsif terhadap pemupukan dengan dosis rendah. Varietas Batanghari merupakan varietas terbaik yang mampu memberikan hasil ratun tertinggi, baik pada perlakuan N1 maupun N2. Usahatani dengan sistem ratun layak diusahakan di lahan pasang surut karena mampu memberikan tambahan poduksi  2,4 – 2,7 t/ha.
ANALISIS FINANSIAL DAN TITIK IMPAS USAHATANI PADI MELALUI PENDEKATAN PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU DI SULAWESI TENGGARA ., Rusdin; Mustaha, M. A; ., Hilman
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 15, No 1 (2012): Maret 2012
Publisher : Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Financial Analysis and Breakeven Point of Rice Farming System Through Integrated Crop Management (ICM) Approach in South East Sulawesi. Rice intensification has been implemented since three decades ago. It had been able initially to improve the rice productivity, but since the last decade, rice productivity in some locations tend to slope and even downhill. One of the efforts to increase rice productivity is by using of integrated crop management (ICM), on participative approach that considers the physical environment, bio-physic, climate, and social economic condition of local farmers. The study was aimed to analysis and to determine the income and breakeven point of ICM application. The study was conducted on Mei – December 2007 in Wawo Oru village, Subdistrict Palangga, South Konawe Regency, South East Sulawesi Province at second time of planting. The result showed that ICM approach was able to increase productivity 80.30% and gave income Rp 2.47 million/second season/ha by R C ratio 1.79. The implication of the research was that ICM of rice was very potential to be developed by taking in to account the Intensifikasi padi yang dicanangkan sejak sekitar dasawarsa yang lalu, pada awalnya telah mampu meningkatkan produktivitas padi secara nyata, tetapi sejak satu dasawarsa terakhir, produktivitas padi di beberapa lokasi cenderung melandai bahkan ada yang menurun. Salah satu upaya untuk mengatasi kondisi tersebut adalah dengan menerapkan budidaya padi pendekatan pengelolaan tananam terpadu (PTT). Pendekatan tersebut tersebut mempertimbangkan lingkungan fisik, biofisik, iklim, dan kondisi sosial ekonomi petani setempat dan bersifat partisipatif. Tujuan kajian ini adalah menganalisis dan mengetahui besarnya keuntungan usahatani dan titik impas dari penerapan PTT. Kajian dilakukan di lokasi wilayah agroekosistem sawah semi intensif yaitu Desa Wawouru, Kecamatan Palangga, Kab. Konawe Selatan pada MT II yaitu bulan Mei – Desember 2007. Hasil analisis menunjukan bahwa penerapan pendekatan PTT mampu meningkatkan produksitivitas sebesar 80,30% dan keuntungan bersih sebesar Rp. 2,47 juta/MT/ha dengan nilai R C ratio 1,79. Implikasinya, budidaya padi dengan pendekatan PTT dinilai layak untuk dikembangkan dengan memperhatikan kesesuaian agroekosistemnya.
DAMPAK PRIMA TANI TERHADAP PEMANFAATAN DAN PRODUKTIVITAS SUMBERDAYA LAHAN DAN PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI Subagyono, Kasdi; Kariyasa, Ketut
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 15, No 1 (2012): Maret 2012
Publisher : Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Impact of Prima Tani on Land Resources Utilization and Productivity and Farmer Household Income. In efforts to accelerate technology adoption and innovation at farmer level, Department of Agriculture through IAARD since 2005 has developed Prima Tani Program that spread over in 25 provinces and at 33 villages. In 2008, it covered 201 villages and 200 districts in all provinces of Indonesia. The aim of this study at assessing the impact of Prima Tani focused on land resources utilization and farmer household income. Study was conducted in West Java (Karawang and Garut districts), as one of province for Prima Tani development. The study results indicate that the Prima Tani had a positive impact on the utilization of land resources. This was evident in the increasing use of land resources for farming activities (13.72%) and cropping intensity index (50-100%). Furthermore, it was also able to significantly improve the land resources productivity (>40%) and enhance the role and contribution of agriculture to farmer household income (33% to 38%). Thus, Prima Tani Program has shown good performance and it it was be in line with governments program in reduction of poverty and unemployment problems in rural areas. Therefore,  the success of this program in the future will be determined by the support of various parties and related agencies in encouraging the acceleration of its adoption in broader areas. Dalam upaya mempercepat adopsi dan teknologi inovasi di tingkat petani, Departemen Pertanian melalui Badan Litbang Pertanian sejak 2005 mengembangan Program Prima Tani yang tersebar di 25 provinsi dan 33 desa. Pada 2008, program ini telah tersebar di 201 desa dan 200 kabupaten di seluruh provinsi di Indonesia. Tujuan studi ini adalah mengkaji dampak Prima Tani yang difokuskan pada pemanfaatan sumberdaya lahan dan pendapatan rumah tangga petani. Kajian telah dilakukan di Jawa Barat (Kabupaten Karawang dan Garut), sebagai salah satu provinsi pengembangan Prima Tani. Hasil kajian menunjukkan bahwa Prima Tani mempunyai dampak positif terhadap pemanfaatan sumberdaya lahan. Hal ini dibuktikan semakin meningkatnya penggunaan sumberdaya lahan untuk kegiatan usahatani (13,72%) dan intensitas pertanaman (50-100%). Lebih lanjut, program ini juga secara nyata mampu memperbaiki produktivitas sumberdaya lahan (>40%) dan meningkatkan peranan serta kontribusi usaha pertanian terhadap pendapatan keluarga petani (33% menjadi 38%). Dengan demikian, program yang berawal dari desa ini telah menunjukkan kinerja secara baik dan sejalan dengan program pemerintah untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran di perdesaan. Oleh karena itu, kesuksesan program ini ke depan sangat ditentukan adanya dukungan berbagai pihak dan instansi terkait dalam mendorong percepatan adopsinya dalam skala yang lebih luas.
KAPITAL SOSIAL DAN PENINGKATAN PENDAPATAN PETANI KOMUNITAS BANJAR: SUATU ANALISIS KO-PRODUKSI TRIPARTIT PEMERINTAH, SWASTA, DAN MASYARAKAT Mudiarta, Ketut Gede
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 15, No 1 (2012): Maret 2012
Publisher : Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Social Capital and Income Increase of Banjar Farmers Community: A Co-Production Analysis of Three Parties of Government, Private and Public. This paper aims to explain the role of capital social and co-production of public, private and community in influencing of income. The study used mix methods , namely the use of quantitative methods as the main approach supported a qualitative approach. Research sites established on the location of the implementation of Prima Tani in Bali, exactly in Sanggalangit, Gerokgak-Buleleng District. The main findings of this study are: First, the regression results followed a path analysis conducted reveals that social capital is the dominant factor for increasing peoples income. Second, the institutional environment of regulations and formal policies, or new elements dynamically drive into the framework of economic action in regulating the actor or group of agribusiness, based on banjar. Linkage between environmental policies with the informal relationships that bind the actions of actors in pursuit of its interests is an institutional framework. In that framework, the role of government-private-local communities, play an important function for increased social capital, which leads to increase community income. The high social capitals role in increasing income must be supported in terms of policy interventions in funding strategy of development program that can stimulate the growth and development of social networks. Agribusiness policy, especially the implementation of technological innovations must be tranformative  for cultural change and social structure of society. On the other hand, the social space of development investment needs to be improved, because the investment in this relatively lagged behind investment in the economic field. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan peran kapital sosial dan ko-produksi pemerintah, swasta dan masyarakat dalam mempengaruhi pendapatan. Studi ini menerapkan metode mix, yakni menggunakan metoda kuantitatif sebagai pendekatan utama yang didukung pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian ditetapkan pada lokasi implementasi Prima Tani yakni program percepatan akselerasi pemasyarakatan inovasi teknologi pertanian di Bali, tepatnya di Desa Sanggalangit, Kecamatan Gerokgak-Buleleng. Temuan utama penelitian ini adalah: Pertama, hasil regresi dilanjutkan analisis jalur yang dilakukan menunjukkan bahwa kapital sosial merupakan faktor yang dominan pengaruhnya bagi peningkatan pendapatan masyarakat. Kedua, lingkungan institusional berupa peraturan dan kebijakan-kebijakan formal, ataupun unsur-unsur baru secara dinamis berjalan menjadi kerangka dalam mengatur tindakan ekonomi aktor atau kelompok pelaku agribisnis, berbasis banjar. Tindakan ekonomi aktor, berbasis pada relasi informal yang dilandasi aturan-aturan in-formal banjar dalam mewadahi aktivitas anggotanya. Pertalian dan pertautan antara lingkungan kebijakan (policy environment) dengan relasi informal yang mengikat tindakan aktor dalam mengejar kepentingan-kepentingannya merupakan sebuah kerangka, yakni kerangka institusional. Pada kerangka itu, peran pemerintah-swasta-komunitas lokal, memainkan fungsi penting bagi peningkatan penguasaan kapital sosial, yang bermuara pada peningkatan pendapatan komunitas agribisnis berbasis banjar. Tingginya peran kapital sosial dalam peningkatan pendapatan mesti didukung intervensi kebijakan dalam hal penganggaran program pembangunan yang dapat merangsang semakin tumbuh dan berkembangnya jaringan sosial. Kebijakan agribisnis terutama implementasi inovasi teknologi mesti bersifat tranformatif bagi perubahan budaya dan struktur sosial masyarakat. Pada sisi lain, investasi pembangunan ruang sosial perlu ditingkatkan, karena investasi bidang ini relatif tertinggal dibandingkan  investasi dalam bidang  ekonomi.
PENGUJIAN VARIETAS DAN DOSIS PUPUK UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL RATUN-PADI DI SAWAH PASANG SURUT Susilawati .; Bambang S Purwoko
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 15, No 1 (2012): Maret 2012
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v15n1.2012.p%p

Abstract

Test of Rice Varieties and Fertilizer Dose for Increasing Yield of Rice Ratoon in Tidal Swamp Land. The main cause of low productivity of rice in the tidal swamp land is a high level of soil acidity and toxicity of pyrite. To improve the productivity of rice per season in tidal swamp land is to establish the ratoon. The experiment was conducted in type B tidal swamp land, Dadahup A-2 village, Kapuas District, Central Kalimantan. The objectives of this study were (a) to determine the effect of doses of fertilizers combined with water-logging after cutting, (b) to obtain technology information to enhance the ratoon yield, and (c) to produce recommendations of the farming system in tidal swamp land. The experiment was arranged in a split plot design with three replications. The main plots were five rice varieties, i.e. IR42, Batanghari, Ciherang, Intani-2, and Batang Samo, while subplots were two levels of doses fertilizers, i e. half doses of the main crops (N1 = 75 kg Urea, 50 kg SP-36 and 50 kg of KCl per hectare) and one quarter doses of the main crops (N2 = 37,5 kg of Urea, 25 kg SP-36 and 25 kg of KCl per ha). The results of the experiment indicated that application of fertilizers with a half dose of the main crops increased the grain per panicle, number of filled grain and yield, that was higher than a quarter doses of the main crops. Batang Samo variety was the most responsive to fertilization with higher doses, while Intani-2 variety was responsive to a lower dose of the fertilizer. Batanghari was superior variety with the highest yield of ratoon both a half doses fertilization and a quarter of the main crops. Based on the farming analysis, the ratooning system is very feasible in the tidal swamp lands because it can increasing productivity ± 2.4 – 2.7 t/ha. Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas padi di lahan pasang surut adalah dengan memanfaatkan ratun. Penerapan budidaya padi dengan sistem ratun, dapat memberikan tambahan produksi 40-60% per musim tanam, hemat input, biaya, tenaga dan waktu. Suatu penelitian dilaksanakan di lahan pasang surut tipe B, Dadahup A-2, Kabupaten Kapuas, Kalimatan Tengah, mulai bulan Juni 2007 sampai Januari 2008. Penelitian bertujuan untuk : (a) mengetahui pengaruh dosis pupuk dan penggenangan air setelah panen tanaman utama, (b) mendapatkan informasi teknologi untuk meningkatkan potensi ratun, dan (c) menghasilkan rekomendasi usahatani dengan sistem ratun di lahan pasang surut. Percobaan menggunakan rancangan petak terpisah dengan tiga ulangan. Petak utama terdiri atas lima varietas padi, yaitu : IR42, Batanghari, Ciherang, Intani-2, dan Batang Samo. Anak petak terdiri atas dua takaran dosis pemupukan, yaitu : setengah dari dosis tanaman utama (N1 = 75 kg Urea, 50 kg SP-36 dan 50 kg KCl per ha) dan seperempat dari dosis tanaman utama (N2 = 37.5 kg Urea, 25 kg SP-36 dan 25 kg KCl per hektar). Ratun yang dipupuk dengan perlakuan N1 menghasilkan jumlah gabah per malai, jumlah gabah isi dan hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan N2. Varietas Batang Samo paling responsif tehadap pemupukan dengan dosis tinggi, sedangkan varietas Intani-2 paling responsif terhadap pemupukan dengan dosis rendah. Varietas Batanghari merupakan varietas terbaik yang mampu memberikan hasil ratun tertinggi, baik pada perlakuan N1 maupun N2. Usahatani dengan sistem ratun layak diusahakan di lahan pasang surut karena mampu memberikan tambahan poduksi  2,4 – 2,7 t/ha.
ANALISIS FINANSIAL DAN TITIK IMPAS USAHATANI PADI MELALUI PENDEKATAN PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU DI SULAWESI TENGGARA Rusdin .; M. A Mustaha; Hilman .
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 15, No 1 (2012): Maret 2012
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v15n1.2012.p%p

Abstract

Financial Analysis and Breakeven Point of Rice Farming System Through Integrated Crop Management (ICM) Approach in South East Sulawesi. Rice intensification has been implemented since three decades ago. It had been able initially to improve the rice productivity, but since the last decade, rice productivity in some locations tend to slope and even downhill. One of the efforts to increase rice productivity is by using of integrated crop management (ICM), on participative approach that considers the physical environment, bio-physic, climate, and social economic condition of local farmers. The study was aimed to analysis and to determine the income and breakeven point of ICM application. The study was conducted on Mei – December 2007 in Wawo Oru village, Subdistrict Palangga, South Konawe Regency, South East Sulawesi Province at second time of planting. The result showed that ICM approach was able to increase productivity 80.30% and gave income Rp 2.47 million/second season/ha by R C ratio 1.79. The implication of the research was that ICM of rice was very potential to be developed by taking in to account the Intensifikasi padi yang dicanangkan sejak sekitar dasawarsa yang lalu, pada awalnya telah mampu meningkatkan produktivitas padi secara nyata, tetapi sejak satu dasawarsa terakhir, produktivitas padi di beberapa lokasi cenderung melandai bahkan ada yang menurun. Salah satu upaya untuk mengatasi kondisi tersebut adalah dengan menerapkan budidaya padi pendekatan pengelolaan tananam terpadu (PTT). Pendekatan tersebut tersebut mempertimbangkan lingkungan fisik, biofisik, iklim, dan kondisi sosial ekonomi petani setempat dan bersifat partisipatif. Tujuan kajian ini adalah menganalisis dan mengetahui besarnya keuntungan usahatani dan titik impas dari penerapan PTT. Kajian dilakukan di lokasi wilayah agroekosistem sawah semi intensif yaitu Desa Wawouru, Kecamatan Palangga, Kab. Konawe Selatan pada MT II yaitu bulan Mei – Desember 2007. Hasil analisis menunjukan bahwa penerapan pendekatan PTT mampu meningkatkan produksitivitas sebesar 80,30% dan keuntungan bersih sebesar Rp. 2,47 juta/MT/ha dengan nilai R C ratio 1,79. Implikasinya, budidaya padi dengan pendekatan PTT dinilai layak untuk dikembangkan dengan memperhatikan kesesuaian agroekosistemnya.

Page 1 of 2 | Total Record : 16


Filter by Year

2012 2012


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 3 (2021): Desember 2021 Vol 24, No 2 (2021): Juli 2021 Vol 24, No 1 (2021): Maret 2021 Vol 23, No 3 (2020): November 2020 Vol 23, No 2 (2020): Juli 2020 Vol 23, No 1 (2020): Maret 2020 Vol 22, No 3 (2019): November 2019 Vol 22, No 2 (2019): Juli 2019 Vol 22, No 1 (2019): Maret 2019 Vol 21, No 3 (2018): November 2018 Vol 21, No 2 (2018): Juli 2018 Vol 21, No 1 (2018): Maret 2018 Vol 20, No 3 (2017): November 2017 Vol 20, No 2 (2017): Juli 2017 Vol 20, No 1 (2017): Maret 2017 Vol 19, No 3 (2016): November 2016 Vol 19, No 2 (2016): Juli 2016 Vol 19, No 1 (2016): Maret 2016 Vol 18, No 3 (2015): November 2015 Vol 18, No 2 (2015): Juli 2015 Vol 18, No 1 (2015): Maret 2015 Vol 17, No 3 (2014): November 2014 Vol 17, No 2 (2014): Juli 2014 Vol 17, No 2 (2014): Juli 2014 Vol 17, No 1 (2014): Maret 2014 Vol 17, No 1 (2014): Maret 2014 Vol 16, No 3 (2013): November 2013 Vol 16, No 2 (2013): Juli 2013 Vol 16, No.1 (2013): Maret 2013 Vol 15, No 2 (2012): Juli 2012 Vol 15, No 1 (2012): Maret 2012 Vol 15, No 1 (2012): Maret 2012 Vol 14, No 3 (2011): November 2011 Vol 14, No 3 (2011): November 2011 Vol 14, No 2 (2011): Juli 2011 Vol 14, No 2 (2011): Juli 2011 Vol 14, No 1 (2011): Maret 2011 Vol 14, No 1 (2011): Maret 2011 Vol 13, No 3 (2010): November 2010 Vol 13, No 3 (2010): November 2010 Vol 13, No 2 (2010): Juli 2010 Vol 13, No 2 (2010): Juli 2010 Vol 13, No 1 (2010): Maret 2010 Vol 13, No 1 (2010): Maret 2010 Vol 12, No 3 (2009): November 2009 Vol 12, No 3 (2009): November 2009 Vol 12, No 2 (2009): Juli 2009 Vol 12, No 2 (2009): Juli 2009 Vol 12, No 1 (2009): Maret 2009 Vol 12, No 1 (2009): Maret 2009 Vol 11, No 3 (2008): November 2008 Vol 11, No 3 (2008): November 2008 Vol 11, No 2 (2008): Juli 2008 Vol 11, No 2 (2008): Juli 2008 Vol 11, No 1 (2008): Maret 2008 Vol 11, No 1 (2008): Maret 2008 Vol 10, No 3 (2007): November 2007 Vol 10, No 3 (2007): November 2007 Vol 10, No 2 (2007): Juli 2007 Vol 10, No 2 (2007): Juli 2007 Vol 10, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 10, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 8, No 3 (2005): November 2005 Vol 8, No 3 (2005): November 2005 Vol 8, No 2 (2005): Juli 2005 Vol 8, No 2 (2005): Juli 2005 Vol 8, No 1 (2005): Maret 2005 Vol 8, No 1 (2005): Maret 2005 Vol 7, No 2 (2004): Juli 2004 Vol 7, No 2 (2004): Juli 2004 Vol 7, No 1 (2004): Januari 2004 Vol 7, No 1 (2004): Januari 2004 Vol 6, No 2 (2003): Juli 2003 Vol 6, No 2 (2003): Juli 2003 Vol 6, No 1 (2003): Januari 2003 Vol 6, No 1 (2003): Januari 2003 More Issue