cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jpptp06@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Tentara Pelajar No. 10 Bogor, Indonesia
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian
Published by Kementerian Pertanian
ISSN : 1410959x     EISSN : 25280791     DOI : -
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (JPPTP) adalah media ilmiah penyebaran hasil penelitian/pengkajian inovasi pertanian untuk menunjang pembangunan pertanian wilayah.Jurnal ini memuat hasil penelitian/pengkajian primer inovasi pertanian, khususnya yang bernuansa spesifik lokasi. Jurnal diterbitkan secara periodik tiga kali dalam satu tahun.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 22, No 2 (2019): Juli 2019" : 11 Documents clear
PENGARUH PUPUK HAYATI DAN PUPUK ORGANIK TERHADAP PRODUKTIVITAS TANAMAN JAGUNG PADA LAHAN BEKAS TAMBANG BOUKSIT Azri Azri
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 22, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v22n2.2019.p238-248

Abstract

Penambangan merupakan salah satu sumber daya alam potensial yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pendapatan daerah. Berbagai jenis tambang yaitu emas, timbel, besi, mangan, seng, bauksit yang tersebar di berbagai kabupaten di Kalimantan Barat. Untuk penambangan bauksit tersebar di Pontianak, Bengkayang, Sanggau, Landak, Ketapang, Sekadau, Kubu Raya dan Kayong Utara. Potensi penambangan bauksit di Kalimantan Barat mencapai 4.376.384,034 ton. Secara umum kegiatan penambangan adalah pembukaan hutan, erosi lapisan tanah, pengerukan dan penimbunan. Keberadaan penambangan bauksit berkontribusi besar terhadap laju degradasi lahan. Lahan bekas tambang dibiarkan sendiri dan menjadi lahan kritis dan kritis dalam bentuk lahan bekas tambang yang tidak dapat berfungsi dengan baik dalam mendukung pertumbuhan tanaman. Penelitian ini dilakukan pada lahan reklamasi tambang bauksit dengan menggunakan pupuk hayati dan pupuk organik yang ramah lingkungan. Perlakuan diuji: 1), pupuk hayati : (M0 tanpa pupuk hayati, M1 (pupuk hayati), 2), bahan organik (B) terdiri dari B1 : 5 ton / ha pupuk kandang, B2 : 10 ton pupuk kandang) dan 3 ), bio urine (U) yaitu : tanpa bio urine (U0) dan U1: bio urine). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesuburan tanah di lokasi penelitian memiliki pH tanah dengan kandungan C-org, N, P, K, Ca dan Mg yang sangat rendah hingga sedang. Sedangkan kandungan logam berat (Pb, Cu, Cd, Hg, Karena, Mn, Fe dan Co) rendah kecuali Zn. Pupuk hayati, pupuk kandang dan bio urine secara signifikan meningkatkan pertumbuhan dan produksi jagung. Pupuk organik menghasilkan 3,16 ton / ha jagung dan pupuk hayati (2,92 / ton / ha).
PEMUPUKAN NPK DAN NITROGEN PADA TANAMAN PADI DI LAHAN SAWAH BERSTATUS P TINGGI DI SUMATERA BARAT Widia Siska; Ismon Lenin
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 22, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v22n2.2019.p189-197

Abstract

Pemupukan merupakan salah satu komponen penting dalam meningkatkan produksi padi sawah. Pemberian pupuk majemuk NPK tetap memerlukan pupuk tunggal untuk periode pertumbuhan tanaman tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh pupuk majemuk NPK dan pupuk tunggal N serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi pada lahan sawah berstatus P-tinggi, dan (2) menentukan perimbangan yang tepat antara pupuk majemuk NPK dengan pupuk tunggal N pada lahan sawah dengan status P-tinggi. Penelitian dilaksanakan di Kota Solok propinsi Sumatera Barat pada bulan November 2012–Juli 2013, menggunakan Rancangan Acak Kelompok dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor 1 adalah takaran pupuk majemuk NPK (200 kg/ha, 300 kg/ha dan 400 kg/ha) dan faktor 2 adalah takaran pupuk tunggal N (67 kg/ha, 100 kg, 133 kg/ha, 167 kg/ha dan 200 kg/ha). Pupuk majemuk NPK hanya berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, bobot seribu biji dan hasil, sedangkan pupuk tunggal N berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah anakan produktif dan hasil. Tidak ada interaksi nyata antara pupuk majemuk NPK dan pupuk tunggal N terhadap pertumbuhan, hasil dan komponen hasil padi. Peningkatan takaran pupuk majemuk NPK meningkatkan tinggi tanaman, menurunkan berat seribu biji, dan meningkatkan hasil sebesar 3 %, sedangkan peningkatan takaran pupuk tunggal N meningkatkan jumlah anakan, jumlah anakan produktif, dan meningkatkan hasil sebesar 6%. Dilihat dari segi efektifitas dan efisiensi, perimbangan yang tepat antara pupuk majemuk NPK dan pupuk tunggal N pada tanah sawah P-tinggi adalah 300 kg pupuk majemuk NPK + 100 kg pupuk tunggal N/ha.
ANALISIS KELAYAKAN EKONOMI USAHA TANI PALA DI KABUPATEN SITARO SULAWESI UTARA Jefny Markus Rawung; Jantje Gustaf Kindangen
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 22, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v22n2.2019.p249-256

Abstract

Komoditas pala merupakan salah satu unggulan pertanian Sulawesi Utara, yang salah satu produsennya di Kabupaten Sitaro. Secara ekonomi komoditas pala memiliki pengembangan yang prospektif, namun sejauh mana tingkat kelayakan ekonominya dari usahatani pala tersebut masih persoalan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan ekonomi pala di Kabupaten Sitaro. Pengumpulan data primer dilakukan di Kabupaten Sitaro pada bulan Juni hingga Desember 2016 melalui metode survey menggunakan teknik wawancara dengan kuesioner semi structural interview (SSI) dilengkapi diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion/FGD) pada tingkat kabupaten dan pada tingkat kecamatan. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan indikator dan parameter ekonomi dengan menerapkan formula B/C, NPV, IRR, PP, dan Imbalan Riel Tenaga Kerja.  Hasil analisis parsial usahatani pala di Kabupaten Sitaro tergolong menguntungkan dan layak secara ekonomi. Dengan menerapkan tingkat tingkat suku bunga Bank masing-masing dengan skenario, 12, 15, dan 18 % perolehan analisis IRR semua bernilai positif. Pay Back Periode investasi usahatani pala mencapai 12,3 tahun, serta imbalan riel tenaga kerja mencapai 1,9 kali lipat dari upah riel yang berlaku. Meskipun demikian, usahatani pala di Kabupaten Sitaro masih berpeluang ditingkatkan optimalisasinya hingga mendekati kapasitas produksi pala yang direkomendasikan. Bimbingan teknis agronomis dan sistem kelembagaan sistem usahatani/produksi merupakan suatu keniscayaan untuk mendukung peningkatan optimalisasi produksi pala di Kabupaten Sitaro.
HUBUNGAN KEPEMIMPINAN KETUA KELOMPOK DENGAN KEEFEKTIFAN KELOMPOK TANI PADI SAWAH DI KECAMATAN SUKOHARJO KABUPATEN PRINGSEWU Kordiana K Rangga; Indah Listiana
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 22, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v22n2.2019.p131-142

Abstract

ABSTRACT                Farmer groups are a forum for farmers to make it easier for farmers to carry out their farming, if the farmer group runs effectively in accordance with the goals of the group. Effective farmer groups cannot be separated from the role of group leaders. The head of the farmer group has an important role in supporting the group to achieve its group goals. Based on the background described, then the purpose of this research are to know: the effectiveness of paddy farmer group; the leadership level of farmer group; and the relationship between leadership of farmer group leader with the effectiveness of farmer group in Sukoharjo Sub District of Pringsewu Regency. This research was conducted in Sukoharjo Sub District Pringsewu Regency, with 73 respondents of paddy farmer.  Data was collected by using survey method with descriptive analysis and using statistical non parametric test rank spearman correlation to test hypothesis.  The results showed that paddy farmer group in Sukoharjo Sub District had a high level of effectiveness, had a medium level of leadership of farmer group leader; and leadership of farmer group had significant relationship with farmer group effectiveness.   Keyword:  effectiveness, farmer group, leadership. ABSTRACTKelompok tani merupakan wadah bagi petani agar memudahkan petani dalam menajalankan usahataninya, jika kelompok tani berjalan secara efektif sesuai dengan tujuan kelompoknya. Kelompok tani yang efektif tidak terlepas dari peran ketua kelompok. Ketua kelompok tani memiliki peran yang penting dalam mendukung kelompok mencapai tujuan kelompoknya. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui: keefektifan kelompok tani padi sawah; tingkat kepemimpinan ketua kelompok tani; dan hubungan antara tingkat kepemimpinan ketua kelompok tani dengan keefektifan kelompok tani padi sawah di Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Pringsewu.  Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Pringsewu, dengan 73 petani responden. Metode pengumpulan data menggunakan metode survey, dengan anilisis deskriptif dan menggunakan uji statistik korelasi rank spearman non parametrik untuk menguji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan kelompok tani padi sawah memiliki tingkat keefektifan yang tinggi, memiliki tingkat kepemimpinan ketua kelompok yang sedang, dan kepemimpinan ketua kelompok tani memiliki hubungan yang nyata dengan keefektifan kelompok tani. 
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ADOPSI TEKNOLOGI BUDIDAYA KAKAO DI NUSA TENGGARA BARAT Yovita Anggita Dewi; Rahmawati Rahmawati
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 22, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v22n2.2019.p198-214

Abstract

Adopsi mencerminkan tingkat penerimaan teknologi dan implementasinya dalam usahatani yang dipengaruhi oleh banyak faktor. Tujuan penelitian adalah menganalisis keragaan adopsi dan faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi petani kakao. Penelitian dilakukan di Provinsi Nusa Tenggara Barat pada Bulan Oktober 2018. Responden sebanyak 40 orang yang dipilih secara sengaja (purposive sampling) yaitu petani yang pernah terlibat dalam program Model Pengembangan Pertanian Perdesaan Melalui Inovasi (MP3MI). Data primer dikumpulkan melalui wawancara dengan kuesioner terstruktur sedangkan data sekunder dari laporan MP3MI 2013 – 2015. Keragaan adopsi dianalisis secara desktiptif kuantiatif dan Structural Equation Modeling (SEM)-Smart PLS digunakan untuk menganalisis faktor adopsi. Hasil penelitian menunjukkan persentase petani yang tahu terkait teknologi introduksi sebanyak 95%, petani yang berminat sekitar 93,75%, sedangkan petani yang menerapkan komponen teknologi dan melakukan konfirmasi masing-masing sebesar 83,13% dan 48,75%. Petani mengadopsi dengan jarak waktu <1 musim tanam (MT), 1 MT, dan >1 MT berturut-turut adalah 46,52%, 22,61%, dan 30,86%. Faktor-faktor yang signifikan mempengaruhi adopsi adalah karakteristik internal dan sosial petani dengan koefisien 0,311 dan 0,341. Indikator reflektif yang signifikan berpengaruh terhadap karakteristik internal petani adalah (i) perjalanan ke luar desa, (ii) menghubungi sumber informasi, (iii) berkomunikasi dengan petani di luar desa, (iv) berkomunikasi dengan tokoh masyarakat, dan (v) berkomunikasi dengan aparat desa. Indikator reflektif yang signifikan berpengaruh terhadap karakteristik sosial petani adalah (i) pertemuan kelompok tani, (ii) penyuluhan, (iii) pelatihan, (iv) pendampingan, (v) jenis media, dan (vi) akses media. Dengan demikian, peningkatan adopsi perlu dibarengi peningkatan pengetahuan dan ketrampilan.
HALAMAN Susakti, Agung
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 22, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v22n2.2019.p%p

Abstract

KELAYAKAN TEKNOLOGI PAKAN FERMENTASI PADA PENGGEMUKKAN DOMBA BATUR Afrizal Malik; Muryanto Muryanto
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 22, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v22n2.2019.p156-164

Abstract

Kajian bertujuan untuk mengetahui kelayakan ekonomis dan teknis teknologi pakan yang difermentasi menggunakan Mikro Organisme Lokal (MOL) pada penggemukkan domba batur.  Pengujian dilaksanakan di kelompok tani Manunggal Mandiri Desa Batur, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah pada bulan Mei-September 2016. Kegiatan melibatkan peternak sebagai kooperator menggunakan 21 ekor domba Batur jantan umur 6 bulan dengan bobot awal 25-30 kg,  dikelompokkan menjadi 3 perlakuan masing-masing mendapat pakan lengkap yang mengandung MOL 0,3 %, 0,5 % dan 0,7 %. Sebagai kontrol dilakukan pengamatan terhadap 7 ekor domba yang dipelihara peternak (non kooperator). Pengamatan dilakukan setiap 10 hari dalam kurun waktu penggemukkan 3 bulan (90 hari). Bahan untuk membuat MOL adalah rumen domba batur, daun carica, bekatul padi, tetes tebu dan air.  Data yang dikumpulkan meliputi input produksi ternak yaitu: pakan, tenaga kerja, sewa kandang, obat-obatan, dan data output produksi berupa pertambahan bobot badan, kotoran, bulu domba dan urine.  Data input dan output  dinilai dalam bentuk rupiah. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif (B/C dan MBCR).  Dari hasil kajian  penggunaan pakan lengkap yang difermentasi dengan  MOL 0,7% pada penggemukkan domba batur yang terbaik dengan nilai keuntungan Rp 2.863.640 (B/C 2,16) dan nilai MBCR 5,15, sedangkan pola petani Rp 634.880 (B/C 1,23).  Teknologi pakan difermentasi menggunakan MOL untuk pengemukan domba batur layak dikembangkan. 
DETERMINASI PELUANG ADOPSI TEKNOLOGI BUDIDAYA TERNAK AYAM KUB DI PAPUA BARAT Halijah Ijah; Ririen Indriawaty Altandjung
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 22, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v22n2.2019.p215-226

Abstract

Pengkajian budidaya ayam KUB di Papua Barat telah dilakukan di KP Sorong, tahun 2017 yang hasilnya terbukti adaptif dengan kondisi setempat.  Makalah ini bertujuan untuk mengetahui peluang adopsi teknologi budidaya ternak ayam KUB tersebut di tingkat petani. Pengumpulan data dilakukan melalui survey dan observasi lapangan di perkampungan sekitar KP Sorong, yang melibatkan petani yang sudah mencoba mengikuti pemeliharaan ayam KUB yang bersumber dari KP Sorong. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik petani dan data tahapan budidaya yang dilakukan petani dalam membudidayakan ayam KUB serta respon petani terhadap ayam KUB. Bahasan diperkaya dengan data sekunder dan hasil tinjauan yang diperoleh melalui studi pustaka dan penelusuran online. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitati dan kuantitatif yang dipertajam dengan pendekatan SWOT. Hasil analisis memberikan gambaran bahwa pengembangan teknologi budidaya ayam KUB terbukti adaptif di Papua Barat, khususnya di perkampungan sekitar KP Sorong. Faktor-faktor yang diduga menjadi determinasi peluang adopsi teknologi budidaya ayam KUB di Papua Barat, antara lain terkait dengan adanya keharusan untuk memelihara ayam KUB secara intensif, dengan penyediaan pakan yang teratur. Persyaratan itu menuntut perlunya perubahan kebiasaan petani dari biasanya memelihara ayam apa adanya tanpa risiko menjadi kegiatan yang mengandung risiko. Untuk menangkap peluang pengembangan ayam KUB di Papua Barat diperlukan pendampingan teknologi yang intensif melibatkan peneliti dan penyuluh yang kompeten dalam penerapan teknologi budidaya ayam KUB.Kata Kunci: Ayam KUB, adopsi, peluang, determinasi, SWOT.
UJI ADAPTASI VARIETAS UNGGUL PADI TADAH HUJAN KABUPEN JAYAPURA, PAPUA Petrus Alexander Beding; Batseba M. W. Tiro
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 22, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v22n2.2019.p165-174

Abstract

Teknologi budidaya dan penggunaan Varietas unggul merupakan salah satu komponen utama dalam meningkatkan produktivitas padi di lahan tadah hujan. Pengkajian bertujuan untuk mengevaluasi keragaan varietas unggul padi di lahan sawah tadah hujan yang dibudidayakan  dengan pendekatan Pengelolaan tanaman terpadu (PTT).  Kegiatan ini dilaksanakan di kampung Benyom Jaya 1 Distrik Nimbokrang Kabupaten Jayapura Provinsi Papua, pada bulan April sampai September 2017 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang diulang sebanyak 4 kali.  Varietas yang digunakan yaitu  varietas unggul Inpari 7, Inpari 30, Inpari 32 dan Inpari 33, ditanam dalam petakan berukuran 3 ha.  Luas petak percobaan untuk masing masing perlakuan adalah 20 x 20 m2 . Parameter yang  dievaluasi meliputi : tinggi tanaman, jumlah anakan, komponen hasil dan serangan hama dan penyakit. Hasil kajian menunjukkan bahwa varietas Inpari 33 memberikan keragaan pertumbuhan dan hasil yang berbeda nyata dengan varietas Inpari 30, Inpari 7 dan Inpari 32. Varietas yang sesuai dan berdaya hasil tinggi di lokasi pengkajian adalah varietas produksi tinggi diperoleh dari  varietas Inpari 33 (5,9 t/ha) dan terendah varietas Inpari 32 (4,47 t/ha).
ELASTISITAS HARGA TERHADAP PENAWARAN OUTPUT DAN PERMINTAAN INPUT USAHATANI JAGUNG DI KABUPATEN GROBOGAN, JAWA TENGAH Dewi Sahara; Tota Suhendrata
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 22, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpptp.v22n2.2019.p227-237

Abstract

Permintaan jagung cenderung meningkat, namun harganya juga relatif berfluktuasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perubahan harga output dan harga input terhadap penawaran jagung dan permintaan input produksi. Kegiatan dilaksanakan pada bulan September – Nopember 2016 dengan metode survey terhadap 30 petani jagung di Desa Boloh, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan.  Data yang dikumpulkan meliputi data karakteristik rumah tangga, jumlah dan harga input, jumlah dan harga jagung. Data dianalisis dalam bentuk pangsa biaya menggunakan metode Seemingly Unrelated Regression (SUR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penawaran output terhadap harga sendiri bersifat elastis dengan tanda positif, sedangkan terhadap harga input bertanda negatif dan bersifat inelastis, kecuali terhadap permintaan pupuk Urea.  Elastisitas permintaan input terhadap harga sendiri bertanda negatif dan inelastis kecuali terhadap permintaan pupuk Urea dan tenaga kerja bersifat elastis, sedangkan terhadap harga input lainnya besaran dan tandanya bervariasi.  Luas areal tanam bersifat inelastis terhadap permintaan input produksi. Demikian pula dengan pendidikan dan pengalaman usahatani bersifat inelastis kecuali terhadap permintaan tenaga kerja bersifat elastis. Oleh karena itu untuk meningkatkan produksi jagung dapat dilakukan dengan meningkatkan harga jagung, memperluas areal tanam dan meningkatkan kapabilitas sumberdaya petani.

Page 1 of 2 | Total Record : 11


Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 3 (2021): Desember 2021 Vol 24, No 2 (2021): Juli 2021 Vol 24, No 1 (2021): Maret 2021 Vol 23, No 3 (2020): November 2020 Vol 23, No 2 (2020): Juli 2020 Vol 23, No 1 (2020): Maret 2020 Vol 22, No 3 (2019): November 2019 Vol 22, No 2 (2019): Juli 2019 Vol 22, No 1 (2019): Maret 2019 Vol 21, No 3 (2018): November 2018 Vol 21, No 2 (2018): Juli 2018 Vol 21, No 1 (2018): Maret 2018 Vol 20, No 3 (2017): November 2017 Vol 20, No 2 (2017): Juli 2017 Vol 20, No 1 (2017): Maret 2017 Vol 19, No 3 (2016): November 2016 Vol 19, No 2 (2016): Juli 2016 Vol 19, No 1 (2016): Maret 2016 Vol 18, No 3 (2015): November 2015 Vol 18, No 2 (2015): Juli 2015 Vol 18, No 1 (2015): Maret 2015 Vol 17, No 3 (2014): November 2014 Vol 17, No 2 (2014): Juli 2014 Vol 17, No 2 (2014): Juli 2014 Vol 17, No 1 (2014): Maret 2014 Vol 17, No 1 (2014): Maret 2014 Vol 16, No 3 (2013): November 2013 Vol 16, No 2 (2013): Juli 2013 Vol 16, No.1 (2013): Maret 2013 Vol 15, No 2 (2012): Juli 2012 Vol 15, No 1 (2012): Maret 2012 Vol 15, No 1 (2012): Maret 2012 Vol 14, No 3 (2011): November 2011 Vol 14, No 3 (2011): November 2011 Vol 14, No 2 (2011): Juli 2011 Vol 14, No 2 (2011): Juli 2011 Vol 14, No 1 (2011): Maret 2011 Vol 14, No 1 (2011): Maret 2011 Vol 13, No 3 (2010): November 2010 Vol 13, No 3 (2010): November 2010 Vol 13, No 2 (2010): Juli 2010 Vol 13, No 2 (2010): Juli 2010 Vol 13, No 1 (2010): Maret 2010 Vol 13, No 1 (2010): Maret 2010 Vol 12, No 3 (2009): November 2009 Vol 12, No 3 (2009): November 2009 Vol 12, No 2 (2009): Juli 2009 Vol 12, No 2 (2009): Juli 2009 Vol 12, No 1 (2009): Maret 2009 Vol 12, No 1 (2009): Maret 2009 Vol 11, No 3 (2008): November 2008 Vol 11, No 3 (2008): November 2008 Vol 11, No 2 (2008): Juli 2008 Vol 11, No 2 (2008): Juli 2008 Vol 11, No 1 (2008): Maret 2008 Vol 11, No 1 (2008): Maret 2008 Vol 10, No 3 (2007): November 2007 Vol 10, No 3 (2007): November 2007 Vol 10, No 2 (2007): Juli 2007 Vol 10, No 2 (2007): Juli 2007 Vol 10, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 10, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 8, No 3 (2005): November 2005 Vol 8, No 3 (2005): November 2005 Vol 8, No 2 (2005): Juli 2005 Vol 8, No 2 (2005): Juli 2005 Vol 8, No 1 (2005): Maret 2005 Vol 8, No 1 (2005): Maret 2005 Vol 7, No 2 (2004): Juli 2004 Vol 7, No 2 (2004): Juli 2004 Vol 7, No 1 (2004): Januari 2004 Vol 7, No 1 (2004): Januari 2004 Vol 6, No 2 (2003): Juli 2003 Vol 6, No 2 (2003): Juli 2003 Vol 6, No 1 (2003): Januari 2003 Vol 6, No 1 (2003): Januari 2003 More Issue