cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Perpustakaan Pertanian
Published by Kementerian Pertanian
ISSN : 08541078     EISSN : 25410814     DOI : -
Jurnal Perpustakaan Pertanian diterbitkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dengan frekuensi terbit 2 kali per tahun. Jurnal ini memuat hasil penelitian atau tinjauan/kajian tentang aktivitas pustakawan/perpustakaan dan ilmuwan informasi di Indonesia. Jurnal Perpustakaan Pertanian menerima tulisan pustakawan dan pemerhati perpustakaan/informasi bidang pertanian. Penerbitan jurnal diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan pustakawan dalam bidang keahliannya.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 22, No 2 (2013): Oktober 2013" : 10 Documents clear
ANALISIS KUALITAS RUANGAN PERPUSTAKAAN: STUDI KASUS PADA PUSAT PERPUSTAKAAN DAN PENYEBARAN TEKNOLOGI PERTANIAN Iskak, Penny Ismiati; Andriani, Juznia
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 22, No 2 (2013): Oktober 2013
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Layanan perpustakaan yang prima memerlukan dukungan sarana dan prasarana yang berkualitas. Untuk mengetahui persepsi pengguna terhadap kualitas perpustakaan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, dilakukan kajian analisis kualitas ruang perpustakaan di Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (PUSTAKA). Survei dengan menggunakan kuesioner dilakukan pada bulan Mei sampai Agustus 2013. Responden pada kajian ini sebanyak 97 orang. Metode yang digunakan untuk pengukuran kualitas ruangan adalah analisis kesenjangan (gap analysis) antara persepsi pengguna terhadap kenyataan yang diterima pada saat berkunjung dengan harapan pengguna terhadap kualitas sarana dan prasarana yang diinginkan. Kriteria kualitas ruangan mengikuti metode top ten qualities of good library space dari McDonalds (2006), yaitu 1) fungsional, 2) mudah beradaptasi, 3) mudah diakses, 4) bervariasi, 5) interaktif, 6) kondusif, 7) sesuai lingkungan, 8) aman dan terjamin, 9) efisien, dan 10) sesuai perkembangan teknologi informasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa persepsi responden terhadap kualitas ruangan perpustakaan secara umum dapat dikategorikan baik, namun belum memenuhistandar yang diharapkan pengguna (nilai kesenjangan = -0,735). Berdasarkan hasil kajian dapat direkomendasikan bahwa redesain/ renovasi ruang perpustakaan perlu dilakukan agar kualitas ruang sesuai dengan standar yang diharapkan pengguna. Perencanaan renovasi ruangan disarankan memperhatikan 10 kriteria dengan prioritas pada indikator kualitas ruangan yang memiliki kesenjangan negatif yang bernilai besar, yaitu kriteria kondusif mudah diakses, aman dan terjamin.
PEMODELAN KONSEP FUNDAMENTAL REPOSITORI INSTITUSI DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA DENGAN MENGGUNAKAN FRAMEWORK ZACHMAN Kurniawati, Nia; Mustafa, Badollahi; Ardiansyah, Firman; Mulyani, Eko Sri
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 22, No 2 (2013): Oktober 2013
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpustakaan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) sebagai perpustakaan perguruan tinggi negeri terus berupaya menghimpun konten lokal berupa karya ilmiah sivitas akademika dalam format hardcopy dan softcopy. Koleksi softcopy dalam format pdf belum diintegrasikan ke dalam sistem informasi perpustakaan. Koleksi tersebut, akan terus bertambah terdokumentasi secara fisik dan hanya dapat diakses di perpustakaan. Oleh sebab itu, perlu dukungan repositori institusi. Kajian ini bertujuan membuat pemodelan konsep fundamental repositori institusi menggunakan pendekatan framework Zachman. Kajian ini merupakan peneliltian analisis deskriptif dengan tool framework Zachman dan rules of fulfilling dari Pereira and Sousa. Hasil penelitian berupa suatu model konsep fundamental repositori institusi untuk diterapkan dengan memanfaatkan infrastruktur yang telah ada di Untirta.
POLA RUJUKAN SUMBER ACUAN PADA JURNAL PENELITIAN PERTANIAN TERAKREDITASI Wilis, Jelita
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 22, No 2 (2013): Oktober 2013
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya peningkatan kualitas majalah ilmiah nasional, dilakukan melalui penilaian akreditasi bagi majalah ilmiah Indonesia. Salah satu persyaratan akreditasi majalah ilmiah yang harus dipenuhi adalah penggunaan sumber acuan primer yang tepat dan mutakhir. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui pola rujukan beberapa jurnal penelitian pertanian lingkup Badan Litbang Pertanian setelah terakreditasi sejak tahun 2005. Parameter yang dikaji adalah (1) proporsi rujukan majalah ilmiah primer vs nonmajalah dari karya tulis ilmiah yang diterbitkan dan (2) tingkat kebaruan sumber acuan yang dipilah ke dalam 0-5 tahun, 6-10 tahun, dan di atas 10 tahun. Hasil pengkajian menunjukkan proporsi rujukan jurnal penelitian pertanian dari jurnal ilmiah primer berkisar antara 11-77% dan dari nonmajalah 23-89%. Tingkat kebaruan sumber acuan relatif baik, rata-rata 56% dari literatur yang terbit dalam 10 tahun terakhir.Apabila tingkat kebaruan sumber acuan dibatasi pada 5 tahun terakhir maka semua jurnal ilmiah penelitian di lingkup Badan Litbang Pertanian belum memenuhi persyaratan, hanya berkisar antara 12-40%. Data ini mengisyaratkan perlunya perbaikan rujukan pada jurnal penelitian pertanian.
PEMETAAN KONDISI PERPUSTAKAAN DIGITAL UK/UPT BADAN LITBANG PERTANIAN Rufaidah, Vivit Wardah
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 22, No 2 (2013): Oktober 2013
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengkajian bertujuan untuk mengetahui perkembangan perpustakaan digital di UK/UPT lingkup Badan Litbang Pertanian. Pengkajian dilakukan dengan menggunakan metode survei. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Mei-Juni 2012 melalui wawancara dan e-mail terhadap responden sebanyak 157 pengguna dan 35 pustakawan dari 16 perpustakaan. Variabel yang diamati adalah karakteristik pengguna dan pustakawan, kondisi sumber daya manusia perpustakaan, sumber daya informasi, dan sarana prasarana perpustakaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa ketersediaan koleksi di perpustakaan UK/UPT lingkup Badan Litbang Pertanian baik koleksi tercetak maupun elektronis cukup positif, hanya koleksi peraturan perundangan dan peta yang ketersediaannya kurang positif. Hampir semua perpustakaan telah menggunakan aplikasi berbasis teknologi informasi. Sebanyak 38,71% perpustakaan telah menggunakan kombinasi WinIsis, IGLOO dan Buku tamu Bibliotheca. Aplikasi teknologi informasi telah dimanfaatkan dalam kegiatan administrasi, pengolahan dan layanan perpustakaan. Sumber daya manusia perpustakaan lingkup Badan Litbang pertanian dari segi jumlah dan kompetensi dinilai masih kurang. Lokasi/letak gedung/ruang perpustakaan bervariasi, sebagian besar terletak di belakang kantor atau di lantai atas gedung instansi induk. Ruangan perpustakaan kurang nyaman, penerangan kurang baik, sirkulasi udara kurang baik dan kurang aman. Penataan ruang perpustakaan berdasarkan fungsinya belum optimal. Anggaran perpustakaan lingkup Badan Litbang Pertanian bervariasi. Anggaran perpustakaan dialokasikan berturut-turut untuk pengembangan sumber daya manusia, pengadaan koleksi, dan pengolahan bahan pustaka. Perpustakaan digital di UK/UPT lingkup Badan Litbang Pertanian telah dimanfaatkan, namum belum optimal. Sebagian besar pengguna adalah peneliti, penyuluh dan pejabat struktural. Frekuensi kunjungan pengguna ke perpustakaan masih rendah, sebagian besar berkunjung 4-6 kali per bulan dengan waktu kunjungan kurang dari 2 jam (68,15%). Koleksi yang dimanfaatkan pengguna sebagian besar adalah majalah/jurnal, buku tercetak, dan buku elektronik, sedangkan penggunaan jurnal elektronik online dan offline masih sedikit (8,57%). Layanan informasi yang paling banyak dimanfaatkan adalah kombinasi layanan elektronik dan manual. Ketersediaan jaringan internet, kecepatan akses internet, ketersediaan komputer untuk penelusuran dan OPAC, serta kemudahan download informasi di perpustakaan cukup baik dengan kisaran 48,12% - 66, 67%. Untuk pengembangan perpustakaan digital lingkup Badan Litbang Pertanian perlu dilakukan upaya-upaya dalam hal peningkatan sumber daya manusia baik kuantitas maupun kualitas, pengembangan koleksi perpustakaan yang mutakhir, penambahan sarana dan prasarana, serta peningkatan anggaran khusus perpustakaan.
IMPLEMENTASI LITERASI INFORMASI HASIL PENELITIAN KEDELAI DALAM PENULISAN ARTIKEL ILMIAH POPULER Hermanto, Hermanto
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 22, No 2 (2013): Oktober 2013
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guna mendukung upaya pencapaian target swasembada kedelai, pustakawan dituntut berperan dalam menyediakan informasi inovasi kedelai bagi pengguna, terutama penentu kebijakan dan penyuluh pertanian. Dalam hal ini diperlukan penguasaan dan kemampuan literasi informasi. Pengkajian ini bertujuan untuk menyaring informasi hasil penelitian kedelai dan memanfaatkannya dalam bentuk artikel ilmiah populer yang dipublikasikan. Pengkajian dilakukan pada Juli 2012-Februari 2013 dengan metode kualitatif. Data dikumpulkan secara triangulasi (gabungan) dan analisis data bersifat induktif. Tahapan pengkajian adalah: (1) merumuskan masalah, (2) mengidentifikasi sumber informasi dan mengakses informasi, (3) mengevaluasi informasi, (4) menggunakan informasi, (5) membuat karya tulis, (6) mengevaluasi, dan (7) menarik kesimpulan dari artikel yang ditulis. Hasil pengkajian menunjukkan (1) literasi informasi berperan penting dalam menyaring dan memilah informasi yang diperlukan oleh pengguna tertentu, (2) melalui literasi informasi dapat ditulis artikel ilmiah populer yang mudah dipahami pengguna hasil penelitian, termasuk penentu kebijakan. Pustakawan di lingkungan Badan Litbang Pertanian dapat berperan sebagai penulis artikel ilmiah populer setelah melalui telaah informasi hasil penelitian.
PEMETAAN KONDISI PERPUSTAKAAN DIGITAL UK/UPT BADAN LITBANG PERTANIAN Vivit Wardah Rufaidah
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 22, No 2 (2013): Oktober 2013
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v22n2.2013.p50-58

Abstract

Pengkajian bertujuan untuk mengetahui perkembangan perpustakaan digital di UK/UPT lingkup Badan Litbang Pertanian. Pengkajian dilakukan dengan menggunakan metode survei. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Mei-Juni 2012 melalui wawancara dan e-mail terhadap responden sebanyak 157 pengguna dan 35 pustakawan dari 16 perpustakaan. Variabel yang diamati adalah karakteristik pengguna dan pustakawan, kondisi sumber daya manusia perpustakaan, sumber daya informasi, dan sarana prasarana perpustakaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa ketersediaan koleksi di perpustakaan UK/UPT lingkup Badan Litbang Pertanian baik koleksi tercetak maupun elektronis cukup positif, hanya koleksi peraturan perundangan dan peta yang ketersediaannya kurang positif. Hampir semua perpustakaan telah menggunakan aplikasi berbasis teknologi informasi. Sebanyak 38,71% perpustakaan telah menggunakan kombinasi WinIsis, IGLOO dan Buku tamu Bibliotheca. Aplikasi teknologi informasi telah dimanfaatkan dalam kegiatan administrasi, pengolahan dan layanan perpustakaan. Sumber daya manusia perpustakaan lingkup Badan Litbang pertanian dari segi jumlah dan kompetensi dinilai masih kurang. Lokasi/letak gedung/ruang perpustakaan bervariasi, sebagian besar terletak di belakang kantor atau di lantai atas gedung instansi induk. Ruangan perpustakaan kurang nyaman, penerangan kurang baik, sirkulasi udara kurang baik dan kurang aman. Penataan ruang perpustakaan berdasarkan fungsinya belum optimal. Anggaran perpustakaan lingkup Badan Litbang Pertanian bervariasi. Anggaran perpustakaan dialokasikan berturut-turut untuk pengembangan sumber daya manusia, pengadaan koleksi, dan pengolahan bahan pustaka. Perpustakaan digital di UK/UPT lingkup Badan Litbang Pertanian telah dimanfaatkan, namum belum optimal. Sebagian besar pengguna adalah peneliti, penyuluh dan pejabat struktural. Frekuensi kunjungan pengguna ke perpustakaan masih rendah, sebagian besar berkunjung 4-6 kali per bulan dengan waktu kunjungan kurang dari 2 jam (68,15%). Koleksi yang dimanfaatkan pengguna sebagian besar adalah majalah/jurnal, buku tercetak, dan buku elektronik, sedangkan penggunaan jurnal elektronik online dan offline masih sedikit (8,57%). Layanan informasi yang paling banyak dimanfaatkan adalah kombinasi layanan elektronik dan manual. Ketersediaan jaringan internet, kecepatan akses internet, ketersediaan komputer untuk penelusuran dan OPAC, serta kemudahan download informasi di perpustakaan cukup baik dengan kisaran 48,12% - 66, 67%. Untuk pengembangan perpustakaan digital lingkup Badan Litbang Pertanian perlu dilakukan upaya-upaya dalam hal peningkatan sumber daya manusia baik kuantitas maupun kualitas, pengembangan koleksi perpustakaan yang mutakhir, penambahan sarana dan prasarana, serta peningkatan anggaran khusus perpustakaan.
IMPLEMENTASI LITERASI INFORMASI HASIL PENELITIAN KEDELAI DALAM PENULISAN ARTIKEL ILMIAH POPULER Hermanto Hermanto
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 22, No 2 (2013): Oktober 2013
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v22n2.2013.p59-68

Abstract

Guna mendukung upaya pencapaian target swasembada kedelai, pustakawan dituntut berperan dalam menyediakan informasi inovasi kedelai bagi pengguna, terutama penentu kebijakan dan penyuluh pertanian. Dalam hal ini diperlukan penguasaan dan kemampuan literasi informasi. Pengkajian ini bertujuan untuk menyaring informasi hasil penelitian kedelai dan memanfaatkannya dalam bentuk artikel ilmiah populer yang dipublikasikan. Pengkajian dilakukan pada Juli 2012-Februari 2013 dengan metode kualitatif. Data dikumpulkan secara triangulasi (gabungan) dan analisis data bersifat induktif. Tahapan pengkajian adalah: (1) merumuskan masalah, (2) mengidentifikasi sumber informasi dan mengakses informasi, (3) mengevaluasi informasi, (4) menggunakan informasi, (5) membuat karya tulis, (6) mengevaluasi, dan (7) menarik kesimpulan dari artikel yang ditulis. Hasil pengkajian menunjukkan (1) literasi informasi berperan penting dalam menyaring dan memilah informasi yang diperlukan oleh pengguna tertentu, (2) melalui literasi informasi dapat ditulis artikel ilmiah populer yang mudah dipahami pengguna hasil penelitian, termasuk penentu kebijakan. Pustakawan di lingkungan Badan Litbang Pertanian dapat berperan sebagai penulis artikel ilmiah populer setelah melalui telaah informasi hasil penelitian.
ANALISIS KUALITAS RUANGAN PERPUSTAKAAN: STUDI KASUS PADA PUSAT PERPUSTAKAAN DAN PENYEBARAN TEKNOLOGI PERTANIAN Penny Ismiati Iskak; Juznia Andriani
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 22, No 2 (2013): Oktober 2013
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v22n2.2013.p69-79

Abstract

Layanan perpustakaan yang prima memerlukan dukungan sarana dan prasarana yang berkualitas. Untuk mengetahui persepsi pengguna terhadap kualitas perpustakaan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, dilakukan kajian analisis kualitas ruang perpustakaan di Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (PUSTAKA). Survei dengan menggunakan kuesioner dilakukan pada bulan Mei sampai Agustus 2013. Responden pada kajian ini sebanyak 97 orang. Metode yang digunakan untuk pengukuran kualitas ruangan adalah analisis kesenjangan (gap analysis) antara persepsi pengguna terhadap kenyataan yang diterima pada saat berkunjung dengan harapan pengguna terhadap kualitas sarana dan prasarana yang diinginkan. Kriteria kualitas ruangan mengikuti metode top ten qualities of good library space dari McDonalds (2006), yaitu 1) fungsional, 2) mudah beradaptasi, 3) mudah diakses, 4) bervariasi, 5) interaktif, 6) kondusif, 7) sesuai lingkungan, 8) aman dan terjamin, 9) efisien, dan 10) sesuai perkembangan teknologi informasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa persepsi responden terhadap kualitas ruangan perpustakaan secara umum dapat dikategorikan baik, namun belum memenuhistandar yang diharapkan pengguna (nilai kesenjangan = -0,735). Berdasarkan hasil kajian dapat direkomendasikan bahwa redesain/ renovasi ruang perpustakaan perlu dilakukan agar kualitas ruang sesuai dengan standar yang diharapkan pengguna. Perencanaan renovasi ruangan disarankan memperhatikan 10 kriteria dengan prioritas pada indikator kualitas ruangan yang memiliki kesenjangan negatif yang bernilai besar, yaitu kriteria kondusif mudah diakses, aman dan terjamin.
PEMODELAN KONSEP FUNDAMENTAL REPOSITORI INSTITUSI DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA DENGAN MENGGUNAKAN FRAMEWORK ZACHMAN Nia Kurniawati; Badollahi Mustafa; Firman Ardiansyah; Eko Sri Mulyani
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 22, No 2 (2013): Oktober 2013
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v22n2.2013.p35-44

Abstract

Perpustakaan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) sebagai perpustakaan perguruan tinggi negeri terus berupaya menghimpun konten lokal berupa karya ilmiah sivitas akademika dalam format hardcopy dan softcopy. Koleksi softcopy dalam format pdf belum diintegrasikan ke dalam sistem informasi perpustakaan. Koleksi tersebut, akan terus bertambah terdokumentasi secara fisik dan hanya dapat diakses di perpustakaan. Oleh sebab itu, perlu dukungan repositori institusi. Kajian ini bertujuan membuat pemodelan konsep fundamental repositori institusi menggunakan pendekatan framework Zachman. Kajian ini merupakan peneliltian analisis deskriptif dengan tool framework Zachman dan rules of fulfilling dari Pereira and Sousa. Hasil penelitian berupa suatu model konsep fundamental repositori institusi untuk diterapkan dengan memanfaatkan infrastruktur yang telah ada di Untirta.
POLA RUJUKAN SUMBER ACUAN PADA JURNAL PENELITIAN PERTANIAN TERAKREDITASI Jelita Wilis
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 22, No 2 (2013): Oktober 2013
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v22n2.2013.p45-49

Abstract

Upaya peningkatan kualitas majalah ilmiah nasional, dilakukan melalui penilaian akreditasi bagi majalah ilmiah Indonesia. Salah satu persyaratan akreditasi majalah ilmiah yang harus dipenuhi adalah penggunaan sumber acuan primer yang tepat dan mutakhir. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui pola rujukan beberapa jurnal penelitian pertanian lingkup Badan Litbang Pertanian setelah terakreditasi sejak tahun 2005. Parameter yang dikaji adalah (1) proporsi rujukan majalah ilmiah primer vs nonmajalah dari karya tulis ilmiah yang diterbitkan dan (2) tingkat kebaruan sumber acuan yang dipilah ke dalam 0-5 tahun, 6-10 tahun, dan di atas 10 tahun. Hasil pengkajian menunjukkan proporsi rujukan jurnal penelitian pertanian dari jurnal ilmiah primer berkisar antara 11-77% dan dari nonmajalah 23-89%. Tingkat kebaruan sumber acuan relatif baik, rata-rata 56% dari literatur yang terbit dalam 10 tahun terakhir.Apabila tingkat kebaruan sumber acuan dibatasi pada 5 tahun terakhir maka semua jurnal ilmiah penelitian di lingkup Badan Litbang Pertanian belum memenuhi persyaratan, hanya berkisar antara 12-40%. Data ini mengisyaratkan perlunya perbaikan rujukan pada jurnal penelitian pertanian.

Page 1 of 1 | Total Record : 10