cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Perpustakaan Pertanian
Published by Kementerian Pertanian
ISSN : 08541078     EISSN : 25410814     DOI : -
Jurnal Perpustakaan Pertanian diterbitkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dengan frekuensi terbit 2 kali per tahun. Jurnal ini memuat hasil penelitian atau tinjauan/kajian tentang aktivitas pustakawan/perpustakaan dan ilmuwan informasi di Indonesia. Jurnal Perpustakaan Pertanian menerima tulisan pustakawan dan pemerhati perpustakaan/informasi bidang pertanian. Penerbitan jurnal diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan pustakawan dalam bidang keahliannya.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 24, No 2 (2015): Oktober 2015" : 5 Documents clear
ROAD MAP REPOSITORI PUBLIKASI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN Henriyadi Henriyadi
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 24, No 2 (2015): Oktober 2015
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v24n2.2015.p39-50

Abstract

Potensi sumber daya informasi hasil penelitian dan pengkajian yang dikelola oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) menjadikan pembangunan repositori publikasi sebagai salah satu komponen penting dalam mendukung kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang) pertanian. Melalui repositori publikasi, informasi hasil litbang pertanian dalam bentuk karya tulis ilmiah maupun ilmiah populer dari suatu institusi yang sebelumnya tersebar di berbagai tempat dapat diintegrasikan dalam satu sistem. Repositori publikasi dalam kerangka pengelolaan sumber daya informasi lingkup Balitbangtan bukan merupakan entitas sendiri, melainkan sebagai bagian dari sebuah sistem terintegrasi yang terdiri atas tiga subsistem, yaitu (1) IAARD E-Journal, (2) Repositori Publikasi, dan (3) SIMPERTAN. Road map sebagai acuan dalam pengembangan repositori publikasi Balitbangtan telah disusun. Ke depan, repositori publikasi tidak hanya mengintegrasikan sumber daya informasi internal Balitbangtan, tetapi juga dalam lingkup yang lebih luas, yaitu Kementerian Pertanian. Dalam implementasinya terdapat sejumlah permasalahan, baik dari sisi aplikasi maupun sumber daya manusia pengelola informasi pada masing-masing simpul. Identifikasi permasalahan dilakukan sebagai dasar dalam pengembangan repositori publikasi ke depan.
STRATEGI PENINGKATAN KOMPETENSI DAN PROFESIONALISME PUSTAKAWAN DI PERPUSTAKAAN KHUSUS Wahid Nashihuddin; Dwi Ridho Aulianto
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 24, No 2 (2015): Oktober 2015
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v24n2.2015.p51-58

Abstract

Pustakawan dituntut untuk senantiasa meningkatkan kompetensi dan profesionalisme dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Hal tersebut dimaksudkan agar pustakawan dapat berkompetisi dan berkolaborasi dengan profesi informasi yang lain, khususnya untuk memajukan dunia kepustakawanan. Kompetensi dan profesionalisme menjadi hal terpenting bagi pustakawan di perpustakaan khusus dalam menjaga dan meningkatkan eksistensi mereka di lingkungan pekerjaannya. Dengan kompetensi yang memadai dan bekerja secara profesional, citra pustakawan dapat diubah menjadi lebih baik karena selama ini masyarakat masih menganggap pustakawan hanya sebagai tenaga teknis dan administrasi perpustakaan. Melalui peningkatan kompetensi dan profesionalisme, pustakawan dapat meningkatkan derajatnya sebagai tenaga profesional perpustakaan yang mampu berperan aktif dalam setiap aktivitas lembaga induknya. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan beberapa strategi yang tepat, yaitu (1) meningkatkan kinerja secara berkesinambungan, (2) membangun komunikasi internal secara efektif, (3) menggagas ide-ide inovatif perpustakaan, (4) mengikuti program sertifikasi pustakawan, dan (5) melakukan pengembangan karier profesional.
HAMBATAN PUSTAKAWAN DALAM PENULISAN KARYA ILMIAH UNTUK JURNAL PERPUSTAKAAN PERTANIAN Heryati Suryantini; Endang Setyorini
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 24, No 2 (2015): Oktober 2015
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v24n2.2015.p69-77

Abstract

ustakawan dituntut untuk menghasilkan karya tulis ilmiah (KTI) sebagai bagian profesinya sebagai pejabat fungsional. Salah satu jurnal ilmiah untuk mempublikasikan KTI bidang perpustakaan, dokumentasi, dan informasi adalah Jurnal Perpustakaan Pertanian (JPP). Namun, masih sedikit pustakawan yang memanfaatkan jurnal tersebut untuk menerbitkan KTI-nya. Pengkajian bertujuan untuk mengetahui jumlah KTI dan tujuan pustakawan menulis KTI, motif menulis KTI, dan hambatan dalam menulis KTI. Pengkajian dirancang sebagai penelitian deskriptif dengan menggunakan kuesioner untuk pengumpulan data. Populasi kajian adalah pustakawan/pengelola perpustakaan lingkup Badan Litbang Pertanian. Sampel ditentukan secara acak dengan jumlah responden 77 orang. Hasil kajian menunjukkan intensitas pustakawan dalam menulis KTI untuk diterbitkan dalam JPP masih sangat rendah, bahkan sebagian besar pustakawan belum pernah menulis KTI. Pustakawan yang pernah menulis KTI lebih sering menerbitkan tulisannya di media selain JPP, seperti prosiding, laporan, petunjuk teknis, jurnal lain, dan warta. Tujuan pustakawan menulis KTI berturut-turut adalah untuk menyebarkan informasi, mengaktuali-sasikan diri, dan untuk memperoleh angka kredit. Motif utama menulis KTI yaitu tuntutan profesi, keikutsertaan sebagai peserta pertemuan ilmiah, serta adanya dorongan teman atau atasan. Hambatan teknis pustakawan dalam menulis KTI adalah kurang menguasai metode pengkajian (83,33%), kurang menguasai teknik penulisan (77,78%), kurang pengalaman menulis KTI (77,78%), sulit menemukan topik (75,93%), dan kurang mampu berpikir kritis (70,37%). Faktor nonteknis yang menghambat pustakawan dalam menulis KTI adalah sibuk dengan tugas selain sebagai pustakawan (59,26%), kurang tersedia panduan penulisan (51,85%), dan tidak ada sanksi jika tidak menghasilkan KTI (51,85%).
POTENSI PUSTAKAWAN TINGKAT AHLI DALAM PENGKAJIAN PERPUSTAKAAN, DOKUMENTASI, DAN INFORMASI Eni Kustanti
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 24, No 2 (2015): Oktober 2015
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v24n2.2015.p69-77

Abstract

Hal yang membedakan pustakawan tingkat ahli dari pustakawan tingkat terampil adalah tugas pokoknya, yaitu pengkajian perpusdokinfo. Ruang lingkup pengkajian perpusdokinfo sangat luas dan hal ini merupakan peluang bagi pustakawan untuk memanfaatkannya secara optimal. Sebenarnya pustakawan tingkat ahli memiliki potensi untuk melakukan pengkajian, namun belum banyak yang melakukannya karena kurangnya motivasi serta adanya hambatan internal dan eksternal. Potensi yang dimiliki pustakawan tingkat ahli untuk melakukan pengkajian perpusdokinfo yaitu pendidikan, cakupan kajian, kemampuan penelusuran informasi, dan pustakawan sebagai sumber daya pengelola perpustakaan. Faktor internal yang menghambat pustakawan dalam pengkajian yaitu tidak percaya diri, minimnya pengetahuan, dan kesulitan dalam menemukan ide, sedangkan faktor eksternal di antaranya adalah tidak ada rekan untuk melakukan pengkajian dan sistem yang kurang kondusif. Upaya untuk mendorong pustakawan tingkat ahli dalam pengkajian yaitu (1) melibatkan pustakawan dalam kegiatan forum kepustakawanan; (2) pembinaan dari institusi pengembangan pustakawan; (3) menyediakan anggaran; dan (4) memberikan penghargaan (apresiasi) kepada pustakawan. Pustakawan perlu memotivasi diri untuk melakukan pengkajian karena: (1) pengkajian merupakan tugas pokok pustakawan tingkat ahli; (2) pengkajian sebagai sarana memperoleh angka kredit; dan (3) hasil pengkajian sebagai bahan penyusunan karya tulis ilmiah.
KETERPAKAIAN DAN RELEVANSI JURNAL PENELITIAN PERTANIAN TANAMAN PANGAN SEBAGAI RUJUKAN KARYA TULIS PENELITI PADA JURNAL ILMIAH TERAKREDITASI Jelita Wilis
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 24, No 2 (2015): Oktober 2015
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v24n2.2015.p78-84

Abstract

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) terus berupaya meningkatkan kualitas jurnal ilmiah antara lain melalui penilaian akreditasi. Salah satu persyaratan akreditasi jurnal ilmiah adalah penggunaan sumber acuan primer yang relevan dan baru. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui (1) keterpakaian Jurnal Penelitian Pertanian (JPP) Tanaman Pangan sebagai rujukan KTI yang terbit dalam jurnal ilmiah primer terakreditasi lingkup Badan Litbang Pertanian, dan (2) relevansi topik rujukan dengan topik KTI tersebut. Pengkajian dilaksanakan pada bulan Mei - Juni 2015 di Perpustakaan Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Bogor. Hasil pengkajian menunjukkan JPP Tanaman Pangan digunakan sebagai rujukan oleh peneliti dalam KTI yang dipublikasikan. Masing-masing satu KTI yang terbit pada Indonesian Journal of Agricultural Science, Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian, dan Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian menggunakan JPP Tanaman Pangan sebagai rujukan. Pada Buletin Plasma Nutfah, penggunaan JPP Tanaman Pangan sebagai rujukan KTI relatif intens, yakni empat rujukan dari tiga KTI. Pada JPP Tanaman Pangan sendiri, pemakaian JPP Tanaman Pangan sebagai rujukan KTI lebih banyak, yaitu lima rujukan dari empat KTI. Secara umum, KTI yang diterbitkan pada beberapa jurnal ilmiah primer lingkup Badan Litbang Pertanian sudah merujuk literatur yang relevan. JPP Tanaman Pangan adalah salah satu sumber rujukan yang relevan bagi KTI yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah terakreditasi yang dikaji.

Page 1 of 1 | Total Record : 5