cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Perpustakaan Pertanian
Published by Kementerian Pertanian
ISSN : 08541078     EISSN : 25410814     DOI : -
Jurnal Perpustakaan Pertanian diterbitkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dengan frekuensi terbit 2 kali per tahun. Jurnal ini memuat hasil penelitian atau tinjauan/kajian tentang aktivitas pustakawan/perpustakaan dan ilmuwan informasi di Indonesia. Jurnal Perpustakaan Pertanian menerima tulisan pustakawan dan pemerhati perpustakaan/informasi bidang pertanian. Penerbitan jurnal diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan pustakawan dalam bidang keahliannya.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 25, No 1 (2016): April 2016" : 5 Documents clear
PENGELOLAAN LAYANAN INFORMASI ILMIAH DENGAN SISTEM E-COMMERCE DI PDII-LIPI Supriyadi Supriyadi; Wahid Nashihuddin
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 25, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v25n1.2016.p1-8

Abstract

Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis layanan informasi ilmiah dan pengelolaan layanan e-commerce di PDII-LIPI. Pengkajian bersifat deskriptif-kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi literatur. Analisis data menggunakan teknik triangulasi dengan cara mereduksi data, mendisplai data, menyusun kesimpulan, dan verifikasi. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa layanan e-commerce di PDII-LIPI masih bersifat semi e-commerce karena tidak semua layanan informasi ilmiah diberikan secara elektronik atau online. Pengelolaan layanan informasi ilmiah dengan sistem e-commerce di PDII-LIPI dilaksanakan dengan beberapa cara, yaitu: 1) mengoptimalkan TIK untuk layanan online, 2) mengolah dan mengemas ulang informasi dalam bentuk paket-paket kemasan informasi digital yang menarik, interaktif, dan informatif, 3) menyiapkan sumber daya organisasi untuk mempromosikan dan mendifusikan informasi ilmiah ke masyarakat/daerah, 4) memerhatikan aspek legalitas pengelolaan layanan informasi ilmiah, 5) menetapkan tarif layanan dan menginformasikannya kepada pengguna melalui media online, 6) inovatif mengembangkan layanan online terintegrasi, dan 7) menjaga kepercayaan masyarakat dan kualitas produk/jasa informasi yang ditawarkan kepada pengguna.
KAJIAN KERUSAKAN KOLEKSI ANTIKUARIAT PUSAT PERPUSTAKAAN DAN PENYEBARAN TEKNOLOGI PERTANIAN Eka Kusmayadi
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 25, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v25n1.2016.p9-14

Abstract

Koleksi perpustakaan merupakan salah satu sumber daya yang menjadi syarat mutlak keberadaan sebuah perpustakaan. Koleksi perpustakaan yang memiliki usia terbit sudah lama mempunyai nilai yang tinggi sebagai khasanah budaya bangsa. Koleksi tersebut selain mempunyai nilai sejarah, juga memiliki nilai informasi dan bentuk fisik yang berbeda dengan koleksi masa kini. Oleh karena itu, koleksi tersebut perlu penanganan yang tepat melalui upaya preservasi dan konservasi agar dapat dimanfaatkan secara optimal dalam jangka panjang. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui kerusakan koleksi antikuariat yang dimiliki Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (PUSTAKA). Pengkajian dilakukan dengan metode observasi terhadap koleksi antikuariat di lantai 8 gedung B PUSTAKA. Sampel diambil secara acak pada saat pemeriksaan koleksi pada proses stock opname. Indikator yang diamati mengacu kepada kriteria kerusakan koleksi dari Perpustakaan Nasional. Indikator yang diamati meliputi kerusakan jilid dan cover, kerusakan kertas, kerapuhan kertas, noda pada kertas, dan kerusakan akibat serangga. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa sebagian besar koleksi antikuariat mengalami kerusakan pada jilid dan cover. Koleksi antikuariat sudah banyak yang rapuh. Kerusakan kertas disebabkan oleh serangga dan sifat fisik kertas. Upaya preservasi dan konservasi koleksi antikuariat perlu dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan agar koleksi dapat dimanfaatkan secara optimal.
KEMUTAKHIRAN SUMBER ACUAN PADA BEBERAPA JURNAL LINGKUP BADAN LITBANG PERTANIAN Sutardji Sutardji; Sri Ismi Maulidyah; Bambang S. Sankarto
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 25, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v25n1.2016.p15-22

Abstract

Kemutakhiran sumber acuan dalam suatu karya tulis ilmiah (KTI) merupakan hal penting yang dipersyaratkan dalam penilaian angka kredit jabatan fungsional. Oleh karena itu, agar KTI mendapat nilai yang baik, sumber rujukan harus mutakhir. Pengkajian ini bertujuan mengetahui kemutakhiran sumber acuan pada beberapa jurnal lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan). Pengkajian menggunakan sembilan jurnal (lima primer, empat review) lingkup Balitbangtan dan jurnal AGRIVITA terbitan Universitas Brawijaya sebagai pembanding. Parameter yang dikaji adalah (1) proporsi rujukan artikel primer dan artikel sekunder, (2) kemutakhiran rujukan, dan (3) paruh hidup literatur. Analisis bibliometrik digunakan untuk memperoleh dan menganalisis data. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa pada jurnal primer, proporsi rujukan antara artikel primer dan artikel sekunder berkisar 66-79% dan 21-34%, sedangkan pada jurnal review antara 43-51% dan 49-57%. Indonesian Journal of Agricultural Science paling banyak merujuk artikel primer (79%). Kebaruan usia rujukan (umur 0-10 tahun) pada jurnal primer sebesar 64%, sedangkan pada jurnal review 67,4%. Paruh hidup literatur berkisar antara 6,2-13 tahun, rata-rata 8,3 tahun. Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan dan Iptek Tanaman Pangan memiliki paruh hidup literatur termutakhir, masing-masing 6,2 tahun. Beberapa jurnal lingkup Balitbangtan memiliki proporsi rujukan artikel primer lebih tinggi daripada AGRIVITA, namun secara kumulatif lebih rendah (60,4%), tetapi memiliki umur paruh hidup literatur yang sama (8,3 tahun).
PERSEPSI SISWA MENGENAI SARANA DAN PRASARANA PERPUSTAKAAN SMK-PP NEGERI KUPANG Widaryono Widaryono
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 25, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v25n1.2016.p23-29

Abstract

Pengkajian bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa mengenai sarana dan prasarana perpustakaan Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK-PP) Negeri Kupang sebagai salah satu sarana dalam memperoleh informasi yang mendukung tujuan pembelajaran. Pengkajian menggunakan metode survei. Responden pengkajian adalah 152 siswa yang ditetapkan dengan menggunakan accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Variabel yang dikaji adalah persepsi siswa terhadap sarana dan prasarana perpustakaan yang mencakup gedung, ruang, kuantitas dan kualitas perlengkapan dan perabot, penataan, dan keserasian warna. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa siswa menyatakan gedung perpustakaan luas (58,6%), letak perpustakaan strategis (48,0%), ruang perpustakaan nyaman (52,9%), dan suhu ruangan sejuk (46,6%). Jumlah  perlengkapan dan perabot memadai (53,3%) dan tidak banyak yang rusak. Kualitas sarana dan prasarana perpustakaan juga baik (55,9%). Penataan perlengkapan dan perabot serta warnanya serasi. Responden menyarankan perlunya peningkatan sarana dan prasarana perpustakaan secara berkelanjutan agar pemustaka merasa nyaman berada di perpustakaan.
FAKTOR PENGHAMBAT PENELITI DALAM MENYUSUN KARYA TULIS ILMIAH REVIEW: Studi Kasus Literasi Informasi di Balai Penelitian Tanaman Serealia Jelita Wilis
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 25, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v25n1.2016.p30-36

Abstract

Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslit-bangtan) menerbitkan publikasi yang memuat karya tulis ilmiah (KTI) review, yaitu Buletin Iptek Tanaman Pangan. Publikasi ilmiah ini mendapat akreditasi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada tahun 2009. Dua tahun kemudian dinyatakan tidak lagi terakreditasi karena tidak memenuhi semua persyaratan sebagai majalah ilmiah, antara lain kekurangan artikel yang layak terbit. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas dan kemampuan literasi peneliti dalam menghasilkan KTI review. Pengkajian dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama di Perpustakaan Puslitbangtan di Bogor pada bulan Oktober 2015, dengan menginventarisasi dan mensintesis KTI review yang terbit pada Buletin Iptek Tanaman Pangan dalam periode 2009-2014. Tahap kedua survei di Balai Penelitian Tanaman Serealia (Balit-sereal) pada bulan November 2015 dengan responden 24 peneliti. Aspek yang dikaji adalah masalah yang dihadapi dalam menulis KTI review yang berkaitan dengan literasi informasi, yang meliputi: (1) kesulitan mencari informasi, (2) kesulitan memahami literatur, (3) kesulitan menuangkan ide dan pemikiran dalam bentuk tertulis, dan (4) kesulitan menyusun sistematika KTI. Hasil pengkajian menunjukkan Buletin Iptek Tanaman Pangan dalam periode 2009-2014 menerbitkan 91 artikel, 71 di antaranya dari peneliti lingkup Puslitbangtan. Dibandingkan dengan jumlah peneliti sebanyak 168 orang pada tahun 2014, produktivitas peneliti dalam menghasilkan KTI review yang terbit di Buletin Iptek Tanaman Pangan 2009-2014 rata-rata 2,37 artikel per tahun atau 0,4 artikel per orang per tahun. Faktor penghambat peneliti dalam menyusun KTI review adalah kesulitan menuangkan ide dan pemikiran dalam bentuk tertulis, yang terkait dengan kesulitan memahami literatur. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini adalah meningkatkan kemampuan literasi informasi dan pendampingan penulisan KTI review bagi peneliti, baik melalui pelatihan maupun secara individual.

Page 1 of 1 | Total Record : 5