cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Buletin Tanaman Tembakau, Serat & Minyak Industri
Published by Kementerian Pertanian
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal ilmiah nasional yang dikelola oleh Balai Penelitian Tanaman Pemanis, dan Serat, Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan untuk menerbitkan hasil penelitian dan pengembangan, dan tinjauan (review) tanaman pemanis, serat buah, serat batang/daun, tembakau, dan minyak industri. Buletin ini membuka kesempatan kepada umum yang meliputi para peneliti, pengajar perguruan tinggi, dan praktisi. Makalah harus dipersiapkan dengan berpedoman pada ketentuan-ketentuan penulisan yang disajikan pada setiap nomor penerbitan. Buletin Tanaman Tembakau, Serat & Minyak Industri diterbitkan dua kali dalam setahun pada bulan April dan Oktober, satu volume terdiri atas 2 nomor. Akreditasi No. 508/Akred/P2MI-LIPI/10/2012, ISSN: 2085-6717, e-ISSN: 2406-8853, Mulai terbit: April 2009
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol.13 No. 1 (2021) April 2021" : 5 Documents clear
Analisis Input-Output Produksi Tebu di Provinsi Jawa Timur Duwi Yunitasari; Teguh Hadi Priyono
Buletin Tanaman Tembakau, Serat & Minyak Industri Vol.13 No. 1 (2021) April 2021
Publisher : Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/btsm.v13n1.2021.36-47

Abstract

ABSTRAKTebu sebagai bahan baku industri gula merupakan salah satu komoditi perkebunan yang mempunyai peran strategis dalam perekonomian di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi keterkaitan ke depan dan ke belakang komoditas tebu terhadap pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur, dan kontribusi dampak pengganda (multiplier effect) yang ditimbulkanya terhadap multiplier output dan pendapatan di Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah perhitungan Tabel Input-Output dari data Badan Statistik Nasional tahun 2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budi daya tebu sebagai input antara untuk industri gula yang bersifat hilir, keterkaitannya sangat tinggi. Keberadaan sektor tebu kurang kuat pengaruhnya dalam meningkatkan output pada sektor tebu dan sektor-sektor ekonomi secara keseluruhan.  Pengganda pendapatan usaha tani tebu adalah tipe I dan tipe II yang bermakna bahwa sektor tebu cukup besar dalam meningkatkan pendapatan dari usaha tani tebu dan sektor-sektor ekonomi secara keseluruhan.   ABSTRACTInput-Output Analysis of Sugarcane Production in East Java Sugar cane as a raw material for the sugar industry has a strategic role in the economy in Indonesia. This study aims to analyze the contribution of forward and backward linkages of sugarcane to economic growth in East Java, and the contribution of the multiplier effect on the multiplier output and income in East Java. The method used was the calculation of the Input-Output Table from the 2015 National Statistics Agency data. The results showed that sugarcane cultivation as an intermediate input for the downstream sugar industry, had a  very high relationship. The existence of the sugarcane sector was less powerful in increasing the output of the sugarcane sector and overall economic sectors. However, the income multipliers of sugarcane farming are type I and type II, which means that the sugarcane sector is quite large in increasing the income from sugarcane farming and the overall economic sectors.  
Tindakan Pengembalian Residu Panen Tebu untuk Meningkatkan Kualitas Tanah dan Produktivitas Tebu (Saccharum officinarum L.) Rivandi Pranandita Putra; Muhammad Rasyid Ridla Ranomahera; Nindya Arini; Whisnu Febry Afrianto
Buletin Tanaman Tembakau, Serat & Minyak Industri Vol.13 No. 1 (2021) April 2021
Publisher : Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/btsm.v13n1.2021.48-66

Abstract

Tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan salah satu komoditas perkebunan stretegis di Indonesia. Penanaman tebu secara monokultur yang sering dilakukan selama bertahun-tahun di suatu wilayah yang sama di Indonesia menyebabkan penurunan kualitas fisik, kimia, maupun biologi tanah. Hal tersebut berdampak pada penurunan produktivitas tebu. Implementasi metode green cane harvesting-trash blanketing dapat membantu mempertahankan, bahkan meningkatkan kualitas tanah. Green cane-trash blanketing dilakukan dengan cara memanen tebu secara manual tanpa membakar residu (green cane harvesting), kemudian residu tersebut dicacah dan dikembalikan ke lahan tebu. Cacahan residu tebu akan terdekomposisi dan menjadi sumber bahan organik di lahan tersebut. Implementasi metode green cane-trash blanketing di perkebunan tebu juga memberikan berbagai manfaat lainnya, antara lain meningkatkan populasi makro- dan mikrofauna tanah, menurunkan tingkat pertumbuhan gulma, dan mengurangi evaporanspirasi tanah atau menjaga kadar air tanah. Beberapa studi juga melaporkan peningkatan hasil dan produktivitas tebu pada lahan yang menerapkan metode green cane-trash blanketing. Dalam prakteknya, green cane-trash blanketing dapat dilakukan secara manual atau mekanis, baik pada tanaman baru maupun keprasan. Prosesnya dimulai dari pemanenan tebu secara manual atau tanpa pembakaran, pencacahan serasah tebu, aplikasi di atas lahan, penambahan (bio)aktivator, dan inkorporasi serasah dengan tanah. Green cane-trash blanketing perlu diterapkan oleh petani tebu dan pabrik gula untuk meningkatkan kualitas tanah, yang pada akhirnya berimbas pada peningkatan hasil dan produktivitas tebu.
Keragaman Mutan Wijen (Sesamum indicum L.) Berdasarkan Karakter Kualitatif Vina Eka Aristya; Rani Agustina Wulandari; Taryono Taryono
Buletin Tanaman Tembakau, Serat & Minyak Industri Vol.13 No. 1 (2021) April 2021
Publisher : Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/btsm.v13n1.2021.1-13

Abstract

ABSTRAKSesamum indicum L. adalah salah satu tanaman alternatif penghasil minyak nabati penting. Pendekatan pemuliaan melalui induksi mutasi berusaha untuk menghasilkan variabilitas baru populasi wijen, yang secara umum tersusun dari individu homozigot. Karakter morfologi berguna untuk mengidentifikasi galur dan memastikan hasil pemuliaan mutasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi keragaman morfologi wijen hasil mutasi berdasarkan 26 karakter kualitatif. Penggalian informasi dengan metode analisis kelompok juga dikaji untuk menggambarkan variabilitas genetik pada 57 galur mutan wijen (jenis hitam dan putih) generasi M4 dan M5. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap: tahap pertama terdiri 18 galur generasi M4, dievaluasi pada Maret-Agustus 2015; tahap kedua terdiri atas 39 galur M5, ditanam pada November 2015 hingga April 2016. Pemeriksaan penampilan kualitatif mengikuti panduan descriptor list untuk wijen. Secara umum, penilaian representatif dari sifat kualitatif pada galur mutan wijen generasi M4 akan diikuti oleh keturunan generasi M5. Dendrogram dibangun untuk membedakan galur menjadi kelompok berdasarkan matriks tingkat kemiripan. Struktur populasi utama dari 57 galur berdasarkan sifat kualitatif dikategorikan dalam dua kelompok besar. Materi genotipe kelompok I diklasifikasikan menjadi dua sub-kelompok, terdiri 17 dan 31 galur. Sub-kelompok ini menjadi bagian distribusi genotipe terbesar. Kelompok II tersusun oleh 9 galur, mayoritas dari M4. Nilai korelasi antar karakter bervariasi antara 0,7176 hingga 1,0. Keragaman morfologi antar galur wijen dipengaruhi oleh sifat genetik dibandingkan faktor lingkungan. Studi ini membantu seleksi galur terpilih berdasarkan kestabilan fenotipe. Evaluasi keragaman struktur populasi wijen mutan bermanfaat untuk program pemuliaan.ABSTRACTDiversity of Sesame Mutants (Sesamum indicum L.) Based on Qualitative CharactersSesamum indicum L. is one of the alternative crops that produces vegetative oil. The plant breeding approach through mutation induction could produce new genetic variability in sesame populations, which are generally composed of homozygous individuals. The study aims were to determine the diversity of sesame-mutant lines based on 26 qualitative characters. Cluster analysis method was carried out to describe the genetic variability of 57 sesame mutant lines (consist of black and white types) 4th (M4) and 5th generations (M5). The study was done in two phases, the first phases consisted of 18 M4 lines planted in March-August 2015; the second phase consisted 39 M5 lines planted in November 2015 to April 2016. Analyses of qualitative morphological characters followed the descriptors list for sesame. In general, a representative assessment of qualitative traits in M4 lines will be followed by the offspring of M5. Dendrogram showed that the 57 mutant lines categorized into two major clusters. Cluster I were composed of two sub-clusters, consisting 17 and 31 lines. This sub-cluster was the largest part of the genotype distribution. Cluster II composed of 9 lines, where M4 were the majority. The correlation value between characters ranged from 0.7176 up to 1.0. Morphological diversity among lines were largely influenced by genetic rather than environmental factors. This study supports the selection of lines based on phenotype stability. Evaluation of the structural diversity of mutant-sesame populations could be applied in sesame-breeding programs.
Pemanfaatan Biopori Serasah Daun Kering Untuk Memperbaiki Kesuburan Tanah Pada Pertanaman Kemiri Sunan (Reutealis trisperma (Blanco) Airy Shaw) Budi Santoso; Mohammad Cholid
Buletin Tanaman Tembakau, Serat & Minyak Industri Vol.13 No. 1 (2021) April 2021
Publisher : Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/btsm.v13n1.2021.14-25

Abstract

Pengembangan kemiri sunan diarahkan pada lahan kering marginal, yang umumnya memiliki keterbatasan dalam menyediakan hara dan air bagi tanaman.   Tingkat kesuburan lahan marginal dapat diperbaiki dengan teknologi biopori. Kondisi lahan marginal memiliki kandungan bahan organik rendah, sementara serasah daun kering kemiri sunan yang rontok melimpah pada saat menjelang musim kemarau. Daun kering kemiri sunan berpeluang dimanfaatkan sebagai pengisi biopori untuk meningkatkan bahan organik tanah, dan  kapasitas memegang air. Tujuan penelitian untuk mengukur sumbangan bahan organik daun kering kemiri sunan melalui proses biopori terhadap perbaikan kesuburan tanah entisols. Penelitian dilakukan pada tahun 2017-2018 di Asembagus, ketinggian 5,5 m dpl, dan curah hujan sekitar 1.500 mm per tahun.  Perlakuan  disusun dalam Racangan  Acak Kelompok (RAK), dengan 5 ulangan.  Susunan perlakuan adalah a) Tanpa biopori dan daun kering (0); b) Biopori 20 cm, diisi 410 g daun kering; c) Biopori 30 cm, diisi 615 g daun kering; d) Biopori 40 cm diisi daun 820 g daun kering; dan e) Biopori 50 cm diisi 1.025 g daun kering. Tabung biopori (Æ13 cm) ditanam di bawah tajuk pohon kemiri sunan (umur 3 tahun), sebanyak 2 buah  tabung, di sebelah kanan dan kiri.  Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, lingkar batang, jumlah cabang, lebar kanopi, Carbon, Nitrogen, C/N ratio dan bahan organik tanah. Setelah 90 hari aplilkasi hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan biopori dengan pemberian daun kering kemiri sunan belum berpengaruh terhadap parameter vegetatif  kemiri sunan tetapi berpengaruh nyata terhadap C-organik, N-total, C/N-ratio.  Dari penelitian ini belum dapat diukur secara kuantitatif sumbangan bahan organik daun kering kemiri sunan dalam memperbaiki kesuburan tanah entisolAbstractToxic candlenut growing is directed at marginal dry land which generally has limitations in nutrients and water. Fertility can be improved with biopore technology. The  dry leaves of toxic candlenut have the opportunity to be used as biopore litter to increase soil organic matter, water holding capacity and soil fertility. The aim of the research was to  study the contribution of  dry leaf of  toxic candlenut through the biopore process to improve soil fertility of Entisols soil. The research was conducted in 2017-2018 at Asembagus with altitude of 5.5 m asl, and a rainfall of around 1500 mm per year. The treatments were arranged using a Randomized Block Design with 5 replicates i.e. a) Without  biopore without  dry leaves; b) 20 cm  biopore length, filled with 410 g of  dry leaves; c). 30 cm  biopore length, filled with 615 g of  dry leaves; d) 40 cm  biopore length, filled with 820 g of  dry leaves and e) 50 cm  biopore length, filled with 1025 g of  dry leaves.  Biopore tubes planted under the canopy of the 3 years old candlenut tree, in right and left of trunk. The parameters observed included plant height, stem diameter, number of branches, canopy width,  soil Carbon, Nitrogen, C/N ratio and organic matter. The results showed that biopore treatment with  dry toxic candlenut leaves had not affected on vegetative parameters, but had a significant effect on organic C, N-total, C/N-ratio and organic matter which would improve the soil fertility,   However, the contribution of the candlenut leaves to improve the fertility of entisol soil has not been quantitively measured. 
Analisis Tanggapan Petani Terhadap Introduksi Varietas Unggul Baru Tembakau Madura Lia Verona; Nunik Eka Diana; Djajadi Djajadi
Buletin Tanaman Tembakau, Serat & Minyak Industri Vol.13 No. 1 (2021) April 2021
Publisher : Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/btsm.v13n1.2021.%p

Abstract

Tembakau Madura tergolong tembakau semi aromatis yang dibutuhkan oleh industri rokok keretek. Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku rokok keretek yang produknya terus berkembang, maka telah dirilis empat varietas baru tembakau Madura, yaitu: Varietas Prancak T1 Agribun, Prancak T2 Agribun, Prancak S1 Agribun, dan Prancak S2 Agribun. Varietas-varietas unggul baru tersebut perlu didesiminasikan ke petani melalui kegiatan akselarasi tranfer teknologi pada tahun 2018.  Tujuannya adalah untuk mengetahui respon petani terhadap empat varietas unggul baru tersebut. Kegiatan dilakukan di Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Sumenep dengan melibatkan 26 petani responden. Masing-masing ke empat varietas baru tersebut di tanam seluas satu hektar di lahan petani yang berlokasi di Desa Lebbek dan Desa Klompang Barat Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan dan di Desa Bakeong dan Desa Por Dapor Kecamatan Guluk Guluk Kabupaten Sumenep. Sebagai pembandingnya adalah Varietas Prancak 95. Parameter yang diamati adalah biaya produksi, hasil panen, dan hasil jual tembakau. Selain itu dilakukan survei respon petani dengan metode wawancara berdasarkan kuisioner terstruktur. Petani responden yang disurvei sebanyak 26 orang, 11 orang di Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan dan 15 orang di Kecamatan Guluk Guluk Kabupaten Sumenep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas varietas Prancak S1 Agribun sebesar 724,60 kg/ha lebih tinggi daripada produktivitas varietas pembanding Prancak 95 yang mencapai 594 kg/ha. Petani berminat untuk mengembangkan varietas unggul baru tersebut karena mempunyai harga jual tertinggi (Rp 56.000/kg rajangan kering). Harga ini lebih tinggi dibandingkan dengan harga Prancak 95 (Rp 50.000/kg rajangan kering). Harga jual mutu tembakau varietas unggul baru lebih mahal karena penilaian grader tembakau varietas unggul baru mempunyai warna, aroma, dan pegangan tembakau rajangan kering yang lebih baik daripada varietas Prancak 95.

Page 1 of 1 | Total Record : 5