cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa TEUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 3 (2015)" : 25 Documents clear
VISIBLE LIGHT COMMUNICATION (VLC) SYSTEM FOR AUDIO TRANSMISSION Muhamad Irham Ma'ruf; Sholeh Hadi Pramono; Maisara Binti Othman
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Limited radio frequency spectrum (or bandwidth) is one of the major issues in wireless communication. Visible light communication (VLC) should be considered as the medium for wireless transmission because it has few advantages over other standard wireless transmissions. The advantages of VLC are low power consumption. The visible light spectrum have 10,000 times larger than the entire radio frequency spectrum which ranges from 428 THz to 750 THz. In this project the performance of visible light communication have been tested on the variation of distance between transmitter and receiver. Besides that the influence of the additional amplifier at the transmitter and receiver on the VLC system are also been characterized. Based on the results and analysis the implementation of the amplifier circuit at the transmitter and receiver helps to improve the signal quality of the audio signal in the VLC system. However the amplifier also increased the noise in this system. Moreover, the distance between transmitter and receiver can give influence to the system performance. The longer the distance means that the signal strength and voltage which has been received by the receiver decreased and cause the data loss in the system. As a conclusion this audio transmission in the VLC system are working properly and have been successfully demonstrated. However the maximum of distance between transmitter and receiver is limited to 20 cm.Keywords – Wireless Communication, Visible Light Communication, Audio Transmission
Rancang Bangun Proses Penampungan Susu Segar di Pos KOP SAE Pujon Reza Dwi Permana; Nanang Sulistiyanto; n/a Nurussa'adah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh proses penampungan susu segar di Pos KOP SAE Pujon, Kabupaten Malang yang ada saat ini masih menggunakan metode yang kurang efisien dan melewati beberapa langkah untuk menyelesaikan proses pengumpulan. Proses tersebut menggunakan nomor per-anggota pemerah sebagai identitas, penggaris sebagai alat bantu pengukur volume dan tabel perhitungan sebagai penghitung volume yang dicocokan dengan hasil pengukuran penggaris. Oleh karena itu dilakukan sebuah penelitian untuk mengatasi permasalah tersebut.Pada penelitian ini menggunakan sensor TCRT5000 sebagai sensor barcode reader untuk mendapatkan identitas pemerah. Modul HCSR04 sebagai alat pengukur ketinggian susu dalam tabung dan mikrokontroler ATmega16 digunakan sebagai alat pemroses utama. Penelitian ini dapat membatu proses penampungan susu segar agar lebih efisien dalam pengerjaannya. Hasil pengujian menunjukkan sensor ultrasonik dapat mengukur 8-32 cm dengan sesuai, akan tetapi jika pada jarak lebih dari 33 cm terjadi selisih 1 cm. Ketelitian yang diuji dengan resolusi sebesar 0,2 cm menunjukkan ketika dalam pengukuran 8,2 cm jarak sebenarnya, hasil yang terbaca sensor sebesar 8 cm sedangkan ketika pada jarak sebenarnya 8,4-8,8 cm, jarak yang terbaca sensor akan dibulatkan menjadi angka 9. Untuk barcode reader menunjukkan dapat membaca kode batang pada jarak kurang dari 3 mm. Alat ini memiliki kendala dalam pembacaan volume, dikarenakan sensor ultrasonik dalam melakukan pengukuran terdapat selisih 1 cm ketika lebih dari 33 cm.Kata Kunci : penampungan susu, barcode reader, volume.
ANALISIS PENGARUH KAPASITAS KANAL TERHADAP QUALITY OF SERVICE (QoS) VARIAN real TIME POLLING SERVICE (rTPS) PADA WiMAX IEEE 802.16d Elina Farihatul Ainin; Endah Budi Purnomowati; Muhammad Fauzan Edy Purnomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Worldwide Interoperability for Microwave Access (WiMAX) IEEE 802.16d merupakan salah satu teknologi yang mampu memberikan layanan data dengan kecepatan tinggi dan efisien. WiMAX menyediakan kapasitas kanal hingga 40 Mbps. Salah satu keunggulan WiMAX adalah menawarkan Quality of Service (QoS) berbeda. Salah satunya adalah QoS varian real Time Polling Service untuk layanan live streaming. Pada penelitian ini difokuskan untuk menganalisis pengaruh QoS pada layanan live streaming dilihat dengan tiga parameter yaitu delay, throughput, dan packet loss. Penelitian ini dilakukan dengan mengubah besar kapasitas kanal pada BS. Kapasitas kanal akan diubah di service flow. Besar kapasitas kanal pada penelitian ini terdapat 10 variasi yaitu 64 Kbps – 6000 Kbps.Hasil penelitian menunjukkan delay dengan data simulai yaitu >150 ms. data hasil simulasi sebesar 287,63 ms pada kapasitas kanal 64 Kbps, nilai tersebut tergolong kategori buruk menurut standar ITU-T G.114. Hasil simulasi untuk throughput relatif stabil dengan semakin besar kapasitas kanal maka throughput juga semakin besar. Packet loss menujukkan hasil fluktuatif dengan semakin besar kapasitas kanal maka packet loss semakin kecil. Hal ini tentunya tergolong kategori baik menurut standar TIPHON.Kata Kunci – WiMAX IEEE 802.16d, QoS, Kapasitas Kanal, Live Streaming.
Analisis Kinerja Antena Mikrostrip Rectangular Patch Double Slot pada Frekuensi 2,4 GHz Terhadap Perubahan Temperatur Joko Irawan Mumpuni; Rudy Yuwono; Muhammad Fauzan Edy Purnomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pengaruh perubahan temperatur terhadap kinerja antena mikrostrip rectangular patch double slot. Penelitian dilakukan dengan cara simulasi dan pengukuran di laboratorium. Dimensi antena diperoleh melalui perhitungan dan optimasi yang kemudian disimulasikan menggunakan software CST Microwave Studio 2014. Antena tersebut didesain pada frekuensi 2,4 GHz dan berkerja optimal dalam kondisi lingkungan standar dengan suhu 300 ˚K (=27 ˚C). Antena juga disimulasikan dengan variasi temperatur yang ditentukan, yaitu pada suhu 20 ˚C, 27 ˚C, 30 ˚C, 40 ˚C, 50 ˚C. Fabrikasi antena mikrostrip menggunakan bahan FR4 dengan konstanta dielektrik (εr) = 3,9 sebagai substrat dan bahan elemen peradiasinya menggunakan tembaga. Pada pengukuran antena mikrostrip rectangular patch double slot juga diberikan variasi temperatur yang sama dengan simulasi. Perubahan temperatur mempengaruhi perluasan materi dan nilai konstanta bahan dielektrik (εr) antena yang dapat mengganggu stabilitas kinerja antena secara keseluruhan, termasuk turunnya nilai VSWR dan return loss.Berdasarkan hasil pengukuran, antena tersebut bekerja pada frekuensi 2,406 GHz, dengan rentang frekuensi 2,376 – 2,442 GHz sehingga lebar bandwidth 0,066 GHz, nilai return loss -35,773 dB, nilai VSWR 1,033075 dan nilai gain 3,55 dBi, untuk polarisasi antena memiliki polarisasi elips serta jenis pola radiasi directional dengan level daya terima horizontal dan vertikal yaitu -57,2 dBm dan -61.2 dBm pada suhu 27 ˚C. Pada range suhu 20 ˚C – 30 ˚C, antena masih dapat bekerja secara optimal dan cukup stabil, hanya saja mengalami sedikit perubahan. Tetapi pada saat suhu naik mencapai 40 ˚C – 50 ˚C, kinerja antena mengalami penurunan secara keseluruhan. Pada suhu 40 ˚C, frekuensi kerja antena berubah menjadi 2,388 GHz, range frekuensi yang dicakup antena juga mengalami perubahan, yaitu 2,367 – 2,415 GHz sehingga lebar bandwidth juga semakin sempit, yakni 0,048 GHz, nilai VSWR dan return loss semakin turun, yaitu 1,088871 dan -27,423 dB, nilai gain pun semakin kecil, 1,25 dBi. Pun juga pada suhu 50 ˚C frekuensi kerja antena menjadi 2,361 GHz dengan rentang frekuensi 2,337 – 2,376 GHz sehingga lebar bandwidth semakin sempit, yaitu 0,039 GHz, nilai VSWR dan return loss turun menjadi 1,278152 dan -18,266 dB, nilai gain semakin kecil, 0,45 dBi, sedangkan untuk polarisasi dan pola radiasi tidak mengalami perubahan dengan variasi temperatur, hanya nilai level daya terima antena menjadi semakin kecil ketika temperatur semakin tinggi.Kata Kunci: Antena Mikrostrip, Rectangular Patch, Variasi Temperatur
KINERJA PLASTIC OPTICAL FIBER (POF) PADA VARIASI LINE CODING TERHADAP PENGARUH MACROBENDING LOSSES Farhan Kurniawan; Sholeh Hadi Pramono; Sapriesty Nainy Sari
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Serat optik merupakan media transmisi yang diyakini dapat mengirim data dengan kecepatan tinggi serta bandwidth yang lebar. Pengkodean data (line coding) adalah salah satu teknik optimalisasi serat optik. Pengkodean data digunakan agar data yang diterima sesuai dengan data yang dikirimkan. Permasalahan yang terjadi pada sistem komunikasi serat optik adalah adanya macrobending. Macrobending dapat menyebabkan perubahan penjalaran cahaya serat optik pada jenis line coding. Pada penelitian ini dilakukan kajian secara eksperimen tentang pengaruh rugi-rugi macrobending pada variasi jenis line coding dengan media Plastic Optical Fiber (POF) terhadap Bit Error Rate (BER) dan Eye pattern. Besar macrobending losses dipengaruhi oleh diameter bengkokan. Penelitian ini menggunakan lima variasi jenis line coding, antara lain NRZ-L, NRZ-I, UNI-RZ, BIP-RZ, dan Manchester. Hasil penelitian menunjukkan macrobending berpengaruh secara signifikan pada line coding UNI-RZ untuk diameter bengkokan 18mm. Hal ini ditunjukkan nilai BER naik dari 0 ke 488x10-3, noise margin turun dari 86,9% ke 0%, timing jitter naik dari 4,24% ke 100% dan bit rate turun dari 2079 bps ke 0 bps. Data pada diameter bengkokan 18 mm tidak dapat ditransmisikan dengan menggunakan pengkodean UNI-RZ.Kata Kunci— line coding, macrobending, plastic optical fiber, bit error rate, eye pattern, noise margin, timing jitter, bit rate
KINERJA PLASTIC OPTICAL FIBER (POF) JENIS STEP INDEX MULTIMODE DALAM SUHU RENDAH PADA SISTEM KOMUNIKASI SERAT OPTIK Hanif Yahya Muhatdin; Sholeh Hadi Pramono; Gaguk Asmungi
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

One of the problems that can affect the performance of optical fiber transmission network is a change in environmental temperature. Significant changes in temperature, too high or too low causes a change in the trajectory of propagation of light in optical fiber due to changes in the value of the refractive index of core and cladding. Sellmeier equation states that rising temperatures will lead to the increase in refractive index. This will give you the consequences of the change in Numerical Aperture (NA), the acceptance angle, and the refraction angle of light, and will affect the system performance. In this research by experimental study on the effect of low temperatures on the Bit Error Rate (BER) and eye pattern on POF types of multimode step-index. The losses value are affected by variations in low temperature value given. The experimental results showed that there was a change exponentially of BER values to changes in temperature. This error is shown at a temperature of 25oC to -10oC with BER value respectively is 3.1380 x 10-6 and 3.1630 x 10-6. the noise value increase at a temperature of 25oC to -10oC with the value of SNR 22,35 dB and 21,16dB, the value of noise margin 88.08% and 85.80%, the value of timing jitter 3.19% and 4.68%, and the value of the bit rate showed little change that is equal to 31,867 Kbps to 31,616 Kbps between the temperature of 25oC to -10oC.Index Terms—Low Temperature, POF, SNR, BER, Noise Margin, Timing Jitter
PENGARUH JENIS LINE CODING PADA PERFORMANSI SISTEM PLASTIC OPTICAL FIBER JENIS STEP INDEX MULTIMODE DENGAN VARIASI NOISE Anggun Novita Yessi R.; Sholeh Hadi Pramono; Sapriesty Nainy Sari
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Resiko terjadinya kesalahan sering kali terjadi pada proses pengiriman informasi antara pengirim dan penerima. Line Coding merupakan salah satu tipe coding yang digunakan untuk meningkatkan kinerja suatu sistem. Terdapat tiga tipe dasar binary line code yang umum digunakan pada komunikasi serat optik yaitu Return to Zero (RZ), Non Return to Zero (NRZ) dan Phase Encoder (PE) lebih dikenal dengan Manchester.Plastic Optical Fiber (POF) merupakan media transmisi yang sudah mampu digunakan untuk layanan triple play. Pada penelitian ini akan dilakukan kajian secara eksperimen tentang pengaruh jenis line coding menggunakan media transmisi POF dengan variasi noise. Parameter kinerja yang diamati BER dan Eye Pattern. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis line coding dapat mempengaruhi performansi sistem POF. Dengan pemberian pengaruh noise, pada line coding Manchester memiliki performansi yang lebih bagus bila dibandingkan dengan line coding jenis NRZ-M, NRZ-L, BIP-RZ dan UNI-RZ. Hal ini dibuktikan dari nilai BER terendah pada level noise 22 dB sebesar 26,283x10-3, SNR tertinggi pada level noise 0 dB dengan nilai 22,934% , noise margin 86,014%, timing jitter 4.393 %, dan nilai bit rate sebesar 2082,03 bps.Kata Kunci— Line Coding, Plastic Optical Fiber, Noise, Bit Error Rate, Eye Pattern
PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP KINERJA PLASTIC OPTICAL FIBER JENIS STEP INDEX MULTIMODE PADA VARIASI LINE CODING Emma Sofianisa; Sholeh Hadi Pramono; Sapriesty Nainy Sari
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Line coding pada sistem komunikasi serat optik diperlukan untuk menghindari data yang rusak atau hilang pada proses transmisi termasuk pada transmisi serat optik jenis Plastic Optical Fiber (POF). Plastic Optical Fiber (POF) memiliki kecepatan yang tinggi untuk akses data, suara, dan video. Permasalahan pada serat optik yang tidak dapat dicegah yaitu rugi-rugi propagasi, salah satunya adalah perubahan suhu pada keadaan sekitar. Kenaikan temperatur menyebabkan penurunan kinerja sistem komunikasi serat optik karena adanya perubahan indeks bias dan Numerical Aperture (NA). Pada penelitian ini dilakukan analisis pengaruh temperatur terhadap Bit Error Rate (BER) dan eye pattern pada variasi line coding dengan media transmisi POF jenis step index multimode. Perubahan temperatur yang dikaji yaitu antara 25°C sampai 65°C. Pengaruh temperatur pada UNI-RZ dibandingkan dengan line coding lainnya adalah rendah, yaitu pada temperatur 25°C sampai 65°C nilai noise margin turun dari 87,97% ke 75,17%, nilai timing jitter naik dari 3,850% ke 4,461%, nilai SNR turun dari 24,282 dB ke 17,879 dB, nilai bit rate turun dari 2081,17 bps ke 2074,69 bps, dan nilai BER naik dari 4,805x10-5 ke 4,820x10-5.Kata Kunci— Temperatur, Plastic Optical Fiber, eye pattern, noise margin, timing jitter, signal to noise ratio, bit rate, bit error rate.
ANALISIS PERFORMANSI VIDEO ON DEMAND (VOD) PADA JARINGAN VIRTUAL LOCAL AREA NETWORK (VLAN) MENGGUNAAN MEDIA SERAT OPTIK Keynan Haqie; Sholeh Hadi Pramono; Ali Mustofa
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Jaringan Virtual Local Area Network (VLAN) merupakan suatu broadcast domain yang dibuat pada sebuah manageable switch dan memakai sebuah subset dari port fisik pada switch. Layanan Video On demand (VOD) adalah kegiatan streaming. Sistem kerja dari VoD adalah file video disimpan dalam server dan pengguna dapat mengakses file tersebut. Kebutuhan bandwidth untuk melakukan streaming video cukup besar yaitu rata-rata 3 Mbps. Serat optik yang merupakan media transmisi yang memiliki bandwidth yang besar dan dapat memenuhi kebutuhan layanan VOD. Penelitian ini dilakukan dengan parameter yang digunakan untuk menentukan Quality of Service (QoS) layanan VOD pada jaringan VLAN menggunakan serat optik adalah delay, packet loss, dan throughput. Kualitas performansi layanan VOD pada jaringan VLAN dengan menggunakan serat optik sesuai dengan standar ITU-T G.1010, dengan menggunakan resolusi video 360p, 720p dan 1080p. Penelitian dilakukan dengan melakukan perancangan jaringan VLAN. Port pada switch akan dikonfigurasikan dengan menggunakan port VLAN. Segmen VLAN akan dijadikan dua, yaitu VLAN 1 dan VLAN 2. Hasil pengujian menunjukkan adanya perubahan ketika menggunakan jaringan VLAN dibandingkan dengan jaringan LAN walaupun tidak begitu besar pengaruhnya. Pengaruh besarnya resolusi terhadap QoS sangat berpengaruh, nilai throughput pada resolusi 360p, 720p, dan 1080p adalah 0,4124 Mbit/s, 1,34055 Mbit/s, dan 2,0596 Mbit/s. Nilai delay pada resolusi 360p, 720p, dan 1080p adalah 19,572 ms, 7,3275 ms, dan 4,96 ms. Nilai packet loss untuk semua resolusi berkisar 0 – 3% Berdasarkan rekomendasi standar packet loss ITU-T G.1010 untuk aplikasi streaming layanan VoD ini telah memenuhi standar.Kata Kunci – VLAN, VOD, QoS, ITU.
THERMAL NOISE AS ELECTROMAGNETIC POLUTAN IN WIRELESS COMMUNICATION SYSTEM Rochman Ananda Arif S.; Rudy Yuwono; Endah Budi Purnomowati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

In wireless communication system thermal noise is one of the noise that detected at the receiver. Thermal noise(Johnson Noise) exists in all resistors and results from the thermal agitation of free electrons therein by thetemperature.This paper starts with an introduction onhow temperature appears on the receiver and thermal noise onthereceiver. The major contribution factor to thermal noise power and RMS voltage is also discussed analytically. TheCDMA modem is used as a subject to study thermal noise in wireless communication system.

Page 1 of 3 | Total Record : 25


Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2026) Vol. 13 No. 7 (2025) Vol. 13 No. 6 (2025) Vol. 13 No. 5 (2025) Vol. 13 No. 4 (2025) Vol. 13 No. 3 (2025) Vol. 13 No. 2 (2025) Vol. 13 No. 1 (2025) Vol. 12 No. 6 (2024) Vol. 12 No. 5 (2024) Vol. 12 No. 4 (2024) Vol. 12 No. 3 (2024) Vol. 12 No. 2 (2024) Vol. 12 No. 1 (2024) Vol. 11 No. 6 (2023) Vol. 11 No. 5 (2023) Vol. 11 No. 4 (2023) Vol. 11 No. 3 (2023) Vol. 11 No. 2 (2023) Vol. 11 No. 1 (2023) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022): Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue