cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 167 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013" : 167 Documents clear
IMPLIKASI EKONOMI DAN SOSIAL MASYARAKAT PESISIR ATAS TURUNNYA HASIL TANGKAPAN LEMURU (Studi Kasus Masyarakat Pesisir Muncar Kabupaten Banyuwangi) Wingking Putra Pamungkas; Sa songko
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.153 KB)

Abstract

Muncar merupakan kecamatan penghasil tangkapan ikan terbesar di Kabupaten Banyuwangi dan merupakan pelabuhan utama pendaratan ikan utama di Provinsi Jawa Timur. Sampai saat ini ikan pelagis khususnya ikan lemuru (Sardinella Lemuru) masih mendominasi hasil tangkapan nelayan sehingga tidak mengherankan jika industri-industri pengolahan ikan baik skala industri rumah tangga maupun industri besar berdiri di kawasan ini. Pada tahun 2009, total hasil tangkapan nelayan berjumlah 32.782ton ikan dan untuk jenis ikan lemuru sendiri berjumlah 28.446 ton. Namun pada tahun 2010 hasil tangkapan nelayan menurun tajam dan hanya mampu mendaratkan ikan sebanyak 22.046.289 ton saja. Untuk jenis ikan lemuru pada tahun yang sama nelayan hanya mampu mendaratkan sebesar 17.718 ton saja dan terus mengalami penurunan setidaknya sampai tahun 2011. Penurunan hasil tangkapan ikan pada tahun-tahun tersebut tentu akan berdampak pada kondisi ekonomi dan sosial masyarakat pesisir yang  notabene menggantungkan mata pencahariannya di sektor perikanan tangkap. Penelitian ini menjelaskan dampak yang ditimbulkan dari fenomena penurunan hasil tangkapan ikan kepada masayarakat pesisir khususnya mereka yang memanfaatkan pasokan ikan pelagis ikan lemuru maupun ikan pelagis lainnya sebagai mata pencahariannya seperti nelayan pandega penangkap lemuru dan pemindang. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui dampak sosial yang berkaitan dengan upaya yang dilakukan masyarakat pesisir menyikapi penurunan hasil tangkapan ikan yang terjadi di Muncar baru-baru ini. Kata kunci: Penurunan hasil tangkapan ikan, implikasi ekonomi dan sosial, dan upaya.
Analisis Pengaruh PDRB, UMK, dan Inflasi Terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Malang Tahun 1980-2011 Roby Cahyadi Kurniawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.173 KB)

Abstract

Pembangunan  ekonomi  pada  hakekatnya  adalah  serangkaian  usaha kebijaksanaan  yang  bertujuan  untuk  meningkatkan  taraf  hidup  masyarakat memperluas  kesempatan  kerja  dan  mengarahkan  pembagian  pendapatan  secara merata. Dalam pembangunan ekonomi Indonesia kesempatan kerja masih menjadi masalah  utama.  Hal  ini  timbul  karena  adanya   kesenjangan  atau ketimpangan dalam  mendapatkannya. Pokok dari permasalahan ini bermula  dari  kesenjangan antara  pertumbuhan  jumlah  angkatan  kerja disatu pihak dan kemajuan  berbagai sektor perekonomian dalam menyerap tenaga kerja dipihak lain. Tujuan penelitian ini  adalah  untuk  menganalisis  nilai  PDRB,  Upah,  Inflasi, Investasi, Tingkat Bunga dan Jumlah Industri secara individu terhadap  tingkat  Pengangguran  Terbuka  di  Kota Malang  tahun  1980  – 2011.  Dan  menganalisis  nilai  PDRB,  Upah, Inflas, Investasi, Tingkat Bunga dan Jumlah Industri  secara  bersama   –   sama terhadap  tingkat  Penganguran  Terbuka  di  Kota Malang  Tahun  1980  – 2011.   Analisis  data  pada  penelitian  ini  menggunakan  Metode  Regresi  Linear Berganda.  Uji  hipotesis  menggunakan  pengujian  secara  parsial  (uji  t),  simultan (uji  F)  dan  Uji  Koefisien  Determinasi  (R2).  Data-data  yang  digunakan  dalam penelitian   ini  adalah  data  PDRB,  Upah,  Inflasi, Investasi, Tingkat Bunga, Jumlah Industri  dan  Pengangguran terbuka  di Kota Malang Tahun 1980 – 2011.  Hasil  penelitian  menunjukkan  pengaruh  PDRB  terhadap  pengangguran  terbuka diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,00 < 0,01. Hal  ini  menyatakan  bahwa  PDRB memiliki  pengaruh  negatif  yang  signifikan  terhadap  pengangguran  terbuka.Dengan demikian  Hipotesis  1  diterima.   Hasil  pengujian  pengaruh  UMK   terhadap pengangguran  terbuka diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,09 < 0,10. Hal tersebut menyatakan bahwa UMK memiliki pengaruh  positif  yang  signifikan  terhadap  pengangguran terbuka.  Dengan  demikian Hipotesis  2 diterima.  Hasil  pengujian  pengaruh  Inflasi  terhadap  pengangguran  terbuka diperoleh  nilai  signifikansi  sebesar  0,078  <  0,10. Hal  menyatakan  bahwa  inflasi  memiliki pengaruh  negatif  yang  signifikan  terhadap  pengangguran  terbuka.  Dengan  demikian Hipotesis  3  diterima. Hasil  pengujian  pengaruh  Investasi   terhadap  pengangguran  terbuka  diperoleh  nilai  signifikansi  sebesar  0,000  <  0,01. Hal  ini  berarti  bahwa  investasi  memiliki pengaruh  negatif  yang  signifikan  terhadap  pengangguran  terbuka.  Dengan  demikian Hipotesis  4  diterima. Hasil  pengujian  pengaruh  Tingkat Bunga   terhadap  pengangguran  terbuka  diperoleh  nilai  signifikansi  sebesar  0,015  <  0,05. Hal  ini  berarti  bahwa  Tingkat Bunga  memiliki pengaruh  positif  yang  signifikan  terhadap  pengangguran  terbuka.  Dengan  demikian  Hipotesis  4  diterima. Hasil  pengujian  pengaruh  Jumlah Industri  terhadap  pengangguran terbuka diperoleh  nilai  signifikansi  sebesar  0,0004  <  0,01.  Hal  ini  berarti  bahwa  Jumlah Industri memiliki pengaruh  negatif  signifikan  terhadap  pengangguran  terbuka.  Dengan  demikian Hipotesis  4  diterima. Hasil  pengujian  secara  simultan  diperoleh  nilai  signifikansi  sebesar  0,000  <  0,05.  Hal  ini  berarti  Pengangguran Terbuka dapat  dipengaruhi  oleh PDRB, Upah, Inflasi, Investasi, Tingkat Bunga, dan Jumlah Industri secara bersama-sama.   Kata kunci : Pengangguran  Terbuka, PDRB, UMK, Inflasi, Investasi, Tingkat Bunga, Jumlah Industri 
ANALYSIS OF INDONESIA’S GREEN GDP ACCOUNTING WITH GREY SYSTEM THEORY TYPE GM (1,1) FOR YEARS 2000 – 2010 Andistya Oktaning Listra
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.971 KB)

Abstract

This research aimed to measure Green GDP accounting with Grey System Theory Type GM (1,1) with a case study on Indonesia's Green GDP for years 2000 – 2010. The data used in this research is secondary data obtained from Sucofindo. Based on previous research found that Green GDP accounting which known as success  indicator  for green economic still encountered some disadvantages such as general equilibrium  effects which not accompanied with  policies  and efforts  to internalize  natural resources and environmental cost, the difficulties to setting the price of natural resources, and unclear information about natural resources inventories due to the lack of comprehensive calculations in estimating data, especially related to the quantity, quality, and changes in natural resources. Therefore, referring to (Lu and Chiu, 2012) the researchers sought to apply Grey System Theory type GM (1,1) for Indonesia's Green GDP accounting for years 2000  –  2010 as an attempt to measure Green GDP accounting. From the results of measurements, the value of MPE and MAPE both showed bias conditions (15%) and less accurate (36.59%). Indirectly those reflect the weakness of Indonesia's Green GDP accounting.Keywords:  Green GDP accounting, Grey System Theory Type GM (1,1), Weakness in Indonesia’s Green GDP accounting
Determinan Inflasi Indonesia: Analisis Jangka Panjang dan Pendek Ardianing Pratiwi; Ferry Prasetyia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.881 KB)

Abstract

Pergarakan inflasi di Indonesia dikenal memiliki fluktuasi yang cukup tinggi dan bersifat persisten. Pemahaman mengenai karakteristik dan sumber guncangan yang dapat memicu inflasi dapat digunakan sebagai landasan dalam merumuskan suatu kebijakan moneter yang efektif dan konsisten pengendalian stabilitas inflasi, sebagai tujuan akhirnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan inflasi di Indonesia baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek, dengan menggunakan metode Vector Error Correction Model (VECM). Data dalam bentuk  time series selama periode 2002-2011 dan diperoleh dari publikasi Bank Indonesia dan Bank Dunia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa menurut estimasi VECM, dalam jangka panjang inflasi di Indonesia dipengaruhi secara signifikan oleh keempat variabel independen, yaitu suku bunga BI  rate, jumlah uang beredar, nilai tukar dan konsumsi rumah tangga. Semua variabel memiliki pengaruh negatif, kecuali hubungan positif yang ditunjukkan oleh variabel nilai tukar.  Dalam jangka pendek, kenaikan BI  rate dan depresiasi nilai tukar memiliki pengaruh signifikan dan positif terhadap laju inflasi. Berdasarkan hasil IRF, inflasi merespon secara cepat perubahan keempat variabel, satu periode setelah  shock muncul.  Variance decomposition menunjukkan bahwa, secara berurutan inflasi dipengaruhi oleh besarnya kontribusi perubahan suku bunga, nilai  tukar, jumlah uang beredar dan konsumsi rumah tangga. Kata kunci: Tingkat inflasi, suku bunga, jumlah uang beredar, nilai tukar, konsumsi rumah tangga.
IMPLIKASI TEMPAT BERJUALAN TERHADAP TINGKAT PENDAPATAN SEKTOR INFORMAL (Studi Kasus di PPS Merjosari Kecamatan Lowokwaru Malang) Bagus Pramoedhiatma Asihanto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.768 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implikasi tempat berjualan terhadap tingkat pendapatan sektor informal di PPS Merjosari Kecamatan Lowokwaru agar sektor informal tersebut masih tetap mampu bersaing dan bertahan, sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu usaha strategis dalam mencapai pertumbuhan ekonomi. Metode kualitatif fenomenologis yang dipilih dan digunakan dalam penelitian ini. Unit analisis dalam penelitian ini adalah pedagang kaki lima binaan Dinas Pasar khususnya makanan dan minuman serta kebutuhan pokok lainnya yang berjualan di kawasan PPS Merjosari Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Dengan penentuan unit analisis ini diharapkan pengumpulan data dapat dipusatkan di sekitarnya. Untuk mendapatkan informasi mengenai data yang dibutuhkan maka peneliti menggunakan beberapa informan yang jumlahnya tergantung pada tempat yang akan diteliti di mana informan tersebut adalah pedagang kaki  lima binaan Dinas Pasar yang mempunyai karakteristik bermacam-macam dan dapat menjawab rumusan masalah penelitian. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa posisi tempat berjualan para PKL binaan  Dinas Pasar di PPS Merjosari tidak mempengaruhi tingkat pendapatan yang diperoleh PKL. Kebanyakan dari PKL Binaan Dinas Pasar yang berjualan aneka sayur dan bumbu membeli barang dagangannya dini hari dan sebagian besar PKL Binaan Dinas Pasar sebagian besar lebih merasa nyaman berjualan di Pasar Dinoyo dibandingkan dengan berjualan di PPS Merjosari . Kata kunci: tempat berjualan, sektor informal, tingkat pendapatan
PERAN KOPERASI UNIT DESA (KUD) TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN ANGGOTA (Studi Kasus KUD “Sri Among Tani” Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri) Bunga Rosavinda; Su partono
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.241 KB)

Abstract

Koperasi merupakan organisasi yang dicanangkan dan didukung oleh pemerintah dengan tujuan kesejahteraan masyarakat.Kabupaten Kediri sebagai salah satu kabupaten yang terdapat di provinsi Jawa Timur memiliki potensi secara ekonomi yang perlu diperhitungkan.Sama halnya dengan kabupaten/kota di seluruh Indonesia keberadaan koperasi di Kabupaten Kediri dalam pengembangan dan pembangunan ekonomi rakyat diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat dengan peningkatan pendapatan. Salah satu Koperasi primer di Kabupaten Kediri dengan bentuk KUD yang mampu bertahan dari tahun 1973 hingga saat ini dan mampu menjadi KUD terbaik no 1 se-Kabupaten Kediri pada tahun 2012 yakni KUD ‟Sri Among Tani‟ di Kecamatan Plosoklaten bahkan mampu berprestasi no 3 se-Provinsi Jawa Timur pada tahun 2012. KUD ‟Sri Among Tani‟ merupakan KUD yang dapat dikatakan maju karena sejak berdiri pada tahun 1973 hingga saat ini masih berjalan serta mengukir prestasi dengan memiliki jumlah unit yang banyak, dan SHU yang terus meningkat dari tahun ketahun. Dengan majunya KUD “Sri Among Tani” diharapkan juga mampu berperan dalam meningkatkan pendapatan anggotanya. Penelitian ini merupakan kualitatif serta menggunakan teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena penelitian ini bermaksud menemukan, memahami, menjelaskan dan memperoleh gambaran tentang peran KUD ‟Sri Among Tani‟ terhadap peningkatan pendapatan anggota Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri. Penentuan informan dilakukan berdasarkan design sampleagar mampu mewakili seluruh anggota KUD “Sri Among Tani maka ditentukan 8 responden. Setelah itu dilakukan analisis pendapatan melalui jumlah pendapatan rata-rata per tahun selama lima tahun terakhir yaitu mulai dari tahun 2008 hingga 2012. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa KUD “Sri Among Tani” memiliki peran positif terhadap peningkatan pendapatan anggota serta keberadaannya memberi manfaat bagi anggota walaupun hanya sebagai anggota pasif. Hal  tersebut terlihat dari analisis pendapatan responden serta pernyataan dari responden secara langsung. Dari pernyataan yang diberikan masing-masing responden bahwa responden merasakan terjadi peningkatan pada pendapatan mereka walapun tidak secara kontinue tiap tahun, serta responden merasakan bahwa dengan adanya KUD “Sri Among Tani” khususnya Unit Simpan Pinjam sangat berperan dalam permodalan usaha untuk tetap berjalan dan bahkan usaha lebih maju. Meskipun terdapat banyak lembaga keuangan di Kecamatan Plosoklaten para responden merasa tetap lebih menguntungkan menjadi nasabah dan anggota KUD “Sri Among Tani”. Selain itu responden juga merasa manfaat dengan adanya unit-unit usaha yang dikelolakan KUD “Sri Among Tani” karena mampu memenuhi kebutuhan anggota sehingga KUD “Sri Among Tani” mendapatkan kepercayaan dari para anggota. Kepercayaan dari anggota tentunya ditanggapi oleh KUD “Sri Among Tani” dengan melakukan pelayanan terbaik agar anggota merasa nyaman dan sejahtera. Kata Kunci : Koperasi, pendapatan per kapita, KUD “Sri Among Tani”
Dampak Penerapan Perdagangan Bebasasean China Free Trade Agreement (ACFTA) Terhadap Keberlangsungan Industri Kecil Menengah (IKM) Dilihat dari Perspektif Varian Produk IKM di Jawa Timur Ermita Yusida; Farah Wulandari
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.469 KB)

Abstract

Industri Kecil Menengah (IKM) memegang peran penting dalarn perekonomian nasional baik ditinjau dari segi jumlah usaha maupun dalam penciptaan lapangan kerja. Dengan terjadinya pergeseran tatanan ekonomi dunia pada persaingan bebas, terutama penerapan ASEAN China Free Trade Agreement (ACFTA) dapat dikatakan bahwa IKM menghadapi situasi yang bersifat double squeeze,  yaitu desakan ganda antar produk IKM domestik dan produk asing.Dalam persaingan domestic yang semakin tinggi, membuat IKM semakin terdesak karena membanjirnya produk impor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak ACFTA terhadap keberlangsungan IKM di Jawa Timur. Secara teoritis, perdagangan bebas akan berpengaruh pada harga dan kuantitas. Sesuai dengan teori perdagangan internasional, ketika adanya perdagangan bebas akan menyebabkan persaingan yang semakin sempurna sehingga terjadi tekanan harga yang juga menurunkan tingkat kuantitas. hal ini menyebabkan profit akan menurun, dengan asumsi  cost  tetap dalam jangka pendek.  Data sekunder dan data primer digunakan dalam penelitian ini, dengan menggunakan metode ekonometrik  3 stage least square  berupa persamaan simultan. Persamaan ini untuk mengestimasi dampak ACFTA terhadap tingkat pendapatan IKM, sedangkan untuk mengidentifikasi jenis industri yang paling besar terpengaruh oleh adanya ACFTA, menggunakan metode analisis sensitifitas dengan standar deviasi. Hasil sensitifitas tersebut akan dijelaskan dengan menggunakan data primer. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ACFTA berdampak pada keberlangsungan IKM di Jawa Timur, yaitu membuat  harga cenderung meningkat dan kuantitas yang cenderung menurun. ACFTA memiliki dampak yang berbeda-beda terhadap jenis IKM Jawa Timur. Terdapat beberapa industry yang memiliki sensitifitas tinggi dan rendah terhadap penerapan ACFTA. Kata Kunci :  ASEAN China Free Trade Agreement  (ACFTA), IKM,  Jawa Timur, Persamaan Simultan,3 stage least square
KAJIAN RESPON PERMINTAAN PENDIDIKAN TINGGI TERHADAP KENAIKAN BIAYA KULIAH DAN PENDAPATAN MASYARAKAT DI KOTA MALANG (STUDI KASUS PADA UNIVERSITAS BRAWIJAYA DAN UNIVERSITAS NEGERI MALANG) Mahardynastika Nindya Hapsari; Tyas Danarti Hascaryani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.317 KB)

Abstract

Tingkat permintaan pendidikan tinggi di Kota Malang secara potensial dan efektif meningkat dari tahun ke tahun setidaknya dalam 7 tahun terakhir. Sebagai barang ekonomi, tingkat permintaan pendidikan tinggi ditentukan dengan tingkat pendapatan dan harga atau biaya atas jasa pendidikan itu sendiri.  Pendapatan masyarakat yang ditunjukkan melalui PDRB per kapita di Indonesia mengalami konsistensi kenaikan dari tahun ke tahun, demikian juga dengan biaya kuliah, setiap tahun selalu mengalami kenaikan atau inflasi. Respon permintaan terhadap kenaikan pendapatan masyarakat secara umum dan biaya kuliah ditunjukkan melalui koefisien elastisitas pendapatan dan harga dari permintaan pendidikan tinggi.  Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif dengan metode pendekatan deskriptif, hasil yang ditemukan adalah kecenderungan pendidikan tinggi menjadi barang mewah berdasarkan elastisitas pendapatannya dan sifatnya inelastis terhadap perubahan harga. Berdasarkan karakteristik elastisitas pendapatan dan harganya, pendidikan tinggi dipandang sebagai barang investasi yang mana konsumen bersedia menginvestasikan sejumlah uangnya dengan harapan akan menerima return di kemudian hari. Selain itu, dalam penelitian ini ditemukan bahwa permintaan pendidikan tinggi memiliki pola yang substitutif antar institusi, keberadaan kelebihan permintaan yang melanggengkan jalur  non-reguler, dan posisi konsumen sebagai  price taker  yang mengakibatkan daya tawarnya lemah dalam pasar.   Kata kunci: permintaan, pendidikan tinggi, elastisitas pendapatan dan harga
DETERMINAN TINGKAT SUKU BUNGA PINJAMAN PERBANKAN DI INDONESIA (PERIODE JULI 2005 – DESEMBER 2011) Riza Waljianah; Farah Wulandari
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.934 KB)

Abstract

This  paper describes the effect of monetary instruments BI rate in order to influence the movement of the loan interest rate through deposit interest rate and also explained the macroeconomic factors thought to affect the movement of the loan interest rate are interbank rates, inflation, as well as the variables associated with international financial interaction are exchange rate and foreign interest rate SIBOR. The analysis used multiple regression analysis incrementally with the study period July 2005  - December 2011.Empirical test  results prove that the policy  interest rate BI rate has a major impact or influence the development of interest rate loan through an interest rate of deposits. Interbank rates and SIBOR have the opposite effect in influencing the direction of loan interest rate through deposit interest rate.  Inflation    has no  significant contribution in the movement of the  loan interest rate. And exchange rate has little contribution with unidirectional movement in influencing of loan interest rate through interest rates on deposits. Keywords: BI Rate, interbank rates, inflation, exchange rates, SIBOR, loan interest rate.
IDENTIFIKASI STRUKTUR PASAR DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBENTUKAN HARGA (Studi Kasus Pada Sentra Industri Keripik Tempe Sanan Malang) Winda Wahyu Widyasari; Asfi Manzilati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.156 KB)

Abstract

Dalam rangka meningkatkan peran UKM, aspek mikroekonomi juga perlu diterapkan. Salah satunya pemikiran mengenai struktur pasar dan pembentukan harganya. Dalam pemikiran level mikro neoklasik, dijelaskan tentang bagaimana struktur pasar atau mekanisme pasar (permintaan dan penawaran) dapat menjadi determinan dalampembentukan harga, output dan pendapatan.  Sanan merupakan salah satu daerah UKM di Kota Malang yang perekonomiannya berkembang pesat karena usaha keripik tempenya. Sampai sekarang para pedagang di daerah Sanan tersebut masih bisa mempertahankan perkembangan usahanya. Dan bahkan beberapa dari  mereka ada yang semakin maju dalam pengembangan usahanya. Dalam hal ini pembentukan harga memiliki peran yang sangat penting didalamnya, bagaimana mekanisme harga di dalam usaha tersebut dan harga para pesaing terbentuk sehingga nantinya mereka tetap dapat menarik minat konsumen serta mempertahankan para pelanggannya. Maka untuk  mengetahui itu semua diperlukan identifikasi struktur pasar di dalamnya, serta tentang bagaimana struktur pasar tersebut dapat berimplikasi terhadap proses terbentuknya harga, sehingga mereka bisa tetap mempertahankan perkembangan usahanya.   Untuk itu disini peneliti akan mengamati bagaimana identifikasi struktur pasar dan implikasinya terhadap pembentukan harga (studi kasus pada Sentra Industri Keripik Tempe Sanan Malang). Dengan menggunakan analisis kualitatif dan pendekatan  fenomenologis  sehingga dapat menjawab rumusan masalah pada penelitian. Dari hasil penelitian ini, diketahui bahwa  struktur pasar di Sentra Industri Keripik Tempe Sanan lebih mengarah ke  pasar persaingan monopolistik dilihat dari ciri-cirinya yang tidak terdapat hambatan untuk masuk, banyaknya penjual, tidak ada kerja sama dan diferensiasi produk. Hal ini berimplikasi terhadap pembentukan harga di Sanan yang juga sendiri-sendiri dan tidak ada kerjasama.   Kata kunci: Struktur pasar, harga, pembentukan harga

Filter by Year

2012 2012


Filter By Issues
All Issue Vol. 10 No. 2 Vol 10, No 2: Semester Genap 2021/2022 Vol 10, No 1: Semester Ganjil 2021/2022 Vol. 10 No. 1 Vol. 9 No. 2 Vol 9, No 2: Semester Genap 2020/2021 Vol 9, No 1: Semester Ganjil 2020/2021 Vol. 9 No. 1 Vol. 8 No. 2 Vol 8, No 2: Semester Genap 2019/2020 Vol 8, No 1: Semester Ganjil 2019/2020 Vol. 8 No. 1 Vol. 7 No. 2 Vol 7, No 2: Semester Genap 2018/2019 Vol 7, No 1: Semester Ganjil 2018/2019 Vol. 7 No. 1 Vol. 6 No. 2 Vol 6, No 2: Semester Genap 2017/2018 Vol 6, No 2: Semester Genap 2017/2018 Vol 6, No 1: Semester Ganjil 2017/2018 Vol 6, No 1: Semester Ganjil 2017/2018 Vol. 6 No. 1 Vol. 5 No. 2 Vol 5, No 2: Semester Genap 2016/2017 Vol 5, No 2: Semester Genap 2016/2017 Vol 5, No 1: Semester Ganjil 2016/2017 Vol 5, No 1: Semester Ganjil 2016/2017 Vol. 5 No. 1 Vol. 4 No. 2 Vol. 3 No. 2 Vol 4, No 2 : Semester Genap 2015/2016 Vol 4, No 2 : Semester Genap 2015/2016 Vol 4, No 1: Semester Ganjil 2015/2016 Vol 4, No 1: Semester Ganjil 2015/2016 Vol. 4 No. 1 Vol 3, No 2: Semester Genap 2014/2015 Vol 3, No 2: Semester Genap 2014/2015 Vol 3, No 1: Semester Ganjil 2014/2015 Vol 3, No 1: Semester Ganjil 2014/2015 Vol. 3 No. 1 Vol. 2 No. 2 Vol 2, No 2: Semester Genap 2013/2014 Vol 2, No 2: Semester Genap 2013/2014 Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014 Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014 Vol. 2 No. 1 Vol. 1 No. 2 Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013 Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013 Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013 Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013 Vol. 1 No. 1 More Issue