cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 167 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1" : 167 Documents clear
ANALYSIS OF FACTORS AFFECTING THE STOCK SPLIT Case Study On Listed Companies In Indonesia Stock Exchange 2006-2010 Praditya, Dimas; Affandy, Didied Poernawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 1 No. 1
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is to know about anything that affects the stock split on companies listed on the Stock Exchange. Each company was founded with the hope that the company can sustain its business, growing rapidly and can exist for long periods. Supporting operations require one financing for companies that have gone public by issuing shares to increase liquidity and trading perform stock splits, stock split is to break a piece of stock into n shares, price per new share after the stock split is 1 / n of the previous price. Basically there are two types of stock splits do, which is share split up (split up) and dropped the stock split (split down). Solving stock up or split up is the decline in the nominal value per share, which resulted in increasing the number of shares outstanding. Stock split or split down fall is the increase in the nominal value per share, and reduce the number of shares outstanding. There are several theories that explain the stock split and its relation to the stock price and liquidity. Among them there are two well-known theories as literature, the signaling theory and optimal trading range theory. Signaling theory or also known as information asymmetry states that a stock split provides an informative signal to investors about the prospects for improvement in the future returns which substantially while trading range theory states that the stock split will increase the liquidity of stock trading Keyword:Stock Split, Split Up, Split Down Singnaling Theory, Trading Range Theory
Analisis Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian Pada Waroeng Steak and Shake (Studi Kasus Pada Waroeng Steak and Shake Soekarno – Hatta, Kota Malang) Panjaitan, Andrey Olaf Yeriko; Sudiro, Achmad
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 1 No. 1
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian pada Waroeng Steak and Shake (studi kasus pada Waroeng Steak and Shake Soekarno – Hatta, Kota Malang). Kota Malang dikenal sebagai kota pelajar, karena dikota ini terdapat banyak sekolah dan perguruan tinggi/universitas yang membuat kota ini di tiap tahun akan menerima banyak pendatang baru dari luar Kota Malang untuk bersekolah atau melanjutkan pendidikannya. Selain dikenal sebagai kota pelajar, Kota Malang juga dikenal dengan kota yang memiliki beberapa tempat wisata. Karena 2 (dua) hal tersebut membuat orang yang datang ke Kota Malang di tiap tahunnya semakin meningkat, dan hal tersebut akan berpengaruh terhadap bisnis dan usaha tempat makan/rumah makan/kuliner yang ada di Kota Malang. Semakin banyak jumlah orang/penduduk yang terdapat di Kota Malang, kemungkinan besar juga akan semakin banyak orang yang dapat diserap untuk dijadikan konsumen dan pelanggan. Oleh karena hal tersebut, membuat bisnis dan usaha tempat makan di kota Malang semakin meningkat, terbukti dengan semakin banyaknya jumlah tempat makan/kuliner yang ada di kota Malang. Meninggi dan meningkatnya jumlah tempat makan/rumah makan/kuliner, akan meningkatkan persaingan. Untuk menghadapi persaingan yang semakin meningkat tersebut, perusahaan/badan usaha tempat makan/rumah makan/kuliner perlu membuat, menyusun, dan menetapkan strategi-strategi yang tepat dengan tujuan untuk memenangkan persaingan, meraih laba, dan melanjutkan kegiatan usaha/bisnis tersebut. Salah satu strategi untuk memenangkan persaingan adalah dengan menyediakan dan menetapkan produk dan harga yang dapat memuaskan kebutuhan dan keinginan segmen pasar dan target pasar yang dituju. Pemahaman terhadap bauran pemasaran (marketing mix), perilaku konsumen (consumer behavior), serta keputusan pembelian konsumen harus dimiliki oleh perusahaan/badan usaha untuk dapat menghasilkan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan segmen pasar dan target pasar yang dituju, sehingga perusahaan/badan usaha dapat menarik banyak konsumen potensial dan bahkan dapat meningkatkan jumlah pelanggannya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survai dan penelitian explanatory (penjelasan). Analisa yang digunakan adalah analisa kuantitatif dengan model statistic. Data yang dianalisa berasal dari 100 responden (konsumen dan pelanggan yang membeli produk Waroeng Steak and Shake di Jln. Soekarno-Hatta no.14, Lowokwaru, Kota Malang). Pengambilan sampel menggunakan metode Non Random Sampling dengan menggunakan teknik Purposive Sampling dimana peneliti telah menentukan kriteria atau karakteristik tertentu untuk individu yang dijadikan sampel. Pengujian yang digunakan untuk menguji instrumen penelitian adalah uji validitas dan uji reliabilitas. Untuk analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda. Dan salah satu syarat untuk dapat menggunakan persamaan regresi berganda adalah terpenuhinya asumsi klasik. Oleh karena itu, dalam analisis data pada penelitian ini juga menggunakan uji asumsi klasik, yang terdiri dari: uji normalitas, uji multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas. Dan dalam penelitian ini juga menggunakan koefisien determinasi. Pengolahan dan pengujian hipotesis akan menggunakan uji F (uji hipotesis pertama), uji t (uji hipotesis kedua), dan uji variabel bebas dominan (uji hipotesis ketiga). Berdasarkan hasil uji F (simultan) dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan dari bauran pemasaran, yang terdiri dari variabel: produk, harga, tempat/lokasi/saluran distribusi, dan promosi terhadap keputusan pembelian pada Waroeng Steak and Shake di Jln. Soekarno-Hatta no.14, Lowokwaru, Kota Malang. Hasil tersebut dibuktikan dengan nilai Fhitung > Ftabel (56,247>2,800). Berdasarkan hasil uji t (parsial) terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial dari bauran pemasaran, yang terdiri dari variabel: produk, harga, tempat/lokasi/saluran distribusi, dan promosi terhadap keputusan pembelian pada Waroeng Steak and Shake di Jln. Soekarno-Hatta no.14, Kota Malang. Berdasarkan perbandingan koefisien regresi (Standardized Coefficients Beta) maka dapat diketahui bahwa saluran distribusi berpengaruh dominan terhadap keputusan pembelian (Y) pada Waroeng Steak and Shake di Jln. Soekarno-Hatta no.14, Kota Malang. Kata kunci :  pemasaran, bauran pemasaran (product, price, place, promotion), perilaku konsumen, keputusan pembelian, Waroeng Steak and Shake.
ANALYSIS OF INDONESIA’S GREEN GDP ACCOUNTING WITH GREY SYSTEM THEORY TYPE GM (1,1) FOR YEARS 2000 – 2010 Listra, Andistya Oktaning
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 1 No. 1
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aimed to measure Green GDP accounting with Grey System Theory Type GM (1,1) with a case study on Indonesia's Green GDP for years 2000 – 2010. The data used in this research is secondary data obtained from Sucofindo. Based on previous research found that Green GDP accounting which known as success  indicator  for green economic still encountered some disadvantages such as general equilibrium  effects which not accompanied with  policies  and efforts  to internalize  natural resources and environmental cost, the difficulties to setting the price of natural resources, and unclear information about natural resources inventories due to the lack of comprehensive calculations in estimating data, especially related to the quantity, quality, and changes in natural resources. Therefore, referring to (Lu and Chiu, 2012) the researchers sought to apply Grey System Theory type GM (1,1) for Indonesia's Green GDP accounting for years 2000  –  2010 as an attempt to measure Green GDP accounting. From the results of measurements, the value of MPE and MAPE both showed bias conditions (15%) and less accurate (36.59%). Indirectly those reflect the weakness of Indonesia's Green GDP accounting.Keywords:  Green GDP accounting, Grey System Theory Type GM (1,1), Weakness in Indonesia’s Green GDP accounting
Determinan Inflasi Indonesia: Analisis Jangka Panjang dan Pendek Pratiwi, Ardianing; Prasetyia, Ferry
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 1 No. 1
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pergarakan inflasi di Indonesia dikenal memiliki fluktuasi yang cukup tinggi dan bersifat persisten. Pemahaman mengenai karakteristik dan sumber guncangan yang dapat memicu inflasi dapat digunakan sebagai landasan dalam merumuskan suatu kebijakan moneter yang efektif dan konsisten pengendalian stabilitas inflasi, sebagai tujuan akhirnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan inflasi di Indonesia baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek, dengan menggunakan metode Vector Error Correction Model (VECM). Data dalam bentuk  time series selama periode 2002-2011 dan diperoleh dari publikasi Bank Indonesia dan Bank Dunia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa menurut estimasi VECM, dalam jangka panjang inflasi di Indonesia dipengaruhi secara signifikan oleh keempat variabel independen, yaitu suku bunga BI  rate, jumlah uang beredar, nilai tukar dan konsumsi rumah tangga. Semua variabel memiliki pengaruh negatif, kecuali hubungan positif yang ditunjukkan oleh variabel nilai tukar.  Dalam jangka pendek, kenaikan BI  rate dan depresiasi nilai tukar memiliki pengaruh signifikan dan positif terhadap laju inflasi. Berdasarkan hasil IRF, inflasi merespon secara cepat perubahan keempat variabel, satu periode setelah  shock muncul.  Variance decomposition menunjukkan bahwa, secara berurutan inflasi dipengaruhi oleh besarnya kontribusi perubahan suku bunga, nilai  tukar, jumlah uang beredar dan konsumsi rumah tangga. Kata kunci: Tingkat inflasi, suku bunga, jumlah uang beredar, nilai tukar, konsumsi rumah tangga.
IMPLIKASI TEMPAT BERJUALAN TERHADAP TINGKAT PENDAPATAN SEKTOR INFORMAL (Studi Kasus di PPS Merjosari Kecamatan Lowokwaru Malang) Asihanto, Bagus Pramoedhiatma
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 1 No. 1
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implikasi tempat berjualan terhadap tingkat pendapatan sektor informal di PPS Merjosari Kecamatan Lowokwaru agar sektor informal tersebut masih tetap mampu bersaing dan bertahan, sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu usaha strategis dalam mencapai pertumbuhan ekonomi. Metode kualitatif fenomenologis yang dipilih dan digunakan dalam penelitian ini. Unit analisis dalam penelitian ini adalah pedagang kaki lima binaan Dinas Pasar khususnya makanan dan minuman serta kebutuhan pokok lainnya yang berjualan di kawasan PPS Merjosari Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Dengan penentuan unit analisis ini diharapkan pengumpulan data dapat dipusatkan di sekitarnya. Untuk mendapatkan informasi mengenai data yang dibutuhkan maka peneliti menggunakan beberapa informan yang jumlahnya tergantung pada tempat yang akan diteliti di mana informan tersebut adalah pedagang kaki  lima binaan Dinas Pasar yang mempunyai karakteristik bermacam-macam dan dapat menjawab rumusan masalah penelitian. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa posisi tempat berjualan para PKL binaan  Dinas Pasar di PPS Merjosari tidak mempengaruhi tingkat pendapatan yang diperoleh PKL. Kebanyakan dari PKL Binaan Dinas Pasar yang berjualan aneka sayur dan bumbu membeli barang dagangannya dini hari dan sebagian besar PKL Binaan Dinas Pasar sebagian besar lebih merasa nyaman berjualan di Pasar Dinoyo dibandingkan dengan berjualan di PPS Merjosari . Kata kunci: tempat berjualan, sektor informal, tingkat pendapatan
PERAN KOPERASI UNIT DESA (KUD) TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN ANGGOTA (Studi Kasus KUD “Sri Among Tani” Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri) Rosavinda, Bunga; partono, Su
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 1 No. 1
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koperasi merupakan organisasi yang dicanangkan dan didukung oleh pemerintah dengan tujuan kesejahteraan masyarakat.Kabupaten Kediri sebagai salah satu kabupaten yang terdapat di provinsi Jawa Timur memiliki potensi secara ekonomi yang perlu diperhitungkan.Sama halnya dengan kabupaten/kota di seluruh Indonesia keberadaan koperasi di Kabupaten Kediri dalam pengembangan dan pembangunan ekonomi rakyat diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat dengan peningkatan pendapatan. Salah satu Koperasi primer di Kabupaten Kediri dengan bentuk KUD yang mampu bertahan dari tahun 1973 hingga saat ini dan mampu menjadi KUD terbaik no 1 se-Kabupaten Kediri pada tahun 2012 yakni KUD ‟Sri Among Tani‟ di Kecamatan Plosoklaten bahkan mampu berprestasi no 3 se-Provinsi Jawa Timur pada tahun 2012. KUD ‟Sri Among Tani‟ merupakan KUD yang dapat dikatakan maju karena sejak berdiri pada tahun 1973 hingga saat ini masih berjalan serta mengukir prestasi dengan memiliki jumlah unit yang banyak, dan SHU yang terus meningkat dari tahun ketahun. Dengan majunya KUD “Sri Among Tani” diharapkan juga mampu berperan dalam meningkatkan pendapatan anggotanya. Penelitian ini merupakan kualitatif serta menggunakan teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena penelitian ini bermaksud menemukan, memahami, menjelaskan dan memperoleh gambaran tentang peran KUD ‟Sri Among Tani‟ terhadap peningkatan pendapatan anggota Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri. Penentuan informan dilakukan berdasarkan design sampleagar mampu mewakili seluruh anggota KUD “Sri Among Tani maka ditentukan 8 responden. Setelah itu dilakukan analisis pendapatan melalui jumlah pendapatan rata-rata per tahun selama lima tahun terakhir yaitu mulai dari tahun 2008 hingga 2012. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa KUD “Sri Among Tani” memiliki peran positif terhadap peningkatan pendapatan anggota serta keberadaannya memberi manfaat bagi anggota walaupun hanya sebagai anggota pasif. Hal  tersebut terlihat dari analisis pendapatan responden serta pernyataan dari responden secara langsung. Dari pernyataan yang diberikan masing-masing responden bahwa responden merasakan terjadi peningkatan pada pendapatan mereka walapun tidak secara kontinue tiap tahun, serta responden merasakan bahwa dengan adanya KUD “Sri Among Tani” khususnya Unit Simpan Pinjam sangat berperan dalam permodalan usaha untuk tetap berjalan dan bahkan usaha lebih maju. Meskipun terdapat banyak lembaga keuangan di Kecamatan Plosoklaten para responden merasa tetap lebih menguntungkan menjadi nasabah dan anggota KUD “Sri Among Tani”. Selain itu responden juga merasa manfaat dengan adanya unit-unit usaha yang dikelolakan KUD “Sri Among Tani” karena mampu memenuhi kebutuhan anggota sehingga KUD “Sri Among Tani” mendapatkan kepercayaan dari para anggota. Kepercayaan dari anggota tentunya ditanggapi oleh KUD “Sri Among Tani” dengan melakukan pelayanan terbaik agar anggota merasa nyaman dan sejahtera. Kata Kunci : Koperasi, pendapatan per kapita, KUD “Sri Among Tani”
Dampak Penerapan Perdagangan Bebasasean China Free Trade Agreement (ACFTA) Terhadap Keberlangsungan Industri Kecil Menengah (IKM) Dilihat dari Perspektif Varian Produk IKM di Jawa Timur Yusida, Ermita; Wulandari, Farah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 1 No. 1
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri Kecil Menengah (IKM) memegang peran penting dalarn perekonomian nasional baik ditinjau dari segi jumlah usaha maupun dalam penciptaan lapangan kerja. Dengan terjadinya pergeseran tatanan ekonomi dunia pada persaingan bebas, terutama penerapan ASEAN China Free Trade Agreement (ACFTA) dapat dikatakan bahwa IKM menghadapi situasi yang bersifat double squeeze,  yaitu desakan ganda antar produk IKM domestik dan produk asing.Dalam persaingan domestic yang semakin tinggi, membuat IKM semakin terdesak karena membanjirnya produk impor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak ACFTA terhadap keberlangsungan IKM di Jawa Timur. Secara teoritis, perdagangan bebas akan berpengaruh pada harga dan kuantitas. Sesuai dengan teori perdagangan internasional, ketika adanya perdagangan bebas akan menyebabkan persaingan yang semakin sempurna sehingga terjadi tekanan harga yang juga menurunkan tingkat kuantitas. hal ini menyebabkan profit akan menurun, dengan asumsi  cost  tetap dalam jangka pendek.  Data sekunder dan data primer digunakan dalam penelitian ini, dengan menggunakan metode ekonometrik  3 stage least square  berupa persamaan simultan. Persamaan ini untuk mengestimasi dampak ACFTA terhadap tingkat pendapatan IKM, sedangkan untuk mengidentifikasi jenis industri yang paling besar terpengaruh oleh adanya ACFTA, menggunakan metode analisis sensitifitas dengan standar deviasi. Hasil sensitifitas tersebut akan dijelaskan dengan menggunakan data primer. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ACFTA berdampak pada keberlangsungan IKM di Jawa Timur, yaitu membuat  harga cenderung meningkat dan kuantitas yang cenderung menurun. ACFTA memiliki dampak yang berbeda-beda terhadap jenis IKM Jawa Timur. Terdapat beberapa industry yang memiliki sensitifitas tinggi dan rendah terhadap penerapan ACFTA. Kata Kunci :  ASEAN China Free Trade Agreement  (ACFTA), IKM,  Jawa Timur, Persamaan Simultan,3 stage least square
KAJIAN RESPON PERMINTAAN PENDIDIKAN TINGGI TERHADAP KENAIKAN BIAYA KULIAH DAN PENDAPATAN MASYARAKAT DI KOTA MALANG (STUDI KASUS PADA UNIVERSITAS BRAWIJAYA DAN UNIVERSITAS NEGERI MALANG) Hapsari, Mahardynastika Nindya; Hascaryani, Tyas Danarti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 1 No. 1
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat permintaan pendidikan tinggi di Kota Malang secara potensial dan efektif meningkat dari tahun ke tahun setidaknya dalam 7 tahun terakhir. Sebagai barang ekonomi, tingkat permintaan pendidikan tinggi ditentukan dengan tingkat pendapatan dan harga atau biaya atas jasa pendidikan itu sendiri.  Pendapatan masyarakat yang ditunjukkan melalui PDRB per kapita di Indonesia mengalami konsistensi kenaikan dari tahun ke tahun, demikian juga dengan biaya kuliah, setiap tahun selalu mengalami kenaikan atau inflasi. Respon permintaan terhadap kenaikan pendapatan masyarakat secara umum dan biaya kuliah ditunjukkan melalui koefisien elastisitas pendapatan dan harga dari permintaan pendidikan tinggi.  Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif dengan metode pendekatan deskriptif, hasil yang ditemukan adalah kecenderungan pendidikan tinggi menjadi barang mewah berdasarkan elastisitas pendapatannya dan sifatnya inelastis terhadap perubahan harga. Berdasarkan karakteristik elastisitas pendapatan dan harganya, pendidikan tinggi dipandang sebagai barang investasi yang mana konsumen bersedia menginvestasikan sejumlah uangnya dengan harapan akan menerima return di kemudian hari. Selain itu, dalam penelitian ini ditemukan bahwa permintaan pendidikan tinggi memiliki pola yang substitutif antar institusi, keberadaan kelebihan permintaan yang melanggengkan jalur  non-reguler, dan posisi konsumen sebagai  price taker  yang mengakibatkan daya tawarnya lemah dalam pasar.   Kata kunci: permintaan, pendidikan tinggi, elastisitas pendapatan dan harga
DETERMINAN TINGKAT SUKU BUNGA PINJAMAN PERBANKAN DI INDONESIA (PERIODE JULI 2005 – DESEMBER 2011) Waljianah, Riza; Wulandari, Farah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 1 No. 1
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This  paper describes the effect of monetary instruments BI rate in order to influence the movement of the loan interest rate through deposit interest rate and also explained the macroeconomic factors thought to affect the movement of the loan interest rate are interbank rates, inflation, as well as the variables associated with international financial interaction are exchange rate and foreign interest rate SIBOR. The analysis used multiple regression analysis incrementally with the study period July 2005  - December 2011.Empirical test  results prove that the policy  interest rate BI rate has a major impact or influence the development of interest rate loan through an interest rate of deposits. Interbank rates and SIBOR have the opposite effect in influencing the direction of loan interest rate through deposit interest rate.  Inflation    has no  significant contribution in the movement of the  loan interest rate. And exchange rate has little contribution with unidirectional movement in influencing of loan interest rate through interest rates on deposits. Keywords: BI Rate, interbank rates, inflation, exchange rates, SIBOR, loan interest rate.
IDENTIFIKASI STRUKTUR PASAR DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBENTUKAN HARGA (Studi Kasus Pada Sentra Industri Keripik Tempe Sanan Malang) Widyasari, Winda Wahyu; Manzilati, Asfi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 1 No. 1
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam rangka meningkatkan peran UKM, aspek mikroekonomi juga perlu diterapkan. Salah satunya pemikiran mengenai struktur pasar dan pembentukan harganya. Dalam pemikiran level mikro neoklasik, dijelaskan tentang bagaimana struktur pasar atau mekanisme pasar (permintaan dan penawaran) dapat menjadi determinan dalampembentukan harga, output dan pendapatan.  Sanan merupakan salah satu daerah UKM di Kota Malang yang perekonomiannya berkembang pesat karena usaha keripik tempenya. Sampai sekarang para pedagang di daerah Sanan tersebut masih bisa mempertahankan perkembangan usahanya. Dan bahkan beberapa dari  mereka ada yang semakin maju dalam pengembangan usahanya. Dalam hal ini pembentukan harga memiliki peran yang sangat penting didalamnya, bagaimana mekanisme harga di dalam usaha tersebut dan harga para pesaing terbentuk sehingga nantinya mereka tetap dapat menarik minat konsumen serta mempertahankan para pelanggannya. Maka untuk  mengetahui itu semua diperlukan identifikasi struktur pasar di dalamnya, serta tentang bagaimana struktur pasar tersebut dapat berimplikasi terhadap proses terbentuknya harga, sehingga mereka bisa tetap mempertahankan perkembangan usahanya.   Untuk itu disini peneliti akan mengamati bagaimana identifikasi struktur pasar dan implikasinya terhadap pembentukan harga (studi kasus pada Sentra Industri Keripik Tempe Sanan Malang). Dengan menggunakan analisis kualitatif dan pendekatan  fenomenologis  sehingga dapat menjawab rumusan masalah pada penelitian. Dari hasil penelitian ini, diketahui bahwa  struktur pasar di Sentra Industri Keripik Tempe Sanan lebih mengarah ke  pasar persaingan monopolistik dilihat dari ciri-cirinya yang tidak terdapat hambatan untuk masuk, banyaknya penjual, tidak ada kerja sama dan diferensiasi produk. Hal ini berimplikasi terhadap pembentukan harga di Sanan yang juga sendiri-sendiri dan tidak ada kerjasama.   Kata kunci: Struktur pasar, harga, pembentukan harga

Page 10 of 17 | Total Record : 167


Filter by Year

2012 2013


Filter By Issues
All Issue Vol. 10 No. 2 Vol 10, No 2: Semester Genap 2021/2022 Vol 10, No 1: Semester Ganjil 2021/2022 Vol. 10 No. 1 Vol. 9 No. 2 Vol 9, No 2: Semester Genap 2020/2021 Vol 9, No 1: Semester Ganjil 2020/2021 Vol. 9 No. 1 Vol. 8 No. 2 Vol 8, No 2: Semester Genap 2019/2020 Vol 8, No 1: Semester Ganjil 2019/2020 Vol. 8 No. 1 Vol. 7 No. 2 Vol 7, No 2: Semester Genap 2018/2019 Vol 7, No 1: Semester Ganjil 2018/2019 Vol. 7 No. 1 Vol. 6 No. 2 Vol 6, No 2: Semester Genap 2017/2018 Vol 6, No 2: Semester Genap 2017/2018 Vol 6, No 1: Semester Ganjil 2017/2018 Vol 6, No 1: Semester Ganjil 2017/2018 Vol. 6 No. 1 Vol. 5 No. 2 Vol 5, No 2: Semester Genap 2016/2017 Vol 5, No 2: Semester Genap 2016/2017 Vol 5, No 1: Semester Ganjil 2016/2017 Vol 5, No 1: Semester Ganjil 2016/2017 Vol. 5 No. 1 Vol. 4 No. 2 Vol. 3 No. 2 Vol 4, No 2 : Semester Genap 2015/2016 Vol 4, No 2 : Semester Genap 2015/2016 Vol 4, No 1: Semester Ganjil 2015/2016 Vol 4, No 1: Semester Ganjil 2015/2016 Vol. 4 No. 1 Vol 3, No 2: Semester Genap 2014/2015 Vol 3, No 2: Semester Genap 2014/2015 Vol 3, No 1: Semester Ganjil 2014/2015 Vol 3, No 1: Semester Ganjil 2014/2015 Vol. 3 No. 1 Vol. 2 No. 2 Vol 2, No 2: Semester Genap 2013/2014 Vol 2, No 2: Semester Genap 2013/2014 Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014 Vol 2, No 1: Semester Ganjil 2013/2014 Vol. 2 No. 1 Vol. 1 No. 2 Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013 Vol 1, No 2: Semester Genap 2012/2013 Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013 Vol 1, No 1: Semester Ganjil 2012/2013 Vol. 1 No. 1 More Issue