Articles
13,824 Documents
DETERMINAN RISIKO SISTEMATIS DAN DAMPAK TERHADAP KINERJA SAHAM PERBANKAN 2003-2019
Parawamsa, Iffa Devi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 8 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujian untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi risiko sistematis dan dampaknya terhadap kinerja saham perbankan tahun 2003-2019.Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linier berganda time series dengan menggunakan variabel inflasi, suku bunga domestik, suku bunga luar negeri, dan nilai tukar sebagai variabel independen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan variabel inflasi, suku bunga domestik, suku bunga luar negeri, dan nilai tukar berpengaruh terhadap risiko sistematis saham perbankan. inflasi, suku bunga luar negeri, dan nilai tukar berpengaruh positif terhadap risiko sistematis saham perbankan, sedangkan suku bunga domestik berpengaruh negatif terhadap risiko sistematis saham perbankan. Risiko sistematis berhubungan negatif dengan kinerja saham perbankan. Inflasi, suku bunga luar negeri,dan nilai tukar berpengaruh negatif terhadap kinerja saham perbankan sementara suku bunga domestik berpengaruh positif terhadap kinerja saham perbankan.Kata kunci: Inflasi, Suku Bunga, Nilai Tukar, Risiko Sistematis, Kinerja Saham, Saham Perbankan
PENGARUH EFISIENSI OPERASI, RISIKO PEMBIAYAAN DAN RISIKO LIKUIDITAS TERHADAP PROFITABILITAS( Studi Pada Bank Umum Syariah Yang Terdaftar Di Otoritas Jasa Keuangan)
Fathon, Rizal Hisyam
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 8 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh efisiensi operasi, risiko pembiayaan dan risiko likuiditas terhadap profitabilitas Bank Umum Syariah yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan periode 2016 -2018. Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatori, jenis data dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan metode pengumpulan data adalah dokumentasi. Sampel diambil dengan menggunakan metode purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perbankan syariah yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode waktu 2016-2018. Dari populasi sebanyak 34 perbankan syariah diperoleh 12 bank umum syariah sebagai sampel dengan periode selama 3 tahun (2016-2018). Data dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan bahwa risiko pembiayaan memberikan pengaruh yang tidak signifikan terhadap profitabilitas. Sedangkan efisiensi operasi dan risiko likuiditas memiliki pengaruh yang positif signifikan terhadap profitabilitas. Berdasarkan hasil uji F-hitung diperoleh kesimpulanbahwa efisiensi operasi, risiko pembiayaan dan risiko likuiditas mempunyai pengaruh yang signifikan secara bersama-sama terhadap profitabilitas pada Bank Umum Syariah di Indonesia yang terdaftar di OJK periode 2016-2018. Kata Kunci:Profitabilitas, Efisiensi Operasi, RisikoPembiayaan, Risiko Likuiditas
Determinan Indeks Kebahagiaan di Indonesia
Dewi, Selfy Yunita
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 8 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini menganalisis bagaimana tingkat presepsi kebahagiaanmasyarakatdi indonesia, serta mengindentifikasikan perananfaktor ekonomi dan non-ekonomi terhadap peningkatan tingkat kebahagiaan.Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah multinomial logistic dengan variabel dependen memiliki empat kategoriyaitu Very Unhappy, Unhappy, Happy, dan Very Happy.Jenis Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data cross-section. Sumber data pada penelitian ini menggunakan data sekunder yang berasal dari data Indonesia FamilyLive Survey (IFLS) gelombang V.Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa pendapatan masih relevan digunakan sebagai ukuran kesejahteraan masyarakat di Indonesia. Hal ini dikarenakan belum adanya fenomena Easterlin Paradox di Indonesia.Faktor ekonomiberupa pendapatan, jam kerja danstatus pekerjaanmemberikan pengaruh positif terhadap peningkatan presespsi kebahagiaan di Indonesia. Dengan meningkatnya pendapatan dan jam kerja akan membuat masyarakat memiliki keleluasaan untuk melakukan pemenuhan kebutuhan konsumsi. Tambahan pendapatan menjadi sangat penting kaitannya dengan kesejahteraan. Namun adanya backward bending curve yang menyebabkan semakin tingginya jam kerja yang dimiliki oleh individu akan membuat tingkat kebahagiaan yang dimiliki berkurang.Faktor Non-ekonomiberupa pendidikan dan kesehatanmemberikan pengaruh positif terhadap peningkatan presespsi kebahagiaan di Indonesia. Dengan memiliki kesehatan yang baik akan membuat individu tersebut merasa lebih bahagia, selanjutnya dengan memiliki jenjang pendidikan yang lebih tinggi akan memberikan peluang bagi individu untuk memperoleh pekerjaan tetap yang memiliki pendapatan yang tinggi akan mampu meningkatkan kebahagiaan.Selain itu, berbagai program yang dijalankan oleh pemerintah berperan penting dalam peningkatan presepsi kebahagiaan masyarakat di Indonesia, terutama dalam peningkatan Sumber Daya Manusia yang terus dikembangkan guna meningkatkan daya saing bangsa.Kata kunci: Tingkat kebahagiaan, Faktor Ekonomi,Faktor Non-Ekonomi,Multinomial Logistik Regression
DETERMINAN INFLASI REGIONAL DI PULAU SULAWESI PERIODE 2010-2019
Chatika, Ghina Fairuz
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 8 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Inflasi merupakan kecenderungan kenaikan harga barang dan jasa secara terus-menerus selama periode tertentu yang dapat menyebabkan gangguan dalam kestabilan ekonomi seperti gangguan pada distribusi pendapatan, alkasi produksi, dan daya beli masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Nilai Tukar, Pengeluaran Pemerintah, Infrastruktur Jalan, Produksi Padi, dan Harga Minyak terhadap inflasi regional di Pulau Sulawesi. Penelitian ini menggunakan variabel Harga BBM (X1), Infrastruktur (X2), Produksi Padi (X3). Pengeluaran Pemerintah (X4), dan Kurs (X5) sebagai variabel independent dan Inflasi Regional (Y) sebagai variabel dependen. Data yang digunakan merupakan data sekunder panel meliputi seluruh provinsi di Pulau Sulawesi dengan rentan waktu dari tahun 2010-2019. Metode analisis pada penelitian ini ialah regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan positif dari variabel Harga BBM dan Kurs serta hubungan signifikan negative dari variabel Infrastruktur terhadap inflasi regional di Pulau Sulawesi, sedangkan Pengeluaran Pemerintah dan Produksi Padi tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap inflasi regional di Pulau Sulawesi. Kata kunci: Inflasi Regional, Harga BBM,Infrastruktur, Produksi Padi, Pengeluaran Pemerintah, dan Kurs/ Nilai Tukar.
ANALISIS HUBUNGAN ANTARA PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KEBAHAGIAAN BERDASARKAN TINGKAT PENDAPATAN NEGARA DI BENUA ASIA PADA TAHUN 2008-2015
Rulianti, Diah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 8 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Keberadaan Gross Development Product sebagai ukuran kesejahteraan dirasa memiliki banyak kekurangan dariberbagai sisi karena mengabaikan berbagai indikator yang mempengaruhi kesejahteraan.Pertumbuhan ekonomiselama ini diukur dengan jumlah pendapatan yang diperoleh disetiap negara. Sehingga World Bankmengklasifikasikan negara berdasarkan tingkat pendapatannya. Hal ini mengakibatkan, muncul usulan-usulan barumengenai ukuran kesejahteraan seperti, Gross National Happiness di Negara Bhutan, happiness indicators, GallupHealthwaysWell-being Index dan Happy Life Years Index. Keberadaan kebahagiaan tidak bisa diabaikan dalampenghitungan pertumbuhan ekonomi. Karena kedua hal tersebut memiliki korelasi dalam perkembangan sebuahnegara yang memiliki perbedaan tingkat pendapatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat perbedaanpengaruh indikator dalam kebahagiaan dan pertumbuhan ekonomi pada masing-masing negara yang memilikitingkat pendapatan yang berbeda.Kata kunci:Pertumbuhan Ekonomi, Kebahagiaan, Klasifikasi Pendapatan Negara
ANALISIS KARAKTERISTIK PEKERJA DAN MODAL MANUSIA TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA SEKTOR FORMAL DAN INFORMAL DI INDONESIA
Sari, Illanukey Mayang
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 8 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Indonesia merupakan negara berkembang yang memiliki jumlah penduduk sebanyak267.05 juta jiwa, dan diproyeksikan pada tahun 2010-2035 akan memiliki jumlahusia kerja sebanyak 196.48 juta jiwa. Kondisi ketenagakerjaan menurut data BadanPusat Statistik hingga Februari 2019, jumlah angkatan kerja sebanyak 136.18 jutajiwa. Pengembangan ekonomi sektor formal dan sektor informal merupakan bagiandari pembangunan ekonomi nasional. Dalam pengembangan kedua sektor ini yangsering mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah adalah sektor formal, karenasektor ini dianggap dapat memberikan kontribusi secara nyata pada penyerapantenaga kerja dan pendapatan nasional. Penelitian ini memperlihatkan karakteristikpekerja yang ditinjau dari usia, migrasi, jam kerja, pendapatan serta modalmanusia yang ditinjau dari pendidikan dan kesehatan di sektor formal dan informal.Metode penelitian pada penelitian ini adalah Logistic Regression Model dimanapada model ini menggunakan variabel dependen yang berskala dikotomi. Hasil daripenelitian ini adalah Penambahan jam kerja pada pekerja sektor formal dapatmenambah kemampuan perusahaan untuk berproduksi akan semakin besar, sehinggaperusahaan akan menyerap tenaga kerja lebih banyak untuk kegiatan berproduksidan adanya keterkaitan yang erat antara pendidikan dan penyerapan tenaga kerjamenjadikan tolak ukur untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitasdan siap turun ke pasar kerja. Kata kunci: Karakteristik Pekerja, Modal Manusia. Sektor Formal dan Informal, Model Regresi Logistik.
HUBUNGAN TARIF, KONSUMSI LISTRIK DAN PERTUMBUHAN PEREKONOMIAN DI WILAYAH SULAWESI SELATAN, TENGGARA DAN BARAT (SULSELRABAR)
Pratiwi, Tria Indah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 8 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pertumbuhan perekonomian merupakan salah satu indikator yang penting dalam suatu negara. Salah satu wilayah yang ada di Indonesia adalah Pulau Sulawesi. Dengan menggunakan data regional yaitu Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dari Sulawesi Selatan, Kendari, Mamuju dan Bau-bau yang disebut dengan wilayah Sulselrabar. Produk Domestik Regional Bruto(PDRB) di Sulselrabar juga menunjukkan peningkatan dari tahun 2012 hingga tahun 2019. Namun, jika hanya dengan melihat jumlah peningkatannya saja tidaklah cukup untuk melihat laju pertumbuhan perekonomian dari Domestik Regional Bruto (PDRB). Laju pertumbuhan perekonomian dapat dilihat dengan membandingkan tahun saat ini dengan tahun dasar.Hasilnya menunjukkan terjadinya penurunan laju pertumbuhan perekonomian di wilayah ini. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor. Salah satunya ada konsumsi listrik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tarif listrik, konsumsi listrik dan pertumbuhan perekonomian di WilayahSulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat(Sulselrabar). Data yang digunakan adalah data tarif, konsumsi listrik, dan PDRB untuk Wilayah Sulselrabar pada tahun 2012-2019. Hasil dari estimasi Panel Vector Autoregression menunjukkan bahwa terdapat hubungansearah yang bersifat negatifantara tarif dengan konsumsi listrik dan hubungan searah yang bersifat positif antara konsumsi listrik dan PDRB. Kata kunci: Subsidi, Tarif dasar listrik, Konsumsi Listrik, PDRB, Sulselrabar, Panel Autoregression.
ANALISIS PENGARUH INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM), JUMLAH TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF, DAN UPAH PEKERJA EKONOMI KREATIF TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI KREATIF DI INDONESIA
Nasution, Rahmi Syafitri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 8 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi Indeks PembangunanManusia, jumlah tenaga kerja ekonomi kreatif, dan upah pekerja ekonomi kreatif terhadap pertumbuhanekonomi kreatif di Indonesia. Pada penelitian ini menggunakan data sekunder dengan pendekatankuantitatif. Data dalam penelitian ini diperoleh dari Badan Ekonomi Kreatif dan Badan Pusat Statistik.Dalam penelitian ini variabel yang digunakan adalah produk domestik bruto ekonomi kreatif Indonesiasebagai variable dependen., kemudian untuk variabel independen adalah Indeks Pembangunan Manusia,jumlah tenaga kerja ekonomi kreatif, dan upah pekerja ekonomi kreatif. Hasil dari penelitian inimenunjukkan bahwa secara simultan semua variable berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhanekonomi kreatif Indonesia. Secara parsial, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua variableberpengaruh signifikan dan positif terhadap produk domestik bruto ekonomi kreatif Indonesia.Kata Kunci: Ekonomi Kreatif, Indeks Pembangunan ManusiaÂ
ANALISIS KESENJANGAN UPAH ANTAR GENDER PADA SEKTOR JASA DI INDONESIA
Setyaningrum, Anggita
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 8 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRAKPenelitian ini menganalisis mengenai kesenjangan upah pada tenaga kerja perempuan maupun laki-laki pada sektor jasa di Indonesia, pada penelitian ini juga melihat apakahkesenjangan upah yang terjadi disebabkan oleh karakteristik pekerja ataukah disebabkan karenaadanya diskriminasi yang dialami oleh pekerja. Alat analisis yang digunakan adalah dekomposisiBlinder-Oaxaca. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil bahwa terdapat kesenjangan upahsebesar 15% yang berarti tenaga kerja laki-laki pada sektor jasa mendapatkan upah 15% lebihtinggi dari tenaga kerja perempuan. Kesenjangan tersebut secara keseluruhan disebabkan olehdiskriminasi pada tenaga kerja perempuan, sedangkan secara karakteristik pekerja, tenaga kerjaperempuan memiliki karakteristik lebih unggul dari tenaga kerja laki-laki. Variabel jam kerjamemiliki nilai terbesar yang mampu memperluas kesenjangan upah, secara karakteristik pekerjaperempuan pada variabel status pernikahan menikah dan pendidikan lebih unggul dari tenaga kerjalaki-laki, namun terdapat diskriminasi yang memperluas kesenjangan upah. Sedangkan variabelyang memiliki pengaruh untuk memperkecil kesenjangan adalah variabel usia dan masa kerja.Kata kunci: Kesenjangan upah, gender, dekomposisi blinder-oaxaca
Analisis Kontribusi Pasar Sukomoro Terhadap Pembangunan Ekonomi Daerah Kabupaten Nganjuk
Putri, Yuvita Marganing
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 8 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini menganalisis kontribusi Pasar Sukomoro melalui retribusi pasar terhadapPendapatan Asli Daerah di Kabupaten Nganjuk, serta mengidentifikasi peran Pasar Sukomorodalam penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Nganjuk. Metode analisis yang digunakan adalahmixed methods (metode campuran) dengan menggunakan analisis deskriptif eksploratif.Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa kontribusi Pasar Sukomoro terhadappembangunan ekonomi daerah di Kabupaten Nganjuk ditunjukkan dari perannya dalammenyumbang Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Nganjuk melalui retribusi pasar yang besaranretribusi selama tiga tahun terakhir mengalami peningkatan dan memiliki tingkat efektivitas lebihdari 100 persen. Selain itu, Pasar Sukomoro juga berperan dalam menyerap tenaga kerja mulaidari pedagang pasar, pengepul bawang merah, tengkulak, kuli angkut, pengurus Pasar Sukomorohingga pekerjaan jasa lain seperti penyewaan selep, potong rambut, dan lain sebagainya.Kata kunci: Pembangunan Ekonomi Daerah, Retribusi Pasar, PAD, Penyerapan Tenaga Kerja