Articles
13,824 Documents
IDENTIFIKASI FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA DAN KESINAMBUNGAN LEMBAGA KEUANGAN MIKRO (STUDI KASUS KPRI UNIVERSITAS BRAWIJAYA)
Larasti, Ninda
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 4 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan faktor – faktor yang mempengaruhi kinerja dan kesinambungan lembaga keuangan mikro (Khandker, 1995) di KPRI Universitas Brawijaya. Faktor – faktor tersebut adalah viabilitas institusi, viabilitas keuangan dan ekonomi, dan viabilitas anggota. Dan hasilnya menunjukkan bahwa kinerja dan kesinambungan KPRI Universitas Brawijaya berjalan dengan baik berdasarkan ketiga faktor tersebut. Namun, meskipun begitu dari ketiga faktor ada dua faktor yang yang masih harus diperbaiki yaitu viabilitas institusi dan viabilitas anggota.Kata kunci: Lembaga Keuangan Mikro, Kesejahteraan, Koperasi
Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Harga Bawang Merah di Kabupaten Nganjuk
Baithi, Puput Nur
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 4 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Bawang merah adalah salah satu komoditas sayuran yang banyak dikenal di dunia, kalangan intenasional menyebutnya shallot. Bawang merah dihasilkan hampir diseluruh wilayah  Indonesia. Terutama di sembilan provinsi  sentra bawang merah. Umumnya bawang merah digunakan sebagai rempah bumbu penyedap makanan dan obat tradisional. Selan itu, bawang merah merupakan produk yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan produk potensial Indonesia dengan tujuan ekspor di beberapa negara.  Konsumsi Bawang di Indonesia setiap tahun mengalami kenaikan seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk. Sehingga, harga bawang merah menjadi penting bagi produsen dan konsumen bawang merah. Kabupaten Nganjuk  adalah salah satu sentra bawang merah terbesar di Jawa Timur. Selain itu, lebih dari 30 persen produksi bawang merah indonesia berasal dai Kabupaten Nganjuk. Pertanian bawang merah adalah mata pencaharian sebagai besar penduduk Kab. Nganjuk. Namun, belum ada kebijakan khusus yang mengatur tataniaga bawang merah dan seluruhnya diserahkan kepada pasar. Adanya fluktuasi harga yang tinggi dan tidak adanya kebijakan yang mengatur menuntut perlunya dilakukan penelitian untuk mengetahui faktor- faktor yang mempengaruhi petapan harga bawang merah. Sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi harga bawang merah di Kab. Nganjuk.Penelitian inimenggunakan pendekatan kuantitatif dan deskriptif. Sampel dari penelitian ini meliputi 10 pedagang bawang merah di pasar bawang Sukomoro dengan teknik random sampling. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah harga bawang merah dan variabel bebasnya adalah modal, jaringan, harga sebelumnya, dan musim. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang didapatkan langsung dari responden. Periode penelitian yaitu Januari hingga Desember 2014. Metode pengolahan dan analisis data penelitian menggunakan analisis regresi data panel menggunakan model efek random (random effect).Hasil regresi data panel menunjukkan bahwa variabel jaringan dan musim tidak berpengaruh secara sinifikan terhadap harga bawang merah di Kab. Nganjuk.  Faktor-faktor  yang  mempengaruhi  harga  bawang  merah di  Kab. Nganjuk adalah modal dan harga bawang merah sebelumnya. Dan diketahui ada faktor-faktor lain di luar variabel yang ada dalam penelitian ini yang mempengaruhi harga bawang merah di Kab. Nganjuk.  kata kunci :Bawang merah, Harga, dan Kabupaten Nganjuk
KETERSEDIAAN BAHAN BAKU PRODUKSI (TAPE SINGKONG) DAN PENGEMBANGAN KOMODITAS UNGGULAN (Studi pada Industri Suwar Suwir Kabupaten Jember)
Febrilina, Rizki
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 4 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Permasalahan pemanfaatan sumberdaya alam yang ada menjadi salah satu kendala yang sering dihadapi oleh beberapa daerah yang ada di Indonesia, terutama jika dikaitkan dengan pertumbuhan ekonomi pada suatu wilayah. Sumberdaya alam yang ada dapat dimanfaatkan menjadi bahan baku untuk membuat sebuah produk baru yang memiliki nilai tambah sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. Untuk meningkatkan fungsi dan peran dari industri kecil maupun usaha mikro perlu adanya pembelajaran lebih lanjut terutama mengenai peran dari industri kecil atau usaha kecil dalam menunjang pengembangan komoditas ungggulan. Adapun pengembangan yang dapat dilakukan terhadap komoditas unggulan daerah diantaranya melalui analisis yang digunakan pada konsumen untuk mengukur tingkat kepuasan konsumen dan seberapa besar permintaan produk yang mungkin bisa dicapai oleh suatu produk yang dihasilkan oleh industri kecil maupun UMKM. Salah satu industri kecil atau UMKM yang terdapat di Kabupaten Jember yang juga erfungsi sebagai media yang membantu pemerintah dalam mengenalkan produk khas dari Jember yaitu industri suwar suwir. Pengembangan produk suwar suwir sebagai komoditas unggulan ini sangat penting dilakukan karena selain memperkenalkan Kota Jember, dapat juga sebagai salah satu indikator yang diandalkan oleh pemerintah untuk dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi wilayah Jember. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah mengukur bagaimana tingkat ketersediaan bahan baku utama pembuat suwar suwir sehingga industri suwar suwir dapat terus bertahan dan berkembang. Untuk mengetahui hal tersebut maka peneliti di sini mengamati bagaimana keterkaitan ketersediaan bahan baku produksi terhadap penunjang pengembangan komoditas unggulan (studi pada industri suwar suwir di Kabupaten Jember).Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif agar dapat menjawab rumusan masalah pada penelitian. Dari hasil penelitian ini, diperoleh hasil bahwa ketersediaan bahan baku produksi untuk industri suwar suwir ini masih tergolong cukup meskipun jumlahnya tidak terlalu banyak. Selain itu, jumlah permintaan pada industri ini terus meningkat dari waktu ke waktu sehingga upaya pengembangan produk suwar suwir ini dapat dilakukan dengan terus meningkatkan jumlah bahan baku,kualitas produk maupun peningkatan sarana dan prasrana.Kata kunci: ketersediaan bahan baku, komoditas unggulan, pertumbuhan ekonomi wilayah.
PENGARUH FAKTOR PSIKOLOGIS TERHADAP KEPUTUSAN WISATAWAN DALAM MEMILIH WISATA ZIARAH (Studi Pada Pengunjung Wisata Ziarah Makam Sunan Bonang di Tuban)
Tartar, Qibbar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 4 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This study aims to determine the influence of psychological factors which consist of motivation, perception, learning, beliefs and attitudes towards tourist decision in choosing a tourist attraction pilgrimage (pilgrimage tourism studies in the tomb of Sunan Bonang in Tuban district). The study used a sample of 100 respondents in the capture of polulasi visitors who come to the grave of Sunan Bonang, Tuban.. analysis using multiple linear regression  analysis. Based on the results of this study show the influence of motivation, perception, learning, beliefs and attitudes of 57.1% against the decision of visiting tourists. Based on F test showed that motivation, perception, learning, beliefs and attitudes simultaneous influence on the decision to visit. Based on t test showed that motivation, perception and attitude except keprcayaan learning turns partial effect to the decision to visit, while the beliefs and attitudes of the dominant influence on decisions visiting tourists.Keywords: Psychological factors, motivation, perception, learning, beliefs and attitudes,
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERGANTIAN KANTOR AKUNTAN PUBLIK PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG DISEBABKAN OLEH TINDAKAN OPORTUNIS MANAJER
Roosdiana, Dara Karina
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 4 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The study objective is to analyze the determinant factors affecting auditor switching of manufacturing company caused by manager opportunistic action, namely audit opinion, changes in management, size of the client firm, complexity, and client’s firm growth.The sample of this study was determined using purposive sampling method. The number of population was 150 companies and the selected sample was 10 companies. This study uses a multiple regression method as a data analysis.The result showed that client’s firm growth influenced the auditor switching caused by manager opportunistic action while audit opinion, changes in management, size of the client firm, and complexity do not have impact on the auditor switching caused by manager opportunistic action.  Keywords: Auditor Switching, Audit Opinion, Changes in Management, Size of The Client Firm, Complexity, Client’s Firm Growth, Manager Opportunistic Action.
ENTITAS BISNIS SEBAGAI ABD’ ALLAH DAN KHALIFATULLAH FIL ARDH SEBAGAI UPAYA PENERAPAN AKUNTABILITAS SYARI’AH (Studi Kasus: Waroeng Group Yogyakarta)
Hasna, Aji Nur Afifatul
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 4 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan mengetahui penerapan akuntabilitas syariah di manajemen Waroeng Group berdasarkan spirit Sharia Enterprise Theory. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada Waroeng Group Yogyakarta. Adapun Sharia Enterprise Theory menjadi metode analisis data pada penelitian ini. Dari penelitian yang sudah dijalankan, Waroeng Group telah melaksanakan akuntabilitas syari’ah. Akuntabilitas syari’ah yang telah diterapkan yaitu bertanggungjawab kepada alam sesama manusia, dan yang utama kepada Allah. Akuntabilutas kepada alam dilaksanakan dengan pengolahan limbah dan pemilahan sampah. Sementara akuntabilitas kepada sesama manusia dilakukan baik kepada direct dan indirect seperti taat pajak, transparansi laporan keuangan, forum silaturahmi investor, pemenuhan hak lahir batin karyawan , dan pelaksanaan program-program sosial yang melibatkan masyarakat sekitar outlet dan masyarakat luas. Sementara pertanggungjawaban kepada Allah dilaksanakan dengan menerapkan spirit Abd Allah dan Khalifatullah fil ardh, terlebih lagi ketika Waroeng Group mendirikan divisi Spiritual Company dan merubah visi perusahaan yaitu “Selalu berubah menuju kebaikan sesuai syari’ah Islamâ€.Kata kunci : Waroeng Group, Akuntabilitas Syari’ah, Spirit Sharia Enterprise Theory, Allah, Alam dan Sesama Manusia.
PENGARUH PENGETAHUAN PAJAK, SANKSI PAJAK, KEADILAN PAJAK DAN NIAT UNTUK PATUH TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI
Perwira, Annisa Dyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 4 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan wajib pajak orang pribadi. Sampel yang digunakan sebanyak 104 wajib pajak orang pribadi dari pemilik usaha kantor akuntan publik dan relasinya serta pemilik usaha kantor notaris. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode sensus atau sampel total dengan menggunakan seluruh populasi untuk dijadikan sampel penelititan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan pajak, sanksi pajak dan niat untuk patuh berpengaruh positif terhadap kepatuhan pajak. Sedangkan, keadilan pajak tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak. Hasil R2Â menunjukkan sebesar 0,4097 untuk kepatuhan pajak. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pengetahuan pajak, sanksi pajak, keadilan pajak dan niat untuk patuh memiliki pengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak sebesar 41% dan 59% sisanya dipengaruhi oleh faktor lainnya.Kata kunci:Â Â Pengetahuan Pajak, Sanksi Pajak, Keadilan Pajak, Niat untuk Patuh, Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi, Akuntan, Notaris
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI INDONESIA MELAKUKAN AUDITOR SWITCHING
Maulida, Annina
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 4 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Adanya skandal akuntansi berkala besar seperti WorldCom, Enron, Global Crossing, Xerox dan Waste Management telah menimbulkan keprihatinan mengenai independensi seorang auditor. Kurangnya independensi auditor telah menjadi perhatian di seluruh dunia dan menjadi perdebatan tentang perlu tidaknya regulasi mengenai auditor switching(pergantian KAP).Auditor switching (pergantian  KAP)  bisa  terjadi  secara  mandatory  karena  peraturan  yang mewajibkan dan bisaterjadi secara voluntary (sukarela). Berbagai pertanyaan akan muncul ketikaperusahaan melakukan pergantian KAP secara voluntary karenaterjadi diluar peraturan yang telah ditetapkan.Penelitian ini bertujuan untukmengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perusahaan di Indonesia melakukanauditor switching. Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalahpergantian manajemen, kepemilikan publik, ukuran KAP, financial distress, persentase perubahan ROA dan auditor switching. Penelitian ini menggunakan data laporan keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2010-2014. Metodepengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposivesampling.Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang Berpengaruh signifikanterhadap auditor switching adalah pergantian manajemen, ukuran KAP dan persentase perubahan ROA. Sedangkan variabel-variabel lain yang diteliti dalam penelitian ini seperti kepemilikan publik dan financial distresstidakterbukti berpengaruh terhadap keputusan perusahaan untuk melakukan auditorswitching.Kata Kunci : independensi, auditor switching, mandatory, voluntary.
AUDIT MANAJEMEN UNTUK MENILAI EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS FUNGSI PEMASARAN PADA RESTORAN CEPAT SAJI MCDONALD’S PLAZA MARINA SURABAYA
Anggarininta, Dania
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 4 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Audit manajemen fungsi pemasaran merupakan suatu penilaian yang sifatnya sistematis dan menyeluruh serta dilakukan secara berkala mengenai semua segi pemasaran dengan tujuan untuk menilai efisiensi dan efektivitas pada suatu objek penelitian. Audit Manajemen fungsi pemasaran pada Restoran Cepat Saji McDonald’s Plaza Marina Surabaya dilakukan dengan membandingkan antara kriteria, kondisi, penyebab, akibat kemudian memberikan rekomendasi. Penelitian ini berbentuk studi kasus dengan menggunakan metode deskriptif, dengan cara wawancara, kuisioner, observasi, dan dokumentasi.  Berdasarkan hasil penelitian, fungsi pemasaran Restoran Cepat Saji McDonald’s Plaza Marina Surabaya telah berjalan cukup efektif untuk lima fungsi yaitu: lingkungan pemasaran, strategi pemasaran, organisasi pemasaran, produktivitas pemasaran, dan tidak efektif pada sistem pemasarannya. Kemudian, penulis juga menemukan bahwa fungsi produktivitas pemasaran restoran tidak berjalan dengan efisien.Untuk itu Restoran Cepat Saji McDonald’s Plaza Marina Surabayaharus terus berupaya memperbaiki kinerja fungsi pemasarannya.Kata kunci : audit manajemen, efektivitas, efisien, fungsi pemasaran, McDonald’s
ANALISIS PENGELOLAAN PIUTANG PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PASCA PENGALIHAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN MENJADI PAJAK DAERAH DI KOTA BATU (STUDI KASUS PADA DINAS PENDAPATAN KOTA BATU)
Ekawati, Fauziah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 4 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengelolaan piutang PBB-P2, permasalahan yang dihadapi, dan strategi kebijakannya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptitif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Pengelolaan piutang PBB-P2 pasca pengalihan belum terlaksana secara maksimal. Hal ini dikarenakan Dinas Pendapatan Kota Batu telah menyusun peraturan pengelolaan piutang PBB-P2 secara khusus. Namun belum disahkan oleh Walikota Batu. Selain itu, pengelolaan piutang PBB-P2 juga dihadapkan dengan permasalahan seperti verifikasi data yang lama dan kualitas sumber daya manusia yang terbatas. Terkait permasalahan yang terjadi, Dinas Pendapatan Kota Batu telah menyusun berbagai strategi kebijakan dalam pengelolaan piutang PBB-P2. Salah satunya adalah Optimalisasi Penerimaan Pajak Daerah dalam penyelesaian piutang PBB-P2.Kata kunci: Dinas Pendapatan Kota Batu, pengelolaan piutang PBB-P2, permasalahan piutang PBB-P2, strategi kebijakan.