cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Administrasi Publik
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 25497456     EISSN : 25033867     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Administrasi Publik (JAP) merupakan jurnal elektronik online yang diterbitkan oleh Lembaga Penerbitan Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya. Tujuan penerbitan jurnal ini adalah salah satu sarana untuk mewadahi kebutuhan peningkatkan kuantitas dan kualitas karya ilmiah dalam rangka pengembangan keilmuan, serta menyebarluaskan kajian Administrasi Publik, sekaligus sebagai wahana komunikasi di antara cendekiawan, praktisi, mahasiswa dan pemerhati masalah dan praktik Administrasi Publik.
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 8 (2015)" : 30 Documents clear
Pengelolaan Air oleh Badan Usaha Milik Desa dalam Rangka Meningkatkan PADesa (Studi pada Desa Gondowangi Kecamatan Wagir Kabupaten Malang) Dewik Lailatul Rodiyah
Jurnal Administrasi Publik Vol. 3 No. 8 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Water Management by Village-Owned Enterprises in Order to Improve Revenue Villages (PADesa) (Studies In The Rural District Of Wagir Gondowangi Malang). In the era of autonomous Local Government/District as the authorities must be able to direct and supervise Village Government, in accordance with Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Pasal 112 Ayat 1. This study was based on concerns demand of good quality and affordable clean water supply in rural Gondowangi Wagir District of Malang. Village water management business is a solution to these problems, but it also aims to earn revenue. Operating revenues are used to develop water management efforts, and as a contributor to the Village Revenue (PADesa). The results of the study showed that water management by village-owned enterprises (BUMDes) business unit of Clean Water Management/Drinking Village (PAMDes Tirto Ageng) goes well. However it is necessary to increase coordination among officials in providing services at checkouts levy water bills, so the service at the counter can run in accordance with a predetermined schedule open. In addition, to increase the customer/consumer enthusiastic of water in the water bills to pay levy, so that arrears payments will also be reduced each month. The existence of Clean Water Management/Drinking Village (PAMDes Tirto Ageng) business units also contributed to increased Gondowangi Village Revenue (PADesa). However, these contributions cannot be used as a reference/benchmark in improving the Gondowangi Village Revenue (PADesa), due to the uncertain expenditure annually for operations/management of the business units of Clean Water Management/Drinking Village (PAMDes Tirto Ageng). Keywords: water management, Village-Owned Enterprises (BUMDes), Village Revenue (PADesa) Abstrak: Pengelolaan Air Oleh Badan Usaha Milik Desa Dalam Rangka Meningkatkan PADesa (Studi pada Desa Gondowangi Kecamatan Wagir Kabupaten Malang). Sebagai aparat yang berwenang Pemerintah Daerah harus bisa membina dan mengawasi Pemerintahan Desa yang tercantum di Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014. Kebutuhan masyarakat desa gondowangi kecamatan wagir atas air bersih yang layak konsumsi dan bisa diakses dengan mudah menjadi satu masalah yang ingin diteliti. Usaha mengelola air gondowangi dilakukan oleh pihak desa untuk mengatasi masalah sulitnya mendapat air dengan mudah dan bersih, dengan usaha mengelola air ini desa bisa juga untuk memperoleh penghasilan yang selanjutnya dimasukkan ke dalam kas desa. Penghasilan itu digunakan untuk mengelola usaha air supaya bisa berkembang dengan baik, karena penghasilan usaha tersebut juga untuk masukan PADesa. Dari penelitian dapat dilihat bahwa usaha mengelola air di gondowangi berkembang dan beroperasi dengan baik. Ditambah dengan campur tangan pihak swasta serta gotong-royong masyarakat setempat. Tetapi di dalam kepengurusan usaha mengelola air masih belum memberikan layanan dengan maksimal, karena koordinasi antar pengurus kurang baik sehingga layanan di loket bayar air tidak berjalan baik dan jadwal buka loket tidak sesuai dengan yang ditentukan sebelumnya. Loket bayar air harus dibuka sesuai jadwal yang telah ditentukan untuk meningkatkan kemauan pelanggan air untuk membayar tagihan pemakaian air. Sehingga tunggakan tagihan air juga tidak akan menumpuk dan bisa berkurang setiap bulan.   Kata kunci: pengelolaan air, BUMDes, PADesa. 
Peran Pemerintah Daerah dalam Pengembangan Kawasan Agropolitan Berbasis Pembangunan Berkelanjutan (Studi Peran pada Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Malang di Desa Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang) Iman Heru Wicaksono
Jurnal Administrasi Publik Vol. 3 No. 8 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Role of Local Government in Developing Agropolitan Base on Sustainable Development (studies on the role of the Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Malang in Desa Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang). Kecamatan Poncokusumo in Kabupaten Malang is one of the strategic areas that are very appropriate for the development agropolitan, because there are some agricultural products that become the flagship of Poncokusumo such as fruits and vegetables. Development undertaken by stakeholders in agropolitan Poncokusumo tended to focus on the economic side and ignore the impact of social and environmental sectors. One development that tends to prioritize economic sector is the application of inorganic farming systems that have a risk of environmental pollution. Pollution caused by agricultural activities inorganic waste from the way management focused on increasing production regardless of environmental impacts. Hence then comes the organic farming system has benefits such as more environmentally friendly, economical value and can potentially enable higher social groups of farmers. Organic farming leads to the principles of sustainable development in which economic sectors can increase synergy with the social sector and the environmental sector.   Keywords: the role of government, agropolitan, sustainable development   Abstrak: Peran Pemerintah Daerah Dalam Pengembangan Kawasan Agropolitan Berbasis Pembangunan Berkelanjutan (Studi peran pada Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Malang di Desa Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang). Kecamatan Poncokusumo di Kabupaten Malang merupakan salah satu kawasan strategis yang sangat tepat untuk pengembangan kawasan agropolitan, karena terdapat beberapa hasil pertanian yang menjadi unggulan dari Kecamatan Poncokusumo seperti buah dan sayuran. Pembangunan yang dilakukan oleh stakeholders di kawasan agropolitan poncokusumo cenderung hanya terfokus pada sisi ekonomi dan mengabaikan dampak sektor sosial dan lingkungan. Salah satu pembangunan yang cenderung memprioritaskan sektor ekonomi adalah penerapan sistem pertanian anorganik dan juga pembuangan limbah kotoran sapi yang mempunyai resiko pencemaran lingkungan. Oleh karena itu kemudian muncullah sistem pertanian organik yang mempunyai manfaat seperti lebih berwawasan lingkungan, nilai ekonomis yang berpotensi lebih tinggi dan bisa mengaktifkan kelompok sosial masyarakat tani. Pertanian organik mengarah pada prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dimana peningkatan sektor ekonomi bisa saling bersinergi dengan sektor sosial dan sektor lingkungan.   Kata kunci: peran pemerintah, agropolitan, pembangunan berkelanjutan
Program Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Pemberdayaan Usaha Ekonomi Mikro dan Kecil (Studi Pemberdayaan Home Industry Sambel Pecel di Kota Madiun) Eviana Eviana
Jurnal Administrasi Publik Vol. 3 No. 8 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The Poverty Alleviation Program Based on The Empowerment of Micro and Small Economic Enterprises (Study of Empowerment of Sambel Pecel Home industry in Kota Madiun). Poverty is a common problem in Kota Madiun and Sambel Pecel Home industry cannot escape from this problem. Conventional management, incapacity to expand due to limited capital, narrow marketing share, and lower human resource, are the characteristic of this industry. Such conditions must be alleviated because Sambel Pecel is the icon of Kota Madiun that needs to be preserved. Result of research is explained as follows: (1) The implementation of poverty alleviation program based on the empowerment of micro and small economic enterprises is already good but it is not in maximum considering the poverty alleviation program, the empowerment process of Sambel Pecel Home Industry, and the result of empowerment process of Sambel Pecel Home Industry; and (2) Factors supporting and constraining the program are elucidated as follows: (a) The supporting factors are high demand for Sambel Pecel and high competition; and (b) The constraining factors include conventional or traditional equipments, the incompatibility between data and fact, and not all Sambel Pecel Home industries have permit from PIRT and BPOM.Important recommendation is provided based on these results. Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pariwisata can take several empowerment measures such as by cooperating with food and beverage stores and souvenir shops, by providing a milling machine to all Sambel Pecel Home industries, by having periodic socialization or installing pamphlet about setup registration, and by socializing PIRT and BPOM to increase self-awareness of Home industry entrepreneurs. Keywords: empowerment, home industry, sambel pecel Abstrak: Program Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Pemberdayaan Usaha Ekonomi Mikro dan Kecil (Studi Pemberdayaan Home industry Sambel Pecel di Kota Madiun). Kemiskinan merupakan masalah yang masih banyak ditemui di Kota Madiun, termasuk home industry sambel pecel. Mereka masih lemah dan belum bisa mengembangkan usahanya karena keterbatasan modal, pemasaran yang masih dalam lingkup kecil dan sumber daya manusia yang masih rendah. Kondisi seperti ini harus segera ditangani, mengingat sambel pecel merupakan ikon dari Kota Madiun Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa (1) Pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan usaha ekonomi mikro dan kecil telah berjalan dengan baik namun belum sepenuhnya maksimal yang dilihat dari program penanggulangan kemiskinan, proses pemberdayaan home industry sambel peccel dan hasil dari proses pemberdayaan home industry sambel pecel; (2) Faktor pendukung dan faktor penghambat terdiri dari a) Faktor Pendukung berupa tingginya permintaan sambel pecel dan tingginya persaingan; b) Faktor penghambat berupa peralatan yang digunakan masih sederhana, data yang tidak sesuai dengan kenyataan, dan belum semua sambel pecel memiliki ijin PIRT dan BPOM. Rekomendasi penting yang dapat diberikan dari hasil penelitian ini adalah pelaku home industry sambel pecel diikutsertakan dalam pameran diluar Kota Madiun, Disperindagkoppar menjalin kerjasama dengan toko makanan dan minuman selain toko oleh-oleh, pemberian bantuan mesin giling bagi seluruh home industry sambel pecel, sosialisasi rutin dan pemasangan baliho tentang pendaftaran usaha baru, dan sosialisasi tentang PIRT dan BPOM serta harus ada kesadaran diri dari pelaku home industry.   Kata kunci: pemberdayaan, home industry¸ sambel pecel. 
Analisis Kinerja Berdasarkan Sudut Pandang Strategic Constituencies Approach (Studi pada Bagian Koleksi Umum Badan Perpustakaan dan Kearsipan Propinsi Jawa Timur ) Zohratul Hasanah
Jurnal Administrasi Publik Vol. 3 No. 8 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The Perception of Librarian Toward The Performance of Public Collection Shelving Division at The Institution of Library And Archieves of East Java Province. The research aims to describe the perception of the librarian toward the performance of Public Collection Shelving Division at The Institution of Library And Archieves of East Java Province. The  Variable used in this study is only one variable, that is performance measurement. This research is belong to descriptive research by using quantitative approach. The  instrument used in this study is by spreading the questionnaire as a measuring tool for collecting primer data. There are 205 library visitors that take parts as the respondents in this study. The data Analysis used in this study is by using deskriprif statistics. The results of this study show that there is a good perception of librarian associated to the  performance of  shelving general collection division , but there is still a variable which still has the lowest value, that is the variable of responsiveness, it is caused by the inappropiate information about the collections available in the Online Public Access Catalog (OPAC) with the reality on the shelf collection. Keywords : perception, performance, shelving Abstrak: Persepsi Pemustaka Terhadap Kinerja Bagian Shelving Koleksi Umum pada Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan persepsi pemustaka terhadap kinerja bagian shelving koleksi umum yang terdapat pada ruang layanan dewasa. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan satu variabel yaitu pengukuran kinerja. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis peneltian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, alat instrumen yang digunakan yaitu dengan menyabarkan kuisioner sebagai alat ukur untuk mengumpulkan data primer. Responden dalam penelitian ini yaitu sebanyak 205 responden yang terdiri dari pengunjung perpustakaan.  Analisis data yang digunakan yaitu menggunakan statistik deskriprif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi yang baik dari pemustaka terkait dengan kinerja bagian shelving koleksi umum, namun masih ada beberapa variabel yang masih memiliki nilai terendah yaitu variabel responsiveness, hal ini disebabkan karena beberapa informasi tentang koleksi yang tersedia dalam Online Public Acces Catalog (OPAC) tidak sesuai dengan kenyataan di rak koleksi. Kata kunci : persepsi, kinerja, shelving
Strategi Preservasi Koleksi Khusus Bung Karno di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno Kota Blitar Helda Yuwananda
Jurnal Administrasi Publik Vol. 3 No. 8 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Preservation Strategy of Special Collection Bung Karno In UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno Blitar City. Purpose of this study is to describe preservation strategy for special collection of Bung Karno and to describe challenges faced in preserving special collection of Bung Karno. This study used descriptive study with qualitative approach. Focus of this study focused on preservation strategy for special collection and challenges faced in preservation activity of special collection from Bung Karno. Preservation strategy of special collection of Bung Karno is conducted by Perpustakaan Bung Karno with 2 kinds of preservation. Preservation in physical and information forms. Preservation in physical is by having fumigation, deasidification, lamination, encapsulation, and bleaching activities. Meanwhile, for information preservation, it is conducted by media translation activity, it is by digital transformation. Preservation strategy of special collection of Bung Karno also faced challenges; they are determination of policy, training for human resources, facilities and techniques used in preserving special collection of Bung Karno in Perpustakaan Bung Karno. Perpustakaan Proklamator Bung Karno still have constrains in preservation, it can be seen from the less of media translation, informant for preservation, preservation room that is not representative yet, and the use of AC in services on special collection in less maximum. Keywords: strategy, preservation, Bung Karno collection Abstrak: Strategi Preservasi Koleksi Khusus Bung Karno di UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno  Kota Blitar. Penelitian tersebut bertujuan untuk mendeskripsikan strategi preservasi koleksi khusus Bung Karno dan mendeskripsikan tantangan yang dihadapi dalam kegiatan preservasi koleksi khusus Bung Karno. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskripsif dengan pendekatan kualitatif. Adapun fokus penelitian ini mengacu pada strategi preservasi koleksi khusus dan tantangan yang dihadapi dalam kegiatan preservasi koleksi khusus Bung Karno. Strategi preservasi koleksi khusus Bung Karno dilakukan oleh pihak Perpustakaan Bung Karno dengan 2 cara pelestarian. Pelestarian dalam bentuk fisik dan pelestarian dalam bentuk informasi. Pelestarian dalam bentuk fisik berupa kegiatan fumigasi, deasidifikasi, laminasi, enkapsulasi, dan bleaching. Sedangkan untuk pelestarian dalam bentuk informasi berupa kegiatan alih media yaitu dengan transformasi digital. Strategi preservasi koleksi khusus Bung Karno pun juga mengalami beberapa tantangan yang dihadapi, diantaranya ialah mengenai penetapan kebijakan, pembinaan sumber daya manusia, sarana prasarana, dan teknik yang digunakan dalam kegiatan preservasi koleksi khusus Bung Karno di Perpustakaan Bung Karno. Perpustakaan Proklamator Bung Karno masih terkendala dalam kegiatan preservasi, hal tersebut dapat dilihat dari kurangnya pengalih media, kurangnya narasumber untuk kegiatan preservasi, ruangan preservasi yang masih belum representatif, dan penggunaan AC pada layanan koleksi khusus yang masih belum dimaksimalkan. Kata Kunci: strategi, preservasi, koleksi Bung Karno
Peran Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga dalam Mengembangkan Wisata Museum Trinil ( Studi Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ngawi) Saiful Dwi Hartanto
Jurnal Administrasi Publik Vol. 3 No. 8 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The role of Tourism, culture, youth and sports in developing Tourism Museum Trinil (studies in the Department of tourism, Culture, youth and sports Ngawi). The government is trying to cement the economy through the development of tourism.Cultural tourism in jakarta have to be a special karakterisktik as a means of education and the means to traveled.Tourism and culture, in fact less than the other favorite tourism.Because of the role of government is needed in improving tourism area of culture. Research method used is descriptive method with a qualitative approach .Analysis of data used is an interactive model analysis of miles and huberman .The results of research shows that the development of tourism sandpipers museum conducted by the tourism , culture , youth and sports is not optimal .This is because of the division of the role of the management of the museum between the regional government and the preservation of cultural heritage ( bpcb ). Local government has authority is limited.The authority is limited. Only the local government to develop infrastructure of extraneous to the main building.Development done by the city government is to construct facilities such as developing mushola outside the main building, toilet the souvenirs and a playground.In addition, the local government to develop tourism promotion passing through both print and electronic. Keywords: role, development, tourism, museum Abstrak: Peran Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda Dan Olahraga Dalam Mengembangkan Wisata Museum Trinil ( Studi Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Ngawi). Pemerintah Daerah berusaha untuk menguatkan perekonomian melalui pengembangan pariwisata. Pariwisata kebudayaan memiliki karakterisktik khusus yang dapat dijadikan sebagi sarana untuk berwisata dan sarana untuk pendidikan. Namun pada kenyataannya wisata kebudayaan lebih sedikit diminati pengunjung daripada wisata lainnya. Oleh karena itu diperlukan peran pemerintah daerah dalam mengembangkan wisata kebudayaan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Analisis data yang digunakan adalah analisis model Interaktif dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan wisata museum trinil yang dilakukan Dinas Pariwisata, kebudayaan, Pemuda dan olahraga belum maksimal. Hal tersebut karena adanya pembagian peran pengelolaan museum antara pemerintah daerah dan Balai pelestarian Cagar Budaya (BPCB). Pemerintah daerah memiliki kewenangan yang terbatas. Dengan kewenangan yang terbatas, pemerintah daerah hanya dapat mengembangkan sarana prasarana yang diluar bangunan utama. Pengembangan yang dilakukan pemerintah daerah adalah dengan membangun fasilitas diluar bangunan utama seperti membangun mushola, toilet, tempat souvenir dan taman bermain. Selain itu pemerintah daerah terus mengembangkan pariwisata melalui promosi baik lewat media cetak ataupun elektronik. Kata kunci: peran, pengembangan, pariwisata, museum
Upaya Pemerintah Daerah dalam Menumbuhkembangkan Usaha Mikro Kecil Menengah melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Studi pada Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Palembang) Dicky Setya Abdi
Jurnal Administrasi Publik Vol. 3 No. 8 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The Effort of Local Government in Developing Micro-Small-Middle Enterprises through One-Door Integrated Service (Study at Integrated Permit Service Office for Palembang City). Based on the results of research conducted, Integrated Permit Service Office for Palembang City seeks to provide ease of business permit in order to develop Micro-Small-Middle Enterprises (UMKM) through one door integrated services. To achieve this goal, Integrated Permit Service Office for Palembang City including dissemination permit services through various media, electronic, online and go directly to people in Palembang. Integrated Permit Service Office for Palembang City ensure the creation of good permit services for implementing service standards in each type of service under its authority. Various service has been facilitated by Integrated Permit Service Office for Palembang City especially to Micro-Small-Middle Enterprises that trade through for the application of Business Work Permit and Company Token are free of charge, do an innovative for parallel permit service and also a removal action against middle persons who already went well. In addition Integrated Permit Service Office for Palembang City supported by professional human resources, infrastructure and work facilities are adequate and representative, and always coordinating with internal employees as well as other related Local Officer Work Unit (SKPD). However, Integrated Permit Service Office for Palembang City is still lacking of quantity of human resource which obstructs the punctuality of service process. Keywords: one-door integrated service, business permit, UMKM, innovation. Abstrak: Upaya Pemerintah Daerah dalam Menumbuhkembangkan Usaha Mikro Kecil Menengah melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Studi pada Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Palembang). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, KPPT Kota Palembang berupaya memberikan kemudahan perizinan usaha dalam rangka menumbuhkembangkan UMKM melalui pelayanan terpadu satu pintu. Untuk mewujudkan hal tersebut, KPPT Kota Palembang diantaranya melakukan sosialisasi pelayanan perizinan melalui berbagai media massa, elektronik, online maupun terjun langsung ke masyarakat Kota Palembang. KPPT Kota Palembang menjamin terciptanya pelayanan perizinan yang baik karena telah menerapkan standar pelayanan di masing-masing jenis pelayanan yang menjadi kewenangannya. Berbagai kemudahan dilakukan KPPT Kota Palembang khususnya terhadap UMKM perdagangan yaitu melalui pelayanan SIUP dan TDP yang digratiskan, melakukan inovasi pelayanan izin paralel, dan penghapusan calo yang sudah berjalan dengan baik. Selain itu KPPT Kota Palembang didukung oleh SDM yang profesional, sarana prasarana dan fasilitas kerja yang sudah memadai dan representatif, dan selalu melakukan koordinasi dengan internal pegawai maupun SKPD terkait lainnya. Namun KPPT Kota Palembang masih dihadapkan oleh kurangnya sumber daya manusia yang ada sehingga seringkali waktu penyelesaian pelayanan menjadi terlambat. Kata Kunci: pelayanan terpadu satu pintu, perizinan usaha, UMKM, inovasi. 
Strategi Promosi Perpustakaan Perguruan Tinggi (Studi Kasus pada Perpustakaan Universitas Ma Chung) Danang Setyo Utomo
Jurnal Administrasi Publik Vol. 3 No. 8 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Promotion Strategy of College Library (Case Study at UMC Library). In order to make the users want to utilize and get to know the library, it is necessary to do promotion. The promotion at college libraries requires careful planning, therefore a particular strategy is needed to run the library promotion. At the UMC Library, promotional strategies used were doing communication with the users, either directly or indirectly, having cooperation with other parties so that the users' needs could be met, and creating promotional programs to increase the users' interest to visit. In the application of the strategies, there was a contributing factor that was library building which already adequate. But there were also some factors that hinder the promotion activities at the UMC Library, they were the lack of funds and human resources, the library collections that mostly used foreign language, and the leaders who did not prioritize the library. Keywords: library promotion, promotion strategies, promotion of college libraries Abstrak: Strategi Promosi Perpustakaan Perguruan Tinggi (Studi Kasus pada Perpustakaan UMC). Agar pengguna mau memanfaatkan dan mengenal perpustakaan maka perlu dilakukannya promosi. Promosi pada perpustakaan perguruan tinggi diperlukan perencanaan yang matang oleh karena itu perlu adanya strategi tertentu untuk menjalankan promosi perpustakaan. Pada perpustakaan UMC  strategi promosi yang digunakan adalah berkomunikasi dengan pengguna baik langsung maupun tidak langsung, bekerja sama dengan pihak lain agar kebutuhan pengguna dapat terpenuhi dengan baik, dan membuat program-program promosi yang dapat meningkatkan minat kunjung pengguna. Dalam penerapan  strategi tersebut terdapat faktor pendukung yaitu gedung perpustakaan yang sudah memadai. Namun ada pula faktor yang menghambat kegiatan promosi di Perpustakaan UMC  antara lain kurangnya dana dan SDM  koleksi perpustakaan yang sebagian besar bahasa asing, dan pimpinan yang belum memprioritaskan perpustakaan. Kata Kunci: promosi perpustakaan, strategi promosi, promosi perpustakaan perguruan tinggi
Sinergi Pembangunan dalam Upaya Swasembada Garam Nasional (Studi Tentang Pelaksanaan Program Usaha Garam Rakyat di Kabupaten Pasuruan Provinsi Jawa Timur) Ilyasa Suryaningpraja
Jurnal Administrasi Publik Vol. 3 No. 8 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The Development Synergy in The Attempt of National Salt Self-supporting (A Study about The Realization of Citizenry Salt Trade Program in Pasuruan Regency East Java). Indonesia as one of the largest maritime country in the world but still have to import salt so that needed a good development program. Pugar (the realization of citizenry salt trade empowerment program) is a national salt development program conducted in 40 district including Pasuruan. The existence of differences between development actors such as differences in interests, resources and skills it is necessary synergies in the implementation of Pugar. This research aims to analyze and describe the development synergy in the implementation Pugar in Pasuruan regency East Java and also the enabling and inhibiting factors in the program realization. The result of the research shows that has created a synergy in the implementation of Pugar because of the mutual trust, take and give and their creativity. The inhibiting factors in the Pugar program realization are the limited BLM (Bantuan Langsung Tunai), the culture of salt farmers known as “Daprok”, the uncertain weather and less institutional. While the enabling factors are the satisfactory support from all stakeholders to realize the purposes of Pasuruan regency Pugar program, well coordination and also the effective communication in the Pugar. This is an impotant need attention and special treatment from government so that this Pugar can effective with certaity and policy be valid. Keywords: Synergy, Development, Citizenry Salt Trade Empowerment Program (Pugar). Abstrak: Sinergi Pembangunan dalam Upaya Swasembada Garam Nasional (Studi tentang Pelaksanaan Program Usaha Garam Rakyat di Kabupaten Pasuruan Provinsi Jawa Timur). Indonesia sebagai salah satu negara maritim terbesar di dunia namun masih harus mengimpor garam sehingga diperlukan program pembangunan garam yang baik. Pugar (Pemberdayaan usaha garam rakyat) merupakan program pembangunan garam nasional yang dilakukan di 40 Kabupaten termasuk Kabupaten Pasuruan. Adanya berbagai perbedaan antar aktor pembangunan seperti perbedaan kepentingan, sumber daya dan ketrampilan maka diperlukan sinergi dalam pelaksanaan Pugar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan sinergi serta faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan Pugar di Kabupaten Pasuruan. Hasil penelitian menunjukkan telah tercipta sinergi dalam pelaksanaan Pugar karena adanya sikap saling percaya, take and give dan adanya kreatifitas. Faktor penghambat Pugar diantaranya keterbatasan dana BLM (Bantuan Langsung Tunai), budaya “daprok”, ketidakpastian cuaca dan kurang maksimalnya kelembagaan. Faktor pendukungnya adalah koordinasi yang baik dan komunikasi efektif. Hal ini perlu mendapat perhatian dan tindakan dari pemerintah agar program Pugar berjalan efektif sesuai dengan ketentuan kebijakan yang berlaku.   Kata Kunci: Sinergi, Pembangunan, Program Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (Pugar).
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Lahan Kritis (Studi Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Kebun Bibit Rakyat di Desa Babadan Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang) Rosyidatuzzahro Anisykurlillah
Jurnal Administrasi Publik Vol. 3 No. 8 (2015)
Publisher : Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Community Empowerment in Critical Land Management (Study of Community Empowerment Through Kebun Bibit Rakyat Program in Babadan Village, Ngajum Sub District, Malang District). Kebun Bibit Rakyat program is a program to answer the issues of critical land by providing good, superior, and certified plant seeds through community empowerment approach. One village in Malang district which has many critical land and implement community empowerment through Kebun Bibit Rakyat Program in 2014 is the village of Babadan. Community empowerment through the Kebun Bibit Rakyat Program include: the provision of seeds, fund, education and technical assistance, mentoring as well as granting access. Kebun Bibit Rakyat Program in Babadan Village can provide benefits in terms of social, economic, and environmental. As for the obstacles in the Kebun Bibit Rakyat  Program is delays in the disbursement of funds, low participation of members of the Kebun Bibit Rakyat Program organizer, and low capacity of farmers in seed management.   Keywords: community empowerment, Kebun Bibit Rakyat Program Abstrak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Lahan Kritis (Studi Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Kebun Bibit Rakyat di Desa Babadan Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang). Program Kebun Bibit Rakyat merupakan program untuk menjawab permasalahan lahan kritis dengan menyediakan bibit tanaman kehutanan yang baik, unggul, dan bersertifikat melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat. Salah satu desa di Kabupaten Malang yang mempunyai lahan kritis banyak dan melakukan pemberdayaan masyarakat melalui Program Kebun Bibit Rakyat pada tahun 2014 yaitu Desa Babadan. Upaya pemberdayaan masyarakat yang dilakukan dalam Program Kebun Bibit Rakyat ini meliputi: pemberian bibit, pemberian dana, pendidikan dan bimbingan teknis, pendampingan serta pemberian akses. Program Kebun Bibit Rakyat di Desa Babadan ini dapat memberikan manfaat baik dari segi sosial, ekonomi, dan lingkungan. Meskipun begitu dalam pemberdayaan masyarakatnya terdapat beberapa kendala seperti keterlambatan pencairan dana, rendahnya partisipasi anggota pengelola Kebun Bibit Rakyat, dan rendahnya kemampuan petani dalam pengelolaan bibit.   Kata kunci: pemberdayaan masyarakat, Program Kebun Bibit Rakyat

Page 1 of 3 | Total Record : 30


Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 4 (2024): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 3 (2024): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 7 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 6 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 5 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 4 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 3 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Administrasi Publik (JAP) Vol. 5 No. 7 (2022): DESEMBER 2022 Vol. 5 No. 6 (2022): November 2022 Vol. 5 No. 5 (2022): OKTOBER 2022 Vol. 5 No. 4 (2022): JAP: SEPTEMBER 2022 Vol. 5 No. 3 (2022): JAP: AGUSTUS 2022 Vol. 5 No. 2 (2022): JULI 2022 Vol 5, No 1 (2017): April Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 4, No 12 (2016) Vol. 4 No. 12 (2016) Vol. 4 No. 11 (2016) Vol 4, No 11 (2016) Vol. 4 No. 10 (2016) Vol 4, No 10 (2016) Vol 4, No 9 (2016) Vol. 4 No. 9 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol. 3 No. 12 (2015) Vol 3, No 12 (2015) Vol 3, No 11 (2015) Vol. 3 No. 11 (2015) Vol. 3 No. 10 (2015) Vol 3, No 10 (2015) Vol 3, No 9 (2015) Vol. 3 No. 9 (2015) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 12 (2014) Vol. 2 No. 12 (2014) Vol 2, No 11 (2014) Vol. 2 No. 11 (2014) Vol. 2 No. 10 (2014) Vol 2, No 10 (2014) Vol 2, No 9 (2014) Vol. 2 No. 9 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 1, No 10 (2013) Vol. 1 No. 10 (2013) Vol. 1 No. 9 (2013) Vol 1, No 9 (2013) Vol. 1 No. 8 (2013) Vol 1, No 8 (2013) Vol 1, No 7 (2013) Vol. 1 No. 7 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue