cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Perpajakan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Economy, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2015)" : 25 Documents clear
IMPLEMENTASI TUNJANGAN PAJAK PENGHASILAN PASAL 21 KARYAWAN (Studi pada PT Pembangkit Jawa Bali Services di Sidoarjo) Rizqianto, Rahmad Riefky
Jurnal Mahasiswa Perpajakan Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi S-1 Perpajakan, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.001 KB)

Abstract

Income Tax Benefit Implementation of Article 21 Employees (Study At PT Generating Java Bali Services Sidoarjo). There are three ways of imposing the income tax under Article 21 Employees who can be done by the employer or the company income tax under Article 21 by employees. Income Tax Article 21 by the company or employer, and Income Tax Article 21 is supported by the company or employer which is implemented the methods that researchers want to see how the application of the provision of Article 21 of the Income Tax Benefit Employees (Gross Up Method) is in conformity with the laws or regulations, and need to see the factors that affect the application of both factors that supporting or inhibiting. It is known that one of the companies that have used the method of administration of income tax benefit of Article 21 on the employee or employees are PT Generating Java, Bali Services. This growing company choose the method to withholding income tax article 21 employees. Applying the methods of granting benefits companies must pay attention to regulations and laws that govern them. This research uses descriptive research with a qualitative approach. Keywords: Income tax Article 21, Gross Up Method, Implementation. Abstrak Implementasi Tunjangan Pajak Penghasilan Pasal 21 Karyawan (Studi Pada PT Pembangkit Jawa Bali Services Sidoarjo). Terdapat tiga cara pemotongan dalam Pajak Penghasilan Pasal 21 Karyawan yang dapat dilakukan-oleh pemberi kerja atau perusahaan yakni Pajak Penghasilan Pasal 21 yang ditanggung karyawan, Pajak Penghasilan Pasal 21 ditanggung perusahaan atau pemberi kerja, dan Pajak Penghasilan Pasal 21 ditunjang oleh perusahaan atau pemberi kerja. Sehubungan dengan adanya metode tersebut peneliti ingin melihat bagaimana penerapan pemberian Tunjangan Pajak Penghasilan Pasal 21 Karyawan sudah sesuai dengan undang-undang atau peraturan sejenisnya, serta ingin melihat faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan tersebut baik faktor yang mendukung maupun yang menghambat. Diketahui bahwa salah satu perusahaan yang telah menggunakan metode pemberian tunjangan Pajak Penghasilan Pasal 21 pada karyawan atau pegawainya adalah PT Pembangkit Jawa Bali Services. Perusahaan yang sedang berkembang ini memilih-metode tersebut untuk pemotongan Pajak penghasilan Pasal 21 karyawannya. Untuk menerapkan metode pemberian Tunjangan perusahaan harus memperhatikan peraturan yang berlaku dan undang-undang yang mengaturnya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Kata Kunci : Pajak penghasilan Pasal 21, Metode Gross Up, Implementasi.
PENGARUH KEBIJAKAN TARIF CUKAI HASIL TEMBAKAU DAN FASILITAS PENUNDAAN TERHADAP PUNGUTAN CUKAI ROKOK (STUDI PADA PERUSAHAAN ROKOK YANG TERDAFTAR DI KPPBC TMC KEDIRI) Sholichah, Imroatus
Jurnal Mahasiswa Perpajakan Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi S-1 Perpajakan, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.001 KB)

Abstract

One of good that is imposed by excise is the processed tobacco. As known as the impact goods toward excise and efforts to increase revenue of cigarettes, the government set tobacco excise tariff policy. Tobacco excise tariff always increases so the impact on the selling price, purchasing power and the financial companies. Seeing that, the government seeks to maintain clearance from the company contribution with credits that is called postponement. Excise payment that companies do called revenues of cigarette. This research uses explanatory research with time series data. This study conducted on cigarette companies listed at KPPBC TMC Kediri. Based on some characteristics, so there are two sample that is Gudang Garam, Tbk and MPS HM. Sampoerna Tbk. The result of this research shows excise tariff policy and postponement facility had influence and significant on revenues of cigarette excise simultancously. Excise tariff policy do not influence on revenues of cigarette, while postponement facility was influence and significant on revenues of cigarette. Keywords: excise, tobacco processed, excise tariff policy, postponement, revenues of cigarette ABSTRAK Salah satu barang yang dikenakan cukai yakni atas hasil olahan tembakau. Mengingat dampak yang ditimbulkan dari barang kena cukai serta upaya meningkatkan penerimaan cukai, maka pemerintah menetapkan kebijakan tarif cukai hasil tembakau. Tarif cukai hasil tembakau selalu mengalami peningkatan sehingga berdampak pada harga jual, daya beli konsumen serta keuangan perusahaan. Melihat akan hal tersebut, pemerintah berupaya menjaga kontribusi cukai dari perusahaan dengan penangguhan pembayaran yang disebut penundaan. Pembayaran atas besaran cukai yang dilakukan oleh perusahaan selanjutnya disebut pungutan cukai. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif eksplanatif, dengan data time series. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan rokok yang terdaftar di KPPBC TMC Kediri. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahan rokok yang terdaftar dan mendapat penundaan di KPPBC TMC Kediri. Berdasarkan beberapa karakteristik pemilihan sampel, maka diperoleh dua sampel yakni PT Gudang Garam, Tbk dan MPS HM. Sampoerna Tbk. Hasil dari penelitian ini bahwa secara simultan kebijakan tarif cukai dan fasilitas penundaan berpengaruh terhadap pungutan cukai. Secara parsial kebijakan tarif cukai tidak berpengaruh terhadap pungutan cukai, sedangkan penundaan berpengaruh signifikan terhadap pungutan cukai. Kata kunci: cukai, hasil tembakau, kebijakan tarif cukai, penundaan, pungutan cukai
PENGARUH PERTUMBUHAN PAJAK DAERAH TERHADAP PENINGKATAN PENERIMAAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (StudiPada Pajak Hotel, Pajak Restoran, dan Pajak Hiburan Kabupaten TulungagungTahun 2012 - 2014) Puspitasari, Anita Wahyu
Jurnal Mahasiswa Perpajakan Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi S-1 Perpajakan, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.001 KB)

Abstract

In local autonomy system, local government has more authorities to manage its own business to reduce the dominant of the central government contributions and tomaximize the development of regional autonomy. In order to achieve that goal, the regional government must increasing the local revenue must be conducted by regional government in order to pay attention more onthe tourism sector. The development of tourism can be seen from several indicators, the indicators of revenues growth from taxes are hotel tax, restaurant tax, entertainment taxthat directly connected with tourism. This study aims to determine the effect of the growth of hotel tax, restaurant tax, and entertainment tax toward the increasing of PAD either simultaneously or partially. This research uses explanatory research with a quantitative approach. The sample in this study is a monthly time series data period January 2012-December 2014, as many as 36 samples. Simultaneous analysis result indicates that the growth ofhotel tax, restaurant tax, and entertainment taxhave a significant influence toward PAD. The result of partial research is restaurant tax growth onlysignificantly influences the PAD. Keywords: Growth, Hotel Tax, Restaurant Tax, Entertainment Tax, Local Revenue ABSTRAK Sistem otonomi daerah membuat pemerintah daerah memiliki kewenangan luas mengurus rumah tangganya sendiri untuk mengurangi dominasi sumbangan pemerintah pusat serta meningkatkan pembangunan dan memaksimalkan otonomi daerah, maka Pemerintah Daerah harus lebih meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) diantaranya dengan memperhatikan perkembangan pariwisata. Perkembangan pariwisata dapat dilihat dari beberapa indikator salah satunyaindikator pertumbuhan pendapatan dari sektor pajak yaitu pajak hotel, pajak restoran, dan pajak hiburan yang mempunyai kaitan langsung dengan wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan pajak hotel, pajak restoran, dan pajak hiburan terhadap peningkatan penerimaan PAD baik secara simultan maupun parsial. Penelitian ini menggunakan penelitian explanatory research dengan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah data time series bulanan periode Januari 2012-Desember 2014, yaitu sebanyak 36 sampel. Hasil penelitian secara simultan menunjukkan bahwa pertumbuhan pajak hotel, pajak restoran, dan pajak hiburan mempunyai pengaruh signifikan terhadap PAD. Hasil penelitian secara parsial hanya pertumbuhan pajak restoran yang berpengaruh signifikan terhadap PAD. Kata Kunci : Pertumbuhan, Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak Hiburan, Pendapatan Asli Daerah
PENGARUH SIKAP WAJIB PAJAK TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK (Studi Pada Wajib Pajak Orang Pribadi yang melakukan usaha dan terdaftar di KPP Pratama Malang Utara) Andayu, Bingar Violita Dwi
Jurnal Mahasiswa Perpajakan Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi S-1 Perpajakan, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.001 KB)

Abstract

Tax has important role to implement development in Indonesia. A system of taxation in Indonesia is Self Assessment System, then taxpayers have important role in the implementation of taxation. The attitude of taxpayers as a factor that determine the obedience of taxpayers. The attitude of taxpayers can be influenced by several factors are taxpayers experience in implementing tax obligations, quality services of tax officer and taxation of mass media. The obedience of taxpayers can be seen from the implementation of tax obligations by taxpayers. The purpose of this research is to find out the influence of simultaneously and partial. Data analysis method used are descriptive analysis and multiple linear regression analysis. The result of this research interpreted as a significant simultaneously influence between taxpayers experience in implementing tax obligations, quality services of tax officer and taxation of mass media to the obedience of taxpayers. In partial test, taxpayers experience in implementing tax obligations influence towards the obedience of taxpayers, quality services of tax officer influence towards the obedience of taxpayers and taxation of mass mediainfluence towards the obedience of taxpayers. Key Words: The attitude of taxpayers, quality services of tax officer, taxation of mass media, the obedience of taxpayers. ABSTRAK Pajak mempunyai peranan penting untuk melaksanakan pembangunan di Indonesia. Berdasarkan sistem perpajakan di Indonesia yaitu Self Assessment System, maka wajib pajak berperan penting dalam pelaksanaan perpajakan. Sikap wajib pajak sebagai faktor yang menentukan kepatuhan wajib pajak. Sikap wajib pajak dipengaruhi dengan beberapa faktor yaitu pengalaman wajib pajak dalam melaksanakan kewajiban perpajakan, kualitas pelayanan petugas pajak dan media massa perpajakan. Kepatuhan wajib pajak dilihat dari pelaksanaan kewajiban perpajakannya. Jenis penelitian ini adalah penelitian explanatory research dengan pendekatan kuantitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh secara simultan dan parsial pengalaman pelaksanaan kewajiban wajib pajak, kualitas pelayanan petugas pajak dan media massa terhadap kepatuhan wajib pajak. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis regresi linier berganda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengalaman wajib pajak dalam melaksanakan kewajiban perpajakan, kualitas pelayanan petugas pajak dan media massa perpajakan berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak secara simultan. Pada uji parsial diperoleh hasil pengalaman wajib pajak dalam melaksanakan kewajiban perpajakan berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak, kualitas pelayanan petugas pajak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak dan media massa perpajakan berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak. Kata Kunci: Sikap wajib pajak, kualitas pelayanan petugas pajak, media massa perpajakan,  kepatuhan wajib pajak.  
PENGARUH KEPERCAYAAN TERHADAP KEPUASAN DAN KEPATUHAN WAJIB PAJAK KENDARAAN BERMOTOR (Studi Pada Wajib Pajak Kendaraan Bermotor di SAMSAT Kab. Lamongan) Zulistiyowati, .
Jurnal Mahasiswa Perpajakan Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi S-1 Perpajakan, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.001 KB)

Abstract

Tax is the main source of state revenue that is used for government financing and developing. It is important for the local governments to increase vehicle tax payer obidience in every year according with the expected target by increasing trust and satisfaction of vehicle taxpayer. The purpose of this study are to determine the influence of variables trust to satisfaction of taxpayer and taxpayer obidience. The data that is used are primary data and secondary data. Primary data are obtained from a questionnaire which is to determine the number of samples using  slovin formula then data tested by path analysis using SPSS 21. Results from this study is that all hypotheses accepted and there is an indirect effect of variable trust to variable tax compliance through the variable satisfaction at 0.431. Keywords: trust, ability, satisfaction, and tax payer obedience ABSTRAK Pajak merupakan sumber utama penerimaan negara yang digunakan untuk pembiayaan pemerintah dan pembangunan. Penting bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak PKB agar penerimaan PKB tiap tahunnya sesuai dengan target yang diharapkan dengan meningkatkan kepercayaan serta kepuasan wajib pajak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh variabel keperayaan terhadap kepuasan dan kepatuhan wajib pajak. Data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Pengambilan sampel menggunakan rumus slovin  diperoleh 100 sampel. Data diuji dengan analisis jalur dengan menggunakan SPSS 21. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa ke tiga hipotesis diterima dan terdapat pengaruh tidak langsung dari variabel kepercayaan terhadap variabel kepatuhan wajib pajak melalui variabel kepuasan sebesar 0,431. Kata kunci : Kepercayaan, Kepuasan, dan Kepatuhan Wajib Pajak
PENGARUH SURAT TAGIHAN PAJAK DAERAH TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK RESTORAN (STUDI PADA KOTA BATU JAWA TIMUR) Rachmawati, Rizka Laila
Jurnal Mahasiswa Perpajakan Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi S-1 Perpajakan, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.212 KB)

Abstract

The purpose of this research is to find out how the influence of surat tagihan pajak daerah (STP) daerah (local tax bills) on tax restaurant compliance. This researh is  done because of the high rate of local tax bills that have been published by Dinas Pendapatan Daerah Kota Batu (Department of Revenue of Batu) during 2012-2014. The local tax bills is used by Departement of Revenue of Batu to impose tax arrears along with administrative sanctions. This research uses multivariate linear regression method, t-test and F test with significance level of 5%. The results of this research indicates in partial tax bills have no sigificant effect to the tax restaurant compliance but sanction of administrative shows significant effect to the tax compliance. Besides that, in simultaneous tax bills analysis and sanction of administrative shows significantly and positively influence on tax restaurant compliance. Key words : local tax bills, tax bills, sanction of administrative, compliance, tax compliance of restaurant ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh surat tagihan pajak daerah terhadap kepatuhan wajib pajak restoran. Penelitian ini dilakukan karena tingginya tingkat surat tagihan pajak daerah yang telah diterbitkan oleh Dinas Pendapatan Daerah Kota Batu selama kurun waktu 2012-2014. Surat Tagihan Pajak Daerah ini digunakan oleh Dinas Pendapatan Daerah Kota Batu untuk menagih tunggakan pajak beserta sanksi administrasi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda, uji-t dan uji-F dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil dari penelitian ini menunjukkan secara parsial variabel surat tagihan tidak  memiliki pengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak restoran, sebaliknya secara parsial sanksi admnistrasi memiliki pengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak restoran. Hasil berbeda ditunjukkan jika dilakukan uji-F, karena secara simultan variabel surat tagihan dan sanksi administrasi berpengaruh secara siginifikan dan positif. Kata kunci: surat tagihan pajak daerah, surat tagihan, sanksi administrasi, kepatuhan, kepatuhan wajib pajak restoran.
PENGARUH PELATIHAN TEKNIS PERPAJAKAN, AKUNTABILITAS DAN PERENCANAAN PEMERIKSAAN PAJAK TERHADAP KINERJA PEMERIKSA PAJAK (STUDI PADA PEMERIKSA PAJAK DI KANTOR PELAYANAN PAJAK MADYA KOTA MALANG) Mayentina S, Maria
Jurnal Mahasiswa Perpajakan Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi S-1 Perpajakan, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.001 KB)

Abstract

The application of self assessment system that requires tax payers for reporting, deposit, counting and take into account their own taxes. Tax compliance should be the main thing in application of self assessment system, but tax payers prefer to avoid their obligation. The importance of audit has been done by self assessment system. The performance of a tax auditor is one of the important activities for auditing. This research aims to analyse and explain the influence of taxation technical training, accountability, and taxation audit plan toward the tax auditor performance. The purposes of this research give briefly understanding for analyzing and expalaining the influence of taxation techinal training, accountability, taxation audit plan Toward The Tax Auditor Performance. This research uses explanatory research with quantitative approach. The sample of this research is taken by using saturated sampling technique. Data collection method is done by spreading questionnaire to fiscus especially 37 tax auditor who handling audit tax in Tax Office Madya Malang. The result of this research show that the variable taxation techinal training, accountability, taxation audit plan has influence toward  tax auditor performance. Keywords : Self Assessment System, Tax Compliance, Audit, Tax Auditor Performance. ABSTRAK Penerapan sistem self assessment system yang mewajibkan Wajib Pajak untuk melaporkan, menyetor, menghitung serta memperhitungkan pajaknya sendiri. Kepatuhan pajak seharusnya menjadi hal utama dalam proses jalannya sistem self assessment system, tetapi Wajib Pajak cenderung menghindari kewajiban perpajakannya. Hal tersebut membuat pentingnya pemeriksaan untuk dilakukan. Kinerja Pemeriksa Pajak merupakan salah satu hal yang penting diperhatikan dalam melakukan kegiatan pemeriksaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan pengaruh pelatihan teknis perpajakan, akuntabilitas ,  dan perencanaan pemeriksaan pajak   terhadap kinerja pemeriksa pajak. Jenis penelitian ini adalah penelitian explanatori dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik sampel jenuh. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuisioner kepada fiskus, khususnya 37 Pemeriksa Pajak yang menangani pemeriksaan pajak di wilayah kerja KPP Madya Malang.  Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis statistik deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel pelatihan teknis perpajakan, akuntabilitas, perencanaan pemeriksaan pajak  mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pemeriksa pajak. Kata Kunci : Self Assessment System, Kepatuhan Pajak, Audit, Kinerja Pemeriksa Pajak.
EVALUASI IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (PPN) ATAS JASA OUTSOURCING (STUDI KASUS: PT. BERSAMA SELARAS, KABUPATEN MALANG, JAWA TIMUR) Margaretha, Amelya
Jurnal Mahasiswa Perpajakan Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi S-1 Perpajakan, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.001 KB)

Abstract

The purpose of this research is to evaluate over implementation of the Value Added Tax (VAT) policy against outsourcing service. Type of research is descriptive with qualitative approach. Data are obtained from interview and documentation with PT. Bersama Selaras. Result of research indicates that is used imposition based by PT. Bersama Selaras to implement VAT policy against outsourcing service is replacement value. The implementation VAT policy against outsourcing service at PT. Bersama Selaras is supported by transmittable, clear, and consistent communication. Other supporting factors are the reliable sources and facility of informations and attitude of PT. Bersama Selaras need to approve , be submissive, and not-deviant to the predertemined policy. The implementation VAT policy against outsourcing service at PT. Bersama Selaras is constrained by few factor among other the tardiness of payment by user that is impacting VAT payment against outsourcing service. Keywords: Policy Implementation, Tax Policy, Value Added Tax, Outsourcing Service. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi implementasi kebijakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas jasa outsourcing. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan untuk penelitian ini berasal dari hasil wawancara dan data dokumentasi yang diperoleh dari PT. Bersama Selaras. Hasil penelitian ini yaitu bahwa dasar pengenaan pajak yang digunakan PT. Bersama Selaras dalam implementasi kebijakan PPN atas jasa outsourcing adalah penggantian. Implementasi kebijakan PPN atas jasa outsourcing di PT. Bersama Selaras didukung oleh faktor komunikasi yang transmisi, jelas, dan konsisten. Kemudian didukung juga oleh ketersediaan sumber informasi dan fasilitas yang memadai, yang terakhir didukung oleh kecenderungan-kecenderungan atau sikap PT. Bersama Selaras yang menerima, mematuhi, dan tidak menentang kebijakan yang berlaku. Implementasi kebijakan PPN atas jasa outsourcing di PT. Bersama Selaras juga memiliki faktor penghambat, yaitu adanya keterlambatan pembayaran yang dilakukan user sehingga akan berdampak pada pembayaran PPN atas jasa outsourcing. Kata Kunci: Implementasi Kebijakan, Kebijakan Pajak, Pajak Pertambahan Nilai, Jasa Outsourcing.
TINGKAT KEPATUHAN WAJIB PAJAK DITINJAU DARI PENERAPAN TIGA LAYANAN UNGGULAN SAMSAT JAWA TIMUR (STUDI PADA WAJIB PAJAK KENDARAAN BERMOTOR KANTOR BERSAMA SAMSAT MALANG KOTA – UPT DIPENDA JATIM MALANG KOTA) Solicha, Evi Kurniatus
Jurnal Mahasiswa Perpajakan Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi S-1 Perpajakan, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.001 KB)

Abstract

The purpose of study  is to find out the differentiation of texpayer’s pursuance level in “SAMSAT Keliling, SAMSAT Corner and SAMSAT Payment Point”, and the influence of those three superior quality services toward the taxpayer who obedient to pay the tax of the owner motorcycle in SAMSAT Malang Kota. Moreover, the type of research which is applied in this study is survey research with quantitative approach in which t echniques that is used to collect the data are quistionaire and documentation. Besides, the researcher spread out the 100  questionnaires to the respondents.Then, there are total 300 respondents from three superior services. Based on the results of the kovarian analysis show that there is no difference signicicantly variable services of SAMSAT Keliling, SAMSAT Corner and SAMSAT Payment Point with the pursuance of taxpayer. However, the results of a simple linear regression analysis show that three SAMSAT’s superior influence significanly to taxpayer and quality sevices which has different rate such as SAMSAT Corner, SAMSAT Keliling, and the last is SAMSAT Payment Point. Key words:  The Superior Service SAMSAT Keliling, SAMSAT Corner and SAMSAT Payment Point, The quality of service, the taxpayer’s pursuance level of motorcycle. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat kepatuhan wajib pajak pada “SAMSAT Keliling, SAMSAT Corner dan SAMSAT Payment Point” dan pengaruh kualitas pelayanan ketiga layanan unggulan SAMSAT tersebut terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor Kantor Bersama SAMSAT Malang Kota. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu jenis penelitian survey dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu teknik angket dan teknik dokumentasi. Peneliti menyebarkan angket ke 100 responden pada masing-masing tiga layanan unggulan SAMSAT, sehingga total angket yang disebar adalah sebanyak 300. Berdasarkan hasil analisis kovarian menunjukkan bahwa variabel layanan SAMSAT Keliling, SAMSAT Corner dan SAMSAT Payment Point tidak berpengaruh terhadap perbedaan kepatuhan wajib pajak dan kualitas pelayanan ketiga layanan unggulan SAMSAT berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak. Sedangkan berdasarkan hasil analisis regresi linear sederhana kualitas pelayanan yang berpengaruh besar terhadap kepatuhan wajib pajak secara berurutan adalah kualitas layanan SAMSAT Corner, SAMSAT Keliling dan terakhir adalah SAMSAT Payment Point. Kata kunci: Layanan Unggulan SAMSAT Keliling, SAMSAT Corner dan SAMSAT Payment Point, Kualitas Pelayanan, Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor.
PENGARUH BEDA PERMANEN DAN BEDA TEMPORER ANTARA STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN DENGAN KETENTUAN PERPAJAKAN TERHADAP LABA FISKAL SEBELUM PAJAK (STUDI PADA PERUSAHAAN DAGANG YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2011-2014) Sekaruni, Janetha Gunti
Jurnal Mahasiswa Perpajakan Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi S-1 Perpajakan, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.001 KB)

Abstract

This research is aimed to identify the simultaneous influences of permanent differences and temporary differences variables between the accounting standard (SAK) and taxation regulations to the fiscal profits before tax, indicate the partial influences of each permanent differences and temporary differences variable between the SAK and taxation regulations, as well as which variable having the most dominant influences towards fiscal profits before tax. Population in this research is 108 trading companies registered at Indonesia's Stock Exchange year 2011 - 2014. Samples are taken by the purposive sampling technique, comprising 28 companies. Then, the data obtained were analyzed using the double linier regression analysis. The  analysis' results shows that simultaneously and parsially, variable of permanent differences and temporary differences have a positive and significant influence to the fiscal profit before tax. The most dominant variable is the variable of permanent differences because this variable has the highest beta coefficient in value of 0,552. The determination coefficient value  (R2) is 0,518 or 51,8 %. This means that the fiscal profit before tax is influenced by 51,8% of independent variable of permanent differences and temporary differences, while the rest, that  is 48,2%, is influenced by other factors beyond this research. Keywords: Permanent Differences, Temporary Differences, Fiscal Profit Before Tax ABSTRAK Penelitian tentang Pengaruh Beda Permanen dan Beda Temporer antara Standar Akuntansi Keuangan (SAK) dengan Ketentuan Perpajakan terhadap Laba Fiskal Sebelum Pajak bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh secara simultan variabel beda permanen dan beda temporer antara SAK dengan ketentuan perpajakan, mengetahui pengaruh secara parsial masing-masing variabel beda permanen dan beda temporer antara SAK dengan ketentuan perpajakan, serta variabel mana yang paling dominan berpengaruh terhadap laba fiskal sebelum pajak. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan dagang yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2011-2014 yang berjumlah 108 perusahaan. Pengambilan sampel perusahaan dilakukan dengan menggunakan purposive sampling, dengan sampel sebanyak 28 perusahaan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa secara simultan dan parsial variabel beda permanen dan beda temporer berpengaruh signifikan positif terhadap laba fiskal sebelum pajak. Variabel yang paling dominan adalah variabel beda permanen karena variabel ini memiliki koefisien beta tertinggi sebesar 0,552. Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,518 atau 51,8%. Artinya bahwa laba fiskal sebelum pajak dipengaruhi oleh 51,8% variabel independen beda permanen dan beda temporer, sedangkan sisanya yaitu 48,2% dipengaruhi oleh faktor lain diluar pembahasan ini. Kata Kunci: Beda Permanen, Beda Temporer, Laba Fiskal Sebelum Pajak

Page 1 of 3 | Total Record : 25