cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Perpajakan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Economy, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2016)" : 25 Documents clear
POTENSI PAJAK BUMI DAN BANGUNAN SEKTOR PERDESAAN DAN PERKOTAAN (PBB-P2) (STUDI KASUS DI KABUPATEN MALANG DITINJAU DARI PERBEDAAN HARGA PASAR WAJAR DENGAN NILAI JUAL OBJEK PAJAK (NJOP) BUMI YANG BERLAKU) Yunarti, Dwi Aprianing
Jurnal Mahasiswa Perpajakan Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi S-1 Perpajakan, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (818.916 KB)

Abstract

Tax of Land and Property of Rural and Urban Sector (PBB-P2) as one of taxes local types has managed by the Local Goverment starts from administration process to tax collection include the exploration of tax potential. Type of this study is descriptive research with qulitative approach. The focus of this study is the factors that influence the potential loss of Tax of Land and Property of Rural and Urban Sector (PBB-P2), the process of determine Land Tax Object Selling Value and the impact of any such establishment. The research site is in the village Mulyoagung of Dau Subdistrict Malang by using several research techniques such as interview, documentation and observation. The results of this research explain that the establishment of procedures and regulations of Land Tax Object Selling Value in Malang is appropriate. However, the differences in report of the value of sales, Malang has lost the potential amount 54%. This means that adjustments amount 54% should be needed to reflect the actual costs with considering some factors exist such as justice, social, economic, political and mindset of society. Keywords: Potency, Tax Object Selling Value (NJOP), Fair Market Price     ABSTRAK   Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) merupakan salah satu pajak yang dikelola oleh Pemerintah Daerah mulai dari proses administrasi hingga penagihan pajak termasuk penggalian potensinya. Penelitian ini berjenis deskriptif dengan pendekatan metodologi kualitatif. Fokus dari penelitian ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi hilangnya potensi Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), proses penetapan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) dan dampak dari adanya penetapan tersebut. Adapun lokasi dan situs penelitian berada di Desa Mulyoagung Kecamatan Dau Kabupaten Malang dengan mengambil teknik penelitian berupa wawancara, dokumentasi dan observasi. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa secara prosedur dan peraturan penetapan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) Bumi di Kabupaten Malang sudah sesuai. Akan tetapi, dengan adanya perbedaan pelaporan nilai jual menyebabkan Kabupaten Malang kehilangan potensi sebesar 54%. Hal tersebut berarti bahwa diperlukan penyesuaian sebesar 54% untuk mencerminkan harga yang sesungguhnya dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang ada seperti faktor keadilan, sosial, ekonomi, politis dan pola pikir masayarakat. Kata kunci: Potensi, Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), Harga Pasar Wajar
PERAN PEMUNGUTAN PAJAK PARKIR DALAM PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KOTA MALANG (Studi Kasus Pada Dinas Pendapatan Daerah Kota Malang) Puspitasari, Rosalina Anggraeni
Jurnal Mahasiswa Perpajakan Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi S-1 Perpajakan, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.371 KB)

Abstract

The aim of this study is to describe the implementation of parking tax collection, the role of parking tax collection and contribution to the improvement of PAD Malang. This study used a qualitative descriptive approach. Local Revenue (PAD) is one of the authorized capital Regional Government in obtaining funds from the potential of the region it self. These results indicate that the rate of contribution to the Parking Tax Local Revenue Malang years 2009-2013 tends to fluctuate. The highest contribution occurred in 2010 in the amount of 1.17% and the lowest contribution occurred in 2011 in the amount of 0.66%. Because there are several objects Parking Tax Levy turned into objects parking, so no polling on the delegation of authority to the Department of Transportation of the object Malang who has a duty as a collector, parking levies, therefore object parking tax collected by the Revenue Office Malang Parking is reduced causing tax revenue from parking sector is also reduced. Overall contribution rate in 2009-2013 is very less because the percentage of contribution obtained less than 10%. Keyword : Collection, Parking tax and Local Revenue (PAD). Abstrak Maksud penelitian ini adalah mendeskripsikan pelaksanaan pemungutan Pajak Parkir, peran pemungutan Pajak Parkir dan kontribusinya terhadap peningkatan PAD Kota Malang, sedangkan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakna pendekatan deskriptif kualitatif. Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan salah satu modal dasar Pemerintahan Daerah dalam mendapatkan dana yang bersumber dari potensi daerahnya sendiri. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tingkat kontribusi Pajak Parkir terhadap Pendapatan Asli Daerah Kota Malang tahun 2009-2013 cenderung fluktuatif. Kontribusi tertinggi terjadi pada tahun 2010 yaitu sebesar 1,17% dan kontribusi terendah terjadi pada tahun 2011 yaitu sebesar 0,66%. Hal ini dikarenakan berdasarkan instansi tersebut ada beberapa objek Pajak Parkir berubah menjadi objek Retribusi Parkir, sehingga ada pelimpahan wewenang pemungutan atas objek tersebut kepada Dinas Perhubungan Kota Malang yang memiliki tugas sebagai pemungut Retribusi Parkir, oleh karena objek Pajak Parkir yang dipungut oleh Dinas Pendapatan Kota Malang berkurang menyebabkan penerimaan Pajak Parkir dari sektor Parkir juga berkurang. Keseluruhan angka kontribusi pada tahun 2009-2013 termasuk dalam kriteria sangat kurang karena presentase kontribusi yang didapat kurang dari 10%.   Kata Kunci : Pemungutan, Pajak parkir dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
ANALISIS PENERAPAN PERENCANAAN PAJAK PPh 21 SEBAGAI UPAYA PENGHEMATAN BEBAN PAJAK PENGHASILAN BADAN (STUDI KASUS PADA PT Z) Nabilah, Nyimas Nisrina
Jurnal Mahasiswa Perpajakan Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi S-1 Perpajakan, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.697 KB)

Abstract

PT Z as a profit-oriented organization has the main goal to earn profit optimally, but the higher profits will also cause the higher income tax to be paid. This led the company to make efforts to saving income tax expense to be paid. The type of this research is descriptive analytical with data collection technique using documentation. The research focus is Tax Planning through the three alternatives with four methods of calculating Income Tax Article 21 and the impact of Tax Planning implementation as an effort to saving Income Tax expense of PT Z. The result shows that the implementation of tax planning using Gross Up Method is most appropriate for PT Z. Application of Gross Up Method successfully proved in reducing Income Tax to Rp 1,621,953,267, - or able to saving Income Tax Expense of Rp 62,876,413, -. In addition, the implementation of Gross Up Method also resulted in the company's commercial profit after tax increased to Rp 4,966,510,162, - or an increase in profit of Rp 29,988,633, -. Keywords: Tax Planning, Income Tax Article 21, Corporate Income Tax, Tax Savings ABSTRAK PT Z sebagai organisasi yang berorientasi pada laba mempunyai tujuan utama untuk mendapatkan laba seoptimal mungkin, namun semakin besar laba yang diperoleh juga akan menyebabkan beban pajak menjadi lebih besar. Hal ini menyebabkan perusahaan melakukan berbagai upaya untuk menghemat beban pajak yang harus dibayar. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif analitis dengan teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi. Fokus penelitian adalah perencanaan pajak melalui tiga alternatif dengan empat metode perhitungan Pajak Penghasilan Pasal 21 karyawan serta dampak penerapan perencanaan pajak tersebut sebagai upaya penghematan beban Pajak Penghasilan Badan PT Z. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan perencanaan pajak menggunakan Gross Up Method merupakan yang paling tepat bagi PT Z. Penerapan Gross Up Method terbukti berhasil menurunkan Pajak Penghasilan perusahaan menjadi Rp 1.621.953.267,- atau mampu melakukan penghematan Pajak Penghasilan sebesar Rp 62.876.413,-. Selain itu, penerapan Gross Up Method juga mengakibatkan laba komersial perusahaan setelah pajak meningkat menjadi Rp 4.966.510.162,- atau terjadi peningkatan laba sebesar Rp 29.988.633,-. Kata Kunci: Perencanaan Pajak, Pajak Penghasilan Pasal 21, Pajak Penghasilan Badan, Penghematan Pajak
EVALUASI PELAKSANAAN VERIFIKASI LAPANGAN BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN ATAS NILAI TRANSAKSI YANG TIDAK SESUAI (STUDI PADA DINAS PENDAPATAN DAERAH KOTA BATU) Satriani, Karunia Bayu Medita
Jurnal Mahasiswa Perpajakan Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi S-1 Perpajakan, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.793 KB)

Abstract

Field verification is performed to determine whather data submitted by the taxpayers is in conformity with the actual circumstances. This research is done there are many taxpayers the Regional Revenue Office of Batu City reported their value of the transaction is lower than the market value and taxable value of land and building tax. Implementation field verification already well underway and this field ought to be continued implementation, however response of taxpayers do not support the implementation of the field verification because do not want to pay too much tax. Obstacles encountered in the form of taxpayers do not want in the field verification, remote location of the object of taxation and compassion many taxpayers who filed an objection. Steps to be taken is to approach personalization, scheduling and distribution of field verification officer, and go to the location to tax several times. The alternative is created a regulation for implementation of field verification, cooperation with employee appraiser of property, as well as raising the taxable value of land and building tax annually so its value is not different from the market price. Key words : Field Verification, Tax on Acquisition of Land and Building, Revenue Department, Batu City ABSTRAK Verifikasi lapangan dilakukan untuk mengetahui apakah data yang disampaikan oleh wajib pajak sudah sesuai dengan keadaan sesungguhnya. Penelitian ini dilakukan mengingat masih banyak wajib pajak Dinas Pendapatan Daerah Kota Batu melaporkan nilai transaksinya lebih rendah dari nilai pasar dan Nilai Jual Objek Pajak. Pelaksanaan verifikasi lapangan sudah berjalan dengan baik dan patut untuk diteruskan pelaksanaannya, namun respon dari wajib pajak kurang mendukung pelaksanaan verifikasi lapangan dikarenakan tidak mau membayar pajak terlalu besar. Hambatan yang ditemui berupa wajib pajak tidak mau di verifikasi lapangan, terpencilnya lokasi objek pajak dan masih banyak wajib pajak yang mengajukan keberatan. Langkah yang ditempuh adalah melakukan pendekatan personalisasi, membuat jadwal dan pembagian petugas verifikasi lapangan, dan mendatangi lokasi objek pajak beberapa kali. Alternaltifnya adalah membuat regulasi pelaksanaan verifikasi lapangan, bekerjasama dengan petugas penilai properti, serta menaikkan Nilai Jual Objek Pajak Pajak Bumi dan Bangunan setiap tahunnya supaya nilainya tidak jauh dengan harga pasar. Kata Kunci : Verifikasi Lapangan, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan, Dinas Pendapatan Daerah, Kota Batu
PENGARUH PAJAK, TUNNELING INCENTIVE DAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE (GCG) TERHADAP INDIKASI MELAKUKAN TRANSFER PRICING PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (STUDI PADA BURSA EFEK INDONESIA YANG BERKAITAN DENGAN PERUSAHAAN ASING) Noviastika F., Dwi
Jurnal Mahasiswa Perpajakan Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi S-1 Perpajakan, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.933 KB)

Abstract

Transfer pricing happen on the company with high profit purpose  and using tax avoidance become the a to fulfil it. Ownership stucture is also affect management to transfer wealth the themeself or to majority stakeholder. The company that applying good corporate governance will not be able to make a profit manipulation. This study aimed to examine the effect of tax, tunneling incentive and good corporate governance on indication of transfer pricing. The sample used on this study is manufacturing company listed on the Indonesia Stock Exchange for years 2012-2014 totaling 40 companies, and the sample is taken by purposive sampling method. The analysis technique used on this study is a binary logistic regression. The result of this study shows that tax and tunneling incentive have significantly effect on transfer pricing. Good corporate governance is not significant to transfer pricing. The determination coefficient is 0,195. This result show that 19,5% transfer pricing is affected by tax, tunneling incentive and good corporate governance. While the rest is explained by other variable that means many other variables in outside of tax, tunneling incentive and good corporate governance that can explain transfer pricing. Keywords: Transfer Pricing, Tunneling Incentive, Good Corporate Governance, Tax ABSTRAK Transfer Pricing dapat muncul pada perusahaan yang memiliki tujuan laba tinggi dan penghindaran pajak sebagai salah satu caranya. Struktur kepemilikan juga mempengaruhi manajemen untuk mengalihkan kekayaan kepada mereka sendiri atau pemegang saham mayoritas. Perusahaan yang menerapkan Good Corporate Governance cenderung tidak akan melakukan manipulasi laba. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh pajak, tunneling incentive dan good corporate governance (GCG) terhadap indikasi melakukan transfer pricing pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sampel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2012-2014 yang berjumlah 40 perusahaan dengan metode purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah regresi logistik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pajak dan tunneling incentive berpengaruh signifikan terhadap indikasi melakukan transfer pricing. Sementara good corporate governance tidak signifikan terhadap transfer pricing. Koefisien determinasi sebesar 0,195. Hasil ini menunjukkan bahwa 19,5% transfer pricing dipengaruhi oleh variabel pajak, tunneling incentive dan good corporate governance. Sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel diluar dari pajak, tunneling incentive dan good corporate governance. Kata Kunci: Harga Transfer, Tunneling Incentive, Tata Kelola Yang Baik, Pajak

Page 3 of 3 | Total Record : 25