cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus" : 16 Documents clear
ANALISIS PERTUMBUHAN GULMA INVASIF KIRINYUH (Chromolaena odorata L.R.M dan King) PADA INTENSITAS NAUNGAN BERBEDA Harun Subakti; Karuniawan Puji Wijaksono
Jurnal Produksi Tanaman Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.08.01

Abstract

Tumbuhan invasif adalah semua jenis tumbuhan yang telah menyebar ke dalam suatu komunitas dan menyebabkan gangguan terhadap jenis tumbuhan lain. Studi mengenai spesies yang diintroduksi atau spesies yang berasal dari luar belum banyak dilakukan di Indonesia. Studi mengenai pengaruh lingkungan terhadap salah satu jenis asing invasif paling berbahaya yaitu Chromolaena odorata pun masih minim sehingga diperlukan adanya penelitian terkait hal tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Jatimulyo, Lowokwaru, Kota Malang. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok 1 faktor, yaitu intensitas naungan. Taraf naungan meliputi tanpa naungan/0% naungan (S1), naungan 50% (S2), naungan 70% (S3), dan naungan 90% (S4). Diulang sebanyak 6 kali, sehingga total unit percobaan sebanyak 24 unit. Metode pengambilan sampel berupa metode destruktif. Analisis Ragam menggunakan ANOVA dengan F tabel 5%. Uji lanjut menggunakan Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peningkatan taraf naungan meningkatkan nilai rerata tinggi tanaman, luas daun, luas daun spesifik, dan nisbah luas daun. Disisi lain, menurunkan nilai rerata jumlah daun, bobot kering daun, bobot kering akar, bobot kering tanaman, bobot kering tajuk, laju asimilasi bersih dan laju pertumbuhan relatif Kirinyuh (Chromolaena odorata)
KERAGAAN 13 GALUR JAGUNG UNGU (Zea mays L. var amylacea) PADA GENERASI S2 Fatya Khalisa Salsabil; Arifin Noor Sugiharto
Jurnal Produksi Tanaman Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.08.02

Abstract

Jagung ungu memiliki keunggulan yaitu terdapat kandungan antosianin yang bersifat sebagai antioksidan didalam tubuh. Penggunaan varietas jagung ungu hibrida dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi jagung ungu. Keragaan tanaman merupakan sumber informasi fenotip dan genetik suatu galur. Informasi penampilan atau keragaan digunakan untuk memilih tetua yang dapat menghasilkan suatu galur dengan sifat superior. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter kuantitatif dan kualitatif, nilai duga heritabilitas serta koefisien keragaman genetik pada galur jagung ungu yang diuji, keseragaman dalam galur serta galur yang berpotensi sebagai calon tetua hibrida. Penelitian dilaksanakan di Dusun Areng-areng, Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2021 sampai dengan Desember 2021. Penelitian dilakukan dengan RAK sebanyak 3 ulangan dengan menggunakan 13 galur jagung ungu masing-masing 13 tanaman. Data pengamatan terdiri dari karakter kuantitatif dan karakter kualitatif. Karakter kuantitatif dibagi menjadi dua yaitu karakter hasil dan karakter tongkol. Hasil penelitian menunjukkan karakter kuantitatif yang diamati berbeda nyata pada semua galur. Nilai duga heritabilitas dalam 13 galur jagung ungu yang diuji tergolong dalam kategori yang sedang hingga tinggi. Nilai KKG pada semua galur yang diuji dan karakter yang diamati termasuk kedalam kategori yang rendah. Sedangkan nilai KKF dari semua galur yang diuji dan karakter yang diamati berkisar antara 0.3 - 26.2%. Galur yang direkomendasikan sebagai calon yang berpotensi tetua hibrida adalah TM11 dan JM2 yang memiliki sifat seragam pada karakter intensitas antosianin pada janggel, warna permukaan biji dan jumlah susunan baris dalam keragaan jagung ungu.
Pengaruh Frekuensi Penyiangan Gulma dan Jenis Pupuk Terhadap Hasil Tanaman Buncis Tegak (Phaseolus vulgaris L) Ricky Praseptyo; Husni Thamrin Sebayang
Jurnal Produksi Tanaman Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.08.03

Abstract

Tanaman buncis berdasarkan data produksi tahun 2018-2020 diketahui mengalami kenaikan dan penurunan. Faktor eksternal yang mempengaruhi produksi berasal lingkungan seperti kesuburan tanah yang menurun sehingga kebutuhan tanaman tidak terpenuhi dan tumbuhnya gulma disekitar tanaman budidaya yang mengakibatkan penurunan produksi dikarenakan adanya persaingan unsur hara, air, dan penerimaan cahaya matahari serta ruang lingkup untuk tumbuh. Penelitian dilakukan dengan tujuan mempelajari jenis pupuk dan frekuensi penyiangan gulma yang baik untuk menghasilkan bobot kacang buncis paling optimal dan mempejalari jenis gulma yang mendominansi tanaman buncis tegak. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Juni 2021 berlokasi lahan penelitian Jatimulyo, Kecamatan Lowakwaru, Kabupaten Malang menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) yang terdiri dari 2 faktor yaitu jenis pupuk ( P1 = Pupuk Anorganik, P2 = Pupuk Organik, P3 = Pupuk Organik + Anorganik) dan frekuensi penyiangan gulma ( G0 = Tanpa Penyiangan, G1 = Penyiangan 14, 28 HST, G2 = Penyiangan 14, 21, 28 HST) Berdasarkan kedua faktor yaitu jenis pupuk dan frekuensi penyiangan gulma maka diperoleh kombinasi perlakuan sebanyak 9 dengan 3 pengulangan maka hasil keseluruhan diperoleh 27 petak percobaan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pupuk organik dan anorganik dengan frekuensi penyiangan sebanyak 3x pada umur 14, 21 dan 28 HST memiliki berat kering tanaman dan bobot panen lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan penggunaan pupuk organik dengan tanpa penyiangan. Pada pengamatan SDR sebelum tanam didominansi oleh jenis gulma yaitu Ageratum conyzoides (35,67%) dan Ludwigia octovalvis (23,63%) sedangkan setelah dilakukan penanaman dominansi digantikan oleh Eleusine indica dengan rata-rata SDR keseluruhan perlakuan menjadi 24,13%.
Pengaruh Pinching dan Jumlah Bibit Terhadap Pertumbuhan dan Pembungaan Tanaman Krisan Pot Tipe Spray (Chrysanthemum morifolium) Roona Roosyidah Nabilah; Euis Elih Nurlaelih; Sitawati Sitawati
Jurnal Produksi Tanaman Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.08.04

Abstract

Tanaman krisan (Chrysanthemum) merupakan tanaman hias potong atau tanaman hias pot. Permintaan tanaman krisan pot cukup banyak. Semakin banyak permintaan maka produksi juga akan semakin meningkat. Permasalahan yang terjadi yaitu ketersediaan bibit terbatas. Untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan pinching. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlakuan pinching dan jumlah bibit yang paling sesuai terhadap pertumbuhan dan pembungaan krisan pot tipe spray yang memenuhi standar. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan April – Juli 2021 di greenhouse Atha Flora yang berlokasi di Dusun Gondang Legi, Daungsengon, Tutur, Pasuruan, Jawa Timur yang berada pada ketinggian 900 mdpl dan memiliki suhu rata-rata harian 24ºC. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 ulangan dan terdiri dari 9 perlakuan yaitu: (P1N1) tanpa pinching 4 bibit per pot, (P1N2) tanpa pinching dengan 3 bibit per pot, (P1N3) tanpa pinching 2 bibit per pot, (P2N1) single pinching 4 bibit per pot, (P2N3) single pinching 2 bibit per pot, (P2N2) single pinching 3 bibit per pot, (P3N1) double pinching 4 bibit perpot, (P3N2) double pinching 3 bibit per pot, (P3N3) double pinching 2 bibit per pot. Hasil menunjukkan perlakuan pinching dan pengurangan jumlah bibit per pot dapat meningkatkan jumlah daun, luas daun, jumlah cabang, dan menambah umur vase life. Akan tetapi menurunkan diameter bunga, memperpanjang waktu muncul bunga dan coloring. Perlakuan double pinching dengan penggunaan bibit 2 per pot mampu menghemat penggunaan bibit hingga 50 % dengan kualitas yang sama dengan 4 bibit per pot.
Uji Daya Hasil Pendahuluan Pada 16 Galur Jagung Ungu (Zea mays L. var ceratina Kulesh) Khairum Tri Wahyuli; Arifin Noor Sugiharto
Jurnal Produksi Tanaman Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.08.05

Abstract

Jagung ungu merupakan salah satu jenis jagung yang berpotensi untuk dikembangkan karena memiliki sifat ungul berupa kandungan antosianin yang bermanfaat bagi kesehatan manusia. Pada proses pengembangan jagung ungu, uji daya hasil perlu dilakukan untuk mengetahui potensi hasil dari suatu galur. Tujuan dari penelitian uji daya hasil pendahuluan pada 16 galur jagung ungu ini yaitu untuk mengetahui potensi hasil dari masing-masing galur yang diujikan sehingga didapatkan galur potensial untuk diseleksi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari – April 2022 bertempat di Desa Jati Baru, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan. Percobaan ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 17 Perlakuan dan 3 ulangan. Pengamatan dilakukan pada karakter kualitatif dan kualitatif tanaman. Analisis data kualitatif dilakukan menggunakan skoring dominan data. Sedangkan analisis data kuantitatif dilakukan menggunakan analisis ragam anova dan dilanjutkan dengan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) dengan taraf 5%, serta perhitungan nilai KKG, KKF dan nilai heritabilitas. Hasil dari penelitian yang didapatkan bahwa setiap galur yang diuji memiliki tingkat skor keseragaman karakter kualitatif yang berbeda-beda. Sedangkan pada karakter kuantitatif, setiap karakter tanaman yang diuji menunjukan perbedaan yang nyata. Secara keseluruhan nilai penampilan karakter kuantitatif, didapatkan bahwa galur UB-UL 2, UB-UL 5, UB-UL 6, UB-UL 9, UB-UL 12, UB-UL 13, UB-UL 14 dan UB-UL 17 memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan. Selain itu didapatkan bahwa nilai heritabilitas termasuk dalam kategori sedang – tinggi.
Interaksi Genotipe x Lingkungan 31 Genotipe Jagung Hibrida (Zea mays L.) di Lokasi Blitar dan Situbondo, Jawa Timur Ika Rahayu; Lita Soetopo
Jurnal Produksi Tanaman Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.08.06

Abstract

Pertumbuhan dan potensi hasil suatu tanaman dipengaruhi oleh adanya interaksi genotipe dan lingkungan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui interaksi genotipe dan lingkungan serta genotipe yang mampu beradaptasi di dua lokasi pada 31 genotipe jagung hibrida, Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari–April 2020 di Desa Binangun, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar dan di Desa Tanjungkamal, Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo Penelitian ini menggunakan rancangan Augmented Design terdiri dari 34 entri/perlakuan (18 genotipe yang diuji, 9 varietas pendamping) tanpa ulangan dan 4 varietas sebagai control (diagonal check) diulang sebanyak 3 kali. Varietas yang digunakan sebagai control ialah P13, P35, P,36, dan P37. Analisis Ragam dengan uji F, uji lanjut DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5% dan analisis stabilitas metode Finlay dan Wilkinson (1963). Analisis ragam gabungan menunjukan interaksi genotipe dan lingkungan tidak terjadi perbedaan nyata pada karakter pengamatan tinggi tanaman (cm), tinggi tongkol (cm), kadar air (%), per
Pengaruh Media Tanam Dan Pupuk Daun Terhadap Aklimatisasi Pertumbuhan Bibit Anggrek Dendrobium (Dendrobium sp.) Ardiah Virana Putri; Aldila Putri Rahayu; Tatik Wardiyati
Jurnal Produksi Tanaman Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.08.07

Abstract

Anggrek (Dendrobium sp.) sebagai salah satu komoditas tanaman hias yang termasuk tanaman epifit dan cukup popular di Indonesia. Tanaman anggrek ini memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi dan diminati konsumen cukup banyak. Produksi tanaman anggrek menunjukkan peningkatan pada tahun 2017 sebesar 20.045.577 tangkai, sedangkan pada tahun 2018 sebesar 24.717.840 tangkai (BPS, 2019). Permintaan yang terus meningkat harus diikuti dengan persediaan bibit dalam jumlah yang besar dan mutu yang baik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh media tumbuh dan jenis pupuk daun yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman anggrek (Dendrobium sp.). Penelitian ini merupakan penelitian faktorial yang menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan menggunakan 2 faktorr yaitu faktor pertama sebagai petak utama adalah perlakuan pupuk daun Mamigro (P1), Super Bionik (P2), Grow Quick LB (P3) dan pada faktor kedua sebagai anak petak adalah perlakuan media tanam arang kayu (M1), moss hitam (M2), serabut kelapa (M3), arang sekam (M4). Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa terdapat interaksi antara penggunaan pupuk daun dengan media tanam terhadap panjang tanaman sebesar 8,30 cm, panjang daun sebesar 5,27 cm, jumlah daun 5,00 helai dan lebar daun sebesar 0,48 cm. Penggunaan pupuk daun Grow Quick LB dengan media tanam arang sekam menunjukkan hasil yang terbaik pada pertumbuhan tanaman anggrek.
Keragaan Beberapa Galur Jagung Ketan (Zea mays L. var. ceratina Kulesh) Pada Selfing Kedua (S2) Devira Cantika; Arifin Noor Sugiharto
Jurnal Produksi Tanaman Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.08.08

Abstract

Jagung ketan memiliki kandungan amilopektin yang lebih tinggi daripada jagung lainnya. Permintaan jagung ketan untuk industri pakan terus meningkat. Peningkatan produksi jagung ketan dapat menggunakan varietas unggul. Pembentukan varietas unggul memerlukan galur yang memiliki karakter unggul sebagai tetua. Dalam penentuan tetua unggul dilakukan proses penilaian penampilan melalui keragaan sebagai identitas galur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaan karakter kualitatif dan kuantitatif, untuk menduga nilai heritabilitas arti luas dan koefisien keragaman genetik, dan untuk mendapatkan tetua potensial. Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Areng-areng, Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur pada September - Desember 2021. Bahan tanam yang digunakan berupa koleksi benih jagung ketan dari CV. Blue Akari yaitu galur S2 hasil persilangan (jagung ketan x jagung ungu manis). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu galur sejumlah 13 perlakuan, setiap perlakuan terdapat 39 satuan percobaan. Variabel pengamatan tanaman yang diamati terbagi menjadi 2 yaitu, karakter kualitatif dan karakter kuantitatif. Analisis karakter kualitatif berdasarkan metode skoring masih terdapat keragaman. Analisis karakter kuantitatif berdasarkan Analisis ragam terdapat beberapa karakter kuantitatif yang berbeda nyata. Analisis KKG memiliki keragaman yang tergolong rendah berkisar antara 0,48 – 10,88%, sedangkan nilai KKF tergolong rendah hingga agak rendah berkisar antara 0,53 – 35,33%. Pendugaan heritabilitas tergolong rendah hingga tinggi berkisar antara 0,058 – 97,79%. Galur yang berpotensi untuk dijadikan tetua unggul yaitu JP-D3, JP-D7, JP-D8, JP-D10, JP-D11, dan JP-D13 karena memiliki keunggulan dan keseragaman pada karakter kualitatif dan karakter kuantitatif.
ANALISIS PERTUMBUHAN GULMA INVASIF KIRINYUH (Chromolaena odorata L.R.M dan King) PADA INTENSITAS NAUNGAN BERBEDA Subakti, Harun; Puji Wijaksono, Karuniawan
Produksi Tanaman Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.08.01

Abstract

Tumbuhan invasif adalah semua jenis tumbuhan yang telah menyebar ke dalam suatu komunitas dan menyebabkan gangguan terhadap jenis tumbuhan lain. Studi mengenai spesies yang diintroduksi atau spesies yang berasal dari luar belum banyak dilakukan di Indonesia. Studi mengenai pengaruh lingkungan terhadap salah satu jenis asing invasif paling berbahaya yaitu Chromolaena odorata pun masih minim sehingga diperlukan adanya penelitian terkait hal tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Jatimulyo, Lowokwaru, Kota Malang. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok 1 faktor, yaitu intensitas naungan. Taraf naungan meliputi tanpa naungan/0% naungan (S1), naungan 50% (S2), naungan 70% (S3), dan naungan 90% (S4). Diulang sebanyak 6 kali, sehingga total unit percobaan sebanyak 24 unit. Metode pengambilan sampel berupa metode destruktif. Analisis Ragam menggunakan ANOVA dengan F tabel 5%. Uji lanjut menggunakan Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peningkatan taraf naungan meningkatkan nilai rerata tinggi tanaman, luas daun, luas daun spesifik, dan nisbah luas daun. Disisi lain, menurunkan nilai rerata jumlah daun, bobot kering daun, bobot kering akar, bobot kering tanaman, bobot kering tajuk, laju asimilasi bersih dan laju pertumbuhan relatif Kirinyuh (Chromolaena odorata)
KERAGAAN 13 GALUR JAGUNG UNGU (Zea mays L. var amylacea) PADA GENERASI S2 Salsabil, Fatya Khalisa; Sugiharto, Arifin Noor
Produksi Tanaman Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.08.02

Abstract

Jagung ungu memiliki keunggulan yaitu terdapat kandungan antosianin yang bersifat sebagai antioksidan didalam tubuh. Penggunaan varietas jagung ungu hibrida dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi jagung ungu. Keragaan tanaman merupakan sumber informasi fenotip dan genetik suatu galur. Informasi penampilan atau keragaan digunakan untuk memilih tetua yang dapat menghasilkan suatu galur dengan sifat superior. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter kuantitatif dan kualitatif, nilai duga heritabilitas serta koefisien keragaman genetik pada galur jagung ungu yang diuji, keseragaman dalam galur serta galur yang berpotensi sebagai calon tetua hibrida. Penelitian dilaksanakan di Dusun Areng-areng, Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2021 sampai dengan Desember 2021. Penelitian dilakukan dengan RAK sebanyak 3 ulangan dengan menggunakan 13 galur jagung ungu masing-masing 13 tanaman. Data pengamatan terdiri dari karakter kuantitatif dan karakter kualitatif. Karakter kuantitatif dibagi menjadi dua yaitu karakter hasil dan karakter tongkol. Hasil penelitian menunjukkan karakter kuantitatif yang diamati berbeda nyata pada semua galur. Nilai duga heritabilitas dalam 13 galur jagung ungu yang diuji tergolong dalam kategori yang sedang hingga tinggi. Nilai KKG pada semua galur yang diuji dan karakter yang diamati termasuk kedalam kategori yang rendah. Sedangkan nilai KKF dari semua galur yang diuji dan karakter yang diamati berkisar antara 0.3 - 26.2%. Galur yang direkomendasikan sebagai calon yang berpotensi tetua hibrida adalah TM11 dan JM2 yang memiliki sifat seragam pada karakter intensitas antosianin pada janggel, warna permukaan biji dan jumlah susunan baris dalam keragaan jagung ungu.

Page 1 of 2 | Total Record : 16


Filter by Year

2022 2022


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 01 (2026): Januari Vol. 14 No. 2 (2026): Februari (In-Press) Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue