cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,493 Documents
Kajian Tata Letak dan Pola Penggenangan pada Tanaman Padi Ungu (Oryza sativa L.) Kultivar Black Madras Putri, Fadhila Ravinda; Suryanto, Agus
Jurnal Produksi Tanaman Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1630

Abstract

Guna meningkatkan produksi padi sebagai makanan pokok di Indonesia, pemerintah melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan produksi padi. Salah satunya merupakan program intensifikasi dengan penemuan varietas baru guna menemukan vaeritas yang unggul. Salah satu kultivar padi yang masih jarang dibudidaya adalah padi ungu atau Black Madras. Perlakuan yang diterapkan dalam budidaya padi ungu ini antara lain penerapan pola penggenangan dan tata letak penanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola penggenangan serta tata letak penanaman yang sesuai guna memperoleh produksi maksimal pada tanaman padi ungu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2021 – Juni 2021 di lahan percobaan Jatimulyo Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Tersarang (Nested) dengan 2 faktor yaitu pola penggenangan dan tata letak penanaman sebagai faktor tersarang. Pola penggenangan berselang 3 hari menghasilkan 3,56 t ha-1 sehingga meningkatkan produksi padi ungu 29,92% dari pada pola penggenangan berselang 7 hari. Tata letak jajar legowo 40 x 20 x 12,5 cm menghasilkan 3,58 t ha-1 sehingga meningkatkan hasil padi ungu sebesar 10,15 % dibandingkan dengan tata letak penanaman bujur sangkar 20 x 20 cm.
Pengaruh Jarak Tanam dan Dosis Pemupukan NPK Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai (Glycine Max (L.) Merrill.) Audina, Diana; Nihayati, Ellis
Jurnal Produksi Tanaman Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1631

Abstract

Kedelai merupakan komoditas pertanian penting di Indonesia, karena dapat digunakan sebagai pangan, pakan maupun bahan baku industri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari dan mendapatkan pengaruh berbagai dosis pupuk NPK dan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni – September 2021 di Desa Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial yang dirancang dengan Rancangan Acak Kelompok. Faktor pertama yaitu jarak tanam yang terdiri dari 3 taraf, yaitu J1: 40 x 15 cm, J2: 40 x 25 cm, dan J3: 40 x 35 cm. Faktor kedua yaitu dosis pemupukan NPK yang terdiri atas 4 taraf, yaitu P1: 200 kg ha-1, P2: 250 kg ha-1, P3: 300 kg ha-1, dan P4: 350 kg ha-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara jarak tanam dan pupuk NPK terhadap bobot 100 biji tanaman kedelai. Tidak terdapat pengaruh interaksi yang nyata dari pemberian jarak tanam dan dosis pupuk NPK terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang produktif, jumlah polong total, jumlah polong isi, jumlah polong hampa, bobot 100 biji kering, bobot biji per tanaman, hasil panen per petak, dan hasil panen per hektar. Pada jarak tanam 40 x 35 cm  dan 40 x 25 cm memberikan pengaruh sama terhadap parameter jumlah polong hampa tanaman kedelai. Jarak tanam 40 x 35 cm memberikan hasil paling tinggi pada parameter bobot biji per tanaman, jumlah cabang produktif, jumlah polong total, jumlah polong isi per tanaman dan bobot biji per tanaman.
Uji Toleransi Sepuluh Varietas Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Terhadap Cekaman Naungan Burhanudin, Muhammad Irsyad Fauzan; Soegianto, Andy
Jurnal Produksi Tanaman Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1632

Abstract

Tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.) merupakan salah satu jenis tanaman Leguminoceae yang banyak dibudidayakan dan memiliki keunggulan dibanding tanaman kacang-kacangan lainnya. Salah satu kendala dalam budidaya tanaman kacang hijau adalah banyak yang dibudidayakan dalam pola tanam tumpangsari sehingga menyebabkan adanya kompetisi dalam penyerapan intensitas cahaya matahari. Penurunan intensitas cahaya dari 100% menjadi 90% tidak nyata menurunkan hasil biji, namun penurunan intensitas cahaya hingga 50% radiasi penuh menyebabkan penurunan hasil biji 37%-74%. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari pengaruh naungan terhadap pertumbuhan dan hasil produksi tanaman kacang hijau dan untuk mempelajari perbedaan tingkat toleransi dari sepuluh varietas tanaman kacang hijau. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2021 hingga Oktober 2021 di kebun percobaan milik BALITKABI yang berlokasi di Kelurahan Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji, Kota Malang, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Tersarang dengan dua faktor, faktor pertama ialah perlakuan naungan dan faktor kedua ialah penggunaan sepuluh varietas kacang hijau. Analisis data menggunakan ANOVA taraf 5%, uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%, menggunakan analisis Indeks Sensitivitas Cekaman naungan (ISC) berdasarkan rumus Fischer dan Maurer (1978). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan naungan 50% berpengaruh terhadap laju pertumbuhan dan penurunan hasil dan produksi pada varietas yang agak toleran terhadap bobot biji per tanaman pada varietas Vima 5 sebesar 48,7%, Vimil 2 sebesar 4,1%, Kutilang sebesar 24,1 % dan Murai sebesar 12%. Varietas Vima 5, Vimil 2, Kutilang dan Murai tergolong ke dalam varietas agak toleran adapun Vima 1, Vima 2, Vima 3, Vima 4, Vimil 1 dan Perkutut tergolong varietas sensitif. 
Produktivitas Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) di Wall Planter Bag pada Berbagai Arah Penyinaran dan Interval Penyiraman Pambudi, Muhammad Ario; Nurlaelih, Euis Elih; Suryanto, Agus
Jurnal Produksi Tanaman Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1633

Abstract

Pertanian perkotaan merupakan salah satu bukti kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang pertanian, disisi lain tanaman cabai rawit menjadi salah satu sayuran yang banyak dibutuhkan masyarakat dan mudah dibudidayakan diperkotaan, dengan demikian tanaman cabai rawit dapat dibudidayakan pada lahan yang sempit dengan cara menanamnya secara vertikultur. Pada budidaya vertikultur memiliki kendala yaitu tidak meratanya distribusi cahaya matahari dan air bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh intensitas radiasi matahari yang datang dari empat mata angin dan interval penyiraman terhadap produktivitas tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.) secara vertikultur. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April hingga Agustus 2021 di Wonosari Go Green Malang, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan petak tersarang (Nested Design) dengan 2 faktor dan 3 kali ulangan. Faktor pertama yaitu arah penyinaran dan faktor kedua yaitu interval penyiraman. Hasil Pengamatan panen menunjukkan perlakuan radiasi matahari yang datang dari arah barat dengan interval penyiraman 2 kali sehari memberikan hasil total buah cabai per tanaman dan total bobot buah tertinggi dibanding dengan interaksi perlakuan lain.
PENGARUH JARAK DAN WAKTU TANAM PADI GOGO (Oryza sativa L.) DALAM SISTEM TUMPANGSARI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL UBI KAYU (Manihot esculenta Crantz) Warma, Mohammad Perdana Prehatama Putra; Suryanto, Agus
Jurnal Produksi Tanaman Vol 10, No 3 (2022)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1634

Abstract

Ubi kayu merupakan komoditas sebagai sumber pendapatan untuk kesejahteraan petani di Indonesia, selain itu ubi kayu salah satu tanaman pangan terbesar ketiga setelah padi dan jagung. Permintaan ubi kayu terus meningkat setiap tahunnya, tetapi pada produksi ubi kayu mengalami masalah karena luas tanamnya yang mengalami fluktuasi, selain itu penggunaan bahan tanam kurang berkualitas, teknik budidaya sebagian masih dilakukan secara tradisional, kondisi iklim tidak menentu dan penggunaan lahan yang kurang efisien. Tujuan dari penelitian ini untuk mempelajari pengaruh jarak dan waktu tanam tanaman padi gogo dalam sitem budidaya tumpangsari tehadap pertumbuhan vegetatif tanaman ubi kayu. Penelitian ini dilaksanakan di lahan pertanian Universitas Brawijaya, Mrican, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur. Alat yang digunakan dalam penelelitian ini adalah cangkul, tugal, sabit, papan tanda perlakuan, label sampel, oven, meteran, timbangan, dan alat tulis. Bahan yang digunakan benih padi Gogo varietas Inpago 9, bibit singkong gajah, pupuk Urea (46% N), pupuk SP36 (36% P2O5), dan pupuk KCl (60% K2O) dan bahan-bahan lainnya, Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (RPT). Hasil tanaman tumpangsari padi gogo tertinggi pada perlakuan 7 hst sebelum tanam ubi kayu, untuk jarak tanam padi gogo yang tertinggi diperoleh pada jarak tanam  25cm × 25cm dan 25cm × 30cm. Perlakuan waktu tanam dan jarak tanam pada sistem tumpangsari memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman ubi kayu, pada perlakuan jarak tanam yang lebar memeberikan hasil yang meningkat pada tanaman padi gogo sedangkan waktu 7 hst setelah tanam ubi kayu memeberikan pertumbuhan dan hasil yang meningkat pada tanaman ubi kayu.
Ikan Hias Ryukin Jumbo Makin Tak Tertandingi
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1602

Abstract

Walau berumur belia, 8 bulan, ryukin jumbo milik Budiono Gunawan tampil meyakinkan, la berhasil mengalahkan rival beratnya, kampiun oranda senior dan open jumbo. Postur tubuhnya seimbang. Corak warna istimewa. Gaya berenang lincah Keputusan para juri tidak salah. Sejak awal, pengisi akuarium 41 itu dilambungkan bakal menjadi jawara. Sirip atas tegak dan rata. Ekor menjuntai rapi. Kepala runcing kecil. Ikannya agresif Hal senada diamini Annusom, yang menilai ryukin jumbo itu layak menang. Dengan sisik yang rapi dan warna solid, kualitas grand champion itu sulit ditandingi maskoki lain. Pesaing grand champion, kampiun oranda senior dan open jumbo, memang belum bisa berbuat banyak. Oranda senior misalnya memiliki tubuh proporsional, bahkan jauh lebih bagus dibandingkan sang grand champion. Namun, karena pola warnanya memudar saat penentuan juara, ia pun dinyatakan kalah. Menurut Raymond peserta kontes oranda senior milik Ferdinandes asal Jakarta itu sebenarnya berpeluang meraih takhta tertinggi. Ikannya agresif. Sirip atas dan ekor tegak. Gaya berenangnya elegan. Sayang, kombinasi warnanya kurang padu. Nasib serupa menimpa open jumbo. Klangenan milik Henri Tantomo asal Surabaya itu kalah karena gaya berenangnya tidak stabil. Ukir sejarah Partai seru lain juga terjadi saat penentuan young champion. Ryukin junior milik Budiono Gunawan asal Jakarta berhasil mengukir sejarah. Hanya berselang 2 pekan, ikan berumur 4 bulan itu merebut 2 gelar young champion. Pertama saat Festival Ikan Hias Gubernur Cup II di Bandung dan terakhir di Jak Aqua Zoo. Ia unggul karena pola warna merahnya kontras. Gaya berenangnya aktif dengan bentuk tubuh sempurna. Dengan keistimewaan itu, ryukin junior berhasil menggusur dominasi ranchu top view junior milik anton nb asal Bandung. Padahal, pengisi akuarium 294 itu memiliki gaya renang tak kalah lincah. Bentuk dan ukuran tubuhnya pun seimbang. Sayang, corak warna memudar saat penjurian final berlangsung. Perjuangan ryukin junior menggapai gelar bergengsi itu tergolong sulit. Ia harus mendepak jagoan Bogos milik Yopie Samiaji asal Temanggung yang mempunyai bentuk tubuh lebih solid. Namun, dewi fortuna belum merestuinya sehingga mau tak mau ia harus puas menempati urutan kedua. Ranchu ketat Persaingan ketat terjadi di kelas ranchu. Ranchu side view jumbo milik Eric asal Jakarta sukses menorehkan diri sebagai terbaik. Ia berhasil menumbangkan klangenan milik Henri Tantomo asal Surabaya dan Reynardi asal Jakarta. Para pesaing kalah karena gaya renangnya kurang agresif. Selisih angka beda tipis dengan maskoki milik Eric ujar Abas, peserta kontes. Di kelas ranchu top view, klangenan Ever Tagoli asal Bandung sukses memborong juara 13, sekaligus mengukuhkannya sebagai yang terbaik di kelasnya. Kemenangan itu impian yang sudah lama diidam-idamkan. Kontes bagus-bagusan maskoki itu berlangsung di ITC Permata Hijau, Jakarta Selatan. Menurut Robert Kusnadi, SE, ketua panitia kontes, setidaknya terdaftar 274 peserta yang saling beradu di 22 kelas. Hampir semua kota besar di Jawa seperti Bandung dan Surabaya mengirimkan wakilnya, ujar Robert. Budiono Gunawan asal Jakarta dikukuhkan sebagai peraih gelar juara umum. Dari 40 ikan yang diturunkan, 2 di antaranya meraih gelar terhormat, 9 juara kelas, dan sisanya berkutat di peringkat 2 dan 3.
Evaluasi Tingkat Kenyamanan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Kota Wisata dan Taman Permata Kabupaten Bogor
Jurnal Produksi Tanaman Vol 10, No 4 (2022)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/211

Abstract

Bogor merupakan bagian dari wilayah Jawa Barat yang memiliki pertumbuhan penduduk meningkat tiap tahunnya. Pertumbuhan penduduk yang terjadi akan berpengaruh terhadap ketersediaan lahan terbuka khususnya lahan terbuka hijau. Berkurangnya lahan tersebut dapat memberikan dampak negatif seperti tingkat kenyamanan suatu kota menurun, polusi udara meningkat dan bencana alam. Ruang terbuka hijau merupakan bagian dari ruang-ruang terbuka di suatu wilayah perkotaan yang diisi oleh vegetasi (endemik maupun introduksi) guna mendukung manfaat ekologis, sosial-budaya dan arsitektur yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengevaluasi tingkat kenyamanan berdasarkan iklim mikro, tingkat kebisingan, dan vegetasi di Taman Kota Wisata dan Taman Permata Kabupaten Bogor. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April hingga Juni 2021 di Taman Kota Wisata dan Taman Permata. Alat dan bahan yang digunakan antara lain alat tulis, kamera digital, peta Taman Kota Wisata dan Taman Permata dari Citra Google Earth, Sound Level Meter dan Thermohygrometer HTC-1 digital. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan didapatkan nilai Thermal Humidity Index (THI) termasuk kedalam kategori tidak nyaman. Hal ini disebabkan vegetasi yang masih rendah sehingga mempengaruhi iklim mikro seperti suhu dan kelembaban udara. Suhu udara, kelembaban dan nilai THI Taman Kota Wisata dan Taman Permata tidak berbeda nyata, akan tetapi Taman Permata mempunyai tingkat kebisingan 69.73 dB, lebih tinggi dibandingkan Taman Kota Wisata yang mempunyai tingkat kebisingan 63.97 dB.
Eksplorasi dan Analisis Hubungan Kekerabatan Tanaman Kelor (Moringa oleifera Lam.) di Kabupaten Probolinggo
Jurnal Produksi Tanaman Vol 10, No 4 (2022)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/218

Abstract

Tanaman kelor memiliki kandungan nutrisi yang tinggi dan banyak masyarakat memanfaatkannya sebagai tanaman pangan serta obat-obatan. Meskipun tanaman kelor memiliki banyak manfaat, penelitian dalam pemuliaan tanaman kelor masih jarang ditemukan. Salah satu cara untuk mendapatkan sumber daya genetik adalah melalui kegiatan eksplorasi, yang dilanjutkan dengan analisis hubungan kekerabatan untuk menentukan jauh dekatnya hubungan kekerabatan sumber daya genetik tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persebaran tanaman kelor di Kabupaten Probolinggo dan mengetahui hubungan kekerabatan tanaman kelor di Kabupaten Probolinggo berdasarkan persamaan dan perbedaan morfologi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus hingga bulan Oktober 2021. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Probolinggo Jawa Timur, tepatnya di Kecamatan Sumberasih, Kecamatan Wonomerto, dan Kecamatan Tongas. Pengamatan morfologi tanaman kelor secara kuantitatif dan kualitatif berdasarkan panduan deskriptor Santhoshkumar et al., (2013). Hasil eksplorasi menunjukkan terdapat 74 sampel tanaman kelor yang tersebar di Kecamatan Sumberasih, Kecamatan Wonomerto, dan Kecamatan Tongas. Hasil analisis yang sudah dilakukan menunjukkan bahwa tanaman kelor di Kabupaten Probolinggo menyebar secara acak. Hasil analisis komponen utama (PCA) menunjukkan bahwa pengelompokan tanaman kelor terbagi menjadi 7 komponen utama (PC). Komponen utama 1 (PC1) memberikan kontribusi keragaman tertinggi dengan karakter yang berkontribusi adalah jumlah anak daun majemuk, jumlah daun primer, jumlah daun sekunder, panjang daun primer, lebar daun primer, panjang daun majemuk, lebar daun majemuk, dan diameter biji. Pada analisis cluster didapatkan hasil tanaman kelor terbagi menjadi tiga kelompok besar dengan koefisien kesamaan 99% sehingga tergolong memiliki hubungan kekerabatan yang dekat.
Kajian Olah Tanah Pada Budidaya Padi Gogo (Oryza sativa L.) Varietas Inpago 9, 10, Dan 12
Jurnal Produksi Tanaman Vol 10, No 4 (2022)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/226

Abstract

Produksi padi nasional hingga kini masih bertumpu pada lahan sawah. Oleh sebab itu produksi padi nasional belum dapat memenuhi kebutuhan pangan secara berkelanjutan. Padi gogo merupakan salah satu tanaman pangan yang berpotensi untuk dikembangkan. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari perbedaan pengaruh olah tanah terhadap pertumbuhan dan hasil 3 varietas padi gogo. Hipotesis penelitian ini adalah tanah maksimum dapat meningkat pertumbuhan dan hasil 3 varietas padi gogo, pengolahan tanpa olah tanah pada 3 varietas padi gogo memiliki pertumbuhan dan hasil yang lebih rendah, dan pengolahan tanah maksimum dan varietas Inpago 12 menunjukkan hasil tertinggi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2020 sampai Januari 2021 yang bertempat di Jl. Pringgodani, Mrican, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur. Bahan yang digunakan adalah benih padi varietas Inpago 9, 10, 12, dan pupuk anorganik (Urea, SP36, KCL). Metode yang digunakan dalam percobaan faktorial yaitu Rancangan Petak Terbagi (RPT) yang terdiri dari dua faktor diulang sebanyak 3 kali. Hasil panen tertinggi diperoleh pada perlakuan olah tanah maksimum, yakni 26,91 gabah kering giling g.rumpun-1, atau setara dengan bobot gabah kering giling 0,67 kg.m-2. Hasil panen menunjukkan varietas Inpago 12 mempunyai hasil yang lebih tinggi dari pada Inpago 9 dan Inpago 10, dapat dilihat dari hasil panen bobot gabah kering giling g.rumpun-1, dan bobot gabah kering giling kg.m-2 masing-masing 29,63 g.rumpun-1, dan 0,73 kg.m-2.
PENGARUH WAKTU TANAM DAN JUMLAH BENIH PER LUBANG TANAM PADI GOGO (Oryza sativa L.) TERHADAP UBI KAYU (Manihot esculenta) PADA POLA TANAM TUMPANGSARI
Jurnal Produksi Tanaman Vol 10, No 4 (2022)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/235

Abstract

Tanaman Ubi kayu merupakan salah satu tanaman bahan pangan utama selain tanaman biji-bijian dan tanaman kentang. Budidaya ubi kayu sering dilakukan dengan pola tanam tumpangsari dengan berbagai cara yang ditujukkan untuk mengoptimalkan penggunaan lahan. Pengaturan waktu tanam dan jumlah bibit dalam tumpangsari yaitu untuk mengatur daya kompetisi antar tanaman pokok dengan tanaman sela. Salah satu tanaman yang sering ditanam secara tumpangsari dengan ubi kayu adalah tanaman padi gogo. Penelitian ini  dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan bulan September 2021 di lahan pertanian Universitas Brawijaya, Mrican, Kediri. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan menempatkan waktu tanam (-7 hst, 0 hst, 7 hst) pada petak utama, dan jumlah benih (2 benih, 4 benih, 6 benih) pada anak petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola tanam tumpangsari dengan pengaturan waktu tanam dan jumlah benih per lubang tanam padi gogo memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman ubi kayu. Berdasarkan analisa ragam perlakuan W3 memberikan pengaruh nyata pada luas daun, bobot kering, dan jumlah ubi kayu tertinggi. Perlakuan 2 benih per lubang tanam (J3) menghasilkan luas daun dan jumlah umbi tertinggi.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 01 (2026): Januari Vol. 14 No. 2 (2026): Februari (In-Press) Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue