cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Rekayasa & Manajemen Sistem Industri (JRMSI) adalah wadah bagi lulusan S-1 Teknik Industri, UB dan perguruan tinggi lainnya untuk mempublikasikan karya ilmiahnya.
Arjuna Subject : -
Articles 2,335 Documents
IMPLEMENTASI METODE VALUE STREAM MAPPING SEBAGAI UPAYA MEMINIMALKAN WASTE (Studi Kasus: Subbagian Assembly di PT Selatan Jadi Jaya, Sidoarjo) Musyahidah, Brisky; Choiri, Mochamad; Hamdala, Ihwan
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.608 KB)

Abstract

Abstrak   PT Selatan Jadi Jaya merupakan perusahaan yang memproduksi battery yang dijual di dalam negeri maupun luar negeri. Dalam subbagian assembly PT SJJ masih terdapat beberapa permasalahan yang dapat dikategorikan sebagai waste. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah Value Stream Mapping, untuk memudahkan dalam proses identifikasi waste digunakan metode Process Activity Mapping (PAM). Waste yang telah diidentifikasi dikelompokkan menurut kategori seven waste. Seven waste tersebut kemudian dirangking dengan metode Waste Assessment Model (WAM). Hasil akhir dari metode WAM dikali dengan frekuensi terjadinya waste, dipilihlah proses dengan bobot waste tertinggi. Proses terpilih adalah proses heat sealing. Dilakukan analisa akar penyebab waste dengan diagram Ishikawa. Berdasarkan akar penyebab waste, maka dirancanglah usulan perbaikan. Perbaikan pertama yang diusulkan berupa perancangan sistem kanban, usulan perbaikan kedua yaitu perancangan palet, usulan perbaikan ketiga adalah pemberian alat pelindung diri berupa ear plug kepada operator. Setelah diberikan usulan rekomendasi maka dapat digambarkan prediksi future state map. Kata kunci: Value Stream Mapping, Seven Waste, Process Activity Mapping, Waste Assessment Model, Kanban.
IMPLEMENTASI JOB SAFETY ANALYSIS (JSA) DALAM UPAYA PENCEGAHAN TERJADINYA KECELAKAAN AKIBAT KERJA (Studi Kasus: PT. ADI PUTRO WIRASEJATI) Pertiwi, Andhini Dwi; Sugiono, Sugiono; Efranto, Remba Yanuar
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.69 KB)

Abstract

Abstrak   PT Adi Putro Wirasejati dalam proses produksinya yang banyak menggunakan mesin – mesin dan alat – alat berat seringkali terjadi kasus kecelakaan kerja. Data tahun 2012 menunjukkan terjadi sebanyak 117 kasus kecelakaan kerja dan pada tahun 2013 terjadi sebanyak 83 kasus kecelakaan kerja. Perbandingan data kecelakaan dari tahun 2013 dengan tahun 2012 menunjukkan bahwa kasus kecelakaan yang terjadi pada tahun 2013 hampir sama dengan kasus kecelakaan kerja yang terjadi pada tahun sebelumnya. Sehingga dalam upaya untuk melakukan pencegahan terjadinya kasus kecelakaan kerja yang sama maka perlu dilakukan analisa untuk mencari prioritas penanganan terhadap jenis pekerjaan yang nantinya digunakan untuk mengevaluasi keamanan kinerja serta mencegah kecelakaan. Dalam penelitian ini upaya untuk pencegahan terjadinya kecelakaan kerja akan dilakukan dengan pendekatan FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) dan JSA (Job Safety Analysis). Terdapat 24 jenis kecelakaan kerja di PT Adi Putro dan setelah dilakukan perhitungan RPN didapatkan 3 jenis kecelakaan kerja yang harus diprioritaskan untuk ditangani lebih lanjut menggunakan pendekatan JSA, yaitu mata terkena gram gerinda, mata terkena gram bor, dan mata merah setelah proses pengelasan. Berdasarkan analisis JSA diketahui bahwa pada mesin gerinda tangan terdapat 16 potensi bahaya, pada mesin bor tangan terdapat 14 potensi bahaya, dan dari aktivitas las mig terdapat 16 potensi bahaya dimana diantaranya bahaya dari keselamatan yang bersifat mechanical, dan electrical serta bahaya kesehatan yang bersifat physical. Sehingga rekomendasi alat pelindung diri yang diberikan untuk melakukan proses menggerinda yaitu safety goggles, face shields, masker, ear plug, safety gloves, wearpack, safety shoes dan safety helmet. Alat pelindung diri untuk proses pengeboran yaitu safety helmet, safety goggles, face shileds, masker, ear plug, safety gloves, dan safety shoes. Alat pelindung diri untuk pengelasan yaitu apron, kedok las, safety goggles, masker, ear plug, safety gloves, safety shoes, wearpack dan safety helmet. Kata kunci: Keselamatan dan Kesehatan Kerja, FMEA, JSA
PERENCANAAN PRODUKSI CAT GENTENG DUTA PAINT UNTUK MENGURANGI OVERSTOCK (Studi Kasus: CV. Dharma Utama) Ayu, Ella Dewi Retnaning; Rahman, Arif; Yuniarti, Rahmi
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.111 KB)

Abstract

Abstrak CV Dharma Utama adalah sebuah industri skala kecil yang memproduksi dua macam cat genteng yaitu Duta Paint SSP dan Duta Paint SP. Tiap family product memiliki tiga pilihan warna produk yaitu warna dengan kode 101, 104, 105 untuk jenis SSP, dan kode 201, 202, 204 untuk jenis SP. Pada beberapa periode tertentu, perusahaan mengalami kenaikan dan penurunan permintaan yang cukup signifikan. Perusahaan mengalami overstock pada awal periode perencanaan dengan stock level sebesar 484 jam yang setara dengan demand selama 1 bulan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola permintaan cat genteng Duta Paint dan kemudian merencanakan produksi yang sesuai dengan kondisi perusahaan untuk mengatasi overstock di gudang.Metode yang digunakan untuk melakukan peramalan didalam penelitian ini adalah metode Holt Winter dengan komponen musiman, dilanjutkan perencanaan agregat dengan pendekatan Chase Strategy , kemudian dilakukan disagregasi dengan metode Hax and Meal dari hasil perencanaan agregat untuk mendapatkan Jadwal Induk Produksi (JIP).Hasil dari penelitian ini, perusahaan dapat mengurangi penumpukan persediaan di awal periode yang sebesar 484 jam dan hasil di akhir periode sebesar 93 jam yaitu mendekati jumlah safety stock 113 jam.Jadwal Induk Produksi (JIP) didapatkan dari perencanaan disagregat yang menggunakan  metode Hax and Meal dengan Qij yang berbeda setiap periodenya. Dari JIP diketahui bahwa terdapat penurunan persediaan, karena jumlah persediaan akhir lebih kecil dari jumlah persediaan awal. Kata Kunci :Perencanaan produksi, overstock, peramalan, perencanaan agregat, JIP
PERANCANGAN PROSES PRODUKSI ALAT ANTRIAN C2000 DENGAN MENGGUNAKAN IDEFØ, FMEA DAN RCA Lindawati, Nesti Anisa; Tama, Ishardita Pambudi; Tantrika, Ceria Farela Mada
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.331 KB)

Abstract

Abstrak   PT. Cendana Teknika Utama yang merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi dan teknologi informasi. Produk utamanya adalah Alat Antrian C2000. Alat Antrian C2000 adalah serangkaian hardware dan software yang saling terintegrasi untuk penyelanggaraan distribusi informasi sistem antrian. Dalam  proses produksinya, terdapat komponen dengan kualitas yang kurang baik, misalnya : solder yang tidak sempurna, komponen rusak, PCB yang retak, jalur PCB yang belum tersambung. Dari pemetaan proses produksi Alat Antrian C2000 dengan IDEFØ pada level 1 dihasilkan tiga proses. Pada proses ini terdapat dua input, tiga control, empat mechanism dan dua output. Selanjutnya hasil identifikasi proses kritis terdapat pada proses identifikasi komponen dengan nilai RPN terbesar yaitu 300. Pada identifikasi penyebab proses kritis, faktor yang paling berpengaruh menyebabkan kegagalan adalah faktor sumber daya manusia atau karyawan. Rekomendasi yang dapat diberikan untuk perbaikan proses produksi adalah perlunya SOP, mengadakan pelatihan karyawan, perlunya reward and punishment, mengadakan inspeksi peralatan, perbaikan sistem penyimpanan di gudang, peninjauan kembali anggaran biaya kebutuhan. Kata kunci: alat antrian, pemetaan proses, proses kritis, IDEFØ, FMEA, RCA
ANALISIS HEAT INDEX (HI) LEVEL PADA AREA KERJA PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN SIMULASI COMPUTATIONAL FLUID DYNAMIC (CFD) (Studi Kasus: PT. Cakra Guna Cipta) Mauludi, Rizki Chandra; Sugiono, Sugiono; Efranto, Remba Yanuar
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.743 KB)

Abstract

Abstrak PT. Cakra Guna Cipta Malang adalah perusahaan yang memproduksi rokok “cakra”. Berdasarkan hasil pengamatan langsung di ruang produksi SKT terdapat banyak keluhan mengenai keadaan ruang produksi yang sangat panas. Berdasarkan perhitungan nilai heat index bahwa ruang kerja produksi Sigaret Kretek Tangan (SKT) termasuk dalam kategori bahaya ekstrim. Pada penelitian ini dilakukan perancangan beberapa skenario model alternatif digunakan untuk mengatasi permasalahan keadaan ruang produksi tersebut. Simulasi Computational Fluid Dynamic (CFD) untuk mengetahui persebaran suhu di ruang produksi existing dan ruang produksi model alternatif. Perhitungan nilai heat index (HI) dari hasil simulasi CFD digunakan untuk mengetahui tingkat risiko yang terjadi pada pekerja. Pemilihan model alternatif terbaik dilakukan berdasarkan perbandingan nilai suhu, kelembaban relatif dan heat index.Model alternatif yang terpilih adalah model alternatif III melalui penambahan lubang ventilasi berukuran  90 cm x 20 cm dan 1 unit AC standing floor. Hasil simulasi CFD yang dilakukan pada alternatif skenario III didapatkan nilai heat index nilai HI tertinggi sebesar 36,0332, nilai HI terendah sebesar 29,5898 dan nilai HI rata-rata 32,4803. Dilihat pada Heat index (HI) tabel kondisi tersebut tersebut digolongkan pada daerah “hati-hati” dan “perhatian ekstrim”. Berdasarkan kategori HI pada alternatif III, risiko heat stroke dan kemungkinan ketidaksadaran  dapat dihindari. Dengan adanya skenario perbaikan yang telah dilakukan maka diharapkan pekerja akan lebih merasa nyaman dan dapat meningkatkan kinerja. Kata kunci: Peningkatan kenyamanan area kerja, computational fluid dynamic, heat index, solidwork
ANALISIS PERSPEKTIF KONSUMEN PADA DESAIN KEMASAN KERIPIK BUAH MENGGUNAKAN REKAYASA KANSEI DAN MODEL KANO Pamanggiasih, Laras Gustari; Tama, Ishardita Pambudi; Azlia, Wifqi
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.348 KB)

Abstract

Abstrak Banyaknya tempat wisata di Kota Malang membuat persaingan antar IKM semakin ketat untuk menyediakan berbagai macam oleh-oleh khas untuk wisatawan seperti keripik buah. Dalam mengatasi hal tersebut, pelaku IKM harus memikirkan cara lain agar produknya laku di pasaran, tidak hanya dari segi kualitas produknya, tetapi juga harus mampu menarik dan memuaskan konsumen, terutama konsumen baru, salah satunya adalah melalui desain kemasan keripik buah. Penelitian ini, menganalisis lebih jauh mengenai desain kemasan keripik buah oleh-oleh khas Kota Malang yang dapat menarik dan sesuai dengan keinginan konsumen. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan pengusaha keripik buah dapat lebih selektif untuk menentukan strategi desain kemasannya untuk meningkatkan penjualan produk keripik buah ditengah-tengah persaingan pasar yang cukup ketat. Penelitian ini menggunakan konsep Kansei Engineering untuk menerjemahkan persepsi konsumen terhadap desain kemasan keripik buah dan Model Kano untuk mengklasifikasi faktor preferensi yang diprioritaskan untuk pengembangan desain kemasan produk keripik buah, serta Analisis Konjoin untuk mengetahui hubungan dan kombinasi antara kata kansei dengan elemen desain. Dari hasil analisa, desain kemasan keripik buah yang diinginkan oleh pelanggan adalah desain kemasan yang modis (trendi), modern, elegan, bagus, kreatif (inovatif), menarik, mempesona (memikat), terang (cerah), bercorak dan berwarna, kualitas bagus, informatif dan komunikatif. Namun, secara keseluruhan, desain kemasan yang diinginkan oleh konsumen adalah desain kemasan dengan bahan plastik (.495), bentuk tabung (.491), berlabel digital printing (.121), warna-warni (1.001) dan berasesoris model tintie (.904), yang secara berurutan ditentukan oleh elemen desain asesoris (31.18%), warna (29.194%), bahan (18.867%), bentuk (14.253%) dan yang terakhir adalah label (6.506%). Kata kunci : kemasan keripik buah, desain kemasan berorientasi pelanggan, kombinasi rekayasa kansei dan model kano.
ANALISIS RISIKO PROJECT ALAT ANTRIAN C2000 MENGGUNAKAN HOUSE OF RISK (Studi Kasus di PT. Cendana Teknika Utama) Firdausa, Rina; Setyanto, Nasir Widha; Yuniarti, Rahmi
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.388 KB)

Abstract

Abstrak PT. Cendana Teknika Utama merupakan perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi dan teknologi informasi dengan produk utama Alat Antrian C2000. Alat Antrian C2000 adalah serangkaian hardware dan software yang saling terintegrasi untuk penyelanggaraan distribusi informasi sistem antrian. Dalam memenuhi project Alat Antrian C2000 sesuai keinginan konsumen disertai ketidakpastian yang dapat menimbulkan terjadinya risiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui risiko yang menyertai Alat antrian C2000, dan menangani penyebab risiko yang berpotensi dengan tindakan pencegahan yang dilakukan dengan menggunakan House of Risk (HOR). Hasil identifikasi risiko berdasarkan model Supply chain Operations Reference diperoleh 38 risiko yang dikelompokkan berdasarkan lima proses inti supply chain (plan, source, make, deliver, return, dan 58 penyebab risiko. Dipilih 10 penyebab risiko dengan nilai Aggregate Risk Potential tertinggi ditangani dengan 14 tindakan pencegahan. Kata kunci : alat antrian, risiko, analisis risiko, tindakan pencegahan, SCOR, HOR
PERENCANAAN PENGELOLAAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PENOLONG ROKOK SIGARET KRETEK MESIN DENGAN PENDEKATAN JUST IN TIME (Studi Kasus PT. Cakra Guna Cipta Malang) Nurdin, Zul Hidayat; Sugiono, Sugiono; Hamdala, Ihwan
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.335 KB)

Abstract

Abstrak Pengelolaan persediaan merupakan salah satu penentu keberhasilan suatu perusahaan manufaktur. Proses pengelolaan persediaan yang baik dapat menghasilkan produk yang berkualitas dan dapat menghasilkan kondisi yang efisien. PT. Cakra Guna Cipta adalah perusahaan yang bergerak dalam produksi rokok. Proses pengadaan bahan baku dilakukan dengan pemesanan dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan minggunan.Untuk mengantisipasi kenaikan permintaan, jumlah bahan baku yang dipesan dilebihkan dari jumlah bahan baku yang dibutuhkan. Kondisi ini, berdampak pada tingginya biaya simpan dan biaya persediaan yang ditanggung oleh perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah meminimasi biaya persediaan dengan cara menurunkan tingkat persediaan. Pendekatan just in time digunakan untuk menurunkan tingkat persediaan. Rancangan pengelolaan persediaan dengan pendekatan just in time dilakukan dengan perancangan sistem pengiriman milk run, pembuatan rencana persediaan, dan perhitungan biaya persediaan. Dari hasil penerapan just in time didapat penurunan biaya simpan dari semula Rp 12.293.170,38 menjadi  Rp 2.312.534,34 dan kenaikan biaya order dari semula Rp 51.600 menjadi Rp 982.120. Kata kunci : Just in time, minimasi persediaan, pengelolaan persediaan
ANALISIS PEMILIHAN SUPPLIER METALLIC BOX MENGGUNAKAN FUZZY ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP) (Studi Kasus: PT XYZ – Malang) Noviandri, Mentari Rika; Tama, Ishardita Pambudi; Yuniarti, Rahmi
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.697 KB)

Abstract

Abstrak   Pemilihan supplier adalah permasalahan multi kriteria dimana setiap kriteria yang digunakan mempunyai kepentingan yang berbeda dan informasi mengenai hal tersebut tidak diketahui secara tepat. Dalam hal ini pemilihan supplier berdasarkan penawaran harga yang rendah sudah tidak efisien lagi. Untuk mendapatkan kinerja SCM yang maksimal harus menggabungkan kriteria lain yang relevan dengan tujuan perusahaan. PT XYZ menghadapi permasalahan terkait performansi supplier yang belum stabil. Ketidakstabilan dikarenakan adanya keterlambatan pengiriman dan harga yang melebihi HPS. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi terhadap supplier. AHP merupakan metode yang digunakan dalam proses pengambilan keputusan suatu masalah kompleks. Penggunaan Fuzzy adalah untuk mengakomodir sifat samar (uncertainty) yang terjadi ketika mengambil keputusan. Berdasarkan hasil perhitungan yang sudah dilakukan dengan menggunakan metode fuzzy AHP dan penilaian menggunakan rating scale didapatkan bahwa PT CMP Indonesia memperoleh nilai sebesar 0,4673 dengan masing-masing nilai untuk kriteria kualitas sebesar 0,2803, kriteria pengiriman sebesar 0,1178, kriteria harga sebesar 0,2748, kriteria pelayanan sebesar 0,2085, dan kriteria performansi sebesar 0,1186. Dari hasil nilai tersebut PT CMP Indonesia merupakan supplier terbaik untuk bahan baku metallic box. Kata kunci:Pemilihan supplier, Analytic Hierarchy Process, Fuzzy, Supply Chain Management
PERENCANAAN PENJADWALAN MULTI PROYEK KONSTRUKSI DENGAN KETERBATASAN SUMBER DAYA MANUSIA MENGGUNAKAN RESOURCE LEVELING METHOD Putra, Refantino; Sugiono, Sugiono; Sari, Ratih Ardia
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (953.704 KB)

Abstract

Abstrak Dalam penelitian ini rumusan masalahnya adalah melakukan perencanaan penjadwalan sumber daya manusia (SDM) dalam 11 proyek yang dikerjakan oleh tim proyek yang memiliki jumlah sumber daya manusia sebanyak 37 orang dan untuk mengoptimalkan/meratakan jumlah SDM yang digunakan menyelesaikan proyek dalam tiap minggunya, metode yang digunakan adalah metode resource leveling. Proses perataan sumber daya manusia dengan resource leveling diawali dengan membuat network planning berdasarkan data dari perusahaan untuk mengetahui hubungan ketergantungan antar aktivitas dan waktu penyelesaian masing-masing aktivitas. Kemudian ditentukan aktivitas-aktivitas yang termasuk dalam aktivitas kritis dan bukan kritis serta lintasan kritis masing-masing proyek. Untuk aktivitas yang bukan kritis dihitung slacknya. Selanjutnya dilakukan resource leveling dengan cara menggeser atau menunda pelaksanaan aktivitas yang tidak kritis dalam batas slack dari aktivitas tersebut untuk meratakan jumlah manusia. Hasil dari penelitian ini diperoleh jadwal sumber daya manusia yang relatif lebih merata dibanding jadwal sebelumnya. Selain itu, jumlah maksimum kebutuhan manusia yang sebelumnya 45 orang pada minggu kedua bisa turun menjadi 35 orang. Kata Kunci : Multi proyek, Penjadwalan SDM, Network Planning, Resource leveling

Page 20 of 234 | Total Record : 2335


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 10 (2025): Vol. 14 No. 1 (2025): Vol. 13 No. 9 (2025): Vol. 13 No. 8 (2025): Vol. 13 No. 7 (2025): Vol. 13 No. 6 (2025): Vol. 13 No. 5 (2025): Vol. 13 No. 4 (2025): Vol. 13 No. 3 (2025): Vol. 13 No. 2 (2025): Vol. 13 No. 1 (2025): Vol. 12 No. 10 (2024): Vol. 12 No. 9 (2024): Vol. 12 No. 8 (2024): Vol. 12 No. 7 (2024): Vol. 12 No. 6 (2024): Vol. 12 No. 5 (2024): Vol. 12 No. 4 (2024): Vol. 12 No. 3 (2024): Vol. 12 No. 2 (2024): Vol. 12 No. 1 (2024): Vol. 11 No. 10 (2023): Vol. 11 No. 9 (2023): Vol. 11 No. 8 (2023): Vol. 11 No. 7 (2023): Vol. 11 No. 6 (2023): Vol. 11 No. 5 (2023): Vol. 11 No. 4 (2023): Vol. 11 No. 3 (2023): Vol. 11 No. 2 (2023): Vol. 11 No. 1 (2023): Vol. 10 No. 9 (2022) Vol. 10 No. 8 (2022): Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 6 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 6 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 10 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 12 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 14 (2017) Vol 5, No 13 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 10 (2016) Vol 4, No 9 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 11 (2015) Vol 3, No 10 (2015) Vol 3, No 9 (2015) Vol 3, No 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue