cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Rekayasa & Manajemen Sistem Industri (JRMSI) adalah wadah bagi lulusan S-1 Teknik Industri, UB dan perguruan tinggi lainnya untuk mempublikasikan karya ilmiahnya.
Arjuna Subject : -
Articles 2,335 Documents
PENGUKURAN PERFORMANSI SISTEM PRODUKSI MENGGUNAKAN OVERALL THROUGHPUT EFFECTIVENESS (OTE) (Studi Kasus: PT. Tani Gemilang Desa Kerjen Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar) Syaifudin, Haidar Luthfi; Novareza, Oyong; Efranto, Remba Yanuar
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.916 KB)

Abstract

Abstrak   Metode OTE digunakan untuk mengukur efektivitas sistem produksi yang terdiri dari beberapa mesin. PT. Tani Gemilang merupakan perusahaan yang memproduksi pupuk organik berbentuk granul dengan nama Petroganik. Proses produski pupuk melalui empat tahapan proses permesinan yang berurutan yaitu pencampuran, granulasi, pengeringan, dan pengayakan. Pada proses produksi sering dijumpai masalah berupa tingginya downtime mesin. Permasalahan lain yang ada pada PT. Tani Gemilang adalah tingginya produk defect. Perusahaan ingin meningkatkan performansi sistem produksinya, namun pada perusahaan belum ada pengukuran performansi sistem produksi pada tingkat pabrik. Oleh karena itu perlu adanya pengukuran untuk mengetahui efektivitas sistem produksi serta meningkatkannya. Untuk mengukur efektivitas sistem produksi digunakan metode Overall Throughput Effectiveness (OTE) dan penjadwalan perbaikan mesin secara preventif (Preventive Maintenance) untuk dapat meningkatkan efektivitasnya. Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan, diperoleh rata-rata nilai OTE pada bulan Juni-Agustus tahun 2014 adalah 32,7% Komponen kritis yang dijadwalkan perbaikan preventifnya adalah fins dan blade. Hasil perhitungan MTTF dan MTTR menggunakan persamaan distribusi weibull dan distribusi Normal, diperoleh interval penggantian komponen yaitu 1079,071 jam untuk fins dan 1056,884 jam untuk blade. Rekomendasi yang diberikan adalah pembuatan jadwal preventive maintenance berdasarkan interval waktu penggantian komponen kritis sehingga estimasi efektivitas akan meningkat menjadi 46,1%. Kata kunci: PT. Tani Gemilang, efektivitas, OEE, OTE, Preventive Maintenance
PENENTUAN JADWAL PREVENTIVE MAINTENANCE MESIN-MESIN DI STASIUN GILINGAN (Studi Kasus PG. Lestari Kertosono) Revitasari, Cindy; Novareza, Oyong; Darmawan, Zefry
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.922 KB)

Abstract

Abstrak Kebutuhan gula semakin meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan peningkatan pendapatan masyarakat, Untuk memproduksi gula dalam jumlah yang banyak, diperlukan suatu alat yang dapat membantu dan mempercepat proses produksi tersebut yakni mesin. Proses produksi gula melalui lima unit stasiun , yaitu stasiun gilingan, stasiun pemurnian, stasiun penguapan, stasiun kristalisasi dan stasiun penyelesaian. Dari kelima unit stasiun tersebut, stasiun gilingan pada Pabrik Gula Lestari Kertosono diketahui memiliki downtime yang paling tinggi. Stasiun gilingan merupakan stasiun awal yang memiliki peran yang sangat penting karena jika stasiun gilingan sebagai stasiun awal yang memproses tebu mengalami kerusakan, maka proses produksi gula akan mengalami waktu proses yang lebih lama atau bahkan dapat mengakibatkan proses produksi gula terhenti. Proses produksi di Pabrik Gula Lestari Kertosono sering mengalami suatu masalah pada mesin-mesin yang terdapat di stasiun gilingan yaitu terhambatnya proses produksi diakibatkan karena mesin yang tiba-tiba tidak dapat berfungsi. Untuk memperbaiki kondisi tersebut digunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE), Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), Mean Time Between Failure (MTBF) dan Mean Time to Repair (MTTR). Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan, diperoleh rata-rata nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) mesin-mesin di stasiun gilingan untuk periode giling I sebesar 65,03% dan periode giling II sebesar 65,35%. Komponen mesin kritis adalah komponen yang memiliki nilai RPN diatas nilai RPN dari masing-masing mesin. Untuk mesin cane cutter g memiliki nilai RPN sebesar 73,5, mesin unigrator memiliki nilai RPN sebesar 83,6 dan untuk mesin rol gilingan memiliki nilai RPN sebesar 79,8. Dari perhitungan Mean Time Between Failure (MTBF) dan Mean Time to Repair (MTTR) dapat diketahui jadwal maintenance. Jadwal maintenance dibuat dalam bentuk kalender sesuai dengan daftar pengelompokan komponen dari masing-masing jenis mesin, waktu perawatan dan banyaknya operator maintenance yang tersedia. Kata Kunci : PG. Lestari, Overall Equipment Effectiveness (OEE), Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), Preventive Maintenance
PERANCANGAN ULANG TATA LETAK FASILITAS PRODUKSI DENGAN METODE GRAFIK DAN CRAFT UNTUK MINIMASI ONGKOS MATERIAL HANDLING Ningtyas, Agnes Novita; Choiri, Mochamad; Azlia, Wifqi
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.164 KB)

Abstract

Abstrak   PT Selatan Jadi Jaya merupakan salah satu produsen aki di Indonesia. Pada PT Selatan Jadi Jaya ini memiliki masalah dalam tata letak fasilitas produksinya, yaitu terdapat beberapa aliran material yang backward dan terdapatnya jarak antar stasiun kerja yang kurang sesuai. Aliran backward dan jarak yang kurang sesuai terletak pada stasiun casting, pole, cutting dan enveloping. Aliran backward dapat mempengaruhi tinggi rendahnya ongkos material handling. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk menghitung ongkos material handling (OMH) layout eksisting dan mendapatkan layout perbaikan untuk minimasi ongkos material handling. Metode yang digunakan untuk mendapatkan alternatif layout perbaikan adalah metode grafik dan CRAFT. Hasil analisa layout eksisting menunjukkan bahwa momen perpindahan perpindahan per tahunnya 642.337,5 m. Dari momen perpindahan tersebut dapat dianalisa aliran backward yang dimiliki adalah sebesar 20,47%, dan OMH per tahunnya adalah Rp 16.251.287,5. Alternatif layout yang dihasilkan metode grafik memberikan perbaikan momen perpindahan, yaitu  per tahunnya adalah 546.000 m. Aliran backward yang dimiliki berkurang menjadi 0%, dan OMH per tahunnya adalah sebesar Rp 14.574.448,44. Sedangkan alternatif layout metode CRAFT dengan bantuan software Winqsb 2.0 memberikan hasil momen perpindahan sebesar 642.337,5 m pertahun, sehingga persen aliran backwardnya adalah 14,84% dan OMH yang didapatkan sebesar Rp 15.433.586, 79 per tahun. Dari hasil tersebut dapat ditentukan layout terpilih adalah alternatif layout grafik, karena memberikan pengurangan OMH terbesar yaitu Rp 1.676.839,06 per tahun. Kata Kunci : minimasi, OMH, grafik, CRAFT, tata letak fasilitas
PENENTUAN METODE LOT SIZING PADA PERENCANAAN PENGADAAN BAHAN BAKU KIKIR DAN MATA BOR (Studi Kasus : PT X, Sidoarjo) Madinah, Wahyuni Nuroh; Sumantri, Yeni; Azlia, Wifqi
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.869 KB)

Abstract

Abstrak PT X merupakan perusahaan yang memproduksi kikir dan mata bor, dimana kikir dan mata bor yang memiliki permintaan paling tinggi adalah kikir 4” slim taper dan mata bor tipe 3,3 mm. Saat ini proses produksi pada perusahaan sering mengalami ketidaktepatan waktu produksi, yang disebabkan oleh keterlambatan kedatangan bahan baku, dan kerusakan bahan baku karena terlalu lama menyimpan dalam gudang. Untuk mengurangi ketidaktepatan tersebut akan dilakukan  perencanaan persediaan baha baku menggunakan metode Silver Meal, Least Unit Cost, dan Wagner Within. Langkah awal yang dilakukan adalah meramalkan permintaan produk menggunakan metode Dekomposisi dan Winter’s Exponential Smoothing karena pola data musiman dan trend. Kemudian pembuatan Master Production Schedule (MPS) dan data dari MPS tersebut digunakan untuk menghitung safety stock bahan baku serta membuat Material Requirement Planning (MRP) bahan baku. Langkah terakhir yang dilakukan adalah melakukan analisis biaya dari 3 metode yang digunakan, yang kemudian dibandingkan dengan metode yang digunakan oleh perusahaan. Hasil dari penelitian ini adalah Wagner Within memiliki persen penghematan terbesar dibandingkan dengan Silver Meal, LUC, dan metode perusahaan existing.   Kata kunci : Persediaan, Material Requirement Planning, Silver Meal, Least Unit Cost, Wagner Within Algorithm
ANALISA KEPUASAN SERTA KONTRIBUSI PELANGGAN DAN SUPPLIER DENGAN PENDEKATAN MANAJEMEN RISIKO (Studi Kasus di PT XYZ, Madiun) Putra, Dita Firstian; Choiri, Mochamad; Sari, Ratih Ardia
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.833 KB)

Abstract

Abstrak PT XYZ merupakan salah satu badan usaha penghasil produk jasa transportasi bernilai tinggi yang terus mengalami perkembangan. Agar produk terus berkembang maka perusahaan perlu mengetahui kepuasan dan kontribusi stakeholder yang berfungsi sebagai keberhasilan performance perusahaan. Selain itu pendekatan manajemen risiko juga harus diimplementasikan untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menurunkan kepuasan dan kontribusi dari stakeholder. Dari pengukuran kinerja yang telah diterapkan perusahaan terdapat beberapa indikator dari stakeholder pelanggan dan stakeholder supplier yang tidak memenuhi target yang telah ditetapkan perusahaan. Apabila kondisi ini dibiarkan, maka akan timbul beberapa risiko yang berdampak kepada perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi risiko yang mungkin terjadi dari pelanggan maupun supplier yang memiliki kepuasan yang rendah terhadap perusahaan namun kontribusi yang diberikannya tergolong rendah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah key performance indicator (KPI) dan risk matrik. KPI digunakan untuk mengetahui tingkat kepuasan dan kontribusi dari pelanggan dan supplier. Sedangka risk matrik digunakan untuk mengkategorikan risiko kedalam rentang kategori. Didapatkan beberapa risiko beserta dengan kategorinya dari indikator-indikator yang membuat kepuasan dari pelanggan dan supplier tergolong rendah. Hasil dari penelitian ini didapatkan beberapa rekomendasi untuk mencegah atau melakukan tindakan agar risiko tersebut tidak terjadi dan tidak merugikan perusahaan. Kata kunci : Riks Matrik, KPI, Risk Management
PENDEKATAN SHOJINKA DALAM MEMINIMASI TOTAL WORK IN PROCESS PADA PRODUKSI SPRINGBED (Studi Kasus di PT. Malindo Intitama Raya) Rendragraha, Derry; Tama, Ishardita Pambudi; Tantrika, Ceria Farela Mada
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.886 KB)

Abstract

Abstract Work In Process is a material that has entered the production process but not a finished product yet. The amount of WIP is included in the company’s losses can be caused by the load of each work station that is not balanced. PT Malindo Intitama Raya (MIR) is a company which engaged in the furniture manufacturing and trading. The problems experienced by the company was the number of work in process in 10 of 15 process. The company made a policy to keep producing at least 5 units springbed a day that will become a buffer stock in case of residual products. Problems of work in process is expected to be solved with the flexibility of workers. Flexibility worker in this case is to change the number of workers on a production line if production demands change. The method used in the flexibility of workers is use tools shojinka’s approach with gang process chart. There were five scenarios for the target product produced in this research, there are 5, 6, 7, 8 and 9 products. The result on reduction in the amount of 5 products work in process in the 4 process with total of 5 units and additional work in process in 2 process with 2 total units. Keyword : springbed, work in process, flexibility of workers, shojinka, gang process chart
PENENTUAN JUMLAH OPERATOR BERDASARKAN ANALISA BEBAN KERJA FISIK DENGAN PERTIMBANGAN CARDIOVASCULAR LOAD (Studi Kasus: Pabrik Gondorukem dan Terpentin Garahan Jember) Nurvitarini, Dessy; Rahman, Arif; Yuniarti, Rahmi
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.023 KB)

Abstract

Abstrak   Pabrik Gondorukem dan Terpentin (PGT) Garahan Jember mengelola hasil hutan berupa getah pinus menjadi gondorukem (resina colophonium) dan terpentin. Departemen produksi mempunyai 7 workstation dengan 1 operator di setiap workstation. Di departemen produksi terjadi ketidakseimbangan beban kerja antar operator. Bahkan sebagian operator mendapatkan beban kerja berlebih. Sehingga menyebabkan operator tersebut mengalami kelelahan.Penelitian dimulai dengan melakukan pengukuran beban kerja fisik dengan pendekatan ergonomi. Denyut jantung selama bekerja diukur untuk menilai cardiovascular strain operator. Pengukuran waktu kerja menggunakan metode stopwatch time study untuk menetapkan waktu baku pada setiap elemen kerja. Berdasarkan data denyut jantung, selanjutnya mengidentifikasikan dan mengevaluasi workstation yang berindikasi operatornya mengalami beban kerja berlebih dan mempunyai resiko kelelahan. Kemudian menghitung kebutuhan operator di workstation yang operatornya bekerja terlalu berat, dari aspek beban kerja ataupun kuantitas elemen kerjanya. Bedasarkan hasil perhitungan persentase cardiovascular load (%CVL), terdapat 2 operator mempunyai nilai %CVL > 30%. Operator workstation 5 dan 7 mempunyai nilai %CVL melebihi batas risiko kelelahan yaitu sebesar 31,58% dan 40,21%. Operator workstation 3 bekerja dengan kuantitas elemen kerja sangat banyak dibandingkan workstation lainnya. Hasil perhitungan kebutuhan operator pada workstation 3, 5, dan 7 menunjukkan perlunya penambahan operator sebanyak 1 orang di masing-masing workstation. Maka secara keseluruhan, direkomendasikan penambahan dari 7 operator menjadi 10 operator. Kata kunci: Beban Kerja Fisik, Cardiovascular Load, Stopwatch Time Study, Waktu Baku, Kebutuhan Operator
ANALISIS KINERJA PROSES INTI SUPPLY CHAIN PERUSAHAAN BERDASARKAN PENDEKATAN LEAN SIX SIGMA SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (Studi Kasus di PT Semen Indonesia (Persero) Tbk) Ambarsari, Safitri; Setyanto, Nasir Widha; Yuniarti, Rahmi
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.356 KB)

Abstract

Abstrak   PT Semen Indonesia (Persero) Tbk merupakan salah satu perusahaan besar di Indonesia yang memproduksi semen. Penerapan konsep supply chain di PT Semen Indonesia (Persero) Tbk diperlukan untuk pemenuhan kebutuhan pelanggan akhir. Permasalahannya adalah perusahaan belum pernah melakukan pengukuran kinerja proses inti supply chain dalam perusahaan yang memiliki keterkaitan mulai dari aliran bahan baku dari supplier sampai ke tangan konsumen akhir.  Tujuan penelitian adalah mengintegrasikan konsep lean six sigma supply chain management untuk merancang dan mengukur model pengukuran kinerja dan mengetahui penyebab terjadinya kegagalan kinerja perusahaan untuk selanjutnya diberikan rekomendasi perbaikan menurut konsep lean. Penelitian ini menghasilkan 31 KPI yang diperoleh  dengan  menggunakan perspektif SCOR pada rantai pasok semen di  PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Hasil pengelompokan KPI dalam perspektif SCOR yaitu 4 KPI untuk perspektif plan, 8 KPI untuk perspektif source, 9 KPI untuk perspektif make, 6 KPI untuk perspektif deliver dan 4 KPI untuk perspektif return. Hasil dari pengukuran kinerja keseluruhan diperoleh 10 KPI belum mencapai kinerja yang diharapkan perusahaan. Kata kunci: Pengukuran Kinerja, Supply Chain, Lean Six Sigma, Waste
STRATEGI PENANGANAN RISIKO PADA RANTAI PASOK PUPUK ORGANIK MENGGUNAKAN METODE FUZZY ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (FAHP) (Studi Kasus di PT Tiara Kurnia, Malang) Astutik, Windha Dwi; Santoso, Purnomo Budi; Sumantri, Yeni
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.579 KB)

Abstract

Abstrak Setiap aktivitas supply chain tidak terlepas dari risiko, oleh karena itu manajemen risiko sangat diperlukan untuk penanganan risiko. PT Tiara Kurnia merupakan salah satu perusahaan penghasil pupuk organik granul, dengan bahan baku utama berupa kotoran sapi dan kotoran ayam. Dalam aktivitas supply chain bahan baku tersebut memiliki peluang untuk timbul risiko. Perusahaan perlu menciptakan aliran supply chain yang handal (robust) terhadap berbagai macam risiko yang dapat menyebabkan gagalnya tujuan yang akan dicapai perusahaan. Pada  penelitian ini akan dilakukan pengelolaan risiko pada supply chain perusahaan dengan menggunakan metode House of Risk (HOR). HOR diaplikasikan untuk memitigasi risiko yang muncul pada aliran supply chain dengan cara mengidentifikasi risiko, memprioritaskan agen risiko serta merancang strategi penanganan. Pada tahap selanjutnya melakukan perhitungan agen risiko yang akan ditangani serta merancang strategi penanganan. Dalam merancang strategi penanganan akan dilakukan perhitungan dengan menggunakan metode Fuzzy Analytical Hierarchy Process (FAHP). FAHP digunakan untuk mengetahui seberapa besar bobot yang diperoleh pada agen risiko dan strategi penanganan. Setelah dilakukan penelitian terdapat 26 kejadian risiko dan 27 agen risiko. Terdapat 17 usulan strategi penanganan yang dapat direkomendasikan pada perusahaan,.dengan harapan dapat menangani risiko supply chain pada pupuk organik. Kata kunci : Risiko Supply Chain, House Of Risk (HOR), Fuzzy Analytical Hierarchy Process (FAHP)
APLIKASI METODE TAGUCHI UNTUK MEREDUKSI JUMLAH PRODUK CACATLILIN STANDAR HAN 17 (Studi kasus : CV. Dwi Pelita Mas) Kastanja, Dwight Marchel; Setyanto, Nasir Widha; Efranto, Remba Yanuar
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.079 KB)

Abstract

Abstrak   Perkembangan industri penghasil lilin di Indonesia dewasa ini semakin berkembang pesat, hal ini dikarenakan semakin banyaknya permintaan akan produk lilin yang lebih fungsional, tidak hanya memiliki fungsi penerang saja melainkan juga sebagai penghias ruangan, media peribadatan, dll. Pada CV. Dwi Pelita Mas, Surabaya yang merupakan salah satu perusahaan penghasil lilin ditemukan bahwa jumlah cacat produk yang dihasilkan masih diatas dari standar perusahaan yaitu 9%. Oleh karena itu, dilakukan suatu bentuk ’ improvement’ dengan menggunakan metode Taghuci. Dengan penerapan metode Taguchi, didapatkan hasil setting level optimal dari 4 faktor yang ada, yaitu komposisi bahan baku, suhu pemasakan, lama pemasakan dan lama pengeringan. Perhitungan nilai Defect per Million Opportunities (DPMO) dan level sigma juga dilakukan sebagai parameter berhasilnya eksperimen ini. Kata kunci: lilin HAN 17, cacat produk, taguchi, DPMO

Page 21 of 234 | Total Record : 2335


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 10 (2025): Vol. 14 No. 1 (2025): Vol. 13 No. 9 (2025): Vol. 13 No. 8 (2025): Vol. 13 No. 7 (2025): Vol. 13 No. 6 (2025): Vol. 13 No. 5 (2025): Vol. 13 No. 4 (2025): Vol. 13 No. 3 (2025): Vol. 13 No. 2 (2025): Vol. 13 No. 1 (2025): Vol. 12 No. 10 (2024): Vol. 12 No. 9 (2024): Vol. 12 No. 8 (2024): Vol. 12 No. 7 (2024): Vol. 12 No. 6 (2024): Vol. 12 No. 5 (2024): Vol. 12 No. 4 (2024): Vol. 12 No. 3 (2024): Vol. 12 No. 2 (2024): Vol. 12 No. 1 (2024): Vol. 11 No. 10 (2023): Vol. 11 No. 9 (2023): Vol. 11 No. 8 (2023): Vol. 11 No. 7 (2023): Vol. 11 No. 6 (2023): Vol. 11 No. 5 (2023): Vol. 11 No. 4 (2023): Vol. 11 No. 3 (2023): Vol. 11 No. 2 (2023): Vol. 11 No. 1 (2023): Vol. 10 No. 9 (2022) Vol. 10 No. 8 (2022): Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 6 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 6 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 10 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 12 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 14 (2017) Vol 5, No 13 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 10 (2016) Vol 4, No 9 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 11 (2015) Vol 3, No 10 (2015) Vol 3, No 9 (2015) Vol 3, No 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue