cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Rekayasa & Manajemen Sistem Industri (JRMSI) adalah wadah bagi lulusan S-1 Teknik Industri, UB dan perguruan tinggi lainnya untuk mempublikasikan karya ilmiahnya.
Arjuna Subject : -
Articles 2,287 Documents
PENENTUAN STRATEGI BERSAING PERUSAHAAN BERDASARKAN PENGUKURAN KINERJA DENGAN METODE MALCOLM BALRIDGE NATIONAL QUALITY AWARD (MBNQA) (Studi Kasus PT. Cakra Guna Cipta Malang) Jannah, Emy Miftahul; Rahman, Arif; Yuniarti, Rahmi
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1351.526 KB)

Abstract

Permasalahan yang dihadapi oleh industri pabrik rokok adalah peningkatan kinerja dan penggunaan strategi yang tepat agar perusahaan mampu berkembang sesuai dengan kondisi dan permintaan pasar. Oleh karena itu perusahaan perlu memiliki suatu alat ukur sebagai acuan untuk mengevaluasi kinerja perusahaan dengan cara melakukan pengukuran kinerja dan menerapkan strategi yang sesuai. Untuk dapat melakukan pengukuran kinerja secara menyeluruh, maka digunakan penilaian berdasarkan kriteria metode MBNQA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai yang dicapai oleh PT. Cakra Guna Cipta Malang dengan total skor 552,39 dengan prosentase pencapaian sebesar 55%. Interpretasi Malcolm Balridge pada PT. Cakra Guna Cipta Malang menunjukkan bahwa perusahaan ini berada pada klasifikasi good performance. Sedangkan strategi utama yang sesuai adalah dengan melakukan inovasi produk, kemasan, dan mesin-mesin industri dan mengembangkan manajemen mutu pelayanan.Kata kunci: Strategi Bersaing, Pengukuran Kinerja, Malcolm Baldrige National Quality Award (MBNQA), SWOT, QSPM.
PERBAIKAN WAKTU SET-UP DENGAN PENDEKATAN SINGLE MINUTE EXCHANGE OF DIES (SMED) UNTUK MENGURANGI UNNECESSARY MOTION WASTE (Studi Kasus : PT. Berlina Tbk. Pandaan) Prasetyowati, Novitasari Putri; Rahman, Arif; Mada Tantrika, Ceria Farela
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.392 KB)

Abstract

Industri kemasan plastik mempunyai variasi produk yang sangat beragam, dan mungkin akan terus berubah dan bertambah sesuai dengan permintaan konsumen. Perbedaan bentuk dan spesifikasi dari produk menuntut mesin yang fleksibel dengan kemampuan cepat dilakukan perubahan set-up dan adjustment. Apabila kerugian waktu akibat dipergunakan untuk melakukan set-up mesin dapat direduksi, maka efektifitas mesin dapat ditingkatkan. Perbaikan waktu set-up mesin injection stretch blow moulding dapat dilakukan dengan menggunakan metode SMED untuk mereduksi gerakan yang tidak perlu (unnecessary motion waste). Hasil observasi pada proses set-up sebelum perbaikan, teridentifikasi sebanyak 77 aktivitas yang terdiri 75 aktivitas internal set-up dan 2 idle. Dari 75 aktivitas internal set-up, 4 aktivitas dikonversikan menjadi eksternal set-up. Analisa elemen gerakan kerja terhadap 7 aktivitas (aktivitas4, 6, 7, 13, 23, 17, 48) memperbaiki waktu set-up karena adanya kombinasidan eliminasi beberapa elemen kerja. Penelitian dapat mereduksi waktu set-up sebesar 43,71%Kata kunci : set-up mesin, SMED, unnecessary motion waste, analisa gerakan kerja, waktu set-up.
PENJADWALAN TENAGA KERJA TIGA SHIFT BERKENDALA LIBUR HARI MINGGU DAN SATU HARI SETELAH SHIFT TIGA Aminia, Erika Firdauzy; Rahman, Arif; Mada Tantrika, Ceria Farela
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1287.782 KB)

Abstract

Peningkatan permintaan menunjukkan pertumbuhan bisnis yang baik dari perusahaan, namun terkendala oleh kapasitas produksi yang dimiliki.Utilitas mesin di pabrik pupuk organik, PT X,belum maksimal dan baru dipergunakan kurang dari 70%. Peningkatan kapasitas produksi dengan menaikkan utilisasi mesin dan menambahkan tenaga kerja dari 2 shift menjadi 3 shift, memerlukan penjadwalan tenaga kerja yang efektif. . Penelitian ini menggunakan algoritma Tibrewala, Philippe dan Browne yang telah dimodifikasi. Modifikasi algoritma bertujuan untuk mengakomodasi waktu produksi 3 shift perhari dengan 6 hari perminggu, di mana tenaga kerja bekerja 5 hari perminggu dengan pergantian 3 shift serta libur 2 hari yaitu di hari Minggu sesuai kebijakan perusahaan dan 1 hari setelah shift 3.Modifikasi algoritma mengubah dan menambahkan dari tiga langkah menjadi lima langkah, mengubah format tabel tabular penjadwalan tenaga kerja untuk tiga shift, serta mengubah aturan pemilihan hari libur.Mempergunakan algoritma yang telah dimodifikasi, penelitian ini menjadwalkan tenaga kerja sebanyak 85 orang yang meliputi 45 orang di mesin Crusher, 29 orang di mesin Pan Granulator dan 11 orang di mesin Cooler. Overstaffing yang terjadi pada mesin Crusher sebanyak 9 man-days (ekuivalen dengan 1,8 orang), Pan Granulator sebanyak 1 man-days (ekuivalen dengan 0,2 orang),Cooler sebanyak 1 man-days (ekuivalen dengan 0,2 orang). Penjadwalan tenaga kerja selama 3 shift dalam 6 hari kerja perminggu diharapkan dapat meningkatkan utilitas mesin hingga 85,71% dengan kapasitas produksi hingga 216 ton pupuk organik perminggu.Kata kunci (keywords): Utilitas, Kapasitas, Penjadwalan tenaga kerja, Algoritma Tibrewala Philippe & Browne, Modifikasi algoritma.
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI UNTUK CROWN INVENTORY DI PERUSAHAAN MINUMAN RINGAN Wibowo, Indra Satria; Santoso, Purnomo Budi; Rahman, Arif
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.595 KB)

Abstract

Perusahaan memerlukan persediaan untuk menjaga keberlangsungan produksi dan tingkat pelayanan terhadap pelanggan. Tanpa adanya persediaan, maka perusahaan akan dihadapkan pada resiko bahwa pada suatu waktu, perusahaan tidak dapat memenuhi keinginan pelanggan yang memerlukan barang atau jasa. Hal ini bisa saja terjadi karena tidak selamanya barang atau jasa tersebut tersedia setiap saat. Pengelolaan persediaan menjadi penting dilakukan oleh setiap perusahaan agar proses produksi maupun pelayanan terhadap pelanggan dapat terus dilakukan secara berkesinambungan. Proses pengelolaan persediaan dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan menggunakan sistem informasi inventory yang berbasis database. Sistem database dapat mengelola segala transaksi maupun pelaku transaksi yang terjadi pada suatu sistem secara efektif dan efisien. Dengan diterapkannya sistem database ini diharapkan akan dapat memudahkan para manajer dan supervisor dalam melakukan pencatatan dan pelaporan dari setiap proses transaksi yang terjadi di dalam pengelolaan persediaan. Kata kunci : Database, Sistem Informasi Inventory, Microsoft Access
PENGURANGAN WASTE PADA PROSES PRODUKSI BOTOL X MENGGUNAKAN METODE LEAN SIGMA Cahyanti, Elok Rizqi; Choiri, Mochamad; Yuniarti, Rahmi
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.296 KB)

Abstract

Waste merupakan semua aktivitas kerja yang tidak memberikan nilai tambah dalam proses pembuatan produk sehingga harus segera direduksi atau dihilangkan dari proses produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis waste yang terjadi dalam proses produksi, menganalisis faktor-faktor penyebab waste, serta memberikan usulan rekomendasi perbaikan untuk meminimasi waste. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah lean Sigma, yaitu perpaduan antara metode lean manufacturing dan six Sigma yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan meminimasi waste, memperbaiki proses, serta meningkatkan kualitas dari proses produksi. Penelitian ini dilakukan sebagai upaya continuous improvement untuk perbaikan proses dalam langkah kerja six Sigma (DMAIC). Dari tujuh kategori waste, teridentifikasi empat jenis waste dalam proses produksi botol X, yaitu defect, overproduction, waiting, dan inventories. Rekomendasi perbaikan yang diusulkan dalam penelitian ini ini didasarkan dari hasil identifikasi CTQ waste yang telah dianalisis menggunakan fishbone diagram dan pemilihan prioritas rekomendasi menggunakan FMEA. Hasil rekomendasi dari penelitian ini adalah mengenai peningkatan kedisiplinan operator maupun pihak manajemen. Kata kunci: Lean Sigma, Waste, DMAIC, Level Sigma (DPMO), Fishbone Diagram, FMEA
IMPLEMENTASI METODE LEAN SIX SIGMA SEBAGAI UPAYA MEMINIMASI WASTE PADA PT. PRIME LINE INTERNATIONAL Dewi, Wieke Rossaria; Setyanto, Nasir Widha; Tantrika, Ceria Farela Mada
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.543 KB)

Abstract

PT.Prime Line International merupakan  perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang garment. Pada PT.Prime Line International masih terdapat permasalahan, khususnya pada bagian produksi. Tahapan pada penelitian ini menggunakan tahap define, measure, analyze dan improve (DMAI). Pada tahap define diketahui tujuh type waste yang terdapat pada proses produksi, yaitu waiting, defect, overproduction, unnecessary inventory, inappropriate processing, excess transportation, dan unnecessary motion. Dari ketujuh waste tersebut, terdapat tiga waste yang paling berpengaruh yaitu waiting dengan prosentase kejadian sebesar 95.81% dan  nilai level sigma sebesar 0,00, defect dengan prosentase kejadian sebesar 2,64% dan nilai level sigma sebesar 2,84, serta overproduction dengan prosentase kejadian sebesar 0,76% dan  nilai level sigma sebesar 3,55. Rekomendasi untuk waiting adalah dengan pengaturan ulang pengiriman setiap product order (PO). Rekomendasi untuk defect adalah dengan peningkatan inspeksi dan juga membuat SOP. Sedangkan Rekomendasi untuk overproduction adalah memperbaiki metode pemotongan kain dan juga meningkatkan komunikasi dengan pihak pemesan. Kata kunci: DMAI, FMEA, lean six sigma, seven waste
ANALISA DESAIN EKSPERIMEN PEMBUATAN BATAKO BERBAHAN ALTERNATIF LUMPUR LAPINDO DAN FLY ASH DENGAN METODE TAGUCHI Prasetya, Chandra; Rahman, Arif; Efranto, Remba Yanuar
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.307 KB)

Abstract

Batako merupakan bahan bangunan alternatif yang tersusun dari komposisi semen, air, dan agregat pengisi yang terdiri dari kerikil dan pasir. Terdapat bahan limbah yang memiliki kesamaan karakteristik dengan bahan baku batako, antara lain lumpur Lapindo yang mirip pasir dan fly ash yang mirip semen. Oleh karena itu diperlukan pengembangan produk batako dengan berbahan alternatif sebagai pengganti bahan utamanya yang memiliki kualitas bersaing dengan batako pada umumnya. Dalam pembuatan batako berbahan alternatif digunakan desain eksperimen  metode Taguchi yang merupakan metode perbaikan kualitas dengan melakukan percobaan baru serta penekanan biaya seminimal mungkin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi karakteristik kualitas kuat tekan pada batako yaitu rasio faktor air-semen, rasio semen-agregat, rasio komposisi semen-fly ash, serta rasio pasir-lumpur Lapindo. Berdasarkan anova menunjukkan dari keempat faktor tersebut yang memiliki pengaruh signifikan yaitu rasio faktor air-semen (F hitung sebesar 18,0899) dan rasio semen-agregat (F hitung sebesar 8,4769), sedangkan faktor rasio komposisi semen-fly ash (F hitung sebesar 1,2233) dan rasio pasir-lumpur Lapindo (F hitung sebesar 1,3077) tidak mempengaruhi kuat tekan batako secara signifikan. Sehingga pembuatan batako dapat mempergunakan fly ash menggantikan semen dan lumpur lapindo menggantikan pasir. Eksperimen konfirmasi menghasilkan kuat tekan batako optimal sebesar 6,8475 Mpa. Kata kunci: Batako, Fly Ash, Lumpur Lapindo, Desain Eksperimen, Metode Taguchi
PERENCANAAN ULANG TATA LETAK FASILITAS BERDASARKAN HASILSIMULASI PROSES PRODUKSI ROKOK (Studi Kasus PT Bayi Kembar Malang) Dewi, Andini Irma; Choiri, Mochamad; Efranto, Remba Yanuar
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.003 KB)

Abstract

PT. Bayi Kembar Malang merupakan salah satu perusahaan rokok yang terus berkembang. Namun PT. Bayi Kembar memiliki kendala dalam proses produksinya, yaitu output produksi yang belum sesuai dengan target yang disebabkan oleh tingginya tingkat work in process, serta adanya crossing aliran material pada lantai produksinya. Dengan merancang ulang tata letak fasilitasberdasarkan hasil simulasi, diharapkan rancangan alternatif layout dapat tepat sasaran. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Layout Planning (SLP) dilanjutkan dengan simulasi existing layout. Berdasarkan hasil simulasi layout, activity relationship chart, activity relationship diagram, space relationship diagram, dan perhitungan space requirement, dirancang dua alternatif layout serta dilakukan simulasi terhadap kedua alternatif tersebut.Berdasarkan hasil simulasi pada kedua alternatif layout maka dipilih layout kedua sebagai layout yang lebih efektif karena dapat meningkatkan jumlah output sebesar 25%, sehingga dapat mencapai target produksi PT. Bayi Kembar. Kata Kunci : Proses Produksi Rokok, Output Produksi Rokok, Tata Letak Fasilitas, Systematic Layout Planning, Simulasi, Layout, Work In Process.
IMPLEMENTASI TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE SEBAGAI PENUNJANG PRODUKTIVITAS DENGAN PENGUKURANOVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS PADA MESIN ROTARY KTH-8 (Studi Kasus PT.Indonesian Tobacco) Fahmi, Afif; Rahman, Arif; Efranto, Remba Yanuar
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.632 KB)

Abstract

Produsen tembakau iris dihadapi permasalahan downtime mesin yang besar pada mesin Rotary KTH-8 yang berfungsi sebagai pemotong daun tembakau.Downtime mesin yang besar berdampak pada tingkat produktivitas kegiatan produksi dan jumlah produk yang berkualitas.Untuk dapat meningkatkan produktivitas maka dilakukan implementasi Total Productive Maintenance (TPM) dengan pengukuran Overall Equipment Effectiveness (OEE).Langkah yang dilakukan yaitu melakukan pengukuran OEE serta mengetahui faktor terbesar yang mempengaruhi dengan perhitungan six big losses.Setelah itu mendapatkan penyebab permasalahan yang terjadidengan menggunakan fishbone diagram.Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas pada Mesin Rotary KTH-8 sebesar 73,456% sehingga masih di bawah standart JIPM sebesar 85%. Faktor terbesar yang mempengaruhi rendahnya nilai OEE adalah performance rate dengan faktor presentase six big losses pada speed losess 71,205% dari seluruh time loss.Hal yang dilakukan untuk mengantisipasi rendahnya nilai OEE pada mesin Rotary KTH-8 yang yaitu dengan diadakannya autonomous maintenance yang diberikan kepada operator.Melakukan training bagi teknisi maintenance serta melakukan pengawasan terhadap operator tentang kebersihan tempat kerja.Menggunakan sistem perawatan preventive maintenance pada komponen knifedrum tepatnya pada tingkat presisi gigi ulir penggerak dengan as drum. Kata kunci (keyword) :Total Productive Maintenance, Overall Equipment Effectiveness, fishbone diagram
INTEGRASI KANSEI ENGINEERING DAN STRUCTURAL EQUATION MODELING (SEM) UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PRODUK SHAMPO (Studi Kasus: Lusmas Fresh Milk Shampo) Archam, Latifa Dini; Rahman, Arif; Setyanto, Nasir Widha
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.507 KB)

Abstract

Penelitian ini menggali perspektif pelanggan mengenai kualitas satu brand shampo, Lusmas Fresh Milk Shampo, yang diproduksi produsen berskala kecil dengan menggunakan metode Kansei Engineering dan Structural Equation Modeling (SEM). Dimulai dengan mengeksplorasi pendapat 30 responden untuk mendapatkan kansei words yang kemudian dikategorikan dalam empat dimensi kualitas yaitu Features, Aesthetics, Perceived Quality dan Modern Information Method. Kansei word tersebut selanjutnya digunakan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kualitas melalui kuisioner yang disebarkan terhadap 100 responden. Hasil kuisioner diolah dengan SEM untuk mengidentifikasi variabel yang signifikan terhadap kualitas produk. Variabel yang paling signifikan adalah  Features (t-test value 5.69), Aesthetics (5.69) dan Modern Information Method (2.31) dengan indikator yang meliputi citra produsen, persepsi konsumen terhadap merek “Lusmas” serta ukuran botol yang sesuai untuk dibawa traveling. Rekomendasi yang diberikan untuk meningkatkan kualitas produk shampo adalah desain label botol baru serta variasi ukuran botol shampo, lebih menonjolkan khasiat serta kandungan multinutrisi, mengubah ukuran goody bag, mengoptimalkan penggunaan media internet, meningkatkan intensitas mengikuti event serta mengiklankan produk melalui radio. Kata kunci: Kualitas Produk, Shampo, Kansei Engineering, Kansei Words, SEM

Page 3 of 229 | Total Record : 2287


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 9 (2025): Vol. 13 No. 8 (2025): Vol. 13 No. 7 (2025): Vol. 13 No. 6 (2025): Vol. 13 No. 5 (2025): Vol. 13 No. 4 (2025): Vol. 13 No. 3 (2025): Vol. 13 No. 2 (2025): Vol. 13 No. 1 (2025): Vol. 12 No. 10 (2024): Vol. 12 No. 9 (2024): Vol. 12 No. 8 (2024): Vol. 12 No. 7 (2024): Vol. 12 No. 6 (2024): Vol. 12 No. 5 (2024): Vol. 12 No. 4 (2024): Vol. 12 No. 3 (2024): Vol. 12 No. 2 (2024): Vol. 12 No. 1 (2024): Vol. 11 No. 10 (2023): Vol. 11 No. 9 (2023): Vol. 11 No. 8 (2023): Vol. 11 No. 7 (2023): Vol. 11 No. 6 (2023): Vol. 11 No. 5 (2023): Vol. 11 No. 4 (2023): Vol. 11 No. 3 (2023): Vol. 11 No. 2 (2023): Vol. 11 No. 1 (2023): Vol. 10 No. 9 (2022) Vol. 10 No. 8 (2022): Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol 10, No 6 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 6 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 10 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 12 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 14 (2017) Vol 5, No 13 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 10 (2016) Vol 4, No 9 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 11 (2015) Vol 3, No 10 (2015) Vol 3, No 9 (2015) Vol 3, No 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue