cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 45 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2017)" : 45 Documents clear
KAJIAN KINERJA PELAYANAN SISI DARAT BANDAR UDARA NOTOHADINEGORO KABUPATEN JEMBER DAN POTENSI PENUMPANG PESAWAT TERBANG RUTE JEMBER – DENPASAR Bangsa, Bintang Kusuma; Rahmadhan, Muhammmad Nanda; Arifin, M. Z; Wicaksono, Achmad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1261.508 KB)

Abstract

Kabupaten Jember selain dikenal sebagai kota pendidikan dan kota wisata juga dikenal sebagai kota karnaval, dimana pada setiap tahunnya di kabupaten tersebut diadakan Jember Fashion Carnaval (JFC) yang telah terkenal ditingkat dunia. Atas dasar tersebut, pemerintah Kabupaten Jember terus melakukan pengembangan dan peningkatan fasilitas pada Bandar Udara Notohadinegoro serta pembukaan rute penerbangan baru yaitu Jember-Denpasar. Tujuan kajian ini (1)mengetahui karakteristik penumpang pesawat terbang rute Jember-Surabaya, (2) mengetahui tingkat kinerja pelayanan sisi darat Bandar Udara Notohadinegoro dan memberikan upaya perbaikan atau peningkatan pada atribut fasilitas yang dinilai kurang, (3) mengetahui karakteristik penumpang bus dan travel rute Jember-Denpasar, (4) mengetahui model pemilihan moda pesawat terbang rute Jember-Denpasar berdasarkan persepsi penumpang bus dan travel rute Jember-Denpasar, (5) mengetahui potensi jumlah penumpang pesawat terbang rute Jember-Denpasar. Metode analisis yang digunakan adalah Importance Performance Analysis (IPA) untuk mengetahui tingkat kinerja pelayanan pada sisi darat Bandara dan Metode Stated Preference untuk memperoleh potensi penumpang pesawat terbang Jember-Denpasar. Data primer diperoleh melalui wawancara dan pembagian kuesioner sedangkan data sekunder diperoleh melalui literatur, jurnal, dan internet. Jumlah responden yang digunakan dalam kajian sebanyak 215 responden penumpang pesawat terbang Jember-Surabaya,  316 responden bus dan 215 responden travel. Dari hasil analisis IPA diperoleh tiga atribut pada kuadran I (Prioritas Utama) yaitu tersedianya fasilitas layanan kesehatan, toilet dan fasilitas penyandang cacat. Dari hasil analisis Stated Preference dengan menggunakan tiga atribut variasi, diperoleh model utilitas dan potensi penumpang. Atribut selisih biaya perjalanan (ΔX1)pada bus UPT-UAB = 0,570-0,000003080(ΔX1), pada travel UPT-UAT = 1,467-0,000004865(ΔX1). Atribut selisih lama waktu perjalanan (ΔX2)pada bus UPT-UAB= -3,654+0,009(ΔX2), pada travel UPT-UAT=-2,563+0,006(ΔX2). Atribut selisih frekuensi keberangkatan (ΔX3) untuk bus UPT-UAB = 0,857-0,266 (ΔX3) dan travel UPT-UAT = 0,942+0,048 (ΔX3). Dari atribut Selisih biaya perjalanan (ΔX1) potensi penumpang yang berpindah dari angkutan bus ke pesawat terbang diatas 90 orang tiap hari bila selisih biaya perjalanan dibawah harga Rp 185.065,00, sedangkan  potensi penumpang yang berpindah dari angkutan travel ke pesawat terbang diatas 24 orang bila selisih biaya perjalanan dibawah Rp 301.542,00. Dari atribut selisih lama waktu perjalanan (ΔX2) potensi penumpang yang berpindah dari angkutan bus ke pesawat terbang tertinggi tiap hari sebesar 141 penumpang dan potensi yang berpindah dari angkutan travel ke pesawat terbang sebesar 39 penumpang. Dari atribut selisih frekuensi keberangkatan (ΔX3) potensi penumpang yang berpindah dari angkutan bus ke pesawat terbang tertinggi tiap hari pada bus sebanyak 126 penumpang dan potensi penumpang yang berpindah dari angkutan travel ke pesawat terbang sebanyak 40 penumpang. Kata Kunci: Tingkat Kinerja Pelayanan, Potensi Penumpang Pesawat Terbang, Importance Performance Analysis (IPA), Stated Preference (SP), Angkutan Bus dan Angkutan Travel
PENETAPAN TARIF JALAN TOL BERDASARKAN PENDEKATAN ATP DAN WTP (Studi Kasus: Rencana Jalan Tol Solo – Karanganyar) Muhammad, Nabil; Wibowo, Rizki Arif; Wicaksono, Achmad; Kusumaningrum, Rahayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.154 KB)

Abstract

Transportasi merupakan suatu sarana yang sangat penting dalam membantu roda perekonomian, suatu daerah tidak dapat berdiri sendiri secara total dalam memenuhi kebutuhan daerahnya sendiri, sehingga daerah tersebut membutuhkan daerah lain sebagai pendukung dimana salah satu prasarana penghubungnya berupa jalan tol. Jalan tol Solo-Karanganyar adalah salah satu bagian Jalan Tol Trans Jawa yang menghubungkan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur yang saat ini masih dalam tahap pembangunan.Oleh sebab itu, perlu adanya analisa tarif untuk penentuan tarif tol yang sesuai karena Jalan Tol Solo-Karanganyar belum beroperasi dan belum memiliki tarif tol pada kendaraan golongan I. Objek yang diteliti adalah 97 responden calon pengguna Jalan Tol Solo-Karanganyar dengan menggunakan tingkat kepercayaan sebesar 5%.Karena survei dilakukan dari arah Solo-Karanganyar dan sebaliknya maka jumlah sampel menjadi 194 orang.Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuisioner yang meliputi karakteristik sosial ekonomi dan perjalanan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah perhitungan ATP dan WTP. Hasil studi dapat diketahui dari survei karakteristik sosial ekonomi dan perjalanan dari calon pengguna Jalan Tol Solo-Karanganyar yang dilakukan dengan penyebaran kuisioner terkait karakteristik sosial ekonomi dan perjalanan calon pengguna jalan tol. Nilai Ability to Pay (ATP) rata-rata responden sebesar Rp 26.353,26/riit dimana nilai tersebut lebih tinggi dari tarif acuan yang digunakan yaitu sebesar Rp 11.000,00. Sedangkan nilai Willingness to Pay (WTP) rata-rata responden sebesar Rp 10.650,93 dimana nilai tersebut lebih rendah daripada tarif acuan yang digunakan yaitu sebesar Rp 11.000,00. Nilai ATP responden > nilai WTP yang menunjukkan bahwa kemampuan membayar responden lebih besar dari kemauan membayar karena pengguna mempunyai penghasilan yang relatif tinggi tetapi utilitas terhadap jasa tersebut relatif rendah. Sedangkan penentuan tarif dasar didasarkan pada rata-rata nilai ATP dan WTP. Berdasarkan perhitungan, maka didapatkan harga tarif tol yaitu sebesar Rp 18.502,09. Kata Kunci: Jalan Tol, ATP, WTP, tarif, Solo – Karanganyar.
ANALISIS RISIKO DARI PENGGUNAAN KURVA-S DALAM MONITORING PROYEK GEDUNG-X DI KOTA BATU Sugiarto, Amalia Rizka; Hasyim, M Hamzah; Unas, Saifoe El
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.067 KB)

Abstract

Proyek pembangunan Gedung X di Kota Batu yang terdiri dari 7 bangunan dengan luas total 4,2 Hektar, namun dalam proses monitoring pekerjaan hanya mengacu pada Kurva S,maka tidak dapat diketahui seberapa besar dampak dari perubahan suatu pekerjaan terhadap total durasi pekerjaan.Sehingga pada penelitian kali ini dilakukan Analisis Risiko dari Penggunaan Kurva-S dalam Monitoring Proyek Gedung-X di Kota Batu. Metode yang digunakan adalah identifikasi risiko berdasarkan data  Shop Drawing, Kurva S dan Laporan Progress Mingguan (LPM), selain itu sebagai dasar dari identifikasi risiko dan penyusunan lembar kuesioner dilakukan proses tracking dengan Ms.Project serta penyebaran Kuesioner. Risiko yang signifikan terhadap proses penyusunan Kurva S adalah estimasi durasi yang kurang tepat , hubungan antar pekerjaan yang tidak logis dan tidak dilakukan penyusunan jadwal dengan software (Ms. Project,dll). Sedangkan risiko yang signifikan terhadap proses monitoringyaitu deviasi waktu (+)/(-) tidak berpengaruh terhadap total jangka waktu perencanaan dan adanya ketidak sesuaian perhitungan progress pekerjaan.Repon risiko yang signifikan pada proyek Pembangunan Gedung X ini diharap dapat dikurangi dan dihindari, dengan melakukan pengecekan ulang terhadap data-data yang terkait dengan proses monitoring, selain itu diperlukan penjadwalan menggunakan Ms. Projectdiawal pekerjaan, sehingga mempermudah untuk melakukan monitoring proyek dengan cara tracking. Kata Kunci : Ms.Project, Tracking, Kuesioner, Analisis Risiko, Severity Index, Risk Matrix, Signifikan Risiko dan Respon Risiko
PENJADWALAN ULANG PADA PROYEK PEMBANGUNAN PABRIK PAKAN TERNAK KOPERASI AGRO NIAGA JABUNG DENGAN MENGGUNAKAN METODE PERT Kusumawati, Nafisah Octa; Wijatmiko, Indradi; Suryo, Eko Andi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.093 KB)

Abstract

Salah satu cara untuk mengoptimalisasikan pengerjaan proyek yang mengalami keterlambatan ialah dengan penjadwalan ulang proyek. Penjadwalan ulang dilakukan dengan mencari durasi baru yang dinilai mampu mempercepat keterlambatan sehingga proyek dapat selesai sesuai rencana atau bahkan lebih cepat dari rencana. Pada penelitian ini, penjadwalan ulang dilakukan dengan menggunakan metode PERT yang menggunakan tiga kemungkinan durasi, yaitu durasi tercepat, durasi terlama, dan durasi paling mungkin. Ketiga durasi tersebut didapatkan dengan wawancara pada kontraktor, kemudian dengan tiga kemungkinan durasi tersebut dilakukan perhitungan durasi rata-rata (mean).Durasi rata-rata (mean) akan digunakan untuk perhitungan probabilitas, sehingga dapat diketahui tingkat kesuksesan pada masing-masing durasi. Setelah itu dilakukan perbandingan penjadwalan rencana proyek, realisasi keterlambatan dengan penjadwalan hasil metode PERT. Untuk memudahkan penyelesaian metode PERT digunakan software Microsoft Project 2007 dan Microsoft Excel yang nantinya akan menghasilkan total durasi, kegiatan-kegiatan kritis, kurva S dan kurva probabilitas. Didapatkan hasil dari perhitungan durasi rata-rata (mean) memiliki lama penyelesaian 255 hari (lebih cepat 9 hari dari penjadwalan rencana proyek) dan didapatkan nilai probabilitas sebesar 50%. Kata Kunci : Metode PERT, penjadwalan, durasi, probabilitas
ANALISIS MULTIPLE RESOURCE LEVELING MENGGUNAKAN METODE MODIFIED MINIMUM MOMENT PADA PEMBANGUNAN PABRIK PAKAN TERNAK KOPERASI AGRO NIAGA JABUNG Mulyawati, Karima Nadiah; Unas, Saifoe El; Hasyim, M. Hamzah
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.208 KB)

Abstract

Optimalisasi alokasi sumber daya dilakukan guna mengurangi terjadinya fluktuasi sumberdaya yang berlebih. Kebutuhan akan sumberdaya disesuaikan dengan jenis aktivitas yang akan dikerjakan. Pada penelitian ini diambil dua jenis sumberdaya yang pada umumnya memiliki pengalokasian terbesar yaitu tukang batu dan pekerja. Pengalokasian sumberdaya dapat dilakukan dengan cara pemerataan sumberdaya. Pemerataan terhadap salah satu sumberdaya akan berpengaruh pada jenis sumber daya yang lain. Untuk mengetahui hasil pemerataan pada masing-masing jenis sumber daya dapat dilakukan dengan cara pemerataan terhadap tukang batu, pekerja, dan secara kombinasi. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode Modified Minimum Moment dimana alokasi sumberdaya ditentukan dengan menghitung nilai pergeseran suatu aktivitas atau nilai IF (Improvement Factor). Guna memudahkan analisis digunakan software Microsoft Project 2007 sebagai alat bantu penjadwalan. Analisis dilakukan pada pembangunan gedung kantor Pabrik Pakan Ternak Koperasi Agro Niaga Jabung. Hasil dari analisis dan hasil leveling yang dilakukan baik terhadap tukang batu, pekerja, maupun kombinasi didapatkan penurunan jumlah maksimum pada sumberdaya tukangbatu. Semula jumlah maksimum yang dibutuhkan sebanyak 9 orang tukang batu, namun setelah dilakukan leveling jumlah maksimum tukang batu turun menjadi 7 orang. Sedangkan untuk pekerja tidak mengalami penurunan jumlah maksimum. Jumlah maksimum yang dibutuhkan untuk pekerja sebanyak 12 orang. Dengan demikian leveling terhadap tukang batu memiliki hasil yang lebih baik dari ketiga metode perhitungan yang lain. Kata kunci: pemerataan, sumberdaya, Metode Modified Minimum Momen
PENERAPAN METODE MONTE CARLO UNTUK ALOKASI KONTIGENSI BIAYA PADA PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL KECAMATAN PACITAN Akbar, Muhammad; Wijatmiko, Indradi; Suryo, Eko Andi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1343.643 KB)

Abstract

Proyek yang merupakan suatu kegiatan sementara dengan waktu terbatas, dengan alokasi sumber daya tertentu dengan tujuan untuk menghasilkan produk dengan kriteria mutu yang telah rencanakan dengan jelas sebelumnya. Kenaikan biaya dari harga bahan dan upah yang melebihi ekspetasi sehingga mempengaruhi biaya total yang sudah direncanakan sudah menjadi salah satu resiko yang ada pada setiap proyek kontruksi. Maka dari itu perlu dialokasikan jumlah biaya tertentu dalam estimasi sebagai provisi dari risiko tersebut yang disebut kontigensi. Pengestimasian alokasi kontigensi pada penelitian ini secara probabilistik menggunakan konsep conditional variance-based analysis (CVBA) yang didasarkan dari hasil analisis metode Monte Carlo dan analisis sensitivitas melalui Spearman Rank Correlation antara suatu item pekerjaan yang ditinjau dari biaya total. Data yang digunakan untuk perhitungan yaitu rancangan anggaran biaya (RAB) yang dianalisis berdasarkan harga satuan bahan dan upah maksimum dan minimum yang didapat dari kuisioner. Kemudian dianalisis dengan distribusi normal menggunakan program SPSS lalu dibandingkan dengan analisis distribusi beta pert menggunakan program @Risk. Lalu dicari nilai kontigensi pada masing – masing metode tersebut dan alokasinya pada setiap pekerjaan dengan Spearman Rank Correlation. Kedua metode menggunakan iterasi yang sama yaitu sebesar 823 kali. Kata kunci : risiko, alokasi, kontigensi, conditional variance, spearman rank correlation , monte carlo
ANALISIS RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DENGAN METODE HAZARD ANALYSIS DAN CONSEQUENCE – LIKELIHOOD ANALYSIS (Studi Kasus pada Proyek Pembangunan Gedung Baru Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya) Danial, Achmad; Hasyim, M. Hamzah; Unas, Saifoe El
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1009.868 KB)

Abstract

Semua proyek konstruksi pasti memiliki risiko. Risiko tersebut salah satunya adalah risiko terjadinya kecelakaan. Masalah Keselamatan dan  Kesehatan Kerja (K3) saat ini masih belum menjadi perhatian utama. Hal itu dapat dilihat dari angka kecelakaan kerja di sektor konstruksi tertinggi dibanding dengan kecelakaan kerja di bidang lainnya. Hasil akhir dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pekerjaan yang berisiko menimbulkan bahaya pada Proyek Pembangunan Gedung baru Fakultas Ilmu Admistrasi Universitas Brawijaya kemudian menilai tingkat risiko secara umum dan menentukan pengendalian risiko yang tepat pada proyek tersebut. Risiko yang terjadi dinilai dengan menggunakan metode Consequence-Likelihood Analysis (CLA). Keluaran dari pengolahan dengan menggunakan metode CLA akan diketahui tingkat risiko secara umum pada proyek Pembangunan Gedung Baru Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya. Langkah terakhir dari penelitian ini yaitu menentukan pengendalian dan respon risiko dengan menggunakan metode Hazard Analysis dengan berdasarkan hasil kuisioner dan wawancara terhadap pengawas ataupun tenaga ahli pada proyek tersebut. Kata kunci: Risiko,Keselamatan dan Kesehatan Kerja(k3), Consequence-Likelihood Analysis (CLA), Hazard Analysis, Pengendalian risiko
KURVA BELAJAR UNTUK PEMASANGAN DINDING PARTISI PADA PEMBANGUNAN GEDUNG SENTRAL FAKULTAS PERTANIAN TAHAP III UB MALANG Susilo, Joko; Unas, Saifoe El; Wijatmiko, Indradi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.516 KB)

Abstract

Dalam pekerjaan konstruksi, pekerja atau tukang akan sering melakukan pekerjaan yang sama (typical) secara berulang. Sesuai teori kurva belajar, waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan akan semakin berkurang. Waktu pemasangan dinding partisi pada siklus ke-n akan diprediksi menggunakan kurva belajar (learning curve) model Wright dan De Jong.Sampel dalam penelitian ini adalah waktu pemasangan dinding partisi pada proyek pembangunan gedung sentral fakultas pertanian UB Malang.Didapatkan nilai prediksi waktu pekerjaan yang pertama (T1) sebesar 16.346 menitdan nilai slope (b) sebesar -0.2097 untuk membuat kurva model Wright. Dengan nilai T1 dan b yang sama, pada model De Jong dilakukan perhitungan koefisien inkompresibilitas (M), dalam penelitian ini bernilai 0.3429. Persamaan learning curve model Wright yaitutn = 16.346.n-0.2097.Sedangkan, persamaan learning curve model De Jong yaitu tn = 16.346[0.3429+(1-0.3429).n-0.2097. Dengan kedua persamaan ini, dibandingkan prediksi waktu dan produktifitas pada siklus ke-9 sampai ke-11 antara model Wright dan De Jong dengan yang sesungguhnya. Prediksi waktu dan produktifitas model Wright lebih akurat jika dibanding model De Jong. Kurva belajar model Wright cenderung lebih curam.Persamaan model De Jong menambahkan koefisien M, yaitu rasio pekerjaan mesin. Sehingga waktu yang diprediksi akan lebih cenderung konstan akibat pekerjaan otomatisasi oleh mesin.   Kata kunci : Produktifitas, Kurva Belajar, Dinding Partisi
ANALISIS RISIKO BERDASARKAN ASPEK WAKTU DENGAN METODE MONTECARLO PADA PROYEK GEDUNG BARU DI UNIVERSITAS BRAWIJAYA Imansari, Aisyaning; ., Harimurti; Wijatmiko, Indradi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.628 KB)

Abstract

Pembangunan suatu gedung bertingkat tidak luput dari timbulnya berbagai macam risiko.Hal ini disebabkan karena besarnya bobot pekerjaan dan juga tingginya bangunan dengan batas waktu pelaksanaan yang demikian singkat.Adanya risiko-risiko yang timbul dalam pelaksanaan proyek berdampak langsung terhadap durasi pembangunan proyek tersebut.Untuk itu perlu dilakukan analisis terhadap risiko-risiko yang berdampak pada aktivitas-aktivitas pelaksanaan proyek. Analisis risiko yang dimaksud adalah untuk mengetahui bagaimana frekuensi kemungkinan (likehood) risiko terhadap durasi proyek dan seberapa besar pengaruh (consequences) risiko terhadap durasi proyek. Selain itu, dilakukan analisis terhadap penjadwalan proyek dengan simulasi Monte Carlo untuk memperoleh distribusi waktu penyelesaian proyek dan juga nilai sensitivitas pada aktivitas pelaksanaan proyek.Guna memudahkan analisis digunakan software Oracle Ball dan @Risk sebagai alat bantumenghitung simulasi Monte Carlo. Analisis dilakukan pada pembangunan gedung baru di Universitas Brawijaya, yaitu proyek Pembangunan Gedung Utama FEB Tahap IV, Gedung Pascasarjana FH Tahap IV, Gedung Baru FP Tahap III, Gedung Baru PTIK Tahap III, Gedung Baru FIA Tahap II, dan Gedung Pendidikan Bersama FK Tahap II. Hasil dari analisis risiko didapatkan 34 dari 117 risiko adalah dalam kategori dominan. Setelah dilakukan simulasi Monte Carlo didapatkan durasi total penyelesaian proyek, yaitu padaproyek pembangunan Gedung Baru FIA Tahap II oleh PT. Menara Agung Pusaka didapat total durasi sebesar 128,68 hari dari total durasi rencana proyek adalah sebesar 130 hari. Sedangkan, untuk proyek Pembangunan Gedung Utama FEB Tahap IV, Gedung Pascasarjana FH Tahap IV, Gedung Baru FP Tahap III, dan Gedung Baru PTIK Tahap III oleh PT. Nindya Karya adalah 132,91 hari dari total durasi rencana proyek adalah 134 hari. Nilai sensitivitas tertinggi yang berpengaruh pada durasi total proyek pada proyek Pembangunan Gedung Baru FIA Tahap II adalah pekerjaan CCTV sebesar 16%. Sedangkan, pada pembangunan proyek Gedung Utama FEB Tahap IV, Gedung Pascasarjana FH Tahap IV, Gedung Baru FP Tahap III, dan Gedung Baru PTIK Tahap III adalah pekerjaan liftpassenger sebesar 19%. Setelah mengetahui risiko dalam kategori dominan yang berdampak besar pada pelaksanaan proyek maka dilakukan tindakan mitigasi pada risiko tersebut guna mengurangi atau bahkan menghilangkan dampaknya. Kata kunci:Risiko, Identifikasi Risiko, Penjadwalan, Simulasi Monte Carlo, Respon Risiko.
MONITORING PROYEK REHABILITASI SALURAN IRIGASI NGREJO DENGAN METODE KONSEP NILAI HASIL BERDASARKAN TIME BASED DAN PROGRESS BASED GHOZALI, AULIA AL; ., Harimurti; Hasyim, Hamzah
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1079.031 KB)

Abstract

Kegiatan pembangunan dalam suatu proyek wajib di pantau secara berkala untuk mengetahui kemungkinan terjadinya pelaksanaan yang tidak sesuai jadwal atau tidak sesuai dengan rencana awal. Peninjauan proyek dilakukan secara berkala mulai dari harian, mingguan, bulanan dan seterusnya agar terhindar terjadinya kondisi yang tidak bisa diperbaiki kembali. Metode Konsep Nilai Hasil akan diterapkan pada proyek pembangunan rehabilitasi saluran irigasi Ngrejo. Peninjauan obyek studi rehabilitasi saluran irigasi Ngrejo dilakukan dari awal proyek hingga minggu ke-9 atau selesainya proyek, adapun data yang digunakan meliputi laporan harian dan mingguan yang kemudian diolah menggunakan metode konsep nilai hasil berdasarkan time based dan progress based. Dari analisa dengan menggunakan metode konsep nilai hasil berdasarkan waktu (Time-Based) dan berdasarkan progress (Progress-Based) dapat diketahui biaya actual yang dikeluarkan proyek lebih sedikit dari yang direncanakan (41,89%), adapun perbedaan waktu yang terjadi pada proyek bisa dilihat dari besarnya nilai TV (Times Varians) dimana mulai dari minggu ke-2 sampai minggu ke-8 waktu actual lebih lambat dari yang direncakan, namun pada minggu ke-9 proyek bisa selesai sesuai jadwal yang direncanakan. Adapun hasil monitoring dengan menggunakan metode konsep nilai hasil berdasarkan waktu (Time-Based) dan berdasarkan progress (Progress-Based) yaitu nilai CV (Cost Varians) pada minggu pertama hingga minggu ke-3 menunjukan nilai negatif yang artinya proyek mengeluarkan biaya lebih besar dari yang dianggarkan namun pada minggu ke-4 sampai minggu ke-9 nilai CV (Cost Varians) cenderung positif, nilai SV (Schedule Varians) mulai minggu pertama hingga minggu ke 8 menunjukkan nilai negative sehingga disimpulkan pada periode tersebut pekerjaan selesai lebih lambat dari jadwal, tetapi pada minggu ke-9 nilai  SV (Schedule Varians) menunjukkan nilai 0 yang artinya proyek dapat diselesaikan dengan tepat waktu. Kata kunci: Monitoring, Progress Based, Time Based, Cost Varians, Schedule Varians, Konsep Nilai Hasil.